Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

MASALAH INDIVIDU, KELUARGA, DAN


MASYARAKAT

Dosen : Engrina Fauzi, S.H., M.H.

Disusun oleh kelompok II :

- Yulia Mahdalena (1611112023)


- Muhazil (1611112027)
- Nadiya (1611112049)
- Jefry (1611112017)

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

TAHUN AJARAN 2016/2017


KATA PENGANTAR

Kami bersyukur atas berkat, rahmat, dan hidayah Allah SWT karena atas petunjuk-
Nya, kami dapat membuat makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen
pengajar dan semua yang telah membantu dalam membuat makalah ini.

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai masalah dalam lingkup individu,
keluarga, dan masyarakat beserta dengan solusi yang dapat membantu penyelesaian masalah
tersebut. Makalah ini disajikan secara lengkap dan jelas sehingga mudah dipahami oleh yang
membacanya.

Dengan membaca makalah ini diharapkan dapat mengetahui berbagai masalah dalam
lingkup individu, keluarga, dan masyarakat. Makalah ini dibuat dengan sebaik-baiknya
sehingga apabila pembaca menemui kesalahan atau kekurangan, kami dengan senang hati
terbuka menerima kritikan, teguran, dan saran demi kemajuan makalah ini.

Padang, September 2016

Penulis

Kelompok 2
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Sebagai seorang manusia hendaknya kita mengetahui bahwa Allah SWT menciptakan
manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu kami mencoba untuk mengingatkan kembali
akan pentingnya bermasyarakat karena manusia adalah makhluk sosial.
Manusia sebagai makhluk individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya
manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau
berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat merupakan wadah berkumpulnya
individu-individu yang hidup secara sosial, masyarakat terdiri dari Saya, Anda dan
Mereka yang memiliki kehendak dan keinginan hidup bersama. Kita tahu dan menyadari
bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan
kewajibannya dalam setiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem
sosial yang ada.

INDIVIDU KELUARGA MASYARAKAT

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu individu, masalahnya, dan solusinya ?
2. Apa itu Keluarga, masalahnya, dan solusinya ?
3. Apa itu Masyarakat, masalahnya, dan solusinya ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa itu individu, masalahnya, dan solusinya
2. Untuk mengetahui apa itu Keluarga, masalahnya, dan solusinya
3. Untuk mengetahui apa itu Masyarakat, masalahnya, dan solusinya
BAB II

PEMBAHASAN

A. Individu

Individu berasal dari kata latin, individuum yang artinya tak terbagi. Kata individu
merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan
terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi
melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian
pendapat Dr. A. Lysen.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri.
Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan
hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara
individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.
2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-
benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan.
3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri,
mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat
untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup
berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun
inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang
sering disebut masyarakat.

Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah
lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum.
Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai
kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa
manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang
ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.
Dalam perkembangannya setiap individu mengalami dan dibebankan berbagai
peranan, yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesama manusia.
Sering terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya
bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun setiap warga masyarakat
yang namanya individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari
perilaku sosial masyarakatnya. Keberhasilan dalam menyesuaikan diri atau memerankan diri
sebagai individu dan sebagai warga bagian masyarakatnya memberikan konotasi maang
dalam arti sosial. Artinya individu tersebut telah dapat menemukan kepribadiannya atau
dengan kata lain proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya telah terbentuk.
Pada saat manusia berperan sebagai mahluk individu atau perseorangan berarti
seseorang tersebut dapat dikatakan hidup atau tinggal bersama individu yang lain dan
diartikan juga belum termasuk interaksi sosial dengan atau antar individu disekitarnya . Pada
saat seperti ini individu tersebut cenderung mengeluarkan kemampuannya untuk menghadapi
masalah yang dimiliki , sehingga tak jarang begitu banyak masalah-masalah baru yang timbul
akibat banyaknya pula cara menyelesaikan masalah yang berbeda dari masing-masing
individu.

