Anda di halaman 1dari 17

I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejak dahulu orang telah mengenal berbagai jenis tanaman yang memiliki
bau spesifik. Bau tersebut bukan ditimbul oleh bunganya saja, tetapi oleh
tanaman, baik dari batang, daun, rimpang, atau keseluruhan bagian tanaman.
Masyarakat kemudian mengenalnya sebagai tanaman beraroma. Bau khas dari
tanaman tersebut ternyata ditimbulkan secara biokimia sejalan dengan
perkembangan proses hidupnya sebagai suatu metabolit sekunder yang disebut
minyak atsiri. Minyak atsiri adalah zat yang berbau yang terkandung dalam
tanaman. Minyak ini juga disebut sebagai minyak menguap, minyak eteris, atau
minyak esensial karena pada suhu biasa (suhu kamar) mudah menguap di udara
terbuka. Secara kimia, minyak atsiri bukan merupakan senyawa tunggal, tetapi
tersusun dari berbagai macam komponen yang secara garis besar terdiri dari
kelompok terpenoida dan fenil propane.
Salah satu minyak atsiri yang memiliki bau khas dan spesifik yaitu minyak
lavender. Minyak lavender merupakan salah satu minyak atsiri yang dikenal sejak
bertahun-tahun yang lampau, terutama dinegara-negara eropa. Minyak ini
diperoleh dari bunga segar tanaman lavender dengan metoda penyulingan uap
atau ekstraksi dengan pelarut. Negara penghasil minyak lavender yang utama di
dunia adalah Prancis. Minyak yang dihasilkan negara tersebut mempunyai mutu
terbaik, dibandingkan minyak lavender dari negara lain. Serta mempunyai aroma
wangi yang khas. Beberapa daerah di Prancis selatan memproduksi minyak
lavender yang mempunyai kadar ester lebih tinggi dari minyak lavender dari
negara lainnya. Tanaman lavender merupakan tanaman semak, berpohon kecil,
mempunyai daun bertulang sejajar dan bunga kecil berwarna keunguan. Bunga
tersebut berbau harum.

B. Perumusan masalah
Apakah tanaman lavender itu ?
Seperti apakah klasifikasi dari tanaman lavender ?

1
Seperti apakah morfologi dari tanaman lavender ?
Adakah manfaat/efek farmakologi yang didapat dari tanaman lavender untuk
manusia?
Bagaimana budidaya tanaman lavender?

C. Tujuan Penulisan
Mengetahui tentang tanaman lavender
Mengetahui klasifikasi dari tanaman lavender
Mengetahui morfologi dari tanaman lavender
Mengetahui manfaat/efek farmakologi yang didapat dari tanaman lavender
untuk manusia
Mengetahui budidaya tanaman lavender

2
II

TANAMAN LAVENDER

Lavender atau lavendel atau Lavandula adalah genus tumbuhan berbunga


dalam suku Lamiaceae yang tersusun atas 25-30 spesies. Asal tumbuhan ini adalah
dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai India
-- Dunia Lama. Genus ini termasuk tumbuhan menahun, tumbuhan dari jenis
rumput-rumputan, semak pendek, dan semak kecil. Tanaman ini juga tersebar di
Kepulauan Canaria, Afrika Utara dan Timur, Eropa selatan (terutama Perancis
selatan), Arabia, dan India; banyak darinya ditanam dan dikembangkan secara luas
di iklim sedang sebagai tanaman hias, bahan kuliner, dan ekstrak minyak esensial
untuk keperluan komersial.

Tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh liar di daerah di luar daerah asalnya.
Biasanya lavender hidup di daerah yang kaya sinar matahari dan memiliki tekstur
tanah halus.

Penampakan bunga ini adalah berbentuk kecil, berwarna ungu kebiruan, dan
tinggi tanaman mencapai 72 cm. Asal tumbuhan ini adalah dari wilayah selatan
Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai India. Lavender termasuk
tumbuhan menahun, tumbuhan dari jenis rumput-rumputan, semak pendek, dan
semak kecil. Karena telah ditanam dan dikembangkan di taman-taman di seluruh
dunia, tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh liar di daerah di luar daerah
asalnya.

