Anda di halaman 1dari 11

LEMBAR KERJA

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN


PENYEBAB TIDAK
RESIKO JIKA STANDAR
STANDAR INDIKATOR MUTU DESKRIPSI TERCAPAINYA PENYELESAIAN PELIBATAN
MUTU TIDAK TERCAPAI
STANDAR MUTU
Standar Isi 1. Perangkat pembelajaran
sesuai rumusan
kompetensi lulusan
Proses pembelajaran baik Kompetensi guru Mengadakan
1.1 Perangkat pembelajaran 1. Perangkat pembelajaran disusun guru sesuai pelatihan
memuat karakteristik kompetensi sikap spiritual dan sosial yaitu intrakurikuler maupun dalam penyusunan penyusunan
kompetensi sikap menghayati dan mengamalkan: ektrakurikuler tidak perangkat Bidang Kurikulum dan
Perangkat
mengarah pada Bidang kesiswaan
agama yang dianutnya, pembelajaran pembelajaran
pencapaian kompetensi secara berkala
perilaku jujur, sikap.
kurang.
perilaku disiplin, Pemahaman guru
Pencapaian kompetensi Menerapkan aturan
terkait kompetensi
perilaku santun, sikap siswa tidak diukur tambahan dalam
dengan tepat. sikap siswa belum tata tertib sekolah
perilaku peduli, yakni aturan
Siswa tidak memiliki menyeluruh.
perilaku bertanggung jawab, senyum, salam,
kompetensi sikap yang Visi, misi dan
perilaku percaya diri, tujuan sekolah
sapa dan sopan
ditetapkan. santun dalam
perilaku sehat jasmani dan rohani, tidak fokus pada keseharian
perilaku pembelajar sepanjang hayat. pencapaian
Perangkat pembelajaran meliputi program tahunan, kompetensi sikap.
program semester, silabus, RPP, buku yang digunakan
guru dan siswa dalam pembelajaran, lembar tugas
terstruktur dan kegiatan mandiri, handout, alat
evaluasi dan buku nilai
2. Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) di KKG/ MGMP tentang
penguatan pendidikan karakter siswa pada
kompetensi sikap.
3. Rancangan dan hasil penilaian sikap berupa jurnal
penilaian, dokumen observasi, penilaian diri, dan
penilaian antar teman.

4. Terdapat program kegiatan ekstrakurikuler


berupa kegiatan kagamaan, kegiatan krida,
latihan olahbakat dan latihan olah-minat.

1.2 Perangkat 1. Perangkat pembelajaran disusun guru sesuai


pembelajaran memuat kompetensi pengetahuan yaitu memahami,
Proses pembelajaran baik Kompetensi guru
karakteristik menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi:
intrakurikuler maupun dalam penyusunan
kompetensi pengetahuan faktual,
ektrakurikuler tidak
pengetahuan perangkat
pengetahuan konseptual, mengarah pada
pembelajaran
pengetahuan prosedural, pencapaian kompetensi
kurang.
pengetahuan metakognitif, pengetahuan.
Pemahaman guru
Perangkat pembelajaran meliputi program tahunan, Pencapaian kompetensi
pengetahuan siswa tidak terkait kompetensi
program semester,si- labus, RPP, buku yang digunakan
diukur dengan tepat. pengetahuan
guru dan siswa dalam pembelajaran, lembar tugas
Siswa tidak memiliki belummenyeluruh.
terstruktur dan kegiatan mandiri, handout, alat
kompetensi pengetahuan Visi, misi dan
evaluasi dan buku nilai
tujuan sekolah
2. Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian yangditetapkan.
tidak fokus pada
Berkelanjutan (PKB) di KKG/ MGMP tentang
pencapaian
kompetensi pengetahuan.
kompetensi
3. Terdapat program kegiatan ekstrakurikuler berupa
pengetahuan.
Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan
keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian,
kelompok pencinta teknologi informasi dan
komunikasi, rekayasa, dan lainnya.

