Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manajemen sangat berkaitan erat dengan organisasi karena dalam menjalankan sebuah
organisasi dibutuhkan aturan atau sistem sehingga dapat mewujudkan tujuan dari organisasi
tersebut. Aturan aturan itulah yang sering kita sebut dengan manajemen. Manajemen sebagai
seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui bantuan orang lain. Hal ini berarti bahwa para
manajer untuk mencapai tujuan organisasinya harus melalui kerjasama dengan orang lain untuk
melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan. Dalam fungsi manajemen terdapat
beberapa fungsi yang saling terkait dimana salah satunya yaitu pengorganisasian dimana
berfungsi untuk mengorganisasikan anggota dari organisasi tersebut sehingga dapat menjalankan
tugasnya dengan baik. Kebanyakan organisasi dikatakan gagal apabila manajemen yang
diterapkan didalamnya tidak sesuai dengan tujuan awal yang disepakati dalam pembentukan
organisasi tersebut. Maka dapat dikatakan organisasi dan manajemen saling terkait dan saling
mempengaruhi satu sama lain.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa yang dimaksud dengan organisasi?
2. Apa Saja Karakteristik dari organisasi?
3. Apa itu organisasi tradisional dan organisasi modern?
4. Apa yang dimaksud dengan manajer?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan organisasi
2. Untuk mengetahui apa saja karakteristik dari organisasi.
3. Untuk mengetahui tentang apa yang dimaksud organisasi tradisional dan organisasi modern.
4. Untuk mengetahui tentang pengertian manajer.

1.4 Manfaat
1. Agar memahami tentang pengertian organisasi.
2. Agar mengetahui karakteristik suatu organisasi.
3. Agar memahami apa yang dimaksud dengan organisasi tradisional dan modern
4. Agar memahami tentang pengertian manajer.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN ORGANISASI


Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat.
Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada
perbedaan yang spesifik, dan sebagai perbandingannya akan disampaikan beberapa pendapat
oleh para ahli sebagai berikut :

1. Menurut Stephen P. Robbinss


Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah
batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus
menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

2. Menurut Stoner

Organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di


bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

3. Menurut Chester I Bernard

Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang
atau lebih.

4. Menurut Kochler

Organisasi merupakan sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha


suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

5. Menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia

Organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga menjadi
kesatuan yang teratur.
Jadi pengertian organisasi secara umum yaitu organisasi adalah suatu kelompok orang
dalam suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama.

2.2 KARAKTERISTIK ORGANISASI


1. Mempunyai tujuan dan sasaran
Setiap organisasi pasti memiliki harapan ataupun sasaran yang ingin dicapai dan
menjadi pedoman utama dalam menjalankan organisasi sehingga dapat berjalan
dengan baik dan pada akhirmya dapat mencapai tujuan bersama.
2. Mempunyai keterkaitan format dan tata tertib yang harus ditaati
Setiap organisasi memiliki aturan atau tata tertibnya tersendiri yang sesuai dengan
tujuan yang dimiliki. Tata tertib ini harus ditaati sehingga organisasi tersebut
dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
3. Adanya kerja sama dari sekelompok orang
Organisasi memiliki orang-orang sebagai anggotanya yang sudah wajib untuk
mereka dapat melakukan kerjasama guna mencapai tujuan dari organisasi
tersebut.
4. Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang
Dalam mencapai tujuan bersama dari organisasi yang dijalankan selain memiliki
tata tertib dan kerja sama, organisasi harus mempunyai tugas dan wewenang bagi
anggota-anggotanya, masing masing anggota memiliki tugas dan wewenangnya
tersendiri. Apabila tugas dan wewenang yang dimiliki oleh masing-masing
anggota dapat dijalankan dan diterapkan dengan baik maka organisasi akan
mencapai tujuannya.

2.3 ORGANISASI TRADISIONAL DAN MODERN


2.3.1. Pengertian Organisasi Modern
Teori organisasi modern ini muncul pada tahun 1950, sebagai akibat ketidakpuasan dua
teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori Analiasa
Sistem atau Teori Terbuka yang memadukan antara teori klasik dan neoklasi. Teori Organisasi
Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung
dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan
yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan
dan apabila organisasi dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

