Anda di halaman 1dari 14

Kelas Cephalopoda

Klasifikasi Kelas Cephalopoda

Kingdom : Animalia

Phylum : Mollusca

Classis : Cephalopoda

Sub classis : Dibranchia

Ordo : Teuthoidea

Familia : Loliginidae

Genus : Loligo

Species : Loligo pealii

(Marshall, 1972: 704)

Cephalopoda (Yunani: kephale yang berarti kepala, dan podos artinya kaki) adalah Hewan yang
memiliki alat gerak di bagian kepala. Kelas ini merupakan kelas dengan tingkat evolusi tertinggi
di antara Mollusca. Cephalopoda memiliki habitat di perairan laut. Hewan ini dapat hidup, baik
di lautan dangkal hingga laut dalam.

Gambar. Anatomi Cephalopoda

Tubuh simetri bilateral dengan kaki yang terbagi menjadi lengan-lengan yang dilengkapi alat
pengisap dan system saraf yang berkembang baik berpusat di kepala. Kelas Cephalopoda
memiliki badan lunak dan tidak memiliki cangkang tebal seperti kelas lainnya. Mantelnya
menyelimuti seluruh tubuh dan membentuk kerah yang longgar di dekat leher.
Tubuh Cephalopoda dilindungi oleh cangkok, kecuali Nautillus. Yang termasuk kelas
Cephalopoda, yaitu cumi-cumi (Loligo pealii), sotong (Sepia) dan gurita (Octopus).

Gambar. Nautilus..
Tubuh terdiri atas kepala yang terletak ventral, leher yang pendek dan badan yang berbentuk
tabung dengan sirip pada kedua sisinya. Pada kepala terdapat sepasang mata yang berkembang
sempurna, dan mulut yang terletak diujung dikelilingi oleh delapan tentakel pendek dan dua
tentakel panjang. Pada tangan terdapat mangkuk pengisap, Pada sisi posterior kepala terdapat
sifon.

Saluran pencernaan makan pada cumi-cumi telah lengkap dan berkembang dengan baik dan
terdiri dari mulut yang mengandung radula, faring berotot, esophagus, lambung berbentuk
kantung, sekum berdinding tipis, usus, rectum dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri atas
sepasang kelenjar ludah, hati dan pancreas. Pada bagian perut tepatnya sebelah sifon akan
ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. Fungsinya untuk
melindungi diri. Jika dalam keadaan bahaya cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam ke luar
sehingga air menjadi keruh. Pada saat itu cumi-cumi dapat meloloskan diri dari lawan.

Sistem Respirasi dilakukan dengan menggunakan insang yang berjumlah sepasang di kanan kiri
ruang mantel bagian ventral. Sirkulasi darah dilakukan dengan baik. Alat-alat sirkulasi terdiri
atas jantung dan sejumlah pembuluh darah. Jantung menerima darah dari vena cava anterior dan
vena cava posterior kemudian meuju insang melalui pembuluh darah afferent ke kapiler dan
terjadilah pertukaran O2 dengan CO2. Darah yang mengandung O2 keluar dari masing-masing
insang melalui pembuluh darah efferent menuju aurikel di setiap sisi yang masing-masing
bermuara pada jantung sistemik.

Sistem saraf Cephalopoda terdiri atas beberapa pasang ganglia yang terletaknya berjauhan dan
beberapa saraf penghung dan berpusat di kepalanya menyerupai otak. terdiri atas beberapa
ganglion, yakni ganglion serebral, ganglion pedal serta beberapa ganglion yang lain.

Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup, jadi darah seluruhnya
mengalir di dalam pembuluh darah. Hewan ini bernafas dengan insang yang terdapat di rongga
mantel yang juga menyediakan oksigen untuk pernapasan.

Alat ekskresi dilakukan dengan ginjal. Alat reproduksinya terpisah, masing-masing dengan
gonad yang terletak dekat ujung rongga mantel.
Reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi
berumah dua (dioseus).Pembuahan berlangsung secra internal dan menghasilkan telur.

