Anda di halaman 1dari 15

Makalah Kepemimpinan & Berfikir Sistem Kesmas

Analisis Kepemimpinan Mahatma Gandhi

DOSEN PENGAMPU :
dr. Adila Kasni Astiena, MARS.

OLEH :
KELOMPOK 6
1. Mutiara Rahmi 1611211048
2. Aulia Rizki Giovany 1611211049
3. Jenita Sari 1611211051
4. Westi Anugrah 1611211053
5. Septi Wulandari 1611211055
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Analisis Kepemimpinan Mahatma Gandhi ini .
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu dr. Adila Kasni Astiena,MARS. selaku
dosen mata kuliah Kepemimpinan dan Berfikir Sistem Kesehatan Masyrakat
Universitas Andalas yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Disamping itu
kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
selama pembuatan makalah ini.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai bagaimana Kepemimpinan Mahatma
Gandhi. Kami menyadari bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang kami
buat di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Padang, Oktober 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.1 Rumusan Masalah .......................................................................................... 2
1.2 Tujuan Penulisan ............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................ 3
2.1 Biografi Mahatma Gandhi .............................................................................. 3
2.2 Gaya kepemimpinan Mahatma Gandhi .......................................................... 5
2.3 Kelebihan Kepemimpinan Karismatik Mahatma Gandhi .............................. 7
2.4 Kelemahan Kepemimpinan Karismatik Mahatma Gandhi............................. 8
2.5 Taktik mempengaruhi mahatma gandhi ......................................................... 9
BAB III PENUTUP ................................................................................................ 11
3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 11
3.2 Saran ............................................................................................................. 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sejak zaman dahulu, kerjasama dan saling melindungi telah muncul bersama-
sama dengan peradaban manusia. Kerjasama tersebut muncul pada tata kehidupan
sosial masyarakat atau kelompok kelompok manusia dalam rangka untuk
mempertahankan kehidupannya. Berangkat dari kebutuhan bersama, terjadi
kerjasama antar manusia dan mulai ada unsur-unsur kepemimpinan. Kepemimpinan
merupakan suatu topik bahasan yang klasik, namun tetap sangat menarik untuk
dibahas karena sangat menentukan berlangsungnya suatu organisasi/Negara.
Kepemimpinan itu esensinya adalah pertanggungjawaban. Kepemimpinan adalah
proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya
untuk memcapai tujuan bersama.
Orang yang dirujuk sebagai pemimpin harus memiliki sifat,kapasitas, dan
kapabilitas yang baik seperti, dipercaya pada kelompoknya, memiliki kharisma,
berani, berintegritas tinggi bahkan ada yang harus lahir dari kelompok bangsawan.
Begitu banyak syarat untuk menjadi pemimpin karena menjadi pempimpin tidakah
mudah, pemimpin dituntut untuk dapat mempengaruhi pengikutnya, memotivasi
pengikutnya dan menjadi ujung tombak dari suatu kelompok
Begitu banyak pemimpin yang ada di dunia ini, tentu setiap mereka memiliki
cara tersendiri bagaimana mempengaruhi pengikutnya, bagaimana mereka
menggunakan kekuasaannya, dan bagaimana gaya kepengikutan yang ada pada
pengikutnya. Pada bahasan ini, penulis tertarik untuk membahas seseorang yang
terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India, yang tidak menggunakan kekerasan,
mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Tokoh tersebut
adalah Mahatma Gandhi.
Mohandas Karamchand Gandhi (lahir di Porbandar, Gujarat, India, 2 Oktober
1869 meninggal di New Delhi, India, 30 Januari 1948 pada umur 78 tahun) juga
dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sansekerta: "jiwa agung") adalah seorang

1
pemimpin spiritual dan politikus dari India. Pada masa kehidupan Gandhi, banyak
negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut
mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.
Mahatma Gandhi adalah tokoh yang dapat dijadikan sebagai panutan karena
Mahatma Gandhi adalah sosok yang bukan hanya sebagai pahlawan india yang sangat
fenomenal dengan segala pandangan hidup ajaran/doktrin sosial politiknya yang
membawa rakyat India lepas dari penjajahan Inggris, namun juga seseorang yang
mempunyai sisi-sisi kemanusiaan yang kuat dan hebat. Gandhi mengajarkan kepada
manusia untuk bisa mengendalikan diri dari perbuatan perbuatan tercela. Dengan
alasan tersebut maka penulis tertarik untuk membahas lebih mendalam mengenai
Mahatma Gandhi, dengan mengetahui secara mendalam seorang tokoh Mahatma
Gandhi, diharapkan pemuda Indonesia dapat mengambil nilai-nilai positif dan
mengembangkannya untuk kepentingan bermasyarakat dan bernegara.

