Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH PROSES PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN

REPRODUKSI PADA TUMBUHAN

Yang dibimbing oleh : Dr. Sueb, M. Kes

Oleh :

1. Farah Adibah Zuhri (150341603252)


2. Miftahul Rohmah (150341603883)
3. Septian D. P. (150341600502)

Kelompok : 6

PRODI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2015

1
Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami telah
menyelesaikan makalah yang kami susun. Terimakasih kepada pihak-pihak yang telah menjadi
sumber referensi bagi kami. Dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung
makalah kami.

Makalah berjudul Proses Pertumbuhan, Pertumbuhan, dan Reproduksi tumbuhan kami


susun untuk memenuhi tugas mata kuliah biologi umum. Kami menyadari banyak sekali
kekurangan dalam makalah kami dan terkesan jauh dari kata sempurna. Maka untuk perbaikan
kedepan, kami memohon kritik dan saran agar kami dapat meningkatkan kualitas dalam karya
kami. Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca sekalian dan dapat menambah
pengetahuan mengenai proses terjadinya pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi pada
tumbuhan.

Malang, 19 Agustus 2015

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................................... 2

Daftar Isi............................................................................................................... 3

Abstrak..................................................................................................................4

Bab 1 Pendahuluan................................................................................................5

Latar Belakang.......................................................................................5

Rumusan Masalah..................................................................................6

Tujuan....................................................................................................6

Manfaat..................................................................................................6

Bab 2 Kajian Teori.................................................................................................7

Pertumbuhan Pada Tumbuhan...............................................................7

Perkembangan Pada Tumbuhan............................................................15

Reproduksi Pada Tumbuhan.................................................................19

Bab 3 Penutup......................................................................................................28

Daftar Rujukan....................................................................................................29

3
Abstrak

Tumbuhan mengalami beberapa tahapan dalam hidupnya. Yakni pertumbuhan,


perkembangan, serta reproduksi. Ketiga proses ini saling berkaitan dalam membentuk organ-
organ tubuh tumbuhan serta dalam usaha melestarikan keturunannya. Faktor internal maupun
eksternal tumbuhan mempunyai pengaruh besar dalam membentuk variasi organ tubuh
tumbuhan. Tumbuhan muda akan terus mengalami pembelahan dan pemanjangan sel yang
menyebabkan tumbuhan bertambah besar dan tinggi. Serta diferensiasi dan morfogenesis yang
membuat perbedaan bentuk dan perbedaan fungsi pada setiap organ tubuh tumbuhan. Adapun
dalam upaya melestarikan jenisnya, tumbuhan melakukan reproduksi seksual maupun aseksual
yang mengakibatkan jumlah tumbuhan bertambah banyak.

Kata kunci : pertumbuhan, perkembangan, reproduksi.

4
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah mengalami proses pertumbuhan dan
perkembangan. Kita dapat melihat pohon yang semula berupa biji kemudian menjadi pohon
besar dan bertambah jumlahnya. Hal ini merupakan gambaran dari proses pertumbuhan,
perkembangan serta reproduksi yang terjadi pada tumbuhan. Pertumbuhan dan Perkembangan
pada Tumbuhan - Pertumbuhan mengandung pengertian pertambahan ukuran, dapat berupa
volume, massa, tinggi, dan ukuran lainnya yang dapat dinyatakan dalam bilangan atau bentuk
kuantitatif. Adapun perkembangan mengandung pengertian bertambah dewasanya suatu
individu.

Proses pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi berjalan secara simultan atau terjadi
pada waktu yang bersamaan dan terkait satu sama lain. Pertumbuhan, perkembangan dan
reproduksi pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan
eksternal. Setiap bagian tubuh makhluk hidup pasti menjadi tempat daerah pertumbuhan dan
perkembangan, termasuk pada tumbuhan bahkan hingga pada unit terkecil penyusun suatu
makhluk hidup. Karena pada bagian inilah pertumbuhan terjadi sehingga menambah volume
serta ukuran tubuh dari suatu makhluk hidup. Perbedaan yang terdapat pada sel penyusun
antara sel hewan dan tumbuhan, membedakan kedua kelompok ini secara signifikan. Pada
tumbuhan, daerah petumbuhan dapat terjadi pada dua tempat, yaitu pada daerah meristematik
atau daerah pertumbuhan utama serta daerah pertumbuhan sekunder

Makhluk hidup dikatakan dewasa jika alat-alat reproduksinya telah berfungsi. Tumbuhan
akan berbunga dan hewan akan menghasilkan sel-sel kelamin. Ada pula yang mengartikan
perkembangan sebagai perubahan akibat proses diferensiasi yang menyebabkan perbedaan
struktur dan fungsi organ-organ makhluk hidup sehingga semakin kompleks. Dengan
demikian, perkembangan merupakan perubahan kualitas suatu individu.
Selama pertumbuhan, tumbuhan juga mengalami proses diferensiasi, pematangan organ,
serta peningkatan menuju kedewasaan. Pada saat itulah, tumbuhan mengalami proses yang