Masalah Sosial dalam Lingkup Individu


Masalah sosial berimpitan dengan masalah pribadi. Penjelasannya sebagai berikut :
1. Masalah sosial yang dimaksud adalah masalah sosial yang menyangkut diri individu,
bukan masalah sosial kemasyarakatan. Masalah sosial yang dimaksud di dalam kajian
ilmu Sosiologi adalah masalah-masalah sosial yang timbul dalam kehidupan
bermasyarakat dan obyeknya adalah masyarakat, seperti pengangguran, kriminalitas,
kemiskinan, perbedaan strata ekonomi dan sosial dalam masyarakat. Sementara dalam
Bimbingan dan Konseling, obyek masalah sosial adalah individu manusia dalam
hubungannya dengan individu lain.
2. Masalah sosial individu bersumber dari Masalah pribadi individu.
Jika dipahami bahwa masalah sosial berkenaan dengan individu. Maka, lahirnya
masalah sosial dalam individu pada dasarnya merupakan efek atau pengaruh dari
masalah pribadi yang terjadi dalam diri individu tersebut. Misalnya, individu yang
mengalami masalah pribadi disebabkan orang tuanya dirumah tidak harmonis, individu
tersebut menampakkan gejala-gejala perilaku pendiam dan murung saat di sekolah dan
ketika bergaul dengan teman-teman. Gejala itu kemudian menahun dan menjadi
sebuah masalah sosial yaitu mengucilkan diri dari pergaulan dengan teman-temannya.
Dapat dilihat disini bahwa sumber utama masalah sosial yang dialami individu adalah
masalah pribadi.
Berikut adalah contoh masalah yang muncul :

1. Masalah antara dua orang


Masalah seperti ini mungkin setiap orang pernah mengalaminya , masalah ini
sering dipicu karena hal kecil kita ambil contoh seperti ini , mungkin karena masalah
yang dihadapi oleh individu A belum selesai sepenuhnya tiba-tiba individu B datang
tentu dengan pembawaan yang berbeda sehingga individu A yang merasa bahwa
masalahnya belum selesai merasa terusik dan individu B juga merasa demikian
sehingga terjadilah kesalah pahaman yang dapat menimbulkan perkelahian .

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa setiap individu memiliki masalahnya
masing-masing dan memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalahnya tersebut
sehingga dari cara yang berbeda tersebut terkadang dapat membuat individu lain merasa
terganggu karena pastinya tiap individu selalu menganggap bahwa cara yang dia lakukan
adalah benar.

Jika menyangkut dengan individu berarti menyangkut juga privasi/rahasia pribadi


seseorang sehingga untuk mencari solusi dari masalah diatas adalah kesadaran dari masing-
masing individu bahwa dalam hidup bermasyarakat diperlukannya rasa tenggang rasa dan
gotong royong terhadap sesama sehingga jika seseorang individu melakukan
perkelahian,tawuran dan perang di negara ini dapat diakatakan perilaku tersebut adalah
perilaku melanggar hukum dan pantas diberikan sanksi sesuai dengan hukum dan ketentuan
yang berlaku di indonesia .

Dengan demikian, pada bidang sosial, individu lebih dihadapkan pada cara untuk
mengembangkan diri individu menjadi manusia seutuhnya. Baik secara konseling
perseorangan (individual) maupun secara kelompok. Individu lebih dibekali seperangkat cara
(metode) untuk memecahkan permasalahannya sendiri ketimbang mencari pemecahan atas
masalah individu.
Hal ini yang membedakan layanan pribadi dengan layanan sosial. Ada 5 bagaimana (cara),
yang merupakan bahasan dari layanan bidang sosial antara lain:
1. Bagaimana individu dapat menempatkan diri dalam lingkungan sosial. Individu
sebagai makhluk sosial, sehingga konseli ditumbuhkan pemahamannya mengenai
hakekat kemanusiaannya.
2. Bagaimana individu bersikap baik dan semestinya terhadap lingkungan sosial
menurut standar moral, hukum dan agama yang berlaku setempat. Misalnya sopan
santun, tata krama, rasa menghormati dan menghargai orang lain.
3. Bagaimana mendidik perilaku individu yang tidak normative menjadi lebih normatif.
4. Bagaimana agar individu tersebut dapat belajar dari lingkungan sosialnya, yang baik
diambil, yang jelek dibuang.
5. Bagaimana individu tersebut dapat memahami perbedaan lingkungan sosial budaya,
mengenal perbedaan lingkungan budaya yang multikultural dan dapat menyesuaikan
diri baik dalam lingkungan yang berbeda maupun dnegan orang yang mempunyai
latar belakang budaya yang berbeda dengan dirinya.

