Anda di halaman 1dari 158

PROFIL KESEHATAN

KOTA BIMA
TAHUN 2014
DAFTAR TABEL

Hal
Table 1 : Jumlah Penduduk Kota Bima Tahun 2010 2014 .......... 4

Table 2 : Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin


Di Kota Bima Tahun 2014 ......... 6

Table 3 : Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Yang Berlaku Menurut
Lapangan Usaha Di Kota Bima Tahun 2011 2013 ............ 7

Table 4 : Kasus Kematian Balita (AKABA) Menurut Kecamatan Di Kota Bima


Tahun 2014 . 12

Table 5 : Angka Kematian Ibu Di Kota Bima Tahun 2006 s/d 2014 .. 13

Table 6 : Jumlah Kasus Baru TB BTA (+), Jumlah Kasus TB, Jumlah
Kasus TB Pada Anak Menurut Kecamatan Di Kota Bima Tahun
2014 . 15

Table 7 : Ketersediaan Obat Di Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK)


Dinas Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 ............... 48

Table 8 : Keadaan Sarana Kesehatan Di Kota Bima Tahun 2014 . 53

Table 9 : Tenaga Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan Se Kota Bima


Tahun 2014 ................................................................................ 56

Table 10 : Tenaga Kesehatan Lainnya, Tenaga Non Kesehatan Di Dinas


Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 . 56

Table 11 : Sumber Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bima


Tahun 2014 .. 57

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page vi


DAFTAR GRAFIK

Hal
Grafik 1 : Sebaran dan kepadatan penduduk per Kecamatan di Kota Bma
Tahun 2014 ... 5
Grafik 2 : Angka Buta Huruf Penduduk 10 Tahun Keatas Di Kota Bima
Tahun 2013 8
Grafik 3 : Indeks Harapan Hidup Di Kota Bima Tahun 2008-2012 10
Grafik 4 : Angka Kematian Bayi Di Kota Bima tahun 2006 2014 11
Grafik 5 : Angka Kematian Balita di Kota Bima Tahun 2008 s/d 2014 .. 12
Grafik 6 : Angka Kematian Ibu di Kota Bima Tahun 2006 s/d 2014 . 14
Grafik 7 : Daftar Penderita BTA (+) dan Persentase Kesembuhan Kota
Bima Tahun 2008 s/d 2014 . 16
Grafik 8 : Jumlah Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut
Kecamatan di Kota Bima Tahun 2014 . 17
Grafik 9 : Distribusi Penderita HIV AIDS dan Shypilis Berdasarkan Umur
di Kota Bima Tahun 2014 18
Grafik 10 : Distribusi Penderita HIV AIDS dan Shypilis Berdasarkan
Jenis Kelamin di Kota Bima Tahun 2014 . 18
Grafik 11 : Trend kasus HIV/AIDS dari tahun 2009 s/d 2014 di Kota Bima 19
Grafik 12 : Trend kasus HIV/AIDS dari tahun 2009 s/d 2014 di Kota Bima 20
Grafik 13 : Jumlah penderita kusta tipe PB dan Kusta MB Berdasarkan
Jenis Kelamin di Kota Bima Tahun 2014 . 20
Grafik 14 : Distribusi Kejadian Kusta Tahun 2008 s/d 2014 Di Kota Bima 20
Grafik 15 : Distribusi Jumlah Perkiraan Kasus dan Diare Yang Ditangani
di Kota Bima Tahun 2014 21
Grafik 16 : Distribusi Kejadian Diare Tahun 2008 s/d 2014 di Kota Bima .. 21
Grafik 17 : Distribusi Kejadian AFP dan Campak per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014 23
Grafik 18 : Distribusi Kejadian Malaria di Kota Bima Tahun 2014 ... 23
Grafik 19 : Distribusi Perkembangan API Tahun 2008 s/d 2014
di Kota Bima .. 24
Grafik 20 : Distribusi Kejadian DBD di Kota Bima Tahun 2014 24
Grafik 21 : Distribusi Perkembangan DBD Tahun 2008 s/d 2014
di Kota Bima .. 25
Grafik 22 : Gambaran cakupan K1 dan K4 di Kota Bima Tahun 2014 28
Grafik 23 : Distribusi Perkembangan K1 & K4 Tahun 2008 s/d 2014 .
di Kota Bima .. 28
Grafik 24 : Distribusi Linakes, Yankes Nifas & Bufas Vit. A di Kota Bima
Tahun 2014 28
Grafik 25 : Distribusi Perkembangan Linakes & Yankes Nifas
Tahun 2008 s/d 2014 di Kota Bima .. 30

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page vi


Grafik 26 : Distribusi Penanganan Komplikasi Kebidanan & Penanganan
Komplikasi Neonatal di Kota Bima Tahun 2014 . 31
Grafik 27 : Distribusi Perkembangan Penanganan Komplikasi Kebidanan
& Penanganan Komplikasi Neonatal Tahun 2008 s/d 2014
di Kota Bima .. 31
Grafik 28 : Distribusi Sasaran, Pelayanan Anak Balita & Mendapat Vit. A
di Kota Bima Tahun 2014 32
Grafik 29 : Distribusi Anak SD Atau Setingkat yang Mendapat Yankes
di Kota Bima Tahun 2014 33
Grafik 30 : Distribusi Cak. Penjaringan Kesehatan Siswa SD & Setingkat
Per Kecamatan Tahun 2014 .. 33
Grafik 31 : Distribusi Cakupan pemberian Tablet Fe Per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014 34
Grafik 32 : Distribusi persentase kepatuhan mengkonsumsi Fe
per Kecamatan di Kota Bima Tahun 2014 .. 35
Grafik 33 : Distribusi Pemberian Vitamin A Per Kecamatan di Kota Bima
Tahun 2014 35
Grafik 34 : Distribusi Cakupan Pemberian Vit. A Per Kecamatan di Kota
Bima Tahun 2014 . 36
Grafik 35 : Distribusi Cakupan Immunisasi Dasar Per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014 37
Grafik 36 : Distribusi Cakupan Immunisasi BCG Per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014 37
Grafik 37 : Distribusi cakupan immunisasi polio di Kota Bima Tahun 2014 .. 38
Grafik 38 : Distribusi cakupan immunisasi Campak per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014 38
Grafik 39 : Distribusi cakupan immunisasi dasar lengkap per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014 39
Grafik 40 : Distribusi cakupan immunisasi dasar dilihat dari target dan
capaian di Kota Bima Tahun 2014 39
Grafik 41 : Distribusi Kelurahan UCI ( Universal Child Imunization)
Di Kota Bima Tahun 2014 ... 39
Grafik 42 : Distribusi jumlah peserta asuransi kesehatan di Kota Bima
Tahun 2014 40
Grafik 43 : Distribusi Rawat Jalan dan Rawat Inap Tingkat Puskesmas
di Kota Bima Tahun 2014 40
Grafik 44 : Distribusi Kunjungan Gangguan Jiwa di Puskesmas
Se Kota Bima Tahun 2014 .. 41
Grafik 45 : Distribusi Rumah Tangga Ber-PHBS Tingkat Kecamatan
Se Kota Bima Tahun 2014 .. 41
Grafik 46 : Distribusi Rumah Sehat Tingkat Kecamatan se Kota Bima

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page vi


Tahun 2014 42
Grafik 47 : Distribusi Air Minum Yang Layak Tingkat Kecamatan
se Kota Bima Tahun 2014 . 42
Grafik 48 : Distribusi Penduduk Yang Memiliki Akses Air Minum
Tingkat Kecamatan se Kota Bima Tahun 2014 .. 43
Grafik 49 : Distribusi Sumber Air Yang Layak Tingkat Kecamatan
se Kota Bima Tahun 2014 .. 43
Grafik 50 : Distribusi Penyelenggara Air Minum Yang Memenuhi Syarat
Tingkat Kecamatan se Kota Bima Tahun 2014 .. 43
Grafik 51 : Distribusi Penduduk Dengan Akses Sanitasi Layak ingkat
Kecamatan se Kota Bima Tahun 2014 . 44
Grafik 52 : Distribusi Jenis Jamban Di Kecamatan se Kota Bima
Tahun 2014 44
Grafik 53 : Distribusi Kelurahan Yang Melaksanakan STBM se Kota Bima
Tahun 2014 45
Grafik 54 : Distribusi TTU Yang Memenuhi Syarat se Kota Bima
Tahun 2014 46
Grafik 55 : Distribusi Persentase TTU Pada Sarana Pendidikan
Se Kota Bima Tahun 2014 .. 46
Grafik 56 : Distribusi Persentase TTU Pada Sarana Kesehatan
Se Kota Bima Tahun 2014 .. 46
Grafik 57 : Distribusi Persentase TTU Pada Sarana Penginapan/Hotel
Se Kota Bima Tahun 2014 .. 47
Grafik 58 : Distribusi Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
Menurut Status Higiene Sanitasi Se Kota Bima Tahun 2014 47
Grafik 59 : Distribusi Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Di
Bina dan Diuji Petik Se Kota Bima Tahun 2014 .. 48
Grafik 60 : Jumlah Posyandu Berdasarkan Strata Di Puskesmas
Se Kota Bima Tahun 2014 .. 55
Grafik 61 : Jumlah Posyandu Aktif Di Puskesmas Se Kota Bima
Tahun 2014 55
Grafik 62 : Jumlah UKBM Di Puskesmas Se Kota Bima Tahun 2014 55
Grafik 63 : Jumlah Desa Siaga Di Puskesmas Se Kota Bima Tahun 2014 .. 55

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page vi


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL .... iii
DAFTAR GRAFIK .. iv

BAB I PENDAHULUAN 1

BAB II GAMBARAN UMUM . 3


A. Kependudukan (Demografis) 3
B. Keadaan Ekonomi .. 6
C. Keadaan Pendidikan . 8

BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN . 9


A. Angka Harapan Hidup ... 9
B. Angka Kematian/ Mortality Rate .. 10
C. Angka Kesakitan/ Morbiditas 15

BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN .. 27


A. Pelayanan Kesehatan .... 27
B. Akses Dan Mutu Pelayanan ..... 40
C. Perilaku Hidup Masyarakat ... 41
D. Keadaan Lingkungan . 42

BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN .. 53


A. Sarana Kesehatan ..... 53
B. Tenaga Kesehatan ..... 56
C. Pembiayaan Kesehatan .... 57

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 58


A. Kesimpulan .. 58
B. Saran .... 59

LAMPIRAN

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page vi


BAB I
PENDAHULUAN

Pembangunan Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan


masyarakat yang setinggi tingginya untuk mewujudkan Negara Indonesia menjadi
bangsa yang sehat, maju, mandiri, sejahtera, adil dan makmur dengan sasaran
meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang ditandai dengan
meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pembangunan kesehatan harus
dilaksanakan dengan keterlibatan masyarakat luas dan dilaksanakan dengan
semangat kemitraan dengan lintas sektor.
Upaya pemerintah untuk memperluas cakupan pembangunan kesehatan dan
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, harus disertai dengan upaya mendorong
kemandirian individu, keluarga dan masyarakat untuk sehat. Salah satu tanggung
jawab Pemerintah Kota Bima adalah menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan
yang berkualitas dan bermutu, merata dan terjangkau oleh setiap individu, keluarga
dan masyarakat serta membangun kemitraan pemerintah, masyarakat dan pihak
swasta.
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 ini disusun dalam
rangka evaluasi terhadap pencapaian pembangunan kesehatan tahun 2014 dengan
mengacu kepada indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Millenium
Development Goals (MDGs).
Dalam penyusunan profil pembangunan kesehatan tahun 2014 ini, menyajikan
bentuk data terpilah menurut kecamatan/Puskesmas sebagai bahan informasi yang
dapat menggambarkan kondisi, kebutuhan, persoalan yang dihadapi terkait dengan
akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dalam pembangunan kesehatan. Bentuk data
ini berbentuk kuantitatif dan kualitatif. Di dalam setiap tabel profil pembangunan
kesehatan Kota Bima tahun 2014 memuat berbagai data kesehatan antara lain : Data
Mortalitas/ angka kematian dan Morbiditas/ angka kesakitan, cakupan indikator
indikator pelayanan kesehatan seperti : Data Kependudukan, Tingkat Pendidikan,
Rasio Beban Tanggungan dan lain-lain. Data-data tersebut dianalisis lebih lanjut dan
dipresentasikan dalam bentuk tabel, grafik dan data kualitatif.
Penyajian informasi yang tertuang di dalam Profil Pembangunan Kesehatan
Kota Bima Tahun 2014 disusun dengan sistematika penyajian sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menyajikan tentang maksud, tujuan dan sistimatika dari
penyajian profil pembangunan kesehatan Kota Bima Tahun 2014.
BAB II : GAMBARAN UMUM DAN PERILAKU PENDUDUK
Menyajikan gambaran Kota Bima secara umum dilihat dari kondisi
geografis wilayah Kota Bima, keadaan penduduknya meliputi jumlah

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 1


dan pertumbuhan penduduk, persebaran penduduk dan kepadatan
penduduk Kota Bima tahun 2014.
Pada Bab II ini juga dipaparkan faktor faktor yang berpengaruh
terhadap kesehatan dan faktor-faktor lain yang bersama-sama dengan
kesehatan menentukan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
antara lain faktor-faktor kependudukan, kondisi ekonomi serta tingkat
pendidikan di Kota Bima.
BAB III : SITUASI DERAJAT KESEHATAN
Di dalam Bab ini menyajikan uraian tentang berbagai indikator derajat
kesehatan, yang mencakup tentang angka kematian, indeks
pembangunan manusia termasuk angka harapan hidup, angka
kesakitan dan status gizi masyarakat.
BAB IV : SITUASI UPAYA KESEHATAN
Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanana
kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular,
pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi
masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan
kesehatan dalam situasi bencana. Upaya pelayanan kesehatan yang
diuraikan dalam bab ini juga mengakomodir indikator kinerja Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan
kesehatan lainnya yang diselenggarakan di Kota Bima.
BAB V : SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan,
pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.
BAB VI : KESIMPULAN
Bab ini menyajikan kesimpulan beberapa hal penting yang berhubungan
dengan pelaksanaan program kesehatan sepanjang tahun 2014 yang
dituangkan ke dalam Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun
2014, termasuk peluang dan tantangan penyusunannya serta harapan-
harapan demi tercapainya program kesehatan Kota Bima dalam
mewujudkan visi Terwujudnya Masyarakat Kota Bima yang sehat
mandiri dan sejahtera (Renstra 2014-2018).

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 2


BAB II
GAMBARAN UMUM

Kota Bima terbentuk sebagai daerah otonom pada Tahun 2002 berdasarkan
Undang Undang Nomor 13 Tahun 2002, merupakan kota termuda kedua dari 10
(sepuluh) Kabupaten/Kota di Propinsi Nusa Tenggara Barat yang terletak pada 1 (satu)
kepulauan yaitu Pulau Sumbawa, dengan luas wilayah : 222,25 km. Wilayah
pemerintahan Kota Bima Tahun 2012 terdiri dari 5 (lima) Kecamatan dengan jumlah
Kelurahan sebanyak 38 Kelurahan, adapun Kecamatan Tahun 2014 Yaitu :
1. Kecamatan Rasanae Barat Luas : 10,14 km
2. Kecamatan Asakota Luas : 69,03 km,
3. Kecamatan Rasanae Timur Luas : 64,07 km
4. Kecamatan Raba Luas : 63,73 km
5. Kecamatan Mpunda Luas : 15,28 km
dengan kemiringan 0 2 % (+ 80,77 % dari luas wilayah), batas Wilayah
sebelah Utara Kecamatan Wera, Selatan Kecamatan Belo, Timur Kecamatan Wawo (
ke-tiga-nya berada di wilayah Kabupaten Bima) dan Barat Teluk Bima.
Kota Bima adalah Kota transit Wisata Asing yang menuju daerah Wisata lakai
(Kabupaten Dompu) dan daerah wisata Pulau Komodo (NTT), transportasi sangat
lancar baik darat, udara maupun laut bahkan merupakan pelabuhan laut terbesar
ketiga Wilayah Indonesia Timur setelah Kota Makkasar (Sulsel) dengan tujuan lintas
Propinsi NTT, Pulau Jawa, Kota Makkasar, Banjarmasin sampai Papua.
Kota Bima termasuk Daerah tropis dengan temperatur minimum 25.10C
maksimum 31.90C, adapun gambaran umum Kota Bima Propinsi Nusa Tenggara
Barat di Tahun 2014 dalam berbagai segi adalah sebagai berikut :

A. Kependudukan (Demografis)
Penduduk merupakan salah satu factor yang harus diperhatikan dalam proses
pembangunan dewasa ini, dimana jumlah penduduk yang besar dengan komposisi
dan distribusi yang lebih merata dapat menjadi potensi tetapi dapat pula menjadi
beban apabila jumlah penduduk berkualitas rendah, sehingga dengan demikian
pembangunan yang diarahkan harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia
juga harus mencakup upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah
social ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap
kondisi social ekonomi suatu daerah atau Negara. Permasalahan utama
kependudukan di Indonesia pada dasarnya meliputi tiga hal pokok yaitu Jumlah
Penduduk, Persebaran Penduduk dan komposisi penduduk yang berimplikasi pada
Rasio Beban Tanggungan (RBT).

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 3


1. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Kota Bima Tahun 2014 tercatat sebanyak 156.400 jiwa
berdasarkan proyeksi BPS Kota Bima Tahun 2014. Adapun jumlah penduduk
Kota Bima dari tahun 2010 2014 dapat dilihat pada tabel 1 berikut :
Tabel 1
Jumlah Penduduk Kota Bima Tahun 2010 2014

TAHUN
URAIAN
2010 2011 2012 2013 2014

KOTA
142.579 142.579 150.954 148.645 156.400
BIMA
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Bima, 2014

Berdasarkan tabel 1 tersebut diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2010


berdasarkan sensus BPS Kota Bima jumlah penduduk Kota Bima sebanyak 142.579
jiwa. Untuk tahun 2011 jumlah penduduk Kota Bima masih menggunakan data jumlah
penduduk hasil survey penduduk tahun 2010 sehubungan dengan belum finalnya
proyeksi registrasi sumber BPS berdasar hasil olahan SUSENAS. Tahun 2012
berdasarkan proyeksi BPS Kota Bima bulan Mei 2013 jumlah penduduk Kota Bima
meningkat sebanyak 8.375 jiwa sehingga mencapai 150.954 jiwa. Namun pada tahun
2013 berdasarkan proyeksi BPS Kota Bima per tanggal 30 April 2014 jumlah
penduduk Kota Bima menurun sebanyak 2.309 jiwa sehingga menjadi 148.645 jiwa.
Untuk tahun 2014 jumlah penduduk Kota Bima tercatat sebanyak 156.400 jiwa.

2. Persebaran dan Kepadatan Penduduk


Penduduk Kota Bima pada tahun 2014 sebanyak 156.400 jiwa yang tersebar di
5 kecamatan. Persebaran Penduduk yang tidak merata dapat berdampak pada
perkembangan tingkat kesejahteraan penduduk, suatu daerah yang sempit
dengan sumber daya alam dan pranata sosial ekonomi yang terbatas bila dihuni
oleh penduduk dengan jumlah yang besar dapat berdampak terhadap
rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk.
Adapun persebaran dan kepadatan jumlah penduduk Kota Bima tahun 2014
menurut kecamatan dapat dilihat pada grafik berikut :

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 4


Grafik 1. Sebaran dan kepadatan penduduk per Kecamatan di Kota Bma
Tahun 2014

40.000

30.000

20.000

10.000

0
Rasanae Barat Mpunda Rasanae Timur Raba Asakota

Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk

Berdasarkan grafik tersebut diatas menggambarkan bahwa jumlah penduduk


terbanyak terdapat di kecamatan Raba sebanyak 38.223 jiwa dan terendah di
kecamatan Rasanae Timur sebanyak 17.776 jiwa. Selanjutnya jika dilihat dari
kepadatan penduduk, kecamatan Rasanae Barat memiliki kepadatan penduduk
yang relatif tinggi sebesar 3.367,16 penduduk per km 2 dan kepadatan penduduk
terendah terdapat di kecamatan Rasanae Timur yakni sebesar 277,45
penduduk per km2.

3. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin


a. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur
Komposisi penduduk menurut umur dapat menggambarkan tinggi rendahnya
tingkat kelahiran. Selain itu komposisi penduduk juga mencerminkan Rasio
Beban Tanggungan ( Dependency Ratio) dengan penduduk produktif ( umur
15 64 tahun ). Tingginya Rasio Beban Tanggungan mencerminkan
besarnya beban tanggungan pemerintah secara ekonomi di wilayahnya.
Rasio Beban Tanggungan untuk Kota Bima tahun 2014 sebesar 50 %
dengan penduduk sebanyak 156.400 jiwa yang terdiri dari 98.587 jiwa
penduduk usia produktif, 43.238 jiwa penduduk anak-anak dan remaja (usia
0-14 tahun) dan 6.820 jiwa penduduk usia (>65 tahun).
b. Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Secara keseluruhan, komposisi penduduk Kota Bima menurut jenis kelamin
hampir seimbang yaitu rasio penduduk laki laki terhadap perempuan
sebesar 96,24%. Berikut ini digambarkan komposisi penduduk menurut
kelompok umur dan jenis kelamin di Kota Bima tahun 2014.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 5


Tabel 2
Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan
Jenis Kelamin di Kota Bima Tahun 2014
Kelompok
Umur Laki-laki + Rasio
NO Laki-laki Perempuan
Jenis
(Tahun) Perempuan Kelamin
1 0-4 8.061 7.656 15.717 105,29
2 5-9 7.582 7.320 14.902 103,58
3 10 - 14 7.227 7.016 14.243 103,01
4 15 - 19 8.057 8.295 16.352 97,13
5 20 - 24 8.560 8.931 17.491 95,85
6 25 - 29 6.468 6.660 13.128 97,12
7 30 - 34 5.930 6.562 12.492 90,37
8 35 - 39 5.255 5.485 10.740 95,81
9 40 - 44 4.807 5.428 10.235 88,56
10 45 - 49 4.007 4.284 8.291 93,53
11 50 - 54 3.234 3.423 6.657 94,48
12 55 - 59 2.557 2.820 5.377 90,67
13 60 - 64 1.621 1.845 3.466 87,86
14 65 - 69 1.312 1.433 2.745 91,56
15 70 - 74 882 1.035 1.917 85,22
16 75+ 1.141 1.506 2.647 75,76
JUMLAH 76.701 79.699 156.400 96,24
ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 50

Berdasarkan tabel tersebut diatas menggambarkan bahwa jumlah penduduk


perempuan lebih banyak dibandingkan dengan penduduk laki laki dimana total
jumlah penduduk perempuan di Kota Bima pada tahun 2014 sebanyak 79.699
jiwa dan penduduk laki-laki sebanyak 76.701 jiwa. Komposisi penduduk Kota
Bima jika dirinci menurut kelompok umur dan jenis kelamin, penduduk laki laki
dan perempuan terbanyak berada pada kelompok umur 20-24 tahun yakni
masing masing sebanyak 8.560 jiwa dan 8.931 jiwa atau dengan jumlah total
17.491 jiwa. Sedangkan yang terkecil berada pada kelompok umur 70-74 tahun
yakni masing-masing sebesar 882 jiwa (laki-laki) dan 1.035 jiwa (perempuan)
atau dengan jumlah total 1.917 jiwa.

B. KEADAAN EKONOMI
Kondisi perekonomian suatu daerah sangat tergantung pada potensi dan
sumber daya yang dimiliki serta kemampuan daerah untuk mengembangkan segala
potensi yang dimiliki. Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki berbagai
kebijakan, langkah dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima
untuk meningkatkan perekonomian.
Kota Bima dalam kegiatan sosial ekonomi tidak terlepas dari lapangan
pekerjaan yang tersedia baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Dari sisi ekonomi
pekerjaan dibutuhkan oleh seseorang dalam rangka pemenuhan kebutuhan

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 6


hidupnya. Sedangkan dari sisi sosial pekerjaan dibutuhkan berkaitan dengan status
sosial dan pengakuan terhadap kemampuan yang dimiliki.
Lapangan pekerjaan dapat memberikan gambaran mengenai seberapa besar
penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja dapat terserap oleh lapangan
pekerjaan yang tersedia. Dengan semakin terbatasnya lapangan pekerjaan yang
tersedia akan mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran hal ini merupakan
permasalahan tersendiri yang harus dihadapi oleh pemerintah daerah.
Untuk mengetahui sejauhmana hasil hasil pembangunan yang telah
dilaksanakan diperlukan suatu indikator yang bersifat kuantitatif. Salah satu
indikator yang dimaksud adalah statistik Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
atau yang biasa disebut dengan Pendapatan Regional.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu pencerminan
kemajuan ekonomi suatu daerah yang didefinisikan sebagai keseluruhan nilai
tambah barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun di wilayah tersebut.
Adapun laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto di Kota Bima dapat
dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3
Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Yang Berlaku
Menurut Lapangan Usaha Di Kota Bima
Tahun 2011-2014

Lapangan Usaha/Industry 2011 2012 2013* 2014**

(1) (3) (4) (5) (6)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan / Agriculture, Forestry and Fishing 2,75 4,03 1,78 3,70
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian / Agriculture,
2,76 4,05 1,69 3,79
Livestock, Hunting and Agriculture Services
a. Tanaman Pangan / Food Crops 3,28 3,86 1,58 4,14
b. Tanaman Hortikultura / Horticultural Crops 0,41 (2,00) (4,43) 2,72
c. Tanaman Perkebunan / Plantation Crops 1,69 2,07 1,84 (1,68)
d. Peternakan / Livestock 3,02 7,09 4,00 4,10
e. Jasa Pertanian dan Perburuan / Agriculture Services and Hunting 2,78 1,97 2,23 2,24
2 Kehutanan dan Penebangan Kayu / Forestry and Logging (1,20) 1,25 1,84 (0,56)
3 Perikanan / Fishery 3,22 4,31 2,58 3,56
B Pertambangan dan Penggalian / Mining and Quarrying 5,23 6,44 (5,10) 6,56
C Industri Pengolahan / Manufacturing 2,89 4,78 5,17 4,09
D Pengadaan Listrik dan Gas / Electricity and Gas 12,80 12,43 25,14 23,14
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang / 1,18 2,20 1,84 3,35
Water supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities
F Konstruksi / Construction 6,88 6,03 5,76 6,40
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor / 7,12 8,55 9,03 6,54
Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya / 5,28 8,25 6,80 6,37
Wholesale and Retail Trade and Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor /
Wholesale Trade and Retail Trade Except of Motor Vehicles and 7,78 8,65 9,80 6,60
Motorcycles
H 4,56 4,52 5,04 5,79
Transportasi dan Pergudangan / Transportation and Storage
1 Angkutan Rel / Railways Transport - - - -

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 7


2 Angkutan Darat / Land Transport 4,90 4,19 5,39 5,37
3 Angkutan Laut / Sea Transport 2,21 5,89 2,69 7,86
4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan / River, Lake, and Ferry
Transport - - - -
5 Angkutan Udara / Air Transport - - - -
6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; Pos dan Kurir /
Warehousing and Support Services for Transportation, Postal and Courier 6,20 6,27 6,21 6,80
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum / Accommodation and
I Food Service Activities 5,38 6,63 6,86 4,61
1 Penyediaan Akomodasi / Accommodation
6,06 8,33 8,34 7,67
2 Penyediaan Makan Minum / Food and Beverage Service Activities
5,11 5,93 6,24 3,30
Informasi dan Komunikasi / Information and Communication
J 7,81 7,65 4,06 6,84
Jasa Keuangan dan Asuransi / Financial and Insurance Activities
K 7,02 8,70 7,61 6,33
Real Estat / Real Estate Activities
L 5,49 5,32 6,00 4,80
M,
Jasa Perusahaan / Business Activities
N 4,52 7,37 4,89 6,87
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib /
O Public Administration and Defence; Compulsory Social Security
3,51 3,48 3,36 4,92
Jasa Pendidikan / Education
P
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial / Human Health and Social Work 5,44 3,23 4,55 6,45
Q Activities
R, 3,92 4,87 4,38 5,06
S,
Jasa lainnya / Other Services Activities
T,
U 6,80 7,50 7,54 7,85

Produk Domestik Regional Bruto/Gross Regional Domestic Product 5,12 5,60 5,40 5,62

* Angka sementara/Preliminary Figures


** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures
Sumber: BPS Kota Bima Dalam Angka Tahun 2015.

Laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bima mengalami fluktuatif tiap tahunnya


mulai dari tahun 2011 s/d tahun 2013 sebagaimana terlihat pada tabel di atas.
Lapangan usaha yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu berasal dari
sektor Listrik, Gas dan Air bersih yang pada tahun 2012 laju pertumbuhannya
sebesar 8,46, sedang pada tahun 2013 menjadi 15,18. Sementara pada sektor lain
sebagian besar mengalami penurunan laju pertumbuhan antara lain dari sektor
industri dan pengolahan, listrik, gas dan air bersih, bangunan, perdagangan, hotel
dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa serta
jasa-jasa.

C. Keadaan Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk, dalam hal ini adalah angka melek huruf, masih
dipakai sebagai indikator tingkat kesejahteraan keluarga dalam kaitannya dengan
kemampuan keluarga dalam meningkatkan penghasilannya.
Pendidikan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus
meningkatkan kualitas penduduk, sangat erat kaitannya dengan tingkat kesehatan
masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin besar pula
akses terhadap informasi, termasuk informasi kesehatan. Disamping itu masyarakat

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 8


yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan mempunyai tingkat kesadaran yang
lebih tinggi akan arti hidup sehat.