Tanaman ini tumbuh baik pada daerah dataran tinggi, dengan ketinggian
berkisar antara 600-1.350 m di atas permukaan laut. Untuk mengembangbiakkan
tanaman ini tidaklah sulit, dimana menggunakan biji dari tanaman lavender yang
sudah tua dan disemaikan. Bila sudah tumbuh, dapat dipindahkan ke polybag. Bila
tinggi tanaman telah mencapai 15-20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau
bisa ditanam di halaman rumah.

Nama lavender berasal dari bahasa Latin lavera yang berarti menyegarkan
dan orang-orang Roma telah memakainya sebagai parfum dan minyak mandi
sejak zaman dahulu. Bunga lavender dapat digosokkan ke kulit, selain
memberikan aroma wangi, lavender juga dapat menghindarkan diri dari gigitan
3
nyamuk. Bunga lavender kering dapat diolah menjadi teh yang dapat kita
konsumsi. Manfaat lain bunga lavender adalah dapat dijadikan minyak esensial
yang sering dipakai sebagai aromaterapi karena dapat memberikan manfaat
relaksasi dan memiliki efek sedasi yang sangat membantu pada orang yang
mengalami insomnia.

4
III

KLASIFIKASI

KLASIFIKASI LAVENDER OFFICINALIS

Kingdom : Plantae ( Tumbuhan )

Subkingdom : Tracheobionta ( Tumbuhan berpembuluh )

Super divisi : Spermatophyta ( Menghasilkan biji )

Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )

Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua/dikotil )

Sub kelas : Asteridae

Ordo : Lamiales

Famili : Lamiaceae

Genus : Lavandula

Spesies : Lavandula angustifolia Mill.

Sinonim : Lavandula officinalis Chaix ex vill , lavandula pyrenaica DC ,

Lavandula vera

Gambar 1. Bunga Lavender

5
IV

MORFOLOGI TANAMAN LAVENDER

Gambar 2. Morfologi Lavender

1. Akar

Akar tanaman tunggang, berserabut, dengan panjang mencapai 1-2 m bahkan


lebih, berwarna putih kotor hingga kecoklatan. Akar bunga ini bermanfaat untuk
menyokong tanaman lebih kuat dan membantu menyerap unsur hara atau air
dalam tanah.

2. Batang

Batangnya berkayu, berbentuk bulat memanjang dengan diameter 3-4 mm


bahkan lebih, panjang batang mencapai 60 80 cm dan tumbuh dengan tegak.
Batang tanaman ini juga memiliki percabangan banyak yang berguna untuk
pertumbuhan daun.

3. Daun

Daun berbentuk bulat oval, memanjang, pertulangan sejajar, pangakal daun


meruncing, bagian tepi mergerigi, memiliki permukaan halus dan lembut
berwarna hijau muda hingga tua. Selain itu, bagian bawah daun bunga lavender
ini memiliki pertulangan daun yang menonjol berwarna keputihan.

6
4. Bunga

Bunga kecil, berwarna keunggu biruan, bunga ini tersusun dari beberapa
jumlah kuntum berkisara 6-10 kuntum yang berbentuk spiral. Bunga ini tumbuh
dibagian ujung cabang, bunga juga memiliki bulu halu s berjumlah banyak dan
berwarna keputihan. Bunga ini dapat di perbanyak secara generatif
( menggunakan biji )

7
V

EFEK FARMAKOLOGI PADA MANUSIA

Bunga lavender ini tentunnya karena beberapa kandungan zat tertentu didalamnya.
Selama ini yang kita ketahui, banga lavender dapat dimanfaatkan untuk mengusir
nyamuk. Mengapa bisa seperti itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita
simak beberapa kandungan bunga lavender berikut ini :

Linalool Asetat
Monoterpene Hidrokarbon
Camphene
Alokasi Ocimene
Limonene
Geraniol
Lavandulol
Nerol

Bunga lavender yang masih dalam keadaan segar dan mempunyai kualitas bagus
dapat diekstrak supaya minyak atsiri didalamnya bisa diambil. Minyak atsiri yang
terkandung dalam bunga lavender ini dapat mengatasi berbagai keluhan kesehatan
secara tradisional dan tidak ada resiko atau efek samping penggunaan jika
pemakaiannya sesuai aturan yang benar.