2. Keluarga

Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama
sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah,
ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh
seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk.
Keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak biasanya di sebut dengan keluarga inti.
Keluarga ini memiliki fungsi dimana individu-individu itu pada dasarnya dapat menikmati
bantuan utama dari sesamanya,serta keamanan dalam hidupnya.
Namun menurut sebagian masyarakat bahwa yang disebut keluarga tidak hanya terdiri
dari ayah, ibu dan anak akan tetapi orang yang hidup serumah bisa saja di sebut keluarga
dengan ada atau tidaknya hubungan darah.
Dalam suatu keluarga, apa lagi keluarga itu tidak terdiri dari ayah-ibu dan anak masih
ada orang lain yang hidup bersama dalam satu rumah, maka dirasa cukup rawan konflik. Ini
tentunya dalam keluarga tersebut ada aturan-aturan tertentu yang harus di patuhi, namun
belum tentu diterima oleh anggota di keluarga inti.
Namun di dalam kehidupan keluarga tentu saja ada hambatan atau masalah-masalah
dalam menjalankannya dan itu tidak dapat dipunkiri lagi. Masalah-masalah ini terjadi karena
disebabkan adanya unsur atau aturan-aturan tertentu yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya. Sehingga dampak yang terjadi adalah rasa kekecewaan dan penyesalan. Masalah
sosial dalam keluarga dapat diklasifikasikan atas dasar faktor ekonomi, faktor biologis, dan
faktor psikologi.
Berikut adalah penjelasannya :
1. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi biasanya menjadi masalah utama dalam keluarga. Misalnya kemiskinan,
yang sampai saat ini masih sulit diberantas oleh negara kita ini. Karena kemiskinan orang rela
melakukan apa saja demi mendapatkan sesuap nasi untuk bertahan hidup. Dan pada akhirnya
bisa menjerumuskan dirinya pada tindakan kriminal. Lalu bagi mereka yang memiliki
pekerjaan tetapi masih sulit untuk memenuhi kebutuhannya karena pendapatannya yang
rendah. Dalam masalah ini setiap orang harus berfikir positif dan meningkatkan keahliannya
dalam pekerjaan.
2. Faktor Biologis
Masalah yang ada dalam faktor biologis adalah masalah perceraian. Sedangkan perceraian itu
dapat memberikan dampak negatif dan merugikan orang lain. Contohnya orang tua yang
bercerai akan memberikan dampak bagi sang anak. Apalagi dimana sang anak belum
mengerti apa-apa. Ini dapat menimbulkan pertanyaan bagi sang anak, kenapa orang tuanya
bercerai. Dalam masa ini sang anak seharusnya mendapatkan kasih sayang dari kedua orang
tuanya. Bagi para orang tua masalah ini seharusnya diperhatikan, agar tidak berdampak buruk
pada kepribadian sang anak.
3. Faktor Psikologi
Faktor psikologi sangat erat kaitannya dengan masalah anak. Contohnya sifat otoriter orang
tua. Ini dapat memberikan tekanan mental dan ketakutan bagi sang anak. Dalam keluarga,
orang tua memiliki peran utama untuk membentuk kepribadian pada anak yang bertujuan
untuk menghasilkan kepribadian yang baik. Sifat otoriter yang berlebihan akan menimbulkan
konflik dalam diri anak, terutama di dalam masyarakat modern yang semakin dinamis, anak
tidak dapat membentuk sikap mandiri dalam bertindak sesuai dengan peranan yang harus di
jalankan. Bila peran orang tua tidak berjalan sesuai dengan semestinya, maka dapat
menimbulkan sang anak untuk terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif atau menyimpang.
Oleh karena itu, sebaiknya sang anak harus diberikan pengertian yang mendalam untuk
memiliki pergaulan yang bersifat positif.
Pada dasarnya masalah-masalah sosial dalam keluarga timbul karena didalam diri kita
tidak dapat berfikir jernih dan positif dan lebih mementingkan ego dalam diri kita.