Cephalopoda berasal dari bahasa yunani kaphale yang berarti kepala dan podos yang berarti
[1]
kaki. Atau dengan kata lain, bentuk hewan ini seperti kepala yang berkaki. Hewan yang
termasuk ke dalam kelompok ini adalah gurita, cumi-cumi, sotong (en: cuttlefish), dan Nautilus.
Predator laut ini menangkap mangsa dengan tentakelnya, kemudian melumpuhkannya dengan
paruh yang ada di mulutnya. Sayangnya, kelas Cephalopoda hanya memiliki jumlah spesies yang
sedikit, yaitu sekitar 800-900 spesies

Karakteristik Cephalopoda

Ciri-ciri utama dari Cephalopoda adalah bentuk/ukuran kepalanya yang mencolok, yang
dikelilingi oleh lengan atau tentakel. Hewan dalam kelompok ini hanya eksklusif hidup di air
laut dan tidak ada yang mampu hidup di air tawar, akan tetapi ada yang ditemukan di air payau.
Hewan ini juga merupakan satu-satunya Mollusca yang memiliki sistem peredaran tertutup, di
mana darah terpisah dengan cairan di dalam rongga tubuh. [2]

Karakteristik lain dari hewan ini adalah bersifat sebagai predator. Kaki-kaki pada hewan ini
berevolusi menjadi rangkaian lengan dengan jonjot-jonjot penghisap yang membantu
mendapatkan makanan, bergerak, dan bahkan untuk reproduksi. Terdapat dua istilah pada kaki-
kaki ini, yaitu lengan dan tentakel. Tentakel merupakan kaki yang aktif untuk menangkap
mangsa, sedangkan kaki yang lain disebut dengan lengan. Pada lengan, jonjot penghisap
berada di sepanjang lengan; sedangkan pada tentakel, jonjot penghisap hanya ada di ujungnya.
Tentakel juga umumnya lebih panjang dari lengan. Maka dari itu (umumnya):

Gurita memiliki delapan lengan, cumi-cumi dan sotong memiliki delapan lengan dan dua
tentakel dan Nauntilus memiliki 80-90 tentakel tanpa penghisap. Setelah menangkap mangsanya
dengan lengan atau tentakel. Hewan ini kemudian mengigit

.
mangsa dengan rahangnya yang menyerupai paruh dan kemudian menariknya masuk ke dalam
mulut dengan radula. Kelenjar liur dari banyak jenis Cephalopoda menghasilkan toksin yang
dapat disuntikkan ke tubuh mangsa. Toksin ini ada yang sangat beracun dan bahkan dapat
membunuh manusia dengan seketika

mengapa cumi-cumi tidak memiliki cangkang?

Cangkang eksternal pada Cephalopoda hanya terdapat pada Nautilus, sedangkan cangkang pada
cumi-cumi dan sotong tereduksi menjadi cangkang internal. Pada cumi-cumi disebut dengan
gladius dan pada sotong disebut cuttlebone. Terdapat hipotesis yang mungkin dapat menjelaskan
mengapa cangkang tersebut tereduksi. Reduksi dapat terjadi karena hewan ini berevolusi menjadi
predator, sehingga mereka harus lincah untuk menangkap mangsa (cangkang membuat lambat
dan tidak bisa bergerak bebas). Karena mereka adalah predator, maka mereka juga harus lebih
pandai dari si mangsa. Ini juga bisa menjelaskan mengapa hewan pada kelas ini termasuk hewan
yang pintar pada golongan Invertebrata

Dalam hal bergerak, Gladius dan cuttlebone menyokong tubuh hewan lunak ini dan memberikan
kemampuan untuk mengambang. Terdapat dua mekanisme yang digunakan untuk bergerak, yaitu
(1) menggunakan lengan dan siripnya (seperti pada sotong dan cumi-cumi); dan (2)
menggunakan pendorong jet (en: jet propulsion). Air dapat lewat ke dalam rongga mantel,
kemudian dipompa keluar menggunakan otot-ototnya ke sifon arus keluar. Tekanan air kuat ini
memberikan lontaran yang membuat tubuh hewan lunak ini dapat bergerak dengan cepat ketika
dibutuhkan.

Bagaimana cara chepalopoda melindungi diri?

