Anda di halaman 1dari 23

JURUSAN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

BAB IV
ANALISA PERFORMANCE
POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL

4.1 Pompa Plunger Quintuplex HP600XL


Plunger merupakan suatu silinder baja yang panjang, packingnya terletak
konstan (stationary) pada bagian dalam dari silindernya. Perbedaannya dengan
pompa piston yaitu bentuknya lebih panjang dan packing menempel pada silinder.
Sedangkan pada pompa piston, packingnya menempel pada piston itu sendiri.

Gambar 4.1 Perbedaan pompa piston dan plunger. [1]

Pompa plunger quintuplex GASO HP600XL merupakan pompa yang terdapat


di PT. Pertamina EP Region Jawa Field Jatibarang. Pompa ini tipenya quintuplex
yang berarti menggunakan lima buah silinder dan terdiri dari lima plunger.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 64
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Gambar 4.2 Pompa GASO HP600XL. [1]


4.2 Data Spesifikasi Pompa
Merk Model
WHEATLEY GASO HP600-XL (543Q-7XL), quintuplex, plunger pump
Serial Number
24838
Spec U.S Standard
Type : quintuplex single acting plunger pump
Minimum Plunger Diameter : 41/2 inch (114 mm)
Maximum Plunger Diameter : 53/4 inch (146.05 mm)
Stroke Length : 71/8 inch (180.975 mm)
RPM : 280 rpm
Maximum Working Pressure : 1220 PSI
Rod/Piston Load : 19400 lb
Gallons per Minute : 1121.2
Barrels per Day : 38440
Brake Horse Power : 543.0 BHP (405kW)
Rated Plunger Load : 19400 pounds (8800kg)
Maximum Discharge Pressure : XL model : 1220 psi (8410 kPa)
L model : 2169 psi (14952 kPa)
M model : 3600 psi (24821 kPa)
H model : 6170 psi (42542 kPa)
Crankshaft extension : Diameter : 5.500 inch (139.7 mm)
Length : 12.125 inch (308.0 mm)
Keyway width x depth :
11/4 x 5/8 inch (31.8 x 15.9 mm)
Oil Capacity : 25 gallons (94.63 L)

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 65
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

4.3 Prinsip Kerja Pompa Plunger Quintuplex GASO HP600XL


Prinsip kerjanya hampir sama dengan pompa piston, fluida masuk melalui
dua arah yang berlawanan, yang pertama masuk melalui katup isap pada bagian
bawah, sedangkan yang kedua fluida masuk ketika plunger tersebut ditekan.
Plunger tersebut dihubungkan oleh sebuah batang sehingga bergerak serempak dan
fluida juga dapat masuk secara bersamaan dari arah yang berlawanan. Kemudian
karena tekanan pada bagian katup buang lebih tinggi maka fluida akan terdorong ke
atas dan keluar melalui katup buang tersebut. Ilustrasi prinsip kerja pompa plunger
adalah sebagi berikut:

(a)

(b) (c)
Gambar 4.3 (a) Salah satu sisi pompa plunger. (b) Katup hisap membuka. (c)
Katup hisap menutup.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 66
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

4.4 Aplikasi Pompa GASO HP600XL di SPU-A Pertamina EP Field Jatibarang


Di SPU-A Pertamina EP Field Jatibarang terdapat pompa yang digunakan
untuk mentransfer minyak ke Pertamina RU Balongan untuk diolah. Di SPU-A
terdapat dua pompa dengan merk dan tipe yang sama yaitu Pompa quintuplex
plunger GASO HP600XL. Pompa 1 menggunakan mesin penggerak Dossan,
sedangkan pompa 2 menggunakan mesin penggerak Caterpillar. Masing-masing
mesin penggerak dihubungkan dengan pompa menggunakan pulley. Kedua mesin
penggerak tersebut menggunakan engine gas sebagai sistem pembakarannya.

(a) (b)
Gambar 4.4 (a) Contoh gas engine jenis Dossan. (b) Pompa GASO
HP600XL di SPU-A. [1]

Pompa GASO HP600XL tersebut fungsi utamanya adalah mentransfer


minyak yang didapatkan dari sumuran langsung ataupun SP. Jenis minyak yang
ditransfer adalah minyak jenis HPPO (High Pour Point Oil) dan LPPO (Low Pour
Point Oil). Minyak tersebut harus ditransfer dengan tekanan dan temperatur tinggi
karena bersifat cepat membeku. Minyak tersebut akan membeku apabila suhu
<40oC untuk jenis HPPO dan <30o untuk jenis LPPO. Dalam satu minggu, pompa
ini rata-rata bekerja kurang lebih selama 18 jam , tergantung dengan jumlah minyak
yang tersedia dan juga persediaan air yang pas. Pompa GASO HP600XL mulai
start bekerja pada jam 02.00 siang hingga jam 08.00 pagi. Minyak yang ditransfer
harus dicampur air panas dengan suhu >60o. Perbandingan yang sesuai,antara

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 67
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

minyak dan air panas yaitu 1:10. Air yang dicampurkan bersuhu tinggi karena
minyak mentah tersebut harus menempuh jarak sekitar 18 km untuk mencapai
Balongan. Karena tidak terdapat boiler di tempat ini, maka proses transfer minyak
ke Balongan juga menyesuaikan cuaca. Pemompaan tidak dilakukan ketika cuaca
mendung karena akan menyebabkan minyak beku di jalan.
Terdapat tiga jenis tangki yang digunakan di SPU-A Field Jatibarang dengan
penjelasan sebagai berikut:
a. Tangki pertama disebut sebagai tangki stand by, yang berfungsi sebagai
tangki yang siap digunakan apabila produksi minyak melebihi kapasitas.
Ketinggian fluida di tangki ini minimal 140cm yang terdiri dari 37cm
minyak dan air 103cm.
b. Tangki kedua disebut sebagai tangki produksi, yang berfungsi untuk
menampung minyak dari SP-SP atau sumuran. Di dalam tangki ini
minyak yang masuk masih bercampur dengan berbagai jenis fluida.
c. Tangki ketiga disebut sebagai tangki siap pompa minyak, yang berfungsi
sebagai tempat penampungan minyak yang sudah siap untuk dikirim ke
Pertamina RU VI Balongan.

Ada suatu waktu pompa di SPU-A dan SPU-B bekerja bersamaan. Proses itu
dilaksanakan pada malam hari sekitar jam 02.00 WIB. Hal tersebut bertujuan untuk
mempercepat proses transfer minyak ke Balongan. Atau ketika produksi minyak
yang dihasilkan dari sumuran atau SP sangat banyak.

(a) (b)

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 68
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Gambar 4.5 (a). Salah satu tangki produksi. (b). Perpipaan untuk mengirim
minyak ke Pertamina RU VI Balongan. [1]
4.5 Analisa Performance Pompa GASO HP600XL
a. Perhitungan Berdasarkan Data Teoritis Desain Pompa
Dari spesifikasi data pompa GASO HP600XL dapat diketahui sebagai
berikut:
Diameter plunger (D) = 5 inchi
Langkah plunger (s) = 7 1/8 inchi
Kecepatan pompa (N) = 150 rpm
Jumlah plunger (n) =5
Tekanan = 988 psi
Efisiensi volumetris (v) = 100%
Efisiensi mekanis (m) = 90%

Volume
Untuk mencari volume pada pompa torak kerja tunggal, maka menggunakan
persamaan (1) dengan hasil sebagai berikut:

V = x D2 x s
4

V = x (0.127)2 x 0.180975 m
4
V = 2.29 x 103 m3

Debit
Untuk mencari debit pada pompa torak kerja tunggal, maka menggunakan
persamaan (3) dengan hasil sebagai berikut:
Qt = A x s x N x n x 60

Qt = (0.127)2 x 0.180975 x 150 x 5 x 60
4
Qt = 0.0126677 x 0.180975 x 45000
m3
Qt = 103.2 jam = 454.2 gpm

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 69
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Karena efisiensi volumetris dari desain pompa adalah 100%, maka


Qaktual = Qteoritis
Presentase Slip
Qteoritis Qaktual
= = 0%
Qteoritis

Daya
Dengan spesifikasi yang telah disebut tadi, ketika kecepatan pompa 150 rpm
maka daya yang dibutuhkan dihitung menggunakan persamaan (21) dengan
hasil sebagai berikut :
(Q x P)
BHP =
1714 x m
(454.2 gpm x 988 psi)
BHP =
1714 x 0.9
BHP = 291 HP

b. Perhitungan Performansi Pompa Berdasarkan Data Aktual terhadap


Kapasitas Aliran Satu Fase
Setelah melakukan survey langsung ke control room SPU-A Pertamina EP
Region Jawa Field Jatibarang, didapatkan data pompa GASO HP600XL sebagai
berikut:
Diameter plunger (D) = 5 inchi
Diameter inlet = 16 inchi
Diameter outlet = 10 inchi
Langkah plunger (s) = 7 1/8 inchi
Kecepatan pompa (N) = 150 rpm
Jumlah plunger (n) =5
Tekanan = 895.6 psi
Kapasitas aktual (Qt) = 352.27 gpm
Specific gravity = 0.8518

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 70
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Perhitungan sifat-sifat fisik fluida campuran


Diketahui bahwa :
Densitas air (w) = 996 kg/m3
Viskositas dinamik air (w) = 0.82 mPa s
Densitas crude oil (o) = 806 kg/m3
Viskositas kinematik crude oil (o) = 9.33 mPa s

Densitas campuran :
Misal :
Fraksi volume crude oil (Vfo) = 30%
Fraksi volume air (VFw) = 70%
Maka; m = VFw w + Vfo o
= (0.7)(996) + (0.3)(806)
= 939 kg/m3

Viskositas campuran :
Untuk nilai viskositas dinamik diperoleh dengan menggunakan hubungan
homogen seperti densitas campuran yaitu :
m = VFw w + VFo o
= (0,7)(0,82 10-3) + (0,3)(9,33 10-3)
= 3.373 10-3 Pa s

Diketahui air pada T= 60oC didapat data:


= 983
= 0.467 x 10-3 N. s/m2
= 0.0662

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 71
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Pv = 19.92 kPa

Perbedaan head kecepatan (hv) :


Diketahui : Qw = 100 m3/jam
Qw
V1 = 2
4 D1
100
=
2
4 (0.4064)
m m
= 770.91 = 0.214
jam s
Qw
V2 = 2
4 D2
100
=
2
4 (0.254)
m m
= 1973.53 = 0.548
jam s

Maka;
V2 V1
hv =
2g

0.548 0.214
hv = = 0.017
2g

Bilangan Reynold (Re) :


Diketahui : = 0.467 10-3 Pa s
983 (0.548)(0.254)
maka : Re = = 279,576.223
0.467 x 103

Sehingga alirannya adalah turbulen.


Head kerugian mayor (hl major) :
l V2
Menurut persamaan (13) : hl major = f
D 2g
Dengan menggunakan persamaan blasius :

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 72
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

f = 0,3164 Re-0,25 = 0,3164(279,576.223)-0,25 = 0,0148


(16000) (0.438) 2
maka : hl major = (0,0148) 9.12 m
0.254 2(9,81)
Head kerugian minor (hl minor) :
V2
Menurut persamaan (16) : hl minor K
2g
Perhitungan head kerugian minor untuk bentuk transmisi pipa dan jenis-jenis
komponen sistem pipa yang terpasang dari SPU-A Mundu sampai ke Pertamina
Balongan diuraikan sebagai berikut.
- Kerugian pada ujung masuk (inlet) pipa :
Bentuk ujung masuk pipa yang terhubung dengan tangki penampung pada
sistem aliran adalah reentrant. Sehingga harga koefisien kerugian K adalah 0,8.
Maka;

V2 (0.214) 2
hlm (inlet) K (0,8) 0.0023 m
2g 2(9,81)
- Kerugian pada ujung keluar (outlet) pipa :
V2 (0.548) 2
hlm (outlet) K (1) 0.0153 m
2g 2(9,81)
- Kerugian pada elbow, tee dan socket :
Besar head kerugian pada elbow, tee dan socket diperoleh dengan persamaan :
V2
hlm (fitting) n K
2g

Dimana untuk nilai K dapat diperoleh dari Tabel 3.4. Adapun nilai K dan jumlah
kelengkapan pipa tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 4.3. Hasil perhitungan koefisien kerugian pada elbow, tee dan socket.
Jenis Kelengkapan Pipa Jumlah (n) K n.K
Elbow 90o flanged 55 0.3 16.5
Elbow 90o threaded 20 1.5 30
Elbow 45o flanged 17 0.2 3.4

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 73
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Tees line flow flanged, sebagai komponen


untuk pemasangan :
- Pressure Gauge dan Vacuum Gauge 15 0.2 3
Tees line flow flanged, sebagai komponen
untuk pemasangan :
- Drain valve 5 1 5
Socket 10 0,08 0,8
Total koefisien kerugian 58.7

Sehingga;
V2 (0.548) 2
hlm (fitting) n K (58.7) 0,898 m
2g 2(9,81)
- Kerugian pada katup :
Pada instalasi perpipaan terdapat dua katup yaitu katup isap dan katup tekan.
Katup ini berjenis circular gate valve. Katup isap tetap terbuka penuh sehingga
nilai K adalah konstan. Sedangkan katup tekan berfungsi untuk mengatur besar
kecilnya kapasitas aliran fluida, sehingga nilai K dapat berubah tiap variasi
persentase bukaan katup. Menurut Thorley (1991), koefisien kerugian untuk
square gate valve diperoleh dengan persamaan :
5106.1473
Stroke < 30% : K
S 1.973566
Stroke > 30% : K = 30.82205 e-0,053809 (S)
dimana S adalah persentase bukaan katup . Adapun grafik koefisien kerugian
gate valve yang diberikan oleh Thorley ditunjukkan dalam Lampiran A.
Koefisien kerugian untuk bukaan penuh (100%) :
K = 30.82205 e-0,053809 (S) = 30.82205 e-0,053809 (100)
= 0,142
Karena kedua katup dalam kondisi bukaan penuh maka :
V2 (0.548) 2
hlm (valve) n K (2)(0,142) 0,00435 m
2g 2(9,81)

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 74
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

- Head kerugian minor total :


hl minor = hlm (inlet) + hlm (outlet) + hlm (fitting) + hlm (valve)
= 0,0012 + 0,0098 + 0,57 + 0,0028 m
= 0,5838 m

NPSHa :
NPSHa = Hs + Pa Pv Hf - Ha
= 2070.92 + 3,07 6.6732 - 0.5838 421.25
= 1645.48

Sementara itu, diketahui data dari control room Qaktual adalah 80 m3/jam =
352.27 gpm, sedangkan berdasarkan perhitungan data teoritis didapat Qt = 103.2
m3/jam = 454.2 gpm, maka efisiensi volumetrisnya adalah:
Qa
v =
Qt
80
v = = 0.77 = 77 %
103.2

Presentase Slip
Qteoritis Qaktual 103.2 80
= = = 0.22 = 22 %
Qteoritis 103.2

Plunger Load
Untuk mencari plunger load pada pompa torak kerja tunggal, maka
menggunakan persamaan (8) dengan hasil sebagai berikut:
PL = A x PSI

PL = (5)2 x 895.6
4
PL = 17,585.06 lbf

Kecepatan Fluida

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 75
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Untuk mencari kecepatan fluida pada pompa torak kerja tunggal, maka
menggunakan persamaan (9) dan substitusi persamaan (10) dengan hasil
sebagai berikut:
(Qa x 0,321)
FV =
FA
(Qa x 0,321)
FV = 2
d x 0,7854
(352.27 x 0,321)
FV =
102 x 0,7854
FV = 1.44 ft/s

Head Statis
Untuk mencari volume pada pompa torak kerja tunggal, maka menggunakan
persamaan (11) dengan hasil sebagai berikut:
(2.31 x P)
Hs =
SG
(2.31 x 895.6 psi)
Hs =
0.8518
Hs = 2428.78 ft

Head Percepatan
Untuk mencari head percepatan pada pompa torak kerja tunggal, maka
menggunakan persamaan (12) dengan hasil sebagai berikut:
(L x V x N x C)
Ha =
Kxg
Dengan asumsi L = 100 m (3937.01 inch); sedangkan untuk nilai FV = 1.44
ft/s; N = 150 rpm, C = 0.040; K = 2.5; dan g = 32.3 ft/s maka:
(3937.01 x 1.44 x 150 x 0.040)
Ha =
2.5 x 32.3
Ha = 421.25 ft

Daya

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 76
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Pompa GASO HP600XL memiliki efisiensi mekanis sebesar 85% , maka


daya aktual yang dihasilkan adalah
(Q x P)
BHP =
1714 x m
(352.27 gpm x 895.6 psi)
BHP =
1714 x 0.85
BHP = 216.55 HP

Maka efisiensi pompa yang dihasilkan adalah


216.55
= x 100%
291
= 0.744 x 100%
= 74.4%
Efisiensi pompa bernilai 74.4% karena adanya pengaruh gesekan baik di
dalam pipa maupun pompa plunger. Selain itu adalah kondisi plunger yang
sudah seharusnya diganti. Kebocoran pada packing menyebabkan debit
tidak ideal dan berpengaruh pada efisiensi kinerja pompa.

c. Performance Pompa
Berikut ini adalah kurva performance pompa plunger quintuplex GASO HP600XL

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 77
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Gambar 4.6 Kurva performance pompa.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 78
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Sementara gambar di bawah ini performance pompa plunger quintuplex GASO HP600XL ditunjukkan dengan Fishbone
Technique in Root-Cause Analysis

Gambar 4.7 Root cause analysis

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 78
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

4.6 Analisa Permasalahan yang Terjadi Pada Pompa GASO HP600XL


Berdasarkan aplikasinya di lapangan, kinerja pompa GASO HP600XL tidak
selamanya berjalan dengan lancar, beberapa kali terjadi kendala atau masalah pada
pompa yang menyebabkan terhambatnya pasokan minyak HPPO ke Balongan.
Permasalahan yang sering terjadi antara lain:
a. Kebocoran pada Valve dan Packing
Permasalahan bocornya packing sering terjadi pada pompa GASO
HP600XL baik di SPU-A maupun SPU-B. Kebocoran tersebut menyebabkan
fluida berupa minyak jatuh ke tanah dan dikhawatirkan merusak lingkungan dan
mengurangi jumlah produksi jika kebocoran terus menerus terjadi.

Gambar 4.8 Salah satu titik yang mengalami kebocoran. [1]

Gambar 4.9 Bukti kebocoran packing. [1]

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 79
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Gangguan yang paling sering terjadi pada katup adalah kebocoran fluida
melewati sebuah batang atau flens gasket. Flens gasket dibuat dari suatu bahan
campuran yang dimampatkan membentuk suatu perapat anti bocor. Vibrasi yang
berlebihan dapat mengakibatkan perapat ini bocor.
Spesifikasi gland packing yang digunakan adalah
Merk : Chesterton
Tipe : Approximate 1761 PTFE
Tahanan : Oil
Ukuran : 7/16 inch
Temperatur : Sampai 260 oC
Tekanan Maks. : 150 bar
Pressure discharge : 20 kg/cm2
Pressure Suction : 4 kg/cm2

Maka pressure yang harus diterima packing :



= +
4
20 4
=4 +
4
8
= = 7.84
2
Jika pada sebuah plunger terdapat 3 buah packing maka dalam sebuah
pompa GASO HP600XL terdapat 15 buah packing masing-masing packing akan
menerima beban sebesar 0.53 kg/cm2 = 0.51 bar
Dengan kata lain pada kondisi gland packing baru tidak terdapat kebocoran
pada packing, sering berjalannya waktu dan pressure yang didapat gland packing
juga akan tetap mengalami kebocoran. Penurunan performa packing ini
diakibatkan oleh banyak faktor diantaranya suhu, kecepatan shaft, tekanan kerja,
life time dan lain-lain.
Penyelesaian masalah pada kasus seperti ini adalah hanya dengan mengganti
packing. Dengan mengganti packing diharapkan tidak lagi terjadi kebocoran

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 80
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

yang mengakibatkan rusaknya lingkungan dan berkurangnya hasil produksi,


tetapi diharapkan dapat memperpanjang life time dari packing tersebut.

b. Peristiwa Kavitasi yang Terjadi pada Plunger


Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang sedang mengalir, karena
tekanannya berkurang sampai dibawah tekanan uap jenuhnya
Plunger pada pompa minyak bisa saja rusak, permasalahan ini terjadi karena
ada pengaruh dari kavitasi dengan membandingkan laju fluida ideal dengan laju
fluida di lapangan, yaitu di SPU-A Pertamina EP Field Jatibarang.

Gambar 4.10 Posisi plunger yang rusak terletak pada silinder nomor 3. [1]

Gambar 4.11 Kavitasi yang terjadi dapat menyebabkan plunger rusak. [1]

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 81
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Berdasarkan analisa yang dilakukan, beberapa penyebab kavitasi adalah:


1. Tekanan katup isap yang rendah.
2. Minyak yang masuk ke dalam pompa dalam keadaan membeku (tipe
minyak HPPO).
3. Kurangnya air yang tercampur dengan minyak saat mengalir menuju
pompa
4. Penjadwalan antara pemompaan air dan minyak yang kurang tepat.
5. Tidak sesuainya laju fluida ideal dengan laju fluida pada aplikasinya.

Berikut ini adalah perhitungan untuk mendapatkan laju fluida ideal:


= 60

= (0.127)2 0.180975 150 5 60
4
3
= 103.2 = 454.2 gpm

Sedangkan data yang didapat di lapangan,laju fluida adalah 80 m3/jam. Dari


data ini diketahui bahwa laju fluida aktual di bawah laju fluida ideal. Inilah yang
menyebabkan kavitasi.
Dampak yang ditimbulkan kavitasi:
Dampak Umum
1. Suara berisik, getaran atau kerusakan komponen pompa yang dapat
menyebabkan gelembung-gelembung fluida tersebut pecah ketika
melalui daerah yang lebih tinggi tekanannya.
2. Kapasitas pompa menjadi berkurang.
3. Pompa tidak mampu membangkitkan tekanan.
4. Berkurangnya efisiensi pompa.
Dampak Khusus
1. Pompa tidak dapat beroperasi.
2. Pengiriman minyak ke Pertamina RU VI Balongan terhenti.
3. Kegiatan operasional di SPU tersendat.
4. Pengeroposan pada plunger.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 82
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

5. Biaya operasi bertambah untuk pergantian plunger.


4.7 Troubleshooting pada Quintuplex Plunger Pump

Problem Penyebab Solusi


Knocking di Fluid End dan 1. Suction line tersumbat 1. Cari kotoran tersebut
Jaringan Pipa oleh: dan buang. Perbaiki
a. Sampah, kerak yang suction line dan
tertumpuk,dll komponen-komponen
b. Valve di suction line yang ada di dalamnya.
tertutup sebagian Kencangkan atau
c. Valve tidak terbuka bongkar dan kencangkan
penuh, pecah atau ada valve steam packing.
hambatan lain
d. Ada belokan tajam
ataupun blind tee 90o
e. Udara masuk ke
suction line melalui
valve steam packing
2. Udara masuk ke suction 2. Perbaiki atau ganti bila
line melalui sambungan perlu.
yang longgar.
3. Level cairan rendah. 3. Tambah pasokan dan
pasang automatic low
level shut-down switch.
4. Suction dampener tidak 4. Periksa dan perbaiki bila
bekerja. perlu.
5. Valve pompa aus atau 5. Periksa dan perbaiki bila
springnya patah. perlu.
6. Gas masuk atau 6. Pasang gas boot atau
terkurung. scrubber atau lakukan
bleed off (buang angin).
7. Ukuran suction tidak 7. Ganti dengan individual
memadai. suction line satu ukuran
di atas inlet pompa atau
pakaliah charge pump.
8. Pressure relief valve 8. Perbaiki valve dan
bocor dan cairan perpipaan agar cairan
dialirkan ke suction kembali ke tangki bukan
pompa. ke suction line.
9. Cairan dari bypass 9. perbaiki perpipaan agar
dialirkan kembali ke cairan kembali ke tangki
suction. bukan ke suction.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 83
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

Problem Penyebab Solusi


Knocking di power end 1. Crosshead pin atau 1. Perbaiki dan ganti bila
connecting rod aus. perlu.
2. Main bearing aus. 2. Ganti bila perlu (periksa
mutu dan level oli).
3. Sambungan plunger dan 3. Periksa kerusakan. Ganti
crosshead longgar. bila perlu atau
kencangkan.
Valve cepat aus dan rusak 1. Kavitasi (penyebab 1. Ikuti anjuran yang
utama pendeknya umur tercantum pada problem
valve dan jeleknya pertama.
kondisi suction).
2. Korosi (pengkaratan). 2. Perbaiki mutu air.
3. Cairan mengandung 3. Pasang saringan. Periksa
benda abrassive (yang saringan kalau rusak.
bersifat mengkikis).
Plunger aus, bocor dan 1. Pelumasan plunger 1. Periksa lubricator.
rusak tidak benar.
2. Salah pemasangan. 2. Ikuti instruksi tertulis
dan gunakan perkakas
yang sesuai. Pastikan
pelumasan sudah
berjalan dengan baik
pada saat start-up.
Buang angin dari fluid-
end sebelum start-up.
3. Cairan mengandung 3. Analisis jenis dan
solids (benda padat). jumlah solids dalam
cairan. Perbaiki mutu
air. Pasang saringan.
Volume atau tekanan 1. Terjadi by passing. 1. Cari dan perbaiki
berkurang 2. Ada udara dalam fluid 2. Bleed off (buang angin).
end.
3. Meter atau pressure 3. Periksa dan perbaiki.
gauge tidak akurat.
4. Kavitasi pada suction
pompa yang terjadi 4. Cari dan perbaiki
katena hambatan atau
gas masuk/terkurung.
5. Valve aus atau pecah. 5. Ganti.
6. Plunger aus. 6. Ganti.
7. RPM berkurang karena 7. Pastikan penyebabnya
beban bertambah atau dan perbaiki.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 84
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

karena sebab lain

LAPORAN KERJA PRAKTEK


ANALISA PERFORMANCE POMPA PLUNGER QUINTUPLEX GASO HP600XL
DI SPU-A PERTAMINA EP REGION JAWA FIELD JATIBARANG 85