Berikut adalah contoh masalah yang timbul dalam keluarga :

Pada saat seseorang mengalami masalah dengan orang lain dalam keluarga maka ia
cenderung akan menceritakan dan meminta bantuan kepada anggota keluarga yang lain untuk
meyelesaikan atau minimal memberikan solusi akan masalahnya. Contoh : Jika seorang adik
memiliki masalah dengan sang kakak maka biasanya sang adik akan sangat terbuka
menceritakan maslahnyanya tersebut kepada anggota keluarga yang lain dalam hal ini adalah
Ayah, Ibu atau anggota keluarga lainnya untuk sekedar menacerikan solusi yang terbaik agar
masalah yang ada tidak berlarut-larut.

Pada kehidupan keluarga inti terdapat berbagai macam norma atau aturan yang
terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu seperti: keagamaan, sopan santun (tata karma),
sosialisasi, pendidikan, kejujuran dan lainnya.
Ada beberapa faktor dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas,
antara lain :
1. Agama
Agama adalah sikap masyarakat atau kelompok manusia terhadap kekuasaan
dan kekuatan mutlak yang dianggap atau diyakini sebagai suatu yang menentukan
atau berperan menentukan kepentingan nasib sekelompok manusia itu sendiri.
Dalam kehidupan manusia, khususnya masyarakat Indonesia agama
merupakan salah satu unsur yang sangat penting. Hal itu terbukti dengan di
masukkannya keTuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dalam Pancasila, yang
merupakan dasar Negara. Ini menujukan bahwa masyarakat Indonesia menghargai
suasana kehidupan yang bersifat keagamaan.
2. Tata karma.
Tata karma atau sering pula yang disebut sopan santun adalah aturan yang
berlaku dalam kehidupan atau pergaulan dalam masyarakat, yang sudah berlaku
secara turun temurun. Dengan adanya tata krama dan sopan santun yang baik dalam
pergaulan di masyarakat diharapkan akan tercipta suatu ketenangan dan ketentraman
hidup.
Di sini orang tua punya peranan yang sangat penting, orang tua dianggap
sebagai tuntunan atau panutan dari anak-anaknya. Dalam menanamkan nilai-nilai tata
krama para orang tua sering menemui hambatan, antaranya adanya pandangan dari
generasi muda, bahwa nasehat orang tua sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan masa
sekarang.
Anggapan seperti itu sungguh sangat memprihatinkan, karena bila nasehat
orang tua sudah tidak di dengar atau di perhatikan anak, anak cenderung lepas
kendali, dan bisa berbuat semaunya sendiri.
3. Perlindungan.
Dalam kehidupan di masyarakat, keluarga merupakan tempat berlindung yang
pertama kali dan paling penting bagi anggotanya. Secara sosial budaya keluarga
sebagai pelindung pertama bagi anak-anaknya. Anak selalu dididik, diarahkan dan
dilindungi dari pengaruh linkungan khususnya yang negatif bagi perkembangan
jiwanya. Sementara secara fisik keluarga berusaha melindungi atau menghindarkan
anak-anak dari serangan penyakit yang dapat mengakibatkan terganggunya
perkembangan fisik atau bahkan merenggut jiwanya.
Perlindungan non fisik bagi perkembangan anak menurut sebagian besar
masyarakat memang diperlukan.hal ini dikarenakan jika tidak dibekali dari awal
tentang masalah-masalah sosial yang nantinya di hadapi dalam pergaulan di
masyarakat, mereka khawatir anaknya cenderung terpengaruh perilaku yang negatif.
Perlindungan bagi anak-anak sangat penting dalam kehidupan suatu keluarga, dalam
satu kehidupan harus ada keterbukaan supaya anak mempunyai keberanian meminta
