Anda di halaman 1dari 3

Hydrostatic Transmission

Hydrostatic Transmission menggunakan sistem hydraulic pada transmisinya yang berfungsi


untuk mengatur kecepatan dan arahnya. System ini menggunakan pompa hydraulic dan motor
sebagai aktuatornya. Cara kerjanya yaitu tenaga dari engine langsung menggerakkan pompa
hydraulic dan selanjutnya melalui rangkaian hydraulic lainnya menggerakkan motor untuk
mengkonversi menjadi energi mekanikal.
Transmission ini digunakan pada track type tractor kecil, track type loader dan hydraulic
excavator yang pezrgerakkan / perpindahan operasi machine relatif kecil.
3 HYDROSTATIC TRANSMISSION
Hydrostatic transmission adalah transmission yang mentransfer tenaga dengan menggunakan
hydraulic system. Keuntungannya adalah:
Kontrol kecepatannya secara variable
Pemanfaatan horse power dari engine sangat maksimal
Kesesuaian maksimal antara drawbar pull dan travel speed
Counter rotation control (perputaran track berlawanan arah saat berbelok)
Cocok untuk machine dengan minimum travel
Gb. 3.13 Transmission Hydrostatic

System Hydrostatic Transmisson


Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power
(sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Pada sistem hidrolik, tekanan fluida merupakan
tenaga penggerak sistem. sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang
berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem
hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (dump truck), mesin moulding, mesin press,
forklift, crane, dan lain-lain.

Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik adalah sebagai berikut:


1. Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada
pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan
2. Sistem pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 7 kgf/cm2 dan menghasilkan output
yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, sehingga cocok untuk pekerjaan ringan
3. Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik
4. Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan
dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik
5. Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara
bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik
6. Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi sistem
hidrolik membutuhkan pompa
7. Batas temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 70 C, sedangkan untuk
pneumatik dapat dijalankan hingga 180 C

Kelebihan dari sistem hidrolik adalah:


Memiliki tekanan kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga cocok
untuk pekerjaan-pekerjaan berat

Kekurangan dari sistem hidrolik adalah:


Fluida dari sirkuit yang tercemar oleh kotoran akan menyebabkan peralatan hidrolik menjadi
lemah dan cepat rusak
Konstruksinya yang rumit dengan biaya yang mahal, serta kesulitan dalam pemeliharaan dan
operasi
Fluida kerja tidak dapat bertahan pada temperatur operasi yang lebih tinggi Komponen yang
digunakan pada sistem hidrolik:
Piston sebagai aktuator
Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan juga untuk
menaikkan fluida kerja
Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa, menyimpan fluida
bertekanan, menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu
singkat
Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan
langkah maju dan langkah mundur
Hose
Hose Couplers (penyambung hose)
Directional control valve (flow control valve): Pompa hidrolik berfungsi untuk mentransfer energi
mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa hidrolik bekerja dengan cara menghisap oli dari tangki
hidrolik dan mendorongnya kedalam sistem hidrolik dalam bentuk aliran (flow). Aliran ini yang
dimanfaatkan dengan cara merubahnya menjadi tekanan. Tekanan dihasilkan dengan cara
menghambat aliran oli dalam sistem hidrolik. Hambatan ini dapat disebabkan oleh orifice,
silinder, motor hidrolik, dan aktuator.
Pompa hidrolik yang biasa digunakan ada dua macam yaitu Positive dan Non - positive
Displacement Pump. Ada dua macam peralatan yang biasanya digunakan dalam merubah
energi hidrolik menjadi energi mekanik yaitu motor hidrolik dan aktuator. Motor hidrolik
mentransfer energi hidrolik menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran oli dalam
sistem merubahnya menjadi energi putaran (gambar 2) yang dimanfaatkan untuk menggerakan
roda, transmisi, pompa dll.
Prinsip kerja rem hidrolik didasarkan oleh hukum pascal, yang mana memungkinkan kita
bisa memberikan gaya yang kecil untuk dapat mengangkat gaya atau beban yang jauh lebih
besar, tentu dengan perbandingan luas penampangnya. Sebuah transmisi atau gearbox
memberikan kecepatan dan torsi konversi dari sumber listrik berputar ke perangkat lain yang
menggunakan rasio roda gigi. Dalam bahasa Inggris Inggris transmisi merujuk pada seluruh
drive train, termasuk gearbox, kopling, prop poros (untuk roda belakang). Yang paling umum
digunakan dalam kendaraan bermotor , dimana transmisi menyesuaikan output dari mesin
pembakaran internal ke roda penggerak. Mesin tersebut perlu beroperasi pada relatif tinggi
kecepatan rotasi , yang tidak sesuai untuk memulai, berhenti, dan perjalanan lebih lambat.
Transmisi mengurangi kecepatan mesin yang lebih tinggi untuk kecepatan roda lambat,
meningkatkan torsi dalam proses. Transmisi juga digunakan pada pedal sepeda, mesin tetap,
dan dimana saja kecepatan putar dan torsi lain perlu disesuaikan. Seringkali, transmisi akan
memiliki rasio roda gigi beberapa (atau hanya "gigi"), dengan kemampuan untuk beralih di antara
mereka sebagai kecepatan bervariasi. . switching ini dapat dilakukan secara manual (oleh
operator), atau secara otomatis