Anda di halaman 1dari 42

PENYUSUNAN STANDARISASI FASILITAS POS PENGAMATAN GUNUNG API

BADAN GEOLOGI KEMENTERIAN ESDM

I. Latar Belakang
A. Gambaran Umum
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi
memiliki peranan penting dalam aspek kegunungapian di Indonesia. Dalam hal ini,
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas penyiapan
penyusunan kebijakan teknis, norma, standar, prosedur, kriteria, rencana,
pelaporan, pengamatan, dan penetapan status, peringatan dini, rekomendasi
teknis mitigasi bencana Gunung Api, pelaksanaan penelitian, penyelidikan,
perekayasaan, Pengamatan, pemetaan tematik, pemodelan bahaya dan
penyebaran informasi kegunungapian di Indonesia.
Di Indonesia tersebar sebanyak 127 Gunung Api membentuk busur kepulauan
yang membentang dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku,
Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud. Sebanyak 76
Gunung Api dinyatakan sangat aktif ditandai pernah erupsi sejak tahun 1600
sampai sekarang disebut sebagai Gunung Api Tipe-A, tiga diantaranya berada di
bawah laut.
Erupsi Gunung Api dapat menyebabkan bencana bagi penduduk khususnya
yang bermukim dan beraktivitas di sekitar Gunung Api aktif. Dengan tingginya
risiko terjadinya bencana erupsi Gunung Api di Indonesia maka Badan Geologi
Kementerian ESDM telah membangun Pos Pengamatan Gunung Api dengan
tugas:
Mengoperasikan seluruh peralatan yang ada di Pos Pengamatan Gunung Api
setiap hari.
Mencatat data hasil pengamatan visual setiap hari.
Membaca data/mengoleksi hasil rekaman instrumen setiap hari.
Membuat/mengirimkan laporan harian ke PVMBG
Membuat laporan mingguan dikirimkan ke PVMBG, Camat, dan Lurah
setempat.
Membuat laporan bulanan dikirmkan ke PVMBG dengan tembusan Bupati,
Camat, dan Lurah setempat.

1
Memberikan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat yang bermukim di
sekitar gunung api yang diamatinya.
Melayani/memberikan informasi Kegunungapian kepada masyarakat yang
datang ke Pos Pengamatan Gunung Api.
Hingga saat ini hanya 69 Gunung Api yang di amati secara menerus melalui 75
Pos Pengamatan Gunung Api. Dalam perkembangannya, seluruh Pos
Pengamatan Gunung Api harus mampu mencerminkan fungsinya sebagai fasilitas
untuk mengamati, mengidentifikasi dan menginformasikan kepada masyarakat
mengenai aktivitas Gunung Api baik secara visual maupun instrumentatif.
Kegiatan pengamatan Gunung Api ini harus didukung oleh sarana dan prasarana
yang ideal seperti adanya signage yang representatif, bangunan induk yang tertata
seperti ruang tamu yang representatif, pembuatan pojok informasi yang dapat
menampilkan fakta-fakta mengenai Gunung Api, ruang Pengamatan, ruang arsip
dan lain sebagainya. Dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang ideal
maka pos Pengamatan Gunung Api dapat memberikan informasi yang lebih baik,
up-to date dan masyarakat terutama masyarakat sekitar akan merasa lebih
nyaman, aman dan terhindar dari bahaya letusan Gunung Api.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dilakukannya kegiatan Penyusunan Standarisasi Fasilitas
Pos Pengamatan Gunung Api adalah untuk mengoptimalkan kegiatan
pengamatan dan penyebaran informasi mengenai aktifitas Gunung Api yang
didukung oleh sarana dan prasarana yang ideal seperti adanya signage yang
representatif, bangunan induk yang tertata, ruang tamu yang representatif,
pembuatan pojok informasi yang dapat menampilkan fakta-fakta mengenai
Gunung Api, ruang Pengamatan, ruang arsip yang representatif dan lain
sebagainya

C. Sasaran
Sasaran dilakukannya kegiatan Penyusunan Standarisasi Fasilitas Pos
Pengamatan Gunung Api adalah seluruh Pos Pengamatan Gunung Api yang ada
di Indonesia di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM.