atau mengemukakan masalah yang sedang di hadapinya.
4. Keharmonisan.
Harmonis sama dengan selaras atau serasi. Keselarasan atau keserasian
hubungan antar individu didalam satu keluarga yang terdiri dari beberapa individu
merupakan suatu cita-cita setiap orang dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.
Namun demikian untuk mencapai nilai ideal seperti diatas kiranya tidaklah mudah.
Sebab bagaimanapun dalam kehidupan keluarga tidak akan lepas sama sekali dari
permasalahan atau konflik. Hanya saja tinggal bagaimana keadaan konflik tersebut,
apakah hanya temporer dan mampu diatasi atau sering bahkan menjurus ke
perpecahan.
Untuk itu setiap anggota keluarga diharapkan mampu melakukan komunikasi
dan mau menghargai serta saling pengertian. Yang lebih penting adalah kedekatan
hubungan orang tua dengan anak yang dibutuhkan anak bukan pemenuhan materi,
namun pemenuhan perhatian, kasih sayang yang diberikan orang tua kepada dirinya.
5. Reproduksi
Mempunyai anak merupakan dambaan dan prestise setiap orang yang sudah
berkeluarga. Baik orang yang tinggal di desa maupun di kota bila sudah berkeluarga
anak selalu di tunggu kehadirannya. Dengan demikian tujuan utama orang ingin
mempunyai anak adaalah alasan emosional. Banyak orang mengganggap kehadiran
anak akan menambah (memberi) suasana hangat dalam suatu keluarga. suasana
kehangatan tersebut mengakibatkan keadaan terasa damai dan tentram. selain itu
masyarakat juga beranggapan ,anak merupakan jaminan bagi hari tua mereka. Kecuali
itu ada alasan lain pada segi ekonomi, yakni mungkin untuk melibatkan sebayak
mungkin anggota keluarga dalam berbagai aktivitas dalam rangka mencukupi
kebutuhan hidup.
Apa yang dikemukakan di atas seperti mempunyai anak dalam jumlah yang
banyak, pada saat ini rupanya sudah mulai di tinggalkan. Selain adanya anjuran
pemerintah agar pasangan usia subur (PUS) megikuti program keluarga berencana (
KB), ada beberapa alasan mengapa mereka menghendaki keluarga kecil yaitu hanya
dua atau tiga anak saja. memang pada masa dulu banyak anak dapat meningkatkan
gengsi, tetapi sekarang zamannya sudah terbalik. Dengan alasan-alasan tertentu orang
tidak lagi mengiginkan anak banyak. untuk membatasi jumlah anak dalam satu
keluarga, maka banyak pasangan suami istri yang mengikuti program KB. Anak
merupakan karunia atau titipan tuhan yang diberikan kepada manusia (orang tua).
Dengan demikian kehadiran anak di tengah keluarga tentunya harus disyukuri. Oleh
karena merupakan titipan, maka kita harus menjaga dan merawatnya sebaik mungkin,
harus bertanggung jawab atas keselamatannya baik di dunia maupun di akhirat.
6. Sosialisasi dan pendidikan
Sosialisasi dan pendidikan ini menjadi fungsi yang sangat penting, pendidikan
selain digunakan sebagai sarana mencari lapangan kerja, juga dapat berfungsi sebagai
modal pergaulan dalam kehidupan di masyarakat, serta melatih anak agar lebih
bertanggung jawab atau lebih mampu mandiri.
Seseorang disadarkan akan adanya hubungan peran tersebut, karena proses
sosialisasi yang sudah berlangsung sejak masa anak-anak, yaitu suatu proses dimana
dia belajar mengetahui apa yang dikehendaki oleh aggota keluarga lain, yang akhirnya
menimbulkan kesadaran tentang kebenaran yang dikehendaki. Karya etika dan moral
yang tertua, menerangkan bahwa masyarakat kehilangan kekuatan jika anggotanya
gagal dalam melaksanakan tanggung jawab keluarganya.