1. Perangkat pembelajaran disusun guru sesuai


1.3 Perangkat kompetensi keterampilan yaitu menunjukkan
pembelajaran memuat Proses pembelajaran baik Kompetensi guru
keterampilan berfikir dan bertindak:
karakteristik intrakurikuler maupun
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dalam penyusunan
kompetensi ektrakurikuler tidak
komunikatif. perangkat
keterampilan mengarah pada
Perangkat pembelajaran meliputi program pembelajaran
pencapaian kompetensi
tahunan, program semester, silabus, RPP, buku keterampilan. kurang.
yang digunakan guru dan siswa dalam
pembelajaran, lembar tugas terstruktur dan Pencapaian kompetensi Pemahaman guru
kegiatan mandiri, handout, alat evaluasi dan buku keterampilan siswa tidak terkait kompetensi
nilai diukur dengantepat.
keterampilan
2. Rancangan dan hasil penilaian keterampilan Siswa tidak memiliki belum menyeluruh.
kinerja, proyek dan porto- kompetensi keterampilan
folio. yangditetapkan. Visi, misi dan
3. Terdapat pengalaman pembelajaran dalam bentuk
tujuan sekolah
praktik di laborato- rium. penelitian sederhana,
tidak fokus pada
studi wisata, seminar atau workshop, peragaan
pencapaian
atau pameran, pementasan karya seni dan
kompetensi
lainnya.
keterampilan.

1. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran Perilaku siswa di bawah


1.4 Perangkat serta kebutuhan dan kondisi siswa. tahap perkembangan Kompetensi guru
pembelajaran
2. Menyesuaikan tingkat keingintahuan siswa dalam penyusunan
menyesuaikan tingkat yang sesuai.
baik itu pada tingkat dasar, teknis, spesifik, perangkat pem-
kompetensi siswa Siswa tidak bisa
detil, dan/atau kompleks. belajaran kurang.
mengembangkan bakat
3. Bidang kajian pembelajaran bedasarkan bakat
dan minat sesuai
dan minat siswa untuk me- mecahkan
keinginta- huannya.
masalah meliputi bidang: ilmu pengetahuan,
Ketrampilan siswa tidak
teknologi, seni, budaya, dan/atau humaniora.
berkembang.
4. Mencerminkan perilaku siswa sesuai dengan
tahap perkembangannya

1.5 Perangkat Sekolah belum


pembelajaran
1. Menyesuaikan dengan perkembangan siswa pada Materi pembelajaran sulit memperhatikan
menyesuaikan ruang jenjang SD/MI yaitu pada konteks diri sendiri, dicerna oleh siswa. perkembangan
lingkup materi keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan Lingkup pembelajaran psikologis anak,
pembelajaran alam sekitar, bangsa, dan negara. yang diterima siswa tidak lingkup dan
2. Menyesuaikan dengan perkembangan siswa pada berkembang antar jenjang kedalaman,
jenjang SMP/MTs yaitu pada konteks diri sendiri, pendidikan. kesinambungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan fungsi sekolah dan
alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan lingkungan siswa.
regional.
3. Menyesuaikan dengan perkembangan siswa pada
Kompetensi guru
jenjang SMA /SMK yaitu pada konteks diri sendiri,
dalam penyusunan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan
perangkat
alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional,
dan internasional. pembelajaran
4. Menyesuaikan dengan yang dipelajari pada kurang.
jenjang pendidikan dan sum- ber lain secara
mandiri. Sekolah belum
5. Menyesuakan dengan tahap perkembangan anak memperhatikan
yang relevan dengan tu- gas yang diberikan. perkembangan
psikologis anak,
lingkup dan
kedalaman,
kesinambungan,
fungsi sekolah dan
lingkungan siswa.

2. Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan
dikembangkan sesuai
prosedur

