Anda di halaman 1dari 72

PEDOMAN PELAKSANAAN

PELAYANAN TERPADU
PROGRAM PENGENDALIAN MALARIA
DENGAN PROGRAM KESEHATAN IBU,
ANAK DAN IMUNISASI

DIREKTORAT JENDERAL PP & PL


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
2014
ii
SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PP DAN PL
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa, atas rahmat dan karuniaNya
buku Pedoman Pelayanan Terpadu Program Pengendalian Malaria dengan Program
Kesehatan Ibu, Anak dan Imunisasi dapat diselesaikan. Buku ini merupakan edisi revisi
yang sudah dicetak pada tahun 2010.
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Data tahun 2009 diketahui sekitar
80% Kabupaten/kota termasuk endemis, dimana 45% penduduk berdomisili di daerah
yang berisiko tertular malaria. Secara nasional jumlah kasus malaria cenderung menu-
run, pada tahun 2009 angka API 1,85 dan pada tahun 2013 angka API 1,38 dimana
79,7% kasus malaria berasal dari Indonesia bagian timur dan daerah dengan API>5
sebanyak 13,8% dari seluruh kabupaten.
Bayi, balita dan ibu hamil merupakan kelompok yang paling berisiko terhadap
malaria, yang apabila menderita malaria maka dapat menyebabkan anemia, berat badan
lahir rendah, perdarahan, abortus bahkan kematian. Untuk menyelamatkan bayi, balita
dan ibu hamil dari bahaya malaria dilakukan integrasi program dalam pendistribusian
kelambu LLINs sekaligus mendorong peningkatan cakupan imunisasi dan layanan ibu
hamil guna menurunkan angka kesakitan, kematian bayi, balita dan ibu dari penyakit
malaria serta Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Hal ini seiring
dengan dalam upaya tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goals/
MDGs) terutama goals 4,5 dan 6 perlu dilaksanakan kegiatan terpadu pengendalian
malaria, imunisasi dan pelayanan ibu hamil. Adapun kegiatan keterpaduan dilakukan
melalui kegiatan skrining malaria pada ibu hamil dan pemberian kelambu berinsektisida
melalui program pelayanan kesehatan ibu hamil dan bayi melalui program imunisasi.
Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil,
cakupan imunisasi, dan penemuan kasus positif malaria serta memberikan pencegahan
terhadap penularan penyakit malaria pada ibu hamil, bayi dan balita.
Buku pedoman ini merupakan acuan bagi petugas dalam melaksanakan kegiatan
pelayanan terpadu program pengendalian malaria dengan program kesehatan ibu, anak
dan imunisasi di daerah endemisitas sedang malaria yang ditetapkan berdasarkan hasil
kajian epidemiologis oleh para ahli. Harapan kami buku pedoman ini dapat membantu
petugas dalam mengoptimalkan kinerja di lapangan.
Kepada semua pihak yang telah mendukung diterbitkannya buku pedoman ini
kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, Oktober 2014
Direktur Jenderal

dr. H.M. Subuh, MPPM


NIP. 196201191989021001

iii
iv
DAFTAR ISI

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PP & PL KEMENKES RI........................... iii


DAFTAR ISI ......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A. Latar Belakang................................................................................ 1
B. Pengertian....................................................................................... 2

BAB II TUJUAN DAN SASARAN.................................................................. 4


A. Tujuan............................................................................................. 4
B. Sasaran........................................................................................... 4

BAB III KEBIJAKAN DAN STRATEGI.............................................................. 5
A. Kebijakan ....................................................................................... 5
B. Strategi............................................................................................ 5

BAB IV TAHAPAN KEGIATAN.......................................................................... 7


A. Pusat............................................................................................. 7
B. Provinsi......................................................................................... 7
C. Kabupaten/Kota............................................................................ 8
D. Puskesmas.................................................................................... 9

BAB V PELAKSANAAN KEGIATAN TERPADU.............................................. 11


BAB VI PENCATATAN DAN PELAPORAN...................................................... 16
BAB VII MONITORING DAN EVALUASI........................................................... 19
BAB VIII PENUTUP............................................................................................ 21

Lampiran
Peran dan Tanggung Jawab . .............................................................................. 24
Format Pencatatan Imunisasi Rutin Bayi Di Unit Pelayanan (KOHORT BAYI).... 29
Format Rekapitulasi Imunisasi Bayi Puskesmas.................................................. 30
Format Laporan Hasil Imunisasi Rutin Bayi Kabupaten/Kota.............................. 31
Format Laporan Hasil Imunisasi Bayi Provinsi..................................................... 32
Kartu Stok Harian kelambu Puskesmas............................................................... 33
Kartu Stok Harian kelambu Kabupaten/Kota........................................................ 34
Kohort Ibu . ........................................................................................................... 35
Rekapitulasi Laporan Distribusi Kelambu Berinsektisida Provinsi....................... 36
Rekapitulasi Laporan Distribusi Kelambu Berinsektisida Kabupaten/Kota.......... 37

v
Rekapitulasi Laporan Distribusi Kelambu Berinsektisida Puskesmas.................. 38
Rekapitulasi Laporan Distribusi Kelambu Berinsektisida Desa/Kelurahan.......... 39
Formulir Pendistribusian Kelambu Berinsektisida................................................ 40
Register Penemuan Penderita Malaria Terpadu Pada Ibu Hamil......................... 41
Rekapitulasi Penemuan Penderita Malaria Terpadu Pada Ibu Hamil
Tingkat Puskesmas.............................................................................................. 42
Rekapitulasi Penemuan Penderita Malaria Terpadu Pada Ibu Hamil
Tingkat Kabupaten............................................................................................... 43
Rekapitulasi Penemuan Penderita Malaria Terpadu Pada Ibu Hamil
Tingkat Provinsi ................................................................................................... 44
Rekapitulasi Penemuan Penderita Malaria Terpadu Pada Ibu Hamil
Tingkat Pusat........................................................................................................ 45
Lampiran Endemisitas Puskesmas...................................................................... 48

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat di Indonesia karena dapat menyebabkan tingginya angka
kesakitan dan kematian serta sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Secara langsung malaria dapat menyebabkan anemia dan menurunkan tingkat
produktifitas. Penyakit ini juga menjadi salah satu pembunuh terbesar terutama
pada kelompok dengan faktor risiko tinggi misalnya bayi, anak balita dan ibu
hamil. Upaya penanggulangan malaria menjadi target utama untuk mencapai
derajat kesehatan masyarakat, karena malaria masih endemis di beberapa
daerah terutama di negara beriklim tropis seperti di Indonesia. Sekitar 33% dari
Kabupaten/Kota di Indonesia termasuk kategori endemis tinggi-sedang dan 67%
endemis rendah dimana lebih dari 45% penduduknya berdomisili di desa endemis
dan terpencil dengan kondisi geografis dan transportasi yang sulit dicapai.
Keadaan ini mengakibatkan rendahnya akses pelayanan kesehatan termasuk
penemuan dan pengobatan kasus malaria rendah.

Di Indonesia, setiap tahunnya terdapat 40 kematian balita per 1000 kelahiran


hidup dimana 80% dari kematian tersebut terjadi pada anak usia di bawah 1
tahun yang sebagian besar disebabkan oleh penyakit menular. Di beberapa
daerah terpencil, angka kematian bayi 32 per 1000 kelahiran hidup per tahunnya
(SDKI 2012), sedangkan angka kematian ibu adalah 359 per100.000 kelahiran
hidup yang sebagian besar disebabkan oleh perdarahan, preeklamsi dan infeksi
(SDKI 2012). Hal ini menunjukan bahwa bayi, balita dan ibu hamil merupakan
kelompok yang paling rentan terhadap malaria dan memiliki kecenderungan
lebih besar untuk menderita malaria berat yang dapat menimbulkan kematian.
Di daerah terpencil dimana fasilitas kesehatan sulit dijangkau, pada umumnya
cakupan pelayanan pemeriksaan kehamilan dan imunisasi rutin sangat rendah
serta angka kejadian penyakit malaria cukup tinggi.

Dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak serta angka
kesakitan dan kematian akibat malaria, sesuai dengan tujuan pembangunan
milenium (Millenium Development Goal/MDGs) terutama goal ke 4, 5 dan 6, perlu
dilaksanakan kegiatan terpadu pengendalian malaria, pelayanan kesehatan ibu
hamil, balita sakit dan imunisasi. Adapun kegiatan keterpaduan ini dilakukan
melalui kegiatan skrining malaria ibu hamil dan pemberian kelambu berinsektisida
(kelambu anti nyamuk) pada pelayanan kesehatan ibu hamil dan bayi melalui
program imunisasi serta pelayanan kesehatan pada balita sakit. Penemuan dini
penyakit pada balita dilakukan dengan teknologi sederhana di tingkat pelayanan

1
kesehatan dasar yaitu dengan penerapan Manjemen Terpadu Balita Sakit
(MTBS). MTBS merupakan intervensi yang cost effective untuk mengatai masalah
kematian balita yang disebabkan oleh Infeksi Pernapasan Akut (ISPA), diare,
campak malaria, kurang gizi, yang sering merupakan kombinasi dari keadaan
tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan pelayanan
kesehatan ibu hamil, cakupan imunisasi dan penemuan kasus positif malaria
serta memberikan pencegahan terhadap penularan penyakit malaria pada ibu
hamil, bayi dan balita.

Upaya terobosan yang dilakukan Program Nasional Pengendalian Malaria untuk


mencapai eliminasi malaria :
1. Akselerasi Pengendalian Malaria di daerah endemisitas tinggi (Provinsi
Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur)
2. Intensifikasi Pengendalian Malaria di daerah fokus (tambang, pertanian,
kehutanan, transmigrasi, pengungsi)
3. Kegiatan umum untuk semua wilayah akselerasi dan intensifikasi
Untuk point 1 dan point 2 dilakukan melalui kegiatan kelambunisasi dengan
kampanye dan distribusi kelambu secara massal, intensifikasi dan ekstensifikasi
pengobatan di semua fasilitas kesehatan serta penemuan secara aktif melalui
survei darah massal.
Untuk point 3 dilakukan melalui penguatan surveilans, penguatan kemandirian
masyarakat serta penguatan kemitraan dan foum gebrak malaria.

B. Pengertian
1. Pengendalian malaria adalah upaya yang dilakukan dalam rangka
mengendalikan penyakit malaria secara berkesinambungan mulai dari
penemuan penderita, penegakan diagnosa, pemberian terapi, pemberantasan
vektor penular malaria dan pengamatan terhadap kasus malaria secara terus
menerus.
2. Eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria
setempat dalam satu wilayah geografis tertentu dan bukan berarti tidak
ada kasus malaria impor serta sudah tidak ada vektor malaria di wilayah
tersebut sehingga tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah
penularan kembali.
3. Pelayanan kesehatan ibu hamil / pelayanan antenatal adalah pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan profesional sesuai
standar yang ditujukan kepada ibu hamil dan janin yang dikandung agar ibu
hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan
selamat serta melahirkan bayi yang sehat.