5
disebut perkembangan. Serangkaian proses perubahan bentuk tumbuhan ini disebut juga
morfogenesis. Dari hasil perkembangan inilah tumbuhan menjadi semakin dewasa dan lengkap
organnya. Proses pembentukan organ tersebut disebut sebagai organogenesis, yang merupakan
bagian dari proses perkembangan atau morfogenesis.
Kita juga dapat melihat sebatang pohon yang semula berbentuk biji kemudian tumbuh
tinggi dan berkembang menjadi pohon yang lebat lalu kemudian akan berbunga dan berbuah
lalu tumbuh pohon baru. Hal tersebut merupakan proses reproduksi agar pohon tersebut dapat
melestarikan jenisnya. Proses perkembangbiakan juga salah satu ciri tumbuhan sebagai
makhluk hidup untuk mempertahankan jenis-jenisnya. Oleh karena itu berkembangbiak
merupakan ciri yang melekat pada jenis/ species. Artinya selama jenis/ species itu mampu
berkembangbiak maka jenis tersebut tetap eksis atau ada , tetapi bila jenis sudah tidak mampu
berkembangbiak maka jenis tersebut akan punah.
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan menarik sekali untuk dikaji. Dikarenakan
dalam kehidupan kita tidak bisa lepas dari tumbuhan. Tumbuhan mempunyai peran yang sangat
vital bagi kelangsungan hidup makhluk hidup baik manusia maupun hewan. Sebagai mana
yang kita tahu tumbuhan menghasilkan oksigen dan sumber makanan bagi organisme lain
seperti manusia dan hewan.

2. RUMUSAN MASALAH
2.1 Bagaimana proses pertumbuhan pada tumbuhan?
2.2 Bagaimana proses perkembangan pada tumbuhan?
2.3 Bagaimana proses reproduksi yang terjadi pada tumbuhan?

3. TUJUAN
2.1 Untuk megetahui proses terjadinya pertumbuhan pada tumbuhan.
2.2 Untuk megetahui proses terjadinya perkembangan pada tumbuhan.
2.3 Untuk megetahui proses reproduksi yang terjadi pada tumbuhan.

4. MANFAAT
4.1 Menambah pengetahuan mengenai proses pertumbuhan, perkembangan dan
reproduksi yang terjadi pada tumbuhan.

6
Bab II
Kajian Teori

1. PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN


Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume, massa dan tinggi yang
bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula) karena adanya pembesaran sel dan
pertambahan jumlah sel atau pembelahan sel (pembelahan mitosis) atau keduanya. Selain itu,
pertumbuhan juga bersifat kuantitatif karena pertumbuhan dapat diketahui dengan mengukur
besar dan tinggi batang, menimbang massa sel baik berupa berat kering maupun berat
basahnya, menghitung jumlah daun, jumlah bunga maupun jumlah buahnya.
Setiap tumbuhan kecil yang khas bisa terdiri dari miliaran sel, ada yang besar,
dan juga terdapat sel yang kecil ada yang terspesialisasi dan ada juga yang tidak terspesialisasi.
Pertumbuhan yang terjadi selama kehidupan tumbuhan merupakan hasil dari pembelahan sel
dan ekspansi sel.
Setelah fase perkecambahan, tumbuhan akan tumbuh membentuk akar, batang
dan daun. Setelah tanaman memiliki daun yang sempurna, akar tumbuhan segera berfungsi
sebagai organ penyerap unsur-unsur hara dari media tanamnya. Pertumbuhan pada tanaman
dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.
a. Pertumbuhan Primer
Jaringan khusus yang mengalami pertumbuhan dengan cara pembelahan
dan pembesaran sel, disebut meristem. Sel-sel pada jaringan meristem primer membelah terus-
menerus, 1 sel menjadi 2 sel, 2 sel menjadi 4 sel, 4 sel menjadi 8 sel, 8 sel menjadi 16 sel dan
seterusnya. Hal inilah yang disebut pertumbuhan primer. Selain membelah, sel juga mengalami
penambahan ukuran (membesar dan memanjang). Pertumbuhan primer terjadi pada ujung akar
dan ujung batang. Pada jaringan meristem ini terdapat bagian titik tumbuh akar dan titik
tumbuh batang.
Titik tumbuh akar
Akar (root) adalah organ multiselular yang menambatkan tumbhan vaskular ke dalam tanah,
mengabsorpsi mineral dan air, dan seringkali menyimpan karbohidrat. Ujung akar akan tertutup
oleh tudung akar (root cap) mirip bidal yang melindungi meristem apikal yang rapuh saat akar
menembus tanah yang abrasif selama pertumbuhan primer. Pertumbuhan tepat terjadi di
belakang ujung akar dalam ketiga zona sel pada tahap-tahap pertumbuhan primer yang

7
berurutan. Dimulai dari bagian ujung terdapat zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan
zona diferensiasi. Ketiga zona tersebut dipisahkan namun tanpa adanya batas yang jelas.
Zona pembelahan sel mencakup meristem apikal akar dan deviratnya. Sel-sel akar baru
dihasilkan di zona ini, termasuk tudung akar. Biasanya sekitar satu milimeter dibelakang ujung
akar terdapat zona pemanjangan. Pemanjangan sel dalam zona ini mendorong ujung akar lebih
jauh kedalam tanah. Sementara itu, meristem apikal akar terus menambahkan sel-sel ke ujung
yang lebih muda pada zona pemanjangan. Pada zona diferensiasi atau zona pematangan, sel-
sel menyelesaikan diferensiasinya dan menjadi tipe-tipe sel yang berbeda.

Pertumbuhan primer akan menghasilkan epidermis, jaringan dasar,dan jaringan vaskular.


Menunjukkan irisan melintang ketiga sistem jaringan primer pada akar muda sejenis eudikotil
(raununculus atau buttercupea) dan sejenis monokotil ( zea atau jagung). Air dan mineral yang
diabsorpsi dari tanah harus masuk melalui epidermis akar. Rambut akar yang melakukan
sebagian area permukaan sel-sel absorpsi, meningkatkan proses ini dengan meningkatkan area
permukaan sel-sel epidermis.
Pada kebanyakan akar,setele adalah silinder vaskular, inti padat dari sxilem dan
floem pada sebagian besar akar eudikotil, xilem memiliki penampilan mirip bintang dan
floemnya menempati bagian di antara lengan-lengan bintang dari xilem.
Sedangkan, akar monokotil, jaringan vaskular terdiri dari sebuah inti pusat dari sel-sel
parenkim yang dikelilingi oleh sebuah cincin xilem dan cincin floem.

