Anda di halaman 1dari 38

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

(Sumber : http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-fisika-
apa-itu-fisika.html)

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita sebagai


rakyat tentulah mendapat hak perlindungan dari negara kita.
Negara melindungi rakyatnya melalui hukum dan kekuatan militer,
semakin kuat kekuatan militer suatu negara, semakin nyaman pula
rakyat yang tinggal didalamnya. Jika mengesampingkan
kemampuan militer atau penggunanya, kekuatan militer
kebanyakan diisi oleh peralatan militer, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi juga mendorong peningkatan peralatan
militer. Para peneliti berbondong-bondong melakukan penelitian
untuk menciptakan berbagai penemuan danpara peneliti ini
kebanyakan dari bidang fisika yang menemukan teori baru dan
mengembangkan teori yang sudah ada kemudian membuktikan
dan menerapkannya.

Jika ada yang berkata bahwa ilmu Fisika hanya terdapat


pada senjata modern saja, berarti orang mengatakannya tidak
mengetahui apa-apa tentang fisika. Fisika tidak hanya terdapat
pada senjata modern tetapi juga pada peralatan sederhana, tanpa
kita sadari senjata sederhana seperti panah atau tombak yang kita
buat, telah mengandung fisika. Dalam pembuatannya kita membuat
senjata itu selancip mungkin, karena menurut fisika semakin
runcing suatu benda, semakin besar tekanannya sehingga semakin
mudah untuk menembus tubuh musuhnya. Dalam penggunaan
tombakpun membutuhkan fisika. Seseorang yang melempar

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


1
tombak harus tau kira-kira dengan kecepatan berapa dan sudut
lontar berapa tombak harus dilemparkan agar tombak itu mengenai
sasaran yang tepat. Sama halnya dengan penggunaan panah,
ketika kita menarik busur, energi yang kita berikan tersimpan
didalam busur itu. Selanjutnya ketika anak panah dilepas energi
yang kita berikan akan digunakan oleh anak panah untuk melesat
cepat menuju sasaran.

(Sumber : http://perpustakaanhimafi.blogspot.com/2009/10/fisika-
dalam-senjata-sederhana.html)

Fisika telah menciptakan banyak peralatan modern yang


canggih, dan menggabungkannya dengan pengetahuan lain seperti
Kimia telah membuat senjata/peralatan semakin ampuh untuk
mengalahkan musuh yang menyerang dari dalam maupun dari luar.
Contohnya adalah Nuklir yang kemudian membawa pada bom
nuklir dan segala senjata yang berbau Ledakan dahsyat, dan salah
satu senjata pembunuh massal.

Selain Nuklir, ada juga senjata yang ampuh namun tidak


bersifat pembunuhan massal, contoh : senjata api, artileri, dll. Ada
juga berbagai kendaraan militer ada banyak jenis dari kendaraan
militer misal, kendaraan lapis baja, pesawat militer, pesawat
angkut, dan banyak lainnya. Termasuk sistem baru senjata railgun
yang menerapkan sistem kamgnetan dan listrik, yang termasuk
dalam senjata elektromagnet. Juga info tentang alat yang mampu
menimbulkan gempa, bahkan badai, disebut HAARP (High
Frequency Active Auroral Research Program).Berbagai jenis
senjata dan kendaraan militer diatas tentulah pasti mengandung
unsur fisika mulai dari mengapa bentuknya atau desainnya
begitu? hingga sistem didalamnya. Karena fisika dapat kita

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


2
temukan bahkan dikehidupan sehari-hari, apa lagi dalam peralatan
militer yang sudah mendunia.

(Sumber : http://misteradli.blogspot.com/2012/06/haarp-senjata-
mutakhir-yang-mampu.html)

Masih banyak teka-teki dan misteri yang belum kita ketahui


khususnya pada peralatan militer. Karena itu penulis melalui
makalahini mencoba menjelaskan lebih detail dan mencoba
memecahkan beberapa masalah tentang keterkaitan konsep fisika
pada peralatan militer.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang dan batasan yang telah
dijelaskan diatas dapat dirumuskan berbagai permasalahan
sebagai berikut :
Apasajaaplikasikonsepfisikapadaperalatanmiliter ?

1.3. Batasan Masalah


Dari diidentifikasi masalah yang terpapar di atas diperoleh
gambaran dimensi permasalahan yang begitu luas. Namun
menyadari adanya keterbatasan waktu dan kemampuan, maka
penulis memandang perlu memberi batasan masalah secara jelas
dan terfokus.
Selanjutnya masalah yang menjadi obyek penelitian dibatasi
hanya ALUTSISTAyang ada pada negara indonesia saja.
Yang dimaksud ALUTSISTA adalah singkatan dari Alat
Utama Sistem Persenjataan

1.4. Tujuan Penelitian

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


3
1.4.1. Tujuan Umum
Mengetahui aplikasi konsep fisika pada peralatan militer

1.4.2. Tujuan Khusus


a. Mengetahui prinsip kerja dari peralatan militer
b. Mengetahui aplikasi konsep fisika pada peralatan militer

1.5. Manfaat Penelitian


1.5.1. Bagi Peneliti
Peneliti menerangkan materi tentang hubungan fisika
dengan dunia/peralatan militer. Manfaat dari penelitian ini,
peneliti dapat memahami lebih dalam tentang konsep fisika
dalam dunia militer. Dalam pembelajaran fisika ada
berbagai macam hubungan fisika dengan dunia militer, serta
peneliti dapat, mengetahui dan memahami bahwa pelajaran
fisika sangat banyak penerapannya dalam kehidupan sehari-
hari.