2.1 Kurikulum Tingkat Warga sekolah dan


Memiliki tim yang bertugas mengembangkan Komitmen sekolah Rapat koordinasi
Satuan Pendidikan pemangku kepentingan
kurikulum sekolah. rendah dalam rutin yang Semua pihak yang
dikembangkan dengan tidak mengetahui KTSP
melibatkan dilakukan oleh tergabung dalam
melibatkan pemangku Tim Pengembang Kurikulum meliputi seluruh guru yang dilaksanakan
pemangku pemangku organisasi sekolah.
kepentingan mata pelajaran, konselor (guru Bimbingan dan sekolah.
kepentingan dalam kepentingan
Konseling), dan komite sekolah atau
KTSP yang dikembangkan pengembangan dengan semua
penyelenggara pendidikan dibuktikan dengan tidak sesuai dengan aparatur sekolah
dokumen penugasan. kurikulum sekolah.
pedoman pengembangan sehingga tercapai
Sekolah memiliki pedoman pengembangan Unsur dalam tim koordinasi yang
yang ditetapkan.
kurikulum yang diketahui tim pengembang baik antar warga
kurikulum tidak sekolah
pengembang kurikulum sekolah sebagai dasar
pengembangan. mengetahui dan
memahami Koordinasi antara
pedoman Kepala Bidang
pengembangan kurikulum dengan
kurikulum sekolah semua anggota
sehingga tidak mau dalam bidang
terlibat mendalam. kurikulum
Sistem informasi
manajemen yang
dimiliki sekolah
belum
memberikan
akses kepada
pemangku
kepentingan.

2.2 Kurikulum Tingkat


Satuan Pendidikan 1. Sekolah menyusun KTSP sendiri yang telah Sekolah tidak bisa Sekolah kurang
dikembangkan dengan mengacu kepada: menegakkan aturan. mendapatkan
mengacu pada kerangka Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 informasi tentang
dasar penyusunan tentang Sistem Pendidikan Nasional perubahan acuan
Acuan pengembangan dan kerangka dasar
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015
visi, misi, dan tujuan dalam
tentang Perubahan Kedua Peraturan
sekolah, rencana pengembangan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
pembelaja- ran, silabus, KTSP.
Standar Nasional Pendidikan penilaian dan rencana Mengadakan Bidang Kurikuklum
Peraturan Menteri Pendidikan dan kerja sekolah tidak sesuai pelatihan
Kebudayaan Nomor 20 tahun 2016 tentang Sistem informasi penyususnan KTSP
Standar Kompetensi Lulusan manajemen yang secara berkala.
Kebutuhan dan
dimiliki sekolah
Peraturan Menteri Pendidikan dan karakteristik sekolah,
belum
Kebudayaan Nomor 21 tahun 2016 tentang potensi daerah dan siswa
menyediakan in-
Standar Isi tidak ter-
formasi terkait
Peraturan Menteri Pendidikan dan muat dalam KTSP
acuan kerangka
Kebudayaan Nomor 22 tahun 2016 tentang dasar penyusunan.
Standar Proses KTSP tidak bisa dipakai
Peraturan Menteri Pendidikan dan sebagai acuan
Kebudayaan Nomor 23 tahun 2016 tentang operasional di sekolah.
Penilaian
Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 24 tahun 2016 tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Guru tidak memiiliki Motivasi sekolah
Peraturan Menteri Pendidikan dan pedoman yang tepat rendah untuk
Kebudayaan Nomor 61 tahun 2014 tentang dalam melaksanakan memahami acuan
KTSP pada pendidikan dasar dan menengah. pembelajaran. kerangka dasar
Peraturan Menteri Pendidikan dan penyusunan KTSP.
Kebudayaan Nomor 69 tahun 2013 tentang
Kerangka dasar dan struktur kurikulum Ketergantungan
SMA/MA sekolah dengan
pihak lain dalam
Peraturan Menteri Pendidikan dan
penyusunan KTSP.
Kebudayaan Nomor 70 tahun 2013 tentang
Kerangka dasar dan struktur kurikulum
SMK/MAK
2. Mengacu pada kerangka dasar yang meliputi:
Perumusan visi, misi, tujuan
sekolah.
Pengorganisasian muatan
kurikuler sekolah.
Pengaturan beban belajar siswa
dan beban kerja guru pada
tingkat ke- las.
Penyusunan kalender pendidikan
sekolah.
Penyusunan silabus muatan atau
mata pelajaran muatan lokal.
Penyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran setiap muatan pem- belajaran.

3. Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah ,


potensi atau karakteristik
daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan
peserta didik.

