Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA

TINDAKAN KEPERAWATAN : TEHNIK RELAKSASI NAFAS DALAM

Hari : Selasa
Tanggal : 25 Oktober 2016
Jam : 16.00 WIB

A. Kasus
Klien datang dari RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen tanggal 24 Oktober
2016 pukul 16.48 WIB dengan keluhan nyeri perut kanan dan menjalar ke
pinggang, pegal, mual dan muntah. Skala nyeri 6.
B. Diagnosa Medik : Kolik Abdomen
C. Diagnosa Keperawatan
Nyeri akut berhubungan dengan distensi, kekakuan.

D. Data yang mendukun.g diagnosa keperawatan


1. Data Subyektif : Pasien mengatakan nyeri perut sebelah kana, menjalar ke
pinggang
2. Data Obyektif : Pasien tampak lemah, wajah merintih, ada nyeri tekan
pada perut kanan bawah, abdomen kembung, pasien memegangi perutnya
E. Dasar Pemikiran
Nyeri adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat
terjadinya rangsangan fisik maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak
dan diikuti oleh reaksi fisik, fisiologis, dan emosional (Alimul, 2006).
Teknik relaksasi nafas dalam merupakan suatu bentuk asuhan
keperawatan, yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada klien
bagaimana cara melakukan napas dalam, napas lambat (menahan inspirasi
secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan napas secara perlahan.
Tujuan Smeltzer & Bare (2002) menyatakan bahwa tujuan teknik relaksasi
napas dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara
pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk,
mengurangi stress baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan
intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan.

1
Prinsip yang mendasari penurunan nyeri oleh teknik relaksasi
terletak pada fisiologi sistem syaraf otonom yang merupakan bagian dari
sistem syaraf perifer yang mempertahankan homeostatis lingkungan
internal individu. Pada saat terjadi pelepasan mediator kimia seperti
bradikinin, prostaglandin dan substansi, akan merangsang syaraf simpatis
sehingga menyebabkan vasokostriksi yang akhirnya meningkatkan tonus
otot yang menimbulkan berbagai efek seperti spasme otot yang akhirnya
menekan pembuluh darah, mengurangi aliran darah dan meningkatkan
kecepatan metabolisme otot yang menimbulkan pengiriman impuls nyeri
dari medulla spinalis ke otak dan dipersepsikan sebagai nyeri.
F. Prinsip tindakan keperawatan
1. Prinsip tindakan : bersih
2. Prosedur pelaksanaan
a. Tahap prainteraksi
1) Menbaca status pasien
2) Mencuci tangan
3) Meyiapkan alat
b. Tahap orientasi
1) Memberikan salam teraupetik
2) Validasi kondisi pasien
3) Menjaga perivacy pasien
4) Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada
pasien dan keluarga
c. Tahap kerja
1) Berikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya jika ada
yang kurang jelas
2) Atur posisi pasien agar rileks tanpa beban fisik
3) Instruksikan pasien untuk tarik nafas dalam sehingga rongga
paru berisi udara
4) Intruksikan pasien secara perlahan dan menghembuskan udara
membiarkanya keluar dari setiap bagian anggota tubuh, pada
waktu bersamaan minta pasien untuk memusatkan perhatian.

2
5) Instruksikan pasien untuk bernafas dengan irama normal
beberapa saat ( 1-2 menit )
6) Instruksikan pasien untuk bernafas dalam, kemudian
menghembuskan secara perlahan dan merasakan saat ini udara
mengalir dari tangan, kaki, menuju keparu-paru kemudian
udara dan rasakan udara mengalir keseluruh tubuh
7) Minta pasien untuk memusatkan perhatian pada kaki dan
tangan, udara yang mengalir dan merasakan keluar dari ujung-
ujung jari tangan dan kai dan rasakan kehangatanya
8) Instruksikan pasien untuk mengulangi bila nyeri terasa kembali
9) Setelah pasien merasakan ketenangan, minta pasien untuk
melakukan secara mandiri
d. Tahap terminasi
1) Evaluasi hasil kegiatan
2) Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
3) Cuci tangan
e. Dokumentasi
1) Catat waktu pelaksanaan tindakan
2) Catat respons pasien
3) Paraf dan nama perawat jaga
G. Analisa tindakan
Klien dengan masalah Kolik Abdomen mempunyai keluhan utama nyeri.
Klien dengan nyeri perlu mendapatkan latihan manajemen nyeri dengan
menggunakan teknik nafas dalam. Pemberian teknik nafas dalam dapat
membantu klien dalam mengontrol rasa nyeri dan memberi rasa aman dan
nyaman.
H. Bahaya dilakukannya tindakan
1. Bahaya
Jika tidak saling percaya dan klien tidak kooperatif maka latihan napas
dalam tidak akan efektif sehingga rasa nyeri akan semakin meningkat.
2. Pencegahan

3
Jangan banyak menyinggung perasaan klien, bina hubungan saling
percaya dan lakukan tindakan sesuai dengan prosedur.
I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan
1. Monitor KU dan TTV
2. Kaji skala nyeri dan tingkat kecemasan
3. Catat intensitas nyeri
4. Kolaborasi pemberian analgetik
J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
S : Klien mengatakan nyeri perut berkurang dan terasa sedikit lebih
nyaman
O : Klien dapat melakukan teknik relaksasi nafas dalam dengan baik dan
benar
Klien nampak nyaman dan rileks
A : Masalah nyeri teratasi sebagian
P : Rencana tindakan dilanjutkan
K. Evaluasi diri
Tindakan telah dilakukan sesuai prosedur dan prinsip yanng benar.

4
5