2
4. Pelayanan Antenatal terpadu adalah pelayanan antenatal komprehensif dan
berkualitas yang diberikan pada semua ibu hamil, serta terpadu dengan
program lain selama kehamilannya.
5. Kegiatan terpadu malaria dengan program imunisasi adalah kegiatan yang
mencakup imunisasi rutin dengan pemberian kelambu berinsektisida kepada
bayi yang sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
6. Kelambu berinsektisida adalah : kelambu yang proses pemberian insektisida
pada bahan kelambu dilakukan di pabrik, melalui pencampuran pada serat
benang (fiber).
7. Rapid Diagnostic Test (RDT) adalah : tes cepat berdasarkan deteksi antigen
parasit malaria dengan metoda imunokromatografi dalam bentuk dipstik.
8. Pelayanan imunisasi adalah suatu upaya/proses untuk menimbulkan/
meningkatkan imunitas (kekebalan) seseorang secara aktif terhadap penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) , dengan cara pemberian bahan
imunobiologik (vaksin) sehingga bila terpapar dengan penyakit tersebut tidak
akan sakit atau sakit ringan.
9. Puskesmas endemis malaria tinggi adalah puskesmas yang angka kasus
malarianya tinggi dan menetap selama bertahun dimana API nya >5

3
BAB II
TUJUAN DAN SASARAN

A. Tujuan

1. Tujuan Umum
Melindungi ibu hamil, bayi dan anak balita dari penularan malaria dan
mendorong peningkatan cakupan layanan rutin ibu hamil, bayi, anak balita
dan imunisasi guna menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu, bayi
dan anak balita.

2. Tujuan Khusus
a. Terselenggaranya kegiatan penapisan (skrining) ibu hamil terhadap
malaria pada saat kunjungan pertama pemeriksaan kehamilan /
pelayanan antenatal dengan cara pemeriksaan darah secara mikroskopis
atau uji reaksi cepat (RDT).
b. Terlindunginya ibu saat hamil, bersalin, nifas dan menyusui serta bayinya
dari penularan malaria melalui penggunaan kelambu berinsektisida
(LLINs) yang dibagikan kepada ibu hamil pada saat kunjungan pertama
pemeriksaan kehamilan / pelayanan antenatal.
c. Terlindunginya bayi yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap
dari penularan malaria melalui penggunaan kelambu berinsektisida.
d. Terlaksananya penatalaksanaan kasus malaria bagi ibu hamil, bayi dan
anak balita dengan hasil pemeriksaan sediaan darah positif malaria.
e. Tercapainya peningkatan cakupan layanan rutin ibu hamil dan imunisasi
bayi melalui pemberian kelambu berinsektisida (LLINs).

B. Sasaran
Kegiatan terpadu pengendalian malaria dengan pelayanan kesehatan ibu hamil /
pelayanan antenatal, pelayanan kesehatan bayi dan anak balita serta pelayanan
imunisasi diprioritaskan di daerah yang berdasarkan kajian epidemiologis
merupakan wilayah dengan endemisitas malaria tinggi dan sedang.

4
BAB III
KEBIJAKAN DAN STRATEGI

A. Kebijakan

1. Kegiatan terpadu pengendalian malaria dengan program kesehatan ibu,


program kesehatan anak, serta program imunisasi dilaksanakan melalui
pelayanan rutin antenatal, pelayanan balita sakit, pelayanan imunisasi dasar
lengkap di sarana pelayanan kesehatan dasar dan jejaringnya serta rumah
sakit baik pemerintah maupun swasta.
2. Kegiatan terpadu pengendalian malaria dengan program kesehatan
ibu, program kesehatan anak dan program imunisasi dilaksanakan di
wilayah puskesmas endemis tinggi dan sedang. Penetapan puskesmas
menggunakan data API dua tahun sebelumnya untuk digunakan selama
tiga tahun berikutnya.
3. Kegiatan terpadu pengendalian malaria dengan program kesehatan di
daerah dengan akses pelayanan kesehatan terbatas dapat dilakukan dengan
pengembangan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)

B. Strategi
1. Penapisan (skrining) malaria dan pemberian kelambu berinsektisida (kelambu
anti nyamuk) terhadap ibu hamil dilaksanakan pada saat kunjungan pertama
pelayanan antenatal. Bagi yang positif malaria segera diberikan pengobatan
sesuai pedoman penatalaksanaan kasus malaria.
2. Pemberian kelambu berinsektisida (kelambu anti nyamuk) kepada bayi
dilaksanakan setelah mendapat imunisasi BCG, DPT-HB-Hib1,2,3,
Polio1,2,3,4 dan campak.
3. Pemeriksaan sediaan darah malaria terhadap bayi dan anak balita dengan
demam. Bagi yang positif malaria segera diberikan pengobatan sesuai
pedoman penatalaksanaan kasus malaria.
4. Memberdayakan dan menggerakkan masyarakat untuk mendukung secara
aktif kegiatan terpadu pengendalian malaria, pelayanan kesehatan ibu
hamil/pelayanan antenatal, pelayanan kesehatan bayi dan anak balita serta
imunisasi.
5. Mengupayakan kesinambungan kegiatan terpadu pengendalian malaria,
dengan pelayanan kesehatan ibu hamil/pelayanan antenatal pelayanan
kesehatan bayi dan anak balita serta imunisasi.

5
C. Uraian Kegiatan
Perencanaan Kegiatan Terpadu Pengendalian Malaria dengan Pelayanan Ibu
Hamil, Pelayanan Kesehatan Bayi dan Anak Balita serta Pelayanan Imunisasi
tahun 2015-2017
1. Integrasi pemeriksaan darah malaria
a. Pelayanan Kesehatan Ibu : Semua ibu hamil pada kunjungan pertama
pelayanan Antenatal di wilayah Puskesmas endemis malaria tinggi
dan sedang dilakukan penapisan (skrining) darah malaria. Skrining
(penapisan) darah malaria di puskesmas dilakukan dengan mikroskop
oleh petugas laboratorium dan di luar puskesmas dengan RDT yang
dapat dilakukan oleh bidan. Pemetaan puskesmas endemis malaria
tinggi dan sedang oleh pengelola program malaria berdasarkan API
pada tahun 2013 dan berlaku sampai dengan 3 tahun. Jumlah sasaran
ibu hamil dihitung berdasarkan estimasi jumlah ibu hamil setiap tahun
berjalan di wilayah tersebut.
b. Pelayanan kesehatan anak (MTBS) :
- Semua balita demam di wilayah Puskesmas endemis malaria tinggi di
periksa darah malaria (sasarannya adalah 20% penduduk balita).
- Semua balita demam di wilayah Puskesmas endemis malaria sedang
dan rendah yang tidak diketahui penyebabnya baru diperiksa darah
malaria (sasaran kira-kira 5% penduduk balita).
- Semua balita demam di wilayah Puskesmas non endemis malaria
dengan riwayat berkunjung ke wilayah puskesmas endemis malaria
tinggi dalam 2-4 minggu di periksa darah malaria
- Semua balita demam di wilayah Puskesmas non endemis malaria
dengan riwayat berkunjung ke wilayah puskesmas endemis
malaria sedang dan rendah dalam 2-4 minggu yang tidak diketahui
penyebabnya baru diperiksa darah malaria.
- Pemetaan puskesmas endemis malaria tinggi, sedang, rendah dan
non endemis oleh pengelola program malaria berdasarkan API pada
tahun 2013 dan berlaku sampai dengan 3 tahun.

2. Integrasi pendistribusian kelambu


a. Pelayanan Kesehatan Ibu : semua ibu hamil pada kunjungan pertama
pelayanan Antenatal di wilayah Puskesmas endemis malaria tinggi dan
sedang diberikan kelambu berinsektisida (kelambu anti nyamuk) oleh
bidan.
b. Pelayanan Imunisasi : semua bayi yang telah mendapatkan imunisasi
dasar lengkap di wilayah Puskesmas endemis malaria tinggi dan sedang
diberikan kelambu berinsektisida (kelambu anti nyamuk) oleh petugas
imunisasi atau bidan.

6
BAB IV
TAHAPAN KEGIATAN

A. PUSAT
1. Persiapan
a. Merencanakan kegiatan:
- Sosialisasi pelaksanaan kegiatan terpadu pengendalian malaria
dengan pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan bayi
dan anak balita serta imunisasi
- Identifikasi puskesmas endemis malaria tinggi dan sedang
- Pertemuan Koordinasi
b. Penentuan target sasaran di puskesmas endemis malaria tinggi dan
sedang:
- Jumlah sasaran ibu hamil
- Jumlah sasaran bayi
- Jumlah sasaran anak balita
c. Identifikasi dan distribusi kebutuhan:
- RDT
- Kelambu berinsektisida
- Sarana dan prasarana
- Obat anti malaria
- Biaya
d. Jadwal kegiatan

2. Pelaksanaan
a. Melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada instansi lintas program,
lintas sektor dan organisasi profesi terkait termasuk menjalin kerjasama
dengan swasta dan donor
b. Melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada pengelola program
malaria, kesehatan ibu, kesehatan anak dan imunisasi Dinas Kesehatan
Provinsi
c. Memfasilitasi advokasi dan asistensi kepada Pemerintah Daerah Provinsi
bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi

3. Monitoring dan Evaluasi


a. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis ke Provinsi
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan terpadu
c. Memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan termasuk sinkronisasi
dan validasi data

7
B. PROVINSI
1. Persiapan
a. Merencanakan Kegiatan
- Sosialisasi pelaksanaan kegiatan terpadu pengendalian malaria
dengan pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan bayi
dan anak balita serta imunisasi
- Identifikasi puskesmas endemis malaria tinggi dan sedang
- Pertemuan Koordinasi
b. Penentuan target sasaran di puskesmas endemis malaria tinggi dan
sedang:
- Jumlah sasaran ibu hamil
- Jumlah sasaran bayi
- Jumlah sasaran anak balita
d. Identifikasi dan distribusi kebutuhan:
- RDT
- Kelambu berinsektisida
- Sarana dan prasarana
- Obat anti malaria
- Biaya
e. Identifikasi tenaga pelaksana (termasuk ketersediaan tenaga dan yang
harus dilatih)
f. Jadwal kegiatan

2. Pelaksanaan
a. Melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada instansi lintas program,
lintas sektor dan organisasi profesi terkait termasuk menjalin kerjasama
dengan swasta dan donor
b. Melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada pengelola program
malaria, kesehatan ibu, kesehatan anak dan imunisasi Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota
c. Melakukan advokasi dan asistensi kepada Pemerintah Daerah
Provinsi
d. Memfasilitasi advokasi dan asistensi kepada Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

3. Monitoring dan Evaluasi


a. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan terpadu
c. Memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan termasuk sinkronisasi
dan validasi data

8
C. KABUPATEN/KOTA
1. Persiapan
a. Merencanakan Kegiatan
- Sosialisasi pelaksanaan kegiatan terpadu pengendalian malaria
dengan pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan bayi
dan anak balita serta imunisasi
- Identifikasi puskesmas endemis malaria tinggi dan sedang
- Pertemuan Koordinasi
b. Penentuan target sasaran di puskesmas endemis malaria tinggi dan
sedang:
- Jumlah sasaran ibu hamil
- Jumlah sasaran bayi
- Jumlah sasaran anak balita
c. Identifikasi dan distribusi kebutuhan:
- RDT
- Kelambu berinsektisida
- Sarana dan prasarana
- Obat anti malaria
- Biaya
d. Identifikasi tenaga pelaksana (termasuk ketersediaan tenaga dan yang
harus dilatih)
e. Jadwal kegiatan