1.1 Rumusan Masalah


1. Bagaimana biografi Mahatma Gandhi?
2. Bagaimana gaya kepemimpinan Mahatma Gandhi?
3. Apa kelebihan gaya kepemimpinna Mahatma Gandhi?
4. Apa kekurangan gaya kepemimpinan Mahatma Gandhi?
5. Bagaimana taktik mempengaruhi Mahatma Gandhi?

1.2 Tujuan Penulisan


1. Memenuhi tugas mata kuliah Kepemimpinan dan Berfikir Sistem
Kesehatan Masyarakat
2. Mengetahui biografi Mahatma Gandhi
3. Mengetahui gaya kepemimpinan Mahatma Gandhi
4. Mengetahui kelebihan gaya kepemimpinna Mahatma Gandhi
5. Mengetahui kekurangan gaya kepemimpinan Mahatma Gandhi
6. Mengetahui taktik mempengaruhi Mahatma Gandhi

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Biografi Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi, salah satu tokoh pemimpin yang dikenal mampu mengubah
dan menginspirasi dunia. Mahatma Gandhi, yang memiliki nama lengkap Mohandas
Karamchad Gandhi, lahir pada tanggal 2 Oktober 1869 di Pontabar, India (sekarang
disebut Gujarat). Mahatma Gandhi, yang memiliki arti berjiwa hebat atau berjiwa
agung, merupakan pemimpin spiritual dan politikus yang terlibat dalam Gerakan
Kemerdekaan India. Selama menjadi pemimpin, Gandhi selalu mengajarkan nilai-
nilai kesederhanaan, berdasarkan ajaran Hindu, yaitu kebenaran dan keteguhan
(Satya) serta non-kekerasan (Ahimsa).

Penerapan Ahimsa mulai dilakukan oleh Gandhi saat menjadi aktivis politik
dengan melakukan gerakan perlawanan pasif-nonkooperatif melawan hukum
(penguasa Afrika Selatan). Gerakan ini bertujuan untuk mengubah hukum-hukum
diskriminatif yang diberlakukan, dimulai dengan melarang warga kulit hitam Afrika,
kulit berwarna, dan warga India untuk bepergian tanpa identitas. Disamping itu,
Gandhi mampu menyatukan rakyat India yang memiliki latar belakang agama dan
suku yang berbeda, dengan cara mengambil sisi positif dari masing-masing agama.
Gandhi mengajarkan kepada rakyat India untuk menghargai hak orang lain yang
berbeda agama atau suku, serta mengajak rakyat untuk hidup bersama secara damai
dalam satu negara.

Gandhi juga memimpin orang India untuk melakukan aksi demonstrasi


damai dan mogok kerja, sehingga Gandhi mendapatkan simpati dari ribuan orang
atas keberaniannya dalam menerapkan ajarannya. Gerakan tersebut didasarkan pada
prinsip Satyagraha (jalan menuju kebenaran), yang dalam perkembangannya, prinsip
Satyagraha tersebut mampu menginspirasi tokoh dunia lain, diantaranya Martin
Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Berdasarkan fenomena tersebut, dapat
dikatakan bahwa pengaruh kuat yang diberikan Gandhi kepada orang lain dengan
cara menunjukkan aksi damai menuntut kemerdekaan tanpa kekerasan tersebut
mampu menggerakkan rakyat India untuk menerapkan ajarannya serta menggerakkan
hati nurani musuh (penjajah Inggris) untuk menghentikan kesewenangannya.
Perjuangan tersebut pun mampu membawa rakyat India pada kebebasan.

3
Pada 30 Januari 1948, Mahatma Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang
marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.

Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India, menyebut Gandhi sebagai tokoh terbesar
India setelah Gautama, sang Buddha. Ketika diminta untuk mengomentari tentang
Gandhi, Einstein mengatakan: "Pada saatnya akan banyak orang yang tak percaya dan
takjub bahwa pernah hidup seorang seperti Gandhi di muka bumi". Winston
Churchill, Perdana Menteri Inggris, menyebutnya 'Naked Fakir'.

