Anda di halaman 1dari 6

PASAR SEKURITAS EFISIEN

Ringkasan Materi Kuliah


Untuk memenuhi tugas Matakuliah Teori Akuntansi
Yang dibimbing oleh Bapak Prof.Dr. Sutrisno T., SE., AK., M.Si

Disusun oleh:
Gede Krisnawan
145020300111006

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
TAHUN 2017
PASAR SEKURITAS EFISIEN
Pengertian Efsien
Menurut Scott, jika terdapat informasi gratis dalam kondisi ideal, maka semua
investor akan memanfaatkannya dan nilai pasar perusahaan menyesuaikan untuk
mencerminkan ekspektasi aliran kas revisian. Dengan kata lain, semua informasi yang
didapat tersebut benar benar terlihat pada keadaan di pasar perusahaan tersebut, dan
semua investor akan mendapatkan informasi yang sama dan return yang normal.
Sebagai misal, di dalam kondisi yang ideal, setiap investor akan berusaha untuk
mengetahui bagaimana cara melakukan realisasi terhadap aliran kas dan dividen yang
akan datang.
Dalam kenyataan, informasi bersifat dalam kondisi yang tidak ideal. Setiap
investor harus melakukan estimasi subjektif sendiri-sendiri dalam melakukan penilaian
terhadap profitabilitas (profitability), aliran kas (cash flows), dan dividen (dividend)
perusahaan yang akan datang. Selanjutnya, estimasi-estimasi tersebut akan selalu
mengalami revisi (penyempurnaan) apabila ditemukan informasi baru. Dalam
menghadapi situasi tersebut, biasanya setiap investor akan menggunakan pertimbangan
cost-benefit dalam menentukan pertimbangan seberpa besar pengorbanan(biaya) yang
akan dilakukan dan seberapa besar manfaat (informasi) dapat diperoleh.
Terdapat sejumlah sumber-sumber informasi yang relevan, misalnya: financial
press, masukan informasi dari teman dan asosiasi, perubahan kondisi ekonomi, saran
analis dan pialang, dan lain-lain. Pada umumnya investor secara terus menerus akan
melakukan revisi atau penyempurnaan terhadap pertimbangan probabilitas subjektif
yang mereka gunakan setelah menerima berbagai macam informasi. Dari berbagai
kemungkinan informasi tersebut, yang pada umumnya dipertimbangkan sebagai sumber
utama informasi yang bersifat cost-efektive adalah laporan keuangan tahunan
perusahaan.
Terdapat sejumlah investor yang menghabiskan waktu dan uang mereka untuk
menggunakan berbagai sumber infomasi tersebut sebagai dasar yang memberikan
pedoman di dalam pemilihan pengambilan keputusan. Investor yang mempunyai
informasi lebih banyak (informed) biasanya akan bergerak lebih cepat setelah menerima
informasi baru. Apabila mereka tidak bertindak demikian, maka investor lain akan
mendahuluinya dan nilai pasar sekuritas akan segera mengalami penyesuaian dalam
mengeliminasi manfaat informasi baru.

Bagaimana Harga Pasar Mencerminkan Semua Informasi yang Tersedia


Berjalannya proses tersebut tidak begitu jelas atau tidak transparan.
Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa investor yang rasional dan memiliki informasi
yang cukup akan berusaha untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya mengenai
sekuritas yang diperdagangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa seseorang (individu)
akan dengan tepat menginterpretasi informasi tersebut. Hal tersebut dimungkinkan
terjadi, karena setiap individu memiliki keyakinan dasar awal yang berbeda (different
prior beliefs).
Dengan demikian di dalam pasar sekuritas efisien, harga-harga dengan cepat dan
tepat mencerminkan semua informasi yang tersedia dan harga pasar sekuritas yang
terdapat di dalam pasar tersebut akan berfluktuasi secara random pada setiap saat.
Efisiensi didefinisi secara relatif terhadap sejumlah informasi, artinya jika kumpulan
informasi yang tersedia tidak lengkap, sehingga dapat di katakan terdapat adanya inside
information atau informasi yang salah (wrong), maka harga-harga sekuritas yang terjadi
juga akan mengalami kesalahan.

Model CAPM
CAPM merupakan kelanjutan dari teori portofolio Markowitz (diversifikasi pada
aset-aset berisiko). CAPM merupakan model yang menghubungkan tingkat return yang
diharapkan dari suatu aset berisiko dengan risiko aset tersebut pada kondisi pasar
seimbang.
Asumsi CAPM:
1. Semua investor melakukan divesifikasi untuk memilih portofolio optimal dengan
target garis efisiensi Markowitz.
2. Investors dapat meminjam dan meminjamkan sejumlah uang pada tingkat return
bebas risiko - the risk-free rate of return (RFR)
3. Semua investor mempunyai ekspektasi yang homogen ; mereka mempunyai
estimasi akan return dengan distribusi probabilitas yang identik ( informasi akan
return dan varians yang sama ).
4. Semua investors mempunyai periode holding/time horizon yang sama misalkan
satu tahun atau satu bulan dll.
5. Terdapat banyak sekali investor yang tidak satupun dapat mempengaruhi harga (
price taker )
6. Tidak ada biaya transaksi dan pajak pendapatan dalam membeli dan menjual aset.
7. Tidak ada perubahan tingkat harga ( inflasi ) atau tingkat suku bunga.
8. Pasar modal berada dalam keseimbangan.