C . Masyarakat

Jika individu merupakan perseorangan dan keluarga merupakan kumpulan individu


yang memiliki hubungan darah maka masyarakat merupakan kumpulan individu yang
menjadi satu baik yang memiliki hubungan darah atau tidak karena menetap disuatu wilayah
sehingga terjalin sebuah interaksi sosial didalamnya .

Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang
berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.

Dalam ilmu sosiologi kita mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat
paguyuban dan masyarakat petambayan. Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi
antara anggota-anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka. Kalau pada
masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angotanya.
Unsur-Unsur Masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :
1. Berangotakan minimal dua orang.
2. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
3. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang
saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota
masyarakat.
4. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu
sama lain sebagai anggota masyarakat.

Masalah Sosial dalam Lingkup Masyarakat


Masalah sosial merupakan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Masalah sosial
merupakan suatu keadaan di masyarakat yang tidak normal atau tidak semestinya. Masalah
sosial dapat terjadi pada masyarakat di pedesaan maupun di perkotaan. Keadaan masyarakat
di pedesaan dan di perkotaan tentu berbeda. Pada umumnya masyarakat pedesaan masih
memegang erat nilai-nilai kerukunan, kebersamaan dan kepedulian. Sehingga tidak heran
sering kita jumpai adanya kerja bakti, saling memberi dan menolong. Sedangkan masyarakat
di kota hidup dalam suasana egois, individu (sendiri-sendiri), kurang akrab serta kurang
rukun. Kehidupan semacam ini sebenarnya merupakan salah satu masalah sosial di wilayah
tersebut. Saat ini di negara kita masih banyak kita jumpai permasalahan sosial, antara lain
sebagai berikut :
1. Kebodohan
Salah satu akibat bila kita bodoh adalah mudah diperalat orang lain. Kita juga akan
sulit meraih cita-cita yang tinggi. Kebodohan terjadi karena tidak memiliki
pendidikan atau pendidikannya rendah. Di negara kita ternyata masih banyak orang
yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah sekolah sama sekali. Masih ada
orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Hal ini antara lain disebabkan oleh
kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan tidak meratanya pendidikan di
Indonesia. Kamu mungkin beruntung bisa menikmati bangku sekolah dengan mudah.
Sekolahnya mudah dijangkau dan fasilitasnya lengkap. Saudara-saudara kalian ada
yang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya. Mereka bahkan harus bekerja
membantu orang tuanya agar tetap bisa makan. Ada pula saudara kalian yang
kesulitan untuk bisa sekolah karena tempatnya yang jauh dan hanya bisa ditempuh
dengan jalan kaki. Itupun sekolahnya juga masih sangat sederhana. Fasilitasnya juga
masih sangat terbatas.
2. Pengangguran
Pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja dan tidak mendapatkan
penghasilan. Jumlah pengangguran semakin banyak karena jumlah lulusan sekolah
lebih banyak dari pada jumlah lapangan pekerjaan. Selain itu para pengusaha
dihadapkan pada persoalan kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak yang
mahal. Hal itu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tutup dan bangkrut, atau
setidaknya mengurangi jumlah karyawannya. Kamu bisa membayangkan jika orang
tuamu tidak lagi bekerja dan tidak punya penghasilan. Apa yang akan terjadi?
Tentunya keluargamu akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup baik makan,
pakaian, biaya sekolah serta kebutuhan yang lainnya. Itulah sebabnya pengangguran
dapat menimbulkan permasalahan sosial lainnya. Seperti kemiskinan, kejahatan,