1.5.2. Untuk Pembaca


Pembaca dapat mengetahui dan memahami lebih
dalam pembelajaran mengenai hubungan fisika dengan
dunia militer agar dapat membantu pembaca dalam
melakukan proses pembelajaran dan juga menambah
wawasan. Agar pembaca tahu bahwa banyak sekali
hubungan fisika dengan dunia militer yang belum banyak
diketahui oleh orang ataupun pembaca.

1.5.3. Untuk Pembimbing


Pembimbing dapat menggunakan hasil penelitian
sebagai tambahan materi dan sebagai penambah wawasan

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


4
pengetahuan pembimbing dlam melakukan proses belajar
mengajar, terutama tentang hubungan fisika dengan
dunia/peralatan militer

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian ALUTSISTA

Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan), yang artinya


setiap persenjataan dan peralatan suatu negara selain personil
aktif.

(Sumber : http://contohpengertian.com/alutsista-indonesia/)

Secara internasional dikenal sebagai Peralatan Militer


(MilitaryEquipment). Dalam cakupannya, peralatan militer memiliki
banyak jenis. Contoh : senjata api, artileri, bom, tank, pesawat
tempur, dll.

2. Pengertian Peralatan Militer.

Peralatan adalah segala keperluan yang digunakan manusia


untuk mengubah alam sekitarnya, termasuk dirinya sendiri dan
orang lain dengan menciptakan alat-alat sebagai sarana dan
prasarana.

(Sumber: http://sianakmuda.wordpress.com/2012/01/08/pengertian-
peralatan/)

Militer adalah angkatan bersenjata dari suatu negara dan


segala sesuatu yang berhubungan dengan angkatan bersenjata

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Militer)

Jika menggabungkan dua pengertian diatas maka akan


menjadi : Segala sesuatu yang digunakan angkatan bersenjata

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


6
dalam menjalankan tugas atau mendukung tugasnya, atau juga
Peralatan militer adalah segala sesuatu yang mendukung sebagai
alat dalam kekuatan miiliter selain dari penggunanya yang meliputi
senjata militer, alat komunikasi, kendaraan, amunisi, dan lainnya
yang menjadi dasar terbentuknya suatu kekuatan militer.

3. Artileri

Artileri secara umum merupakan sebutan untuk kesenjataan


(persenjataan), pengetahuan kesenjataan, pasukan serta
persenjataannya sendiri yang berupa senjata-senjata berat jarak
jauh.

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Artileri)

4. Peralatan Personil Militer

Peralatan Personil Militeradalah perangkat atau peralatan


yang dipakai oleh personil militer. Seperti : Armor, Helm, Teropong,
Seragam Militer.

(Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/peralatan_personil_militer)

5. Tank

Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak


menggunakan roda berbentuk rantai. Ciri utama tank adalah
pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat,
senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang
tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun
tank adalah kendaraan yang mahal dan membutuhkan persediaan
logistik yang banyak, tank adalah senjata darat paling tangguh dan
serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


7
kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan
efek mentalnya terhadap infanteri.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/tank)

6. Kapal Selam Militer

Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah


permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan
militer. Sebagian besar Angkatan Laut memiliki dan
mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya
masing-masing negara berbeda. Selain digunakan untuk
kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu
pengetahuan laut dan air tawar dan untuk bertugas di kedalaman
yang tidak sesuai untuk penyelam manusia.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/kapal_selam)

7. Kapal Perang

Kapal perang adalah kapal yang digunakan untuk


kepentingan militer atau angkatan bersenjata. Umumnya terbagi
atas kapal induk, kapal kombatan, kapal patroli, kapal angkut, kapal
selam dan kapal pendukung yang digunakan angkatan laut seperti
kapal tanker dan kapal tender.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/kapal_perang)

8. Pesawat Tempur

Pesawat tempur adalah pesawat militer yang dirancang


untuk menyerang pesawat lain di udara. Berbeda dengan pesawat
pengebom, yang dirancang untuk menyerang target di permukaan.
Pesawat tempur relatif lebih kecil, cepat, dan lincah. Pesawat

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


8
tempur awalnya dikembangkan pada Perang Dunia I untuk
menghadapi pesawat pengebom dan balon udara yang mulai lazim
digunakan untuk melakukan serangan darat dan pengintaian.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/pesawat_tempur)

9. Senapan Runduk

Senapan runduk adalah senapan laras panjang yang


dipakai satuan militer atau penegak hukum, yang dibuat lebih
akurat dan memiliki jangkauan yang lebih besar daripada senjata
ringan lainnya. Senapan runduk memiliki akurasi tingkat tinggi,
menggunakan alat bidik teleskop, dan biasa menggunakan peluru
centerfire militer.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Senapan_runduk)

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


9
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Rancangan Penelitian


Dalam melakukan penelitian ini,kami melakukan penelitian
pembuatan makalah karyatulisilmiah fisika mengenai aplikasi
konsep fisika pada peralatan militer (Alutsista).
Lokasi dan waktu penelitian
Penulis memulai penelitian mengenai aplikasi konsep
Fisika pada Peralatan Militer (Alutsista) pada tanggal 25
September 2014 Hingga awal April2015 masih berlangsung
bertempat di salah satu rumah anggota kelompok (Whisnu
Wardhana) dan di depan laboratorium fisika SMA N 1 Lebong
Utara. Penulis mencari data-data mengenai Peralatan Militer
serta yang berhubungan dengan ilmu Fisika.

