Anda di halaman 1dari 8

Puisi Ibu Tangisan Air mata Bunda

Puisi Monika Sebentina

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu


Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu


secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku


bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku


Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

******
Puisi Jasa Seorang Ibu
Oleh Patma

Ibu
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu.
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

******
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah Guru

Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar

Senyummu memberikan semangat untuk kami


Menyongsong masa depan yang lebih baik

Setitik peluhmu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk murid-muridnya

Terima kasih Guru


Perjuanganmu sangat berarti bagiku
Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini

Akan selalu ku panjatkan doa untukmu


Terimakasih Guruku
Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong


tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana

Tapi kini dunia kami penuh warna


Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi

Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi


Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca

Terimakasih guruku dari hatiku


Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin

Hanya ucapan terakhir dari mulutku


Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia
WAKTU YANG AKAN MENJAWAB
Karya: Alya Altra

Masih ingat kah saat kita bersama dahulu


Mengikat tali persahabatan dengan begitu erat
Yang mungkin tidak seorang pun dapat melepasnya
Untuk memisahkan kita semua

Namun detik demi detik kian berlalu


Semua telah hilang di telan zaman
Bagaikan dedaunan yang terurai tanah
Yang tak bisa kembali seperti semula

Saat hati ini teringat pada kalian


Saat itu pula air mata ini keluar menetes
Saat mata ini melihat semua kenangan
Saat itu pula Aku ingin bersama kalian

Apakah kita masih mampu bersama?


Bercanda dan tertawa seperti dahulu lagi
Namun, apakah itu hanya sebatas angin yang kian berlalu
Hanya waktu yang bisa menjawab itu semua
AKU DAN KAMU, KAWAN
Karya: Febi

Kawan,
Tahukah kamu berapa lama masa yang kita lewati?
Aku tak ingin tau
Karena kamu selamanya bagiku

Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan air mata yang terlanjur jatuh
Tak akan berubah menjadi nestapa

Denganmu, kepenetanku tergilas sima

Terkadang di satu waktu


Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan
Amarah tak akan bisa bertahan lama di kalbuku
Aku sadari, Aku teringat jauh ke dalam hatimu

Ingatlah kawan
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang Aku, kamu dan kehidupan
Wawancara 2
Berikut ini adalah wawancara dengan salah satu guru SMA tentang penarikan kurikulum
2013.
Pewawancara :
Selamat pagi Pak, apakah saya bisa minta waktunya sebentar untuk wawancara ?
Narasumber :
Selamat pagi, dengan senang hati, Silahkan!
Pewawancara :
Kita telah mengetahui bahwa kurikulum 2013 telah ditarik kembali dan dikembalikan ke
KTSP. Bagaimana pendapat Bapak sebagai pengajar ?
Narasumber :
Menurut pendapat saya langkah yang telah dilakukan oleh pemerinta ini telah tepat.
Pewawancara :
Apa alasan Bapak menyetujui langkah ini ?
Pewawancara :
Sebenarnya kurikulum 2013 adalah kurikulum yang bagus karena meananamkan nilai nilai
karakter ke dalam diri siswa, tetapi kurikulum ini masih belum efektif jika ditetapkan
sekarang ini karena masih banyak permasalahan permasalahan yang mengahalangi
tercapainya tujuan kurikulum baru tersebut.
Pewawancara :
Permasalahan permasalahan seperti apa yang mengahalangi itu Pak ?
Narasumber :
Banyak sekali, seperti ketiadaan buku buku penunjang, kurang siapnya beberapa guru dan
sekolah karena kurang sosialisasi.
Pewawancara :
Jadi apakah selama ini Bapak belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah ?
Narasumber :
Kami belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah. Selama ini kami mempelajarinya dari
membaca di internet dan dari seminar seminar yang diadakan oleh sekolah.
Pewawancara :
Lantas apa pendapat Bapak dengan dikembalikannya kurikulum ke KTSP ?
Narasumber :
Pengembalian kurikulum ke KTSP membuat kami lega dan memudahkan kami kembali
untuk mengajar.
Pewawancara :
Lalu apa harapan Bapak kepada pemerintah ?
Narasumber :
Saya berharap pemerintah kembali merevisi kurikulum 2013 itu sehingga menjadi sempurna
dan kemudian melukukan sosialisasi sosialisasi di sekolah. Dengan begitu, kami semua bisa
siap melaksanakannya.
Pewawancara :
Terimakasih atas waktu yang telah Bapak berikan, semoga harapan Bapak bisa didengar oleh
pemerintah.
Narasumber :
Terimakasih kembali.
Percakapan 1

Andini: Hey Toni, Apa kabar ? Sudah lama kita tidak bertemu, dari mana saja kamu selama
ini ?

Toni : Hey Dini, kabarku baik-baik saja. Iya benar terakhir kali kita bertemu dua bulan yang
lalu, kan? Aku baru saja pulang dari Yogyakarta.

Andini : Wah, lama sekali liburan kamu. Apa yang kamu lakukan di sana selama dua bulan
itu?

Toni : Aku di Yogyakarta tidak hanya berlibur, tetapi juga belajar. Aku mengikuti program
yang ada di salah satu kampung di sana, yaitu kampung cyber.

Andini : Kampung cyber ? Kampung seperti apa itu Ton?

Toni : Itu adalah kampung yang ada di Yogyakarta, di mana hampir di setiap rumah sudah
memakai tekhnologi. Contohnya, setiap rumah sudah memiliki jaringan Wifi sendiri. Selain
itu, mereka juga menggunakan media sosial untuk membantu pekerjaan mereka, seperti rapat,
diskusi, dan masih banyak lagi.

Andini : Jadi, selama ini kamu belajar di sana. Lalu, tempat-tempat mana saja selain
Kampung Cyber yang telah kamu kunjungi.

Toni : Wah tentunya sudah banyak tempat-tempat wisata menarik yang telah aku kunjungi,
diantaranya adalah Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Malioboro,
Rumah Bakpia, dan Taman Pintar.

Andini : Rumah Bakpia ? Sepertinya aku baru mendengar tempat itu.

Toni : Itu adalah centra tempat pembuatan Bakpia. Di sana kita bisa melihat cara pembuatan
Bakpia dari proses awal. Selain itu, kita juga bisa belajar bagaimana cara membuat Bakpia.

Andini : Sepertinya Rumah Bakpia itu menarik. Kalau aku ke Yogyakarta, aku akan pergi
melihatnya juga.

Toni : Benar, kamu harus pergi ke sana. Aku jamin kamu tidak akan menyesal kok.

Andini : Hmm.. ngomong-ngomong mana oleh-oleh buatku ?

Toni : Hhee, nanti malam ke rumahku ya, kemarin aku membeli Bakpia dan beberapa gelang
tangan khas Yogyakarta.

Andini : Hhee, oke kalau begitu nanti malam aku akan pergi ke rumahmu.