Hewan pada kelas Cephalopoda umumnya melindungi diri dengan menggunakan tinta atau
dengan menyamar (berkamuflase) dengan lingkungan sekitarnya. Sebagian besar hewan ini
memiliki kantong tinta yang mengandung cairan melanin (pigmen warna gelap). Tinta ini
dikeluarkan bersamaan dengan pendorong jet sehingga hewan ini dapat bergerak cepat sekaligus
mengaburkan pandangan musuh. Untuk menyamar, hewan lunak ini menggunakan kromatofora
(en: chromatophores), yaitu sel-sel epitel yang mengandung pigmen warna. Selain itu, hewan ini
juga dapat memutuskan lengannya untuk mengelabui predator.
Sistem Saraf Cephalopoda

Kelas Cephalopoda seringkali disebut sebagai hewan Invertebrata paling pintar. Hal ini
disebabkan karena indera mereka sudah berkembang dengan baik dan memiliki otak yang
berukuran besar. Sistem saraf hewan ini juga paling kompleks dibandingkan dengan Invertebrata
lainnya. Bahkan, lengan-lengan dari gurita ini dikatakan dapat berpikir sendiri. [6] Gurita dapat
dilatih untuk membedakan berbagai benda, serta dapat merayap keluar dari satu akuarium,
mencari mangsa ke akuarium lain, kemudian merayap kembali ke akuariumnya. [4]

Reproduksi Cephalopoda

Selain pada Octopoda, pembuahan pada kelas Cephalopoda terjadi secara eksternal. Selama
proses perkawinan, hewan jantan dan betina menggunakan lengannya untuk saling memeluk.
Kemudian hewan jantan melepaskan spermatozoa dan hewan betina melepaskan telur. Telur
yang berembrio kemudian menetas menjadi bentuk miniatur dewasa. Hewan ini tidak mengalami
fase larva dan metamorfosis seperti pada Mollusca lainnya.

Klasifikasi Kelas Cephalopoda

Saat ini hanya terdapat dua subkelas dari kelas Cephalopoda yang masih hidup, yaitu subkelas
Nautiloidea dan subkelas Coleoidea. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Mereka semua sudah
punah dan diklasifikasikan menggunakan bukti fosil. Berikut ini adalah sekilas penjelasannya: [1]

Subkelas Nautiloidea hanya tersisa Ordo Nautilida, yaitu kelompok hewan yang
memiliki cangkang eksternal seperti genus Nautilus.
Subkelas Coleoidea termasuk ordo Sepiida (sotong), ordo Teuthida (cumi-cumi), ordo
Octopoda (gurita).

Contoh-Contoh Cephalopoda
(1) Nautilus pompilius | Photo by J. Baecker is not licensed (Public Domain)
(2) Sepia officinalis; (3) Euprymna berryi; (4) Loligo vulgaris; (5) Octopus vulgaris | Photo by
Tentorku (source: Hans Hillewaert, Nick Hobgood, albert kok) is licensed under CC-BY-SA-4.0

Contoh Cephalopoda
No. Nama Indonesia Nama Latin Ordo
1 Nautilus Nautilus pompilius Nautilida
2 Sotong Sepia officinalis Sepiida
Cumi-cumi ekor
3 Euprymna berryi Sepiolida
pendek
4 Cumi-cumi Loligo vulgaris Teuthida
5 Gurita Octopus vulgaris Octopoda
1. Mader, S. S., 2009, 28.3 Variety Among the Lophotrochozoans, Biology, 10th
edition, McGraw-Hill, New York, NY.
2. Wikipedia contributors, Cephalopod, Wikipedia, The Free Encyclopedia,
https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cephalopod&oldid=702930998
(accessed February 21, 2016).
3. Wikipedia contributors, Mollusca, Wikipedia, The Free Encyclopedia,
https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Mollusca&oldid=705523715
(accessed February 21, 2016).
4. Raven et al., 2011, 34.1 Phylum Mollusca: The Mollusks, Biology, 9th
edition, McGraw-Hill, New York, NY.
5. Reese et al., 2014, 33.3 Lophotrochozoans, a clade identified by molecular
data, have the widest range of animal body forms, Campbell Biology, 10th
edition, Pearson Education, Inc., U.S.
6. Roach, J., 2001, Octopus Arms Found to Have Minds of Their Own,
National Geographic,
http://news.nationalgeographic.com/news/2001/09/0907_octoarm.html
(accessed February 21, 2016).