3.2. Cara Pengambilan Data dan Wawancara


Pengumpulan data yang digunakan dalam proses
penulisan karyatulisilmiah ini adalah melalui study literature
(Literature Research). Penulis melakukan telaah pustaka berupa
artikel-artikel di internet,buku-buku dan sumber-sumber lain yang
berkaitan dengan rumusan masalah yang akan
dibahas.Kemudian data-data yang telah terkumpul tersebut
penulis pilih dan penulis masukan materi tersebut kedalam
karyatulisilmiah yang berjudul Aplikasi Konsep FisikaPada
Peralatan Militer (Alutsista)

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


10
3.2.1. Alat dan Bahan Penelitian

Berdasarkan penelitian diatas, kami membutuhkan beberapa


alat dan bahan sebagai berikut:

1. Buku Catatan
2. Pena
3. Buku Panduan
4. Laptop
5. Wifi atau Modem

3.2.2. Langkah langkah penelitian:


1. Siapkan buku catatan, pena/pensil
2. Lalu memulai pencarian di beberapa buku dan situs,
dengan panduannya adalah batasan masalah dan
Rumusan Masalah, agar mendapatkan informasi/materi
yang efektif.
3. Ambilah buku cacatan pena atau pensil, yang berfungsi
untuk mencatat garis besar materi yang tertera.
4. Jika semua data telah terkumpul atau lengkap maka
mulailah pembuatan research.

3.3. Metode Penelitian


Penelitian yang kami lakukan dalam makalah Aplikasi
konsep Fisika pada Peralatan Militer (Alutsista) ini
menggunakan metodelogi penelitian kualitatif. Penulis
melakukan wawancara,mencari informasi disitus internet dan
dibuku-buku untuk mendapatkan berbagai informasi.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


11
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Dari Penelitian yang penulis lakukan, penulis mendapatkan
sebuah hasil. Bahwa peralatan militer tidak dapat terlepas dari
konsep fisika, baik itu pengguna maupun peralatannya. Misalnya,
seorang pilot pesawat tempur yang hendak menjatuhkan sebuah
bom, harus menguasai gerak parabola, jika sang pilot tidak
menguasainya, tentu bom tersebut akan meleset.

4.2. Pembahasan

4.2.1. PrinsipKerjaPeralatanMiliter

a. Artileri

Pada artileri, sistem penggunaannya sama dengan meriam


pada zaman dahulu, yaitu sistem kerjanya banyak dipengaruhi
oleh penggunanya, mulai dari arah, sudut penembakan dll.

Fungsi utama dalam sistem artileri lapangan:

Komunikasi

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


12
Perintah: kewenangan untuk mengalokasikan sumber daya;
Target akuisisi: mendeteksi, mengidentifikasi dan
menyimpulkan lokasi target;
Pengendalian: kewenangan untuk menentukan target untuk
menyerang dan membagikan unit api untuk menyerang;
Produksi data menembak - untuk memberikan api dari unit
api ke target;
Unit penembak: senjata, peluncur mortir atau dikelompokkan
bersama-sama;
Spesialis layanan - menghasilkan data untuk mendukung
produksi data menembak akurat;
Jasa logistik - untuk menyediakan pasokan memerangi,
khususnya amunisi, dan dukungan peralatan.

b. Peralatan Personil Militer

Prinsip Kerja Rompi Anti Peluru

Prinsip kerja rompi anti peluru adalah dengan mengurangi


sebanyak mungkin lontaran energi kinetik peluru, dengan cara
menggunakan lapisan-lapisan serat untuk menyerap energi laju
tersebut dan memecahnya ke penampang rompi yang luas,
sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk membuat peluru
dapat menembus rompi.

Dalam menyerap laju energi peluru, rompi mengalami deformasi


yang menekan kearah dalam (shock wave), tekanan kedalam ini
akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna. Batas
maksimal penekanan ke dalam tidak boleh lebih dari 4,4 cm (44
mm). Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna baju akan
mengalami luka dalam (internal organs injuries), yang tentunya
akan membahayakan keselamatan jiwa.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


13
Anggapan pemakai baju anti peluru dapat terhindar sepenuhnya
dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan adalah salah!

Fungsi utama rompi anti peluru hanyalah untuk menahan peluru,


sehingga peluru tidak sampai masuk ke dalam tubuh pemakai
baju, yang dapat menyebabkan kematian.

Teropong/Scope

Teropong yang digunakan dalam kegiatan militer adalah


teropong bumi.Teropong bumi digunakan untk melihat benda-
benda di permkaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


14
cembung yang masing-masing berperan sebagai lensa objektif,
lensa pembalik, lensa okuler. Lensa enbalik berfungsi membalik
bayangan darilensa objektif agar teramati seperti keadaan aslinya
oleh lensa okuler (tidak terbalik).

c. Tank

Perlindungan
Perlindungan pada tank, yaitu perlindungan dari logam, baja,
atau keramik, dan reaktif. Perlindungan reaktif cocok dipakai
melawan proyektil berhulu ledak dan cocok melawan proyektil
penetrator energi kinetik.

