Anda di halaman 1dari 59

PERKULIAHAN TA-3111

GENESA BAHAN GALIAN

MATERI 13
ENDAPAN LATERITIK
ENDAPAN SEKUNDER

Pengertian Endapan Sekunder (secara umum) :

Endapan yang terbentuk akibat konsentrasi mineral


berharga (mineral bijih) yang berasal dari perombakan
batuan asal melalui beberapa mekanisme antara lain :
Pelapukan (perombakan) batuan asal,
Perpindahan tempat (transportasi),
Pemisahan (sorting),
Pengkayaan (konsentrasi)

Akibat mekanisme pembentukan tersebut, endapan sekunder dapat


dikelompokkan menjadi : Endapan Sedimenter dan Endapan Laterit

2
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN SEKUNDER
SEDIMENTER (PLACER) : LATERIT/RESIDUAL :
Pelapukan : terutama Pelapukan : mekanis
mekanis, dan kimiawi,
Perpindahan : akibat Perpindahan : akibat
transportasi mekanis, pelindian (leaching),
Sorting : akibat dari Sorting : akibat dari
perbedaan berat jenis, perbedaan mobilitas,
Konsentrasi : akibat Konsentrasi : residual
proses gravitasi maupun supergene
(perbedaan berat). enrichment.
3
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN LATERITIK

Endapan sekunder yang terbentuk akibat


proses-proses kimiawi
ENDAPAN LATERITIK
Laterisasi merupakan proses pelapukan yang
terjadi pada daerah beriklim tropis.
Melarutkan beberapa mineral yang mudah terlarut
seperti Na, K, Mg, Ca dan beberapa Si serta
meninggalkan mineral yang sukar larut seperti Fe dan Al
sehingga terakumulasi.
Endapan laterit cenderung berkadar rendah dengan
jumlah yang melimpah.
Endapan supergen terbentuk melalui proses laterit
(laterisasi) merupakan endapan berharga semenjak
100 150 tahun yang lalu, terutama 50 tahun
belakangan ini.
5
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN LATERITIK

Laterite : bagian atas dari suatu horizon


tanah yang kaya dengan oksida besi dan
miskin silika sebagai hasil dari pelapukan
intensif pada regolith (Eggleton, 2001).
Regolith (McGraw Hill, 1994) : suatu lapisan
yang berasal (sebagai hasil) dari pelapukan
batuan yang menyelimuti suatu batuan dasar.

6
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN LATERITIK

Secara umum, dikenal beberapa tipe


endapan lateritik, yaitu :
Endapan Residual : dimana konsentrasi logam
yang memiliki mobilitas rendah berada pada
bagian atas suatu regolith.
 Endapan besi laterit, emas laterit, bauksit
Endapan Laterit : dimana konsentrasi logam
yang memiliki mobilitas sedang-tinggi berada
pada bagian bawah suatu regolith.
 Endapan Nikel laterit
7
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
MOBILITAS
UNSUR

8
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN LATERIT RESIDUAL

Endapan Emas Laterit,


Endapan Besi Laterit,
Endapan Bauksit.
ENDAPAN EMAS LATERIT
Endapan lateritik terbentuk pada saat pelapukan
yang terjadi pada kondisi tropikal lembab hingga
subtropical membentuk struktur regolit lateritik.
Endapan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan
distribusi emas pada profil pelapukan yang
bergantung pada sejarah paleo-climatic, yaitu :
Endapan pada iklim savana (tropis lembab) dimana Au
hadir sebagai residual pada profil.
Endapan pada iklim hutan hujan topis, dimana duricrust
menurun, tetapi Au terkayakan pada horison ferruginous.
Endapan pada lingkungan semi arid dimana remobilisasi
post-lateritik telah menghasilkan pengayaan Au pada
berbagai horison pada profil pelapukan.

