Anda di halaman 1dari 14

TATALAKSANA KAMAR PENUH

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 1/2

Ditetapkan,
Direktur RS H.A Djunaid
Tanggal terbit
SPO
...................
dr. Emy Widyarti
NIK. 0116145

Pengertian Kamar / ruangan dikatakan penuh apabila kamar / ruangan di RS H.A


Djunaid penuh seluruhnya atau kamar yang diinginkan penuh

Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah bila kamar yang tersedia penuh

Surat Keputusan Direktur RS H.A Djunaid no tentang Kebijakan


Kebijakan Pelayanan RS H.A Djunaid
Bila ruangan / kamar yang diinginkan penuh :
1. petugas pendaftaran TPPRI akan menawarkan pasien untuk sementara
dirawat di ruangan dengan kelas lebih tinggi atau lebih rendah dari
ruangan / kamar yang diinginkan, sambil memesan ruangan / kamar
yang diinginkan. Bila setuju, pasien / keluarga menandatangani
persetujuan rawat inap, petugas pendaftaran menghubungi ruangan /
kamar sementara dan ruangan / kamar yang diinginkan. Bila pasien /
keluarga keberatan / tidak setuju, petugas RPP memberikan alternatif
Prosedur kepada pasien / keluarga untuk dirujuk ke RS lain.
2. Apabila pasien membawa surat pengantar dari dokter DPJP untuk
program operasi yang sifatnya dapat ditunda dan pasien keberatan
untuk di kelas sementara, maka petugas RPP menghubungi dokter
DPJP pengirim untuk mengkonfirmasi apakah program dapat ditunda
dan pasien dapat pulang terlebih dahulu. Bila Dokter DPJP setuju,
pasien dapat dipulangkan dengan meninggalkan nomor yang dapat
dihubungi di bagian TPPRI, sehingga bila sudah tersedia kamar yang
dituju, petugas TPPRI dapat menghubungi pasien / keluarga.
3. Apabila pasien membawa surat pengantar dari dokter DPJP untuk
program operasi yang sifatnya tidak dapat ditunda, dan pasien
keberatan untuk dirawat di kelas sementara, maka petugas RPP
memberikan alternative untuk dirujuk ke RS lain dengan sebelumnya
menghubungi dokter DPJP pengirim terlebih dahulu.
Bila kamar / ruangan di RS H.A Djunaid penuh seluruhnya
1. Petugas TPPRI memberikan pilihan agar pasien dirawat di UGD (ODC)
sementara, sampai ada kamar / ruangan yang kosong. Pasien yang
dirawat sementara di ODC hanya dibatasi 10 pasien saja. Bila ruangan
penuh dan pasien di ODC sudah berjumlah 10 orang, perawat
memberikan alternative kepada pasien / keluarga untuk dirujuk ke RS
lain dengan tetap memberi -
TATALASANA KAMAR PENUH

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 2/2

kan penanganan kegawatan.


2. Bila pasien membawa surat pengantar dari dokter DPJP untuk program
operasi yang sifatnya dapat ditunda , maka petugas RPP menghubungi
dokter DPJP pengirim untuk mengkonfirmasi apakah program dapat
ditunda dan pasien dapat pulang terlebih dahulu. Bila Dokter DPJP
setuju, pasien dapat dipulangkan dengan meninggalkan nomor yang
Prosedur dapat dihubungi di bagian TPPRI. Bila sudah tersedia kamar yang
dituju, petugas TPPRI menghubungi pasien / keluarga untuk
menginformasikan ketersediaan kamar dan meminta pasien untuk dapat
kembali ke UGD. Setelah pasien kembali, pasien / keluarga melakukan
admisi di Pendaftaran TPPRI.
Unit Terkait Pendaftaran
PEMBERIAN OBAT TOPICAL

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 1/2

Ditetapkan,
Direktur RS H.A Djunaid
Tanggal terbit
SPO
...................
dr. Emy Widyarti, MPH
NIK. 0116145
Obat topical adalah obat yang diberikan dengan cara dioleskan di kulit
Pengertian pasien.
Pemberian obat topical adalah suatu tindakan memberikan obat dengan cara
di oleskan dikulit pasien.

