Anda di halaman 1dari 1

Kebijakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan

Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air

Peraturan Menteri LH nomor 01 tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air

Permen LH No 5 tahun 2014 tentang baku mutu air limbah

Perda Provinsi tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Baku Mutu Air Limbah

Kebijakan dalam bidang perekonomian


Besarnya kebutuhan kedelai di Indonesia pada kenyataannya tidak diimbangi dengan jumlah
produksi kedelai nasional, yang hanya mencapai 1,2 juta ton per tahun, dengan rata-rata
produktivitas kedelai yang hanya sebesar 1,19 ton per hektar.1 Oleh karena itu, impor
kedelai merupakan solusi terakhir yang digunakan pemerintah untuk menutup kekurangan
kebutuhan kedelai masyarakat Indonesia namun akan berdampak buruk bagi petani kedelai
lokal karena masyarakat cenderung memilih kedelai impor dengan harga yg sedikit murah
namun dengan kualitas yang baik. Ketika ketersediaan kedelai impor berkurang dan tidak
dapat memenuhi konsumsi kedelai dalam negeri, maka pedagang atau pengrajin dalam
industri kedelai akan mengkonsumsi kedelai lokal, sehingga permintaan akan kedelai lokal
meningkat

Kebijakan nasional

Pemerintah pada dasarnya telah melakukan berbagai upaya dan usaha dalam
berbagai kebijakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan kedelai nasional,
terkait adanya perbedaan kondisi antara produksi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Sebagai contoh, sejak 1980-an, Pemerintah Indonesia mengimplementasikan berbagai
macam kebijakan untuk meningkatkan produktivitas kedelai, antara lain adalah pada tahun
1986 menerapkan program Supra Insus, Inmun dan program Operasi Khusus (Opsus)
kedelai. Kemudian, pada tahun 2001 penerapan program Gema Palagung yaitu melalui
salah satu cara dengan peningkatan index penanaman. Dan terakhir pada tahun 2004
diadakan Program Bangkit Kedelai

KIRA2 KAYAG GINI NUL,UDAH NGUANTUK NUL MAU BKIN PPT