Pembagian ketebalan lapis baja tidak merata. Pada umumnya,


lapisan paling tebal ada pada bagian depan tank dan bagian
depan meriam. Lapisan pada samping dan atas tank biasanya
lebih tipis, sedangkan bagian belakang tankkhususnya bagian
di atas mesinmemiliki lapisan yang paling tipis.

Persenjataan

Penetrator Energi Kinetik

Senjata utama tank adalah meriamnya

Mesin
Tank pada umumnya memakai mesin diesel, karena diesel
tidak mudah terbakar walaupun terkena panas yang sangat
tinggi. Pada beberapa rancangan, seperti pada tank
MerkavaIsrael, tangki bahan bakar diesel diletakkan mengitari
kru, dan secara efektif menjadi lapisan pelindung kedua. Selain
itu, mesin diesel juga lebih ekonomis dan bisa memberikan

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


15
jangkauan yang lebih banyak dari mesin lain. Kelemahannya
adalah mesin diesel sulit untuk dinyalakan dan terasa kurang
bertenaga. Selain itu, asap tebal yang dihasilkan juga
menyulitkan untuk menyerang secara diam-diam. Mesin turbin
juga populer pada tank-tank terbaru. Mesin ini bisa
mengeluarkan tenaga yang besar dan lebih efisien dari mesin
lainnya. Kelemahannya adalah, pada kecepatan paling rendah
pun mesin ini tetap mengonsumsi bahan bakar seperti biasa,
yang jauh lebih banyak daripada mesin lain pada kecepatan
rendah.

d. Kapal Selam Militer


Prinsip Kerja Kapal Selam
Kapal selam di desain memiliki tanki balast (trim), Tanki
balast berfungsi menyimpan udara dan air. Ketika kapal selam
siap untuk menyelam, katup-katup besaryang dikenal sebagai
kingstons, yang terletak di dasar tangkibalas, dibuka
untuk membiarkannya masuk ke laut. Udara di dalam tangki
keluar melalui katup-katup pada bagian atas, yang dikenal
sebagai lubang-lubang angin. Kapal selam itu masuk ke dalam
air. Ketika kapal selam siap untuk muncul ke permukaan, lubang-
lubang angin ditutup dan tekanan udara didorong masuk ke
dalam tangki-tangki. Hal ini meniup air kembali melalui kingstons,
dan kapal selam itu pun naik.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


16
Periskop pada kapal selam menerapkan pantulan cahaya oleh
cermin .
Kapal selam ada yang menggunakan nuklir/uranium untuk
menggerakkan turbin kapal dan ada kapal selam diesel elektrik,
kapal selam ini merupakan kapal selam tertua yang masih
digunakan hingga saat ini.

e. Kapal Perang

Kapal perang bisa mengapung karena didalam kapal tidak


seluruhnya terbuat dari besi. Kapal memiliki persentase udara
yang lebih besar dibandingkan dengan komponen besinya. Hal
inilah yang membuat kapal dapat terapung.

Kapal menggunakan mesin diesel. Ukuran mesin diesel


dari sebuah kapal tergantung pada ukuran kapal dan beban yang
akan dibawa oleh sebuah kapal.

f. Pesawat Tempur

Pesawat tempur menggunakan mesin jet / turbin dimana


udara yang bergerak dalam mesin dibuat memiliki tekanan
rendah dan tinggi. Bagian depan mesin, memiliki tekanan yang
lebih rendah dibanding bagian belakang mesin. Sehingga
mendorong pesawat kedepan.

Sayap pesawat tempur sama halnya pesawat yang lain,


memiliki bagian depan yang lebih tebal dibandingkan dengan
bagian belakang. Bentuk ini ditiru sama dengan sayap burung
yang agak sedikit lebih melengkung kebawah. Kedua hal
tersebut bertujuan agar udara di atas sayap bergerak lebih
cepat dari pada di bawah sayap. Udara di atas sayap bergerak

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


17
lebih cepat, sehingga memiliki tekanan yang rendah. Hal ini lah
yang menyebabkan pesawat dapat terbang.

Persenjataan Pesawat tempur dilengkapi dengan


misil/roket dan senapan mesin.

g. Senapan Runduk (sniper rifle)


Kerja senapan runduk menggunakan prinsip Gas System,
dimana gas dari tekanan yang dihasilkan dari ledakan peluru
digunakan untuk menekan kembali recoil kebelakang. Sehingga
tidak lagi perlu untuk menarik pelatuk.

4.2.2. AplikasiKonsepFisikapadaPeraltanMiliter
a. Artileri
Gerak Parabola
Ketika prajurit hendak menembakkan artileri, pengguna
harus menguasai gerak parabola. Apabila target berada di tanah
datar yang jauh atau pegunungan yang jauh, tentulah sang prajurit
harus menggunakan sudut dan kekuatan tertentu untuk mengenai
sasaran.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


18
Jika prajurit tidak mengusai gerak parabola ataupun tidak mengetahui
hitungan sudut berapa untuk menembakkannya, maka tembakan
tersebut akan meleset. Begitu pula dengan target yang bergerak.
Secara logis, kita tidak mungkin hanya menembak datar pada
target, karena dalam medan perang, tentulah memiliki banyak
penghalang. Jadi setidaknya prajurit harus mengusai sedikitnya
tentang parabola untuk menjadi seorang pengguna artileri yang
handal.

Gerak parabola

Gerak parabola adalah gerak yang membentuk sudut tertentu


terhadap bidang horizontal. Pada gerak parabola, gesekan
diabaikan, dan gaya yang bekerja hanya gaya berat/percepatan
gravitasi.

Pada titik awal,

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


19
Pada titik A (t = ta):

Letak/posisi di A:

Titik tertinggi yang bisa dicapai (B):

Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B) (tb):


Vy = 0
Vy = Voy gt
0 = Vosin gt

Jarak mendatar/horizontal dari titik awal sampai titik B (Xb):

Jarak vertikal dari titik awal ke titik B (Yb):

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


20
Waktu untuk sampai di titik C:

Jarak dari awal bola bergerak sampai titik C:

Hukum Newton III


Hukum Newton III dikenal dengan hukum aksi reaksi. menurut
Newton bahwa gaya selalu berpasangan, jika suatu benda (benda
pertama) mengerjakan gaya pada benda lain (benda kedua), maka
benda kedua akan mengerjakan gaya yang sama terhadap benda
pertama dengan arah berlawanan dengan arah gaya benda pertama.
secara matematis dirumuskan F aksi = F reaksi

>Humkum Newton III pada Roket


Konsep dasar peluncuran roket sama dengan percobaan balon yang
meluncur ke atas. Roket memberikan gaya aksi yang sangat besar
kepada gas dengan mendorong gas keluar dan gas tersebut
memberikan gaya reaksi yang sama besar, dengan mendorong roket
ke atas. Gaya dorong yang diberikan gas kepada roket sama besar
dengan gaya yang diberikan roket kepada gas, hanya arahnya
berlawanan. Roket mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket
ke atas. Hal ini berlaku pada proyektil atau amunisi dari artileri yang
bekerja dengan prinsip kerja roket.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


21
b. Peralatan Personil Militer

Jaket Anti Peluru


Prinsip kerja rompi anti peluru adalah dengan mengurangi
sebanyak mungkin lontaran energi kinetik peluru.

Energi Kinetik : EK = m v2

Momentum :P = m V

Ket :P = momentum (kg.m.s-1)


m = massa benda (kg)
V = kecepatan benda (m.s-1)

Impuls :I = F t

Ket :I = impuls (Nt)


F = gaya (N)
t = waktu (s)

Teropong (Scope)

Gambar 5.11 Pembentukan bayangan pada teropong bumi

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


22
Selain keberadaan lensa pembalik, prinsip kerja teropong
bumi sama dengan prinsip kerja teropong bintang. Perbesaran
bayangan pada teropong bumi juga dapat ditentukan dengan
rumus:

=

Namun, rumus perhitungan panjang teropong bumi berbeda
dengan rums perhitungan panjang teropong bintang. Hal ini
karena adanya lensa pembalik. Panjang teropong bmi dapat
ditentukan dengan rumus:
= + 4 +
Dengan fp adalah jarak fokus lensa pembalik.

c. Tank
Gaya berat : w = m x g
ket :w = Berat benda, satuan Newton (N)
m = Massa benda, satuan Kilogram (KG)
g = Percepatan Gravitasi, N/KG

>Hukum Newton III pada Roket


Konsep dasar peluncuran roket sama dengan percobaan balon yang
meluncur ke atas. Roket memberikan gaya aksi yang sangat besar
kepada gas dengan mendorong gas keluar dan gas tersebut
memberikan gaya reaksi yang sama besar, dengan mendorong roket
ke atas. Gaya dorong yang diberikan gas kepada roket sama besar
dengan gaya yang diberikan roket kepada gas, hanya arahnya
berlawanan. Roket mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket
ke atas.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


23
Periskop

Tank Amfibi

Memakai prinsip bunyi Archimedes : "semakin besar volume benda


yang tercelup maka semakin besar pula gaya apungnya"
"gaya apung yang dialami oleh sebuah fluida adalah sama dengan
berat fluida yang dipindahkan"
Terapung maka,
Tank dibuat berongga sehingga berat keseluruhan dibagi dengan
volume tank lebih kecil dari berat jenis air

untuk menghitung volume zat cair dapat menggunakan persamaan:


V=A.h

Gaya total disebabkan oleh tekanan fluida merupakan gaya apung


atau gaya tekan keatas yang besarnya:

FA = F2 F1
= .g.h2.A-.g.h1.A
= .g.(h2 - h1).A

d. Kapal Selam Militer

Hukum Archimedes

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


24
bagian-bagian yang membuat kapal selam dapat terapung,
melayang, dan tenggelam :

Tangki Ballast berfungsi untuk menyimpan udara dan air.