8
Jaringan dasar akar, terutama tersusun atas sel-sel parenkim, mengisi korteks, yaitu wilayahdi
antara silinder vaskular dan epidermis. Lapisan korteks yang paling dalam disebut endodermis.

Titik Tumbuh Batang


Titik tumbuh batang terdapat pada ujung batang.
Ujung batang merupakan jaringan meristem yang sel-selnya aktif membelah. Pada ujung
batang terdapat meristem apikal sebagai daerah pertumbuhan. Jaringan meristem membelah
membentuk bangunan seperti kubah. Jaringan meristem pada batang dibagi menjadi 2 yaitu
meristem embrional dan meristem kambium. Meristem embrional ditemukan pada saat
perkecambahan, sedangkan meristem kambium ditemukan setelah tanaman tumbuh dan
berkembang secara lengkap. Primordia daun tumbuh di kanan kiri meristem
apikal. Tunas samping yang akan membentuk cabang disebut tunas aksiler. Batang memiliki
daerah pemanjangan dan daerah diferensiasi. Daerah pembelahan pada batang yang sedang
tumbuh lebih jauh letaknya dari ujung, dibandingkan dengan daerah pembelahan pada akar.
Pada beberapa jenis Gymnospermae (tumbuh an berbiji terbuka) dan dikotil terletak beberapa
sentimeter di bawah ujung.Pertumbuhan primer batang dapat diukur menggunakan alat yang
disebut auksanometer.

9
(a) Gambar pertumbuhan primer pada batang

(b) Gambar pertumbuhan primer pada daun

b. Pertumbuhan Sekunder
Telah disebutkan sebelumnya bahwa ujung akar dan ujung batang memiliki jaringan meristem
yang mengalami proses pembelahan, pemanjangan, dan diferensiasi. Sebagai hasil diferensiasi
sel-sel ujung akar dan ujung batang, dihasilkan jaringan epidermis, jaringan dasar
dan stele yang kesemuanya adalah jaringan permanen. Jaringan kambium masih tetap bersifat
meristematik. Jaringan kambium memiliki kemampuan membelah ke arah dalam, membentuk
xilem sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder. Dengan penambahan sel sekunder
ini mengakibatkan batang bertambah besar. Pembelahan sel-sel jaringan kambium dipengaruhi
oleh musim. Pada musim penghujan terbentuk lapisan yang lebih tebal, sebaliknya pada musim
kemarau lapisan yang dibentuk lebih tipis. Dengan demikian, selama satu tahun terdapat dua

10
lapisan. Perbedaan ketebalan pertumbuhan membentuk garis melingkar (membentuk
lingkaran) dan disebut lingkaran tahun. Dengan mengamati lingkaran tahun, dapat diketahui
umur tanaman tersebut. Pertumbuhan yang diakibatkan adanya pembelahan sel-sel pada
jaringan kambium inilah yang disebut pertumbuhan sekunder.

c. Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

a. Faktor luar

Faktor luar adalah materi atau hal-hal yang terdapat diluar tanaman yang berdampak pada
tanaman itu, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Termasuk ke dalam faktor luar
adalah cahaya, temperatur, air, garam-garam mineral, iklim, gravitasi bumi, dan lain-lain.

1. Nutrisi

Tumbuhan memerlukan unsur mineral dengan jumlah tertentu. Unsur yang diperlukan dalam
jumlah banyak disebut unsur makro, sedangkan unsur yang diperlukan dalam jumlah sedikit
disebut unsur mikro.

2. Cahaya

Cahaya mutlak diperlukan oleh semua tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis, tetapi
pengaruhnya terhadap pertumbuhan perkecambahan tumbuhan adalah menghambat, karena

11
cahaya dapat menyebabkan terurainya auxin sehingga dapat menghambat pertumbuhan. Hal
ini dapat dibuktikan apabila kita meletakkan dua kecambah, yang satu di tempat gelap dan yang
lain di tempat terang. Dalam jangka waktu yang sama, kecambah di tempat gelap tumbuh lebih
cepat tetapi tidak normal. Pertumbuhan yang amat cepat di dalam gelap ini disebut etiolasi.

Pot kiri adalah perkecambahan normal, sedangkan sebelah kanan perkecambahan yang
mengalami etiolasi

Pada tumbuhan terdapat pigmen yang disebut fitokrom, yang berfungsi mengontrol
pertumbuhan dan perkembangan kloroplas, sintesis klorofil, pembentukan hormon tumbuhan
(misalnya giberelin), dan pengaturan posisi daun terhadap sinar matahari. Selain itu, fitokrom
berpengaruh juga terhadap fotoperiodisme, yaitu pengaruh lamanya pengaruh pencahayaan
terhadap pertumbuhan dan pembentukan bunga.

Berdasarkan panjang dan intensitas penyinaran, tumbuhan dikelompokkan menjadi 3 jenis,


yaitu:

Tumbuhan berhari pendek (shortday plant) : Berbunga dan berbuah bila periode
penyinaran lebih pendek daripada periode kritis. Contohnya: strawberry, dahlia, aster,
dan krisatinum.
Tumbuhan berhari panjang (longday plant) : berbunga dan berbuah bila periode
penyinaran lebih panjang daripada periode kritis. Contohnya: bayam selada, gandum,
dan kentang.

