Anda di halaman 1dari 9

PEMANTAUAN PELAYANAN KEBIDANAN KOHORT IBU DAN BAYI

(Disusun untuk Memenuhi Tugas Organisasi Manajemen Pelayanan Kebidanan )

OLEH:
Kelompok 6

Reni Hidayah 1515371026


Rizka Puspita Fitriana 1515371029
Viola Violentina 1515371036
Yeni Rahmayanti 1515371037

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bidan dalam pelayanan kebidanan mempunyai peranan penting dalam
menurunkan angka kematian ibu dan anak dan sebagai ujung tombak pemberi
asuhan kebidanan. Dalam memberi asuhan bidan sebagai individu yang memegang
tanggung jawab terhadap tugas kliennya, bio-psiko sosial .Di tengah masyarakat
,bidan juga berperan dalam memberi pendidikan kesehatan dan mengubah prilaku
masyarakat terhadap pola hidup dan gaya hidup yag tidak sehat.Jadi tidak hanya
memberi asuhan pada individu tapi juga terhadap keluerga dan masyarakat. Oleh
karena itu,bidan harus mempunyai pendekatan manajemen agar dapat
mengorganisasikan semua unsur - unsur yang terlibatdalam pelayanannya dengan
baik dalam rangka menuunkan angka kematian ibu dan anak.
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan
sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori
ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian / tahapan yang logis
untuk pengambilan suatu keputusan yang terfokus pada klien.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara pemantauan pelayanan kebidanan Kohort Ibu ?
2. Bagaimana cara pemantauan pelayanan kebidanan Kohort Bayi ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui cara pemantauan pelayanan kebidanan tentang Kohort Ibu.
2. Untuk mengetahui cara pemantauan pelayanan kebidanan tentang Kohort Bayi.
BAB II
PEMBAHASAN

KOHORT IBU

A. Pengertian
Register kohort adalah sumber data pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi
dan balita.

B. Tujuan
Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan ibu dan neonatal yang terdeteksi di
rumah tangga yang teridentifikasi dari data bidan.
C. Jenis Register Kohort
1. Register Kohort Ibu
Register kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil dan bersalin,
serta keadaan/ resiko yang dipunyai ibu yang diorganisir sedemikian rupa yang
pengkoleksiannya melibatkan kader dan dukun bayi diwilayahnya setiap bulan
yang mana informasi pada saat ini lebih difokuskan pada kesehatan ibu dan bayi
baru lahir tanpa adanya duplikasi informasi.
Tujuan:
Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan ibu yang terdeteksi di rumah tangga
yang teridentinfikasi dari data bidan.

D. Cara Pengisian Kohort Ibu, Kolom:


1. Diisi nomer urut
2. Diisi nomer indeks dari famili folder
3. Diisi nama ibu hamil
4. Diisi nama suami ibu hamil
5. Diisi alamat ibu hamil
6. Diisi umur ibu hamil
7. Diisi umur kehamilan pada kunjungan pertama dalam minggu/tanggal HPL
8. Faktor resiko : diisi v ( rumput) untuk umur ibu kurang dari 20 tahun atau
lebih dari 35 tahun
9. Paritas diisi Gravidanya
10. Diisi bila jarak kahamilan < 2 tahun
11. Diisi bila BB ibu < 45 kg, lila < 23,5 cm
12. Diisi bila TB ibu < 145 cm
13. sd 17 Resiko tinggi : diiisi dengan tanggal ditemukan ibu hamil dengan
resiko tinggi, HB diperiksa dan ditulis hasil pemeriksaannya
18. Pendeteksian faktor resiko : diisi tanggal ditemukan ibu hamil dengan resiko
tinggi oleh tenaga kesehatan.
19. Diisi diisi tanggal ditemukan ibu hamil dengan resiko tinggi oleh Non
NAKES.
20. sd 22 diisi tanggal immunisasi sesuai dengan statusnya.
23. sd 34 diisi umur kehamilan dalam bulan kode pengisian sebagai berikut:
a. K1: Kontak pertama kali dengan tenaga kesehatan dimana saja
pada kehamilan 1 sampai dengan 5 bulan dengan rambu-rambu O dan
secara langsung juga akses dengan rambu-rambu .
b. K4 : Kunjungan ibu hamil yang keempat kalinya. Untuk memperoleh K4
dapat memakai rumus 1-12 atau 0-2-2 dengan rambu-rambu
Perhatian: K4 tidak boleh pada usia kehamilan 7 bulan. Pada ibu hamil
pertama kali kunjungan pada usia kehamilan 5 bulan pada bulan
berikutnya yaitu 6 bulan harus berkunjung atau dikunjungi agar tidak
kehilangan K4. Pada ibu hamil yang awalnya periksa diluar kota, dan
pada akhir kehamilannya periksa di wilayah kita karena untuk
melahirkan dan penduduk setempat bisa mendapatkan K1, K4 dan
sekaligus Akses apabila ibu tersebut dapat menunjukan pemeriksaan
dengan jelas.
Akses: Kontak pertama kali dengan tenaga kesehatan tidak memandang
usia kehamilan dengan rambu-rambu
35. Penolong Persalinan, diisi tanggal penolong persalinan tenaga kesehatan
36. Diisi tanggal bila yang menolong bukan nakes.
37. Hasil akhir Kehamilan : Abortus diisi tanggal kejadian abortus
38. Diisi lahir mati
39. Diisi BB bila BBL < 2500 gram
40. Diisi BB bila BBL > 2500 gram
41. Keadaan ibu bersalin,di beri tanda v bila sehat
42. Dijelaskan sakitnya
43. Diisi sebab kematiaannya
44. Diisi v (rumput)
45. Diisi apabila pindah, atau yang perlu diterangkan
KOHORT BAYI.

