Anda di halaman 1dari 5

Lilis Eka Herdiana (150351604962/B)

SOAL LATIHAN ENZIM


1. Jelaskan dengan ringkas pengertian dari istilah-istilah berikut:
a. Enzim : adalah katalisator pada semua reaksi biokimia (di dalam maupun diluar
sel).
b. KM suatu reaksi enzimatik dan apa fungsinya : KM pada suatu reaksi enzimatik
adalah ukuran konsentrasi substrat agar proses katalitik berlangsung efektif. Km
disebut juga sebagai konstanta kespesifikan dan memasukkan tetapan kelajuan
semua langkah reaksi. KM dapat digunakan untuk membandingkan enzim yang
satu dengan enzim yang lain, ataupun enzim yang sama dengan substrat yang
berbeda.
c. Hidrolase : Hidrolase merupakan enzim-enzim yang menguraikan suatu zat
dengan pertolongan air. Kelompok dari enzim yang mengatalisis pemutusan
hidrolitik C-C, C-O, C-N, dan ikatan lain. Enzim ini berkerja sebagai katalis pada
reaksi hidrolisis
d. Ligase : enzim yang mengkatalis penggabungan dua molekul menjadi satu.
e. Sisi aktif enzim: Sisi aktif pada enzim yaitu bagian dari enzim yang melakukan
fungsi pengarahan, pengikatan, dan katalisa pada pH dan suhu tertentu. Sisi aktif
umumnya berbentuk celah yang tersusun atas beberapa residu asam amino yang
akan menyentuh substrat. Sisi aktif enzim sebenarnya adalah gugus gugus atau
residu-residu asam amino yang langsung berikatan dan turut aktif dalam
mengubah substrat menjadi produk
2. Bagaimana caranya:
a. Menentukan KM suatu enzim
Cara menentukan KM bergantung adanya substrat, karena enzim mengikat
substrat (S) dan menghasilkan produk (P) E + S ES E + P Reaksi kebalikan antara
E dan P sangat kecil sehingga
v = k2 [ES](1)
Pada reaksi enzimatis [ES] sulit diukur, yang dapat terukur dengan baik adalah [S]
atau [P] dan [E]t
(Enzim total= Enzim awal= E0)
[E]t = [E] + [ES] atau [E] = [E]t - [ES](2)
Pada keadaan steady state: maka laju pembentukan
ES = laju penguraian ES k1 [E] [S] = k-1[ES] + k2 [ES]........(3)
[E] [S] = {(k-1+k2)/k1} [ES] = KM [ES](4)
Dari persamaan 2 ke persamaan 4
[E]t [S] - [ES] [S] = KM [ES] [ES] = [E]t [S]/ (KM+[S])...(5)
Kalau pers (5) dimasukkan ke pers (1)
v = k2 [E]t [S]/ (KM+[S])(6)
Pada [S] yg sangat besar , enzim telah jenuh dengan substrat sehingga reaksi
mendekati kecepatan maksimum
Vmaks: Vmaks = k2 [E]t,
sehingga v = Vmaks [S]/ (KM + [S]) (pers Mikhaelis-Menten)
Pada saat kecepatan reaksi mencapai Vmaks maka
[S]=KM
b. Membedakan enzim dengan apoenzim/proenzim
Cara membedakan enzim dengan proenzim dengan enzim yaitu proenzim belum
memiliki aktivitas enzim, atau singkatnya proenzim merupakan cikal bakal enzim.
Enzim sudah bisa melakukan mekanisme aksi sesuai dengan teori aktivitas enzim
lock and key
c. Membedakan inhibitor kompetitif dan non kompetitif suatu reaksi enzimatis
Cara mengikat enzim yaitu Inhibisi reversibel kompetitif terjadi bila inhibitor
berkompetisi dengan subtrat untuk mengikat enzim. Hal ini terjadi karena molekul
inhibitor mirip dengan subtrat Inhibisi reversibel non kompetitif terjadi bila
inhibitor tidak mengikat enzim yang bebas tetapi mengikat komplek enzim-subtrat
(ES) diluar sisi aktif. Inhibisi ini dapat dikurangi dengan menaikkan kadar subtrat
d. Menentukan aktivitas suatu enzim
Aktivitas enzim disebut juga sebagai kinetik enzim. Kinetik enzim adalah
kemampuan enzim dalam membantu reaksi kimia. Kemampuan enzim ini dapat
dihitung dengan mengukur jumlah produk yang terbentuk, atau dengan
menghitung kurangnya substrat dalam satuan waktu tertentu. Selain itu, dapat juga
dihitung dengan peningkatan atau penurunan koenzim. Menghitung jumlah
substrat, produk, atau koenzim di laboratorium tidak mudah karena jumlahnya
yang sangat sedikit. Oleh karena itu, praktikmenghitung aktivitas enzim adalah
dengan mengukur perubahan absorbans dalam satuan waktu, pH, dan suhu
tertentu sewaktu reaksi berjalan. Aktivitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor,
yaitu suhu, pH, kadar substrat, kadar enzim, inhibitor, dan toksik enzim.
e. Menentukan aktivitas spesifik suatu enzim
- Satu unit aktivitas enzim (U)adalah jumlah enzim yang menyebabkan
perubahan satu mikroMol (sepersejuta Mol) substrat permenit pada suhu dan
keadaan optimumnya.
- Aktivitas spesifik suatu enzim adalah jumlah unit aktivitas enzim permiligram
proteinnya
- Bilangan pergantian (Turn Over Number) suatu enzim adalah jumlah molekul
substrat yang dapat diubah oleh satu molekul enzim pada satuan waktu
tertentu pada kondisi optimumnya
f. Menentukan bahwa beberapa enzim merupakan isozim
Dengan menentukan aktivitas enzim, karena isozim merupakan kumpulan-
kumpulan enzim yang mempunyai aktivitas yang sama.
3. Mungkinkah
a. Suatu lipase adalah hidrolase
Mungkin. Karena Triasil Gliserol Hidrolase atau lipase merupakan suatu asil
hidrolase yang bersifat dapat larut dengan baik dalam air.
b. Suatu papain adalah protease
Mungkin. Karena Enzim Papain merupakan enzim protease yang terkandung
dalam getah papaya, baik dalam buah, batang maupun daunnya.
c. Suatu larutan A kadar proteinya hanya 1/10 larutan B, tetapi aktivitas
enzimatiknya 10x larutan B
Mungkin. Tegantung banyaknya Konsentrasi substrat atau enzim yang berada
dalam larutan B. Selain itu, kondisi lingkungan seperti suhu, pH, kehadiran
inhibitor, dll turut mempengaruhi aktivitas enzim larutan B.
4. Apa bedanya Reaksi enzimatik dan reaksi non enzimatik.
Reaksi enzimatik dapat menurunkan energy aktivasi, dan enzim memberikan suatu
lingkungan yg spesifik di dalam sisi aktifnya, sehingga reaksi secara energetik dapat
lebih mudah terjadi. Sedangkan Non Enzimatik menggunakan energy aktivasi yg
tinggi, membutuhkan suhu yang tinggi dan tekanan yang tinggi
5. Bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh untuk
a. Menentukan aktivitas suatu enzim secara kolorimetri
Penentuan secara kalorimetri pada enzim kitinase. Penentuan secara kalorimetri
didasarkan pada pelepasan produk hasil degradasi koloidal kitin berupa N-asetil-
D-glukosamin ke dalam supernatant dengan menggunakan metode Reissig.
Produk tersebut dikomplekskan dengan reagen tertentu seperti p-dimetilamino-
benzaldehid atau reagen asam dinitrosalisilat menghasilkan serapan pada panjang
gelombang 540 nm. Substrat lain yang bisa digunakan pada metode ini adalah
kitin azure, yaitu kitin yang direaksikan dengan senyawa Remasol Brillian Violet
5R dan serapam yang dihasilkan dapat diukur pada panjang gelombang 420 nm.
Untuk menentukan konsentrasi produk digunakan N-asetil-D-glukosamin sebagai
standar. Spektrofotometer Assay Metode ini dapat ditentukan dengan
menggunakan senyawa kromogen seperti 4-nitrofenil--D-N-N-diasetilkitobiosa
dan 4-nitrofenil--D-N-N-N-triasetilkitobiosa yang disiapkan dalam larutan
stok dimetil sulfoksida (DMSO) dan ditentukan serapan pada panjang gelombang
410 nm.
b. Mendapatkan struktur tiga dimensi suatu protein
Struktur tersier adalah menjelaskan bagaimana seluruh rantai polipeptida melipat
sendiri sehingga membentuk struktur 3 dimensi. Pelipatan ini dipengaruhi oleh
interaksi antar gugus samping (R) satu sama lain. Ada beberapa interaksi yang
terlibat agar membentuk struktur tiga dimensi yaitu: Interiaksi ionik Terjadi
antara gugus samping yang bermuatan positif (memiliki gugus NH2 tambahan)
dan gugus negatif (COOH tambahan). Ikatan hidrogen Jika pada struktur
sekunder ikatan hidrogen terjadi pada backbone, maka ikatan hidrogen yang
terjadi antar gugus samping akan membentuk struktur tersier. Karena pada gugus
samping bisa banyak terdapat gugus seperti OH, COOH, CONH2 atau NH2
yang bisa membentuk ikatan hidrogen.
6. Dengan penjelasan yang bagaimana/ mengapa:
a. Kadangkala enzim tak langsung dibentuk tetapi dalam bentuk pro-enzim dulu
Proenzim atau zimogen merupakan enzim yang diproduksi dalam bentuk inaktif.
Ada dua tujuan utama pembentukan proenzim ini, yaitu:
(1) Melindungi tubuh dari proses autodigesti;
(2) Melayani kebutuhan enzim tertentu dengan cepat.
Selain itu, tujuan utama pembentukan proenzim adalah untuk melindungi tubuh
dari proses autodigesti dan melayani kebutuhan enzim tertentu dengan cepat
. Enzim-enzim ini diaktifkan di tempat dia harus bekerja dan oleh keadaan tertentu.
b. Pemotongan sebagian pro-enzim/zimogen, justru mengaktivkan enzim yang
bersangkutan
Karena Pemotongan spesifik menyebabkan perubahan konformasi yang
menyingkap sisi aktif enzim, sehingga enzim akan aktif. Mekanisme pengaturan
ini dapat dilakukan di luar sel karena tidak memerlukan ATP untuk mngubah
zymogen menjadi enzim aktif. Karena mekanisme ini bersifat irreversible, maka
diperlukan mekanisme lain untuk menginaktifkan enzim. Contohnya Protease
diinaktifkan dengan protein inhibitor yang mengikat secara kuat pada sisi aktif
enzim.
c. Enzim dapat mempercepat perubahan substrat menjadi produk
Enzim berperan sebagai katalis organik, enzim mempercepat kecepatan reaksi
yang terjadi. Jika tidak ada enzim, reaksi kimia akan menjadi sangat lambat.
Berbagai reaksi juga mungkin tidak akan terjadi jika tidak terdapat enzim yang
tepat di dalam tubuh. Enzim dapat meningkatkan kecepatan reaksi kimia berkali-
kali lipat. Studi telah menemukan bahwa enzim dapat mempercepat reaksi kimia
sampai 10 milyar kali lebih cepat. Zat kimia yang hadir pada awal proses biokimia
disebut sebagai substrat, yang mengalami perubahan kimia membentuk produk
akhir. Sebagai katalis enzim bersifat yaitu efektif, tepat dan spesifik karena
adanya sisi aktif pada enzim, yaitu bagian dari enzim yang melakukan fungsi
pengarahan, pengikatan, dan katalisa pada pH dan suhu tertentu.
7. Jelaskan :
a. Beberapa penyakit karena defisiensi/kerusakan enzim, dan enzim apa yang rusak
Albino : sebuah penyakit dimana hal tersebut bermula dari mutasi genetic. Dimana
pengidap albino ini mengalami mutasi gen yang disebut TYR yang bertanggungjawab
membuat enzim tyrsinase. Enzim ini berfungsi mengubah asam amino tirosi menjadi
molekul pigmen yang memberi warna terhadap kulit, rambut dan mata selain itu
penyakit phenylketonuria yang disebabkan oleh mutasi pada gen pada kromosom 12.
Penyakit tay-sachs Heksosaminidase A Albinisme Kelainan ini disebabkan karena
tubuh seseorang tidak mampu membentuk enzim yang diperlukan untuk merubah
asam amino menjadi beta-3,4-dihidroksiphenylalanin untuk selanjutnya diubah
menjadi pigmen melanin.
Sakit perut : Hal ini pasti akan terjadi ketika enzim amilase dalam tubuh kurang.
Karena dengan kurangnya enzim amilase, perut menjadi berontak dengan semua
makanan yang masuk ke dalam perut. Jadi ketika hal ini terjadi perut anda akan sakit
karena tidak ada enzim yang bertugas untuk menguraikan makanan.
b. Kegunaan inhibitor enzim dalam pengobatan
Inhibitor menghambat fungsi enzim, inhibitor sering digunakan sebagai obat.
Pemanfaatan enzim dalam pengobatan meliputi penggunaan enzim sebagai obat,
pemberian senyawa kimia untuk memanipulasi kinerja suatu enzim dengan demikian
suatu efek tertentu dapat dicapai (enzim sebagai sasaran pengobatan), serta
manipulasi terhadap ikatan protein-ligan sebagai sasaran pengobatan.
Contohnya adalah inhibitor yang digunakan sebagai obat aspirin. Aspirin
menginhibisi enzim COX-1dan COX-2 yang memproduksi pembawa pesan
peradanganprostaglandin, sehingga ia dapat menekan peradangan dan rasa sakit.
Namun, banyak pula inhibitor enzim lainnya yang beracun.
c. Jelaskan suatu contoh pengukuran enzim untuk diagnosis
Pemanfaatan enzim untuk alat diagnosis secara garis besar dibagi dalam tiga
kelompok:
- Enzim sebagai petanda (marker) dari kerusakan suatu jaringan atau organ
akibat penyakit tertentu. Penggunaan enzim sebagai petanda dari kerusakan
suatu jaringan mengikuti prinsip bahwasanya secara teoritis enzim intrasel
seharusnya tidak terlacak di cairan ekstrasel dalam jumlah yang signifikan.
Apabila enzim intrasel terlacak di dalam cairan ekstrasel dalam jumlah lebih
besar dari yang seharusnya, atau mengalami peningkatan yang
bermakna/signifikan, maka dapat diperkirakan terjadi kematian (yang diikuti
oleh kebocoran akibat pecahnya membran) sel secara besar-besaran. Contoh
penggunaannya: Peningkatan aktivitas enzim renin menunjukkan adanya
gangguan perfusi darah ke glomerulus ginjal, sehingga renin akan
menghasilkan angiotensin II dari suatu protein serum yang berfungsi untuk
menaikkan tekanan darah.
- Enzim sebagai suatu reagensia diagnosis. Sebagai reagensia diagnosis, enzim
dimanfaatkan menjadi bahan untuk mencari petanda (marker) suatu senyawa.
Dengan memanfaatkan enzim, keberadaan suatu senyawa petanda yang dicari
dapat diketahui dan diukur berapa jumlahnya. Kelebihan penggunaan enzim
sebagai suatu reagensia adalah pengukuran yang dihasilkan sangat khas dan
lebih spesifik dibandingkan dengan pengukuran secara kimia, mampu
digunakan untuk mengukur kadar senyawa yang jumlahnya sangat sedikit,
serta praktis karena kemudahan dan ketepatannya dalam mengukur. Contoh
penggunaannya : pengukuran kolesterol dapat dilakukan dengan bantuan
enzim kolesterol-oksidase yang dihasilkan bakteri Pseudomonas fluorescens.
- Enzim sebagai petanda pembantu dari reagensia. Sebagai petanda pembantu
dari reagensia, enzim bekerja dengan memperlihatkan reagensia lain dalam
mengungkapkan senyawa yang dilacak. Senyawa yang dilacak dan diukur
sama sekali bukan substrat yang khas bagi enzim yang digunakan. Selain itu,
tidak semua senyawa memiliki enzimnya, terutama senyawa-senyawa sintetis.
Oleh karena itu, pengenalan terhadap substrat dilakukan oleh antibodi.
Adapun dalam hal ini enzim berfungsi dalam memperlihatkan keberadaan
reaksi antara antibodi dan antigen. Contoh penggunaannya : Pada teknik
EMIT (Enzim Multiplied Immunochemistry Test), molekul kecil seperti obat
atau hormon ditandai oleh enzim tepat di situs katalitiknya, menyebabkan
antibodi tidak dapat berikatan dengan molekul (obat atau hormon) tersebut.
Enzim yang lazim digunakan dalam teknik ini adalah lisozim, malat
dehidrogenase, dan gluksa-6-fosfat dehidrogenase.