10
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Emas Laterit

11
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN BESI LATERIT
Secara ekonomi, bijih besi laterit residual sangat
jarang bila dibandingkan dengan endapan banded
iron formation (BIF)hematit dan bijih hematit
goetit dunia.
Bijih besi lateritik residual yang menjadi sumber
utama penambangan terdapat di Australia Barat
dan Kazakhtan, berupa endapan channel iron
berjumlah jutaan ton, berasal dari lateritik
terutama bijih fluvial oolitik.
Bijih residual pada umumnya dangkal terutama
regolith lateritic dengan konsentrasi Fe yang
meninggi yang terbentuk pada batuan kaya Fe,
biasanya BIF atau BIF dari pengayaan bijih.
12
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN BESI LATERIT

13
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN BAUKSIT
Material regolith yang merupakan bijih aluminium,
Mineral utama gibsite, boehmit, dan diaspore,
Umumnya merupakan endapan residual, namun
sebagian ada yang berupa endapan kolovial.
Terbentuk melalui proses pelapukan batuan
aluminosilikat pada kondisi iklim subtropis hingga
tropis.
Endapan bauksit (residual) mencapai 90%
sumberdaya bauksit dunia.

14
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Distribusi Endapan Bauksit

15
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Profil Endapan Bauksit

16
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
CONTOH PROFIL BAUKSIT
di PULAU BINTAN

17
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Klasifikasi Endapan Bauksit
(Tardy, 1997)
1. Orthobauxite
Orthobauxite memiliki
profil laterit yang klasik.
Saprolit tertutupi oleh
indurated, horison bauksit
intermediet berwarna
merah tertutupi oleh
duricrust bauksit berwarna
merahmuda-merah yang
berkomposisi gibsite,
goetit, dan hematit.
Akumulasi besi terutama
terkonsentrasi ke bagian Al2Si2O5 + 3H2O + O2  Al2O3.3H2O + SiO2
atas duricrust. Kaolinit Gibsit

18
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Klasifikasi Endapan Bauksit
(Tardy, 1997)
2. Metabauxite
Metabauksit adalah bauksit laterit yang terjadi secara insitu
pada batuan induk dengan kadar kuarsa rendah.
Mirip dengan endapan orthobauxite, tetapi lebih dalam
kandungan aluminium dan kurang dalam kandungan besi.
Metabauxite umumnya terbentuk pada dataran tinggi yang
luas dimana kondisi oksidasi yang kuat terjadi.
Kondisi lingkungan yang berubah dari lembab menjadi
kering adalah kondisi yang memungkinkan terjadinya
formasi metabauxite.
Pada bagian atas profil, goetit dan gibsit terhidrasi menjadi
hematit dan boehmit.
2FeOOH (Goetit)  Fe2O3 (hematit) + H20
Al2O3.3H20 (Gibbsit)  2AlOOH (boehmit) + 2H2O
19
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Klasifikasi Endapan Bauksit
(Tardy, 1997)
3. Cryptobauxite
Cryptobauxite adalah horison
bauksit yang tertutupi oleh
lapisan tebal lempung.
Terbentuk di daerah
amazonia dan sangat jarang
ditemui di daerah pelapukan
tropis.
Cryptobauksit jarang yang
membentuk endapan ekonomi.
Dicirikan oleh fasa mikro-
aggregat yang berkomposisi
utama kaolinit, dengan
membawa gibsit dan goetit.

20
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Pembentukan
Endapan Bauksit
1. Litologi Bedrock
Bauksit dapat terbentuk dari berbagai macam batuan
primer.
Kandungan Al awal pada batuan induk :
30-35 % untuk batuan sedimen kaolinit,
10-15% untuk granit dan basal, dan
Batuan dengan kandungan Al kurang dari 15% dapat membentuk
bauksit.
Proses pengayaan Al terutama dikontrol oleh rasio Al/Si dan
kecepatan pelapukan.
Kandungan rendah Fe juga merupakan faktor penting,
dimana Fe yang tinggi dapat membentuk formasi laterit
ferruginous.
21
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Pembentukan
Endapan Bauksit
2. Geomorfologi
Seting geomorfologi merupakan hal yang perlu
diperhatikan dalam bentang laterit yang luas sebagai
hasil dari pelapukan dan erosi yang terus menerus.
Bauksit laterit pada masa lampau terbentuk pada
permukaan datar dan ditemukan sebagai bagian dari
dataran tinggi pada masa kini.
Dataran tinggi bauksit merupakan sisa dari permukaan
datar pada masa lampau yang memiliki kemiringan 1
5 derajat, sehingga secara regional paleo-surface yang
sama mungkin terjadi pada ketinggian yang berbeda.
22
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Pembentukan
Endapan Bauksit
3. Kondisi iklim dan paleo-climate
Bauktisisasi adalah proses laterisasi yang ekstrem,
dimana terjadi pelindian silika dan pengayaan Al secara
kuat.
Paragenesis mineralogi dari bagian atas profil pelapukan
dikontrol oleh kelembaban atmosfer dalam jangka waktu
yang lama.
Bauktisisasi terjadi pada kondisi temperatur 22C,
curah hujan rata-rata 1200 mm (Bardossy dan Aleva,
1990).
Jika terjadi musim kering yang lama, maka orthobauxite
tidak akan terbentuk dimana yang akan terbentuk yaitu
alumino-ferruginous duricrust (Tardy, 1997).
23
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Sebaran Data dan
Geometri Endapan
Bauksit