1 Pengertian Mollusca
Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh
lunak.Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak
bercangkang.Hewan ini tergolong triploblastik selomata. Cephalopoda (dalam bahasa latin,
chepalo = kepala, podos = kaki) merupakan Mollusca yang memiliki kaki di kepala.Anggota
Cephalopoda misalnya sotong (Sepia officinalis), cumi-cumi (loligo sp.), dan gurita (Octopus
sp.)Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar
laut.Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya.Sebagai hewan pemangsa, hampir
semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang.Kebanyakan Cephalopoda memiliki
organ pertahanan berupa kantong tinta.Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna
coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya.Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini
merasa terancam dengan cara menyemburkannya.Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel
yang berfungsi untuk menangkap mangsanya.Cephalopoda memiliki sistem saraf yang
berpusat di kepalanya menyerupai otak.Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara
seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus).Pembuahan
berlangsung secra internal dan menghasilkan telur.
2. Struktur Tubuh Mollusca kelas cephalopoda
Pada cumi-cumi, rangka dalam tubuhnya dihasilkan dari zat hasil sekresi internal oleh
mantel. Adapun, gurita tidak memiliki rangka sama sekali. Cephalopoda memakan hewan-
hewan kecil dan invertebrata lainnya. Di samping itu, semua anggotanya tidak memiliki
cangkang, kecuali spesies Nautilus. Cephalopoda merupakan Mollusca dengan kepala yang
jelas dan mata yang besar. Kaki otot dimodifikasi menjadi tangan, tentakel sekeliling mulut,
dan corong yang merupakan saluran keluar dari rongga mantel. Pada Cephalopoda, kaki telah
berevolusi menjadi lengan yang panjang dekat kepala. Cumi-cumi memiliki 10 lengan,
sedangkan gurita memiliki 8 lengan. Cephalopoda menggunakan lengannya ini untuk
menangkap mangsanya dan memasukkannya ke dalam mulut. Semua Cephalopoda adalah
karnivor. Dalam mulutnya, terdapat beberapa pasang struktur seperti gigi yang digunakan
untuk menggigit dan merobek mangsanya. Coba amati Gambar 8.36! Sebagian besar
Cephalopoda mempunyai kelenjar tinta. Pada kulit Cephalopoda mengandung kromatofor,
yaitu pigmen yang memungkinkan tubuhnya berubah warna. Cephalopoda mempunyai peran
yang cukup penting dalam ekosistem. Mereka merupakan mata rantai penting dalam jaring
makanan pada ekosistem laut. Berbagai ikan memangsa cumi-cumi sebagai sumber
makanannya. Selain itu, cumi-cumi dan sotong merupakan makanan laut yang digemari
manusia.
Cirri cirri cephalopoda yaitu :
a. mollusca yang mempunyai kepala jelas dan mata yang besar
b. kaki otot dimodifikasi menjadi tangan, tentakel di sekeliling mulut, dan corong yang
merupakan saluran keluar dari rongga mantel. (kaki yang terletak di bagian kepala)
c. umumnya tidak mempunyai cangkang luar, tetapi mempunyai cangkang dalam yang
terbuat dari kapur / kitin
d. Mempunyai kantong / kelenjar tinta
e. Mempunyai peranan sebagai sumber makanan ikan dan merupakan makanan laut yang
punya kadar protein tinggi.
3 Habitat dan reproduksi cephalopoda
Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut.
Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya. Sebagai hewan pemangsa, hampir
semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang. Kebanyakan Cephalopoda memiliki
organ pertahanan berupa kantong tinta. Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna
coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya. Tinta ini akan di keluarkan jika hewan
ini merasa terancam dengan cara menyemburkannya. Cephalopoda memiliki kaki berupa
tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya. Cephalopoda memiliki sistem saraf
yang berpusat di kepalanya menyerupai otak. Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara
seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus). Pembuahan
berlangsung secara internal dan menghasilkan telur.
Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup, jadi darah
seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah. Hewan ini bernafas dengan insang yang
terdapat di rongga mantel. Sedangkan ekskresi dilakukan dengan ginjal. Alat reproduksinya
terpisah, masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung rongga mantel.
Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala. Leher dan badan. Di depan kepala terdapat mata
yang besar dan tidak berkelopak. Mata ini berfungsi sebagai alat untuk melihat. Masih di
dekat kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ia ingin
bergerak ke belakang, sifon akan menyempurnakan air ke arah depan, sehingga tubuhnya
bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya.
Sistem pencernaan makanan terdiri atas: mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus buntu,
usus dan anus. Juga dilengkapi dengan kelenjar pencernaan yaitu kelenjar ludah, hati dan
pankreas. Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya. System reproduksi
Reproduksi terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal. Hewan jantan terpisah (diesis).
4. Pembagian ordo kelas cephalopoda
Kelas cephalopoda dibagi menjadi 2 ordo, yaitu tetrabranchiata dan
dibranchiata.
1. Ordo Tetrabranchiata.
Tetrabranchiata meliputi jumlah spesies yang sangat banyak, diantaranya telah
menjadi fosil (kelompok nautiloid dan ammonoids) yang hidup pada zaman
Mesozoik(60 juta tahun yang lalu). Contoh yang mewakili dari nautiloids adalah
genus nautilus yang dapat dijumpai di lautan pasifik dan lautan Indonesia.
Tetrabranchiata memiliki cangkang luar dari kapur yang membelit dan
memiliki beberapa lengan. Hewan ini mempunyai dua pasang insangserta dua
pasang nefridia dan tidak mempunyai kromatofora dan kantung tinta. Salah satu
famili dari ordo tetrabranchiata adalah famili nautilidae; cantohnya nautilus
pompilus.
2. Ordo Dibranchiata.
Dibranchiata memiliki cangkang dalam atau tidak sama sekali dengan lengn lebih
sedikit dibandingkan tetrabranchiata. Hewan ini mempunyai kantung tinta,
sepasang insang, sepasang nefrida, serta memiliki kromatofora.
Ordo dibranchiata dibagi menjadi 2 sub-ordo yaitu:
a. Subordo decapoda, contoh: loligo pealeii dan sepia officinalis.
b. Subordo octapoda; sebagian besar tak memiliki cangkang kecuali genus
argonauta. Contoh octapoda antara lain argonauta argo, octopus vulgaris dan
octopus bairdi.
Peranan cephalopoda bagi manusia terutama sebagai sumber protein, misalnya
cumi-cumi dan gurita.
Karakteristik cumi-cumi
Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan atas kepala , leher, dan badan. Kepala cumi-
cumi besar, matanya berkembang dengan baik karena telah dapar berfungsi untuk
melihat. Mulutnya terdapat di tengah-tengah, dikelilingi oleh 10 tentakel, 2 tentakel
panjang dan 8 tentakel lebih pendek. Tentakel panjang berfungsi untuk mengangkap
mangsa dan berenang. Pada setiap tentakel terdapat alat penghisap atau sucker. Di
sisi kiri dan kanan tubuhnya terdapat sirip yang penting untuk keseimbangan tubuh.