Beragam produk yang terbuat dari bunga kering dan minyak essensial tumbuhan
bunga lavender ini dapat berupa minyak aroma terapi, gel, ekstrak original, infus,
lotion atau hand body, campuran teh herbal, tincture bahkan berupa bunga kering
secara utuh. Semua produk yang terbuat dari bunga lavender tersebut pasti
mempunyai manfaatnya masing-masing. Untuk mengetahui apa saja manfaat bunga
lavender, berikut ini ulasannya :

1. Ampuh Atasi Insomnia


Insomnia merupakan gejala susah tidur yang dapat mengganggu jadwal atau
aktivitas anda pada pagi hari bukan? Selama ini penggunaan obat kimia dalam
bentuk tablet dianggap ampuh untuk mengatasi insomnia. Namun penggunaan
8
obat kimia secara terus-menerus akan berdampak buruk bagi tubuh anda. Untuk
mengatasi hal ini, tentunya anda perlu beralih pada produk bunga lavender yang
lebih alami dan aman bagi kesehatan. Bunga lavender mempunyai kandungan zat
yang mampu memperlambat aktivitas saraf sehingga, gangguan tidur dapat
teratasi karena kualitas istirahat tubuh semakin meningkat.

2. Mampu Membuat Otot Rileks


Otot tubuh yang tegang dan terasa kaku pasti akan mengganggu aktivitas
sehari-hari bukan? Gejala ini juga tidak boleh diremehkan karena dapat
mengundang reaksi negatif dari bagian tubuh lainnya. Dengan menghirup aroma
terapi bunga lavender dapat membuat otot rileks dan mendatangkan rasa tenang.

3. Mengasi Iritasi Perut


Beragam kandungan zat yang terdapat pada minyak bunga lavender sangat
mujarab dalam menangani keluhan gangguan kesehatan. Disisi lain penggunaan
ekstrak bunga lavender ini juga sangat ekonomis dan aman. Penelitian terbaru
bahkan membuktikan bahwa pijat menggunakan minyak atsiri lavender dapat
mengatasi rasa cemas berlebih pada manusia. Manfaat lain yang dapat diperoleh
dari penggunaan bunga lavender ini yakni untuk mengatasi iritasi yang terjadi
pada bagian perut.

4. Supaya Mood Lebih Stabil


Ketika manusia memikirkan sesuatu yang berat maka otak adalah bagian
utama yang pertama kali merasakan dampaknya. Padahal otak ini nantinya akan
mempengaruhi fungsi organ tubuh lain karena otak merupakan sumber kendali
alam bawah sadar manusia. untuk menstabilkan mood sangat diperlukan untuk
berada pada keadaan tenang. Maka perasaan tenang dapat mengembalikan mood
pada keadaan yang lebih stabil.

5. Ampuh Atasi Kerontokkan Rambut


Pada beberapa kasus, kerontokkan rambut dapat terjadi karena berbagai
faktor. Salah satu contoh rontoknya rambut secara berlebihan yakni akibat
alopesia areata. Jika di lihat dari segi kesehatan, alopecia areata ini merupakan
gangguan autoimun yang berakibat membuat rambut menjadi rontok. Cara
mengatasinya yakni dengan memijat kulit kepala menggunakan minyak bunga

9
lavender secara teratur hingga menunjukan perubahan dengan ditandai
pertumbuhan rambut yang terjadi secara lebih signifikan.

6. Terhindar dari Gigitan Nyamuk


Hal ini tentu sudah sangat sering kita dengar bukan? Penelitian membuktikan
aroma bunga lavender yang terkandung dalam lotion anti nyamuk memang
mampu menghindarkan kita dari gigitan nyamuk.

