Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

Kasus Tesco
Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Auditing I
Dosen Pengajar Ibu Mirna Dianita

Disusun oleh :
Kelompok 8:
Anselmus (0115101107)
Gilang Meilana Munazar (0115101376)
Ade Ilman Nurhakim (0115101429)

Kelas C

JURUSAN AKUNTANSI/S1
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2017
Profil Perusahaan TESCO Plc

Tesco Plc adalah perusahaan yang bergerak di bidang retail yang berpusat di Inggris.
Perusahaan ini didirikan oleh Jack Cohen pada tahun 1932. Sedangkan Jack Cohen sendiri
sudah mulai merintis bisnis sebagai pedagang dan peretail sejak tahun 1919. Dengan kerja kerja
keras Jack Cohen, ia mebangun dan mengembangkan Tesco Plc menjadi perusahaan retail
ternama dan sukses.
Pada tahun 1947, Tesco menjual sahamnya pertama kali ke publik. Beberapa tahun
setelahnya bisnis Tesco semakin berkembang pesat. Salah satu strategi nya untuk memperluas
bisnisnya yakni dengan mengakuisisi toko-toko retail lainnya. Kemudian pada tahun 1956, Tesco
membuka Supermarket pertamanya di Maldon yang menawarkan fresh and traditional food.
Awal nya Tesco hanya menjual produk makanan saja, akan tetapi saat bisnisnya semakin
berkembang luas ia mulai menawarkan produk non-makanan dengan harga terjangkau. Pada
tahun 1990 an Tesco mulai berekspansi ke luar Inggris. Tesco merambah ke Prancis, Hungaria,
Polandia, Ceko, Slowakia, dan negara lainnya. Dan pada tahun 1998 ia juga berekspansi ke
kawasan Asia yaitu Korea Selatan, kemudian menyusul Taiwan, Jepang, dan China. Sebagai
perusahaan go public yang harus melaporkan hasil laporan keuangan yang telah diaudit, Tesco
Plc telah menggandeng PwC (Pricewaterhouse Cooper) menjadi partner nya dalam proses audit
ekternalnya sejak tahun 1983 hingga tahun 2014 (selama 32 tahun).
Hingga saat ini Tesco mengoperasikan 5.380 toko yang terdiri dari supermarket,
superstrore, dan convenience store di 14 negara. Memperkerjakan 490.000 orang di seluruh
dunia, dan melayani jutaan pelanggan di setiap minggunya dengan perkiraan keuntungan bersih
2,76 Milyar Poundsterling. Di Eeropa, Tesco beroperasi di Republik Ceko, Hungaria, Polandia,
Irlandia, Slowakia dan Turki. Sedangkan untuk Asia ia mengoperasikan bisnisnya di Jepang,
Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, dan Thailand. Tidak hanya pada bidang retail, Tesco juga
merambah pada bidang jasa finacial melalui Tesco Financial Services yang melayani 4,6 juta
rekening. Selain itu, Tesco juga merambah ke bisnis retail BBM dan menjadi peritel BBM
terbesar di Inggris pada tahun 1992.
Analisis Kasus TESCO Plc

Mengapa Fraud bisa terjadi?

Pada 23 oktober 2014 pada perusahaan Tesco ditemukan suatu kejanggalan dalam
penyajian laporan keuangan, Diduga perushaan Tesco melakukan tindakan fraud. terbukti bahwa
pihak manajemen perusahaan Tesco Plc ditemukan menggelembungkan laba nya sehingga
meningkat hingga 250 Miliar selama hanya setengah tahun. Ia mencatat laba pada laporan
keuangan nya menjadi sebesar 263 Miliar. Menurut kami fraud yang terjadi di TESCO Plc bisa
disebabkan oleh kesalahan auditor.
Pelanggaran yang dilakukan oleh Auditor adalah PwC gagal dalam mendeteksi adanya
penggelembungan laba sebesar 250 Miliar yang dilakukan oleh manajemen Tesco. Diduga, hal
ini disebabkan karena unsur kelalaian pihak auditor sehingga laba yang berlebih tersebut tidak
terdeteksi. Mungkin karena sudah lama dalam bekerjasama dengan Tesco PwC tidak lagi
memiliki Profesional Sceptism sehingga kesalahan tersebut tidak terdeteksi. Selain itu, mungkin
dari PwC sendiri tidak mendesain prosedur audit dengan baik.
Kesalahan auditor PwC yang paling memungkinkan disebabkan karena auditor PwC
terkecoh. Fraud itu sendiri memang mengandung unsur penipuan dan penyembunyian. Meskipun
PwC merupakan salah satu Big Four di perusahaan audit, tetap saja kemungkinan auditornya
dikecoh sangat besar, terlebih bila manajemen mendapat pressure untuk melakukan fraud.
Kecerobohan auditor bisa terjadi pada setiap tahapan pekerjaan, mulai dari keputusan
menerima atau menolak penugasan audit, perencanaan audit, pelaksanaan pekerjaan lapangan,
penilaian bukti audit, sampai perumusan opini auditor.
Kesalahan auditor terakhir yang menurut kami memungkinkan adalah disebabkan karena
auditor PwC yang tuna etika. Auditor tuna etika sebenarnya adalah auditor yang cerdik dan
mengetahui isu-isu audit yang dapat dijual kepada kliennya untuk menghasilkan keuntungan
pribadi. Jika melihat kasus Tesco, kita mengetahui bahwa PwC sudah mengaudit Tesco selama
31 tahun sehingga independensi PwC dapat dipertanyakan. Ada kemungkinan, karena hubungan
antara Tesco dan PwC yang sudah sangat lama, kedua kubu bekerjasama untuk menutupi fraud
yang dilakukan Tesco.
Kelemahan dari Fraud yang dilakukan TESCO

