Anda di halaman 1dari 5

Analisis Jurnal dengan Judul :

PROFIL INTUISI MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH


MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT
DAN FIELD INDEPENDEN

Nama: Lian Kristina Sidani

Stambuk : A 241 14 016

KeLAS : A

A. LATAR BELAKANG

Pendahuluan
Kegiatan pembelajaran matematika tentu tidak akan terlepas dari masalah
matematika. Dalam mengajarakan bagaimana memecahkan masalah, berbagai dosen
atau pendidik matematika mempunyai cara yang berbeda-beda. Diantaranya adalah
dengan selalu memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkan suatu masalah
matematika, tanpa memberikan kesempatan banyak pada mahasiswa untuk berusaha
menemukan sendiri penyelesaiannya. Sehingga dengan cara demikian mahasiswa
menjadi kurang kreatif dalam memecahkan masalah. Akibatnya mahasiswa hanya
mampu memecahkan masalah matematika bila telah diberikan caranya oleh Dosen.
Dengan kondisi demikian, maka mahasiswa seringkali dihadapkan pada beberapa
kesulitan, misalnya mahasiswa tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan masalah
yang diberikan atau bila telah dapat memulai menjawab, namun mengalami
kemacetan di tengah penyelesaian soal tersebut, meskipun sebenarnya telah
dimilikinya bekal yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut.

Harapan
Diharapkam mahasisiwa mampu memecahkan permasalahan metematika secara
kreatif.

Kenyataan
Mahasiswa hanya mampu memecahkan masalah matematika bila telah diberikan
caranya oleh Dosen.Penelitian ini untuk mengungkap hakekat gejala yang muncul dari
subyek penelitian. Hakekat tersebut digunakan untuk menemukan profil intuisi yang
digunakan mahasiswa dalam memecahkan pemasalahan matematika. Hakekat tersebut
ditelusuri melalui suatu wawancara yang berbasis pada tugas.
Solusi
Penelitian ini untuk mengungkap hakekat gejala yang muncul dari subyek penelitian.
Hakekat tersebut digunakan untuk menemukan profil intuisi yang digunakan mahasiswa
dalam memecahkan pemasalahan matematika. Hakekat tersebut ditelusuri melalui suatu
wawancara yang berbasis pada tugas.

Rumusan Masalah

a. Mengapa kurangnya mahasiswa yang kreatif dalam memecahkan soal


matematika?
b. Bagaimanakah pengaruh metode penelitian ini pada prestasi belajar
mahasiswa?

Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil intuisi mahasiswa dalam
memecahkan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif field independent dan
field dependen. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut maka dalam penelitan ini
menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif. Subyek penelitian sebanyak 4
mahasiswa terdiri dari 2 mahasiswa dengan gaya kognitif field dependent dan 2
mahasiswa dengan gaya kognitif field independent. Metode pengambilan data adalah
tes dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi,
pengecekan anggota dan kecukupan referensi. Teknik analisis data melalui langkah-
langkah reduksi data, pemaparan data penafsiran data dan penarikan kesimpulan.

B. METODE PENELITIAN

Penelitian ini untuk mengungkap hakekat gejala yang muncul dari subyek penelitian.
Hakekat tersebut digunakan untuk menemukan profil intuisi yang digunakan mahasiswa
dalam memecahkan pemasalahan matematika. Hakekat tersebut ditelusuri melalui suatu
wawancara yang berbasis pada tugas. Oleh sebab itu jenis penelitian ini adalah penelitian
kualitatif eksploratif yang data utamanya berupa kata-kata tertulis dan/atau lisan.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Subjek Field Dependent
a. Intuisi yang digunakan untuk memecahkan masalah menemukan
Dari analisis jawaban dan wawancara diperoleh bahwa intuisi yang digunakan
oleh S1FDuntuk menyelesaikan masalah menemukan adalah intuisi antisipatori yang
bersifat global dan jenis intuisinya adalah intuisi yang didasarkan pada imajinasi
namun tidak mengarah pada penyelesaian masalah.
b. Intuisi yang digunakan untuk memecahkan masalah membuktikan
Dari analisis jawaban dan wawancara diperoleh bahwa intuisi yang digunakan
oleh S1FD untuk menyelesaikan masalah membuktikan adalah pada awalnya yang
dipikirkan adalah menggunakan prinsip induksi matematika karena ada keyakinan
kalau pernyataan yang terkait dengan bilangan biasanya menggunakan prinsip induksi
matematika. Dengan demikian intuisi yang digunakan oleh subjek S1FD adalah
intuisi antisipatori yang bertentangan pada umumnya dan intuisinya tidak mengarah
pada penyelesaian masalah. Sedangkan dari analisis jawaban dan wawancara
diperoleh bahwa intuisi yang digunakan oleh S2FD untuk menyelesaikan masalah
membuktikan adalah intuisi antisipatori yang bersifat bertentangan pada umumnya.
Jenis intuisi yang digunakan mengarah kepada menggunakan pemikiran matematika
secara real, walaupun tidak menyelesaikan masalah.