4
2.2 Gaya kepemimpinan Mahatma Gandhi
Gaya kepemimpinan dapat dikatakan sebagai batasan atau norma perilaku
pemimpin selama proses mempengaruhi orang lain (Robbins, 2003). Masing-masing
pemimpin akan menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, disesuaikan
dengan karakter pemimpin dan situasi dalam kelompoknya (konteks organisasional).
Dalam hal ini, gaya kepemimpinan Mahatma Gandhi tersebut dapat dikatakan sebagai
gaya kepemimpinan karismatik.

Gaya Kepemimpinan Karismatik merupakan salah satu gaya kepemimpinan


yang mampu membuat suatu perubahan besar terhadap bawahannya didasarkan pada
pengaruh yang dilakukannya (Qori, 2013; Yukl, 2005), yang mana pemimpin
menciptakan atmosfir motivasi atas dasar komitmen dan identitas emosional terhadap
visi, filosofi, dan gaya kepemimpinannya ke dalam diri bawahannya (Ivancevich,
Konopaske, & Matteson, 2008). Bahkan sebagian orang memandang pemimpin
karismatik sebagai pahlawan atau sosok yang menginspirasi bawahannya (Weber,
dalam Robbins, 2003; Weber, 1947), sekalipun dirinya sudah meninggal dunia.
Dengan demikian, seorang pemimpin yang dianugerahi kekuatan karismatik dan
kemampuan untuk memotivasi orang lain cenderung lebih mudah untuk
menggerakkan bawahannya agar mencapai kinerja yang optimal. Pemimpin tersebut
akan diterima dan dipercaya sebagai orang yang dihormati dan ditaati secara sukarela,
sehingga bawahannya akan mematuhi dan meniru pandangan pemimpin tanpa atau
dengan sedikit perubahan (Qori, 2013).
Berdasarkan penjelasan tersebut, gaya kepemimpinan karismatik Mahatma
Gandhi ditunjukkan dengan adanya pengaruh ajaran Satya dan Ahimsa yang kuat
terhadap rakyat India dan orang-orang di luar India, sehingga mampu memotivasi dan
menginspirasi mereka untuk memperjuangkan kemerdekaannya dengan menerapkan
prinsip-prinsip yang telah diajarkannya. Gandhi menyelipkan visi misi dan filosofi
hidup ke dalam tujuan-tujuan ideologisnya dengan menggunakan daya tarik
pribadinya (kekuatan karismatik), sehingga Gandhi mampu menghubungkan visi
kelompok dengan nilai-nilai, cita-cita dan aspirasi rakyat India yang mengakar kuat
ke dalam komitmen dan identitas emosional para pengikutnya.

Berdasarkan ciri dan perilaku kepemimpinan karismatik yang diuraikan oleh


Yukl (2005), hasil dari penerapan gaya kepemimpinan Gandhi terhadap orang yang
dipimpinnya dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Menyampaikan sebuah visi yang menarik

Gandhi mengajukan visi yang mampu menginspirasi pengikut dan orang lain
yang mengenalnya. Selama perjuangan kemerdekaan India, Gandhi memiliki visi
Menegakkan Kebenaran Tanpa Kekerasan (Prinsip Satyagraha-Ahimsa). Pada
dasarnya, tipe pemimpin karismatik dibedakan menjadi dua tipe yaitu karismatik
visioner dan karismatik di masa krisis (Ivancevich, Konopaske, & Matteson, 2008).
Berdasarkan visi tersebut, Mahatma Gandhi cenderung memiliki gaya kepemimpinan

5
karismatik visioner, dimana dirinya memiliki pandangan yang jauh ke depan untuk
bangsanya dan mencapai tujuan tersebut melalui penerapan prinsip Satyagraha-
Ahimsa.

2. Menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan ekspresif saat mencapai visi
itu

Bentuk komunikasi Gandhi memiliki daya tarik pribadi (kekuatan karismatik)


tersendiri bagi orang yang dipimpinnya. Para pengikutnya memandang Gandhi berani
mengekspresikan karakter pribadinya yang sangat inspiratif dan mampu menciptakan
pengaruh yang kuat saat mengajarkan prinsip-prinsip hidupnya kepada para
pengikutnya. Gaya komunikasi tersebut pun mampu mengantarkan Gandhi mencapai
visinya, misalnya saat Gandhi menulis surat kepada pemerintahan Inggris di Afrika
Selatan dan menulis di surat kabar dengan menggunakan gaya bahasa yang
komunikatif, sehingga para pembaca (penguasa) tersentuh dengan tulisan Gandhi.

