Anda di halaman 1dari 8

Tanggal: 27 Oktober 2017

Nama : I Putu Nandika Priangga


Kelompok :A
Nim : 16.131.0677
Kelas : A 10 Analis Kesehatan
Semester : III

Praktikum Hematologi ke- 3

I. TOPIK
PERHITUHAN JUMLAH LEUKOSIT

II. PRINSIP
Darah yang telah di encerkan lalu di hitung jumlah leukosit dalam
volume pengenceran tertentu dengan cara mengalikan terhadap faktor
perhitungan jumlah leukosit dan di peroleh jumlah leukosit dalam satuan
volume darah
III. TUJUAN
1. Untuk mengetahui jumlah leukosit pasien yang diperiksa dalam
sel/L darah

IV. ALAT & BAHAN


A. Alat
1. Pipet thoma leukosit
2. Kamar hitung (improved neubaure)
3. Dek glass/cover glass
4. Counter tally
5. Mikroskop
B. Bahan
1. Sampel darah EDTA
V. IDENTIFIKASI PASIEN
Nama : I Wayan Deddy Aditya
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki

VI. PROSEDUR KERJA


1. Hisaplah darah dengan pipet thoma leukosit sampai tanda garis tanda
0,5 tepat
2. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada bagian luar pipet
3. Lalu hisaplah larutan turk samapai tanda 11 (hati - hati jangan sampai
terjadi gelembung udara)
4. Lalu kedua ujung pipet di tutup dengan menggunakan jari lalu kocok
sampai darah dan larutan turk homogen
5. Letakkan kamar hitung (improved neubaure) dan kaca penutungnya /
cover
6. Glass (supaya kaca penutupmudah lengket pada bagian kedua tunggul
di basahi dengan sedikit air)
7. Lalu ambil pipet thoma tadi dan kocok kembalai, lalu buang kira - kira
3 4 tetes
8. Tetesan selanjutnya di masukkan kedalam kamar hitung (improved
neubaure) dan diamkan sebentar kemudian leukosit di hitung dalam 4
bidang besar dengan perbesaran lensa objektif 10x dan 40x untuk
memperjelas

VII. NILAI NORMAL


Bayi baru lahir : 9.000-30.000/ mm3
Bayi atau anak-anak : 9.000-12.000/ mm3
Dewasa : 4.000-10.000/ mm3
VIII. HASIL PRAKTIKUM
a. Hasil
Dari perhitungan leukosit yang telah dilakukan pada probandus :
Nama : I Wayan Deddy Aditya
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
I II
2 4 5 2 1 1 2 0
0 3 5 1 1 4 3 1
6 2 4 4 1 2 3 2
1 1 6 4 0 1 4 1

III IV
7 3 4 6 3 3 2 3
4 5 3 5 2 3 4 4
2 5 2 6 5 5 4 4
4 6 5 1 2 2 3 2

b. Perhitungan:
I = 49
II = 27
III = 68
IV = 51
Jumlah sel X 20 = 195 = 9.750 sel/ul
0,4 0,4
IX. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan di peroleh leukosit 9..750.000
sel/ul.
X. DISKUSI
Leukosit adalah sel darah putih yang diproduksi oleh
jaringan hemopoetik yang berfungsi untuk membantu tubuh
melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem
kekebalan tubuh. Leukosit adalah sel heterogen yang memiliki
fungsi yang sangat beragam. Walaupun demikian sel sel ini berasal
dari suatu sel bakal (stem cell) yang berdifferensiasi (mengalami
pematangan) sehingga fungsi-fungsi tersebut dapat berjalan.
Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak
secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler atau
diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga
11x109 sel darah putih di dalam satu liter darah manusia dewasa
yang sehat atau sekitar 7000-25000 sel per tetes. Dalam setiap
milimeter kubik darah terdapat 6000 sampai 10000 (rata-rata 8000)
sel darah putih. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat
hingga 50000 sel per tetes.
Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat
dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara
independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu
bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan
seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu,
leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara
mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca
hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.
Dalam proses pembentukan Leukosit terdapat dua cara atau
proses terbentuknya leukosit tersebut, yaitu:
1. Granulopoeisis
Perkembangan granulopoeisis dimulai dengan
keturunan pertama dari hemositoblas yang dinamakan
myeloblas, selanjutnya berdeferensiasi secara berturut
turut melalui tahap , promyelosit, myelosit, metamyelosit
batang dan segmen
2. Limfopoesis
Limfosit juga berasal dari sel induk yang potensial
seperti sel induk limfosit yang selanjutnya dengan pengaruh
unsur unsur epitel jaringan limfoid akan berdeferensiasi
menjadi limfosit.