7. Mengatasi Gangguan Kesehatan


Jika diatas telah dipaparkan manfaat bunga lavender dari segi fungsinya,
maka sekarang kita akan membahas khasiat dan manfaatnya secara umum. Pada
umumnya, bunga lavender akan diekstrak terlebih dahulu supaya minyak atsiri
(esensial) didalamnya dapat diambil. Nah, minyak tersebutlah yang mempunyai
beragam manfaat dan khasiat bagi kesehatan. Berikut beberapa gangguan
kesehatan yang dapat diatasi dengan bunga lavender :

Alopecia Areata atau Gejala Kerontokan Rambut


Rasa Cemas Berlebih
Depresi
Kelelahan
Stress
Bau mulut
Pengontrol Rasa aNyeri Pasca operasi
Antibakteri
Antivirus
Obat Penenang Ringan
Urat syaraf yang kaku dan tegang
Inveksi Jamur atau Kandidiasis
Jerawat
Nyeri Otot dan Sendi

Minyak lavender berwarna jernih sampai kuning pucat dengan bau wangi yang
sanga khas. Minyak lavender adalah salah satu aromaterapi yang terkenal memiliki
efek sedatif, hypnotic, dan anti-neurodepresive baik pada hewan maupun pada
manusia. Karena minyak lavender dapat memberi rasa tenang, sehingga dapat
10
digunakan sebagai manajemen stres. Kandungan utama dalam minyak lavender
adalah linalool asetat yang mampu mengendorkan dan melemaskan sistem kerja urat-
urat syaraf dan otot-otot yang tegang. Dikatakan juga linalool menunjukkan efek
hypnotic dan anticonvulsive pada percobaan menggunakan tikus. Karena khasiat
inilah bunga lavender sangat baik digunakan sebagai aromaterapi. Selain itu, beberapa
tetes minyak lavender dapat membantu menanggulangi insomnia, memperbaiki mood
seseorang, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan tingkat kewaspadaan, dan
tentunya dapat memberikan efek relaksasi.

Wisatawan merupakan orang yang melakukan wisata ke berbagai tempat dengan


tujuan untuk memperoleh kesenangan atau ketenangan. Tentunya para wisatawan
memerlukan stamina dan kondisi tubuh yang selalu fit agar dapat menempuh
perjalanan wisata yang nyaman. Oleh karena itu manfaat aromaterapi khususnya
aroma lavender dengan kandungan zat yang dimiliki akan dapat memberikan
kenyamanan bagi para wisatawan yang sedang melakukan perjalanan.

Bagi orang yang sehari-harinya melaksanakan berbagai kesibukan dengan tingkat


kelelahan dan stres yang tinggi serta kurangnya waktu yang dapat digunakan untuk
beristirahat dan berwisata, dapat melakukan aromaterapi menggunakan teknik inhalasi
aroma minyak lavender di rumah masing-masing, dengan meneteskan minyak
lavender pada bantal ataupun memakai bantuan bakaran lilin aromaterapi. Selain
karena manfaat-manfaat aromaterapi lavender yang sangat sesuai dengan kebutuhan,
waktu yang diperlukan untuk melakukan teknik tersebut juga tidak banyak. Sehingga
akan sangat memungkinkan bagi orang-orang yang tidak memiliki banyak waktu
luang.

Wisatawan memperoleh manfaat, dalam aspek fisik maupun psikis apabila


melakukan aromaterapi menggunakan minyak lavender. Manfaat aspek fisik dari
aromaterapi ini dapat merelaksasikan otot-otot yang kaku setelah melakukan
perjalanan wisata yang cukup jauh. Aroma lavender juga memberikan efek sedatif
yang cukup baik sehingga para wisatawan dapat beristirahat dengan cukup setelah
melakukan perjalanan wisatanya dan dapat melakukan perjalanan wisata lain dengan
kondisi tubuh yang lebih baik. Dari segi psikis, melihat adanya manfaat dalam
memperbaiki mood dari minyak lavender, tentunya para wisatawan dapat melakukan

11
wisatanya dengan perasaan yang tenang dan nyaman serta jauh dari depresi dan
tekanan.

