Anda di halaman 1dari 3

Dalam transmisi dan distribusi tenaga kabel listrik banyak dilakukan

dengan banyak cara diantaranya melalui saluran udara (Over Head line) dan saluran
kabel bawah tanah (underground transmission). Akan tetapi transmisi dan distribusi
saluran udara menjadi sangat sulit untuk dilaksanakan khususnya pada daerah yang
jumlah penduduknya banyak seperti di kota-kota dengan alasan beresiko tinggi dan
mengurangi keindahan lingkungan, dan juga pengggunaan melalui saluran udara
sangat beresiko pada daerah yang jangkauannya berada di pegunungan, karna cukup
banyak resiko yang akan merusak saluran listrik tersebut seperti di pegunungan dan
daerah yang banyak ditumbuhi pepohonan, hal ini sangat beresiko tinggi apabila
terjadi pohon tumbang ataupun disebabkan peristiwa-peristiwa alam lainnya.
Sehingga melalui salura dibawah tanah merupakan salah satu cara yang cukup baik
untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Namun agar penggunaan saluran listrik bawah tanah dapat dijalankan


dengan baik, tentu saja kita harus bisa mempertimbangka ketahanan kabel listrik ang
kita gunakan di dalam tanah nanti. Untuk itu, kita harus bisa membuat dan
merancangkan kabel listrik yang dapat tahan lama dan awet di dalam tanah, dengan
menammbah ketahanan kabel terhadap kejadian yang dapat membuat kabel listrik
rusak sehingga transmisi listrik terganggu.

Untuk itu, kami mencoba merancangkan pembuatan kabel llistrik yang


tahan dan awet dalam penggunaannya di dalam tanah. Ide yang kami akan tuangkan
dalam tulisan ini adalah penggunaan karet ebonite sebagai bahan dielektrik atau
kabel listrik yang dapat bertahan dan kuat dalam penggunaanya sebagai lapisan
tembaga sebagai konduktor jaringan listrik.

Ebonit (hard rubber) dibuat dari karet alam dan ataupun karet sintetis
(butadiene rubber, styrene butadiene rubber, nitril butadiene rubber) yang dicampur
dengan belerang dalam jumlah mencapai 25-60 bagian perseratus bagian karet
kemudian divulkuanisasi dengan cara pemanasan alam waktu yang relative lama.
Bila vulkuanisasi dilakukan pada suhu 100 maka dierlukan waktu sampai 10 jam,
sedangkan jika pada suhu 155 diperlukan waktu sekitar 3-5 jam.
Ebonite bersifat resistan terhadap alcohol, gliserol, aseton dan hidrokarbon
alifatik lainnya. Ebonite merupakan bahan yang mmempunyai sifat fifik relative
bagus antara lain kuat tarik, ketahanan pukul, kekakuan pada suhu normal, daya
tahan terhadap listrik dan dayan tahan terhadap bahan-bahan kimia serta cairan yang
cersifat korosif dan stabil pada kondisi lembab. Oleh karna itu ebinit sangat cocok
untuk keperluan pembuatan alat-alat listrik atau komponen pesawar telpon, mesin
tekstil dan sebagai rancangan kita yang akann kita gunakan sebagai bahan dielektrik
sebagai kabel listrik dalam transmisi saluran bawah tanah.

Dalam penggunaan kabel bawah tanah ada beberapa bagian yang sangat
penting dalam menjaga pemakaiannya yaitu penghantar, isolasi, tahir, dan selubung.
Namun dalam tullisan ini kita akan lebih endalami dalam pemakaian dan penggunaan
isolasinya yaitu yang kita gunakan ebonite sebagai isolasinya.

Isolasi merupakan bagian utama kabel yang berfungsi mencegah


terjadinya hubung singkat pada kabel. Salah satu gangguan pada penyaluran tenaga
llistrik dapat menggunakan kabel tanah adalah terjadinya kerusakan pada lapisan
isolasi. Bahan isolasi disesuaikan engan kemampuan kabel sehingga dalam istalasi
suatu kabel, harus disesuaikan penggunaanya.

Secara umum isolasi harus mempunyai sifat sebagai berikut:

1. Ketahanan dielektrik yang tinggi


2. Tahanan jenis yang tinggi
3. Dapat bekerja pada temperature tinggi atau rendah
4. Tidak menghisap air dan uap air
5. Mudah dibengkok-bengkokkan (fleksibel)
6. Tidak mudah terbakar
7. Sanggup enahan tegangan impuls yang tinggi
Dari semua sifat yang harus dipenuhi untuk mmenjadi isolasi yang baik,
ebonite memiliki sifat yang cenderung kaku. Untuk itu, sifat kekakuan pada
ebonite harus kita kurangi dengan cara menambah bahan karet alami dalam
pembuatan ebonite agar dapat digunakan sebagai isolasi kabel listrik bawah tanah
yang baik. Serta untuk mengurangi dan memperkecil daya serap ebonite pada air
dan uap air, ebonite dapat dicampur dengan suatu cairan mminyak yang berfungsi
untuk membuat tidak menyerap air maupun uap air.
Sehingga ebonite, dapat menjadi isolasi yang sangat baik dalam
penggunaanya sebagai isolasi kabel listrik dalam transmisi saluran bawah tanah.
Karena transmisi listrik dengan melalui bawah tanah sangat mengurangi resiko
terjadinya kerusakan-kerusakan jaringan listrik daripada dibandingkan degan
penggunaan jaringan listrik dalam saluran udara.