Anda di halaman 1dari 2

PENENTUAN KOEFISIEN PARTISI MINYAK/AIR ASAM SALISILAT

Pendahuluan

Koefisien partisi minyak / air ( P ) didefinisikan untuk larutan encer, yaitu rasio konsentrasi zat tunggal ( A ) antara dua fase ( organik dan air ) pada kesetimbangan:

P = [A] org / [A] aq

Dalam beberapa tahun terakhir , koefisien partisi banyak dipelajari dan merupakan parameter fisikokimia penting, biasanya digunakan sistem n- oktanol/air (log P o/w ) untuk menghitung hidrofobisitas / lipofilisitas. Log P o/w merupakan sifat fisikokimia yang paling informatif dan berguna dalam kimia medisinal. Log P o/w telah secara luas digunakan untuk menjelaskan interaksi obat- reseptor dan obat membran biologis, dan merupakan parameter penting dalam hubungan kuantitatif struktur - aktivitas (QSAR) yang digunakan untuk pengembangan farmasi, lingkungan, biokimia, maupun desain obat . Data koefisien partisi dapat diperoleh dengan metode klasik, yaitu dengan melarutkan zat dalam dua larutan yang tidak bercampur dengan cara pengocokan, kemudian konsentrasi zat dalam salah satu fase dianalisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan koefisien partisi asam salisilat , suatu senyawa antiseptik untuk infeksi saluran kemih , menggunakan metode pengocokan . Koefisien partisi asam salisilat dalam literatur adalah 1.

Prosedur

Bagian 1

asam salisilat dalam literatur adalah 1. Prosedur Bagian 1 Asam salisilat  Masukkan 15,0 mL larutan

Asam salisilat

Masukkan 15,0 mL larutan asam salisilat (1 g/100 mL air ) ke dalam Erlenmeyer , tambahkan 20 mL air , 2 tetes larutan indikator fenolftalein ( 0,1 g dalam 100 mL etanol ) dan titrasi dengan larutan standar natrium hidroksida (sekitar 0,1 mol / L) hingga warna merah muda .

Bagian 2

Masukkan 15,0 mL larutan asam salisilat yang digunakan di bagian 1 (1 g / 100 mL air) ke corong pemisah, tambahkan 10 mL etil eter, dan kocok. Masukkan lapisan air (lapisan bawah) ke labu Erlenmeyer, tambahkan 20 mL air, 2 tetes larutan indikator fenolftalein (0,1 g dalam 100 mL etanol) dan titrasi dengan larutan standar natrium hidroksida (sekitar 0,1 mol / L) hingga warna merah muda.

Perhitungan

Dari percobaan bagian 1, hitung konsentrasi asam salisilat.

Dari percobaan bagian 2, hitung konsentrasi asam salisilat dalam air setelah ekstraksi dengan etil eter.

Berdasarkan data yang diperoleh di bagian 1 dan 2 , hitung konsentrasi asam salisilat dalam lapisan etil eter.

Hitung koefisien partisi asam salisilat.

Catatan Setelah percobaan, pisahkan etil eter dan asam salisilat dalam fase organik dengan destilasi

Pustaka

R. T. Smedberg. J. Chem. Educ. 71 (3), 269 (1994)