Pemakaian minyak lavender sebagai aromaterapi telah dilakukan sejak zaman


dahulu. Seiring perjalanannya, sempat dilaporkan bahwa ada beberapa efek samping
yang ditimbulkan dari pemakaian minyak lavender secara inhalasi, diantaranya, mual,
muntah, sakit kepala, dan menggigil. Dermatitis kontak dan phototoxicity juga
dilaporkan terjadi pada penggunaan minyak lavender secara topikal.

Gambar 3. Minyak Lavender

12
VI

BUDIDAYA LAVENDER

Bunga lavender merupakan bunga yang bagus untuk dibudidayakan. Selain


mudah untuk ditanam, bunga ini pun memiliki nilai komersil. Serta tentu saja, bila
telah berbunga, akan memberikan pemandangan asri dan menebar wangi yang harum.
Tapi, sebelum anda memulai langkah demi langkah proses penanaman, sebaiknya
tentukan terlebih dahulu lokasi atau lahan yang nantinya akan dipersiapkan sebagai
tempat budidaya bunga lavender.

Lavender merupakan tanaman yang hidup di kawasan Mediterania yang


berdaerah panas dan sering terkena sinar matahari. Oleh karena itu, lokasi terbaik
adalah yang menerima sinar matahari yang cukup. Setidaknya delapan jam sehari.
Dan untuk melindungi tanaman dari angin musim dingin, bunga lavender bisa
ditanam dekat sebuah batu besar ataupun tembok. Sehingga tanaman mendapat panas
serta perlindungan tambahan.

Akan tetapi, daerah yang mendapat penyinaran matahari yang baik saja tidak
cukup. Lavender tidak bisa hidup dengan kelembaban. Jadi, tanah dengan daya serap
yang cukup baik harus termasuk dalam pertimbangan memilih lahan. Untuk hasil
yang maksimal, upayakan memlilih tanah dengan sifat ringan, halus, serta mendapat
oksigen yang cukup.

Tips : anda bisa mencampurkan sedikit pasir sebelum menanam, untuk


menambah daya serap tanah.

Tanah dengan pH antara 6.7 sampai 7.3 adalah paling baik untuk lavender
tumbuh secara maksimal. Untuk memengukur level pH tanah, bisa menggunakan alat
pengukur pH yang biasanya dijual di toko alat rumah tangga ataupun toko
perkebunan. Untuk memberikat sifat alkali pada tanah, anda bisa menambahkan
sedikit perasan jeruk nipis pada tanah. Dengan takaran sekitar 6090 ml per kaki
kubik tanah.

Setelah anda mendapatkan lokasi atau lahan yang sudah dirasa pas untuk
membudidayakan bunga lavender. Langkah selanjutnya adalah menentukan jenis
13
spesies lavender yang akan ditanam. Untuk memilihnya, anda bisa meminta saran atau
bertanya pada orang yang mengerti tentang perkebunan, supaya jenis lavender yang
ditanam sesuai dengan kondisi daerah dimana anda tinggal. Karena tiap-tiap spesies
lavender memiliki daya tahan yang berbeda-beda.

Bila jenisnya sudah anda tentukan, anda bisa memulai tahapan penanaman.
Tetapi, jika anda ingin memulai dari proses pembibitan, maka anda harus melalui
proses penyemaian agar bibit mulai berkecambah dan siap tanam. Proses ini
membutuhkan waktu kira-kira selama satu bulan. Bila tidak ingin repot, anda bisa
langsung membeli bibit lavender yang sudah siap tanam.

Budidaya tanaman lavender tidak begitu sulit. Cukup diberi pupuk kandang dan
rajin disiram, lavender sudah bisa tumbuh dengan baik. Disarankan, budidaya
tanaman ini dilakukan pada musim hujan.

R. Winardi, pemilik Wins Cultura di Tangerang, Banten mengatakan, budidaya


bisa dilakukan dengan menyemai biji bunga lavender untuk dijadikan benih. "Atau
kalau ingin lebih ringkas bisa dengan membeli benihnya saja," kata Winardi.