Grafik 2.
Angka Buta Huruf Penduduk 10 Tahun Keatas Di Kota Bima Tahun 2014

Sumber : Dikes Prov. NTB Tahun 2013 Dan khusus Kota Bima Tahun 2014 menurut

BPS Kota Bima 2015

Dari gambar di atas diketahui bahwa, Angka Buta Huruf di Kota Bima menurun
dari tahun 2013 sebesar 3,83% menjadi 2,10% di tahun 2014 dari total jumlah
penduduk Kota Bima yang berumur di atas 10 Tahun, dengan rincian berdasarkan
jenis kelamin adalah 0,98% Laki-laki dan 1,12 Perempuan. Artinya 97,90%
masyarakat Kota Bima sudah Melek Huruf (MH).

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 9


BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan masyarakat dinilai dengan menggunakan beberapa


indikator yang mencerminkan kondisi mortalitas (kematian), status gizi dan morbiditas
(kesakitan). Derajat kesehatan masyarakat yang diuraikan dalam bab ini antara lain
melalui Angka Mortalitas terdiri atas Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian
Balita (AKABA), Angka Kematian Ibu (AKI), Indeks Pembangunan Manusia termasuk
Angka Harapan Hidup dan Angka Morbiditas terdiri atas angka kesakitan beberapa
penyakit balita dan dewasa.
Gambaran tentang derajat kesehatan berisi uraian tentang indikator indikator
kualitas hidup, mortalitas, morbiditas dan status gizi yaitu :
1. Kualitas hidup antara lain dilihat dari indikator Angka Harapan Hidup;
2. Mortalitas dilihat dari indikator-indikator Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000
Kelahiran Hidup, Angka Kematian Balita (AKABA) per 1.000 Anak Balita dan
Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 Kelahiran Hidup;
3. Morbiditas dilihat dari indikator-indikator Angka Kesakitan Demam Berdarah
Dengue (DBD) per 100.000 penduduk, Angka Kesakitan Malaria per 1.000
penduduk, Persentase kesembuhan TB Paru, Persentase Penderita HIV/AIDS
terhadap penduduk beresiko dan Angka Acute Flacid Paralysis (AFP) pada anak
usia < 15 tahun per 100.000 anak;
4. Status gizi dilihat dari indikator-indikator persentase balita dengan gizi buruk dan
persentase kecamatan bebas rawan gizi.

A. ANGKA HARAPAN HIDUP / LIFE EXPECTANCY


Meningkatnya umur harapan hidup waktu lahir sekaligus memberikan gambaran
kepada kita bahwa salah satu penyebabnya adalah karena meningkatnya kualitas
hidup dan kesehatan masyarakat. Penurunan Angka Kematian Bayi sangat
berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH) waktu lahir. Angka
kematian bayi sangat peka terhadap perubahan derajat kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat, sehingga perbaikan derajat kesehatan tercermin pada
penurunan AKB dan kenaikan umur harapan hidup pada waktu lahir.
Meningkatnya umur harapan hidup ini secara tidak langsung juga memberikan
gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan
masyarakat. Adapun gambaran Angka Harapan Hidup di Kota Bima sebagai
berikut:

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 10


Grafik 3.
Indeks Harapan Hidup Di Kota Bima Tahun 2010-2014

70
68
66
64
62

60
2010 2011 2012 2013 2014

AHH Kota Bima 67,99 68,29 68,58 68,88 69,03


AHH NTB 63,82 64,13 64,43 64,74 64,9

Sumber : BPS Kota Bima 2015

Berdasarkan sumber informasi sebagaimana tergambar di atas AHH di Kota


Bima berada di atas sedikit jika dibandingkan dengan AHH pada tingkat NTB.
Pada Tahun 2014 AHH NTB baru mencapai 64,9 Tahun sedangkan Kota Bima
sudah mencapai 69,03 Tahun. Bila di bandingkan dengan AHH NTB maka Kota
Bima masih di atas NTB. Dari 10 Kabupaten/Kota se Propinsi NTB, AHH Kota
Bima menempati urutan ke 2 setelah Kota Mataram.

B. ANGKA KEMATIAN / MORTALITY RATE


Mortalitas adalah kejadian kematian yang terjadi pada kurun waktu dan tempat
tertentu yang diakibatkan oleh keadaan tertentu dapat berupa penyakit maupun
sebab lainnya.
Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari
kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Disamping itu kejadian
kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan
pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Angka
kematian pada umumnya dapat dihitung dengan melakukan survei dan penelitian.
Perkembangan tingkat kematian dan penyakit-penyakit penyebab utama kematian
yang terjadi pada tahun 2014 di Kota Bima akan diuraian sebagai berikut :
1. Angka Kematian Bayi (AKB) / Infant Mortality Rate (IMR)
Angka kematian bayi menunjukkan banyaknya kematian bayi pada usia 0 12
bulan dari setiap 1.000 per Kelahiran Hidup pada tahun tertentu atau dapat
dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum mencapai usia
satu tahun. Angka kematian bayi merupakan indikator yang penting untuk
mencerminkan keadaan derajat kesehatan di suatu masyarakat, karena bayi
yang baru lahir sangat sensitif terhadap keadaan lingkungan. Keberhasilan
yang dicapai dalam bidang pencegahan dan pemberantasan berbagai penyakit
penyebab kematian akan tercermin jelas dengan menurunnya tingkat AKB.
Dengan demikian angka kematian bayi merupakan tolak ukur yang sensitif dari

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 11


semua intervensi yang dilakukan oleh pemerintah khususnya di bidang
kesehatan.
Angka Kematian Bayi di Kota Bima relatif masih rendah dari target Kota Bima
sebesar 40/1000 kelahiran dibandingkan dengan target propinsi sebesar
74/1000 kelahiran dan pusat sebesar 35/1000 kelahiran. Adapun angka
kematian bayi (AKB) di Kota Bima tahun 2006 s/d 2014 dapat dilihat pada
grafik sebagai berikut :
Grafik 4
Angka Kematian Bayi Di Kota Bima tahun 2006 2014

15
14
13
10 10
9 9
8 8
7
6
5

0
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Berdasarkan grafik tersebut diatas menunjukan bahwa angka kematian bayi di


Kota Bima tertinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar 14 per 1.000 kelahiran
hidup, dan selanjutnya pada tahun 2011 angka kematian bayi mengalami
penurunan pada angka 8 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara pada tahun
2014 angka kematian bayi di Kota Bima berada pada angka 7 per 1000
kelahiran hidup yang artinya terdapat 5 bayi ( 0-12 bulan) yang meninggal dari
1.000 kelahiran hidup.
Adapun penyebab masih tingginya jumlah kasus kematian bayi di Kota Bima
adalah :
a. Masih adanya ibu yang kurang aktif membawa anaknya imunisasi ke
posyandu karena disebabkan kesibukan pekerjaan rumah tangga.
b. Masih kurangnya Pengetahuan dan pemahaman ibu dan keluarga tentang
penanganan/perawatan kesehatan pasca maupun pra persalinan serta
neonatal dasar seperti ASI Dini dan ASI Ekslusif serta pencegahan infeksi
pasca persalinan.
c. Masih kurangnya keterampilan/skill petugas kesehatan untuk penanganan
secara tekhnis pelayanan kesehatan neonatal dasar.

2. Angka Kematian Balita (AKABA) / Child Mortality Rate (CMR)


Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan jumlah kematian anak umur 1 4
tahun per 1.000 Kelahiran Hidup. AKABA menggambarkan tingkat
permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh
terhadap kesehatan anak balita seperti status gizi, sanitasi, penyakit menular
dan tidak menular serta kecelakaan. Indikator ini menggambarkan tingkat
kesejahteraan sosial dalam arti besar dan tingkat kematian penduduk.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 12


Besarnya tingkat kematian balita menunjukkan tingkat permasalahan yang
dihadapi masyarakat.
Angka Kematian Balita (AKABA) menggambarkan peluang kematian pada fase
antara kelahiran sampai dengan sebelum umur 5 tahun, adapun Angka
Kematian Balita (AKABA) di Kota Bima mulai tahun 2008 sampai dengan tahun
2014 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Grafik 5
Angka Kematian Balita di Kota Bima Tahun 2008 s/d 2014

20

15 15

10 9.3
8.3
7
5
3
1.72
0 0.36
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Angka Kematian Balita

Berdasarkan grafik 5. diatas menggambarkan bahwa pada tahun 2008 angka


kematian balita di Kota Bima mencapai 0.36 per 1.000 KH, kemudian
meningkat secara signifikan pada tahun 2010 sebesar 15 per 1.000 KH,
selanjutnya mengalami penurunan secara signifikan pada tahun 2011 sebesar
8.3 per 1.000 KH. pada tahun 2012 kembali meningkat sebesar 9.3 per 1.000
KH namun kembali menurun secara signifikan tahun 2013 sebesar 3 per 1.000
kelahiran hidup dan meningkat ke angka 7 per 1.000 KH Tahun 2014. Data
mengenai Angka Kematian Balita per Kecamatan di Kota Bima Tahun 2014
dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.
Kasus Kematian Balita (AKABA) menurut Kecamatan
Di Kota Bima Tahun 2014
Jumlah Kematian
Laki - Laki +
Laki Laki Perempuan
No Kecamatan Perempuan
Anak Anak Anak
Bayi Balita Bayi Balita Bayi Balita
Balita Balita Balita

1 RasanaE
0 0 3 0 0 0 0 0 3
Barat
2 Mpunda 1 1 7 0 0 1 1 1 8

3 RasanaE
1 0 3 0 0 0 1 0 3
Timur
4 Raba 1 0 3 2 1 5 3 1 8

5 Asakota 0 0 1 0 0 1 0 0 2

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 13


JUMLAH
3 1 17 2 1 7 5 2 24
(KAB/KOTA)

ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 2 1 7

Sumber : Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2015

Dari tabel tersebut di atas menunjukan jumlah kasus kematian balita terbanyak
pada tahun 2014 terdapat pada 2 Kecamatan yakni Kecamatan Mpunda dan
Kecamatan Raba sebanyak 8 kasus dan terkecil terdapat di Kecamatan
Asakota sebanyak 2 kasus.