A. Pengertian.
Kohort bayi merupakan sumber data pelayanan kesehatan bayi, termasuk
neonatal.

B. Tujuan
Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan bayi yang terdeteksi di rumah
tangga yang teridentinfikasi dari data bidan.
C. Register Kohort Bayi
Merupakan sumber data pelayanan kesehatan bayi, termasuk neonatal.
Tujuan:
Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan bayi yang terdeteksi di rumah
tangga yang teridentinfikasi dari data bidan

D. Kohort Bayi.
Kolom diisi sebagai berikut :
1. Diisi nomor urut. Sebaiknya nomor urut bayi disesuaikan dengan nomor
urut ibu pada register kohort ibu.
2. Diisi nomor indeks dari family folder.
3. Sampai dengan 7) Jelas.
4. Sampai dengan 9) Diisi angka berat bayi lahir dalam gram.
5. Diisi tanggal pemeriksaan neonatal oleh tenaga kesehatan.
6. Diisi tanggal pemeriksaan post neonatal oleh petugas kesehatan.
7. Sampai dengan 23) Diisi hasil penimbangan bayi dalam kg dan rambu
gizi yaitu : N = naik, T = turun, R = Bawah garis titik titik (BGT),
BGM = Bawah garis merah.
8. Sampai dengan 35) Diisi tanggal bayi tersebut mendapat imunisasi.
9. Diisi tanggal bayi ditemukan meninggal.
10. Diisi penyebab kematian bayi tersebut.
11. Diisi bila bayi pindah atau ada kolom yang perlu keterangan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam pelayanan kebidanan ,manajemen adalah proses pelaksanaan
pemberian pelayanan kebidanan untuk memberikan asuhan kebidanan kepada klien
dengan tujuan menciptakan kesejahteraan bagi ibu dan anak ,kepuasan pelanggan
dan kepuasan bidan sebagai provider.
Manajemen kebidanan terdiri dari beberapa langkah yang berurutan, yang
dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi. Langkah-
langkah tersebut membentuk kerangka yang lengkap yang bisa diaplikasikan dalam
semua situasi. Akan tetapi, setiap langkah tersebut bias dipecah-pecah kedalam
tugas-tugas tertentu dan semuanya bervariasi sesuai dengan kondisi klien.

B. Kritik dan Saran


Kami berharap agar para mahsiswa kebidanan memahami tentang
manajemen pelayanan kebidanan mengenai kohort ibu dan bayi.
DAFTAR PUSTAKA

Saifuddin, Abdul Bari. dkk. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Simatupang, Erna Juliana. 2008. Manajemen Pelayanan Kebidanan. Jakarta : EGC.
Soepardan, Suryani. 2007. Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC.