Anda di halaman 1dari 29

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam
kami sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian
banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang
memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh
karenanya kami dapat menyelesaikan tugas Studi Kelayakan Bisnis ini dengan baik dan tepat
waktu. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Laporan hasil belajar ini adalah untuk
memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pada mata kuliah Studi Kelayakan
Bisnis.

Dalam proses penyusunan Laporan ini ini kami menjumpai hambatan, namun berkat
dukungan materil dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan
cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih dan
penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu
terselesaikannya tugas ini.

Segala sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal yang benar
datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski begitu tentu
tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang
membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan pada tugas selanjutnya.
Harapan kami semoga tugas ini bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada
umumnya.

Padang, 02 November 2017

Tim Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................ 1

Daftar Isi .........................................................................................................................

BAB I Pendahuluan ........................................................................................................

1.1 Latar Belakang

1.2 Gambaran Umum Usaha

BAB II Analisis SWOT

2.1 Faktor Internal

2.2 Faktor Eksternal

BAB III Aspek Pasar & Pemasaran

3.1 Marketing Mix

3.2 STP (Segmenting, Targeting, Positioning)

BAB IV Aspek Teknologi & Operasional

4.1 Penentuan Lokasi


4.2 TataLetak
4.3 Teknologi

2.3 Aspek Sumber Daya Manusia

2.4 Aspek Keuangan

2.5 Aspek Hukum

2.6 Aspek Ekonomi dan Sosial

2.7 Aspek AMDAL

BAB III Penutup

2
3.1 Kesimpulan

3.2 Penutup

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini, kebudayaan berkerudung semakin meluas. Banyak para wanita yang kini
memilih untuk berkerudung. Dan tidak sedikit pula hijab kini dijadikan salah satu tren busana
yang banyak diminati, pelatihan softskill khusus di dunia kampus yang membahas tentang
kerohanian islam dan menganjurkan setiap muslim menutup aurat. Namun demikian, anjuran
untuk menutup aurat tersebut agaknya sedikit terabaikan. Karena banyak mahasiswi yang
merasa dengan berkerudung membatasi kreativitas fashion bagi mereka. Padahal sebenarnya
berkerudung justru membuat wanita terlihat semakin cantik dan anggun. Apalagi apabila
dilakukan dengan memodifikasi jilbab yang dikenakan menjadi berbagai model dan
diserasikan dengan busana yang dikenakan. Berkerudung terkadang juga menimbulkan
berbagai kesan seperti panas, ribet dan membatasi gerak. Namun jika dilihat dari sisi baiknya,
berkerudung membuat wanita semakin terlihat cantik, sopan dan memancarkan kesejukan
dari dalam dirinya. Untuk itu, agar membuat wanita semakin cantik ketika berkerudung, dan
membuang kesan buruk tentang berkerudung, Kami menawarkan produk yaitu hijab lukis.
Hijab lukis kami menyediakan berbagai pilihan jilbab dengan bahan dasar jilbab paris dan
telah dipasangkan dengan iket atau dalaman jilbab. Keunikan dari jilbab kami adalah kami
melukis jilbab ini dengan berbagai motif yang menarik menggunakan potongan kain perca
yang dijahit dengan benang sulam.
Cara membuat produk kami bisa dibilang susah susah gampang. Karena sebenarnya
hanya membutuhkan ketelitian, keuletan dan kesabaran dari produsen. Untuk membuat jilbab
ini, kami cukup menyediakan kerudung paris polos, kain perca yang berwarna-warni,
beraneka ragam warna benang sulam, dan iket atau dalaman kerudung. Kerudung paris di
lukis dengan menggunakan kain perca dan benang sulam, tentunya dengan keahlian dan
teknik khusus yang bisa dipelajari. Daleman kerudung atau iket bisa dibuat dari kain perca itu
sendiri ataupun dari kain iket yang kemudian dihiasi kain perca dan benang sulam, sama hal
nya dengan krudung paris. Motif yang kami sajikan beraneka ragam sesuai dengan warna
jilbab dan iket.
Selain menyajikan hijab lukis dan iketnya, kami juga menyelipkan berbagai model
atau cara pakai jilbab yang bisa dicontoh pada setiap kemasan jilbab. Model tersebut
berbentuk tutorial hijab, sehingga mempermudah konsumen untuk mempelajari cara

4
memakainya. Selain memberi model atau contoh dan cara pakai, kami juga memberi
rekomendasi tentang baju apa yang pantas di pakai dan warna apa yang sesuai untuk
dikenakan.

B. Gambaran Umum Usaha


1. Profil Usaha
Nama dan Alamat Perusahaan
Nama perusahaan : Hijab Lukis DANEFA
Alamat perusahaan : Jl. Lintas Sumatera KM.25 Limbur Tembesi, Sarolangun, Jambi
Pemilik Perusahaan : Ade Epa Putri
Arfie Kusuma
Dahlia Pramugari
Ella Ramadhani
Muhammad Zufaldi
Neneng Wahida
Alamat Usaha : Jl. Lintas Sumatera KM 25 Limbur Tembesi, Sarolangun, Jambi
No. Telp : 081268997612
2. Produk
Produk yang kami tawarkan ada berbagai macam bentuk Hijab Lukis dan Motif berupa:

Menyediakan Hijab seperti :


Hijab Lukis
Hijab Motif
Hijab banyak Varian Warna
3. Deskripsi Usaha
Perusahaan kami bergerak di bidang perdagangan yang menjual berbagai aneka
Hijab yang cocok dengan selera masyarakat Limbur Tembesi, Sarolangun, Jambi dan
sekitarnya. Sebelum kami menjalankan usaha yang kami rencanakan ini, maka kami
harus mempunyai modal usaha.
Adapun maksud dan tujuan kami mendirikan usaha ini yaitu:
a. Berperan aktif dalam bidang bisnis
b. Menyediakan kebutuhan fashion bagi masyarakat, supaya lebih mudah
memenuhinya,
c. Menjalin persahabatan antara pelanggan, dan

5
d. Mendapatkan keuntungan atau laba.
C. Visi Dan Misi
1. Visi
Mitra dan solusi bagi masyarakat dengan memberikan pelayanan atas kebutuhan
dalam hal Fashion Hijab yang kekinian untuk memberikan warna dan gaya dalam
berhijab.
2. Misi
Memberikan dan menerapkan pelayanan yang baik dan produk yang berkualitas demi
kepuasaan para pelanggan
Moto : Kepuasan Pelanggan, Kepuasan Kita

D. Konsep Promosi
Mengandalkan penyebaran informasi dari media sosial, pelanggan ke pelanggan
(Word of Mouth) serta menyediakan brosur promosi. Selain itu, kami juga menjalin kerja
sama dengan kenalan lain, untuk di promosikan ke tempat tinggalnya.

E. Target Pelanggan
Target pelanggan usaha ini adalah semua wanita disetiap kalangan, baik remaja
maupun dewasa.

6
BAB II
ANALISIS SWOT
A. Faktor Internal
1. Strength (Kekuatan)
a. Keunggulan produk
Kami menawarkan suatu produk yang mengangkat nilai keagamaan dan
dipadukan dengan unsur keindahan. Kami juga menyelipkan cara pakai jilbab yang
memudahkan penggunaannya.
b. Keterampilan dan keahlian
Kami memiliki keterampilan untuk melakukan modifikasi motif jilbab dan
keahlian memadupadankan jilbab dengan dalamannya.
c. Bahan baku mudah di dapat
Bahan baku pembuatan jilbab ini tersedia banyak dan mudah di dapat serta
harganya tidak begitu mahal. Serta jenisnya beraneka ragam sehingga dapat
meningkatkan pilihan hijab.
2. Weakness (Kelemahan)
a. Belum memiliki cukup pengalaman
Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu
kelemahan yang harus diatasi.
b. Kurangnya Sumber Daya Manusia
Keterbatasan sumber daya manusia sebagi produsen atau pengrajin jilbab. Dalam
menjahit dan menyulam diperlukan keterampilan khusus yang tidak setiap orang bisa
melakukannya.

B. Faktor Eksternal
1. Opportunities ( Peluang )
a. Banyaknya konsumen
Banyaknya wanita muslim yang berkerudung. Dan dengan produk ini akan
menambah minat wanita untuk berkerudung.
b. Sistem pemasaran
Pemasaran bisa dibilang cukup mudah karena kami hidup di lingkungan
masyarakat yang mayoritas muslim dan berkerudung.

7
2. Threats ( Ancaman )
a. Keacuhan konsumen
Terkadang wanita berjilbab kurang memperhatikan penampilannya. Dan
kesibukan membuat mereka tampil apa adanya.

8
BAB III
ASPEK PASAR & PEMASARAN

A. Produk yang dihasilkan


Semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan hijab muslim serta aksesoris lainnya.
Adapun kualitas produk atau mutu produk yang kami hasilkan memiliki beberapa
keunggulan:
a. Berkualitas tinggi dan dapat memuaskan konsumen,
b. Bermacam-macam bentuk hijab dengan style yang kekinian

B. Kegunaan produk
Sebagai kebutuhan sehari-hari dengan berbagai macam fungsi dan manfaat. Selain itu,
produk yang kami pasarkan mempunyai beberapa keistimewaan, diantaranya :
a. Harga terjangkau oleh kemampuan konsumen,
b. Kualitas produk terjamin
c. Sesuai dengan selera masyarakat
d. Dapat dikenakan dalam setiap acara
e. Praktis dan mudah digunakan

C. Ruang Lingkup Usaha


Ruang lingkup usaha ini memang sengaja dibuat di Desa Limbur Tembesi, Kab.
Sarolangun, Jambi, karena melihat lokasi yang dekat dengan pasar dan bahan baku. Disini,
mayoritas penduduknya sudah menggunakan kerudung dalam kesehariannya, serta kurang
mengenal model yang kekinian. Maka dari itu kami berusaha memberikan sesuatu yang
terbaik untuk masyarakat, yaitu dengan membuka usaha ini. Dengan adanya usaha ini
masyarakat bisa dengan mudah membeli hijab, dan bisa mengenal model-model hijab
kekinian. Tentunya harga juga disesuaikan dengan pangsa pasar yang ada.

D. Aspek Pasar

Sebelum memulai usaha, dan mengetahui layak atau tidaknya usaha ini, pertama akan
dilakukan kajian aspek pasar dengan menganalisis pasar potensial yang akan dimasuki oleh
produk yang dihasilkan. Dengan demikian akan diketahui keberadaan pasar potensial yang

9
dimaksud. Untuk mengetahui pasar potensial kami akan menganalisis permintaan dan
penawaran.
1. Permintaan
Apabila dicermati, permintaan terhadap hijab (jilbab) semakin lama semakin
meningkat. Dengan adanya hijab membuat penampilan wanita muslim akan menjadi
lebih menarik dan anggun. Dalam hal penampilan, khususnya hijab umumnya konsumen
ingin memiliki motif dan model hijab yang baru dan beragam, sehingga kami selalu
memperhatikan kualitas agar konsumen setia membeli produk kami. Kami menyediakan
motif yang sesuai dengan perkembangan tren hijab pada saat sekarang ini, dan kami juga
menyediakan motif dan corak sesuai dengan permintaan konsumen.
2. Penawaran
Mengingat besarnya peluang dalam usaha hijab ini, maka kami memberikan
penawaran yang menarik bagi konsumen. Sesuai dengan konsep utama kami yaitu
menyediakan motif dan corak hijab yang sesuai dengan permintaan konsumen, hal ini
dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, selain itu kami memberikan
harga yang terjangkau dan tempat yang nyaman bagi konsumen.

E. Aspek Pemasaran
Peran pemasaran dalam suatu usaha sangat penting, sebab pemasaran akan menentukan
kelanjutan usaha suatu perusahaan. Kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan dalam pemasaran
adalah melakukan segmentasi pasar, menetapkan pasar sasaran, dan menentukan posisi pasar.
1. Marketing Mix
Marketing pada produk terbagi menjadi 4 yaitu :
a. Produk
Produk yang akan diproduksi adalah produk makanan yaitu Fashion Hijab
DANEFA. Untuk mengembangkan produk ini perusahaan menerapkan strategi
produk antara lain :
1) Penentuan Logo dan Moto
Logo dari produk Hijab Fashion ini adalah sebagai berikut. Alasan kami
memilih desain logo ini karena pada gambar ini tergambar seseorang yang
mengenakan hijab dan terlihat sangat anggun. Dan desain lukis yang didesain
dengan memperjelas perbedaan produk kami dengan produk lainya.

10
Gambar 1. Logo Fashion Hijab DANEFA

2) Menciptakan Merek
Merek dari produk kami Fashion Hijab DANEFA yang mana penamaan ini
kami angkat dari nama anggota dari kelompok yaitu Dahlia, Neneng, Ella, Faldi dan
Ade.
Gambar merek :

Gambar 2. Merek Fashion Hijab DANEFA

3) Menciptakan Kemesan
Kemasan produk kami terbuat dari kotak pelastik dengan ukuran 10 cm x 10 cm
untuk yang pesan online 1pcs , dan kotak plastik dengan ukuran 20 cm dengan lebar
10cm untuk yang 2pcs. Pada bagian atas kemasan kami menempelkan logo dari
produk kami yang menjadi identitas darii produk kami agar mudah diingat dan dicari
oleh pembeli.
4) Keputusan Label
Pada kemasan kami menempelkan merek dari hijab lukis yang akan di
Perjualbelikan.
b. Price
Harga satuan yang kami tetapkan pada usaha hijab Lukis ini adalah beragam,
mulai dari 20.000 sampai pada harga 60.000

11
c. Place
Usaha hijab DANEFA ini berlokasi di Jalan Lintas Sumatra Km. 25 Limbur
Tembesi, Kab. Sarolangun, Jambi. Selain tempatnya yang strategis di pinggir jalan,
lokasi ini juga dekat dengan pasar Sarolangun yang menyediakan bahan baku
produksi yang butuhkan.
d. Promosi (Promotion)
Teknik promosi yang dilakukan yaitu melalui penyebaran brosur kepada
pelajar, mahasiswa/i dan masyarakat di lingkungan sekitar,selain itu perusahaan juga
menggunakan teknik promosi Word of Mouth kepada orang-orang terdekat, dan
juga menyebarkan informasi-informasi melalui media sosial seperti Instagram,
Facebook, Twitter, dll. Teknik itu dipilih dikarenakan kebanyakan orang pada saat
sekarang lebih sering berinteraksi melalui media elektronik (online) dan didukung
juga dengan sikap atau kebiasaan masyarakat yang sekarang lebih sering
menggunakan atau bahkan tergantung pada teknologi.

2. Segmentasi Pasar (Segmenting)


Segmentasi pasar berarti membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli
yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau Marketing Mix yang berbeda
pula. Beberapa aspek utama untuk mensegmentasi pasar adalah sebagai berikut:
a. Aspek geografis. Usaha hijab DANEFA ini berlokasi di Jalan Lintas Sumatra Km.
25 Limbur Tembesi, Kab. Sarolangun, Jambi. Selain tempatnya yang strategis di
pinggir jalan, lokasi ini juga dekat dengan pasar Sarolangun yang menyediakan
bahan baku produksi yang butuhkan.
b. Aspek Demografis. Usaha hijab DANEF berfokus pada kalangan wanita baik muda
maupun dewasa.
c. Aspek Psikografis. Dengan harga yang relatif murah dimulai dari harga Rp. 20.000
sampai dengan Rp. 60.000 produk hijab DANEFA dapat dijangkau oleh setiap
kalangan masyarakat.

3. Menetapkan Pasar Sasaran (Targeting)


Targeting adalah melakukan evaluasi keaktifan setiap segmen, kemudian memilih
satu atau lebih segmen pasar yang dilayani. Target dari hijab DANEFA mencakup
kalangan wanita muda dan dewasa.

12
4. Menentukan Posisi Pasar (Positioning)
Penentuan posisi pasar dilakukan setelah menentukan segmen mana yang akan
dimasuki, maka harus pula menentukan posisi mana yang akan ditempati dalam segmen
tersebut. Posisi pasar dari hijab DANEFA adalah menciptakan image di benak
konsumen yaitu dengan menawarkan beraneka ragam motif hijab.

13
BAB IV
ASPEK TEKNOLOGI DAN OPERASIONAL

Setelah dilihat dari aspek pasar maupun pemasaran, bahwa suatu rencana bisnis
dianggap layak, tahap yang selanjutnya dianalisis yaitu aspek teknik dan teknologi. Dalam
aspek ini terdapat tiga masalah pokok yang dihadapi sebuah usaha, yaitu masalah penentuan
posisi usaha, masalah desain dan masalah operasional.

A. Penentuan Posisi atau lokasi


Usaha Hijab Lukis DANEFA beralamat di Jalan Lintas Sumatera KM 25 Limbur
Tembesi, Kab. Sarolangun, Jambi. Lokasi ini dipilih karena memenuhi kriteria ideal yang
yang sudah dirumuskan oleh para pemilik, yaitu:
1. Mudah diakses oleh pelanggan, lokasi bisa diakses menggunakan angkutan umum dari
trayek mana saja se-Sarolangun
2. Lokasinya tidak jauh dari pasar sebagai tempat pembelian bahan baku.
3. Sarolangun terkenal sebagai lokasi padat penduduk dan memiliki banyak instansi
pendidikan di Sarolangun mulai dari SD, SMP, SMK hingga Perguruan Tinggi. Sebagai
Fashion Hijab, tempatnya berada di wilayah strategis, mejadi keunggulan bagi Usaha
kami pelangi karena Hijab kami dengan harga terjangkau, dan cara mendapatkannya juga
tidak rumit.

B. Tata letak
Usaha Hijab ini menggunakan sebuah toko dua lantai dengan luas 5x6 meter. Toko
Fashion Hijab Lukis DANEFA ini dirancang selayaknya FO (Factory Outlet) dimana
produksi dan penjualan dilakukan di tempat yang sama. Layout tokonya sendiri sebagai
berikut :

14
Gambar 3. Tata Letak Perusahaan
C. Teknologi
Fashion Hijab Lukis DANEFA ini memanfaatkan teknologi untuk menarik minat
konsumen dengan memberikan fasilitas free WI-FI di area toko. Sehingga para konsumen
dimanjakan dengan aktivitas berselancar di sosial media dan internet sepuasnya. Selain itu
alat produksi yang diproduksi telah menggunakan mesin jahit yang super cepat dan modern,
sehingga hijab lukis berkualitas dan menjadi prioritas utama.

15
BAB V
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

Dalam penempatan posisi kerja dari produk yang kami buat sesuai dengan bidangnya
masing-masing.berikut adalah struktur organisasi dari Fashion Hijab DANEFA

Owner
( ARFI )

(
MANAJER MANAJER MANAJER SDM MANAJER
PEMASARAN KEUANGAN (HRD) OPERASIONAL
DAN TEKNIS

Kasir

Karyawan Karyawan Karyawan


I II III

Gambar 4. Struktur Organisasi

Mengenai tugas dari struktur dari organisasi Fashion Hijab DANEFA pemilik dari
hijab DANEFA ini adalah kami berenam dan arfi sebagai owner dan yang lainnya
membantu dari karyawan yang telah kami rekrut.
Job description dan job specification
Job description (uraian tugas ) Job specification (uraian jabatan )
Nama jabatan : owner Nama jabatan : owner
Kode jabatan : Kode jabatan :
Fungsi :
1. Memimpin,mengelola, dan
mengendalikan usah untuk
mewujudkan visi dan misi
perusahaan.
2. Merencanakan kegiatan usaha baik

16
jangka pendek maupun jangka
panjang dibidang produksi
,keuangan,pemasaran,dan sumber
daya manusia (SDM )
3. Melimpahkan tugas-tugas
wewenang,tanggung jawab,kepada
setiap karyawan.
4. Melaksanakan kegiatan pengawasan
usaha-usaha

Job description (uraian tugas ) Job specification (uraian jabatan )


Nama jabatan : kasir Nama jabatan : kasir
Kode jabatan : Kode jabatan :
Fungsi :
Mengelola owner dalam mengelola
keuangan.
Tugas-tugas :
1. Melaksanakan kegiatan pembayaran
untuk biaya operasional usaha
2. Melaksanakan pembukuan atau
akuntansi usaha

17
Job description (uraian tugas ) Job specification (uraian jabatan )
Nama jabatan : karyawan 1 Nama jabatan : karyawan 1
Kode jabatan : Kode jabatan :
Fungsi : Persyaratan :
Mendesainer motif jilbab 1. Pendidikan : minimal tamatan
Tugas-tugas Sarjana jurusan mendesain
1. Mendesainer motif jilbab yang 2. Pengalaman : sudah pernah bekerja
berkualitas yang berbeda dari motif mendesain jilbab maupun sudah
yang lain pernah belajar mendesain
2. Merancang motif jilbab yang seunik 3. Keterampilan : memiliki keterampilan
mungkin yang membuat pelanggan dalam mndesainer motif jilbab
tetarik.

Job description (uraian tugas ) Job specification (uraian jabatan )


Nama jabatan : karyawan 2,3 dan 4 Nama jabatan : karyawan 2,3 dan 4
Kode jabatan : Kode jabatan :
Fungsi : Persyaratan
Membuat motif jilbab yang sudah 1. Pendidikan : minimal SMA /SMK
didesain 2. Pengalaman : -
3. Keterampilan : sudah fasih /mahir
Tugas-tugas membuat jilbab dari gambar yang
1. Membuat motif jilbab yang sudah telah ditentukan dan juga bisa melihat
didesain sesuai dengan yang telah kekurangan dari gambar yang
digambar tentukan dan menambahkan dari
2. Bertanggungjawab penuh atas segala kekurangan tersebut .
yang telah dibuat

18
BAB VI
ASPEK KEUANGAN

Pada Aspek Keuangan akan mengkalkulasi bahwa apakah analisis bisnis kita layak
dijalankan atau tidak. Disini akan membahas tiga pokok pembahasan diantaranya:

A. Kebutuhan Dana & Investasi


Ada dua kebutuhan dana pada investasi
1. Investasi pada aktiva tetap
Nilai penyusutan pertahun aktiva tetap diperoleh dari nilai ekonomis dibagi dengan
umur proyek dari aktiva tetap tersebut. Syarat aktiva yang harus disusutkan adalah yang
bernilai jual tinggi dan sangat memerlukan penggantian aktiva jika umur nilai
ekonomisnya habis, perincian aktiva tetap dapat dilihat pada tabel 1.1

Tabel 1.1 Investasi Pada Aktiva Tetap per 3 tahun


Nama Jumlah Umur Harga Susut
No. Jumlah Harga
Barang Barang Ekonomis Satuan
Jarum 3 Rp.16.000
1 12 pak Rp. 4000 Rp. 48.000
Sulam
2 Jarum Jahit 12 pak 3 Rp. 2000 Rp. 24.000 Rp.8000
3 Alat Sulam 6 buah 3 Rp. 20.000 Rp. 120.000 Rp.40.000
4 Gunting 6 buah 3 Rp. 30.000 Rp. 180.000 Rp.60.000
3 Rp. Rp.1.689.000
Mesin Jahit 3 buah Rp. 5.067.000
5 1.689.000
Meja untuk 3 Rp.250.000
3 buah Rp. 250.000 Rp. 750.000
6 menjahit
3 Rp.150.000
Meja Kasir 1 buah Rp. 450.000 Rp. 450.000
7
Hanger 10 3 Rp.53.333
Rp. 16.000 Rp. 160.000
8 jilbab oval Lusin
Steel 3 Rp.150.000
Gantungan 3 buah Rp. 150.000 Rp. 450.000
9
Jilbab
Sewa 3 Rp. Rp. Rp.24.000.000
10 1
gedung/kios 2.000.000/bln 72.000.000/3thn

19
TOTAL Rp.79.249.000 Rp.26.416.333
Modal
Sendiri Rp.39.624.500
50%
Modal
Pinjaman Rp.39.624.500
50%

Dikarenakan proyek ini adalah Fashion Hijab yang pastinya harga dipasar tak
menentu sehingga penulis membuat asumsi pada biaya variabel tahun 1 sampai dengan tahun
ke 3 mengalami kenaikan sebesar 10%. Perincian proyeksi biaya variabel dan biaya tetap
dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.2 Biaya Variabel dan Biaya Tetap
No. Komponen Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
Biaya

A Biaya
Variabel
Jilbab paris Rp. 27.000.000 Rp.29.700.000 Rp.32.670.000 Rp.35.937.000
Iket Rp.14.400.000 15840000 17424000 19166400
Benang Rp.900.000 990000 1089000 1197900
Sulam
Kain Perca Rp.900.000 Rp.990.000 Rp.1.089.000 Rp.1.197.900
Biaya Air Rp.840.000 924000 1016400 1118040
Plastik 120000 132000 145200 159720
Kemasan
Listrik dan 3.000.000 3300000 3630000 3993000
Internet
Total Biaya 47.160.000 51.876.000 57.063.600 62.769.960
Variabel

B Biaya
Tetap

Rp.48.000.000 Rp.48.000.000 Rp.48.000.000 Rp.48.000.000


Biaya Gaji
Rp.24.000.000 Rp.24.000.000 Rp.24.000.000 Rp.24.000.000
Biaya Sewa
T. Biaya Rp.72.000.000 Rp.72.000.000 Rp.72.000.000 Rp.72.000.000
Tetap
T. Modal Rp.119.160.000 Rp.123.876.000 Rp.129.063.600 Rp.134.749.960
Kerja

20
Pola Investasi

(50% : 50%)

Modal Rp.59.580.000 Rp.61.938.000 Rp.129.063.600 Rp.134.749.960


sendiri 50%

Modal Rp.59.580.000 Rp.61.938.000 - -


Pinjam 50%

B. Sumber Dana
Untuk menentukan besarnya pinjaman dalam membayar modal kerja, kami
menggunakan pola investasi dengan menggunakan pola investasi (Modal Sendiri 50% :
Pinjaman 50%). Peminjaman biaya tetap dan modal kerja kepada bank hanya dilakukan pada
tahun 0 dan tahun 1 saja, tujuannya untuk mengurangi biaya bunga yang tinggi. Dapat dilihat
pada tabel 1.2

C. Arus Kas
Penjualan ditargetkan 1.500 unit per bulan, maka dalam satu tahun ditargetkan
penjualan adalah 18.000 unit dengan harga jual Rp 30.000. Penjualan ditargetkan mengalami
peningkatan sebanyak 15% per tahun dan beban operasi dinyatakan tetap untuk setiap
tahunnya. Penyusutan mesin dan peralatan menggunakan metode garis lurus.
Keterangan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3

Penjualan Rp. 540.000.000 Rp.621.000.000 Rp.714.150.000


Hpp Rp. 59.580.000 Rp. 68.517.000 Rp.78.794.550
Laba Kotor Rp. 480.420.000 Rp.552.483.000 Rp.635.355.450
Beban Operasi
Biaya Gaji Rp. 48.000.000 48.000.000 48.000.000
Biaya Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000
Listrik &
Internet
Biaya Air Rp. 840.000 Rp. 840.000 Rp. 840.000
Biaya Rp. 24.000.000 Rp. 24.000.000 Rp. 24.000.000
Sewa
EBIT Rp. 404.580.000 Rp.476.643.000 Rp.559.515.450

21
Pajak 15% Rp. 60.687.000 Rp. 69.790.050 Rp. 80.252.558
Laba Bersih Rp. 343.893.000 Rp.406.852.950 Rp.479.262.892
(EAT)
Penyusutan Rp. 26.416.333 Rp.26.416.333 Rp.26.416.333
CF Rp. 370.309.000 Rp.433.269.283 Rp.452.846.559

D. Penilaian Kelayakan Investasi


1. Payback Period (PP)
Tahun Proyek Hijab DANEFA
0 ( Rp. 79.249.000)
1 Rp. 61.938.000
2 Rp. 129. 063.606
3 Rp. 134.749.960

129.063.606
PP = 2 tahun + X 1 th
61.938.000
PP = 2 tahun, 2 bulan

2. Net Present Value (NPV)


r = Tingkat bunga
n = Tahun
Io = Investasi Awal
Tingkat Bunga 15% = 0.15

Rumus: NPV =
- Io
(1+)

370.309.000 433.269.283 452.846.559


1 + 2 + - 79.249.000 = 916.428.766
(1+0,15) (1+0,15) (1+0,15) 3

3. Profitability Index (PI)


1.256 .424 .842
PI =
= 3 = 826.122.444
(1+) (1+0,15)

22
BAB VII
ASPEK HUKUM
A. Nama Unit Usaha
Unit usaha ini diberi nama Hijab DANEFA dikarenakan bergerak dalam bidang usaha
fashion hijab yang memproduksi hijab dengan varian model dan motif terkini.
B. Legalitas Usaha
Dari segi legalitas usaha, unit usaha kami memiliki beberapa dokumen badan hukum
untuk melaksanakan usaha bisnis sebagai bekal agar usaha yang dilaksanakan berjalan lancar
di kemudian hari. Beberapa dokumen hukum yang dimiliki berkaitan dengan aspek hukum
adalah :
1. Badan Hukum
Jenis badan hukum usaha kami yaitu berbentuk persekutuan komanditer (CV).
Karena usaha ini sifatnya merupakan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dan
membutuhkan modal usaha yang cukup besar.
2. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Usaha kami ini memiliki ijin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab.
Sarolangun, Jambi. Serta sudah terdaftar sebagai pelaku usaha penjualan komoditas
makanan. Sesuai dengan UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan,
Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap usaha yang bersifat
tetap dan terus menerus didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara
Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan/laba.
3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Sebagai badan usaha, kami juga mendaftarkan NPWP atas aktiva usaha kami ke
Departemen Direktorat Jendral Pajak Kota Jambi. NPWP merupakan nomer yang
diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang
dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas bagi wajib pajak dalam
melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Kepemilikan NPWP penting sebab
supaya usaha kami dapat memberikan penghasilan kepada Pemerintah.
4. Izin-izin Perusahaan
Sebagai pelaku usaha yang patuh terhadap hukum yang berlaku, maka usaha kami
juga memiliki beberapa dokumen perizinan sesuai dengan jenis bidang usaha yang kami
jalankan. Izin-izin tersebut antara lain:

23
a) Surat Izin Usaha Industri (SIUI), usaha kami telah mendapatkan SIUI dari
Departemen Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi sebagai usaha yang
memproduksi hijab.
b) Izin Domisili, usaha kami memiliki Izin Domisili di mana lokasi perusahaan berada
dari Pemerintah Kab. Sarolangun.
c) Izin Mendirikan Bangunan (IMB), demi kelancaran usaha maka kami selaku
pengusaha juga melakukan perijian untuk merehap bangunan yang kami gunakan
sebagai perusahaan kami. IMB tersebut kami dapatkan dari Pemerintah Kab.
Sarolangun.
5. Bukti Diri
Unit usaha kami juga mempunyai bukti diri mengenai identitas para pemilik usaha
yang dikeluarkan yang dikenal dengan nama Kartu Tanda Penduduk (KTP) beserta tanda
identitas lainnya yang diperlukan.
6. Keabsahan Dokumen lainnya
Di samping keabsahan dokumen-dokumen yang telah disebutkan di atas, terdapat
keabsahan dokumen-dokumen lain yang tidak kalah penting bagi lancarnya usaha kami
khususnya dalam aspek hukum. Beberapa dokumen tersebut ialah:
a. Status Hukum Tanah, keabsahan Sertifikat Tanah perusahaan kami dikeluarkan oleh
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi. Jenis hak atas tanah tersebut adalah
Hak Milik. Tanah di mana perusahaan kami berdiri merupakan tanah yang dapat
diperjualbelikan, sebab bukan merupakan tanah adat, wakaf, sengketa, transmigrasi,
atau milik Pemerintah.
b. Status Kendaraan Bermotor, untuk kelancaran kegiatan usaha kami memiliki 1 (satu)
mobil yang digunakan untuk sarana distribusi, promosi, dll. Kami memiliki keaslian
surat-surat atas kendaraan bermotor tersebut seperti, Bukti Pemilikan Kendaraan
Bermotor (BPKB), harga beli (faktur dan kwitansi), dan kondisi kendaraan.
c. Serta surat-surat atau sertifikat yang berkepentingan dalam aspek hukum lainnya.

24
BAB VIII
ASPEK SOSIAL DAN AMDAL
A. Aspek Sosial dan Ekonomi
1. Dampak dalam Aspek Ekonomi
Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi adalah akan
memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatannya. Sedangkan bagi pemerintah
dampak positif yang diperoleh adalah dari aspek ekonomi memberikan pemasukan
berupa pendapatan baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat.
Secara garis besar dampak dari aspek ekonomi yang ditimbulkan dari unit usaha kami
adalah sebagai berikut.
a. Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui:
1) Meningkatnya pendapatan keluarga.
2) Tersedianya jumlah dan ragam produk makanan di masyarakat, sehingga
masyarakat memiliki banyak pilihan untuk produk makanan yang diinginkan
terutama makanan sehat. Banyaknya ragam produk pada akhirnya akan
meningkatkan persaingan, sehingga para produsen berusaha untuk meningkatkan
mutu produk, harga yang kompetitif, dll, sehingga hal ini juga akan berpengaruh
terhadap harga jual di pasaran.
3) Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus mengurangi
pengangguran.
a) Menggali, mengatur, dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui
peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Bahan baku utama dari kegiatan
usaha kami ialah Jilbab polos berbagai macam dasar seperti sifon dll, maka
secara tidak langsung kami telah meningkatkan nilai tambah dari sumber
daya tersebut.
b) Meningkatkan perekonomian pemerintah lokal melalui menambah peluang
dan kesempatan kerja serta berusaha bagi masyarakat Desa Limbur Tembesi,
Kab. Sarolangun, Jambi. Dengan terciptanya kesempatan kerja maka akan
mengurangi pengangguran yang ada, apabila semakin berkurang di Desa
Limbur Tembesi, maka secara tidak langsung kondisi tersebut meningkatkan
perkonomian dari desa itu sendiri.

25
2. Dampak dalam Aspek Sosial
Dampak positif dari aspek sosial bagi masyarakat secara umum adalah tersedianya
sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik, dan
sarana lainnya. Kemudian bagi pemerintah dampak positif dari aspek social, yaitu adanya
perubahan demografi suatu wilayah, perubahan budaya, dan kesehatan masyarakat.
Sedangkan dampak social dengan adanya unit usaha ini ialah sebagai berikut:
a. Adanya perubahan demografi melalui:
Perubahan komposisi tenaga kerja baik tingkat partisipasi angkatan kerja
maupun tingkat pengangguran. Dengan adanya unit usaha ini, maka kami dapat
meningkatkan partisipasi angkatan kerja dan juga menurunkan tingkat pengangguran
yang ada di Desa Limbur Tembesi maupun di Kota Jambi.
b. Perubahan budaya melalui terjadinya:
Perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha dan atau
kegiatan. Masyarakat terbiasa bersikap antipasti terhadap rencana usaha baru, mereka
beranggapan bahwa usaha baru hanya akan menambah kepadatan atau kemacetan di
kawasan usaha tersebut. Sehingga yang menjadi persepsi masyarakat ialah usaha baru
akan menambah polusi udara, polusi tanah, polusi suara, dll. Namun lambat laun
masyarakat merubah persepsinya tersebut sebab sebenarnya dengan adanya usaha
baru dapat meningkatkan perekonomian daerah setempat.

B. Aspek AMDAL
Studi aspek lingkungan hidup ini bertujuan untuk menentukan apakah secara lingkungan
hidup, misalnya dari sisi udara dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat dilaksanakan secara
layak atau sebaliknya. Sedangkan yang dimaksudkan dengan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL) adalah suatu hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang
direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup.
AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau proyek dan lingkungannya dengan
menggunakan dokumen yang benar. Analisis yang dilakukan oleh usaha ini meliputi
keseluruhan kegiatan pembuatan dokumen yang terdiri dari sebagai berikut :
a. Rencana Kelola Lingkungan (RKL)
Rencana Kelola Lingkungan (RKL) yang dibuat oleh Fashion Hijab DANEFA
merupakan dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan, dan
menanggulangi dampak penting lingkungan yang bersifat negatif dan meningkatkan

26
dampak positif sebagai akibat dari suatu rencana usaha / kegiatan yang dilakukan. Dalam
dokumen ini, memberikan pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip, atau persyaratan untuk
pencegahan / pengendalian dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
Hal itu dilakukan untuk mencegah jika sewaktu-waktu dibutuhkan dana yang
berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan lingkungan serta menyangkut sebagai
salah satu usaha / bisnis di lingkungan tersebut.
Hal-hal yang dilakukan dalam mengelola lingkungan adalah sisa-sisa bahan produksi
yang tidak digunakan akan dikumpulkan menjadi satu dan kemudian dikemas dengan
rapat / rapi untuk dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang terdekat dengan
lokasi. Dengan demikian, terus berusaha untuk menghindari dan mengupayakan untuk
meminimumkan dampak negatif yang bisa mempengaruhi lingkungan di sekitar daerah
usaha Fashion Hijab DANEFA
b. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
RPL ini dibuat untuk diajukan kepada instansi yang berwenang. Jadi melakukan suatu
pemantauan terhadap lingkungan di sekitar daerah usaha.. Selanjutnya, akan diteliti lebih
jauh mengenai dampak apa saja yang mungkin bisa terjadi dan mempengaruhi lingkungan
di sekitar daerah usaha. Hasil dari kegiatan / aktivitas ini akan dilaporkan dalam RPL dan
kemudian akan dilampirkan dalam pengajuan surat izin usaha ke Dinas Perizinan di
daerah setempat (Kab. Sarolangun).
Berdasarkan kajian-kajian aspek lingkungan di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha
Fashion Hijab DANEFA memiliki dampak / pengaruh pada lingkungan di sekitar usaha
tersebut. Misalnya adalah sisa-sisa bahan produksi yang akan menjadi sampah lingkungan.
Oleh karena itu, berusaha untuk mengantisipasi dampak tersebut dan mengupayakan agar
tidak mengganggu / merugikan lingkungan di sekitar usaha tersebut.
Usaha-usaha yang dilakukan antara lain adalah dengan menjaga kebersihan, kerapian
dan keindahan sekitar. Hal ini dilakukan secara rutin (continue) 1 hari sekali untuk
menghindari terjadinya penumpukan sampah di lokasi usaha. Jika sampai terjadi
penumpukan, maka akan mempengaruhi minat para pelanggan untuk datang dan
memberikan order ke tempat. Hal ini dikarenakan adanya pemandangan yang kurang
menyenangkan dan bau tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan-tumpukan sampah
tersebut.

27
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Fashion Hijab DANEFA merupakan usaha yang bergerak dalam bidang fashion hijab,
khususnya hijab motif, lukis, dll, dimana setelah dianalisis berdasarkan:
1. Aspek Hukum
Dokumen yang dimiliki lengkap, maka secara hukum Fashion Hijab DANEFA
Dinyatakan Layak.
2. Aspek Pasar dan Pemasaran
Analisis Pasar dan Pemasaran yang dimiliki Fashion Hijab DANEFA sudah lengkap
dan terperinci sehingga Fashion Hijab DANEFA Dinyatakan Layak.
3. Aspek Teknis dan Teknologi
Secara teknis, Fashion Hijab DANEFA Dinyatakan Layak.
4. Aspek Manajemen
Setelah melalui setiap tahap manajemen maka Fashion Hijab DANEFA Dinyatakan
Layak.
5. Aspek Sumber Daya Manusia
Dengan adanya Job Description dan Job Specification maka Fashion Hijab
DANEFA Dinyatakan Layak.
6. Aspek Keuangan
PP= 2 Tahun 2 Bulan < 3 Tahun => LAYAK
NPV= Rp. 916.428.766> 0 => LAYAK
PI= 826.122.444> 0 => LAYAK
Setelah melalui analisis keuangan, maka Fashion Hijab DANEFA Dinyatakan Layak.
7. Aspek Ekonomi dan Sosial
Dengan pengaruh Fashion Hijab DANEFA terhadap ekonomi dan sosial yang
dinyatakan positif, maka Fashion Hijab DANEFA Dinyatakan Layak.
8. Aspek Dampak Lingkungan
Dengan tidak adanya dampak negatif dari berdirinya Fashion Hijab DANEFA
terhadap lingkungan maka Fashion Hijab DANEFA Dinyatakan Layak.

28
B. Rekomendasi
Dengan target penjualan yang terus meningkat, disarankan agar pemilik usaha
melakukan promosi yang lebih kuat sehingga dapat tercipta citra produk yang baik. Selain
itu, jika terdapat kendala di luar kendali pemilik hingga menyebabkan usaha ini bangkrut,
maka pemilik akan menjual seluruh aset dan melakukan diskon besar-besaran untuk
mendongkrak penjualan.

C. Dokumentasi

29