12
Tumbuhan netral (dayneutral plant) : Tidak dipengaruhi oleh lamanya periode
penyinaran. Contoh: mawar, anyer, dan bunga matahari.

3. Suhu

Secara umum, suhu akan berpengaruh terhadap kerja enzim. Bila suhu terlalu tinggi, enzim
akan rusak, dan bila suhu terlalu rendah enzim menjadi tidak aktif.

4. Kelembaban atau kadar air

Sampai pada batas-batas tertentu, makin tinggi kadar air, pertumbuhan akan makin cepat.
Karena lebih banyak kadar air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan, akan
menyebabkan pembentangan sel-sel, dengan demikian sel-sel lebih cepat mencapai ukuran
maksimalnya.

b. Faktor dalam

Selain faktor genetik, yang termasuk faktor-faktor dalam adalah hormon-hormon yang
terlibat dalam pertumbuhan tanaman. Hormon merupakan substansi yang dihasilkan oleh
tumbuhan, biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis
mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan.
Berikut ini adalah macam-macam hormon pada tumbuhan beserta fungsinya:

Auksin : Auksin dibentuk oleh ujung batang dan ujung akar. Auksin yang dihasilkan
oleh ujung batang akan mendominasi pertumbuhan batang utama, sehingga
pertumbuhan cabang relatif sedikit. Keadaan ini dikenal dengan istilah dominansi
apikal (apical dominance). Dengan memotong ujung batang, dominansi apikal akan
hilang, sehingga pertumbuhan cabang-cabang batang berjalan dengan baik. Auksin
dapat terurai bila terkena cahaya. Bila suatu koleoptil dikenai cahaya dari samping,
maka bagian koleoptil yang terkena cahaya auksinnya akan terurai sehingga
pertumbuhannya lebih lambat daripada bagian koleoptil yang tidak terkena cahaya.
Akibatnya koleoptil akan tumbuh membelok ke arah datangnya sinar.
Giberelin : Hormon ini berfungsi mengatur pemanjangan batang (ruas batang), juga
pertumbuhan pucuk dan pembentukan buah. Secara umum fungsi giberelin adalah
untuk merangsang pertumbuhan meraksasa dan terbentuknya buah tanpa biji
(partenokarpi).

13
Sitokinin : Hormon tumbuhan ini mempengaruhi pertumbuhan, pengaturan
pembelahan sel, dan pemanjangan sel. Konsentrasi sitokinin dan auksin yang seimbang
merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Sitokinin sendiri
tampaknya mempunyai peranan dalam memperpanjang usia jaringan.
Asam Absisat (= dormin) : Asam absisat ditemukan pada umbi-umbian dan biji-biji
yang dorman, beberapa jenis buah-buahan, daun, dan jaringan tumbuhan lain. Secara
fungsi asam absisat adalah mempercepat penuaan daun, merangsang pengguguran
daun, dan memperpanjang masa dormansi (menghambat perkecambahan biji).
Gas etilen : Buah yang sudah tua menghasilkan gas etilen yang dianggap sebagai
hormon yang dapat mempercepat pemasakan buah yang masih mentah. Gas etilen
meningkatkan respirasi sehingga buah yang asalnya keras dan masam, menjadi empuk
dan berasa manis.
Kalin: Kalin adalah hormon yang merangsang pembentukan organ tubuh. Berdasarkan
organ yang dibentuknya, kalin dibedakan atas:
o Kaulokalin : merangsang pembentukan batang
o Rhyzokalin : merangsang pembentukan akar. Sekarang telah diketahui bahwa
rhyzokalin identik dengan vitamin B1 (thiamin)
o Filokalin : merangsang pembentukan daun
o Antokalin : merangsang pembentukan bunga
Asam traumalin : Batang atau akar tumbuhan dapat mengalami luka. Tumbuhan
memiliki kemampuan untuk memperbaiki bagian yang luka, disebut daya restitusi atau
regenerasi. Peristiwa ini terjadi dengan bantuan hormon luka atau kambium luka atau
asam traumalin. Luka-luka yang terjadi dapat tertutup kembali dengan membentuk
jaringan kalus dan jaringan yang rusak dapat diganti dengan yang baru. Bahkan dari
luka pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan dapat tumbuh tunas baru

2. PERKEMBANGAN TUMBUHAN
Perkembangan sebagai proses perubahan secara kualitatif atau mengikuti pertumbuhan
tanaman/bagian-bagiannya. Proses hidup yang terjadi di dalam tanaman yang meliputi
pertumbuhan, diferensiasi sel, dan morfogenesis. Tiga proses inilah yang membuat sel telur

14
yang telah dibuahi menjadi sebuah tumbuhan. Salah satu contoh dari proses perkembangan
tumbuhan adalah perubahan dari fase vegetatif ke fase generatif. Hal ini ditandai dengan
terbentuknya bunga.

a. Pertumbuhan
Dengan meningkatkan jumlah sel, pembelahan sel pada meristem-meristem
meningkatkn potensi untuk pertumbuham sel. Akan tetapi ekspansi sel-lah, terutama
pemanjangan sel, yang bertanggung jawab terhadap peningkatan ukuran. Pertambahan ukuran
sel mempunyai batas yang diakibatkan hubungan antara volume dan luaspermukaan.
Pertambahan protoplasma berlangsung melalui suatu rentetan peristiwa yang meliputi antara
lain pembentukan karbohidrat (prosesfotosintesis), proses absorbsi, translokasi, metabolisme,
respirasi.