Kelemahan dari fraud yang dilakukan oleh Tesco plc menurut kami ada dua kelemahan
dalam melakukan fraud shingga FRC atau Financial Reporting Council (FRC) sebagai Regulator
keuangan di Inggris mencurigai adanya kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan Tesco dari
temuan hasil audit KAP Delloit menemukan kecurangan kecurangan itu sebagai berikut :

1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tesco


Apabila melihat opini wajar tanpa pengecualian dari PwC terhadap laporan
keuangan Tesco, dapat dikatakan bahwa PwC tidak menjalankan proses audit seperti
yang seharusnya. Dimana pengertian proses audit adalah:
Proses audit adalah mencari bukti untuk membentuk opini, berdasarkan keseluruhan
rangkaian kesimpulan berkenaan dengan:
akurasi dan ketepatan catatan akuntansi;
validitas angka dalam laporan keuangan;
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan standar akuntansi dan
pelaporan.

Kemudian, opini dari PwC itu sendiri adalah sebagai berikut:


memberikan pandangan yang benar dan adil mengenai keadaan urusan Grup pada
tanggal 22 Februari 2014 dan keuntungan Grup dan arus kas selama 52 minggu;
telah dipersiapkan dengan benar sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan
Internasional (International Financial Reporting Standards / IFRSs) sebagaimana
diadopsi oleh Uni Eropa; dan
telah dipersiapkan sesuai dengan persyaratan Companies Act 2006 dan Pasal 4
Peraturan IAS.
PwC menyatakan bahwa laporan keuangan Tesco sudah disajikan sesuai dengan IFRS,
dan PwC menyebutkan bahwa mereka telah melakukan prosedur audit sesuai dengan
International Standards on Auditing. Bukti audit yang berhubungan dengan jumlah dan
pengungkapan dalam laporan keuangan yang ditemukan cukup untuk memberikan
reasonable assurance bahwa laporan keuangan Tesco bebas dari salah saji yang material,
yang disebabkan oleh fraud maupun error.
Padahal, dalam audit investigatifnya Deloitte menemukan bahwa sebesar 263juta
commercial income dicatat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Jumlah penghasilan
yang diakui lebih awal bertentangan dengan kebijakan accounting Tesco, dan dilakukan
dalam periode-periode sebelumnya.
Oleh karena itu, seharusnya PwC memberikan opini tidak wajar terhadap laporan
keuangan Tesco, karena praktik akuntansinya tidak memenuhi standar yang seharusnya.

2. Materialitas yang dipakai PwC dalam Audit atas Laporan Keuangan Tesco
Materialitas yang digunakan oleh PwC dalam audit atas laporan keuangan Tesco
juga tidak akurat. PwC menyatakan bahwa materialitas laporan keuangan Tesco adalah
150juta, dan jumlah tersebut merupakan 5% dari keuntungan sebelum pajak.
Seperti yang kita ketahui bahwa audit investigatif Deloitte menemukan bahwa
263juta income yang diakui oleh Tesco bertentangan dengan kebijakan akuntansinya
sendiri dan juga standar yang berlaku. Sehingga, seharusnya jumlah materialitas atas
laporan keuangan Tesco seharusnya lebih kecil dari 150juta karena keuntungan sebelum
pajak Tesco lebih kecil dari jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan,
dikarenakan pencatatan income yang tidak sesuai standar.