D. Manfaat
Apabila Standarisasi Fasilitas Pos Pengamatan Gunung Api kualitas telah
tersusun dan diterapkan di seluruh Pos Pengamatan Gunung Api maka manfaat-

2
manfaat seperti peningkatan kualitas kerja dan informasi informasi terkini
mengenai Kegunungapian dapat tersampaikan dengan lebih baik sehingga
masyarakat dapat terhindar dari resiko dan bahaya yang ditimbulkan dari letusan
Gunung Api.
II. Metode Pencapaian Tujuan

Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan pekerjaan sebagai berikut:

1. Melakukan pendataan dan dokumentasi fasilitas yang ada di lingkungan Pos


Pengamatan Gunung Api.
2. Menyiapkan desain pengingkatan fasilitas Pos Pengamatan Gunung Api.
3. Mengevaluasi kinerja dan kualitas fasilitas Pos Pengamatan Gunung Api.
III. Peningkatan Fasilitas
Berdasarkan hasil pengamatan dan pendataan pada beberapa Pos Pengamatan
Gunung Api maka dapat kami simpulkan:
1. Perlu perhatian khusus bagi pelaksanaan dan penganggaran kegiatan
perawatan dan pemeliharaan bangunan serta fasilitas Pos Pengamatan
Gunung Api sehingga fasilitas tetap terjaga dan tidak kotor, rusak atau terkesan
kumuh dan tidak terawat.
2. Perlu ada perbaikan / penggantian / penambahan fasilitas utama seperti
bangunan, pasokan listrik, air bersih, manajemen sampah serta pemutakhiran
peralatan pengamatan yang harus disesuaikan kembali dengan kondisi dari
masing-masing lapangan.
3. Perlu ada penyeragaman desain fasilitas pada Pos - Pos Pengamatan Gunung
Api seperti ruang tamu, pojok informasi, ruang pengamatan, ruang arsip, toilet,
signage, tempat parkir dan lain sebagainya
4. Perlu segera dilakukan pembinaan pada pengelolaan arsip seperti kertas
seismograf, surat masuk dan keluar serta pencatatan administrasi sehingga
perlu ada ruang penyimpanan arsip yang representatif
IV. Usulan Penanganan Permasalahan.
Agar dapat segera dilakukan percepatan dalam meningkatkan kualitas fasilitas
dan sarana prasarana di lingkungan Pos Pengamatan Gunung Api dengan
harapan dapat memberikan perubahan serta penyegaran bagi Pos - Pos
Pengamatan Gunung Api serta membuat rasa nyaman bagi para petugas
pengamat yang ditempatkan

3
Dalam upaya dimaksud dapat diusulkan untuk:
1. Menyusun dan menetapkan Standarisasi Bangunan dan Fasilitas Pos
Pengamatan Gunung Api serta Standarisasi Tata Kelola Pos Pengamatan
Gunung Api yang sederhana, ringkas, praktis dan taktis sehingga mudah
dimengerti dan dapat diaplikasikan di lapangan dengan cepat dan tanggap.
Standarisasi ini juga menjadi acuan dalam penghitungan biaya operasional.
2. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi harus menyusun
indikator kerja dari masing-masing Pos Pengamatan Gunung Api. Indikator
kerja ini akan digunakan untuk monitoring dan validasi mengenai kondisi
fasilitas di masing-masing Pos Pengamatan Gunung Api sehingga kualitas
dari masing-masing pos pengamatan dapat termonitor langsung oleh
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi setiap saat.
3. Pemberian pembinaan serta motivasi kepada para petugas Pos
Pengamatan Gunung Api agar lebih proaktif dalam menjaga serta merawat
bangunan serta fasilitas yang ada
V. Usulan Timeline Pelaksanaan Kegiatan.

Agar pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas pelayanan publik di


lingkungan Pos Pengamatan Gunung Api berjalan dengan efektif dan efisien maka
kami membentuk sebuah timeline yang menjadi acuan dalam mejalankan kegiatan
ini. Pelaksanaan kegiatan ini diatur melalui tahapan-tahapan pelaksanaan/
komponen masukan sebagai berikut:

4
Agustus September Oktober November Desember
No. Kegiatan PIC Keterangan
W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4
Penyusunan Standarisasi
Kepala
1 Fasilitas Pos Pengamatan
PVMBG
Gunung Api
Finalisasi Standarisasi
PVMBG, TA
2 Fasilitas Pos Pengamatan
Menteri ESDM
Gunung Api
Penyusunan Indikator Kerja Kepala
3
Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG
Dilaksanakan rutin
Kepala setiap bulan pada
4 Monitoring kondisi fasilitas
PVMBG tahun-tahun
berikutnya
Pemberian pembinaan dan
TA Menteri
5 motivasi untuk percepatan
ESDM
peningkatan fasilitas
PVMBG, TA
6 Rapat Progress
Menteri ESDM

PVMBG, TA
7 Rapat Evaluasi Progress
Menteri ESDM

PVMBG, TA
8 Rapat Evaluasi Hasil
Menteri ESDM
PVMBG,
Badan Geologi
9 Final Meeting
TA Menteri
ESDM

Keterangan
: Pelaksanaan Kegiatan

5
LAMPIRAN

Standarisasi bangunan dan peningkatan fasilitas di lingkungan Pos Pengamatan


Gunung Api dikelompokkan ke dalam 4 sub kategori yaitu sign post, bangunan induk,
bangunan mess, dan ruang utilitas.

1. Sign Post

1.1 Sign Post Tepi Jalan


1.1.1 Spesifikasi Ukuran Sign Post Tepi Jalan

Tampak Depan Desain Sign Post Tepi Jalan Pos Tampak Samping Desain Sign Post Tepi Jalan Pos
Pengamatan Gunung Api Pengamatan Gunung APi

1.1.2 Spesifikasi Material Sign Post Tepi Jalan

Spesifikasi Material Desain Sign Post Tepi Jalan


Pos Pengamatan Gunung Api

6
1.1.3 Visualisasi Sign Post Tepi Jalan

Visualisasi Desain Sign Post Tepi Jalan Pos Pengamatan Gunung Api

1.2 Sign Post Gate


1.2.1 Spesifikasi Ukuran Sign Post Gate

Tampak Depan Desain Sign Post Gate Pos Pengamatan Gunung Api Tampak Samping Desain
Sign Post Gate Pos
Pengamatan Gunung Api

7
1.2.2 Spesifikasi Material Sign Post Gate

Spesifikasi Material Desain Sign Post Gate Pos Pengamatan Gunung Api

1.2.3 Visualisasi Sign Post Gate

Visualisasi Desain Sign Post Gate Pos Pengamatan Gunung Api

8
2. Bangunan Induk

2.1 Ruang Tunggu Pengunjung


2.1.1 Spesifikasi Ukuran Ruang Tunggu Pengunjung

Denah Ruang Tunggu Pengunjung Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

2.1.2 Spesifikasi Material Ruang Tunggu Pengunjung

Spesifikasi Material Ruang Tunggu Pengunjung Bangunan Induk Pos Pengamatan


Gunung Api

9
2.1.3 Visualisasi Ruang Tunggu Pengunjung

Tampak Depan Ruang Tunggu Pengunjung Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Belakang Ruang Tunggu Pengunjung Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Samping Kanan Ruang Tunggu Pengunjung Bangunan Induk Pos Pengamatan
Gunung Api

10
Tampak Samping Kiri Ruang Tunggu Pengunjung Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Counter Layanan Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Tunggu Pengunjung Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

11
2.2 Ruang Informasi
2.2.1 Spesifikasi Ukuran Ruang Informasi

Denah Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

2.2.2 Spesifikasi Material Ruang Informasi

Spesifikasi Material Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

12
2.2.3 Visualisasi Ruang Informasi

Tampak Depan Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Belakang Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Samping Kanan Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

13
Tampak Samping Kiri Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Informasi Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

14
2.3 Ruang Rapat
2.3.1 Spesifikasi Ukuran Ruang Rapat

Denah Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

2.3.2 Spesifikasi Material Ruang Rapat

Spesifikasi Material Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

15
2.3.3 Visualisasi Ruang Rapat

Tampak Depan Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Belakang Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Samping Kanan Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

16
Tampak Samping Kiri Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Rapat Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

17
2.4 Ruang Pengamatan
2.4.1 Spesifikasi Ukuran Ruang Pengamatan

Denah Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

2.4.2 Spesifikasi Material Ruang Pengamatan

Spesifikasi Material Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung


Api

18
2.4.3 Visualisasi Ruang Pengamatan

Tampak Depan Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Belakang Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Samping Kanan Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

19
Tampak Samping Kiri Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Pengamatan Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api