3. Angka Kematian Ibu (AKI) / Maternal Mortality Rate (MMR)


Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah wanita yang meninggal mulai dari
saat hamil hingga 6 minggu setelah persalinan per 100.000 kelahiran hidup.
Angka kematian ibu menunjukkan kemampuan dan kualitas pelayanan
kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan dan
pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya serta
hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan. Untuk
mengantisipasi masalah tersebut diperlukan peningkatan kemitraan bidan dan
dukun, dengan harapan bidan di kelurahan benar benar sebagai ujung
tombak dalam upaya penurunan AKB dan AKI.
Adapun Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Bima mulai tahun 2006 sampai
dengan tahun 2014 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 5.
Angka Kematian Ibu di Kota Bima
Tahun 2006 s/d 2014

TAHUN
KOTA BIMA
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kelahiran
2.828 2.868 2.808 2.906 2.674 3.142 3.020 3.130 3.306
Hidup
Jumlah Kasus 4 6 6 4 2 1 6 3 5

AKI/MMR 141 209 213 138 75 31,8 198,7 96 151


Sumber : Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dikes Kota Bima 2015

Berdasarkan tabel 7 diatas menggambarkan bahwa terjadi peningkatan


terhadap angka kematian ibu sebesar 151 per 100.000 Kelahiran Hidup pada
tahun 2014 jika dibandingkan dengan Angka Kematian Ibu pada tahun 2013
yang mencapai 96 per 100.000 Kelahiran Hidup.

Grafik 6.
Angka Kematian Ibu

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 14


di Kota Bima Tahun 2006 s/d 2014

AKI/MMR

220 209 213 198.7


141 138 151 AKI/
120
96
75
20 31.8
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Grafik diatas menggambarkan trend Angka Kematian Ibu di Kota Bima selama
sembilan tahun terakhir, dimana pada tahun 2006 Angka Kematian Ibu
mencapai 141 per 100.000 KH, pada tahun 2008 naik mencapai 213 per
100.000 KH, kemudian turun menjadi 31,8 per 100.000 KH pada tahun 2011,
namun pada tahun 2012 Angka Kematian Ibu meningkat secara signifikan
sebesar 198,7 per 100.000 KH. Dimana pada tahun 2012 yang menjadi
penyebab tingginya jumlah kasus kematian ibu karena kasus lain (Hepatitis,
Asthma Kronis dan Gangguan Pembuluh Darah di Jantung) atau penyebab
tidak langsung dari penyebab utama kematian ibu yakni sebanyak 3 kasus dari
6 kasus kematian ibu, 2 kasus akibat perdarahan dan 1 kasus akibat HDK ( HT
Kronis, HT dengan Protein Urine, Eklampsia, Syndrom HELLP). Pada akhir
tahun 2013, Angka Kematian Ibu di Kota Bima menurun menjadi 96 per
100.000 KH atau sebanyak 3 kasus dimana 1 kasus akibat perdarahan dan 2
kasus akibat kasus lain atau penyerta seperti TBC Paru dalam kehamilan dan
Hepatitis B + Encelopati Hepaticum.
Berdasarkan Audit Maternal Perinatal Bidang Bina Kesehatan Masyarakat dari
tempat meninggal dan penolong persalinan terhadap kasus kematian maternal
tahun 2013 adalah 3 kasus meninggal di RSUD dan ditolong oleh dr Sepsialis.
Tahun 2014 Angka Kematian Ibu naik 151 per 100.000 KH.
Adapun upaya upaya yang dapat dilakukan dalam menurunkan kasus
kematian maternal antara lain melakukan rehabilitasi dan peningkatan terhadap
sarana/fasilitas pelayanan kesehatan, pemberian operasional bidan dalam
pelaksanaan ANC kunjungan rumah dan peningkatan sumber daya manusia
kesehatan/ petugas kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.
Partisipasi/ Proaktif masyarakat sangat diperlukan melalui program
pengembangan Desa Siaga Aktif sehingga masyarakat menyadari bahwa
kasus kematian maternal merupakan bagian dari masalah publik yang perlu
penanganan yang lebih optimal.

C. ANGKA KESAKITAN / MORBIDITAS

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 15


Morbiditas merupakan angka kesakitan yang dapat berupa angka insiden
maupun angka prevelansi dari suatu penyakit. Morbiditas menggambarkan
kejadian penyakit dalam suatu populasi pada kurun waktu tertentu. Morbiditas juga
berperan dalam penilaian terhadap derajat kesehatan masyarakat.
Angka kesakitan penduduk di Kota Bima diperoleh dari data yang berasal
dari masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui studi morbiditas
serta hasil pengumpulan data dari bidang terkait pada Dinas Kesehatan Kota
Bima, dan data yang bersumber dari sarana pelayanan kesehatan ( facility based
data) berpa hasil sistem pencatatan dan pelaporan Tingkat Puskesmas yang
dilaporkan secara berkala oleh petugas kesehatan.
1. Penyakit Menular
1.1. Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi
bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui
droplet orang yang terinfeksi basil tuberkulosis. Bersama dengan malaria
dan HIV/AIDS, tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang
pengendaliannya menjadi komitmen global dalam MDGs.
Khusus di Kota Bima, berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Bina
Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan
Kota Bima, jumlah kasus TB Paru Klinis di Kota Bima Tahun 2014
sebanyak 256 kasus dan kasus baru TB BTA (+) yang ditemukan pada
tahun 2014 sebanyak 158 kasus turun jika dibandingkan dengan tahun
2013 dimana dilaporkan sebanyak 175 kasus.
Adapun Jumlah Kasus Baru TB BTA (+), Jumlah Kasus TB, Jumlah
Kasus TB pada Anak menurut Kecamatan di Kota Bima tahun 2014
dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6.
Jumlah Kasus Baru TB BTA (+), Jumlah Kasus TB, Jumlah Kasus
TB pada Anak menurut Kecamatan
di Kota Bima tahun 2014

Kecamatan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah


Penduduk Kasus Seluruh Kasus
Baru TB Kasus TB TB pada
BTA (+) Anak
Rasanae Barat 34.143 49 59 2
Mpunda 35.648 33 48 5
Rasanae Timur 17.776 24 41 4
Raba 38.223 27 49 2
Asakota 30.610 25 59 3
Kota Bima 156.400 158 256 16
CNR Kasus Baru BTA+ Per
101,02
100.000 Penduduk

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 16


CNR Seluruh Kasus TB Per 100.000
163.68
Penduduk
Sumber : Bidang Bina P2PL Dikes Kota Bima 2015

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah kasus baru TB


BTA (+) tertinggi terdapat di Kecamatan Rasanae Barat sebanyak 49
kasus dan terendah di Kecamatan Rasanae Timur sebanyak 24 kasus.
Untuk jumlah keseluruhan kasus TB sebanyak 57 kasus tersebar di
maisng masing 3 Kecamatan yakni Rasanae Barat, Mpunda dan
Asakota. Selanjutnya untuk Kasus TB pada Anak kasus tertinggi ada di
Kecamatan Mpunda (5 kasus) dan RasanaE Timur (4 kasus), berturut-
turut diikuti Kecamatan Asakota (3 Kasus) serta Kecamatan RasanaE
Barat dan Kecamatan Raba masing masing 2.
Berikut disajikan jumlah penyakit TB paru BTA(+) dan Persentase
Kesembuhan dari Tahun 2008 s/d 2014 di Kota Bima sebagai berikut :

Grafik 7
Daftar Penderita BTA (+) dan Persentase Kesembuhan
Kota Bima Tahun 2008 s/d 2014

500
400 154
175
300 114 263
94 138 108
152
200 98 90 102
85
75
100 86 95.75 78.7 94.44 89.41
29 59.06
0 13.68
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

PERSENTASE KESEMBUHAN BTA (+)

Berdasarkan grafik diatas, menggambarkan bahwa jumlah kasus baru


TB BTA(+) di Kota Bima terbanyak ditemukan pada tahun 2010
sebanyak 263 kasus dengan kesembuhan sebanyak 29 kasus atau
sekitar 13, 68%. Pada tahun 2014 jumlah penemuan kasus TB BTA (+)
sebanyak 154 kasus dengan tingkat kesembuhan sebanyak 152 kasus
atau sebesar 89,41 %. Hal ini didukung dengan adanya program
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), kerjasama dengan lintas sektor
seperti BAZNAS, PT ASKES, LSM Aisyiyah Bima.
Adapun upaya-upaya ang dilakukan pengelola program TB Baik di
Tingkat Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta jaringannya antara lain:
a. Advokasi dan sosialisasi Lintas Program dan Lintas Sektor.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 17


b. Rapat Koordinasi dengan Dokter Praktek Swasta/Klinik swasta yang
bertujuan untuk menjalin kerjasama dalam rangka program
penanggulangan penyakit TBC.
c. Penjaringan Kasus TB di Lapas
d. Sosialisasi Kasus TBC di 9 Kelurahan
e. Penyuluhan dan Motivasi pada penderita TB dan Masyarakat.
f. Kerjasama dengan BAZNAS, PT ASKES, LSM Aisyiyah Bima dalam
rangka PMT Penderita TB.
g. Pembelian Reagen dan Obat TBC
h. Pengadaan format laporan TB
i. Bimbingan Tekhnis tiap triwulan ke sarana kesehatan
j. Monitoring dan Evaluasi Program TB.

1.2. Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani


Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru (alveoli).
Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Populasi
yang rentan terserang adalah anak-anak usia kurang dari 2 tahun, usia
lanjut (>65 tahun) dan orang yang memiliki masalah kesehatan
(malnutrisi, gangguan imunologi).
Adapun Jumlah Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Kecamatan
di Kota Bima Pada Tahun 2014 dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 8. Jumlah Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut


Kecamatan di Kota Bima Tahun 2014.
Perkiraan Penderita Penderita Ditemukan & Ditangani

500 453
405 423
400 363

300
211
200 170
126
100 60 39
5
0
Rasana'e Barat Mpunda Rasana'e Timur Penana'e Asakota

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa jumlah penemuan kasus


Pneumonia Balita dan ditangani di Kota Bima pada tahun 2014
terbanyak terdapat di wilayah Kecamatan Mpunda sebanyak 170 kasus
dari perkiraan penderita sebanyak 423 orang dan terkecil di Kecamatan
Rasanae Timur sebanyak 5 kasus dari perkiraan penderita sebanyak 211
orang.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 18


1.3. HIV AIDS
HIV merupakan virus yang masuk ke dalam tubuh yang menghancurkan
sistem kekebalan dan jika terus memburuk akan menyebabkan kondisi
AIDS, yakni hilangnya sistem pertahanan tubuh sehingga semua jenis
penyakit bisa dengan mudah masuk dan akhirnya mengakibatkan
kematian.
HIV menyebar pada cairan tubuh manusia dan hanya ada tiga cairan
tubuh yang rawan membawa HIV, yaitu darah, ASI dan cairan kelamin.
Penyakit HIV/AIDS yang merupakan new emerging disease dan
merupakan pandemi di semua kawasan, beberapa tahun terakhir ini telah
menunjukkan peningkatan yang sangat mengkhawatirkan meskipun
berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan.
Semakin tingginya mobilitas penduduk antar wilayah, semakin mudahnya
komunikasi antar wilayah, semakin menyebarnya sentra-sentra
pembangunan ekonomi, meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman
dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA melalui suntikan ternyata
secara stimulan memperbesar tingkat risiko dalam penyebaran terhadap
HIV/AIDS.