2.3.2. Ciri ciri Organisasi Modern :


1. Kadang-kadang disebut analisis sistem organisasi
2. Organisasi nya terus berkembang
3. Penggunaan staff lebih intensif
4. Kecenderungan spesialisasi
5. Memiliki prinsip-prinsip organisasi
6. Memiliki unsur-unsur organisasi yang lebih lengkap
7. Organisasi dan lingkungannya harus dilihat sebagai sesuatu yang saling ketergantungan.
2.3.3. Prinsif-prinsip organisasi Modern :
1. Adanya pembagian pekerjaan
Maksudnya adalah kualitas anggota organisasi penting dalam pembagian pekerjaan
diperhatikan kualitas fisiknya, moral, pendidikan mental, pengalaman, keimanan, dan
ketakwaan kepada tuhan yang maha esa.
2. Disiplin
Disiplin merupakan ketaatan, kepatuhan untuk mengikuti aturan yang menjadi tanggung
jawabnya. Disiplin sangat berkaitan dengan kewenangan karena apabila kewenangan
tidak dijalankan dengan semestinya maka disiplin itu akan hilang, dan tidak akan tercapai
tujuan seperti apa yang diinginkan.
3. Kewenangan dan taggung jawab
Setiap pekerja diberikan kewenangan untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan,
wewenwng tersebut diperolah pada pembagian tugas karena itu menuntut
pertanggungjawas kepada kepentban terhadap penyelenggaraan pekerjaan.
4. Memberikan prioritas kepada kepentingan umum
Memberikan prioritas kepada kepentingan umum merupakan syarat utama anggota
organisasi swasta maupun pemerintah, hal ini sangat dipengaruhi oleh rasa senang dalam
bekerja bagi setiap pekerja sehingga sehingga disiplin tubuh atas dasar kesadaran bukan
karena dipaksa.
5. Penggajian pegawai/Karyawan,
Gaji atau menentukan kkelancaran tugas karena manusia mempunyai kebutuhan pribadi.
Gaji juga membuat manusia termotivasi dalam pekerjaan.

6. Pusat kewenangan
Dalam pemusatan kewenangan akan berdampak pemusatan pertanggungjawaban dalam
rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan, pertanggungjawaban terakhir ada pada
pimpinan, yang mempunyai wewenang tertinggi.
7. Mekanisme kerja
Dalam organisasi ada yang ditunjuk sebagai sebagai atas/pimpinan, ini dimaksudkan ada
yang bertanggungjawab secara keseluruhan.
8. Keamanan
Setiap pekerjaan memerlukan pengamanan yang merupakan syrat utama, karena dengan
terjaminnya keamanan, maka seseorang akan merasa aman dan tenang dalam
menjalankan tugasnya
9. Inovasi
Pengembangan inisiatif dari para pekerja dalam suatu kegiatan agar berkembang kearah
perobahan yang menuju pada kemajuan.
10. Semangat kebersamaan
Setiap angota organisasi baik pegawai atau karyawan, harus mempunyai rasa kesatuan
dengan unutnya, yaitu rasa senasib dan sepenanggungan.
11. Menggunakan teknologi cangih
Organisasi moderen menggunakan teknologi yang canggih, hal ini mengubah cara kerja
lama, yang mana pada masa tradisional pekerjaan dilakukan dengan serba manual namun
pada masa modrn pekerjaan dilakukan dengan memakai teknoligi canggih. Contohnya
menggunakan teknologi komunikasi komputer, surat elektronik (e- mail). Dll

2.3.4. Pengertian Organisasi Tradisional


Teori Organisasi Tradisional telah mempengeruhi filsafat manajemen dari tahun 1900
sampai tahun 1950. Ia bersumber pada ide-ide Adam smith (tahun 1776. Akan tetapi, baru sejak
tahun 1900 falsafah tiori tradisional dalam bentuk lebih lengkap disesuaikan oleh Taylor, Fayol,
dan Weber yang berkaitan dengan aspek-aspek pembagian kerja, hirakhi ketat, standar, prestasi
pekerjaan agar sasaran-sasaran perusahaan dapat dicapai.
Menurut organisasi tradisional, organisasi dipandang sebagai sebuah sisitem tertutup
dimana semua variabel diperhatikan dan berada dibawah pengendalian pihak manajemen. Teori
tradisional itu membawa hasil nyata dalam praktik yang terjadi kenaikan pruduktivitas yang
berarti, yang sangat dibutuhkan pada masa itu.
Tetapi suatu hal pokok bahwa teori organisasi tradisional mengabaikan faktor manusia.
Nasib para pegawai/karyawan tidak diperhatikan (mereka seakan-akan dianggap sebagai bagian
dari mesin). Seperti mesin apabila onderdil mesinnya rusak maka dapat diganti. Hasil produksi
(output) dicapai dengan pengorbanan manusia yang terlampau besar. Dalam organisasi
diberlakukan peraturan-peraturan ketat, prosedur-prosedur ketat, hirarkhi yang kuat, tiap
pekerjaan diterisolasi dari teman-teman sekerjanya.
Akibat dari semua itu buruh makin banyak absen, kualitas yang dihasilkan makin merosot
dan para pekerja makin terasing dari pekerjaan mereka. Timbul macam-macam komflik-komflik.
Gejala-gejala tersebut dibalas olah pihak manajemen daengan cara-cara yang makin ketat.
Kekeliruan pihak manajemen adalah pihak manajemen hanya menanggapi gejala-gejalanya saja
tetapi bukan sebab-sebab yang menimbulkan masalah tersebut. Hasil pendekatan menurut teori
organisasi tradisional adalah ketidak puasan dalam pekerjaan. Manusia dikorbankan untuk
kepentungan produksi.