2. Subjek Field Independent


a. Intuisi yang digunakan untuk memecahkan masalah menemukan
Dari analisis jawaban dan wawancara diperoleh bahwa intuisi yang digunakan
oleh S3FI untuk menyelesaikan masalah menemukan adalah intuisi antisipatori yang
bersifat global dengan keyakinan yang mendalam dengan jenis intuisi yang
didasarkan pada generalisasi dengan induksi. Sedangkan dari analisis jawaban dan
wawancara diperoleh bahwa intuisi yang digunakan oleh S4FI untuk menyelesaikan
masalah menemukan adalah Prosiding Seminar Nasional Matematika dan
Pendidikan Matematika UNS 2011 Makalah Pendamping: Pendidikan
Matematika 2 101
intuisi antisipatori bersifat global berupa feeling dari keyakinan yang mendalam
dengan jenis intuisi yang mengarah kepada menggunakan pemikiran matematika secara
real.

b. Intuisi yang digunakan untuk memecahkan masalah membuktikan


Dari analisis jawaban dan wawancara diperoleh bahwa apa yang dilakukan
oleh S3FI untuk menyelesaikan masalah membuktikan adalah mendasarkan pada
ingatan, bahwa pernah mendapatkan pelajaran tentang penggunaan kontraposisi untuk
membuktikan pernyataan dan contohnya sama dengan masalah membuktikan.
Dengan demikian tidak ada kognisi segera yang digunakan untuk menyelesaikan
masalah tersebut. Dengan demikian subjek S3FI tidak menggunakan intuisi dalam
memecahkan masalah tersebut.
Sedangkan dari analisis jawaban dan wawancara diperoleh bahwa apa yang
dilakukan oleh S4FI untuk menyelesaikan masalah membuktikan adalah subjek S4FI
juga sudah melihat bahwa dengan bukti langsung akan mengalami kemacetan. Jadi
intuisi yang digunakan oleh subjek S4FI adalah dengan kontraposisi dan menyadari
bahwa bukti secara langsung tidak dapat digunakan. Dengan demikian intuisi yang
digunakan oleh subjek S4FI adalah intuisi antisipatori yang bersifat global dan jenis
intuisi yang digunakan menggunakan pemikiran matematika secara real.
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa intuisi yang digunakan subjek dengan
gaya kognitif field independent adalah intuisi antisipatori yang bersifat global yaitu
dengan menggunakan cara kontraposisi dan jenis intuisi yang digunakan
menggunakan pemikiran matematika secara real. Hal tersebut memberikan gambaran
bahwa subjek dapat memilah penggunaan cara dalam membuktikan berkaitan dengan
soal yang diberikan. Berdasarkan teori, bahwa individu dengan gaya FI lebih
menunjukkan bagian-bagian terpisah dari pola menyeluruh dan mampu menganalisa
pola ke dalam komponen-komponennya. Artinya intuisi yang muncul pada subjek
field independent tersebut diperoleh dari upaya untuk memilah penggunaan cara-cara
pembuktian yang dikuasainya.

E.KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
1. Profil Intuisi Pada Subjek dengan Gaya Kognitif Field Dependent

Intuisi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah menemukan adalah


intuisi antisipatori yang bersifat global dan didasarkan pada imajinasi. Subjek
kesulitan untuk menganalisa pola menjadi bagian-bagian yang berbeda yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Intuisi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah membuktikan adalah
dengan intuisi antisipatori yang bersifat bertentangan pada umumnya. Subjek
mengalami kesulitan memperoleh ide untuk menyelesaikan masalah sehingga yang
terpikir adalah ide-ide yang tidak dapat menyelesaikan masalah.

2. Profil Intuisi Pada Subjek dengan Gaya Kognitif Field Dependent

Intuisi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah menemukan adalah


intuisi antisipatori yang bersifat global. Subjek dapat menggunakan intuisinya untuk
menyelesaikan masalah dengan mengubah permasalahan ke bentuk yang lebih terinci
sehingga timbul pemikiran secara real.
Intuisi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah membuktikan adalah
intuisi antisipatori yang bersifat global yaitu dengan menggunakan cara kontraposisi
dan jenis Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
UNS 2011 102 Makalah Pendamping: Pendidikan Matematika 2
intuisi yang digunakan menggunakan pemikiran matematika secara real. Subjek dapat
memilah penggunaan cara dalam membuktikan berkaitan dengan soal yang diberikan.

Saran
1. Kepada dosen pada program studi pendidikan matematika, dalam mengajar yang
berkaitan dengan pemecahan masalah, sebaiknya memperhatikan gaya kognitif
mahasiswanya sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat lebih sesuai dengan
karakteristik mahasiswa.

2. Kepada dosen pada program studi pendidikan matematika, hendaknya


menggunakan hasil penelitian ini untuk kajian dalam pembelajaran. Kajian
pembelajaran tidak terbatas pada pemecahan masalah, namun pada kajian-kajian yang
lain, misalnya proses berpikir.

3. Kepada para dosen dapat mengembangkan penelitian lanjutan, misalnya profil


intuisi mahasiswa dalam memecahkan masalah yang berdasarkan langkah-langkah
pemecahan masalah dari Polya.

4. Kepada mahasiswa program studi pendidikan matematika hendaknya mengetahui


gaya kognitif yang dimilikinya agar dalam belajar dapat menyesuaikan dengan gaya
kognitifny sehingga diperoleh hasil belajar yang maksimal.