Capital Market Line (CML)


Garis yang menghubungkan return dengan yang diharapkan dengan risiko dari
portofolio pada kondisi pasar seimbang. Pilihan portofolio sepanjang garis Rf-M
ditentukan oleh proporsi dana yang diinvestasikan ke dalam portofolio M dan Rf. CML
menggambarkan kemiringan _ seberapa besar tambahan risiko yang harus dihadapi
untuk setiap tambahan return yang diharapkan. CML merupakan kombinasi aset
berisiko (M=portofolio pasar) dg aset bebas risiko (Rf). Pilihan portofolio sepanjan
garis Rf-M merupakan garis efisien yang ditentukan oleh proporsi dana yang
diinvestasikan ke dalam portofolio M dan Rf.
- Slope CML cenderung positif _ investor bersifat Risk Averse
- Slope CML bisa negatif, jika Rm < Rf (walaupun Rm > 0)
- Penentuan tingkat return pada tingkat risiko berbeda.
- Tidak ada orang akan berinvestasi pada portofolio pasar M.
- Portofolio M merupakan portofolio model untuk menjawab perilaku investor.

Security Market Line (SML)


Jika investor memilih portofolio selain M maka kontribusi CAPM adalah untuk
menilai apakah portofolio tersebut efisien atau tidak, dilihat dari apakah risikonya
sebanding dengan risiko portofolio pasar M (kemiringan garis return-risiko sama).
Risiko yang relevan untuk membandingkan risiko aset berisiko individu/portofolio non-
M adalah covariance terhadap portofolio pasar (Covi,m). Risiko dinilai seperti
perhitungan portofolio Markowitz. Untuk portofolio pasar, return-nya akan konsisten

Expected Rate of Return Aset Berisiko


Tingkat return yang diharpakan dari sebuah aset bersiko diperoleh dari
penjumlahan tingkat return bebas risiko dengan premi risiko dari aset yang
bersangkutan. Premi risiko merupakan systematic risk dari sebuah aset (beta) dan premi
risiko pasar yang terjadi (RM-Rf)

Estimasi Security Market Line


Tingkat return bebas risiko (Rf). Tingkat return yang disyaratkan investor/return
pasar (Rm). Beta masing-masing sekuritas. Estimasi Beta (Caracteristic Line) Data
historis. Menggunakan market model (single index model). Market model dalam bentuk
excess return.

Pengujian CAPM
Return dan risiko berhubungan positif. Pengukuran risiko yang relevan adalah
ukuran kontribusi risiko aset terhadap risiko portofolio. Pengujian dengan data empiris
apakah sesuai dengan teori.

Arbitrage Pricing Theory (APT)


CAPM dikritik karena kesulitan dalam memilih apa yang menjadi proxy
portofolio pasar. Beta ditentukan dengan data pergerakan harga historis. Arbitrge
Pricing Theory (APT) memiliki beberapa asumsi antara lain:
1. Pasar modal berada dalam kondisi persaingan sempurna.
2. Investor bersifat risk averse dimana selalu lebih suka dengan return yang lebih
tinggi dengan tingkat ketdakpastian yang rendah.
3. Return aset dipengaruhi oleh beberapa faktor
4. Investor bersifat homogen.

IMPLIKASI PASAR EFISIEN TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN


Implikasi pasar modal efisien menurut Beaver:
1. Perubahan dari satu metoda akuntansi ke yang lain. Manajer tidak seharusnya perlu
direpotkan dengan kebijakan akuntansi mana yang akan digunakan, kecuali
kebijakan akuntansi tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap arus kas.
2. Efisiensi Securities Market berjalan bersamaan dengan pengungkapan penuh.
Perusahaan harus mengungkapkan informasi sebanyak mungkin. Jika managemen
memiliki info relevan dan bisa diungkapkan dengan biaya yang rendah, maka
managemen harus mengungkapkan dengan segera. Hal ini dikarenakan, semua
informasi yang tersedia dan relevan untuk memperbaiki prediksi digunakan oleh
investor, selain itu semakin banyak info yang dipublikasi maka akan semakin
banyak yang tersedia di pasar tentang perusahaan tersebut.
3. Perusahaan tidak perlu terlalu memperhatikan investor yang naif (sering disebut
investor yang price-protected) pada waktu menentukan kebijakan dan format
pengungkapan. Alasannya:
- Jika ada cukup banyak investor yang memahami informasi yang telah
diungkapkan, maka itu sudah cukup menjamin bahwa harga pasar sebuah saham
telah sama dengan jika seluruh investor memahaminya.
- Investor yang naif bisa : Menyewa orang lain untuk menginterpretasi info, atau
Meniru keputusan orang lain yang lebih paham.
- Investor cukup dilindungi oleh harga.
4. Pasar modal efisien tertarik pada informasi yang relevan dari berbagai sumber, tidak
hanya dari laporan keuangan. Laporan keuangan hanya merupakan salah satu
sumber informasi bagi pasar modal.
5. Akuntan berkompetisi dengan penyedia info yang lain. Jika tidak menyediakan info
yang bermanfaat dan efektif-kos, maka kegunaan info akuntansi akan menurun.