b. Diferensiasi
Diferensiasi adalah suatu situasi dimana sel-sel meristematik berkembang menjadi dua
atau lebih macam sel/jaringan/organ tanaman yang secara kualitatif berbeda satu dengan yang
lainnya. Merupakan proses hidup yang menyangkut transformasi sel tertentu ke sel-sel yang
lain menurut spesialisasinya (baik spesialisasi dalam hal proses biokimia, fisiologi, maupun
struktural). Misalnya pembentukan jaringan xylem dan phloem.
Sel-sel dari suatu organisme yang sedang berkembang dapat menyintesis protein-protein
yang berbeda dan mengalami divergensi struktur dan fungsi walau mereka mempunyai genom
yang sama. Diferensiasi selular sangat bergantung pada pada kontrol ekspresi gen sehingga
menghasilkan protein-protein spesifik. Aktivasi atau inaktivasi gen-gen spesifik yang terlibat
dalam diferensiasi selular sangat bergantung pada informasi posisi sel.
Dalam proses pembentukan suatu organ, pola-pola pembelahan sel dan ekspansi sel
memengaruhi diferensiasi sel-sel dengan menempatkan mereka pada lokasi-lokasi
spesifikrelatif terhadap sel-sel lain. Dengan demikian, informasi posisi mendasari semua proses
perkembangan yang meliputi pertumbuhan, morfogenesis, dan diferensiasi.

Proses diferensiasi mempunyai tiga syarat, yaitu


1. Hasil assimilasi yang tersedia dalam keadaan berlebihan untuk dapat dimanfaatkan pada
kebanyakan kegiatan metabolisme.
2. Temperatur yang menguntungkan
3. Terdapat sistem enzim yang tepat untuk memperantarai proses diferensiasi.

15
c. Morfogenesis
Morfogenesis merupakan proses hidup yang menyangkut interaksi pertumbuhan dan
diferensiasi oleh beberapa sel yang memacu terbentuknya organ. Morfogenesis harus terjadi
agar perkembangan berlanjut dengan benar, artinya sel-sel harus terorganisasi ke dalam
susunan multiselular dari jaringan-jaringan dan organ-organ. Perkembangan strukturyang
spesifik pada pada lokasi spesifik disebut pembentukan pola (pattern formation).
Banyak ahli biologi perkembangan memostulasikan bahwa pembentukaorn pola
ditentukan oleh informasi posisi (positional information) dalam bentuk sinyal-sinyal yang
secara kontinu mengindikasikan pada setiap sel tentang lokasi keberadaannya di dalam sebuah
struktur yang sedang berkembang. Berdasarkan hipotesis ini, setiap sel di dalam organ yang
sedang berkembang merespons informasi posisi dari sel-sel tetangga dengan berdiferensiasi
menjadi tipe sel tertentu yang terorientasi ke arah tertentu.
Salah satu tipe informasi posisi dihubungkan dengan polaritas (polarity), yaitu kondisi
yang memiliki perbedaan struktural atau kimiawi pada ujung-ujung yang berseberangan dari
suatu organisme. Tumbuhan biasanya memiliki satu sumbu, dengan ujung akar dan ujung
tunas. Polaritas semacam itu paling jelas terlihat dalam perbedaan morfologis , namun juga
terwujud dalam sifat-sifat fisiologis, termasuk pergerakan searah dari hormon auksin dan
kemunculan akar dan tunas adventisia dari cangkokan. Akar adventisia muncul dari ujung
tunas cangkokan akar.
Morfogenesis pada tumbuhan, seperti pada organisme multiselular yang lain, seringkali
berada di bawah kontrol gen-gen homeotik, yaitu gen-gen regulator utama yang memediasi
banyak peristiwa penting dalam perkembangan suatu individu, misalnya inisiasi perkembangan
organ. Sebagai contoh produk protein gen KNOTTED-1, yang ditemukan pada banyak spesies
tumbuhan, penting di dalam perkembangan morfologi dun, termasuk pembuatan daun
majemuk. Jika gen KNOTTED-1 terekspresikan dalam kuantitas yang lebih besar di dalam
genom tumbuhan tomat, daun majemuk yang normal menjadi super-majemuk.

d. Fase-Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Menurut Michurin, secara garis besar


pertumbuhan dan perkembangan tanaman dibagi dalam 4 (empat) fase, yaitu :
1. Fase Embryonis
2. Fase Muda (Juvenil/Vegetatif)
16
3. Fase Dewasa(Mature/Reproduktif/Generatif)
4. Fase Menua dan Aging (Senil/Senescence)

Fase Embryonis
Fase embryonis dimulai dari pembentukan zygote sampai terjadinya
embrio, yang terjadi di dalam bakal biji (ovule). Dari zygote diikuti dengan
pembelahan sel, sesudah itu terjadi pengembangan sel.
Fase embryonis tidak terlihat sencara nyata (tidak tergambar dalam
kurve) dalam pertumbuhan tanaman, karena berlangsungnya di dalam biji.

