Anda di halaman 1dari 2

Karena agregat yang dipakai tidak dalam kondisi jenuh permukaan kering (SSD), maka

jumlah bahan harus dikoreksi terhadao kadar air sesungguhnya :

1. Pasir
Kadar Air : 3,2 %
Resapan : 4 %
Perhitungan : (4 3,2) % x 684,36 kg = 5,48 Kg
Kekurangan Air sebesar 5,48 kg

2. Kerikil
Kadar Air : 3,5 %
Resapan : 2,20 %
Perhitungan : (3,5 2,20) % x 1190,59 kg = 15,48 kg
Kelebihan Air sebesar 15,48 kg

Berat
No Koreksi (di Massa Volume Prosentase
Bahan Massa (kg) Prosentase Volume
. jumlah) (kg) (L) (Vol.)
(kg/m)
1 Semen 377,55 377,55 1,00 1250 0,30 1,00
2 Pasir 684,36 -5,48 678,88 1,80 1450 0,47 1,57
3 Kerikil 1190,59 15,48 1206,07 3,19 1600 0,75 2,50
4 Air 185 5,48 - 15,48 175 0,46 1000 0,18 0,58
Jumlah 2437,5 2437,5 1,70
Celia Nindy C.
141910301091
Teknologi Bahan - C

Bahan Campuran Beton


Rencanakan proporsi bahan campuran beton dengan data sebagai berikut :
- Kuat tekan beton yang disyaratkan fc = 275 kg/cm
- Standar deviasi = 60 kg/ cm
Adukan beton akan dipakai untuk konstruksi bangunan dengan keadaan beton didalam tanah basah
dan kering berganti-ganti
- Agregat Kasar :
a. Jenis agregat = batu pecah
b. Ukuran agregat maksimum (dari analisa ayak) = 40 mm
c. Berat Jenis SSD = 2,68
d. Penyerapan = 2,20 %
e. Kadar Air = 3,5 %
f. Berat Isi = 1,6

- Agregat Halus
a. Jenis Agregat = Pasir Alami
b. Gradasi Agregat = Zona 2
c. Berat Jenis SSD = 2,72
d. Penyerapan = 4 %
e. Kadar Air = 3,2 %
f. Berat Isi = 1,45

- Slump = 80 120 mm
- Semen Portland
a. Jenis Semen = Semen Portland Type I
b. Berat Jenis = 3,15
c. Berat Isi = 1,25
Bentuk benda uji tekan = a. Silinder 15 x 30 cm