24
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Deskripsi Profil Bauksit

25
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Pencucian Sampel Bauksit

26
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Washed Bauksit

27
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
28
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
29
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
30
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
31
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Pasca Penambangan Bauksit

32
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
ENDAPAN NIKEL LATERIT
Menyumbang 40% produksi tahunan nikel dunia.
Merupakan hasil dari pelapukan lanjut dari batuan
ultramafik pembawa Ni-silikat  iklim tropis s/d subtropis.
Laterite : bagian atas dari suatu horizon tanah yang kaya
dengan oksida besi dan miskin silika sebagai hasil dari
pelapukan intensif pada regolith (Eggleton, 2001).
Nikel laterit : untuk menyatakan keberadaan suatu regolith
yang mengandung konsentrasi nikel dengan kadar yang
ekonomis.
Regolith (McGraw Hill, 1994) : suatu lapisan yang berasal
(sebagai hasil) dari pelapukan batuan yang menyelimuti
suatu batuan dasar.

33
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Lokasi Keterdapatan Endapan Nikel Laterit Utama
(Glesson et al., 2003)

34
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Lokasi Keterdapatan Endapan Nikel Laterit
Utama di Indonesia

35
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Profile endapan Nikel Laterit
(Secara umum terdapat 4 horizon utama)
IRON CAP (TUDUNG BESI) : Lapisan dengan konsentrasi besi tinggi
dan dapat melindungi lapisan di bawahnya terhadap erosi.

LIMONITIK (OVERBURDEN) : Bagian atas yang relatif kaya dengan


oksida besi namun berakumulasi dengan tanah penutup (top soil).

LIMONIT : Bagian yang kaya dengan oksida besi akibat dari proses
pelindian pada pembentukan zona saprolite

SAPROLITE : Merupakan produk lapukan dari batuan dasar,


fragmen-fragmen batuan asal masih terlihat, berukuran kerikil
bongkah, pada umumnya mineral-mineralnya sudah teralterasi.

PROTHOLITH : Merupakan batuan asal (BED ROCK) yang berupa


batuan ultramafik (harzburgite, peridotit atau dunit).
36
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
MEKANISME PEMBENTUKAN NIKEL LATERIT Air hujan kaya CO2
Sedikit pelindian zona limonit di musim hujan.

Konsentrasi residu

ZONA LIMONIT
dari Fe dan Cr. Penguapan  pengendapan
Fe-hidroksida (+Ni,Al) Si-Al selama musim kering.
Al-hidroksida
Mineral lempung Naiknya air tanah
Mn-hidroksida (+Co) akibat gaya kapiler.
Cr-spinel

ZONA PELINDIAN Penambahan Ni, Mg, Si.


Silikat yang mengandung nikel terurai
Mg, Si, dan Ni larut.
SAPROLIT

Pengendapan kembali sebagian Ni, Mg, Si pada


ZONA

rekahan rekahan-rekahan, contohnya sebagai


garnierit dan krisopras.