Sebagai acuan untuk melaksanakan langkah-langkah dalam memberikan


Tujuan obat kepada pasien dengan cara dioleskan di kulit pasien.
Surat Keputusan Direktur RS H.A Djunaid no tentang Kebijakan
Kebijakan Pelayanan RS H.A Djunaid

A. PERSIAPAN ALAT
1. Obat topical yang digunakan.
2. DPO ( Daftar Pemberian Obat )
3. Sarung tangan k/p
4. Spatel atau lidi kapas

B. PELAKSANAAN TINDAKAN
1. Perawat hand hygiene dengan 6 langkah
Prosedur 2. Siapkan obat dengan benar : obat, dosis, cara pemberian, waktu dan
tanggal pemberian, serta nama pasien.
3. Bawa obat dan daftar obat ke pasien
4. Lakukan identifikasi pasien sesuai prosedur.
5. Jelaskan kepada pasien / keluarga obat yang akan dilakukan.
6. Gunakan sarung tangan bersih .
7. Posisikan pasien dengan nyaman,buka bagian tubuh yang akan diberi
obat .
8. Kaji kondisi kulit secara menyeluruh,bersihkan daerah yang akan diobati
dari sisa jaringan dan kotoran.
* Pemakaian Obat Lotion
- Periksa obat,kocok botol hingga tercampur,buka tutup dan letakkan
terbalik.
- Tuangkan lotion pada kassa atau lidi kapas.
- Usapkan lotion dengan tipis dan merata.
- Buang kassa / kapas pada sampah medis.
PEMBERIAN OBAT TOPICAL

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 2/2

* Pemakaian Cream atau Salep


- Oleskan obat dengan jari yang pakai sarung tangan atau spatel pada
kulit yang kering. Oleskan tipis searah tumbuhnya rambut.

9. Lakukan hand hygiene dengan 6 langkah


10. Mintakan tanda tangan & nama sebagai bukti pemberian obat kepada
pasien / keluarga, dalam form Daftar Pemberian Obat (DPO).
11. Dokumentasikan pemberian obat ke dalam CP.
12. Observasi kulit dan reaksi dari obat setelah 30 menit pemberian obat
Pasien.

Unit Terkait Unit Rawat Inap


PEMBERIAN OBAT MATA

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 1/2

Ditetapkan,
Direktur RS H.A Djunaid
Tanggal terbit
SPO
...................
dr. Emy Widyarti, MPH
NIK. 0116145
Obat mata adalah obat yang diberikan dengan cara dimasukkan kedalam
Pengertian mata pasien.
Pemberian obat mata adalah suatu tindakan memberikan obat dengan cara
di masukkan / di teteskan ke dalam mata pasien.

Sebagai acuan untuk melaksanakan langkah-langkah dalam memberikan


Tujuan obat kedalam mata pasien dengan cara diteteskan ke dalam mata pasien.
Surat Keputusan Direktur RS H.A Djunaid no tentang Kebijakan
Kebijakan Pelayanan RS H.A Djunaid

A. PERSIAPAN ALAT
1. Obat mata pada tempatnya salep / tetes
2. DPO ( Daftar Pemberian Obat )
3. Sarung tangan k/p
4. Kapas/tissu

B. PELAKSANAAN TINDAKAN
1. Perawat hand hygiene dengan 6 langkah
Prosedur 2. Siapkan obat dengan benar : obat, dosis, cara pemberian, waktu dan
tanggal pemberian, serta nama pasien.
3. Bawa obat dan daftar obat ke pasien
4. Lakukan identifikasi pasien sesuai prosedur.
5. Jelaskan kepada pasien / keluarga obat yang akan diberikan.
6. Bersihkan tepi mata dengan kapas / tissu yang dibasahi air matang (
sekali usap,dari arah dalam keluar )
7. Posisikan pasien dengan nyaman ,duduk atau terlentang dengan kepala
ekstensi .
8. Beri tissu dibawah mata untuk menjaga obat yang mengalir keluar.
*Tetes Mata
- Dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri,buka kelopak mata pasien.
Ibu jari menekan dengan tissu/kapas pada tulang orbita untuk menutup
kelenjar lakrimalis.
- Teteskan obat ke kantung konjungtiva bawah ,jangan menetesi kornea.
- Minta pasien untuk menutup mata perlahan-lahan.
- Obat ditutup kembali tanpa menyentuh bagian dalam dari tutup/penetes.
PEMBERIAN OBAT MATA