perjudian, kelaparan, kurang gizi bahkan meningkatnya angka bunuh diri.
3. Kemiskinan
Semakin banyak dan semakin lama orang menganggur menyebabkan kemiskinan. Di
Indonesia jumlah rakyat miskin masih cukup banyak, walaupun pemerintah telah
berupaya mengatasinya. Orang yang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan
pokoknya seperti pangan, sandang dan papan. Kemiskinan dapat menyebabkan
berbagai permasalahan sosial yang lain, seperti kejahatan, kelaparan, putus sekolah,
kurang gizi, rentan penyakit dan stress.
Apa penyebab dari kemiskinan? Kemiskinan bisa disebabkan oleh dua hal. Yakni dari
dalam diri seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Faktor internal antara
lain karena pendidikan yang rendah, tidak memiliki keterampilan dan karena sifat
malas. Sedangkan faktor eksternal antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi
negara yang buruk, harga-harga melambung tinggi dan kurangnya perhatian
pemerintah terhadap ekonomi masyarakat indonesia.
4. Kejahatan
Kejahatan sering disebut sebagai tindak kriminal atau perbuatan yang melanggar
hukum. Pengangguran dan kemiskinan dapat menyebabkan tindak kejahatan. Jika
tidak dilandasi keimanan dan akal sehat, penganggur mengambil jalan pintas untuk
mengatasi kemiskinannya. Banyak cara keliru yang dijalani misalnya melakukan judi,
penipuan, pencurian, pencopetan, perampokan hingga pada pembunuhan. Yang stress
dan tidak kuat bisa kemudian minum-minuman keras atau memakai narkoba. Namun
ternyata kejahatan tidak hanya karena miskin. Banyak orang-orang yang sebenarnya
sudah mapan hidupnya melakukan kejahatan. Korupsi, Yakni mencuri sesuatu yang
bukan haknya dengan cara-cara tertentu. Contohnya adalah mengambil sebagian dana
yang mestinya untuk korban bencana alam.
5. Pertikaian
Pertikaian bisa disebabkan banyak hal, antara lain karena salah paham, emosi yang
tidak terkendali atau karena memperebutkan sesuatu. Sesuatu yang diperebutkan
dapat berupa suatu prinsip, seseorang atau suatu barang. Pertikaian dapat terjadi di
dalam suatu keluarga atau di masyarakat. Pertikaian yang tidak segera diselesaikan
bisa berakibat fatal. Suatu pertikaian bahkan dapat menimbulkan korban jiwa.
Masyarakat yang didalamnya terdapat pertikaian atau konflik menyebabkan suasana
tidak aman dan nyaman.
6. Kenakalan remaja
Kebut kebutan bagi mereka sendiri sangat berbahaya yakni dapat
menimbulkan kecelakaan. Di samping itu juga mengganggu dan membahayakan
orang lain. Kenakalan remaja dapat berbentuk lain seperti coret-coret dinding di jalan,
minum-minuman keras, berdandan yang tidak semestinya ataupun menggunakan
narkoba.
Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut:
a. Kurangnya perhatian dari orang tua
b. Pengaruh lingkungan pergaulan
c. Kurang mantapnya kepribadian diri
d. Jauh dari kehidupan beragama

SOLUSI PEMECAHAN MASALAH SOSIAL


Mengatasi masalah sosial bukanlah perkara yang mudah. Pemerintah selalu berusaha
mengatasi berbagai masalah sosial dengan melibatkan peran serta tokoh masyarakat,
pengusaha, pemuka agama, tetua adat, lembaga-lembaga sosial dan lain-lainya. Kamu pun
sebenarnya dapat
berperan serta dalam mengatasi masalah sosial tersebut. Tentu saja sesuai dengan
kemampuanmu masing-masing. Berikut ini beberapa contoh upaya yang telah dilakukan oleh
pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial:

1. Pemberian kartu askes


Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) diberikan kepada keluarga miskin. Kartu Askes kadang
disebut Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin). Dengan kartu Askes. keluarga
miskin dapat berobat di rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan atau gratis.

2. Pemberian beras untuk masyarakat miskin (Raskin)


Raskin merupakan program pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan
harga yang sangat murah. Dengan raskin diharapkan masyarakat yang termasuk keluarga
miskin dapat memenuhi kebutuhan pangannya.

3. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS)


BOS diberikan kepada siswa-siswi sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA.
Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan. Sekarang juga sudah dilakukan program
BOS buku. Yakni program penyediaan buku pelajaran bagi siswa sekolah. Dengan BOS buku
diharapkan orang tua tidak lagi dibebani biaya membeli buku pelajaran untuk anaknya yang
sekolah.

4. Sekolah terbuka
Sekolah terbuka merupakan sekolah yang waktu belajarnya tidak terlalu padat dan terikat.
Sekolah terbuka diperuntukkan bagai siswa yang kurang mampu. Dengan sekolah terbuka
siswanya dapat sekolah meskipun sudah bekerja.

5. Program pendidikan luar sekolah


Pendidikan luar sekolah biasanya berupa kursus-kursus seperti menjahit, perbengkelan
ataupun komputer. Pemerintah mengadakan program pendidikan luar sekolah agar anak-anak
yang tidak sekolah atau putus sekolah dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.

6. Pemberian Bantuan Tunai Langsung (BTL)


BTL diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan. BTL merupakan dana
kompensasi/pengganti kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM).

7. Pemberian bantuan modal usaha


Bantuan modal usaha diberikan kepada masyarakat miskin yang akan mengembangkan atau
memulai suatu usaha. Biasanya untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan modal usaha ini
adalah dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Selain berbagai
bantuan dari pemerintah, ada juga pihak-pihak lain yang juga turut membantu mengatasi
masalah sosial, antara lain :
1. Menjadi orang tua asuh bagi anak sekolah yang kurang mampu.
2. Para tokoh agama memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam
menghadapi masalah sosial.
3. Para pengusaha dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lain memberikan
bantuan, beasiswa, modal usaha, penyuluhan, dan pendidikan.
4. Lembaga-lembaga dari PBB seperti UNESCO, UNICEF dan WHO memberikan
bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah sosial.
5. Organisasi pemuda seperti karang taruna dan remaja masjid mendidik dan
mengarahkan para pemuda putus sekolah untuk berkarya. Sehingga ikut mengatasi
masalah pengangguran.
6. Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan
berbagai penyuluhan, bakti sosial ataupun melatih keterampilan.
7. Menahan ego pada diri kita dalam kehidupan di keluarga Upaya ini dilakukan agar
masalah yang dihadapi dapat selesai secara baik-baik.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan
Manusia berasal dari individu yang berkembang menjadi keluarga dan membaur
menjadi masyarakat dan terjalin menjadi suatu kesatuan sosial yang konkrit dan saling
membutuhkan.

Dapat disimpulkan bahwa upaya pemecahan masalah sosial sebagai muara penanganan
sosial juga dapat berupa suatu tindakan yang dilakukan bersama oleh individu, keluarga dan
masyarakat untuk mewujudkan suatu perubahan yang sesuai yang diharapkan. Tindakan
kolektif dapat dilakukan oleh individu, keluarga dan masyarakat untuk melakukan perubahan
menuju kondisi yang lebih sejahtera.

2. Saran
Kita sebagai warga masyarakat haruslah mengetahui hal-hal yang dapat terjadi dalam
masyarakat, baik itu masalah individu, keluarga, maupun masyarakat serta kita harus tau
solusi yang tepat untuk penyelesaian masalah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

http://igunsetiono.blogspot.com/2011/12/masalah-masalah-sosial-yang-ada-dalam.html
http://id.shvoong.com/books/1866293-masalah-sosial-dan-upaya-pemecahannya

http://thomfilezone.blogspot.com/2011/10/apa-itu-individu-keluarga-dan.html

http://wildaznov11.blogspot.com/search/label/Bhs.%20Indonesia

http://sujitoblog.com/opini/pengertian-individu.htm

http://organisasi.org/pengertian-masyarakat-unsur-dan-kriteria-masyarakat-dalam-
kehidupan-sosial-antar-manusia