2. Pelaksanaan
a. Melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada instansi lintas program,
lintas sektor dan organisasi profesi terkait termasuk menjalin kerjasama
dengan swasta dan donor
b. Melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada pengelola program
malaria, kesehatan ibu, kesehatan anak dan imunisasi Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota
c. Melakukan advokasi dan asistensi kepada Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota

3. Monitoring dan Evaluasi


a. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis ke Puskesmas
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan terpadu
c. Memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan termasuk sinkronisasi
dan validasi data

9
D. PUSKESMAS
1. Persiapan
a. Merencanakan kegiatan:
- Pelaksanaan kegiatan terpadu pengendalian malaria dengan
pelayanan kesehatan ibu, kesehatan anak dan imunisasi
- Koordinasi kegiatan lintas program termasuk dengan bidan desa dan
petugas pustu
b. Penentuan target sasaran:
- Jumlah sasaran ibu hamil
- Jumlah sasaran bayi
- Jumlah sasaran anak balita
c. Identifikasi dan distribusi kebutuhan:
- RDT
- Kelambu berinsektisida
- Obat anti malaria
- Sarana dan prasarana
- Biaya
d. Identifikasi tenaga pelaksana (jumlah tenaga dan kemampuan dalam
skrining dan tatalaksana malaria
e. Jadwal kegiatan

2. Pelaksanaan
a. Melakukan penapisan (skrining) malaria terhadap ibu hamil dilaksanakan
pada saat kunjungan pertama pemeriksaan kehamilan disertai dengan
pemberian kelambu berinsektisida dan pemberian pengobatan sesuai
pedoman penatalaksanaan kasus malaria.
b. Melaksanakan pelayanan imunisasi dasar dan mengidentifikasi bayi
yang sudah mendapat imunisasi dasar lengkap (imunisasi BCG, DPT-
HB-Hib 1,2,3 , Polio 1,2,3 ,4 dan campak) untuk mendapat kelambu
berinsektisida.
c. Melakukan penapisan (skrining) malaria terhadap bayi dan anak balita
dengan demam dan pemberian pengobatan bagi yang positif malaria
sesuai pedoman penatalaksanaan kasus malaria.
d. Mencatat dan melaporkan hasil kegiatan kegiatan terpadu pengendalian
malaria, pelayanan ibu hamil dan imunisasi.
3. Monitoring dan Evaluasi
a. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis ke Desa/Kelurahan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan terpadu
menggunakan checklist.
c. Meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan

10
BAB V
PELAKSANAAN KEGIATAN TERPADU

1. KEGIATAN TERPADU PENGENDALIAN MALARIA DENGAN


PELAYANAN KESEHATAN IBU

Kegiatan terpadu malaria dengan pelayanan kesehatan ibu hamil/pelayanan


antenatal adalah saat kunjungan pertama pelayanan antenatal dilakukan :
1. penapisan (skrining) dengan cara pemeriksaan darah ibu hamil di daerah
endemis malaria secara mikroskopis atau uji reaksi cepat (Rapid Diagnostic
Test/RDT)
2. pemberian kelambu berinsektisida
3. Pemberian pengobatan bila hasil pemeriksaan darah positif malaria sesuai
pedoman tatalakasana kasus malaria.

a. Siapa yang berhak mendapatkan kelambu berinsektisida dalam


program pelayanan antenatal?
Semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal pada kunjungan
pertama. Hal ini bertujuan agar ibu hamil tersebut terlindungi dari penularan
malaria sehingga tidak menderita malaria selama kehamilan, bersalin, nifas
dan menyusui termasuk bayi yang dilahirkan.

b. Bagaimana jadwal kunjungan antenatal pada ibu hamil?


Jadwal kunjungan pelayanan antenatal minimum 4 kali selama kehamilan,
yaitu:
Kunjungan pertama : umur kehamilan sampai dengan 12 minggu
Kunjungan kedua : umur kehamilan 12 24 minggu
Kunjungan ketiga: umur kehamilan 24 32 minggu
Kunjungan keempat : umur kehamilan 32 melahirkan
Diharapkan pelayanan antenatal terpadu dengan malaria dilakukan pada
kunjungan pertama pada umur kehamilan sampai dengan 12 minggu.
Kunjungan antenatal merupakan saat yang tepat untuk memberikan
informasi penggunaan kelambu berinsektisida dan merupakan kesempatan
untuk membangun hubungan yang baik antara ibu hamil dengan tenaga
kesehatan.
Pada kunjungan antenatal berikutnya dapat dilakukan pemeriksaan ulang
sediaan darah malaria apabila ada gejala demam pada ibu hamil

11
c. Di mana pelayanan antenatal terpadu dengan malaria diberi-
kan?
Pelayanan antenatal di Poskesdes/Polindes/Pustu/Posyandu/Puskesmas/
fasilitas pelayanan swasta di wilayah kerja puskesmas

d. Apa peralatan dan logistik yang dibutuhkan dalam kegiatan pe-


layanan antenatal terpadu dengan pengendalian malaria ?
Peralatan dan logistik yang dibutuhkan dalam kegiatan pelayanan antenatal
terpadu dengan pengendalian malaria adalah :
a. RDT
b. Kelambu berinsektisida
c. Obat Anti malaria (ACT, Kina,Klindamisin)
d. Format Pencatatan dan Pelaporan (buku KIA, kartu ibu, kohort ibu
hamil)

e. Apakah kelambu berinsektisida aman untuk ibu hamil?


Kelambu berinsektisida aman untuk manusia termasuk ibu hamil

f. Apa manfaat menggunakan kelambu berinsektisida pada ibu


hamil, bersalin, nifas dan menyusui ?
Kelambu berinsektisida dapat mencegah gigitan dan dapat membunuh
nyamuk malaria, sehingga dapat menurunkan risiko tertular malaria pada
ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui. Hal ini dapat mencegah ibu hamil
mengalami kejadian anemia karena malaria, abortus dan perdarahan. Secara
tidak langsung akan melindungi bayi yang dilahirkan agar :
a. Mengurangi risiko terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR)
b. Menurunkan terjadinya anemia pada bayi baru lahir
c. Mengurangi risiko terjadinya bayi lahir mati

g. Bagaimana prosedur skrining malaria dan pemberian kelambu


pada ibu hamil?
a. Lakukan pemeriksaan antenatal sesuai standar
b. Lakukan pemeriksaan sediaan darah malaria (secara mikroskopis atau
malaria)
c. Berikan kelambu berinsektisida
d. Catat tanggal skrining dan hasilnya serta pemberian kelambu
berinsektisida pada buku KIA, kartu ibu dan kohort ibu
e. Hasil skrining positif malaria diberikan pengobatan dan dicatat di buku
KIA, kartu ibu dan kohort ibu
f. Ibu hamil yang menerima kelambu wajib menandatangani lembar
distribusi kelambu di tempat pelayanan

12
g. Informasikan mengenai manfaat, cara perawatan dan penggunaan
kelambu kepada ibu hamil yang terdapat di kemasan kelambu
berinsektisida.

2. KEGIATAN TERPADU PENGENDALIAN MALARIA DENGAN PE-


LAYANAN KESEHATAN ANAK
Kegiatan terpadu pengendalian malaria dengan pelayanan kesehatan anak
adalah kegiatan pemeriksaan sediaan darah pada balita dengan demam disertai
dengan pemberian pengobatan pada balita dengan hasil pemeriksaan sediaan
darah positif malaria melalui pendekatan MTBS.

a. Siapa yang melakukan pendekatan MTBS pada bayi dan anak


balita demam?
Dilakukan oleh perawat dan bidan

b. Siapa yang melakukan sediaan darah malaria pada bayi dan anak
balita?
Pemeriksaan sediaan darah malaria pada bayi dan anak balita dengan
mikroskop dilakukan oleh petugas laboratorium sedangkan dengan RDT
dapat dilakukan oleh perawat atau bidan

c. Di mana kegiatan pelayanan terpadu malaria dengan pelayanan


kesehatan anak diberikan?
Pelayanan terpadu dilakukan diPoskesdes/Polindes/Pustu/Posyandu/
Puskesmas/fasilitas pelayanan swasta di wilayah kerja puskesmas

d. Apa peralatan dan logistik yang dibutuhkan dalam kegiatan pe-


layanan terpadu malaria dengan pelayanan kesehatan anak ?
Peralatan dan logistik yang dibutuhkan dalam kegiatan pelayanan terpadu
malaria dengan pelayanan kesehatan anak adalah
1. RDT
2. Obat Anti malaria (ACT, Kina,Primakuin(kecuali anak umur<1tahun)
3. Format Pencatatan dan Pelaporan (formulir MTBS,buku KIA,kohort bayi
dan anak balita)

3. KEGIATAN TERPADU MALARIA DAN IMUNISASI


Kegiatan terpadu malaria dengan program imunisasi adalah kegiatan yang
mencakup imunisasi rutin dengan pemberian kelambu berinsektisida kepada
bayi yang sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

13
a. Bagaimana jadwal imunisasi dalam program imunisasi dasar
lengkap ?
Jadwal imunisasi dalam program imunisasi dasar terangkum dalam tabel
di bawah ini :

Usia 0-7 hari 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 9 bulan


DPT-HB- DPT-HB- DPT-HB-
Jenis BCG,
HB 0-7 hr Hib1, Polio Hib2, Polio Hib3, Polio Campak
Imunisasi Polio 1 2 3 4

Anak-anak sebaiknya telah lengkap imunisasinya sebelum berumur


1tahun.

PENCATATAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP


Tanggal lahir : .........../........../......... Nama Anak : ............................ Nama orangtua Anak : ............................

Umur (bulan) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ***12+

Vaksin Tanggal Pemberian Imunisasi

HB-0 (0-7hari)

BCG

Polio 1

DPT / HB-1

*Polio 2

*DPT / HB-2

*Polio 3

*DPT / HB-3

*Polio 4

Campak

*) Jarak antara (interval) pemberian vaksin DPT/HB minimal 4 minggu (1 bulan) *) Jarak antara pemberian vaksin POLIO
minimal 4 minggu (1 bulan)
**) Anak di atas 1 tahun (12 bulan) yang belum lengkap imunisasinya tetap harus diberikan imunisasi dasar lengkap
Sakit ringan seperti batuk pilek, diare dan sakit kulit bukan halangan untuk imunisasi

Keterangan:
Vaksin Tanggal Pemberian Vaksin Tanggal Pemberian
Jadwal tepat Pemberian imunisasi dasar
Tambahan

Vaksin Lain

lengkap
Waktu pemberian imunisasi bagi anak di atas
1 tahun yang belum lengkap
Waktu yang masih diperbolehkan untuk pem-
berian imunisasi dasar lengkap
Waktu yang tidak diperbolehkan untuk pem-
berian imunisasi dasar lengkap

14
b. Siapa yang berhak mendapat kelambu dalam program imunisasi
rutin?
Anak berhak menerima kelambu jika anak telah menerima imunisasi dasar
lengkapyaitu: BCG 1 kali, DPT/HB 3 kali; Polio 4 kali; dan Campak 1 kali.
Kelambu diberikan bersamaan dengan pemberian imunisasi terakhir.

c. Di mana pemberian imunisasi dan kelambu dilakukan?