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 2/2

* Salep Mata
- Buku tutup, pegang aplikator salep di bagian atas tepi kelopak mata,
pencet tube dan alirkan pada kantong kunjungtiva bawah, jangan
sampai menyentuh pinggir mata.
- Anjurkan pasien menutup mata,gerakkan mata perlahan dan
berkedip-kedip.
Prosedur
- Kelebihan obat dihapus dengan tissu atau kapas.
9. Buka sarung tangan dan kembalikan obat ke tempatnya.
10. Lakukan hand hygiene dengan 6 langkah
11. Mintakan tanda tangan & nama sebagai bukti pemberian obat kepada
pasien / keluarga, dalam form Daftar Pemberian Obat (DPO).
12. Dokumentasikan pemberian obat ke dalam CP.

Unit Kerja Unit Rawat Inap


PEMBERIAN OBAT TETES TELINGA

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 1/2

Ditetapkan,
Direktur RS H.A Djunaid
Tanggal terbit
SPO
...................
dr. Emy Widyarti, MPH
NIK. 0116145
Pemberian obat tetes telinga adalah suatu tindakan memberikan obat
Pengertian dengan cara di teteskan ke dalam telinga pasien.

Sebagai acuan untuk melaksanakan langkah-langkah dalam memberikan


Tujuan obat ke dalam telinga pasien dengan cara diteteskan ke dalam mata pasien.
Surat Keputusan Direktur RS H.A Djunaid no tentang Kebijakan
Kebijakan Pelayanan RS H.A Djunaid.

A. PERSIAPAN ALAT
1. Obat tetes telinga pada tempatnya
2. DPO ( Daftar Pemberian Obat )
3. Sarung tangan k/p
4. Kapas/tissu

B. PELAKSANAAN TINDAKAN
1. Perawat hand hygiene dengan 6 langkah
Prosedur 2. Siapkan obat dengan benar : obat,dosis,cara pemberian,waktu dan
tanggal
pemberian, serta nama pasien.
3. Bawa obat dan daftar obat ke pasien
4. Lakukan identifikasi pasien sesuai prosedur.
5. Jelaskan kepada pasien / keluarga obat yang akan diberikan.
6. Pakai sarung tangan k/p
7. Posisikan pasien dengan nyaman ,duduk atau miring ke sisi yang
berlawanan.
8. Bersihkan liang telinga dengan kapas basah.
9. Buka lubang telinga dengan menarik daun telinga ke belakang. Untuk
anak < 3 th tarik ke arah bawah belakang, untuk orang dewasa kearah
luar
atas.
10. Kaji adanya peradangan,pembengkakan dan kebersihan pada telinga.
11. Teteskan obat pada tepi kanal telinga.
12. Pasien tetap pada posisinya selama 5 menit.
PEMBERIAN OBAT TETES TELINGA

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 2/2

13. Buka sarung tangan dan kembalikan obat ke tempatnya.


14. Lakukan hand hygiene dengan 6 langkah
15. Mintakan tanda tangan & nama sebagai bukti pemberian obat kepada
Prosedur
pasien / keluarga, dalam form Daftar Pemberian Obat (DPO).
16. Dokumentasikan pemberian obat ke dalam CP.
17. Kaji reaksi dari obat setelah 30 menit pemberian obat ke pasien.

Unit Kerja Unit Rawat Inap


PEMBERIAN OBAT TETES HIDUNG

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS H.A Djunaid
Tanggal terbit
SPO
...................
dr. Emy Widyarti, MPH
NIK. 0116145
Pemberian obat tetes hidung adalah suatu tindakan memberikan obat
Pengertian dengan cara di teteskan ke dalam hidung pasien.

Sebagai acuan untuk melaksanakan langkah-langkah dalam memberikan


Tujuan obat ke dalam hidung pasien dengan cara diteteskan ke dalam hidung
pasien.
Surat Keputusan Direktur RS H.A Djunaid no tentang Kebijakan
Kebijakan Pelayanan RS H.A Djunaid.