Sebagian Mg mengendap
BATUAN
ASAL

kembali pada rekahan- PERIDOTIT-SERPENTINIT


rekahan di batuan asal
berupa gel magnesit Serpentinisasi

Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik


Batuan Ultramafik 37
38
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Garnierit sebagai pengisi rekahan pada batuan dasar.

39
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
%.-berat

Mobilitas Unsur
zone limonit
atas

keda-
laman zone limonit
(m) bawah
zone
pelindian
zone saprolit
atas
zone saprolit
tengah

zone saprolit
bawah

40
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
41
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Mobilitas Unsur

42
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
MINERAL-MINERAL UTAMA PEMBAWA NIKEL

43
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
HORIZON LATERIT
Top Soil Limonit

Bedrock

Saprolit

44
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
HORIZON LATERIT
Spasi 50m

Spasi 25m

Spasi 12.5m
45
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
46
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Pembentukan (#1)
1. KOMPOSISI PROTHOLITH DAN STABILITAS UNSUR
Merupakan batuan ultramafik yang relatif kaya dengan
olivin (Harzburgitic),
Memiliki kandungan nikel (Ni) 0,2 s.d 0,4 %.
Memiliki mineralogi dan komposisi kimia tertentu (olivine,
serpentine dan piroksen)  mudah terlapukkan pada
iklim tropis  mineral-mineral yang lebih stabil.

47
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Pembentukan (#2)

2. TECTONIC SETTING
Pada umumnya terbentuk di bagian atas
kompleks ophiolit.
Akibat pengangkatan secara tektonik sehingga
memiliki relief permukaan dan air tanah yang
dalam dan memiliki sesar dan kekar, dan
fractures.
Hal ini menyebabkan tersedianya media untuk
aliran air dan yang berpengaruh pada intensitas
pelapukan.
48
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Pembentukan (#3)

3. GEOMORFOLOGI DAN TOPOGRAFI


Zona pengkayaan  bagian atas lereng bukit,
puncak, plateu dan/atau undakan.
Posisi dari muka air tanah  pelindian baik 
horizon residual dan akumulasi sapropilit yang dalam.
Pada sesar atau fractures yang intensif
memungkinkan berkembangnya pelindian  secara
lokal dapat terbentuk zona-zona yang kaya.

49
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Geomorfologi

50
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Kontrol Pembentukan (#4)
4. IKLIM
Temperatur yang hangat (panas) dan tingginya curah
hujan, dikombinasikan dengan tingginya aktivitas
biogenik  pelapukan kimiawi yang cepat 
pembentukan endapan nikel laterit pada daerah
dengan relief yang tinggi, dimana laju erosi juga
relatif tinggi.
Endapan yang terdapat di Western Australia juga
bisa eksis diakibatkan oleh stabilitas, relief yang
rendah dan erosi yang minim. Hal ini dijadikan
model pengendapan untuk daerah-daerah dengan
iklim semi-arid.
51
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Model pengendapan untuk daerah-
daerah dengan iklim semi-arid

Laju pelapukan
Laju pembentukan profil endapan laterit diperkirakan tidak terlalu
menjadi pembatas. Pada perhitungan secara teoritis, laju pelapukan 5 s.d
50 mm per 1000 tahun dengan laju rata-rata 20 mm per 1000 tahun,
sehingga dapat diperkirakan waktu untuk pembentukan laterit dapat
terjadi pada 1 s.d 6 juta tahun. Bagaimanapun, laju dari pelapukan ini
sangat bergantung pada proses-proses secara lokal dan sangat berbeda
dari satu tempat dengan tempat lain.
52
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Klasifikasi Endapan Nikel Laterit
Ada 3 tipe utama
Hydrous silicate
deposits; garneirite
[(Ni,Mg)6Si4O10(OH)8]
Clay silicate deposits;
nontronite
[Na(Al,Fe,Si)O10(OH)2]
Oxide deposits;
Limonite dan Goethite
FeO(OH)
53
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Tipikal Profil Nikel Laterit

54
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
55
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Produksi Dunia untuk
Nikel Laterit vs Nikel Sulfida

56
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Grade-Tonnage Ni-Laterite

57
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
Penambangan Nikel

58
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik
59
Materi TA-3111- Genesa Bahan Galian : Endapan Lateritik