Berdasarkan granulasi sitoplasmanya, leukosit dibedakan


menjadi granuler meliputi Basofil, Eosinofil, dan Neutrofil serta
agranuler meliputi Limfosit dan Monosit. Peningkatan jumlah
leukosit disebut Leukositosis yang menunjukkan adanya proses
infeksi atau radang akut, misalnya pneumonia atau radang paru-
paru, meningitis atau radang selaput otak, apendiksitisatau radang
usus buntu, tuberculosis, tonsilitis, dan lain-Iain. Selain itu juga
dapat disebabkan oleh obat-obatan misalnya aspirin, antibiotika
terutama ampicilin, eritromycin, kanamycin, streptomycin, dan Iain-
Iain. Sedangkan, pada penurunan jumlah Leukosit disebut
Leukopeniyang dapat terjadi pada infeksi tertentu terutama virus,
malaria, alkoholik, dan lain-lain.
Selain itu, dapat pula disebabkan oleh obat-obatan, terutama
asetaminofen (parasetamol), kemoterapi kanker, antidiabetika oral,
dan antibiotika (penicillin, cephalosporin).Leukosit selain
berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit
infeksi.
Leukosit juga memilii fungsi yang umum yaitu sebagai
berikut:
1. Defensif yaitu mempertahankan tubuh dari benda benda asing
yang dilakukan oleh neutofil dan monosit.
2. Fungsi reparatif yaitu memperbaiki atau mencegah kerusakan
terutama kerusakan vaskuler. Leukosit yang memegang
peranan adalah basofil yang menghasilkan heparin. Sehingga
pembentukan trombus pembuluh pembuluh darah dapat
dicegah.
Selain fungsi leukosit yang umum, terdapat pula fungsi khusus
leukosit yaitu sebagai berikut:
1) Neutrofil berperan dalam fagositosis.
2) Eosinofil berperan dalam respon terhadap penyakit parasit dan
penyakit alergi.
3) Basofil berperan dalam mengeluarkan histamin, heparin dan
dilepaskan setelah pengikatan IgE ke reseptor permukaan,
berperan penting pada reaksi hipersensitivitas segera.
4) Limfosit berperan dalam pertahanan tubuh lewat sel ( sel B sel
T) sel B memperantarai imunitas humoral. Sel T
memperantarai imunitas seluler.
5) Monosit berperan dalam fagositosis ekstravaskuler.

Hitung jenis leukosit adalah penghitungan jenis leukosit yang


ada dalam darah berdasarkan proporsi (%) tiap jenis leukosit dari
seluruh jumlah leukosit. Untuk mendapatkan jumlah absolut dari
masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%) dikalikan jumlah
leukosit total (sel/l).
Hitung jumlah leukosit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
dengan cara manual dan dengan cara mesin ( elektrik ). Menghitung
jumlah leukosit baik dengan cara manual atau elektrik kedua-duanya
sama-sama memiliki kebaikan dan kekurangan. Dengan
menggunakan cara manual larutan yang dapat digunakan untuk
menghitung jumlah leukosit manual, yaitu:
1) Larautan Turk
Larutan ini mengandung asam asetat 2%, ditambah gentian
violet 1% sehingga menghasilkan warna ungu muda.
Penambahan gentian violet bertujuan untuk membari warna
pada leukosit.larutan ini bersifat memecah eritrosit dan
trombosit tetapi tidak sampai memecah leukosit.
2) HCL
Merupakan suatu larutan pengencer yang bagus untuk
mengerjakan angka leukosit, karena larutan ini bekerja dengan
cepat dan cukup untuk menghemolisiskan semua eritrosit yang
tidak bernukleus.
Untuk dapat mengetahui jumlah lekosit dalam darah
maka dilakukan dengan penghitungan jumlah leukosit. Pada
prinsipnya, penghitungan jumlah leukosit sama saja dengan
cara menghitung jumlah sel darah merah atau eritrosit hanya
saja yang digunakan pipet dan kamar hitung yang berbeda,
jika tadi pada saat menghitung sel-sel darah merah dengan
kamar hitung yang memiliki skala yang kecil dengan jumlah
40 kamar akan tetapi sekarang menghitung dalam kamar
hitung yang berukuran besar dengan jumlah 25 kamar.
Peningkatan jumlah leukosit (diatas normal) dikenal
dengan istilah Leukositosis, Leukositosis adalah respon
normal terhadap infeksi atau peradangan pada tubuh. Keadaan
ini dapat juga dijumpai setelah gangguan emosi, anestesi,
olahraga atau selama kehamilan.Leukositosis abnormal
dijumpai pada keganasan dan gangguan sumsum tulang.
Adapun nilai normal dari leukosit, yaitu:
1) Dewasa : 4000-10.000/ L
2) Bayi / anak : 9000-12.000/ L
3) Bayi baru lahir : 9000-30.000/ L
Penurunan jumlah leukosit atau dibawah normal dikenal
dengan istilah Leukopeni. Leukopeni dapat disebabkan oleh
beberapa hal, termasuk stress berkepanjangan, penyakit tertentu,
kekurangan sumsum tulang, radiasi dan kemoterapi. Penyakit
sistemik yang parah seperti Lupus eritematosus, leukemia, penyakit
tiroid, juga dapat menyebabkan kondisi ini.
XI. Daftar pustaka
Andri Enriana. 2016. Laporan Hematologi Leukosit.
http://laporanlengkaphematologi.blogspot.co.id/2016/05/lap
oran-lengkap-hematologi-leukosit.html. 6 November 2017
Indriani.2016. Hitung Leukosit.
http://mendiindriani.blogspot.co.id/2016/12/hitung-
leukosit.html. 6 November 2017
Yefta.2014. Praktikum Patologi Klinik Hitung Jumlah
Leukosit. https://www.scribd.com/doc/304833313/Laporan-
Praktikum-Patologi-Klinik-Hitung-Jumlah-Leukosit.
6 November 2017
Yashid.2016. Hitung Jumlah Leukosit.
http://www.atlm.web.id/2016/11/pemeriksaan-hitung-
jumlah-leukosit.html. 6 November 2017

NILAI Paraf Dosen

Beri Nilai