Katup udara, berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam
ballast (tangki).
Katup air, berfungsi untuk memasukkan air ke dalam ballast
(tangki).
Tangki Kompresor udara, yang berfungsi memompa air keluar
dari ballast dan diganti dengan udara.

prinsip tekanan hidrostatis yaitu, semakin dalam masuk ke dalam air


maka tekanan hidrostatisnya akan semakin besar.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


25
Ketika kapal selam akan naik ke atas permukaan air, kapal selam
membuka katup udara sehingga air di dalam tangki ballast terpompa
keluar dan kapal selam akan terdorong naik.

e. Kapal Perang

Prinsip Archimedes pada Kapal Laut

Hubungan mengapung, melayang, tenggelam:


Massa jenis benda < Massa jenis air => MENGAPUNG
Massa jenis benda > Massa jenis air => TENGGELAM
Massa jenis benda = Massa jenis air => MELAYANG

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


26
Kapal laut dapat terapung karena kansep :

1. Konsep Gaya Apung

2. Konsep Terapung

Gaya Apung

Menurut Archimedes, benda yang dicelupkan sebagian atau


seluruhnya ke dalam fluida, akan mengalami gaya ke atas (gaya
apung). Besar gaya ke atas tersebut besarnya sama dengan berat
fluida yang dipindahkan oleh benda. Secara matematis, Hukum
Archimedes dituliskan sebagai berikut.

Dimana :

FA = gaya ke atas / gaya apung (N),


f= massa jenis fluida (kg/m3),
Vf= volume fluida yang dipindahkan / volume benda tercelup (m 3),
g = percepatan gravitasi (m/s2).

Gaya apung yang bekerja pada benda yang dimasukkan


dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkannya

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


27
Badan kapal yang terbuat dari baja berongga, ini
menyebabkan volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal
menjadi sangat besar. Gaya apung sebanding dengan volume air
yang dipindahkan, sehingga gaya apung menjadi sangat besar .
Gaya apung ini mampu mengatasi berat total sehingga kapal laut
mengapung di permukaan laut.

Terapung

Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan terapung jika


massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis fluida ( b< f).
Massa jenis benda yang terapung dalam fluida memenuhi
persamaan berikut.

Dalam benak kita tentu masih ada pertanyaan yaitu kapal laut yang
terbuat dari baja (massa jenis baja = 7800 kg/m3) tentu memiliki
massa jenis lebih besar dari massa jenis air laut (massa jenis air laut
= 1025 kg/m3) tetapi masih dapat mengapung.

Hal ini karena dalam pembuatan kapal laut mempunyai rongga


udara (hollow) yang hanya berisi udara (massa jenis udara = 1,2
kg/m3). Karena mempunyai rongga besar di lambung kapal, maka
volume (ukuran) kapal menjadi besar sedangkan massa kapal tidak
banyak bertambah. Maka massa jenis rata-rata kapal laut

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


28
merupakan total massa dibagi dengan total volumenya, sehingga
massa jenis rata-rata kapal lebih kecil jika dibandingkan massa jenis
air laut (b< f).

f. Pesawat Tempur
i. Hukum Bernoulli pada Daya Angkat Sayap Pesawat
Terbang
Penampang sayap pesawat terbang memiliki bagian
belakang yang tajam dan sisi bagian atas yang lebih melengking
dari sisi bagian bawahnya. Bentuk ini membuat kecepatan aliran
udara melalui muka bagian atas lebih besar dari kecepatan aliran
udara melalui muka bagian bawah pada saat pesawat tinggal
landas.
Besarnya gaya angkat pesawat terbang dapat dirumuskan sebagai
berikut:
P1 P2= 1/2 . A(v22 v12)
Dimana: P1 = tekanan di bawah sayap
P2 = tekanan di atas sayap
v1 = kecepatan udara di bawah sayap
v2 = kecepatan udara di bawah sayap
= massa jenis udara
A= luas penampang sayap
Jadi dapat disimpulkan bahwa pada saat pesawat akan berangkat,
tekanan udara pada bagian bawah lebih besar daripada tekanan
udara pada bagian atas.

ii. Gaya Gesek


Gaya gesek adalah gaya yang timbul karena adanya gaya
yang menarik sebuah benda dan arahnya berlawanan. Gaya gesek
dapat dirumuskan sebagai berikut:
fg = . N

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


29
dimana: fg =gaya gesekan (Newton)
= koefisien gesekan
N= gaya normal
Koefisien gesekan ada dua yaitu:
Koef. Gesekan Statis
Koefisien gesekan statis digunakan jika benda dalam
keadaan diam. Besarnya gaya gesekan statis dapat diketahui
melalui persamaan sebagai berikut:
fs = s. N
Koef. Gesekan Kinetik
Koefisien gesekan kinetis digunakan jika benda dalam
keadaan bergerak. Besarnya gaya gesekan kinetis dapat
diketahui melalui persamaan sebagai berkut:
Fk = k. N

Hubungan gaya gesekan dengan hukum newton adalah


sebagai berikut:
F - fg = m.a dengan fg = .mg

iii. Hukum Newton

Pada pesawat menggunakan hukum newton III.


Hukum Newton III berbunyi : Jika sebuah benda mengerjakan
gaya pada benda lain, maka benda lain tersebut mengerjakan
gaya pada benda yang pertama yang sama besarnya tetapi
berlawanan arah. Hukum Newton III ini sering disebut Hukum
Aksi-Reaksi.