1. Pada kegiatan Posyandu
2. Pelayanan imunisasi rutin di Poskesdes/Pustu/ Puskesmas/Rumah Sakit/
fasilitas pelayanan swasta

d. Peralatan dan logistik yang dibutuhkan dalam pemberian kelambu


adalah:
1. Format pencatatan dan pelaporan
2. Vaksin dan logistik

e. Bagaimana Apabila menemukan anak usia diatas 1 tahun den-


gan status imunisasi dasar yang tidak lengkap ?
Jawaban : Petugas harus melengkapi imunisasi yang belum diberikan kecuali
imunisasi HB-0 dan BCG. Setelah itu petugas dapat memberikan kelambu
berinsektisida

f. Bagaimana prosedur pemberian kelambu berinsektisida?


1. Lakukan imunisasi sesuai standar pelayanan
2. Periksa kelengkapan status imunisasi bayi
3. Berikan kelambu jika bayi telah menerima imunisasi dasar lengkap
4. Catat tanggal penerimaan kelambu berinsektisida pada lembar kohort
bayi dan KMS/buku KIA
5. Mintakan tandatangan Ibu atau orang tua yang menerima kelambu pada
lembar distribusi kelambu di tempat pelayanan
6. Lakukan konseling kepada orang tua tentang manfaat, cara perawatan
dan penggunaan kelambu. Gunakan leaflet atau informasi yang terdapat
pada kemasan kelambu berinsektisida

15
BAB VI
PENCATATAN DAN PELAPORAN

A. Pencatatan dan Pelaporan oleh Petugas Kesehatan Pelaksana di Unit


Pelayanan Kesehatan (Puskesmas/Posyandu/Polindes/Poskesdes/
Unit Pelayanan Swasta) :
1. Catat hasil pemberian imunisasi dan kelambu berinsektisida pada kohort
bayi (kolom no. 38) dan buku KIA (kolom keterangan)
2. Catat hasil pelayanan Antenatal terpadu dengan malaria pada ibu hamil
(skrining darah malaria, pemberian kelambu berinsektisida dan pengobatan)
dicatat pada buku KIA, kartu ibu (lembar KIA 2 kolom no. 38) dan kohort
Antenatal (lembar KIA 3a. kolom no.35).
Setiap hasil skrining darah malaria pada ibu hamil baik positif maupun negatif
harus di catat termasuk obat yang diberikan. Untuk pelaporan pengobatan
adalah jumlah ibu hamil yang diberikan pengobatan termasuk jenis obat
yang diberikan pada ibu hamil yang positif malaria.
3. Catat proses tatalaksana balita demam pada formulir MTBS. hasil
pemeriksaan dan pengobatan yang diberikan dicatatkan juga pada buku
KIA dan Kohort bayi dan anak balita.
Setiap hasil skrining darah malaria pada bayi dan anak balita demam baik
positif maupun negatif harus dicatat termasuk obat yang diberikan. Untuk
pelaporan pengobatan adalah jumlah bayi dan anak balita demam yang
diberikan pengobatan termasuk jenis obat yang diberikan pada bayi dan
anak balita demam yang positif malaria.
4. Catat penerimaan dan pengeluaran kelambu oleh bidan, korim atau petugas
kesehatan lainnya pada format pendistribusian kelambu (form. Mal. 1).
5. Laporkan hasil pencatatan di atas kepada Koordinator Imunisasi dan bidan
koordinator di puskesmas setiap bulan.

B. Pencatatan dan Pelaporan Tingkat Puskesmas:


1. Koordinator imunisasi dan bidan koordinator melakukan rekapitulasi data
berdasarkan laporan dari petugas pelaksana di unit pelayanan kesehatan
(register antenatal, bayi dan anak balita).
2. Pengelola program malaria di puskesmas mengumpulkan hasil rekapitulasi
data kegiatan terpadu (format Mal. BF) dari koordinator imunisasi dan bidan
koordinator sekaligus melengkapi data kasus pada register pasien malaria
tingkat puskesmas apabila dalam pencatatan kegiatan didapatkan kasus
positif malaria.

16
3. Masing-masing pengelola program (bidan koordinator, koordinator imunisasi,
pengelola malaria) mengirimkan laporan hasil kegiatan terpadu ke
penanggung jawab program masing-masing di Dinas Kesehatan kabupaten/
kota.
4. Laporan logistik yang terkait dengan kegiatan terpadu (RDT, kelambu
berinsektisida, dan obat anti malaria) dilakukan oleh pengelola program
malaria dan dilaporkan setiap bulan kepada pengelola program malaria di
Dinas Kesehatan kabupaten/kota.(LOG-MAL 2A)

C. Pencatatan dan Pelaporan Tingkat Kabupaten/Kota


1. Pengelola program KIA, imunisasi, dan malaria Dinas Kesehatan kabupaten/
kota melakukan rekapitulasi data berdasarkan laporan pelayanan terpadu
dari tingkat puskesmas (program Kesehatan ibu sesuai dengan format F1
dan F5, Program Kesehatan bayi dan anak balita dengan format F7 dan
program imunisasi dengan format 3a.1 dan program malaria dengan format
laporan bulanan malaria).
2. Masing-masing pengelola program KIA, Imunisasi dan malaria Dinas
Kesehatan kabupaten/kota melakukan koordinasi rekapitulasi dan validasi
data sebelum dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi.
3. Masing-masing pengelola program (pengelola program KIA, Imunisasi
dan malaria) Dinas Kesehatan kabupaten/kota mengirimkan laporan hasil
kegiatan terpadu ke penanggung jawab program masing-masing di Dinas
Kesehatan Provinsi.
4. Laporan logistik yang terkait dengan kegiatan terpadu termasuk di tingkat
Rumah Sakit dilakukan oleh pengelola program malaria dinas kesehatan
kabupaten/kota dan dilaporkan setiap bulan kepada pengelola program
malaria di Dinas Kesehatan Provinsi.

D. Pencatatan dan Pelaporan Tingkat Provinsi


1. Pengelola program KIA, imunisasi, dan malaria Dinas Kesehatan Provinsi
melakukan rekapitulasi data berdasarkan laporan pelayanan terpadu dari
Dinas Kesehatan kabupaten/kota (program Kesehatan ibu sesuai dengan
format F1 dan F5, Program Kesehatan bayi dan anak balita dengan format
F7 dan program imunisasi dengan format 3a.1 dan program malaria dengan
format laporan bulanan malaria).
2. Masing-masing pengelola program KIA, Imunisasi dan malaria Dinas
Kesehatan Provinsi melakukan koordinasi rekapitulasi dan validasi data
sebelum dikirim ke Pusat.
3. Masing-masing pengelola program (pengelola program KIA, Imunisasi dan
malaria) Dinas Kesehatan Provinsi mengirimkan laporan hasil kegiatan
terpadu ke penanggung jawab program masing-masing di Pusat.

17
4. Laporan logistik yang terkait dengan kegiatan terpadu termasuk di tingkat
Rumah Sakit dilakukan oleh pengelola program malaria Dinas Kesehatan
Provinsi dan dilaporkan setiap bulan kepada penanggung jawab program
malaria di Pusat.

ALUR PELAPORAN

Pengelola Pengelola Pengelola


Imunisasi Koordinasi Malaria Koordinasi KIA
Kabupaten Kabupaten Kabupaten

Koordinator Petugas Bidan


Imunisasi Malaria Koordinator
Berbagi data Puskesmas Berbagi data
mengenai mengenai data malaria
jumlah kelambu pada bumil
untuk bayi serta bayi dan anak balita
demam

Bidan Desa Bidan Desa Pustu Posyandu Posyandu Posyandu

Pelaporan bulanan dari puskesmas ke kabupaten/kota paling lambat tanggal 5,


dari kabupaten ke provinsi paling lambat tanggal 10 dan dari provinsi ke pusat
paling lambat tanggal 15.

18
BAB VII
MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring dan evaluasi terhadap program kegiatan terpadu Malaria dengan Pelayanan
Kesehatan Ibu , Bayi dan Anak Balita serta Imunisasi dapat dilakukan secara berkala
dan terpadu.

A. Monitoring
Monitoring dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, provinsi,
kabupaten/kota, puskesmas dan jejaringnya mulai dari perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi meliputi:
1. Ketersediaan pemetaan tingkat endemisitas, sasaran ibu hamil, bayi dan
anak balita
2. Ketersediaan logistik (kelambu, RDT, bahan laboratorium dan obat anti
malaria), ketenagaan, dan pelayanan serta hasil kegiatan terpadu.
3. Pendistribusian logistik (kelambu, RDT, bahan laboratorium dan obat anti
malaria). ke Puskesmas endemis malaria tinggi dan sedang, sesuai dengan
jumlah sasaran.
4. Pelaksanaan pelayanan terpadu malaria meliputi pelayanan antenatal, MTBS
dan pelayanan imunisasi
5. Pencapaian indikator kegiatan terpadu malaria dengan pelayanan kesehatan
ibu, bayi dan anak balita serta imunisasi.
6. Pengolahan PWS KIA, imunisasi dan laporan kegiatan pengendalian malaria
serta analisis dan tindak lanjut terhadap kegiatan pelayanan terpadu.
7. Permasalahan terkait kegiatan terpadu malaria dengan pelayanan kesehatan
ibu, bayi dan anak balita serta imunisasi.
8. Pertemuan secara berkala dilakukan untuk membahas dan menindaklanjuti
hasil monitoring dan evaluasi

B. Evaluasi
Upaya menilai hasil pencapaian kegiatan secara berkala (kuartal, semester dan
tahunan) dibandingkan dengan target serta mengidentifikasi permasalahan yang
dihadapi dalam pelaksanaan untuk perbaikan periode berikutnya.

C. Indikator dan Target


1. Persentase ibu hamil yang di periksa darah malaria : 80%
2. Persentase ibu hamil yang memperoleh kelambu berinsektisida : 80%

19
3. Persentase ibu hamil positif malaria yang diobati obat anti malaria sesuai
pedoman tatalaksana malaria: 85%
4. Persentase bayi dengan imunisasi dasar lengkap yang memperoleh kelambu
berinsektisida : 80% (sesuai target UCI)
5. Persentase balita demam yang di periksa darah malaria : 80%
6. Persentase balita positif malaria yang diobati obat anti malaria sesuai
pedoman tatalaksana malaria : 85%

Catatan :
denominator adalah jumlah total sasaran di puskesmas endemis malaria
tinggi dan sedang

20
BAB VIII
PENUTUP

Kegiatan terpadu pengendalian malaria dengan pelayanan ibu hamil dan imunisasi
diharapkan dapat meningkatkan pencapaian pelayanan masing-masing program. Untuk
itu, perlu direncanakan, dilaksanakan dan diupayakan terutama dalam pembiayaan
(sumber dana dari APBN, APBD, DAK, ADD) sehingga ada sinergitas dalam perenca-
naan di masing-masing program dan melakukan advokasi dengan pemerintah daerah
agar kegitan terpadu ini dapat terselenggara secara berkesinambungan.

