Anda di halaman 1dari 4

KEGUNAAN FOSFOR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Asam fosfat pekat digunakan sebagai pupuk pertanian dan produksi pertanian.

Fosfat digunakan untuk kaca khusus, lampu natrium, dalam produksi baja, dalam aplikasi
militer (bom pembakar, bom asap, dll), serta dalam aplikasi lain seperti kembang api,
pestisida, pasta gigi, dan deterjen

Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk
lainnya. Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan
untuk menjaga korosi pipa-pipa.

KEBERADAAN DIALAM

Di perairan unsur fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen, melainkan
dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa
organik yang berupa partikulat. Senyawa fosfor membentuk kompleks ion besi dan kalsium
pada kondisi aerob, bersifat tidak larut, dan mengendap pada sedimen sehingga tidak dapat
dimanfaatkan oleh algae akuatik (Jeffries dan Mill dalam Effendi 2003).

KELIMPAHAN DI ALAM

Sumber fosfat diperairan laut pada wilayah pesisir dan paparan benua adalah sungai.
Karena sungai membawa hanyutan sampah maupun sumber fosfat daratan lainnya, sehingga
sumber fosfat dimuara sungai lebih besar dari sekitarnya. Keberadaan fosfat di dalam air akan
terurai menjadi senyawa ionisasi, antara lain dalam bentuk ion H2PO4-, HPO42-, PO43-. Fosfat
diabsorpsi oleh fitoplankton dan seterusnya masuk kedalam rantai makanan.
Senyawa fosfat dalam perairan berasal dari sumber alami seperti erosi tanah, buangan
dari hewan dan pelapukan tumbuhan, dan dari laut sendiri. Peningkatan kadar fosfat dalam
air laut, akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang
akhirnya dapat menyebabkan kematian ikan secara massal. Batas optimum fosfat untuk
pertumbuhan plankton adalah 0,27 5,51 mg/liter (Hutagalung et al, 1997).

SIFAT FISIKA FOSFOR

Sifat Fisika Unsur Fosfor


1.) Warna : tidak berwarna/merah/putih
2.) Wujud : padat
3.) Titik didih : 550 K (2770C)
4.) Titik leleh : 317,3 K (44,20C)
5.) Massa jenis (fosfor merah) : 2,34 g/cm3
Massa jenis (fosfor putih) : 1,823 g/cm3
Massa jenis (fosfor hitam) : 2,609 g/cm3
6.) Energi ionisasi (fosfor putih) : 1011,8 kj/mol
7.) Secara umum fosfor membentuk padatan putih yang lengket yang memiliki bau yang tak
enak tetapi ketika murni menjadi tak berwarna dan transparan
8.) Fosfor putih mudah menguap dan larut dalam pelarut nonpolar benzena
9.) Fosfor merah tidak larut dalam semua pelarut.

SIFAT KIMIA FOSFOR

Sifat Kimia Unsur Fosfor


1.) Fosfor putih bersifat sangat reaktif, memancarkan cahaya, mudah terbakar di udara, beracun.
Fosfor putih digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam fosfat di industri.
2.) Fosfor merah bersifat tidak reaktif, kurang beracun. Fosfor merah digunakan sebagai bahan
campuran pembuatan pasir halus dan bidang gesek korek api.
Pembuatan/Teknik Ekstraksi

Pembuatan Fosfor
Fosfor diperoleh melalui reaksi batuan fosfat dengan batu bara dan pasir dalam
pembakaran listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4.

2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C P4 + 6CaSiO3 + 10CO

Reaksi Pada Fosfor

1.) Asam Fosfat :


Asam fosfat merupakan cairan kental tidak berwarna dan mudah larut dalam air. asam
fosfat dapat diperoleh dari reaksi antara fosfor putih dengan oksigen kemudian tambahkan
air. berikut reaksinya:

Selain dengan cara ini asam fosfat dapat diperoleh dari batu fosfat yang direaksikan
dengan asam sulfat pekat.

Selain itu, Asam fosfat dengan batu gamping akan membentuk dikalsium fosfat yang
merupakan bahan dasar pasta gigi dan makanan ternak.
Reaksi sederhananya sebagai berikut:

Ca3 (PO4)2 + CaCO3 =====> Ca HPO4 (dikalsium fosfat)

Asam fosfat direaksikan dengan soda abu menghasilkan 3 produk dengan fungsi berbeda.
Reaksi sederhananya sebagai berikut :
H3PO4 + Soda abu ======> 1,2,3.

1. Sodium tripoly phosphate -----> sebagai bahan detergent


2. Sodium triotho phosphate -----> pelembut air
3. Tetra sodium pyro phosphate ------> industri keramik.

2.) Fosforil Halida


Adalah X3PO, dimana X mungkin F, Cl atau Br. Salah satu yang terpenting adalah Cl3PO,
dapat diperoleh dengan reaksi :

2PCl3 + O2 2Cl3PO

P4O10 + 6PCl5 10Cl3PO

3.) Trimetilfosfit
Mudah menjalankan isomerisasi spontan menjadi dimetilester dari asam metilfosfonat :

P(OCH3)3 CH3PO(OCH3)2