3. Mengambil resiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai


visi itu

Pengorbanan diri dan pengambilan resiko yang dilakukan Gandhi untuk


mencapai visi ditunjukkan dengan keberanian untuk melawan penguasa melalui
gerakan perlawanan pasif-nonkooperatif melawan hukum diskriminatif, serta
melakukan aksi demonstrasi damai dan mogok kerja yang diikuti oleh ribuan rakyat
India.

4. Menyampaikan harapan yang tinggi dan memperlihatkan keyakinan kepada


pengikutnya

Harapan-harapan Gandhi tersebut disampaikan melalui ajaran-ajarannya yang


mampu membangkitkan semangat dan keyakinan bagi para pengikutnya (Gandhi,
2009), seperti yang telah dicontohkan di atas. Gandhi juga diberkahi keyakinan diri
dan ketenangan. Keyakinan yang kuat dalam diri Gandhi ditunjukkan melalui
sikapnya yang tidak pernah takut terhadap ancaman apapun dengan mengatakan,
Jika Tuhan telah melindungi dari dalam, maka perlindungan dari luar tidak
diperlukan. Hal tersebut berhasil menciptakan keyakinan yang kuat dalam diri para
pengikutnya untuk mencapai harapan tersebut.

5. Pembuatan role model dari perilaku yang konsisten dari visi tersebut

Gandhi pun menjadi role model bagi para pengikutnya, apapun yang
dikatakan dan dilakukan akan ditiru dan dilaksanakan oleh para pengikutnya. Para
pengikut tersebut memandang perilaku dan ucapan Gandhi sebagai bentuk perilaku

6
yang konsisten akan visi mereka. Salah satu contohnya adalah saat Gandhi
menerapkan ajarannya untuk melawan penjajah Inggris dengan cara menggabungkan
prinsip Satyagraha dan Ahimsa, sehingga terbentuklah militant-tanpa kekerasan,
perang tanpa kekerasan, dan moral jiu-jitsu.

6. Mengelola kesan pengikut terhadap pemimpin

Perilaku dan ajaran yang disampaikan oleh Gandhi tersebut mampu


mendorong para pengikutnya tergabung dalam gerakannya secara sukarela. Bahkan
seorang Mahatma Gandhi pun mampu mengubah Motilal Nehru yang terbiasa dengan
kemegahan menuju sifat kesederhanaan. Karisma yang diberikan Gandhi tersebutlah
yang mampu membuat para pengikutnya merasa terkesan sehingga mengikuti setiap
ajarannya. Hal tersebut juga ditegaskan dalam tulisan Copley (1987) yang
mengatakan, Pengaruh moral Gandhi terhadap para pengikutnya sangat
menakjubkan.

7. Membangun identifikasi dengan kelompok atau organisasi

Gandhi membangun identifikasi kelompok melalui sikap nasionalisme dan


patriotis kepada para pengikutnya melalui pandangannya tentang kemerdekaan India.
Gandhi menyatakan bahwa kemerdekaan tersebut merupakan milik semua orang
India, terlepas dari ras, agama, kasta atau warna yang berbeda, karena semua rakyat
India hidup dalam persahabatan yang sempurna serta berhak memperjuangkan dan
menikmati kemerdekaan tersebut. Alhasil, hal tersebut pun mampu menyatukan
rakyat India.

2.3 Kelebihan Kepemimpinan Karismatik Mahatma Gandhi


1. Bersifat visionary, inspirational, decisive, performance oriented, dan high levels of
personal integrity

2. Karisma (daya tarik) yang ditunjukkan Gandhi mampu mengubah pandangan atau
perilaku dari bawahannya serta menggerakkan mereka menuju visi yang telah
disampaikannya. Hal tersebut membuat Gandhi berhasil menyatukan rakyat India
untuk memperjuangkan hak-haknya dan meraih kemerdekaan (menegakkan
kebenaran tanpa kekerasan)

3. Gandhi dapat menjalankan visi misi kelompok melalui perilaku kepemimpinannya


serta mampu menciptakan pengaruh yang memberikan dampak positif bagi para
pengikutnya, seperti menginspirasi bawahannya, sehingga memunculkan semangat
atau motivasi yang tinggi, dan membuat bawahan menjadi bagian dari kepemimpinan
Gandhi