21
LAMPIRAN
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB

A. PROVINSI
Tugas dan tanggung jawab Pengelola malaria provinsi
1. Menerima kelambu berinsektisida, menyimpan dalam gudang dan
bertanggung jawab terhadap keamanan kelambu termasuk menerima
RDT.
2. Mengirimkan kelambu dan RDT kepada pengelola malaria kabupaten per
bulan sesuai dengan jumlah yang diminta
3. Memonitor penyimpanan kelambu di seluruh kabupaten secara berkala.
4. Membuat pencatatan dalam buku stok kelambu dan RDT, jumlah kelambu
dan RDT yang diterima dan dikeluarkan.
5. Menerima laporan distribusi kelambu dan RDT untuk bayi dari pengelola
malaria kabupaten.
6. Membuat laporan PWS cakupan kelambu dari kabupten
7. Melaporkan kepada pusat jumlah kelambu dan RDT yang dikeluarkan setiap
bulan.
8. Melakukan sosialisasi kegiatan terpadu pada awal kegiatan

Tugas dan tanggung jawab Pengelola KIA provinsi


1. Menerima perkiraan sasaran ibu hamil setahun di puskesmas endemis
malaria tingggi dan sedang yang perlu di skrining malaria dan mendapatkan
kelambu pada kunjungan pertama pelayanan antenatal dari kabupaten
2. Melakukan sosialisasi kegiatan terpadu pada awal kegiatan
3. Menerima data perkiraan jumlah kebutuhan RDT dan kelambu berinsektisida
setiap bulan kepada pengelola malaria kabupaten/kota.
4. Menerima dan merekap laporan bulanan cakupan pelayanan antenatal
terpadu dengan malaria dari kabupaten.
5. Menerima laporan PWS dan hasil cakupan pelayanan antenatal terpadu
dengan malaria dari puskesmas di wilayah kerjanya dari kabupaten.
6. Melakukan supervisi ke kabupaten yang memiliki cakupan pelayanan
antenatal terpadu dengan malaria yang rendah.

Tugas dan tanggung jawab Pengelola imunisasi provinsi


1. Menerima laporan bulanan cakupan imunisasi dan kelambu dari
kabupaten

24
2. Melakukan supervisi ke kabupaten yang tidak mencapai cakupan yang
baik.
3. Melakukan sosialisasi kegiatan terpadu pada awal kegiatan

B. KABUPATEN

Petugas Malaria, KIA dan Imunisasi Kabupaten


Tugas dan tanggung jawab pengelola malaria kabupaten :
1. Menerima kelambu berinsektisida, menyimpan dalam gudang dan
bertanggung jawab terhadap keamanan kelambu.
2. Membuat pencatatan dalam buku stok kelambu, jumlah kelambu yang
diterima dan dikeluarkan.
3. Menerima laporan distribusi kelambu dari puskesmas.
4. Memonitoring pengiriman kelambu ke seluruh puskesmas secara berkala
5. Mengirimkan kelambu kepada petugas malaria puskesmas per 3 bulan atau
sesuai dengan jumlah yang diminta oleh puskesmas yang bersangkutan.
6. Melaporkan kepada pengelola malaria provinsi jumlah kelambu yang
dikeluarkan setiap satu bulan.

Tugas dan tanggung jawab petugas KIA Kabupaten dalam pelayan-


an antenatal terpadu malaria:
7. Membuat perkiraan sasaran ibu hamil setahun di puskesmas endemis malaria
tingggi dan sedang yang perlu di skrining malaria dan mendapatkan kelambu
pada kunjungan pertama pelayanan antenatal
8. Melakukan sosialisasi kegiatan terpadu pada awal kegiatan
9. Memberikan data perkiraan jumlah kebutuhan RDT dan kelambu berinsektisida
setiap bulan kepada pengelola malaria kabupaten/kota.
10. Menerima dan merekap laporan bulanan cakupan pelayanan antenatal
terpadu dengan malaria dari puskesmas.
11. Membuat laporan PWS dan hasil cakupan pelayanan antenatal terpadu
dengan malaria dari puskesmas di wilayah kerjanya.
12. Melakukan supervisi ke puskesmas yang memiliki cakupan pelayanan
antenatal terpadu dengan malaria yang rendah.
13. Berkoordinasi dengan petugas malaria kabupaten, membuat laporan cakupan
pelayanan antenatal terpadu dengan malaria dikirim kepada pengelola KIA
provinsi.

25
Tugas dan tanggung jawab petugas KIA Kabupaten dalam pelayan-
an bayi dan anak balita (MTBS):
1. Membuat perkiraan sasaran bayi dan anak balita setahun di puskesmas
endemis malaria tinggi dan sedang yang perlu di periksa darah malaria bagi
yang demam
2. Melakukan sosialisasi kegiatan terpadu pada awal kegiatan
3. Memberikan data perkiraan jumlah kebutuhan RDT setiap bulan kepada
pengelola malaria kabupaten/kota yaitu sebesar 20% dari sasaran bagi
puskesmas endemis malaria tinggi dan 5% dari sasaran bagi puskesmas
endemis malaria sedang .
4. Menerima dan merekap laporan bulanan cakupan pemeriksaan darah malaria
bagi bayi dan anak balita demam dari puskesmas.
5. Membuat laporan PWS dan hasil cakupan pemeriksaan darah malaria bagi
bayi dan anak balita demam dari puskesmas di wilayah kerjanya.
6. Melakukan supervisi ke puskesmas yang memiliki cakupan pemeriksaan
darah malaria bagi bayi dan anak balita demam yang rendah.
7. Berkoordinasi dengan petugas malaria kabupaten, membuat laporan cakupan
pemeriksaan darah malaria bagi bayi dan anak balita demam dikirim kepada
pengelola KIA provinsi.

C. PUSKEMAS

Petugas malaria puskesmas


Tugas Harian :
1. Memberikan kelambu kepada korim dan bikor puskesmas sesuai dengan
jumlah sasaran yang berhak : yaitu jumlah bayi yang akan menerima status
imunisasi lengkap pada hari pelayanan imunisasi di Posyandu
2. Membuat pencatatan dalam buku stok harian kelambu setiap hari, jumlah
kelambu yang diterima dan dikeluarkan

Tugas Bulanan :
1. Membuat permintaan kelambu kepada pengelola malaria kabupaten sesuai
dengan kebutuhan bulan depan.
2. Menerima kelambu berinsektisida dari kabupaten, menyimpan dalam gudang
dan bertanggung jawab terhadap keamanan kelambu tersebut
3. Melaporkan kepada Kabupaten jumlah kelambu yang dikeluarkan bulan yang
lalu dan sisa stok akhir kelambu
4. Membuat PWS cakupan kelambu pada balita dan melaporkan kepada
penanggungjawab malaria tingkat kabupaten.

26
Tugas dan tanggung jawab petugas KIA puskesmas (bidan koordi-
nator dan bidan desa) dalam pelayanan antenatal terpadu malaria:
1. Membuat perkiraan sasaran ibu hamil setahun yang perlu di skrining malaria
dan mendapatkan kelambu pada kunjungan pertama pelayanan antenatal
2. Memberikan data perkiraan jumlah kebutuhan RDT dan kelambu berinsektisida
setiap bulan kepada petugas malaria puskesmas.
3. Memberikan pelayanan antenatal terpadu dengan malaria meliputi
pemeriksaan malaria dengan RDT, pembagian kelambu berinsektisida pada
kunjungan pertama pelayanan antenatal
4. Melakukan pemeriksaan malaria dengan RDT bagi ibu hamil yang
mengeluhkan gejala-gejala malaria pada kunjungan pertama pelayanan
antenatal
5. Saat ditemukan hasil ibu hamil positif malaria, memberi pengobatan
atau merujuk ibu hamil tersebut ke puskesmas terdekat untuk mendapat
pengobatan malaria.
6. Melakukan pencatatan pada buku KIA, kartu ibu dan kohort antenatal.
7. Membuat pelaporan hasil pelayanan KIA terpadu dengan malaria, setiap
bulannya, kepada pengelola KIA Kabupaten

Koordinator Imunisasi (Korim) Puskesmas


Tugas Harian :
1. Membuat perkiraan sasaran imunisasi sehari sebelum hari pelayanan
imunisasi di Posyandu
2. Sehari sebelum pelayanan imunisasi di Posyandu, meminta kelambu kepada
petugas malaria sesuai jumlah bayi yang akan mendapat status imunisasi
lengkap pada hari tersebut.
3. Menyiapkan jumlah vaksin, logistik termasuk kelambu sesuai dengan jumlah
sasaran pelayanan imunisasi di Posyandu.
4. Memberikan vaksin, logistik, dan kelambu kepada petugas imunisasi
Posyandu
5. Menerima dan mencatat sisa vaksin, logistik,dan kelambu dari Posyandu.

Tugas Bulanan :
1. Memberikan data perkiraan jumlah kebutuhan kelambu bulan depan kepada
petugas malaria puskesmas
2. Bekerja sama dengan petugas malaria puskesmas, membuat rekap bulanan
imunisasi dan kelambu

27
3. Melaporkan hasil rekap bulanan kepada bagian imunisasi kabupaten
dengan tembusan kepada pengelola program malaria kabupaten(setiap awal
bulan)
4. Membuat Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) cakupan imunisasi dan
melaporkan kepada penanggungjawab imunisasi tingkat kabupaten.

Tugas dan tanggung jawab petugas KIA puskesmas (bidan koordina-


tor dan bidan desa) dalam pelayanan bayi dan anak balita terpadu
malaria:

Pelayanan kesehatan anak (MTBS) :


1. Memberikan data perkiraan jumlah kebutuhan RDT dan kelambu berinsektisida
setiap bulan kepada petugas malaria puskesmas.
2. Bekerja sama dengan petugas malaria puskesmas membuat rekap
bulanan
3. Menerima dan mencatat RDT yang terpakai, sisa RDT termasuk yang dari
Posyandu

D. POSYANDU
1. Bidan/perawat pelaksana imunisasi di Posyandu
a. Memberikan imunisasi pada bayi sesuai dengan jadwal imunisasi bayi
yang bersangkutan
b. Memberikan kelambu sesuai dengan kriteria kelayakan mendapat
kelambu
c. Melakukan pencatatan dalam buku kohort bayi
d. Menyerahkan kembali seluruh sisa vaksin, logistik, dan kelambu kepada
Korim.
2. Perawat Pelaksana MTBS
a. Memeriksa dengan RDT bayi dan anak balita yang mempunyai gejala
demam
b. Melakukan pencatatan dalam buku register yang ada
c. Menyerahkan kembali seluruh sisa RDT kepada petugas Puskesmas.

28
FORMAT PENCATATAN IMUNISASI RUTIN BAYI DI UNIT PELAYANAN (KOHORT BAYI)

DESA / KELURAHAN : NAMA UNIT PELAYANAN KESEHATAN :


PUSKESMAS :

NOMOR JENIS BERAT LAHIR (GRAM) MANAJEMEN TERPADU PEMANTAUAN BERAT BADAN (BB) Kg DETEKSI DAN TUMBUH KEMBANG TANGGAL IMUNISASI: KELAMBU ASI MENINGGAL
KELAMIN TANGGAL TANGGAL NAMA ALAMAT BAYI MUDA (MTBM) (DDTK) DAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) VIT Imunisasi BERINSEKTISIDA EKS VIT.A
NAMA BAYI LAHIR BUKU KIA ORANG TUA RT/RW KN1 KN2 K1 Ya Tidak 6 BLN
URUT INDEKS <2500 2500/LEBIH HB0(0<7 HARI) BCG POL1 DPT/HB (1) POL2 DPT/HB (2) POL3 DPT/HB (3) POL4 CAMPAK Lengkap 6 BLN TGL ASPHYXIA BBLR TN ISPA DIARE LAIN2
L P J F M A M J J A S O N D
(HARI 1-7) (HARI 8-28)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

*). NAMA POSYANDU/RUMAH SAKIT/RUMAH BERSALIN/PRAKTEK BIDAN/PRAKTEK DOKTER/ .. ,TGL,BLN,TAHUN


BALAI PENGOBATAN/PRAKTEK PERAWAT/LAIN-LAIN. Petugas
**) PEMBERIAN VITAMIN A 2 X (BULAN FEBRUARI DAN AGUSTUS))

( )

29
30
FORMAT REKAPITULASI IMUNISASI BAYI PUSKESMAS

PUSKESMAS :
JUMLAH BAYI :
BULAN/TAHUN :

JUMLAH BAYI DIIMUNISASI (ABSOLUT) KELAMBU


NO. DESA/KELURAHAN
HB0(0<7 HARI) BCG POLIO1 DPT/HB (1) POLIO2 DPT/HB (2) POLIO3 DPT/HB (3) POLIO4 CAMPAK BERINSEKTISIDA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

TOTAL:

Tgl. ..
PETUGAS IMUNISASI

( )
FORMAT LAPORAN HASIL IMUNISASI RUTIN BAYI KABUPATEN/KOTA
PROVINSI :
KABUPATEN/KOTA :
BULAN/TAHUN :
JUMLAH BAYI DIIMUNISASI KELAMBU
NO. PUSKESMAS SASARAN HB0(0<7)HARI BCG POLIO1 DPT/HB (1) POLIO2 DPT/HB (2) POLIO3 DPT/HB (3) POLIO4 CAMPAK BERINSEKTISIDA

BAYI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

*) TOTAL BULAN INI:


**) TOTAL KUMULATIF:

***) LUAR WILAYAH

..

