Anda di halaman 1dari 4

Penyimpanan Benih

Tujuan utama penyimpanan benih (seed storage) adalah untuk


mempertahankan viabilitas benih yan telah dicapai pada saat masak. Mengingat
kebanyakan jenis pohon hutan tidak berbuah sepanjang tahun, maka diperlukan
suatu cara penyimpanan yang baik yang dapat menjaga kestabilan benih baik
jumlah maupun mutunya.
Penyimpanan dalam rangka pembenihan mempunyai arti yang luas, karena
yang diartikan penyimpanan di sini adalah sejak benih itu mencapai kemasakan
fisiologisnya sampai ditanam. Adapun tempat dan waktunya bisa terjadi ketika
benih masih berada pada tanaman, di gudang penyimpanan atau dalam rangka
pengiriman benih itu ke tempat atau daerah yang memerlukan. Selama dalam
penyimpanan karena pengaruh beberapa faktor, mutu benih akan mengalami
kemunduran Selama penyimpanan benih, proses fisiologis tetap berlangsung
sehingga harus diusahakan agar proses ini berjalan seminimal mungkin Tujuan
utama penyimpanan benih adalah untuk mempertahankan viabilitas benih selama
periode simpan yang lama, sehingga benih ketika akan dikecambahkan masih
mempunyai viabilitas yang tidak jauh berbeda dengan viabilitas awal sebelum
benih disimpan.
Ketahanan benih untuk disimpan beragam tergantung dari jenis, cara dan
tempat penyimpanan dalam kegiatan penanganan benih. Benih recalsitrant adalah
benih yang viabilitasnya segera turun sampai nol jika disimpan dalam waktu yang
lama dan kadar air yang rendah. Pada benih recalsitrant, kadar air benih pada waktu
masak lebih dari 30% sampai 50%, dan sangat peka terhadap pengeringan di bawah
12% sampai 30%.

Benih Rekalsitran
Menurut Schmidt (2000), benih recalsitrant didefinisikan sebagai benih
yang tidak tahan terhadap pengeringan dan suhu penyimpanan yang rendah, kecuali
untuk beberapa species temperate recalsitrant. Tingkat toleransinya tergantung dari
species masing-masing, umtuk benih species dari daerah tropik kadar air benih yang
dianjurkan untuk penyimpanan adalah 20 35% dan suhu penyimpanan 12 15o
C. Kebanyakan benih recalsitrant hanya mampu disimpan beberapa hari sampai
dengan beberapa bulan. Benih recalsitrant pada waktu masak, kadar air benih
sekitar 30 70%. Benih recalsitrant banyak ditemukan pada species dari zona iklim
tropis basah, hutan hujan tropis, dan hutan mangrove, beberapa ditemukan pada
zona temperate dan sedikit ditemukan pada zona panas.
Rekalsitran adalah benih yang sangat peka terhadap pengeringan dan akan
mengalami kemunduran pada kadar air dan suhu yang rendah. Pada saat masa panen
/ fisiologi memiliki kandungan air yang relatif tinggi. Biji tipe ini memiliki ciri-ciri
antara lain hanya mampu hidup dalam kadar air tinggi (36-90 %). Penurunan kadar
air bada biji tipe ini akan berakibat penurunan viabilitas biji hingga kematian,
sehingga biji tipe ini tidak bisa disimpan dalam kadar air rendah
Menurut Kamil (1982), Benih yang bersifat rekalsitran akan mati kalau
kadar airnya diturunkan sebelum mencapai kering dan tidak tahan di tempat yang
bersuhu rendah.contoh benih ini adalah Agathis lorantifolia Salisb (dammar),
Diosypros celebica Back (eboni), Hevea brasiliensis Aublet (Kayu karet),
Macadamia hildenbrandii Steen (makadame), termasuk juga benih nangka
(Artocarpus integra ).
Metode penyimpanan benih rekalsitran sangat berlawanan dengan
penyimpanan benih ortodoks, dan daya simpannya relatif pendek. Benih rekalsitran
mempunyai kadar air tinggi, untuk itu dalam penyimpanan kadar air benih perlu
dipertahankan selama penyimpanan. Penyimpanan dapat menggunakan serbuk
gergaji atau serbuk arang. Caranya yaitu dengan memasukkan benih kedalam
serbuk gergaji atau arang. Penyimpanan benih rekalsitran secara umum, suhu ruang
simpan sedang dengan kadar air benih yang tinggi, pada RH yang tinggi, dengan
ketersediaan oksigen yang cukup.

Penyimpanan benih
Benih rekalsitran dapat disimpan dalam bentuk semai. Benih segar yang
dikumpulkan, segera disemaikan dalam polybag, kemudiandibiarkan tumbuh
sehingga mencapai tinggi tertentu dan disimpan dengan memberi bahan pengatur
pertumbuhan atau memanipulasikondisi ruang simpan untuk menghambat
pertumbuhan selama penyimpanan. Setelah penyimpanan, dilakukan pengujian di
lapanganterhadap kualitas semai yang meliputi daya tumbuh dan daya
hidupnya.Manipulasi faktor lingkungan dengan mengurangi intensitas cahaya (650
lux) dan suhu (25 C) terhadap kondisi tempat simpandikombinasikan dengan
pemberian paklobutrazol 250 ppm dapat mengurangi kecepatan pertumbuhan semai
damar hingga 29% selamapenyimpanan 6 bulan dengan persentase tumbuh 97 -
99%.

Transportasi benih
Benih rekalsitran sebaiknya dikemas dalam wadah yang terbuat dari bahan kedap
air namun tidak kedap udara. Pengemasan harus mampumelindungi benih dari
kerusakan baik faktor mekanis maupun lingkungan. Faktor lingkungan seperti
kelembaban dan suhu kemasan selamapengiriman perlu diatur sesuai kebutuhan
benih rekalsitran. Kelembaban dan suhu yang tidak terlalu tinggi baik untuk benih
rekalsitran.Penambahan media yang lembab seperti serbuk sabut kelapa atau serbuk
gergaji olahan dapat membantu menjaga kelembaban danmelindungi benih dari
benturan selama pengiriman.Teknik pengemasan benih rekalsitran jenis damar
yang terbaik dengan memasukkan benih ke dalam besek dengan media serbuk
sabutkelapa yang dimasukkan ke dalam kantong kain blacu. Sedangkan alat
transportasi yang terbaik untuk transportasi benih damar adalahmobil bak terbuka.
Dengan perlakuan perlakuan ini dapat menghasilkan nilai daya berkecambah
sebesar 77,67%, kecepatan berkecambah7,8%/hari, dan kadar air benih 43,40%.