Fase Muda (Juveni//Vegetatif)


Fase muda dimulai sejak biji mulai berkecambah, tumbuh menjadi bibit dan dicirikan
oleh pembentukan daun-daun yang pertama dan berlangsung terus sampai
masa berbunga dan atau berbuah yang pertama. Perkecambahan merupakan satu rangkaian
yang komplek dari perubahan-perubahan morfologis, fisiologis, dan biokimia. Proses
perkecambahan meliputi beberapa tahap, yaitu :
1. Imbibisi Yaitu proses penyerapan air oleh benih sehingga kulit benih melunak dan
terjadinya hidrasi dari protoplasma.
2. Perombakan cadangan makanan di dalam endosperm
3. Perombakan bahan-bahan makanan yang dilakukan oleh enzym.( amilase, protease, lipase)
- Karbohidrat dirombak menjadi glukosa.
- Protein dirombak menjadi asam amino
- Lemak dirombak menjadi asam lemak dan gliserol.
4. Translokasi makanan ke titik tumbuh.
Setelah penguraian bahan-bahan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentuk
bentuk yang terlarut kemudian ditranslokasikan ke titik tumbuh.

5. Pembelahan dan pembesaran sel.


Assimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik
menghasilkan energi bagi kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel-sel baru.
6. Munculnya radikel dan plumula.
Akhirnya radikel dan plumula muncul dari kulit benih.

17
Menua dan Aging ( Senil/Senescence )
Beberapa faktor luar dapat menghambat atau mempercepat terjadinya senescence, misalnya
:
1. Penaikan suhu, keadaan gelap, kekurangan air,
dapat mempercepat terjadinya senescence
daun. Adapun penghapusan bunga atau buah akan menghambat
senescence tanaman.
3. Pengurangan unsur-unsur hara dalam tanah, air,
penaikan suhu, berakibat menekan pertumbuhan tanaman yang berarti mempercepat
senescence

Macam-macam bentuk senescence


Senescence pada tanaman dapat mengikuti
beberapa pola :
1. Senescence yang meliputi keseluruhan tubuh tanaman (overall senescence). Akar dan bagian
tanaman di atas tanah mati semua. Tanaman mati sesudah menyelesaikansatu siklus
kehidupannya.
2. Senescence yang meliputi hanya bagian tanaman di atas tanah (top senescence). Bagian
tanaman di atas tanah mati, sedangkan bagian tanaman yang berada di dalam tanah tetap
hidup.
3. Senescence yang meliputi hanya daun-daunnya (deciduous senescence). Tanaman
menggugurkan semua daun-daunnya, sementara organ tanaman lain tetap hidup.
4. Senescence yang meliputi hanya daun-daun yang terdapat di bagian bawah suatu tanaman.
(progessive senescence).Tanaman hanya menggugurkan daun-daunnya yang terdapat di
bagian bawah saja (daun-daun yang tua), sedang daun-daun yang lebih atas dan organ
tanaman lain tetap hidup.

3. REPRODUKSI TUMBUHAN

Reproduksi pada tumbuhan berlangsung melalui 2 cara yaitu vegetatif dan generatif.
Namun, tidak semua tumbuhan dapat melakukan reproduksi vegetatif. Ada tumbuhan yang
hanya bereproduksi secara generatif saja. Reproduksi vegetatif pada tumbuhan sering disebut

18
juga propagasi vegetatif. Propagasi vegetatif dapat terjadi secara alami maupun dengan bantuan
manusia.

A. Reproduksi Secara Vegetatif Alami

Ada beberapa cara tumbuhan melakukan propagasi vegetatif alami, antara lain dengan umbi
lapis, umbi batang, rizom, tunas liar (adventif), tunas, geragih, spora, dan fragmentasi.

Spora

Reproduksi dengan spora biasanya terjadi pada lumut dan tumbuhan paku. Spora tumbuhan
lumut dibentuk oleh generasi sporofitnya, yaitu di dalam sporangium (kotak spora). Spora
tumbuhan paku dihasilkan oleh daun fertile (sporofil) pada permukaan bawah daun fertile
(sporofil) pada permukaan bawah daun atau di tepi-tepi daun.

a. Reproduksi Lumut (Bryophyta)

b. Reproduksi Paku (Pterydophyta)

19
Fragmentasi

Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan cara memisahkan diri dari koloni induknya
dan tumbuhan menjadi individu baru. Pada umumnya, fragmentasi terjadi pada ganggang
hijau yang berbentuk filament, misalnya Hydrodictin sp.

Tunas

Biasanya tunas muncul pada tumbuhan yang telah dewasa (tua). Tunas ini dapat muncul
dari akar, batang, atau daun.

Pembentukan tunas batang misalnya terjadi pada tumbuhan bamboo, tebu, dan pisang. Tunas
akar misalnya pada tumbuhan cemara, sukun, kesemek. Tunas daun pada tumbuhan cocor
bebek. Tunas-tunas yang muncul selain pada batang dinamakan tunas adventif (liar).

Umbi lapis

Umbi lapis adalah batang yang tumbuh dibawah tanah. Bentuk umbi lapis menggelembung
,berair dan memiliki sisik-sisik daun yang berfungsi sebagai cadangan makanan.

20
Umbi lapis memiliki tunas samping (anak umbi lapis) yang tumbuh di antara daun. Tunas
samping akan tumbuh menjadi individu baru dan memisahkan diri dari induknya. Tumbuhan
yang membentuk umbi lapis antara lain bawang merah Daffodil.

Umbi batang (Tuber)

Umbi batang adalah batang yang menggelembung di bawah tanah. Umbi batang berisi
cadangan makanan. Pada umbi batang terdapat mata tunas-mata tunas yang kelak tumbuh
menjadi tumbuhan baru. Umbi batang terdapat antara lain pada kentang.

Rizom

Rizom adalah batang yang tebal dan tumbuh di bawah tanah. Pada rizom terdapat tunas, sisik-
sisik daun, dan antar ruas. Jika rizom terpisah dari induknya maka akan tumbuh menjadi
individu baru. Rizom terdapat pada tumbuhan Zingiberaceae, bamboo, dahlia, dan beberapa
jenis rumput.