Menekankan pada prinsip perubahan momentum


manakalah udara dibelokkan oleh bagian bawah sayap
pesawat. Dari prinsip aksi-reaksi, muncul gaya pada bagian

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


30
bawah sayap yang besarnya sama dengan gaya yang diberikan
sayap untuk membelokkan udara.

Dalam hal ini, aksi yaitu gerak/ tekanan udara yang


berasal dari permukaan airfoil (bentuk sayap) bagian atas yang
menekan airfoil ke bagian bawah dengan tekanan beribu-ribu
ton udara, sehingga karena pada bagian bawah airfoil tertekan
oleh ribuan ton dari atas airfoil.

iv. Efek Coanda

Menurut Coanda, udara yang melewati permukaan


lengkung akan mengalir sepanjang permukaan itu.

v. Kinematika Gerak Lurus

Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus


berubah beraturan jika kecepatannya semakin lama semakin
bertambah/ berkurang. Persamaannya adalah:

Vt= Vo +a.t
Vt = kecepatan akhir benda
Vo= kecepatan awal benda
A = percepatan benda
T = waktu tempuh
Sedangkan persamaan yang digunakan untu menentukan jarak
yang ditempuh oleh suatu benda selama jangka waktu tertentu
adalah:
St= Vo.t+1/2 a.t2
St = Jarak yang ditempuh benda
Vo = kecepatan awal benda
A = percepatan benda
T =waktu tempuh

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


31
g. Senapan Runduk (sniper rifle)

Penggunaan senjata sniper rifle tidak hanya bergantung pada


skill dan pengalaman dari penggunanya saja. Tapi, pengguna juga
harus dapat merasakan kecepatan angin, dan kelembapan udara.
Jika penembak tidak mementingkan dua hal tersebut, kemungkinan
besar tembakannya akan meleset.

Hukum Newton III


Hukum Newton III dikenal dengan hukum aksi reaksi. menurut
Newton bahwa gaya selalu berpasangan, jika suatu benda (benda
pertama) mengerjakan gaya pada benda lain (benda kedua), maka
benda kedua akan mengerjakan gaya yang sama terhadap benda
pertama dengan arah berlawanan dengan arah gaya benda pertama.
secara matematis dirumuskan F aksi = F reaksi

>Hukum Newton III pada Senjata Api


Ketika sebuah peluru ditembakan, pistol atau senapan memberikan
gaya aksi kepada peluru dengan mendorong peluru ke depan.
Karena mendapat gaya aksi maka peluru tersebut mendorong pistol
atau senapan ke belakang. Akibatnya, para penembak merasa
tersentak ke belakang akibat dorongan tersebut.

Tekanan dari Ledakan.

Hukum Boyle

Hukum Boyle, yang berbunyi :Pada suhu tetap, tekanan gas di dalam
ruang tertutup berbanding terbalik dengan volumenya

Dari hukum Boyle tersebut berarti hasil kali tekanan dan volume gas
dalam ruang tertutup adalah konstan (tetap) asalkan suhu gas tetap.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


32
Pernyataan tersebut bila ditulis dalam bentuk rumus :

P.V=C

Dimana c = bilangan tetap (konstanta)

Bila tekanan diubah maka volum gas juga berubah maka rumus di
atas dapat ditulis sebagai berikut.

P1 . V 1 = P 2 . V2

Keterangan:

P1 = tekanan gas mula-mula (atm, cm Hg, N/m2, Pa)


P2 = tekanan gas akhir (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
V1 = volum gas mula-mula (m3, cm3)
V2 = volum gas akhir (m3, cm3)

Setelah atau saat penembakan

recoil effect.
Dapat dirumuskan menjadi :

MV + mv = 0 mv = -MV

Meskipun proyektil memiliki kecepatan (v) sangat tinggi, namun


massanya (m) adalah kecil jika dibandingkan dengan massa senjata
(M). Sehingga menghasilkan kecepatan senjata api sebagaimana
recoil (V) yang relatif lebih kecil dibandingkan kecepatan proyektil
tersebut. Walaupun begitu, V recoil ini cukup kuat untuk dirasakan
oleh penembak sebagai hentakan. Dari sisi mekanis, di beberapa
jenis senjata api, recoil effect ini dimanfaatkan sebagai mekanisme
reload otomatis.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


33
Dengan massa proyektil yang lebih kecil dibandingkan dengan
massa sistem senjata-penembak, maka hal ini juga memungkinkan
lebih banyak energi kinetik pada proyektil ketika bergerak meluncur
dari senjata api daripada energi kinetik pada senjata api itu sendiri.

V=mv/M

1/2 MV^2=1/2 M(mv/M)=m/M 1/2 mv^2

Energi Kinetik senjata : 1/2 MV^2


Energi Kinetik proyektil : 1/2 mv^2.
Jadi perbandingan EK senjata dengan EK proyektil :
(1/2 MV^2)/(1/2 mv^2 )=m/M

Jadi, kesimpulannya, prinsip fisika apa saja yang bekerja pada


mekanisme senjata api saat menembak? paling tidak ada beberapa
prinsip berikut ini:

Termodinamika; ketika terjadi ledakan propelan


Momentum; efek recoil senjata api
Gerak dan Kecepatan; proyektil meluncur dan senjata bergerak
sebagai efek recoil
Energi Kinetik; setiap komponen yang bergerak dan proyektil
yang meluncur
Energi Potensial; setiap komponen, termasuk peluru dalam
keadaan diam (stasioner)
Tekanan; proyektil yang mengenai objek
Gaya (gesek); setiap komponen yang bergerak menghasilkan
gesekan

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


34
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian dari berbagai sumber, maka penulis
dapat menyelesaikan karya ilmiah fisika mengenai aplikasi konsep fisika
pada peralatan militer (ALUTSISTA).