Menurut Winardi, waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian dari biji menjadi
benih sekitar delapan hingga sembilan bulan. Sedangkan dari benih hingga bisa
berbunga butuh waktu enam bulan.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus perhatikan dalam membudidayakan


lavender. Bila ingin membudidayakan dalam jumlah besar, sebaiknya tanam di musim
hujan. "Pasalnya lavender menyukai cuaca sejuk," katanya.

Pada musim kemarau, intensitas penyiraman harus ditingkatkan untuk


menghindari kekeringan. Sedangkan untuk pupuk, cukup menggunakan pupuk
kandang. Dengan komposisi campuran tanah dan pupuk sekitar 3:2. "Itu bila
menggunakan media polybag," ujarnya.

Untuk jenis tanahnya sendiri sebaiknya pilih yang memiliki kadar keasamaan
(PH) sekitar 5,5-6. Biasanya, bila disiram air akan cepat meresap dan tekstur tanah
tidak keras.

Ia bilang, lavender bisa mencapai usia produktif hingga lima tahun. Pada usia dua
tahun, batang lavender akan semakin tinggi. Saat itu, disarankan untuk rutin
14
memangkas cabang. "Tujuannya agar percabangannya menjadi lebih banyak,"
ucapnya.

Toni Tegar Sahidi, produsen benih lavender lainnya bilang, fase awal yang
terpenting dalam budidaya lavender adalah penyemaian. "Ini fase kritis dan sering
gagal di tahap ini," ujarnya.

Ia bilang, dalam penyemaian ini tidak seluruh bibit berhasil dibesarkan. Bagi bibit
yang berhasil hidup dan sudah memiliki ketinggian sekitar 5 centimeter (cm),
sebaiknya segera pindahkan ke polybag.

Christian Kuswanto, pemilik PT Warna Indah Bintang Agrobis menambahkan,


agar wangi tanaman lavender lebih menyebar, sebaiknya pembudidaya menanam dua
hingga tiga tanaman lavender dalam satu pot berdiameter 30 cm.

Dengan demikian, bila lavender sudah besar, maka daun-daunnya saling bergesek
dan tergores. Inilah yang kemudian mengeluarkan aroma wangi lavender yang
menyegarkan.

Gambar 4. Bibit Lavender

15
VII

KESIMPULAN

Lavandula officinalis Chaix merupakan tanaman lavender pada dataran bernama


Chaix bagian dari benua eropa di negara perancis bagian barat.

Lavender berkembang paling baik di tanah kering, berdrainase baik, berpasir atau
keruh di bawah sinar matahari penuh.

Minyak lavender adalah salah satu aromaterapi yang terkenal memiliki efek
sedatif, hypnotic, dan anti-neurodepresive baik pada hewan maupun pada
manusia.

16
DAFTAR PUSTAKA

1. Aneka Hidro Borneo, mengenal si ungu wangi yang menawan hati, 22 Feb
2015.

http://anekahidrogelborneo.blogspot.co.id/2015/02/mengenal-si-ungu-wangi-
yang-menawan-hati.html (diakses pada tanggal 26 Mei 2017)

2. Prima, Iga, AROMATERAPI LAVENDER SEBAGAI MEDIA RELAKSASI,


2011.

Ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/download/4871/3657 (diakses pada tanggal 26


Mei 2017)

3. Wikipedia Bahasa Indonesia, Lavender, 2017.

http://id.wikipedia.org/wiki/Lavender (diakses pada tanggal 26 Mei 2017)

4. Ana, Chi, Manfaat bunga lavender, 13 Oktober 2015.

http://manfaat.co.id/manfaat-bunga-lavender (diakses pada tanggal 22 Juni 2017)

5. Seputar Pertanian, Budidaya Tanaman Lavender, Mei 2013.

http://tipspetani.blogspot.co.id/2013/05/budidaya-tanaman-lavender.html (diakses
pada tanggal 22 Juni 2017)

6. Barabai, Rudrud, Budidaya Tanaman Hias Bunga Lavender, 25 Oktober 2016.

http://karyacombirayang.blogspot.co.id/2016/10/budidaya-tanaman-hias-bunga-
lavender.html (diakses pada tanggal 22 Juni 2017)

17