20
3. Bangunan Mess

3.1 Kamar Tidur


3.1.1 Spesifikasi Ukuran Kamar Tidur

Denah Kamar Tidur Mess Bangunan Pengamat Gunung Api

3.1.2 Spesifikasi Material Kamar Tidur

Spesifikasi Material Kamar Tidur Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

21
3.1.3 Visualisasi Kamar Tidur

Tampak Depan Kamar Tidur Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Belakang Kamar Tidur Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Samping Kanan Kamar Tidur Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

22
Tampak Samping Kiri Kamar Tidur Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Kamar Tidur Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Kamar Tidur Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

23
3.2 Kamar Mandi
3.2.1 Spesifikasi Ukuran Kamar Mandi

Denah Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

3.2.2 Spesifikasi Material Kamar Mandi

Spesifikasi Material Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

24
3.2.3 Visualisasi Kamar Mandi

Tampak Depan Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Belakang Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Samping Kanan Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

25
Tampak Samping Kiri Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Kamar Mandi Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

26
3.3 Dapur Umum
3.3.1 Spesifikasi Ukuran Dapur Umum

Denah Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

3.3.2 Spesifikasi Material Dapur Umum

Sepsifikasi Material Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

27
3.3.3 Visualiasi Dapur Umum

Tampak Depan Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Belakang Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Samping Kanan Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

28
Tampak Samping Kiri Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualiasai Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualiasai Dapur Umum Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

29
3.4 Ruang Makan
3.4.1 Spesifikasi Ukuran Ruang Makan

Denah Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

3.4.2 Spesifikasi Material Ruang Makan

Spesifikasi Material Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

30
3.4.3 Visualisasi Ruang Makan

Tampak Depan Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Belakang Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Samping Kanan Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

31
Tampak Samping Kiri Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Ruang Makan Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

32
3.5 Ruang Arsip
3.5.1 Spesifikasi Ukuran Ruang Arsip

Denah Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

3.5.2 Spesifikasi Material Ruang Arsip

Spesifikasi Material Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

33
3.5.3 Visualisasi Ruang Arsip

Tampak Depan Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Belakang Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Tampak Samping Kanan Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

34
Tampak Samping Kiri Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

Visualisasi Ruang Arsip Bangunan Mess Pengamat Gunung Api

35
4. Utilitas

4.1 Bak Sampah


4.1.1 Spesifikasi Ukuran Bak Sampah

Ukuran Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

4.1.2 Spesifikasi Material Bak Sampah

Spesifikasi Material Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

36
4.1.3 Visualisasi Bak Sampah

Tampak Depan Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Belakang Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Samping Kanan Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

37
Tampak Samping Kiri Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Bak Sampah Pos Pengamatan Gunung Api

38
4.2 Listrik
Sumber pasokan listrik pada Bangunan Induk & Bangunan Mess Pos
Pengamatan Gunung Api berasal dari PLN & genset berkapasitas minimal
4400 watt.
4.2.1 Spesifikasi Ukuran Ruang Genset

Denah Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

4.2.2 Spesifikasi Material Ruang Genset

Spesifikasi Material Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

39
4.2.3 Visualisasi Ruang Genset

Tampak Depan Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Belakang Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

Tampak Samping Kanan Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

40
Tampak Samping Kiri Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

Visualisasi Ruang Genset Pos Pengamatan Gunung Api

41
4.3 Air Bersih
4.3.1 Pasokan Air Bersih
Sumber air bersih pada Bangunan Induk Pos Pengamatan Gunung Api
dan Bangunan Mess berasal dari air tanah sumur bor atau dari PDAM.

4.3.2 Sistem Penyebaran Air Bersih


Sumber air tanah dari sumur bor/ PDAM dialirkan ke toren
penampungan air menggunakan pompa hydrophore lalu disebarkan ke
bangunan induk dan bangunan mess (kamar mandi, dapur, dan ruang
cuci pakaian) melalui pipa dengan bantuan pompa booster.

Skema Sistem Penyebaran Air Bersih Pos Pengamatan Gunung Api

Demikian dapat kami usulkan standarisasi peningkatan fasilitas pada Pos


Pengamatan Gunung Api.

Design and Prepared by

Ella Ubaidi
Tenaga Ahli Menteri Bidang Geopark, Museum dan Sarana Prasarana
Di Lingkungan Kementerian ESDM

42

Anda mungkin juga menyukai