KEPALA DINAS KESEHATAN


KABUPATEN/KOTA ..

31
32
FORMAT LAPORAN HASIL IMUNISASI BAYI PROVINSI

PROVINSI :
BULAN/TAHUN ;

JUMLAH BAYI DIIMUNISASI


KELAMBU
NO. KABUPATEN/KOTA SASARAN HB0(0<7)HARI BCG POLIO1 DPT/HB (1) POLIO2 DPT/HB (2) POLIO3 DPT/HB (3) POLIO4 CAMPAK BERINSEKTISIDA
BAYI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
1
2
3
4
5
6
7
8

TOTAL BULAN INI:


TOTAL KUMULATIF:

., TANGGALTAHUN
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi ....

( )
KARTU STOK HARIAN KELAMBU

Tempat Penyimpanan : Puskesmas A Nama Barang: Kelambu Ukuran:


Pabrik : Nomor Batch: 123478 Tanggal Kadaluarsa:

Surat Dikeluarkan ke KELAMBU


Terima
Tanggal Pengiriman (Tempat Program Hilang/Penye Jumlah Tanda tangan/
Dari(Pengirim) Stok Awal Diterima Dikeluarkan Keterangan
Barang/SBBK Penyimpanan/ Unit suaian Akhir paraf penerima
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1/7 443.32/No/thn Dinkes .. - - 30


11/7 443.32/no/thn Posyandu Mawar Imunisasi - 15 - 60
12/7 Ptgs KIA/ ..nama.. KIA - 10 - 50

31/7 Pemeriksaan stok akhir bulan - 30 25 1 4 Paraf pemeriksaRusak digigit tikus

33
34
KARTU STOK HARIAN KELAMBU

Tempat Penyimpanan : Kabupaten A Nama Barang: Kelambu Ukuran:


Pabrik : Nomor Batch: 123478 Tanggal Kadaluarsa:

Surat Dikeluarkan ke KELAMBU


Terima Keterangan
Tanggal Pengiriman (Tempat Program Hilang/Penye Jumlah
Dari(Pengirim) Stok Awal Diterima Dikeluarkan /Paraf
Barang/SBBK Penyimpanan/ Unit suaian Akhir
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
TELP/FAX : KECAMATAN : BULAN : TAHUN :

Pemeriksaan Integrasi Program Risiko Kegiatan Rujukan


Register Pelayanan Laboratorium Terdeteksi Komplikasi***
Ibu Bayi PMTCT TB Oleh*** Fasilitas Keshatan***

Konseling*
Tanggal No. Ibu Nama Ibu Anamnesis
RS

RB

KPD

HDK

VCT*
Nakes
Infeksi

Obat**
Obat**

(M/BM)

BB (kg)
Abortus

TBJ (gr)
Lain-lain
Lain-lain

TB (+/-)
Kelambu

TFU (cm)
RSIA/RSB

LILA (cm)
Hb (gr/dl)

Status Imunisaisi TT2)


Sifilis (+/-)
Non Nakes
Puskesmas

Perdarahan

Presentasi1)

TD (mmHg)
HBsAg (+/-)

Trimester ke

Jamkesmas*
Injeksi TT*
Malaria (+/-)

DJJ (x/menit)
Fe (tab/botol)
Serologi (+/-)
Keadaan Tiba (H/M)

Berinsektisida*

Kepala thd PAP

Usia Kehamilan
Keadaan Pulang (H/M)

Gula Darah (+/-)

Status Gizi (M/N)


Thalasemia (+/-)

Pretein Urin (+/-)


ARV Profifalksis**

Tinggi Badan (cm)


Catat di buku KIA*

Jumlah Janin (T/G)

Refleks Patella (+/-)


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52

1) Presentasi : 2) Status Imunisasi : *: ** : *** : Obat TB : Hal. ___


KP : Kepala T0, T1, T2, T3, T4, T5 : Jika ya/dilakukan Tulis pada salah satu kolom Tulis nama obat yang diberikan R : Rifampisin Z : Pyrazinamid
BS : Bokong/Sungsang X : Jika tidak H : INH E : Etahmbutol
LLO : Letak Lintang/Obligue

35
REKAPITULASI LAPORAN DISTRIBUSI KELAMBU BERINSEKTISIDA TERPADU

36
Bulan/Tahun : ..

Sasaran Jumlah Kelambu Terdistribusi


No Provinsi Total
Ibu Hamil Bayi ANC Imunisasi
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui: .., 20.


Kasubdit Malaria Petugas Malaria Pusat,

( ..) ( ..)

Keterangan :
Kolom 1 : Nomor urut pengisian
Kolom 2 : Nama lokasi provinsi yang didistribusikan kelambu
Kolom 3 : Jumlah sasaran ibu hamil di wilayah provinsi pada tahun berjalan
Kolom 4 : Jumlah sasaran bayi di wilayah provinsi pada tahun berjalan
Kolom 5 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan ANC
Kolom 6 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan imunisasi
Kolom 7 : Total jumlah kelambu terdistribusi di provinsi (5+6)
REKAPITULASI LAPORAN DISTRIBUSI KELAMBU BERINSEKTISIDA TERPADU

Provinsi : .
Bulan/Tahun : .

Sasaran Jumlah Kelambu Terdistribusi


No Kabupaten/Kota Total
Ibu Hamil Bayi ANC Imunisasi
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui: .., 20.


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Petugas Malaria Provinsi,

( ..) ( ..)

Keterangan :
Kolom 1 : Nomor urut pengisian
Kolom 2 : Nama lokasi kabupaten/kota yang didistribusikan kelambu
Kolom 3 : Jumlah sasaran ibu hamil di wilayah kabupaten/kota pada tahun berjalan
Kolom 4 : Jumlah sasaran bayi di wilayah kabupaten/kota pada tahun berjalan
Kolom 5 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan ANC
Kolom 6 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan imunisasi
Kolom 7 : Total jumlah kelambu terdistribusi di kabupaten/kota (5+6)

37
REKAPITULASI LAPORAN DISTRIBUSI KELAMBU BERINSEKTISIDA TERPADU

38
Kabupaten :
Provinsi :
Bulan/Tahun :

Sasaran Jumlah Kelambu Terdistribusi


No Puskesmas Total
Ibu Hamil Bayi ANC Imunisasi
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui: .., 20.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Petugas Malaria Kabupaten/Kota,

( ..) ( ..)

Keterangan :
Kolom 1 : Nomor urut pengisian
Kolom 2 : Nama lokasi puskesmas yang didistribusikan kelambu
Kolom 3 : Jumlah sasaran ibu hamil di wilayah puskesmas pada tahun berjalan
Kolom 4 : Jumlah sasaran bayi di wilayah puskesmas pada tahun berjalan
Kolom 5 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan ANC
Kolom 6 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan imunisasi
Kolom 7 : Total jumlah kelambu terdistribusi di puskesmas (5+6)
REKAPITULASI LAPORAN DISTRIBUSI KELAMBU BERINSEKTISIDA TERPADU

Puskesmas :
Kabupaten :
Provinsi :
Bulan/Tahun :

Sasaran Jumlah Kelambu Terdistribusi


No Desa/Kelurahan Total
Ibu Hamil Bayi ANC Imunisasi
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui: .., 20.


Kepala Puskesmas, Petugas Malaria,

( ..) ( ..)

Keterangan :
Kolom 1 : Nomor urut pengisian
Kolom 2 : Nama lokasi desa/keluarahan yang didistribusikan kelambu
Kolom 3 : Jumlah sasaran ibu hamil di wilayah desa/kelurahan pada tahun berjalan
Kolom 4 : Jumlah sasaran bayi di wilayah desa/kelurahan pada tahun berjalan
Kolom 5 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan ANC
Kolom 6 : Jumlah kelambu terdistribusi dari kegiatan imunisasi
Kolom 7 : Total jumlah kelambu terdistribusi di desa/kelurahan (5+6)

39
FORMULIR

40
PENDISTRIBUSIAN KELAMBU BERINSEKTISIDA TERPADU

Nama Petugas/Unit Pelayanan Kesehatan : ..


Kelurahan/Desa : ..
Kecamatan : ..
Kabupaten/Kota : ..
Jumlah Sasaran Ibu Hamil *) : ..
Jumlah Sasaran Bayi *) : ..

Cara Pendistribusian Kelambu


No. Tanggal Nama KK/Ibu/Bayi Alamat Tanda Tangan
ANC **) Imunisasi ***)
1 2 3 4 5 6 7

Mengetahui: .., 20.


Kades/TOMA/TOGA/ Petugas,

( ..) ( ..)

Keterangan :

*) Jumlah sasaran ibu hamil dan bayi adalah jumlah sasaran di wilayah desa/kelurahan pada tahun berjalan

**) Cara pendistribusian kelambu dengani ANC adalah pendistribusian kelambu terpadu melalui kegiatan pemeriksaan kehamilan pada
ibu hamil dengan bidan atau petugas kesehatan
***) Cara pendistribusian kelambu dengani munisasi adalah pendistribusian kelambu terpadu melalui imunisasi pada bayi yang sudah
mendapatkan imunisasi dasar lengkap
Petunjuk pengisian :
Kolom 1 : Nomor urut pengisian
Kolom 2 : Tanggal pengisian formulir saat pendataan
Kolom 3 : Nama penerima kelambu (kepala keluarga/ibu/bayi)
Kolom 4 : Alamat tinggal penerima kelambu
Kolom 5 - 6 : Cara pendistribusian kelambu (Dicentang salah satu)
Kolom 7 : Tanda tangan penerima kelambu
REGISTER PENEMUAN PENDERITA MALARIA TERPADU PADA IBU HAMIL

Tanggal/Bulan/Tahun : MAL A BUMIL TERPADU


Puskesmas :
Kecamatan :
Kabupaten :
Provinsi :

USIA Pengobatan Malaria


Skrining Jenis Parasit Dapat
NO NAMA PENDERITA UMUR KEHAMILAN NAMA KK ALAMAT RDT Mikroskop yang Diberikan
(Ya/Tidak) Kelambu
(minggu) Pf Pv Pm P Mix ACT Non-ACT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Mengetahui: .., 20.