Stolon (Geragih)

Stolon sering kita lihat pada rumput-rumputan liar. Stolon merupakan batang yang menjalar
di permukaan atau di bawah tanah. Panjang stolon ini bisa bermeter-meter. Di sepanjang
stolon tumbuh tunas-tunas liar yang kelak akan tumbuh menjadi indifidu baru.

Stolon yang menjulur di atas tanah misalnya pegagan (Centella asiatic) dan stroberi (Fragraria
fesca), sedangkan yang menjalar di bawah tanah misalnya rumput teki (Cypcrus rotundus).

B. Reproduksi Vegetatif Secara Buatan

Reproduksi secara buatan merupakan cara reproduksi dengan campur tangan manusia.
Reproduksi cara ini bertujuan agar tumbuhan segera menghasilkan buah yang berkualitas dan
dalam jumlah yang lebih banyak serta tahan terhadap serangan penyakit. Reproduksi secara
buatan ini dapat melakukan bermacam-macam cara, antara lain stek, cangkok, mengenten,
okulasi, dan merunduk. Stek

Stek adalah cara perkembangbiakan dengan menggunakan potongan-potongan batang atau


cabang, terutama pada daerah yang berbuku-buku, misalnya tanaman Hibiscus tiliaceus
(waru) dan Saccharum officinarum (tebu).

21
Gambar Stek singkong

Cangkok

Cangkok adalah cara perkembangbiakan dengan membuang sebagian kulit dan kambium
secara melingkar pada cabang batang, lalu ditutup dengan tanah yang kemudian dibungkus
dengan pembalut (sabut atau pelastik). Setelah akar tumbuh , batang dipotong kemudian
ditanam. Cangkok hanya dapat dilakukan pada tumbuhan yang tergolong dikotil, terutama
buah-buahan.

Gambar Cara mencangkok

Mengenten

Mengenten adalah menyambung dua jenis tumbuhan yang -berbeda. Mula-mula biji
tumbuhan disemaikan. Setelah tumbuh sebesar yang diinginkan, lalu dipotong dan disambung
dengan potongan cabang/ranting jenis tumbuhan lain yang kualitasnya lebih baik dan
diameter batangnya kurang lebih sama, lalu dibalut dan diikat dengan kuat.

22
Gambar Cara mengenten

Okulasi (Menempel)

Okulasi pada dasarnya sama dengan mengenten, tetapi tumbuhan yang ditaruh di atas hanya
diambil mata tunasnya saja. Kedua macam tumbuhan yang diokulasi biasanya mempunyai
kelebihan-kelebihan tersendiri, misalnya tumbuhan jeruk yang perakarannya kuat, buahnya
sedikit dan kecil-kecil dengan tumbuhan jeruk yang perakaran lemah namun dapat berbuah
banyak dan besar-besar.

Gambar cara mengokulasi

Merunduk

Merunduk adalah menundukkan cabang/batang tumbuhan hingga masuk ke dalam tanah.


Pada bagian yang ditimbun tanah tersebut kemudian akan muncul akar. Setelah perakaran
kuat, lalu batang dipotong dan dipisahkan dengan induknya.

23
Gambar cara merunduk

Reproduksi vegetatif buatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah dengan system
kultur jaringan. Kultur jaringan adalah menanam/mengkultur sel tumbuhan dalam medium
buatan yang dilengkapi hormone. Dari sel tersebut akan tumbuh individu baru yang sama
dengan induknya.

Keuntungan-keuntungan reproduksi secara vegetatif buatan antara lain, sifat-sifat tumbuhan


hasil reproduksi sama dengan sifat-sifat tumbuhan induknya dan cepat menghasilkan buah.
Kekurangan-kekurangannya antara lain system perakaran kurang kuat, terutama yang
dilakukan dengan stek atau cangkok; dan jika tanaman dipotong ranting-rantingnya maka
dapat menyebabkan menurunnya pertumbuhan.

Perbedaan perkembangbiakan vegetatif dan generatif pada tumbuhan

Jenis Keuntungan Kerugian


Perkembangbiakan
Generatif Tidak mudah tumbang Sifat anak belum
tentu sama dengan
Tidak mudah terserang Induk
Penyakit

Lama waktu untuk


menghasilkan buah
Vegetatif Waktu berbuah cepat Mudah tumbang

Sifat anak sama dengan Mudah diserang


sifat induk penyakit

C. Reproduksi Generatif

Perkembangan khusus untuk tumbuhan Spermatophyta melalui dua peristiwa penting, yaitu
penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari di kepala putik
untuk tumbuhan Gymnospermae.

24
Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dapat dibedakan menjadi beberapa macam,
perhatikan tabel berikut ini!

Jenis penyerbukan Asal serbuk sari


Autogami (penyerbukan sendiri) Dari satu bunga yang sama
Geitonogami (penyerbukan Dari bunga lain dalam satu pohon
tetangga)
Alogami (penyerbukan silang) Dari bunga pohon lain yang masih satu
spesies
Bastar Dari bunga lain yang berasal dari varietas
lain

Gambar bagian-bagian bunga

Agar serbuk sari sampai ke kepala putik maka dalam penyerbukan ada hal-hal yang menjadi
perantaranya, antara lain angin, air, hewan, dan manusia.

a. Angin (Anemogami)

Anemogami adalah sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan angina. Ciri-
ciri bunga yang penyerbukannya secara anemogami adalah sebagai berikut:

1. bunga tidak berwarna cerah, biasanya hijau, dan tidak terdapat kelopak bunga
2. bunga tidak berbau
3. tidak memiliki kelenjar madu
4. benang sari bertangkai panjang dan berjumbai di luar bunga
5. putik melekat di tengah
6. serbuk sari sangat banyak, kecil seperti bubuk, kering, ringan, dan permukaannya halus

25
7. struktur bunga sederhana
8. putik berbentuk spiral atau pensil sehingga membentuk permukaan yang lebih besar untuk
memudahkan menangkap serbuk sari. Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan.
b. Air (Hidrogami)

Hidrogami artinya sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan air. Hidrogami
lazim terjadi pada tumbuhan air, misalnya Hydrilla, eceng gondok, dan teratai.

c. Hewan (Zoidiogami)

Penyerbukan dengan perantara hewan biasanya dilakukan oleh serangga, burung,


kelelawar, dan siput. Hewan-hewan yang berperan dalam penyerbukan disebut polinator dan
peristiwa penyerbukannya disebut polinasi.

Entomogami

Entomogami adalah penyerbukan dengan perantara serangga. Entomogami biasanya terjadi


pada tumbuhan yang menghasilkan madu dan serbuk sari. Contoh hewannya, antara lain kupu-
kupu, lalat, kumbang, dan lebah. Saat mengisap madu, tubuh serangga tertempel serbuk sari,
dan jika serangga beralih ke bunga lain atau menyentuh kepala kepala putik tersebut sehingga
terjadilah penyerbukan.

Ciri-ciri bunga yang diserbuki oleh serangga adalah sebagai berikut:

a. mahkota dan benang sari berwarna cerah


b. memiliki kelenjar madu
c. benang sari di dalam bunga
d. anthera (kepala sari) bersatu di bagian dasar atau belakangnya
e. serbuk sari hanya sedikit, besar seperti tepung, berat, lengket, dan kadang-kadang
permukaannya berukir
f. putik lengket dan kecil
g. struktur bunga termodifikasi untuk tempat mendarat dan makan bagi serangga
h. bunga berbau harum
Ornitogami

26
Ornitogami adalah penyerbukan dengan bantuan burung. Bunga yang dipolinasi oleh
burung biasanya mengandung madu dan air, serta berwarna merah atau mengandung unsure
warna merah karena burung peka terhadap warna ini. Selain itu, bentuk bunga yang diserbuki
burung biasanya khusus. Contohnya, bunga yang diserbuki oleh burung kolibri memiliki
tabung nectar yang panjang dan sempit. Burung kolibri menjilat madu dengan lidahnya yang
tipis dan panjang.

Kelelawar (Kripterogami)

Kripterogami adalah penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Bunga yang dipolinasi oleh
kelelawar biasanya mekar di malam hari, berukuran besar, berwarna cerah, dan letaknya
tidaknya tersembunyi.

Siput (Malakogami)

Malakogami adalah penyerbukan yang terjadi dengan bantuan siput. Malakogami terjadi
pada tumbuhan yang sering dikunjungi siput.

Manusia (Antropogami)

Antropogami adalah penyerbukan yang sengaja dilakukan oleh manusia, misalnya


penyerbukan pada bunga tumbuhan vanili dan beberapa jenis anggrek. Penyerbukan dengan
perantara manusia biasanya dilakukan karena bunga tersebut tidak dapat menyerbuk sendiri
atau karena manusia ingin melakukan persilangan buatan untuk mencari varietas-varietas baru.

27
BAB 3

PENUTUP

Sebagai salah satu ciri makhluk hidup tumbuhan mengalami proses pertumbuhan,
perkembangan dan reproduksi. Pertumbuhan dibagi menjadi pertumbuhan primer dan sekunder
dan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Perkembangan dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu pertumbuhan, diferensiasi dan
morfogenesis serta melalui beberapa fase. Reproduksi dibedakan reproduksi vegetatif dan
generatif. Reproduksi vegetatif dibagi menjadi dua yaitu vegetatif alami dan buatan.

Demikian makalah kami, apabila terdapat kesalahan kami mohon saran dan kritik
membangun bagi kami. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referesi
dalam pembelajaran bab pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi pada tumbuhan.

28
Daftar Rujukan

1. Campbell, N.A, Reece,J.B, Urry,L.A, Cain,M.L,Waserman,S.A, Minorsky,Peter V.,dan


Jackson, R.2008. Biology.Eight Edition. San Francisco: Benjamin Cummmings.
2. Campbell, Neil A., Mitchell, dan Reece. 2005. Biology, Concepts and Connections.
California: Benjamin Cummings Publishing Company
3. UPI. 2008. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.
http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/196307011988031-
SAEFUDIN/Pertumbuhan_dan_perkembangan_pada_tumbuhan.pdf. 19 Agustus 2015
4. Indrias, Wari D.2012. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.
http://www.authorstream.com/Presentation/Dhes_Chy-400151-pertumbuhan-dan-
perkembangan-tumbuhan-biologi-desy-indrias-wari-bio-ict-education-ppt-powerpoint/. 19
Agustus 2015
5. UNY. 2012. Reproduksi Tumbuhan. http://eprints.uny.ac.id/9199/3/bab%202%20-
%2008308144024.pdf. 19 Agustus 2015
6. Khorori,Rahma,Amma.2013.Reproduksi Tumbuhan.
http://bronosaurus.blogspot.com/2013/12/reproduksi-tumbuhan.html.18 Agustus 2015
7. Lipi. 2010.
http://www.biomaterial.lipi.go.id/ilkomers2010materi/SEMESTER%20I/biologi/Kuliah_
9-Struktur%20Tumbuhan.pdf. 19 Agustus 2015

29