Grafik 9. Distribusi Penderita HIV AIDS dan Shypilis


Berdasarkan Umur di Kota Bima Tahun 2014

50-59 TAHUN, 1
1

0.8 30-39 TAHUN, 1


50-59 TAHUN, 1
0.6

0.4

0.2

HIV AIDS SHYPILIS

Grafik 10. Distribusi Penderita HIV AIDS dan Shypilis


Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Bima Tahun 2014

LAKI-LAKI PEREMPUAN

2 2

1 1

0 00 0 0
HIV AIDS SHYPILIS

LAKI-LAKI 0 2 0
PEREMPUAN 0 0 1

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 19


Dari Tabel diatas dapat dlihat bahwa jumlah kasus HIV/AIDS menurut
Kecamatan di Kota Bima pada tahun 2014 sebanyak 2 kasus yang
tersebar di wilayah kecamatan Asakota dan Raba masing-masing 1
kasus. Berdasarkan jenis kelamin, kedua penderita AIDS tersebut adalah
laki-laki sedangkan perempuan tidak ada. Sehingga bisa disimpulkan
bahwa laki-laki lebih berisiko dibandingkan perempuan.
Trend kasus HIV/AIDS dari tahun 2009 s/d 2014 dapat dilihat pada grafik
berikut :

Grafik 11. Trend kasus HIV/AIDS dari tahun 2009 s/d 2014
di Kota Bima

12
10 10
8
6
5
4 4 4
3 3
2 2 2
1
0 0 0
2009 2010 2011 2012 2013 2014

HIV/AIDS MENINGGAL

Dari grafik tersebut diatas menggambarkan bahwa jumlah kasus HIV


AIDS dari tahun 2009 sampai dengan 2014 sebanyak 25 kasus HIV/AIDS
dengan kasus paling banyak terdapat pada tahun 2012 sebanyak 10
kasus dengan 4 kasus meninggal.
Kota Bima merupakan daerah transit, sehingga bisa menjadikan daerah
yang berisiko tinggi, faktor gaya hidup atau lifestyle masyarakat yang
bergeser oleh pengaruh globalisasi dimana budaya luar secara cepat
diadopsi seperti perilaku seks bebas, penyalahgunaan NAPZA, kelompok
resiko tinggi/risti seperti waria yang masih terselubung.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Promosi Kesehatan
(Promkes) dan Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Bima terkait dengan
pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS antara lain :
a. Melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS di sekolah-sekolah
(SMP, SMA dan Perguruan Tinggi).
b. Melakukan sosialisasi di masyarakat baik di tingkat Kecamatan
maupun Kelurahan tentang HIV/AIDS.
c. Melakukan Kegiatan Zero Survey pada kelompok masyarakat
beresiko.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 20


1.4. Kusta
Penyakit kusta adalah penyakit yang menular menahun dan disebabkan
oleh kuman kusta (Mycobacterium lepra) yang menyerang kulit, saraf dan
jaringan tubuh lainnya. Penyakit kusta terbagi atas 2 jenis yakni kusta
kering (Pausi basiller) dan kusta basah (Multi basiller). Anggapan bahwa
kusta disebabkan oleh kutukan, keturunan, dosa, guna guna maupun
makanan adalah anggapan yang salah. Kondisi inilah yang
menyebabkan sehingga seseorang yang terkena kusta terlambat berobat
ke pelayanan kesehatan sehingga menyebabkan kecacatan.
Adapun jumlah penderita kusta tipe PB dan Kusta MB di Kota Bima tahun
2014 dapat dilihat pada tabel berikut :
Grafik 12. Trend kasus HIV/AIDS dari tahun 2009 s/d 2014
di Kota Bima

Asakota
0

Raba
1

RasanaE Timur
0

Mpunda
0

RasanaE Barat
1

0 2 4 6 8 10 12 14

PB MB

Grafik 13. Jumlah penderita kusta tipe PB dan Kusta MB


Berdasarka Jenis Kelamin di Kota Bima Tahun 2014

16 16
14 14
12
10
8 LAKI-LAKI
6 PEREMPUAN
4
2 2
0 0
PB MB

Grafik 14. Distribusi Kejadian Kusta Tahun 2008 s/d 2014


Di Kota Bima
80
70 70 70
60
55
50
45
40
32 34 32
30
20
10
0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

1.5. Diare KEJADIAN KUSTA

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 21


Diare merupakan penyakit dimana penderita mengalami rangsangan
buang air besar yang terus menerus dan tinja atau feses yang masih
memiliki kandungan air berlebihan. Diare menjadi penyebab kematian
paling umum pada kasus kematian balita dan juga membunuh lebih dari
1,5 juta orang setiap tahunnya. Khusus untuk Kota Bima penyakit diare
semakin meningkat dari tahun sebelumnya. Jumlah kasus Diare di Kota
Bima pada Tahun 2014 dapat dilihat pada tabel berikut :
Grafik 15. Distribusi Jumlah Perkiraan Kasus dan Diare Yang
Ditangani di Kota Bima Tahun 2014

JUMLAH PERKIRAAN KASUS DIARE DITANGANI

2500

2000

1500

1000

500

0 RasanaE RasanaE
Barat Mpunda Timur Raba Asakota

JUMLAH PERKIRAAN KASUS 731 763 380 818 655


DIARE DITANGANI 2171 502 1224 763 1030

Grafik 16. Distribusi Kejadian Diare Tahun 2008 s/d 2014


di Kota Bima

8304
7524
7027

5400 5534 5690

2. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi


2.1. Tetanus Neonatorum
Tetanus neonatorum disebabkan oleh basil Clostridium Tetani, yang
masuk ke tubuh melalui luka. Penyakit ini menginfeksi bayi baru lahir
yang salah satunya disebabkan oleh pemotongan tali pusat dengan alat
yang tidak steril. Kasus tetanus neonatorum banyak ditemukan di negara
berkembang seperti Indonesia yang disebabkan akibat cakupan
persalinan oleh tenaga kesehatan yang rendah.
2.2. Campak

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 22


Campak merupakan suatu penyakit akut dengan daya penularan yang
tinggi yang ditandai dengan demam, korisa, konjungtivits, batuk dan
diikuti ruam makulopapular menyeluruh. Komplikasi campak cukup serius
seperti diare, pneumonia, otitis media dan kematian.
Kematian akibat campak cukup sering terjadi pada anak dengan
malnutrisi terutama di negara berkembang. Jika seseorang pernah
menderita campak, maka dia akan mendapatkan kekebalan terhadap
penyakit tersebut seumur hidupnya.

2.3. Difteri
Difteri adalah suatu penyakit bakteria akut terutama menyerang tonsil,
faring, laring, hidung, adakalanya juga menyerang selaput lendir atau
kulit serta kadang-kadang konjungtiva atau vagina. Penyebab penyakit ini
adalah Corynebacterium Diptheria. Penyakit ini muncul terutama pada
bulan bulan dimana temperatur lebih dingin dan pada umumnya
menyerang anak-anak usia 1-10 tahun.

2.4. Polio dan AFP


Penyakit polio adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh virus polio
yang menyerang sistem syaraf hingga penderita mengalami kelumpuhan
yang datangnya mendadak. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia
0-3 tahun. AFP merupakan kelumpuhan yang sifatnya Flaccid yang
bersifat lunglai, lemas atau layu (bukan kaku), atau terjadi penurunan
kekuatan otot dan terjadi secara akut (mendadak). Sedangan non polio
AFP adalah kasus lumpuh layu akut yang diduga kasus polio sampai
dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium bukan kasus polio.
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit polio telah dilakukan
melaui pemberian imunisasi polio. Upaya ini ditindaklanjuti dengan
kegiatan surveilans epidemiologi secara aktif terhadap kasus-kasus
Acute Flaccid Palarysis (AFP) kelompok umur < 15 tahun hingga kurun
waktu tertentu, untuk mencari kemungkinan adanya virus polio liar yang
berkembang di masyarakat dengan melakukan pemeriksaan spesimen
tinja dari kasus AFP yang dijumpai.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 23


Grafik 17. Distribusi Kejadian AFP dan Campak per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014
AFP (NON POLIO) DIFTERI
TETANUS NEONATORUM CAMPAK
POLIO HEPATITIS B

10 8
8
6 4
4 2
2 1 1 1
0 0 0 0
0
RasanaE Mpunda RasanaE Raba Asakota
Barat Timur

3. Penyakit Yang Bersumber dari Binatang


3.1. Malaria
Malaria disebabkan oleh parasit plasmodium yang hidup dan berkembang
biak dalam satu sel darah merah manusia, ditularkan oleh nyamuk malaria
(Anopheles) betina melalui gigitan. Terjadinya biasanya pada petang dan
malam hari dengan gejala yang muncul 9 14 hari setelah terinfeksi.
Indonesia pada umumnya merupakan salah satu negara yang masih
terjadi transmisi malaria (Berisiko Malaria/ Risk-Malaria).