Kepala Puskesmas, Petugas Malaria,

( ..) ( ..)

Keterangan :
Kolom 1 : Nomor urut pengisian Kolom 10 -13 : Jenis parasit yang ditemukan dari hasil pemeriksaan (Dicentang salah satu)
Kolom 2 : Nama ibu hamil yang didata Kolom 14 : Konfirmasi ibu hamil mendapatkan kelambu (dicentang jika ya, kosongkan jika tidak)
Kolom 3 : Usia ibu hamil Kolom 15-16 : Jenis pengobatan malaria pada ibu hamil (Dicentang salah satu)
Kolom 4 : Usia kehamilan dari ibu hamil (dalam minggu)
Kolom 5 : Nama kepala keluarga/suami dari ibu hamil yang didata
Kolom 6 : Alamat tempat tinggal dari ibu hamil
Kolom 7 : Penemuan malaria pada ibu hamil melalui skrining pada kegiatan ANC (ditulis ya atau tidak)
Kolom 8 : Pemeriksaan sediaan darah dengan RDT *
Kolom 9 : Pemeriksaan sediaan darah dengan Mikroskop *

41
(*) Dicentang salah satu antara Kolom 8 dan Kolom 9
42
43
44
45
Cheklis Supervisi Pelaksanaan Integrasi
A. PROVINSI
Persiapan
1). Apakah sudah dilakukan perencanaan kegiatan integrasi/keterpaduan
pengedalian malaria melalui program imunisasi, ibu hamil :
a. Sosialisasi dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan terpadu pengendalian
malaria, pelayanan ibu hamil dan imunisasi
b. Identifikasi wilayah sasaran kegiatan
c. Koordinasi kegiatan
2). Apakah sudah ada data target sasaran:
a. Daerah endemisitas malaria
b. Jumlah ibu hamil dan bayi
c. Identifikasi dan distribusi kebutuhan:
d. Vaksin dan RDT
e. Kelambu berinsektisida
f. Sarana dan prasarana
g. Tenaga
h. Biaya
3) Jadwal kegiatan ?
4) Pelaksanaan
Melakukan sosialisasi dan fasilitasi kepada kabupaten/kota serta koordinasi
instansi lintas program dan lintas sektor terkait .
5) Monitoring dan Evaluasi
a. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis ke Kabupaten/Kota
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan terpadu

B. KABUPATEN/KOTA
1. Persiapan
a. Merencanakan kegiatan:
1. Fasilitasi pelaksanaan kegiatan terpadu pengendalian malaria,
pelayanan ibu hamil dan imunisasi
2. Identifikasi wilayah sasaran kegiatan
3. Koordinasi kegiatan
b. Penentuan target sasaran: Jumlah ibu hamil dan bayi
c. Identifikasi dan distribusi kebutuhan:
1. Vaksin dan RDT
2. Kelambu berinsektisida
3. Sarana dan prasarana
4. Tenaga
5. Biaya
d. Jadwal kegiatan

46
2. Pelaksanaan
Melakukan sosialisasi dan fasilitasi kepada puskesmas serta koordinasi
instansi lintas program dan lintas sektor terkait.
3. Monitoring dan Evaluasi
a. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis ke puskesmas
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
terpadu

C. PUSKESMAS
1. Persiapan
a. Merencanakan kegiatan:
- Pelaksanaan kegiatan terpadu pengendalian malaria, pelayanan ibu
hamil dan imunisasi
- Identifikasi wilayah sasaran kegiatan
- Koordinasi kegiatan
b. Penentuan target sasaran:
- Jumlah ibu hamil dan bayi
c. Identifikasi dan distribusi kebutuhan:
- Vaksin dan RDT
- Kelambu berinsektisida
- Sarana dan prasarana
- Tenaga
- Biaya
d. Jadwal kegiatan
e. Melakukan sosialisasi kepada sasaran tentang pelaksanaan kegiatan
terpadu melalui aparat desa/kelurahan

2. Pelaksanaan
a. Melakukan penapisan (skrining) malaria terhadap ibu hamil dilaksanakan
pada saat kunjungan pertama pemeriksaan kehamilan disertai dengan
pemberian kelambu berinsektisida dan pemberian pengobatan sesuai
pedoman penatalaksanaan kasus malaria.
b. Melaksanakan pelayanan imunisasi dasar dan mengidentifikasi bayi
yang sudah mendapat imunisasi lengkap (imunisasi BCG, DPT/HB 1,2,3,
Polio 1,2,3 ,4 dan campak) untuk mendapat kelambu berinsektisida.
c. Mencatat dan melaporkan hasil kegiatan kegiatan terpadu pengendalian
malaria, pelayanan ibu hamil dan imunisasi.
3. Monitoring dan Evaluasi
a. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis ke Desa/kelurahan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan terpadu
menggunakan checklist.

47
LAMPIRAN ENDEMISITAS MALARIA

NO Kab/Kota/Puskesmas API 8 Aceh Utara


Simpang Keramat
Geuredong Pase
I ACEH
9 Aceh Barat Daya
1 Singkil
Lembah Sabil
Pulau Banyak
Manggeng
Pulau Banyak Barat
Tangan tangan

2 Aceh Selatan
10 Aceh Tamiang
Meukek
Simpang Kiri
Sawang

11 Aceh Jaya
3 Aceh Tenggara
Teunom
Leuser
Panga
Naga Timbul
Kr Sabee
Lageun
4 Aceh Timur
Patek
Peunaron
Lhok Kruet
Pasie Raya
5 Aceh Barat
Kuala Bhee (Woyla)
PIR Batee Puteh II SUMATERA UTARA
Arongan (Drien Rampak) 1 Nias
Woyla Timur Botomozo
Idamogawo
6 Aceh Besar Ulugawo
Lhoong
Kuta Cot Glie 2 Langkat
Indrapuri Marike
Lembah Seulawah Namu Ukur
Kota Jantho Tanjung Langkat

7 Pidie 3 Tapanuli Selatan


Geumpang Simarpinggan

48
4 Nias Selatan 7 Tapanuli Utara
Teluk dalam Parsikaman
Lagundri
Bawomataluo 8 Padang Lawas
Hilisatargo Paringgonan
Lahusa Sihapas
Amandraya
Lolowaw 9 Padang Lawas Utara
Lolomatua Sipiongot
Gomo Simundol
Sudua,ori 10 Labuhan Batu
Mazo Labuhan Bilik
Pulau Telo Sei Berombang
Tanah Masa
Hibala 11 Labuhan Batu Utara
Tanjung Leidong
5 Mandailing Natal Simangalam
Sihepeng
Mompang 12 Asahan
Gunung Baringin Sei Kepayang Barat
Siabu Sei Apung
Nagajuang Bagan Asahan
Maga
Hutabargot 13 Tapanuli Tengah
Gunung Tua Hutabalang
Panyabungan Jae Poriaha
Barus
6 Batu-Bara
Lalang 14 Nias Barat
Seisuka Sirombu
Indra Pura
Kedai Sianam 15 Simalungun
Labuhan Ruku Negeri Dolok
Tanjung Tiram
Ujung Kubu 16 Karo
Mardingding

49
III SUMATERA BARAT 3 Musi Banyuasin
1 Kep. Mentawai Lubuk Bintialo
Sioban
Mapadegat 4 Musi Rawas
Sikakap Muara Beliti
Malakopa Muara Kati
Ma Siberut
Peipei 5 Lahat
Ma Sikabaluan Selawi
Saibi Samukop Palembaja
Saumangaya Pseksu
Perumnas
2 Pesisir Selatan Bandar Jaya
Tarusan Pagar Agung
Bl. Salasa Bunga Mas
Indrapura Saung Naga
Pagar Jati
IV SUMATERA SELATAN Kota Agung
1 OKU Tanjung Tebat
Penyandingan SP III Pomo
Lubuk Rukam Pagar Gunung
Tanjung Agung
Batumarta II 6 Lubuk Linggau
Tj. Lengkayap Swasti Saba
Pengarigan Perumnas
Ulak Pandan Simpang Periuk
Pengandonan Petanang
Mendingin
Lb. Batang 7 OKU Timur
Sekar Jaya Jayapura
Purwodadi
2 Muara Enim
Tanjung Agung V BANGKA BELITUNG
Tanjung Enim 1 Kota Pangkalpinang
Air Itam

50
2 Kab. Bangka Seginim
Sinar Baru Palak Bengkerung
Kenanga Masat
Belinyu Tungkal
Riau Silip Kedurang
Penagan
2 Bengkulu Utara
3 Kab. Bangka Barat Sebelat
Muntok Karang Pulau
Sp.Teritip Suka Makmur
Kundi Ketahun
Jebus D6 Ketahun
Puput Tanjung Harapan
Sekar Biru Batik Nau
Tempilang Lais
Arga Makmur
4 Kab. Bangka Tengah Perumnas
Benteng Lubuk durian
Sungai Selan Air Bintunan
Lubuk Tj. Agung Palik
Kerkap
5 Kab. Selatan Air Padang
Payung
Tanjung Labu 3 Kaur
Batu Betumpang Tanjung Iman
Gedung Wani
6 Kab. Belitung
Sijuk 4 Seluma
Membalong Babatan
Riak Siabun
VI BENGKULU Air Periukan
1 Bengkulu Selatan Tumbuan
Kota Manna Dusun Tengah
Pasar Manna Talang Tinggi
M. Thaha Kota Tais
Kayu Kunyit Rimbo Kedui

51
Puguk 2 Pelalawan
Sukamerindu Ukui
Pajar Bulan Kerumutan
Bandar Petalangan
5 Mukomuko Pangkalan Lesung
Bantal
Ipuh 3 Ind. Hulu
Mukomuko Sipayung
Lalang Luas Peranap
Lubuk Sanai
Penarik 4 Ind. Hilir
Lubuk Pinang Mandah
Air Rami Sungai Guntung
Dusun Baru
Pondok Suguh 5 Rokan Hilir
Rantau Pj. Kiri
6 Bengkulu Tengah Sinaboi
Karang Tinggi Bagan Punak
Pagar Jati
Sekayun 6 Dumai
Sei Sembilan
7 Kota Bengkulu
Kampung Bali 7 Kuantan Singingi
Anggut Atas Lubuk Jambi
Lingkar Barat Lubuk Ramo
Jalan Gedang
Padang Serai VIII KEPULAUAN RIAU
Kuala Lempuing 1 Bintan
Sukamerindu Kawal
Lingkar Timur
2 Lingga
VII RIAU Pancur
1 Kampar Raya
Kampar Kiri Senayang
Tajur Biru
Penuba

52
3 Natuna 3 Muaro Jambi
Ranai Pondok Meja
Tanjung Tempino
Sedanau Muara Kumpeh
Kelarik Jambi Kecil
Pulau Tiga
Pulau Laut 4 Tebo
Midai Rimbo Bujang II
Cemaga Rimbo Bujang IX
Serasan Timur/Batubi Sungai Bengkal
Mangupeh
4 Anambas Tuo Pasir Mayang
S. Tengah Sungai Abang
S. Timur
Palmatak 5 Bungo
Tarempa Kuamang Kuning X
S. Selatan Rantau Ikil;
LB Mangkuang
5 Batam
Galang 6 Merangin
Bangko
IX JAMBI Pematang Kandis
1 Kota Jambi Rantau Panjang
Simpang IV Sipin Muara Delang
Sei Bulian
2 Batang Hari Muara Jernih
Mersam Meranti
Tenam Sbr Agung
Pasar Terusan Muara Kibul
Batin Sekancing
Muaro Sebo Ilir
Tidar Kuranji 7 Sarolangun
Muara Tembesi Singkut
Psr Muara Tembesi Pauh
Durian Luncuk