ASIMETRIS INFORMASI
Konsep Asimetri Informasi
Seorang partisipan di pasar akan mengetahui sesuatu tentang sebuah aset
yang diperdagangkan yang tidak diketahui oleh partisipan lain. Dua jenis asimetri
informasi:
1. Adverse selection
yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seorang atau
sekelompokorang memperoleh keuntungan atau manfaat lebih dari informasi
dibanding yang lain.
2. Moral hazard Disusun
yaitu salah satu ketidaksamaan informasi di mana seseorang dapat memperoleh
keuntungan dari transakasi yang dilakukan. Salah satu alasan mengapa
informasi asimetri berperan penting dalam teori akuntansi bahwa pasar sekuritas
adalah subjek pada permasalahan informasi asimetri.

Kemampuan orang dalam untuk mendapatkan keuntungan dari keuntungan


informasi mereka adalah contoh dari masalah adverse selection.kemungkinan adverse
selection menciptakan risiko estimasi bagi investor, yang dapat meningkatkan biaya
perusahaan terhadap modal di atas nilai-nilai CAPM mereka. Pengungkapan penuh dan
tepat waktu akan mengurangi masalah ini, dengan demikian meningkatkan kerja pasar
sekuritas. Sejak pelaporan semua informasi di dalamnya terlalu mahal, tapi
bagaimanapun, masalah adverse selection masih akan hadir.
Adanya asimetri informasi memungkinkan adanya konflik yang terjadi antara
principal dan agent untuk saling mencoba memanfatkan pihak lain untuk kepentingan
sendiri. Eisenhardt (1989) mengemukakan tiga asumsi sifat dasar manusia yaitu:
Manusia pada umunya mementingkan diri sendiri (self interest),
Manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang
(bounded rationality), dan
Manusia selalu menghindari resiko (risk adverse).

Berdasarkan asumsi sifat dasar manusia tersebut menyebabkan bahwa informasi


yang dihasilkan manusia untuk manusia lain selalu dipertanyakan reliabilitasnya dan
dapat dipercaya tidaknya informasi yang disampaikan.

Contoh asimetri info (moral hazard)


Akerlof (1970) tentang pasar mobil bekas. Pasar mobil bekas tidak berjalan baik
karena lemon yang diakui sebagai mobil bagus. Kasus ekstrem, asimetri info bisa
menghancurkan pasar. Contoh membeli asuransi kemungkinan gagal pura-pura sakit
menyelesaikan pendidikan agar bisa mengklaim polis asuransi dan tidak jadi
menamatkan pendidikan.

Contoh asimetri info (adverse selesction)


Jika semua orang yang sakit berbondong-bondong mendaftar ke univ dengan
harapan akan bisa disebut dengan mengklaim haknya nanti adverse selection/pilihan
yang berlawan atau merugikan. Menjadi pilihan yang berlawanan atau merugikan
karena orang yang kondisi kesehatannya berlawanan dengan kepentingan perusahaan
memilih untuk membeli asuransi kesehatan. Efeknya, perusahaan asuransi bisa tidak
mau tidak memberikan jaminan pada pasar asuransi.
Asimetri info adalah salah satu sumber ketidaksempurnaan pasar. Sumber lain
adalah pasar yang kendati ada namun tidak berjalan dengan baik. Jika harga tidak
dengan sempurna mencerminkan harga, orang tidak bisa membeli kualitas yang ia
komoditas inginkan, sehingga ia menanggung risiko melebihi apa yang ia mau.
Akuntansi keuangan punya peran untuk meningkatkan kesempurnaan pasar. Pasar
modal tidak bisa lepas dari masalah asimetri info karena adanya info orang dalam dan
perdagangan orang dalam. Contoh lain dari adverse selection.

Akuntan vs. adverse selection


Pengungkapan penuh Info yang lebih luas diberikan kepada publik. Pelaporan
tepat waktu/segera dan mengurangi kemampuan orang dalam untuk mengambil untung
dari keunggulan informasi mereka.