7
4. Sesuai untuk diterapkan dengan latar belakang budaya dan situasi sosial yang
sangat berisiko di India saat itu. Gaya kepemimpinan karismatik yang ditunjukkan
Gandhi mampu mengatasi persaingan dalam dunia politik, mengobarkan semangat
juang saat perang kemerdekaan India, dan saat menghadapi persaingan agama atau
krisis yang mengancam bagi kelangsungan hidup rakyat India

2.4 Kelemahan Kepemimpinan Karismatik Mahatma Gandhi


Cenderung mengembangkan kombinasi hubungan pemimpin-bawahan dengan
menggunakan atribut-atribut yang disenangi bawahan, sehingga kurang terlihat
memberikan delegasi atau wewenang kepada bawahan. Gaya kepemimpinan ini
kurang cocok bila diterapkan secara murni dalam dunia pemerintahan atau pucuk
pimpinan suatu negara (presiden), sehingga perlu dipadukan dengan gaya
kepemimpinan transformasional.

Kurang efektif bila diterapkan dalam kondisi pemerintahan yang sudah melewati
masa krisis, karena bawahan juga membutuhkan arahan yang membawa mereka
menuju implementasi visi yang mampu memimpin dirinya sendiri dan berbuat lebih
dari yang ditargetkan, bukan hanya pandangan pribadi.

- Terkadang Gandhi kurang menyadari dirinya telah menempatkan prinsip hidup atau
tujuan pribadi terlalu tinggi sehingga terkesan berada di atas pandangan kelompok.
Akibatnya, Gandhi tidak menyadari bahwa dirinya dipandang terlalu membela
Muslim hingga seseorang merasa kesal dan berhasil menembaknya.

8
2.5 Taktik mempengaruhi mahatma gandhi
Dalam konteks Non violence of the weak dapat penulis asumsikan sebagai
suatu pola gerakan pantang kekerasan Gandhi dengan melakukan peneguhan diri dan
pengendalian diri secara sadar melalui puasa atau mogok makan. Selain itu
dibutuhkan keberanian untuk mengatasi rasa takut terhadap musuh, serta membalas
kekerasan dengan cinta kasih agar dapat memaafkan para pelaku yang melakukan
tindakan kekerasan.

Contoh kongkrit dari konsep tersebut, di mana Gandhi berupaya untuk


menggugah hati nurani rakyatnya dengan berpuasa dari tanggal 13 sampai tanggal 18
Januari 1948, demi pensucian diri, pada tanggal 18 Januari Gandhi menghentikan
puasanya dengan menerima segelas orange jus dari Maulan Kalam Azad. Puasa yang
terakhir kali ini juga di maksudkan untuk menyadarkan rakyatnya yang sudah tidak
sadarkan lagi dengan apa yang mereka lakukan karena kebencian dan keinginan
membalas dendam. Aksi berpuasa Gandhi ini membuat segolongan orang semakin
marah kepadanya. Karena menurut anggapan mereka Bapak Bangsa ini telah
mempertaruhkan nyawanya untuk menciptakan kehidupan komunal yang searsi.

Konsep dan teknik-teknik yang dikembangkan serta dimatangkan Gandhi


dengan bereksperimen selama bertahun-tahun berakar dalam jiwa dan pikiran massa
rakyat, mereka tahu apa yang diinginkan Gandhi untuk mereka lakukan. Gandhi
percaya bahwa para pemimpin dapat melalui suatu pergerakan, jika pemimpin
tersebut menginterpretasiakan dengan tepat keinginan rakyat. Gandhi sendiri
mengatakan bawah, dia tidak pernah menciptakan sebuah situasi. Gandhi hanya
merasakan secara instintif apa yang sedang berkecamuk di hati massa rakyat dan baru
kemudian Gandhi merumuskan sebuh program dan memberikan bentuk kepada apa
yang sudah ada.

Dalam pelaksanaan gerakan sosial pantang kekerasannya, Gandhi selalu


menekankan kepada para pengikutnya bahwa, kolektifitas menjadi sesuatu yang
penting. Maka, Gandhi menghimbau gerakan pantang kekerasan harus selalu hidup
dalam sanubari setiap rakyat, baik itu, anak-anak, lak-laki dewasa maupun
perempuan. Oleh karena itu, gerakan Gandhi tidak semata-mata direspon oleh
kalangan terpelajar semata, tetapi menjadi kekuatan bagi seluruh rakyat India dalam
upaya untuk membebaskan bangsanya dari penjajahan Inggris.