A. PERSIAPAN ALAT
1. Obat tetes hidung pada tempatnya
2. DPO ( Daftar Pemberian Obat )
3. Sarung tangan k/p
4. lidi kapas / tissu

B. PELAKSANAAN TINDAKAN
1. Perawat hand hygiene dengan 6 langkah
Prosedur 2. Siapkan obat dengan benar : obat, dosis, cara pemberian, waktu dan
tanggal pemberian, serta nama pasien.
3. Bawa obat dan daftar obat ke pasien
4. Lakukan identifikasi pasien sesuai prosedur.
5. Jelaskan kepada pasien / keluarga obat yang akan diberikan.
6. Pakai sarung tangan k/p
7. Posisikan pasien dengan nyaman ,duduk dengan kepala ekstensi,
terlentang dengan leher diganjal.
8. Bersihkan lobang hidung yang akan ditetesi.
9. Anjurkan pasien tarik nafas dan tahan untuk tidak batuk atau bersin.
10. Teteskan obat sisi nares, lobang hidung yang satu ditutup.
. 11. Buka sarung tangan dan kembalikan obat ke tempatnya.
12. Lakukan hand hygiene dengan 6 langkah
13. Mintakan tanda tangan & nama sebagai bukti pemberian obat kepada
pasien / keluarga, dalam form Daftar Pemberian Obat (DPO).
14. Dokumentasikan pemberian obat ke dalam CP.
15. Kaji reaksi dari obat setelah 30 menit pemberian obat ke pasien.

Unit Terkait Unit Rawat Inap


PEMBERIAN OBAT INHALASI

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 1/2

Ditetapkan,
Direktur RS H.A Djunaid
Tanggal terbit
SPO
...................
dr. Emy Widyarti, MPH
NIK. 0116145
Pemberian obat inhalasi adalah suatu tindakan memberikan obat dengan
Pengertian cara dihirup ke dalam mulut pasien.

Sebagai acuan untuk melaksanakan langkah-langkah dalam memberikan


Tujuan obat dengan cara dihirup ke dalam mulut pasien.

Surat Keputusan Direktur RS H.A Djunaid no tentang Kebijakan


Kebijakan Pelayanan RS H.A Djunaid

A. PERSIAPAN ALAT
1. Obat inhaler pada tempatnya
2. DPO ( Daftar Pemberian Obat )
3. Tissu
4. Air pencuci mulut

B. PELAKSANAAN TINDAKAN
1. Perawat hand hygiene dengan 6 langkah
Prosedur 2. Siapkan obat dengan benar : obat, dosis, cara pemberian, waktu dan
tanggal pemberian, serta nama pasien.
3. Bawa obat dan daftar obat ke pasien
4. Lakukan identifikasi pasien sesuai prosedur.
5. Jelaskan kepada pasien / keluarga obat yang akan diberikan.
6. Lepaskan penutup dan pegang inhaler dalam posisi tegak, genggam
dengan ibu jari dibagian bawah dan dua jari dibagian atas.
7. Kocok obat dengan hati-hati.
8. Posisikan pasien dengan nyaman , kepala sedikit mendongak,
hembuskan
nafas,bila mulut kering dibasahi lebih dulu.
9. Posisikan inhaler dengan cara :
Membuka mulut,letakkan inhaler di depan mulut dengan jarak 5 cm atau
sambungkan spacer ke mouthpiece inhaler atau spacer di mulut.
10. Tekan inhaler ke bawah sambil pasien menghirup perlahan-lahan,nafas
perlahan selama 2-3 detik, tahan selama 10 detik.
11. Bila diperlukan, ulangi semprotan setelah menunggu 1 menit, sesuai
advis dokter.
PEMBERIAN OBAT INHALASI

No.Dokumen No. Revisi Halaman


................ ....... 2/2

12. Jelaskan kemungkinan reaksi tersedak akibat droplet obat pada faring.
Prosedur . 13. Bersihkan inhaler dengan air hangat.
14. Bersihkan alat dan lakukan hand hygiene dengan 6 langkah
15. Mintakan tanda tangan & nama sebagai bukti pemberian obat kepada
pasien / keluarga, dalam form Daftar Pemberian Obat (DPO).
16. Dokumentasikan pemberian obat ke dalam CP.

Unit Terkait 1. Unit Rawat Inap


2. Unit Rawat Jalan
3. Unit Gawat Darurat
No.Dokumen No. Revisi Halaman
................ ....... 1/1

Ditetapkan,
Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu
Tanggal terbit
SPO
...................
( Dr. Khrisna Nugraha Widjaja )

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait
No.Dokumen No. Revisi Halaman
................ ....... 1/1

Ditetapkan,
Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu
Tanggal terbit
SPO
...................
( Dr. Khrisna Nugraha Widjaja )

Pengertian

Tujuan

Kebijakan

Prosedur

Unit Terkait