53
8 Tanjab Barat Brang Ene
Teluk Nilau Poto Tano
Merlung Tongo

9 Kerinci 5 Sumbawa Besar


Jujun Unit II Sumbawa
Alas
X LAMPUNG 6 Dompu
1 Lampung Selatan Rasabou
Rajabasa Kilo
Calabai
2 Pesawaran
Pedada 7 Bima
Padang Cermin Lambu
Hanura Lambitu
Langgudu
3 Lampung Barat Monta
Sekincau Parado
Wera
XI NUSA TENGGARA BARAT Donggo
1 Lombok Barat Soromandi
Meninting Sanggar
Tambora
2 Lombok Utara
Bayan XII KALIMANTAN BARAT
1 Sintang
3 Lombok Timur Dedai
Belanting Emparu
Kebong
4 Sumbawa Barat Mensiku
Seteluk Nanga Ketungau
Taliwang Nanga Mau
Brang Rea
Jereweh 2 Ketapang
Maluk Tumbang Titi
Sekongkang Marau

54
3 Kota Singkawang Malinau
Singkawang Selatan Loksado

XIII KALIMANTAN SELATAN 6 HS. Tengah


1 Banjarbaru Tandilang
Cempaka Batu Tangga
Hantakan
2 Banjar
Aranio 7 HS. Utara
Paramasan Paminggir
Pengaron
Simpang Empat 8 Tabalong
Sungai Pinang Muara Uya
Sungkai Ribang
Jaro
3 Tanah Laut Bintang Ara
Asam-Asam
Tanjung Habulu 9 Barito Kuala
Kurau Anjir Pasar
Panyipatan Mekarsari
Kintap Wanaraya
Tajau Pecah Jejangkit
Tirta Jaya Kuripan
Belawang
4 Tapin Tabukan
Tapin Utara
Binuang 10 Kotabaru
Tambarangan Serongga
Banua Padang Marabatuan
Tambaruntung Sei Durian
Bakarangan Banian
Piani Hampang
Bungkukan
5 HS. Selatan Mekarpura
Wasah Sengayam
Padang Batung

55
11 Tanah Bumbu Lambing
Lasung Linggang Bigung
Teluk Kepayang Long Iram
Sebamban 1 Melak
Giri Mulya Resak
Satui Sekolaq Darat
Sebamban 2 Tering Seberang
Simpang Empat
Darul Azhar 3 Mahakam Hulu
Mantewe Ujoh Bilang
Karang Bintang
Batulicin 1 4 Kutai Kartanegara
Jonggon Raya
12 Balangan Sebulu I
Lok Batu Sei Merdeka
Tebing Tinggi
Uren 5 Kutai Timur
Batu Ampar
XIV KALIMANTAN TIMUR Busang
1 Berau Kaliorang
Batu Putih Kaubun
Biduk-Biduk Muara Wahau II
Gunung Tabur Rantau Pulung
Kelay Sandaran
Labanan
Merancang Ulu 6 Paser
Segah Batu Kajang
Talisayan Kayungo
Teluk Bayur Kerang
Kuaro
2 Kutai Barat Long Ikis
Barong Tongkok Long Kali
Belusuh Mendik
Besiq Muara Komam
Dempar Muser
Gunung Rampah Padang Pengrapat

56
7 Penajam Paser Utara 4 Kotawaringin Timur
Maridan Sebabi
Petung U. Pandaran
Semoi II Pasir Putih
Sepaku I
Sepaku III 5 Katingan
Sotek Keren Pangi

8 Samarinda 6 Palangkaraya
Sei Siring Jekan Raya
Tangkiling
XV KALIMANTAN UTARA Pahandut
1 Bulungan Panarung
Bumi Rahayu K. Bangkirai
Tanah Kuning Kalampangan
Menteng
2 Nunukan Bukit Hindu
Aji Kuning Kayon
Mansalong Rakumpit
Pembeliangan
Setabu 7 Gunung Mas
Tbg Miri
XVI KALIMANTAN TENGAH Tbg Marikoi
1 Lamandau Tbg Napoi
Bukit Jaya Tewah
Tapin Bini T. T. Anjir
Merambang Kampuri
Bayat Sepang
Kinipan Kurun
T. Pajangan
2 Kotawaringin Barat Tbg Jutuh
P. Lada Tehang
Arut Utara Tbg Talaken
Rabambang
3 Seruyan
Rantai Pulut I

57
8 Pulang Pisau 12 Barito Utara
Jabiren Lahei I
Lahei II
9 Kapuas
T. Punai 13 Murung Raya
Lamunti Konut
Pujon Mangkahui
Sei Hanyo Tbg Lahung
Jangkang Tbg Kunyi
Sei Pinang M. Joloi
Timpah Mankunjung
P. Telo Saripoi
Mantangai Tbg Olong
Tamban Catur
Terusan Tgh XVII SULAWESI UTARA
P. Kupang 1 Bitung
Tamban Baru Sagerat
Sei Tatas Danowudu
Palingkau Girian
Palangkau Papsungan
Mandomai Pintu kota
Danau Rawah
Melati 2 Bolmong
Selat Tungoi
Mopuya
10 Barito Timur
Bentot 3 Bolsel
Hayaping Duminanga
Pinolosian
11 Barito Selatan Adow
Pendang
Babai 4 Manado
Mangkatip Tuminting
Baru Tikala Baru
Sababilah

58
5 Minahasa Talawid
Wolaang Biaro
Tompaso Lia
Tanawangko
Kakas 11 Talaud
Kombi Tule
XVIII GORONTALO
6 Minsel 1 Kab. Pohuwato
Amurang Paguat
Dengilo
7 Minut Buntulia
Tetelu Motolohu
Panca karsa i
8 Mitra Panca karsa ii
Molompar Lemito
Towuntu Timur Popayato timur
Touluaan Popayato
Tombatu Popayato barat
Tambelang
Molompar belang 2 Kab. Boalemo
Belang Bongo nol
Silian Berlian
Wonosari
9 Sangihe Saritani
Tona Dulupi
Enemawira Pangi
Nusa Botumoito
Manganitu Mananggu
Kuma
Manalu 3 Kab. Gorontalo Utara
Salurang Atinggola
Tamako Dulukapa
Dagho Buloila

10 Sitaro 4 Kab. Bone Bolango


Tagulandang Bone

59
Suwawa selatan Lafeu
Bulango ulu
Bulawa 4 Tojo Una-Una
Dataran bulan
5 Kab. Gorontalo Tete
Asparaga Marowo
Tibawa Tombiano
Dungaliyo
Tabongo 5 Banggai
Telaga biru Saiti
Limboto barat Nuhon
Limboto Bunta
Toima
XIX SULAWESI TENGAH Bualemo
1 Donggala Hunduhon
Balukang Kintom
Sabang Batui
Batusuya Sinorang
Lembasada Toili I
Lalundu Toili II
Toili III
2 Poso Simpang Raya
Lawanga Tongke
Mapane
Tonusu 6 Bangkep
Tentena Bungin
Meko Banggai
Taripa Totikum
Gintu Mansamat
Tangkura Saleati
Lengkeka Patukuki
Sulewana Bulagi
Lolantang
3 Moorowali Lumbi - Lumbia
Lantulajaya Tataba
Beteleme Sabang

60
7 Tolitoli 8 Toraja Utara
Kayulompa Pangala
Baruppu
8 Buol Sadan
Bunobogu
XXI SULAWESI BARAT
XX SULAWESI SELATAN 1 Majene
1 Enrekang Lembang
Baraka Ulumanda
Kabere Malunda

2 Luwu Timur 2 Mamuju


Mangkutana Tapalang
campaloga
3 Luwu Utara Karataun
Rampi Karama

4 Pangkep 3 Mamasa
Madalle Sumarorong
Liukang kalmas Pana
Pamantauang Tabang
Liukang Tangaya
4 Mamuju Utara
5 Selayar Randomayang
Parangia Martajaya
Ujung Jampea Parabu/Baras
Pasimarannu
5 Mamuju Tengah
6 Sinjai Topoyo
Tengnga Lembang Salupangkang
Tobadak
7 Tana Toraja
Bittuang XXII SULAWESI TENGGARA
Ratte 1 Buton
Mawasangka
Siompu Barat

61
Batauga Mabodo
Gu Tampo
Rahia Guali
Kadatua Wuna
Wamolo Kabangka
Lasalimu Dana
Lasalimu Selatan Kombikuno
Wajah Jaya Batalaiworu
Mawasangka Tengah Tiworo Selatan
Mawasangka Timur Bone
Pasar Wajo Towea
Wakaokili
Siompu 3 Wakatobi
Siontapina Wangi-Wangi
Talaga Raya Waetuno
Liya
2 Muna Buranga
Lohia Usuku
Kabawo Hoga
Katobu Wangi - Wangi Selatan

Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua


dan Papua Barat adalah daerah endemis tinggi

Keterangan :

API > 5

API 1 - 5

62
TIM PENYUSUN

Pelindung : Direktur Jenderal PP & PL

Pengarah : Direktur PPBB


Direktur Bina Kesehatan Ibu
Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina & Kesehatan Matra

Penanggungjawab : Kasubdit Pengendalian Malaria


dr. Asik, MPPM

Koordinator : dr. I Made Yosi Purbadi, MKM (Kasi Standarisasi Subdit Malaria)
Kontributor : 1. dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA (Kasubdit Imunisasi)
2. dr. Lukas C. Hermawan, MPH (Kasubdit Bina Kesehatan Ibu Hamil)
3. dr. Iriani Samad, MSc (Kasi Bimev Subdit Malaria)
4. dr. Wira Hartiti, M.Epid (Kasie Standarisasi Bina Kesehatan Ibu Hamil)
5. dr. Marti Kusumaningsih, MSc. (Subdit Pengendalian Malaria)
6. dr. Minerva Theodora, MKM (Subdit Pengendalian Malaria)
7. Yety Intarti, M.Kes (Subdit Pengendalian Malaria)
8. Hermawan Susanto, S.Si (Subdit Pengendalian Malaria)
9. dr. Laila Mahmudah (Direktorat Bina Kesehatan Anak)
10. Hakimi, SKM, MSc (Subdit Imunisasi)
11. dr. Ferdinand J Laihad (UNICEF)
12. dr. Worowijat, MKM (Subdit Pengendalian Malaria)
13. Hanifah Rogayah, SKM (Subdit Pengendalian Malaria)
14. William Hawley (UNICEF)
15. DR. Lukman Hakim
16. Ali Izhar, SKM
17. dr. Henny S. Djoehraeni, MPH
18. Bayu Kurnia, SKM
19. Denih Sutardi, SKM
20. dr. Yuliandi, M. Kes
(Kasie Standarisasi dan Kemitraan Subdit Imunisasi)
21. Lukman Hakim, SE
22. Novita, SKM

Editor : - dr. Minerva Theodora, MKM


- dr. Asik, MPPM
- DR. Lukman Hakim

63
64
65
66