Pada dinding permukaan dorsal terdapat pen yang penting untuk menyangga tubuh.
Seluruh tubuh cumi-cumi terbungkus oleh mantel. Di bagian punggung, mantel
melekat pada badan, sedangkan di daerah perut tidaka melekat, sehingga terbentuk
rongga , disebut rongga mentel.
Cumi-cumi dapat bergerak dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan tentakel
dan dengan menyemprotkan air dari rongga mantel. Bila rongga mentel penuh air,
dan air menyemprot melalui sifon menyebabkan tubuh cumi-cumi terdorong
mundur. Semprotan air menimbulkan dorongan yang sangat kuat terhadap tubuh
cumi-cumi, sehingga timbul gerakan seperti panah, itulah sebabnya cumi-cumi
sering disebut panah laut.
Alat pencernaan cumi-cumi terdiri atas mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus
buntu, usus dan anus. System pencernaan cumi-cumi telah dilengkapi kelenjar
pencernaan yang meliputi kelenjar ludah, hati, dan pancreas. Makanan cumi-cumi
adalah udang-udangan, mollusca lain, dan ikan. Anus cumi-cumi bermuara pada
rongga mantel.
Cumi-cumi hanya dapat berkembang biak secara kewin. Alat kelaminnya terpisah,
masing-masing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel denag saluran
yang terbuka kea rah corong sifon. Cumi-cumi betina menghasilkan telur yang akan
dibuahi di dalam rongga mentel. Kemudian, telur yang sudah dibuahi dibungkus
dengan kepsul dari bahan gelatin. Telur yang menetas menghasilkan cumi-cumi
muda berukuran kecil. Beberapa jenis Cephalopoda merupakan infertebrata
terbesar, contohnya cumi-cumi raksasa (Architeuthis princes) yang memiliki
panjang total 15 meter. Baik gurita, cumi-cumi, maupun sotong merupakan bahan
makanan penting bagi manusia di beberapa bagian dunia.
Nautilus
Nautilus adalah nama dari sejenis hewan laut yang jika dilihat bentuknya seperti campuran antara siput
& cumi-cumi. Seperti siput, nautilus memiliki cangkang yang keras & berbentuk melingkar. Namun
layaknya cumi-cumi, nautilus memiliki tentakel-tentakel kecil di kepalanya. Oleh para ahli sendiri,
nautilus dianggap memiliki kekerabatan lebih dekat dengan keluarga cumi-cumi ketimbang kerang
sehingga dalam tangga taksonomi, nautilus digolongkan ke dalam kelas Cephalopoda yang juga
beranggotakan sotong & gurita.