2.3.5. Ciri ciri Organisasi Tradisional :


1. Spesialisasi yang mendalam
2. Hirarkhi otoritas yang kuat
3. Peraturan-peraturan dan kontrol yang pelik
4. Impersonalitas (tidak dipentingkannya kepribadian).

2.3.6. Prinsip-prinsip Organisasi Tradisional


1. Prinsip kesatuan perintah
Dengan arti tidak boleh adanya anggota sesuatu organisasi yang mempunyai lebih dan
seorang atasan dalam fungsi tertentu.

2. Prinsip kekecualian
Prinsip kekecualian menyatakan bahwa keputusan-keputusan yang timbul berulang-ulang
kali harus ditangani dengan cara rutin oleh para manejer dengan tingkat lebih rendah.
Sedangkan problem-problen yang berkaitan denga persoalan yang luar biasa, harus
dihadapi oleh tingkat-tingkat yang lebih tinggi.
3. Rentang pengawasan
Rentang pengawasan seorang manejer yaitu terdapat adanya pembatasan terhadap jumlah
bawahan yang dapat disupervisi oleh atasan adakalanya span of control dinyatakan
orang sebagai the span of responsibility pengertian oengertian ini dinyatakan dalam
buku Tiorema yang menyatakan bahwa tidak ada pemimpin yang dapat melakukan
supervisi secara efektif, interaksi dan hubungan-hubungan supervisor dan bawahan
bawahan, merupakan aktivitas siapa yang harus di integrasi olehnya dan kepada siapa ia
harus mendelegasikan tanggungjawab tertentu.hal ini yang sering menimbulkan
pertentangan pendapat antara bawahan dengan atasa.
4. Prinsip Skalar
Diatas telah disinggung tentang prinsif skalar, yang mana prinsip skalar menyatakan
bahwa otoritas serta tanggungjawab harus mengalir dalam bentuk garis yang tidak
terputus-putus dari manejer tinggi hingga manejer rendah. Ada penulis yang menyatakan
hubungan pertikal tersebut sebagai sebuah piramida pekerjaan tugas. Prinsip-prinsip
tersebut menyatakan bahwa sebuah organisasi merupakan sebuah hirarkhi.
5. Depertementasi
Cara dengan apa aktivitas-aktivitas dibagi dan dibentuk kedalam kelompok-kelompok
khusus, biasanya disebut orang sebagai depertementasi adapun tujuan depertementasi
adalah
a) Mengkhususkan aktivitas-aktivitas
b) Menyederhanakan tugas-tugas para manejer
c) Mengusahakan pengawasan.

2.4 PENGERTIAN MANAJER


2.4.1. Pengertian Manajer
Manajer merupakan seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Seorang ahli yaitu Mintzberg
menyimpulkan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang
lain. Selain itu seorang manajer mempunyai peranan penting dalam menjalankan suatu organisasi
bahkan seorang manajer harus mempunyai keterampilan agar suatu organisasi yang dipimpin
berjalan baik.
Selainitu, Robert Tanembaumjugamenyimpulkandefinisimanajeryaituseseorang yang
mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Dengan kata lain adalah
mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan
mengontrol para bawahan yang bertanggungjawab, agar semua bagian pekerjaan dikoordinasi
untuk mencapai tujuan perusahaan.
Sehinggadapatdisimpulkan, manajeradalahseseorang yang karenapengalaman,
pengetahuan, danketerampilannyadiakuiolehorganisasiuntukmemimpin, mengatur, mengelola,
mengendalikan, danmengembangkankegiatanorganisasidalamrangkamencapaitujuanorganisasi.

2.4.2. Tingkatan manajer


1. Manejemen lini pertama (first-line management), merupakan manajemen tingkatan
paling rendah yang bertugasmemimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang
terlibat dalam proses produksi.Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift,
manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
2. Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang
berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai
penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya
kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
3. Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer,
bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan
jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO
(Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan


menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan
sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah
dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

2.4.3. Peran manajer


Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh
peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh
peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu :
1. Peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial
dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan
penghubung.
2. Peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi,
serta peran sebagai juru bicara.
3. Peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah
masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

2.4.4. Tugas manajer


1. Memimpin organisasi
2. Mengatur organisasi
3. Mengendalikan organisasi
4. Mengembangkan organisasi
5. Mengatasi berbagai masalah yg terjadi dlm organisasi
6. Menumbuhkan kepercayaan
7. Meningkatkan rasa tanggungjawab
8. Mengawasi/mengendalikan kegiatanorganisasi
9. Melakukan evaluasi terhadapkegiatanyg telah dilakukan
10. Menggali dan mengembangkan potensi sumber daya.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam
ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi,
ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut
studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau
analisa organisasi (organization analysis).

3.2 Saran
Saran yang
dapatdiberikanyaitudalammenjalankansebuahorganisasidapatditerapkanbeberapakarakteristikorg
anisasi, danmampumemahamiperbedaandariorganisasitradisionaldan modern,
danmemahamipengertiandantugasmanajersehinggadapatmenjalankanorganisasi yang baik.