Dalam demikian, gerakan Non violence of the Cowards tersebut, dapat


diasumsikan bahwa, Gandhi dalam pelaksanaan proyek gerakan pantang
kekerasannya tidak bersifat terbatas pada satu golongan semata. Dimana,
membutuhkan sikap kolektif, melakukan pendidikan politik, pelatihan serta

9
memperdalam nilai gerakan secara konstruktif terkait dengan gerakannya mulai dari
desa. Dan merangkul kaum perempaun dalam melakukan gerakan pantang kekerasan.

Berangkat dari konsep Gandhi tersebut, contoh yang kongkrit dapat di lihat
melalui tilisan-tulisannya. Di mana, Gandhi menemui dirinya sendiri. Perjuangan
yang paling hakiki adalah perjuangan moral, spiritual, sosial dan individual.
Partisipasi aktifnya dalampolitik merupakan sebuah perpanjangan kegiatan sosial dan
komitmen individualnya; saya tidak bisa menjalankan kehidupan yang agamais jika
saya tidak dapat mengidentifikasi diri saya dengan semua manusia, dan hal ini tidak
dapat saya lakukan jika saya tidak ambil bagian dalam politik. Seluruh kegiatan umat
manusia sekarang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipecah-pecahkan,politik
memang sangat personal.

Gandhi praktis menyampaikan setiap pemikirandan aksinya kepada rakyat.


Tulisan-tulisannya terkumpul dalam seratus jilid buku. Gandhi sering terlihat tidak
konsisten karena Gandhi terus mengembangkan doktrin-doktrinnya. Kegagalan-
kegagalan heroic, perjuangan-perjuangan dan kemenangan-kemenangannya adalah
pribadi. Ini juga merupakan ajaran Gandhi yang mendorong untuk berpikir dan
bertindak. Tidak ada yang tersembunyi. Setiap tindakan, baik atau buruk adalah
sebuah eksperimen dalam mencari kebenaran.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mahatma Gandhi memiliki gaya kepemimpinan kharismatik yang ditunjukkan
dengan adanya pengaruh ajaran Satya dan Ahimsa yang kuat terhadap rakyat India
dan orang-orang di luar India, sehingga mampu memotivasi dan menginspirasi
mereka untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Gandhi menyelipkan visi misi dan
filosofi hidup ke dalam tujuan-tujuan ideologisnya dengan menggunakan daya tarik
pribadinya (kekuatan karismatik), sehingga Gandhi mampu menghubungkan visi
kelompok dengan nilai-nilai, cita-cita dan aspirasi rakyat India yang mengakar kuat
ke dalam komitmen dan identitas emosional para pengikutnya.

Gandhi juga mengajarkan paham anti kekerasan, keadilan dan perdamaian


yang telah menginspirasi bayak orang dalama kegiatan politik maupun bernegara.
Mahatma Gandhi menggunakan suatu pola gerakan pantang kekerasan .Akan tetapi,
Mahatma Gandhi cenderung mengembangkan kombinasi hubungan pemimpin-
bawahan dengan menggunakan atribut-atribut yang disenangi bawahan, sehingga
kurang terlihat memberikan delegasi atau wewenang kepada bawahan, tidak cocok
jika diterapkan secara murni dalam dunia pemerintahan atau presiden, perlu
dipadukan dengan gaya kepemimpinan transformasional.

3.2 Saran
Untuk menjadi pemimpin yang baik dibutuhkan sifat, kapasitas dan kapabiltas
yang mendukung, dan tidak cukup jika hanya menerapkan satu gaya kepemimpinan
perlu adanya kombinasi agar kepemimpinan dapat berjalan lebih baik. Selain itu,
semoga makalah ini dapat menjadi bahan bacaan yang bermanfaat dan pembaca dapat
mengambil nilai-nilai positif serta terinspirasi dari seorang tokoh Mahatma Gandhi
dan dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat/ bernegara.

11
Daftar Pustaka

Ivancevich, J.M., Konopaske, R., & Matteson, M.T. (2008). Perilaku dan Manajemen
Organisasi (terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Gandhi, M.K. (2009). Mahatma Gandhi: Sebuah Autobiografi (terjemahan).


Yogyakarta: NARASI.

Qori, H.I.L.A. (2013). Kepemimpinan karismatik versus kepemimpinan


transformasional. Analisa 1, (2), 70-77.

Robbins, S.P. (2003). Organizational Behavior (10th edition). New York: Prentice
Hall, Inc.

Siagian, S.P. (2010).Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.

Silverthone, C. P. (2009). Organizational Psychology in Cross-Cultural Perspective.


New York: New York University Press.

12