Pada peralatan militer, hampir semua peralatan militer


berhubungan dengan aplikasi konsep fisika. Konsep fisika adalah ide
abstrak yang digunakan untuk mengklasifikasikan obyek-obyek fisika dan
dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata. Konsep dipakai
untuk mendeskripsikan obyek fisika yang diamati, baik materi atau energi.

Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan), adalah komponen


utama dalam kekuatan militer indonesia selain personil aktif.

Peralatan militer adalah segala sesuatu yang mendukung sebagai


alat dalam kekuatan miiliter selain dari penggunanya yang meliputi senjata
militer, alat komunikasi, kendaraan, amunisi, dan lainnya yang menjadi
dasar terbentuknya suatu kekuatan militer.

Konsepfisikapadaperalatanmilitermeliputigerak parabola, hukum


newton III, energikinetik, momentum, impuls, perbesaranbayangan,
gayaberat, hukum Archimedes, tekanan, fluida, tekananhidrostatis,
gayaapung, hukum Bernoulli, gayagesek, efekcoanda,
kinematikageraklurus, hukumboyle, energipotensial, termodinamika,
gerakdankecepatan.

Peralatan militer sangat penting dalam mempertahankan negara.


Tanpa peralatan militer, maka tidak akan ada kekuatan militer. Tanpa
kekuatan militer, bagamana kita dapat mempertahankan negara dari
ancaman militer negara lain?

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


35
Peralatan militer, terbentuk dari gabungan penerapan beberapa
ilmu lain, salah satunya adalah fisika. Dalam perkembangannya, peralatan
militer tidak akan pernah terlepas dari ilmu fisika.

5.2 Saran

Dalam melakukan penelitian karya ilmiah fisika harus meningkatkan


kedisiplinan dalam pengerjaanya, kerja sama yang baik antara anggota
kelompok. Selain itu haruslah meningkatkan ketelitian yang tinggi agar
data-data dapat dipertanggungjawabkan dan sebaliknya dengan
melakukan research, kita harus mencari narasumber atau melakukan
wawancara untuk menambah data-data dan suatu informasi untuk
research.

Selain itu dalam membuat laporan hasil karya ilmiah fisika juga
harus menggunakan format yang sesuai dengan ketentuan untuk
membuat suatu karya tulis ilmiah, sehingga karya tulis ini bermanfaat bagi
siswa-siswi, guru, serta pembaca.

Pengetahuan akan peralatan militer sangat penting dalam


menambah wawasan kita, tapi jangan menyalahgunakan ilmu dan
pengetahuan tersebut. Gunakanlah ilmu dan pengetahuan yang sangat
bermanfaat ini dalam kebaikan atau hal positif.

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


36
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Konsep

http://id.wikipedia.org/wiki/Artileri

http://id.wikipedia.org/wiki/Artileri_Medan

https://id.wikipedia.org/wiki/Helm_tempur

https://www.academia.edu/3854431/Teropong

http://id.wikipedia.org/wiki/Tank

http://id.wikipedia.org/wiki/Kapal_selam

http://id.wikipedia.org/wiki/Pesawat_tempur

http://fisikazone.com/hukum-boyle/

https://fisikamemangasyik.wordpress.com/fisika-1/alat-alat-optik/e-teropong/

http://id.wikipedia.org/wiki/Artileri

http://id.wikipedia.org/wiki/Tank

http://sausbuku.blogspot.com/2011/01/penerapan-fisika-dalam-kehidupan-
dan_9326.html

http://ayodonkbaby.blogspot.com/2012/01/bagaimana-cara-kerja-sentaja-api.html

http://rumusterbaru.blogspot.com/2012/02/rumus-gerak-parabola.html

http://ali-sabana.blogspot.com/2012/05/penerapan-hukum-archimedes-pada-
kapal.html

http://astipn.blogspot.com/2012/05/hubungan-tank-amfibi-terhadap-fisika.html

http://physics-journal.blogspot.com/2012/11/pengertian-fisika.html

http://jaketcouplereadystock.blogspot.com/2013/02/jaket-anti-peluru.html

http://amirnakuswantiya.blogspot.com/2013/04/rumus-fisika-yang-dipakai-
dalam.html

http://fisikaiwan.blogspot.com/2013/11/fisika-terapan-teori-panas-dan-hukum.html

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


37
http://beamtoday.blogspot.com/2014/01/pengertian-gaya-berat-dan-
rumusnya.html

http://agenalatmiliter.blogspot.com/2014/04/pengertian-rompi-anti-peluru.html

https://putrarawit.wordpress.com/2014/08/06/prinsip-kerja-kapal-selam-hukum-
archimedes/comment-page-1/

https://geohazard009.wordpress.com/2015/02/10/fisika-senjata-api/

APLIKASI KONSEP FISIKA PADA PERALATAN MILITER (ALUTSISTA)


38