Ada beberapa hewan yang dikategorikan sebagai nautilus & semuanya termasuk ke dalam famili
Nautilidae. Artikel ini sendiri akan fokus membahas spesies nautilus berbilik (chambered nautilus;
Nautilus pompilius), spesies nautilus terbesar yang bisa tumbuh hingga sepanjang 20 cm. Semua nautilus
hanya bisa ditemukan di Samudera Hindia-Pasifik, tak terkecuali di perairan Indonesia. Habitat favorit
mereka adalah daerah perairan dekat dasar laut & terumbu karang dengan kedalaman maksimal 500 m.

Selain kepalanya, seluruh bagian tubuh nautilus yang lunak tersembunyi di dalam cangkangnya yang
keras. Jika merasa terancam bahaya, nautilus bisa menarik masuk kepalanya & menutup lubang
cangkangnya dengan memakai semacam tudung di bagian atas kepalanya yang terbuat dari lapisan kulit
yang keras. Bagian dalam cangkang nautilus terdiri dari sebuah bilik besar yang menjadi tempat
terletaknya tubuh lunak nautilus & beberapa bilik kecil yang terisi oleh udara. Bilik-bilik kecil inilah yang
menjadi penyebab kenapa nautilus bisa melayang di dalam air. Semakin tua usia nautilus, maka semakin
banyak jumlah bilik kecilnya.

Cangkang nautilus yang


sudah dibedah. (Sumber)

Nautilus memiliki sepasang mata, namun matanya tidak berlensa sehingga tidak bisa digunakan untuk
membedakan objek. Sebagai gantinya, nautilus mengandalkan indra peraba via tentakelnya & indra
penciuman untuk mendeteksi kondisi sekitar. Nautilus adalah hewan karnivora yang makanannya terdiri
dari ikan kecil, kepiting, udang, & bangkai hewan laut. Saat makan, nautilus akan memakai tentakelnya
yang jumlahnya bisa mencapai 90 buah & tidak berpenghisap untuk menggenggam makanannya, lalu
memakai mulutnya yang keras & berbentuk seperti paruh untuk mencabik makanannya tersebut
sehingga bisa ditelan.

Perkawinan antar nautilus terjadi ketika pejantan memakai tentakelnya untuk memasukkan kantong
sperma ke dalam tubuh betina. Kantong sperma tersebut lalu pecah & sperma di dalamnya mulai
membuahi telur-telur dalam tubuh betina. Nautilus betina selanjutnya mengeluarkan telur-telur yang
sudah dibuahi di mana masing-masing telur panjangnya mencapai 3,8 cm. Sesudah beberapa lama, telur
tersebut menetas menjadi bayi nautilus yang diameter cangkangnya berukuran 2,5 cm. Bayi nautilus
tersebut selanjutnya mulai mencari makan & terus tumbuh. Khusus pada spesies nautilus berbilik,
kematangan seksual baru dicapai pada usia 15 - 20 tahun.

Cangkang dari nautilus yang berbentuk unik & bermotif indah pada gilirannya membuat banyak orang
yang tertarik untuk menangkap nautilus & mengoleksi cangkangnya. Bagian dalam cangkang nautilus
juga menghasilkan benda mirip mutiara yang dikenal sebagai "mutiara osmena". Namun, tingginya
minat manusia akan cangkang nautilus juga mendatangkan kabar buruk. Aktivitas penangkapan yang
berlebihan mengakibatkan populasi nautilus di alam liar semakin lama semakin menurun. Dengan
harapan bisa tetap melakukan penangkapan nautilus tanpa membahayakan kelestariannya, para
ilmuwan kini sedang melakukan penelitian untuk mengetahui populasi total nautilus di alam liar. -
Rep. Eusosialis Tawon

KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Cephalopoda
Subkelas : Nautiloidea
Ordo : Nautilida
Superfamili : Nautilaceae
Famili : Nautilidae (Blainville, 1825)

Anda mungkin juga menyukai