2.3 Kurikulum Tingkat


Satuan Pendidikan 1. Tahapan Analisis, mencakup:
dikembangkan dengan Analisis ketentuan peraturan perundang- Kebijakan yang termuat Sekolah kurang
melewati tahapan undangan mengenai kurikulum. dalam perundang- memahami bahwa
operasional pengembangan Analisis kebutuhan siswa, sekolah, dan undangan tidak terlaksana ada tahapan yang
lingkungan (analisis konteks). pada level sekolah. harus dilalui dalam
pengembangan
Analisis ketersediaan sumber daya
KTSP.
pendidikan.
Kurikulum yang
dilaksanakan oleh
2. Tahapan Penyusunan, mencakup: sekolah tidak sesuai
Perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah. dengan kondisi
Kesibukan tim
Pengorganisasian muatan kurikuler lingkungan, sekolah serta pengembang
perkembangan siswa.
sekolah. kurikulum sekolah
Pengaturan beban belajar siswa dan sehingga waktu
Warga sekolah dan yang dimiliki
beban kerja guru pada tingkat kelas.
pemangku kepentingan terbatas untuk
Penyusunan kalender pendidikan sekolah. tidak mengetahui KTSP menjalankan
Penyusunan silabus muatan atau mata yang dilaksanakan
seluruh prosedur
sekolah.
pelajaran muatan lokal. tersebut.
Kepala Sekolah,
Penyusunan rencana pelaksanaan
Dewan Sekolah dan
pembelajaran setiap muatan pem- Kerjasama dan
Rapat Koordinasi Komite Sekolah
belajaran. koordinasi antara
rutin antara
kepala sekolah, Kepala Sekolah,
3. Tahapan penetapan yang dilakukan kepala sekolah
dewan pendidikan dewan
berdasarkan hasil rapat dewan pendidik sekolah
dan komite pendidikan
dengan melibatkan komite sekolah.
sekolah belum beserta komite
4. Tahapan pengesahan yang dilakukan oleh
optimal. sekolah
pemerintah daerah sesuai dengan
kewenangannya.
5. Kepala Sekolah bertanggungjawab atas
tersusunnya KTSP.
6. Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala
SMA/SMK/MA/MAK bidang ku-
rikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan
penyusunan KTSP.
2.4 Perangkat Kurikulum Kurikulum yang Jumlah perangkat
Tingkat Satuan 1. Sekolah memiliki perangkat kurikulum meliputi: dilaksanakan oleh sekolah yang
Pendidikan yang Pedoman kurikulum Pedoman muatan tidak memiliki acuan.
dikembangkan dikembangkan
local
banyak.
Pedoman kegiatan ektrakurikuler
Pelaksanaan kurikulum Kemamapuan tim
Pedoman pembelajaran
tidak dapat berjalan pengembang
sesuai perencanaan kurikulum terbatas.
Pedoman penilaian hasil belajar oleh
pengelolaan sekolah.
pendidik Pedoman sistem kredit Kerjasama dan
semester Proses pemantauan, koordinasi antara
Pedoman bimbingan dan konseling supervisi, pengawasan, kepala
Pedoman evaluasi kurikulum pelaporan dan tindak sekolah,dewan
lanjut pengawasan pendidikan dan
Pedoman pendampingan pelaksanaan
terhadap pelaksanaan komite sekolah
kurikulum
kurikulum sulit belum optimal.
Pedoman pendidikan kepramukaan
dilaksanakan.
Sistem informasi
2. Warga sekolah mendapatkan akses untuk manajemen yang
mengetahui perangkat yang dikembangkan dimiliki sekolah
sekolah. belum
menyediakan akses
terhadap
perangkat KTSP.

3. Sekolah melaksanakan
kurikulum sesuai
ketentuan

3.1 Sekolah menyediakan


alokasi waktu pembelajaran 1. Durasi setiap satu jam pembelajaran antara lain:
Kompetensi inti dan Hari efektif
sesuai struktur kurikulum Untuk SD adalah 35 menit pembelajaran tidak
kompetensi dasar dari
yang berlaku Untuk SMP adalah 40 menit kompetensi sikap, memenuhi alokasi
Untuk SMA adalah 45 menit pengetahuan dan waktu yang
ditentukan.
Untuk SMK adalah 45 menit keterampilan yang
diharapkan pada siswa
tidak dapat tercapai
dengan optimal.
2. Beban belajar per minggu dialokasikan sebagai
Beban tugas siswa
berikut:
menumpuk.
Kelas I : 30 jam pelajaran
Kelas II : 32 jam pelajaran
Pendalaman materi
Kelas III : 34 jam pelajaran
dilakukan monoton
Kelas IV, V, dan VI : 36 jam pelajaran
searah.
Kelas VII, VIII dan IX : 38 jam pelajaran
Kelas X : 42 jam pelajaran
Kelas XI dan XII : 44 jam pelajaran
Kelas X, XI dan XII (SMK) : 48 jam pelajaran

