Anda di halaman 1dari 4

A.

PENDAHULUAN
Media merupakan salah satu isu penting dalam proses pembelajaran. Media juga
merupakan pranal utama dalam menjembatani pembelajar dengan pusat serta sumber
belajar. Media seringkali menjadi sandaran utama dalam proses pembelajaran
konvensional, strategi pembelajaran langsung berpusat pada seorang guru didepan siswa
dimana guru menjadi sumber sekaligus pusat pembelajaran.
Namun perkembangan yang kita alami saat ini dan mungkin juga dimasa mendatang,
selalu dihadapkan pada perubahan dengan rotasi yang sangat cepat. Perkembangan
teknologi infirmasi dan komunikasi

Penggunaan media sangat diperlukan dalam pembelajaran fisika karena banyak fenomena dan
gejala alam yang tidak bisa disajikan dan dipahami dengan baik oleh siswa tanpa adanya media,
misalnya pergerakan benda. Pada umumnya pembelajaran fisika masih banyak menggunakan media
konvensional (papan tulis, dan OHP). Seiring dengan berkembangnya teknologi media dan komputer,
media pembelajaran konvensional tersebut kurang menarik perhatian dan minat siswa.

Menurut Arsyad (2002) bahwa Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan
kegiatan pembelajaran dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Minat memberikan
sumbangan terbesar terhadap keberhasilan belajar siswa. Bahan pelajaran, pendekatan ataupun
metode pembelajaran dan media pembelajaran yang tidak sesuai dengan minat siswa menyebabkan
prestasi belajar tidak optimal. Tingginya minat belajar siswa dipengaruhi semangat belajar yang tinggi
pula. Untuk itu diperlukan suatu multimedia pembelajaran interaktif yang dapat menampilkan
informasi, pesan atau isi pelajaran.
Ariani (2010) menjelaskan bahwa Multimedia adalah perpaduan antara berbagai media yang
berupa teks, gambar, grafik, sound, animasi, dan video yang digunakan untuk menyampaikan pesan
kepada publik. Dengan multimedia interaktif hal yang abstrak bagi siswa dapat ditampilkan ke hadapan
siswa sehingga dapat menarik perhatian dan minat siswa melalui bentuk animasi tersebut tanpa
mengurangi fungsi media pembelajaran secara umum.

Salah satu software yang dapat membuat multimedia interaktif seperti video, animasi, gambar,
suara, dan sebagainya dengan cara yang mudah adalah adobe flash CS4 professional. Dengan demikian
software adobe flash CS4 professional ini dapat diterapkan untuk membuat multimedia pembelajaran
fisika interaktif, salah satu pokok bahasan dalam pelajaran fisika yang dapat dirancang dengan program
adobe flash CS4 Professional adalah dinamika partikel. Secara umum dinamika partikel meliputi:
formulasi hukum-hukum Newton, mengenal berbagai jenis gaya dan analisis kuantitatif masalah
dinamika partikel sederhana. Melalui animasi dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep
dinamika partikel.

BAB II

LANDASAN TEORI

1.1 Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti tengah,
perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan
dari pengirim kepada penerima pesan (Azhar Arsyad, 2011:3). Menurut Gerlach dan Ely
yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011), media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi dan kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Menurut Criticos yang dikutip oleh
Daryanto (2011:4) media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai
pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Association for Education and
Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang
dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Dari beberapa pengertian tersebut
maka pengertian media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai perantara
untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala
sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses
belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan,
manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk
menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.
Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media
pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar,
termasuk teknologi perangkat keras.

Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :


1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan
sejenisnya.

Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang menentukan hasil belajar.
Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk
meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3)
karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu
diperhatikan ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam
media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.

Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu :

1. Mempermudah proses belajar-mengajar.


2. meningkatkan efisiensi belajar-mengajar.
3. menjaga relevansi dengan tujuan belajar.
4. membantu konsentrasi mahasiswa.
5. Menurut Gagne : Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk
belajar.
6. Menurut Briggs : Wahana fisik yang mengandung materi instruksional.
7. Menurut Schramm : Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional.
8. Menurut Y. Miarso : Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa.

Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai
hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu
perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan,
situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media
yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat
dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media
pembelajaran tersebut.