3. Beban Belajar per semester dialokasikan sebagai


berikut:
Kelas I, II, III, IV, V ; 18-20 minggu
Kelas VI : 18 20 minggu (Ganjil)
: 14 16 minggu (Genap)
Kelas VII dan VIII : 18 20 minggu
Kelas IX : 18 20 minggu (Ganjil)
: 14 16 minggu (Genap)
Kelas X dan XI : 18 20 minggu
Kelas XII : 18 20 minggu (Ganjil)
: 14 16 minggu (Genap)

4. Beban Belajar per tahun dialokasikan 36-40


minggu
5. Sekolah dapat menambah beban belajar 2 (dua)
jam per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar
siswa dan/atau kebutuhan akademik, sosial, bu-
daya, dan faktor lain yang dianggap penting.

3.2 Sekolah mengatur


1. Bentuk pendalaman materi yang diatur berupa Mata pelajaran tersebut Kompetensi
beban belajar
bedasarkan bentuk kegiatan pengarahan ma- teri, penugasan tidak mengandung aspek pedagogik pendidik
pendalaman materi terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. kurikulum. belum optimal.

Semua guru yang


2. Terdapat kegiatan penugasan terstruktur berupa ada di lingkungan
Tidak ada kompetensi
pendalaman materi pembelajaran oleh siswa sekolah
lulusan yang dicapai siswa Pendidik tidak Pendidik
yang dirancang oleh pendidik dan waktu
saat mendalami mata menyusun sendiri melakukan
penyelesaian ditentukan oleh pendidik.
pelajaran tersebut. rencana peningkatan
kemampuan
3. Terdapat kegiatan mandiri tidak terstruktur pembelajaran.
melalui mengikuti
berupa pendalaman materi pembelajaran oleh diklat atau seminar
siswa yang dirancang oleh pendidik dan waktu Minat dan bakat siswa tentang
penyelesaiannya diatur sendiri oleh siswa. tidak tersalurkan dengan Bentuk kompetensi
baik. pendalaman materi kemampuan yang
4. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan
yang diketahui dimiliki
mandiri untuk SD, paling banyak 40% dari waktu pendidik terbatas.
kegiatan tatap muka mata pelajaran yang ber-
sangkutan.
5. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan
mandiri untuk SMP, pal- ing banyak 50% dari
waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang
ber- sangkutan.
6. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan
mandiri untuk SMA/SMK, maksimal 60% dari
waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran.
3.3 Sekolah
menyelenggarakan aspek Bukan merupakan
kurikulum pada muatan mata pelajaran
lokal 1. Menyelenggarakan minimal 2 dari 4 aspek yang
wajib sehingga
disediakan untuk mata pelajaran seni budaya,
kurang
prakarya, dan kewirausahaan. diprioritaskan.
2. Siswa mengikuti salah satu aspek yang disediakan
untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat
diganti setiap semester.

Bidang Kesiswaan,
beserta guru yang
3.4 Sekolah melaksanakan 1. Menyediakan layanan ekstrakurikuler wajib yaitu bertugas sebagai
Pendidik yang
kegiatan pengembangan pendidikan kepramukaan pembina
memiliki
diri siswa 2. Menyediakan layanan ekstrakurikuler pilihan Melakukan ektrakurikuler
kompetensi sesuai
meliputi : pelatihan kepada
bidang pembinaan pembina pembina
Usaha Kesehatan
siswa terbatas. ekstrakurikuler
Sekolah (UKS),
Palang Merah
Remaja (PMR), Dana sekolah
Kelompok Ilmiah untuk
Remaja (KIR), menyediakan
tenaga
olah raga,
pembimbing ekstra
kesenian,
kurikuler terbatas
pembinaan
kegiatan
keagamaan,dan
lainnya sesuai
dengan kondisi
dan potensi
sekolah.
3. Menyediakan bimbingan karier