Grafik 18. Distribusi Kejadian Malaria di Kota Bima Tahun 2014

15

10

0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota
POSITIF 12 7 1 9 5
MENINGGAL 0 0 0 0 0

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 24


Grafik 19. Distribusi Perkembangan API Tahun 2008 s/d 2014
di Kota Bima
ANNUAL PARASITE INCIDENCE (API) per 1000 Penduduk

70 66,63
60
50
40
30
20
10 10,87
0 0,45 0,2 0,2 0 0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

3.2. Demam Berdarah Dengue (DBD)


Demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh
virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan
nyamuk genus Aedes misalnya Aedes Aegypti. Aedes Aegypti adalah
vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit DBD.
Nyamuk dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang
yang terinfeksi virus tersebut. Sesudah masa inkubas virus di dalam
nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan
virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya. Nyamuk betina
juga dapat menyebarkan virus dengue yang dibawanya ke keturunannya
melalui telur.

Grafik 20. Distribusi Kejadian DBD di Kota Bima Tahun 2014

15 14 14
11
10
8
5
1
0 0 0 0 0 0
RasanaE Mpunda RasanaE Raba Asakota
Barat Timur

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) KASUS


DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENINGGAL

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 25


Grafik 21. Distribusi Perkembangan DBD Tahun 2008 s/d 2014
di Kota Bima

100
87
80
60 57
48
40 40
27 32
20
0 0 0 2 0 5
0 0 0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

KASUS MENINGGAL

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bima dan
Puskesmas beserta jaringannya dalam hal pencegahan dan
penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain
penganggulangan fokus, pelaksanaan PSN/3M, Survei Jentik dan
abatesasi serta fogging massal/kasus.
a. Penanggulangan Fokus
Penanggulangan fokus dimaksudkan untuk memutus mata rantai
perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan vektor
penyakit DBD. Upaya ini dilakukan dengan survey epidemiologis
(Observasi lapangan) di wilayah kerja masing-masing puskesmas
terutama yang memiliki karakterristik khusus sebagai tempat
perkembangbiakan vektor nyamuk. Hasil survey ditindaklanjuti dengan
pemberian abate, penyuluhan di tempat serta dilaporkan ke Dinas
Kesehatan Kota Bima untuk dilakukan fogging di wilayah tersebut.
b. Pelaksanaan PSN/3M
Pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk merupakan tindak lanjut
dari survei epidemiologis yang dilakukan oleh petugas kesehatan
setempat, yang dilakukan melalui Gerakan 3 M (Menguras tempat
penyimpanan air, Menutup tempat penampungan air serta Mengubur
barang-barang bekas). Pelaksanaan PSN/3M dilakukan di tempat-
tempat umum dan sekolah.
c. Survey Jentik/ Abatesasi
Upaya ini dilakukan untuk memberantas vektor nyamuk Aedes Aegepty
dimulai sejak berupa jentik, jadi tidak hanya memberantas vektor
dewasa saja. Survey Jentik dilakukan oleh petugas kesehatan
bersama-sama dengan masyarakat. Hasil survei yang dilaporkan
ditindaklanjuti dengan pelaksanaan abatesasi khususnya abatesasi
selektif pada kelurahan yang endemis.
Adapun Angka Bebas Jentik Kota Bima Tahun 2013 adalah: 89,31%

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 26


d. Pelaksanaan Fogging Fokus
Selain pemberantasan jentik, upaya lain yang dilakukan adalah
memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan (Fogging Fokus)
terutama di wilayah yang terdapat penderita DBD yang mmpunyai
sentral opname dari puskesmas maupun rumah sakit.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 27


BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN

Upaya kesehatan merupakan pelaksanaan program pembangunan di bidang


kesehatan. Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan yaitu
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya
pelayanan kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Berikut ini
diuraikan upaya kesehatan yang dilakukan selama tahun 2014.

A. PELAYANAN KESEHATAN
1. Upaya kesehatan Ibu dan Anak
Upaya kesehatan ibu dan anak diharapkan mampu menurunkan angka
kematian. Indikator angka kematian yang berhubungan dengan ibu dan anak
adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatal (AKN), Angka
Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA).
Komitmen global dalam MDGs menetapkan target terkait kematian ibu dan
kematian anak yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu hingga tiga per empat
dalam kurun waktu 1990-2015 dan menurunkan angka kematian anak hingga
dua per tiga dalam kurun waktu 1990-2015.
1.1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
Pelayanan kesehatan ibu hamil dilakukan melalui pemberian pelayanan
antenatal sekurang-kurangnya 4 kali selama masa kehamilan, dengan
distribusi waktu minimal 1 kali pada trimester pertama, 1 kali trimester
kedua dan 2 kali trimester ketiga.
Kegiatan pelayanan antenatal meliputi pengukuran berat badan, tekanan
darah, pemeriksaan tinggi fundus uteri, imunisasi TT serta pmberian
tablet besi pada ibu hamil selama masa kehamilan. Titik berat
kegiatannya adalah promotif dan preventif dan hasilnya terlihat dari
cakupan K1 dan K4. Untuk mengukur akses pelayanan ibu hamil,
menggambarkan besaran ibu hamil yang melakukan kunjungan pertama
ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Indikator
ini digunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan antenatal dan
kemampuan program dalam menggerakkan masyarakat. Cakupan K4
adalah gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapatakan
pelayanan antenatal sesuai standar minimal empat kali kunjungan
selama masa kehamilannya. Inidikator ini berfungsi untuk
menggambarkan tingkat perlindungan dan kualitas pelayanan kesehatan
pada ibu hamil.
Gambaran cakupan K1 dan K4 di Kota Bima dapat terlihat pada tabel
berikut :

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 28


Grafik 22. Gambaran cakupan K1 dan K4 di Kota Bima
Tahun 2014
K1 K4

1000
900

800

700

600

500

400

300

200

100

0
RasanaE RasanaE
Mpunda Raba Asakota
Barat Timur
K1 874 865 429 928 779
K4 855 850 390 908 743

Grafik 23. Distribusi Perkembangan K1 & K4 Tahun 2008 s/d 2014


di Kota Bima
K1 K4 SELISIH K1 & K4

150

100

50

0
200 200 201 201 201 201 201
K1 91.2 97 92.8 99.3 95.1 98.5 102
K4 84.7 91.8 86.6 94.1 87.7 90.9 98.3
SELISIH K1 & K4 6.56 5.18 6.27 5.2 7.38 7.59 3.4

1.2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin dan Pelayanan Kesehatan Ibu


Nifas
Komplikasi dan kematian ibu dan bayi baru lahir sebagian besa terjadi
pad masa disekitar persalinan. Hal ini antara lain disebabkan
pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai
kompetensi kebidanan. Cakupan pertolongan persalinan adalah

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 29


cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kematian ibu terkait dengan penolong persalinan dan tempat/fasilitas
persalinan. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terbukti
berkontribusi terhadap turunnya risiko kematian ibu. Demikian pula
dengan tempat/fasilitas kesehatan juga akan semakin menekan risiko
kematian ibu.
Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan akses masyarakat pada
pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas yaitu mengusahakan tenaga
kesehatan dalam jumlah yang memadai dengan kualitas yang sebaik-
baiknya terutama bidan, menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan
yang terbaik sesuai dengan standar terutama penyediaan Pelayanan
Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) selama 24 Jam,
menggerakkan seluruh lapisan masyarakat utamanya untuk
pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dengan Pencegahan
Komplikasi (P4K).
Masa nifas merupakan masa 6-8 minggu pasca persalinan dimana
organ reproduksi mulai mengalami masa pemulihan untuk kembali
normal, walau pada umumnya organ reproduksi mulai mengalami masa
pemulihan untuk kembali normal, waktu 3 bulan pasca persalinan.
Dalam masa nifas, ibu memperoleh pelayanan kesehatan yang meliputi
pemeriksaan lokhia dan cairan per vaginam, pemeriksaan payudara dan
pemerian anjuran ASI Ekslusif, pelayanan keluarga berencana pasca
persalinan dan lain sebagainya. Karena dengan perawaan nifas yang
tepat akan memperkecil risiko kelainan bahkan kematian ibu nifas.

Grafik 24. Distribusi Linakes, Yankes Nifas & Bufas Vit. A


di Kota Bima Tahun 2014

LINAKES YANKES NIFAS BUFAS VIT A

1000

500

0
Rasa Mpu Rasa Raba Asak
LINAKES 747 746 339 796 883
YANKES NIFAS 728 750 339 795 693
BUFAS VIT A 728 750 339 795 693

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 30


Grafik 25. Distribusi Perkembangan Linakes & Yankes Nifas
Tahun 2008 s/d 2014 di Kota Bima
LINAKES YANKES NIFAS

95
89,22 91 90,9
90 87,81 84,82
85 82,48 80,4882,61 84,91
82,983,01
80,84 80,02
80 76,41
75
70
65
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

1.3. Penanganan Komplikasi Maternal dan Neonatal


Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses yang
dialami ketika berlangsung secara normal, namun telah diperkirakan
bahwa sekitar 20% dari ibu hamil akan mengalami komplikasi
kebidanan. Komplikasi maternal adalah kesakitan pada ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifas dan atau janin dalam kandungan baik langsung
maupun tidak langsung termasuk penyakit menular dan tidak menular
yang dapat mengancam jiwa ibu dan atau janin yang disebabkan oleh
trauma/kecelakaan. Adapun penanganan komplikasi/ kegawatdaruratan
yang mendapat pelayanan kesehatan sampai selesai (tidak termasuk
kasus yang dirujuk untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut).
Adapun yang dimaksud dengan neonatal komplikasi adalah yaitu bayi
usia 0-28 hari dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan
kesakitan dan kematian seperti asfiksia, tetanus neonatorum, sepsis,
trauma lahir, BBLR, sindroma gangguan pernafasan dan kelainan
neonatal. Sedangkan yang dimaksud dengan penanganan neonatal
komplikasi adalah neonatal sakit atau neonatal dengan kelainan yang
mendapat pelayanan sesuai standar oleh tenaga kesehatan (dokter,
bidan atau perawat) baik dirumah, sarana pelayanan kesehatan dasar
maupun sarana pelayanan kesehatan rujukan.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 31


Grafik 26. Distribusi Penanganan Komplikasi Kebidanan &
Penanganan Komplikasi Neonatal
di Kota Bima Tahun 2014
PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN
PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL

300

250

200

150

100

50

0
RasanaE RasanaE
Mpunda Raba Asakota
Barat Timur
PENANGANAN 142 124 101 251 174
KOMPLIKASI
KEBIDANAN
PENANGANAN 59 67 39 112 61
KOMPLIKASI
NEONATAL

Grafik 27. Distribusi Perkembangan Penanganan Komplikasi


Kebidanan & Penanganan Komplikasi Neonatal
Tahun 2008 s/d 2014 di Kota Bima

120
100
80
60
40
20
0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

PENANGANAN 62.86 36.25 54.22 74.06 93.59 107.33 103.88


KOMPLIKASI
KEBIDANAN
PENANGANAN 81.48 96.05 89.89 94 35.97 40.46 68.2
KOMPLIKASI
NEONATAL

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 32


1.4. Pelayanan Kesehatan Bayi
Pelayanan kesehatan bayi adalah pelayanan kesehatan sesuai standar
yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada bayi sedikitnya 4 kali
selama periode 29 hari sampai dengan 11 bulan setelah lahir. Hal ini
bertujuan untuk meningkatakan akses bayi terhadap pelayanan
kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan
pada bayi sehingga cepat mendapat pertolongan, pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit melalui pemantauan pertumbuhan,
imunisasi serta peningkatan kualitas hidup bayi dengan stimulusi tumbuh
kembang. Dengan demikian hak anak mendapatkan pelayanan
kesehatan terpenuhi. Program ini terdiri dari pemberian imunisasi dasar
(BCG, DPT/HB1-3, Polio 1-4 dan campak).
Pada tahun 2014, cakupan pelayanan kesehatan bayi di Kota Bima yaitu
sebesar 99 % dimana sudah melewati target SPM Nasional sebesar 90
%.
1.5. Pelayanan Kesehatan Anak Balita
Batasan anak balita adalah setiap anak yang berada pada kisaran umur
12-59 bulan. Pelayanan kesehatan anak balita meliputi pelayanan pada
anak balita sakit dan sehat. Pelayanan yang diberikan oleh setiap
tenaga kesehatan sesuai standar yang meliputi : Pelayanan pemantauan
pertumbuhan minimal 8 kali setahun yang tercatat dalam buku KIA/KMS.
Pemantauan pertumbuhan adalah pengukuran berat badan anak balita
setiap bulan yang tercatat pada Buku KIA/KMS, bila berat badan anak
balita tidak naik dalam 2 bulan berturut turut atau berat badan anak
balita dibawah garis merah, dirujuk ke sarana pelayanan
kesehatan.Pemberian vitamin A dosis tinggi (200.000 IU) dua kali
setahun.

Grafik 28. Distribusi Sasaran, Pelayanan Anak Balita & Mendapat


Vit. A di Kota Bima Tahun 2014
SASARAN PELAYANAN ANAK BALITA MENDAPAT VIT A

2
1,5
1
0,5
0
RasanaE Mpunda Ra
Barat T

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 33


1.6. Pelayanan Kesehatan pada Siswa SD dan Setingkat
Pelayanan kesehatan pada siswa SD dan setingkat dilaksanakan
melalui penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat. Hal ini dilakukan
untuk mendeteksi secara dini masalah kesehatan pada siswa SD/MI
kelas 1. Kegiatan penjaringan kesehatan terdiri dari :
a. Pemeriksaan tinggi badan
b. Pemeriksaan Berat Badan
c. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut
d. Pemeriksaan ketajaman indera (penglihatan dan pendengaran)
e. Pemeriksaan kesehatan jasmani.

Grafik 29. Distribusi Anak SD Atau Setingkat yang Mendapat


Yankes di Kota Bima Tahun 2014

1000

500

0
Rasa Mpu Rasa Raba Asak
SASARAN 0 533 285 759 641
MENDAPAT 0 452 254 649 464
PELAYANAN
KESEHATAN

Grafik 30. Distribusi Cak. Penjaringan Kesehatan Siswa


SD & Setingkat Per Kecamatan Tahun 2014

100% 100 100 100 100 100


90%
80%
70%
60%
50% 84.8 89.12 85.51
40% 72.39
30%
20%
10%
0% 0
RasanaE Mpunda RasanaE Raba Asakota
Barat Timur

TARGET PERSENTASE

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat pada tahun


2014 di Kota Bima sebesar 82,01 %. Diharapkan cakupan ini dapat
mencapai 100% pada tahun 2015.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 34


2. Perbaikan Gizi Masyarakat
Program perbaikan gizi di Kota Bima dilakukan melalui upaya penanggulangan
gizi masyaraakt dan upaya peningkatan gizi masyarakat. Adapun upaya
penanggulangan gizi masyarakat meliputi berbagai upaya antara lain Usaha
Perbaikan Gizi Masyarakat, Penanggulangan Kurang Energi Kronik (KEK),
Penanggulangan Kekurangan Vitamin A, Penanggulangan Anemia Gizi serta
usaha peningkatan status gizi melalui pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Sementara uapya peningkatan gizi masyarakat dilakukan melalui
pemasyarakatan keluarga sadar gizi (Kadarzi) dan Pengembangan Jaringan
Informasi Pangan dan Gizi. Melalui :
a. Pemberian Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil (Fe)
Saat hamil, kebutuhan zat besi meningkat dua kali lipat dari kebutuhan
sebelum hamil. Hal ini terjadi karenan sebelum hamil volume darah
meningkat sampai 50%, sehingga perlu lebih banyak zat besi untuk
membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin dan plasenta yang
sangat pesat juga memerlukan zat besi. Dalam keadaan hamil, suplemen
zat besi dari makanan belum cukup sehingga dibutuhkan suplemen berupa
tablet Fe. Oleh karenanya dalam rangka penanggulangan permasalahan
anemia gizi.
Cakupan pemberian tablet Fe di Kota Bima pada tahun 2014 sebesar
95,05% untuk tablet Fe 1 (30 Tablet) dan 91,88% untuk tablet Fe3 (90
tablet).Cakupan pemberian tablet Fe dapat dilihat pada grafik berikut ini :

Grafik 31.
Distribusi Cakupan pemberian Tablet Fe Per Kecamatan
di Kota Bima Tahun 2014

5000

4000

3000

2000

1000

0 RasanaE RasanaE Kota


Mpunda Raba Asakota
Barat Timur Bima

BUMIL 890 930 463 996 798 4.077


FE 1 874 865 429 928 779 3,875
FE 3 855 850 390 908 743 3,746

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 35


Grafik 32. Distribusi persentase kepatuhan mengkonsumsi Fe
per Kecamatan di Kota Bima Tahun 2014

Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe diukur dari ketepatan jumlah talet yang


dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi dan frekuensi konsumsi per
hari.

b. Pemberian Kapsul Vitamin A


Vitamin A merupakan salah satu zat gizi esensial yang penting dalam
membentuk fungsi kekebalan tubuh balita. Kekurangan vitamin A
merupakan salah satu permasalahan gizi yang masih sering ditemukan.
Untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah
membuat kebijakan untuk mendistribusikan kapsul vitamin A dosis tinggi
untuk bayi dan balita. Pemberian vitamin A pada bayi dan balita biasanya
dilakukan secara rutin sebayak dua kali per tahun yaitu di bulan pebruari
dan agustus.

Grafik 33. Distribusi Pemberian Vitamin A Per Kecamatan di Kota


Bima Tahun 2014
16000
14000
12000
10000
8000
6000
4000
2000
0
RasanaE RasanaE Kota
Mpunda Raba Asakota
Barat Timur Bima
BAYI 979 902 376 725 694 3676
ANAK BALITA 3197 2055 1071 2385 1835 10543
BALITA 4176 2957 1447 3110 2529 14219

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 36


Grafik 34. Distribusi Cakupan Pemberian Vit. A Per Kecamatan di
Kota Bima Tahun 2014

150

99,16
100 90
76,71
71,1
50

0
Rasanae Rasanae
Mpunda Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur
TARGET 90 90 90 90 90 90
BAYI 121,01 106,75 89,1 80,02 95,72 99,16
ANAK BALITA 98,79 60,8 63,45 65,81 63,28 71,1
BALITA 103,24 69,99 68,58 68,65 69,77 76,71

c. Pemberian ASI Ekslusif


ASI Ekslusif adalah intervensi yang paling efektif untuk mencegah kematian
anak. Cara pembeiran makanan pada bayi yang baik dan benar adalah
menyusui bayi secara ekslusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan dan
meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan. Mulai umur 6 bulan,
bayi mendapat makanan pendamping ASI yang bergizi sesuai dengan
kebutuhan tumbuh kembangnya.
Persentase pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 Bulan di Kota Bima
sebesar 61,3 %.
3. Pelayanan Imunisasi
Program Imunisasi yang ditujukan bagi bayi, anak usia sekolah dasar, wanita
usia subur, ibu hamil merupakan upaya untuk mencegah penyakit-penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasiseperti TBC, Diphteri, Pertusis, Hepatitis
B, Polio, Tetanus dan Campak.
a. Imunisasi Dasar pada Bayi
Imunisasi merupakan bagian dari pemberian vaksin (virus yang dilemahkan)
ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap jenis
penyakit tertentu. Sebagai salah satu kelompok yang menjadi sasaran
program imunisasi, setiap bayi wajib mendapatkan lima imunisasi dasar
lengkap yang terdiri dari : 1 dosis BCG, 3 Dosis DPT, 4 Dosis Polio, 1 Dosis
Hepatitis dan 1 Dosis Campak.
Beberapa jenis imunisasi lengkap dan manfaat imunisasi yang diberikan
antara lain adalah :
- Imunisasi DPT dan Hepatitis B

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 37


Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit Difteri,
Pertusis, dan Tetanus. Penyakit difteri dapat menyebabkan
pembengkakan dan penyumbatan pernafasan, serta mengeluarkan
racun yang dapat melemakan otot jantung. Penyakit pertusis yang dalam
kondisi berat bisa menyebabkan terjadinya pneumonia. Pemberian
vaksin hepatitis B ini berguna untuk mencegah virus hepatitis B yang
dapat menyerang dan merusak hati dan bila itu terus terjadi sampai si
anak dewasa akan bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker hati.

Grafik 35. Distribusi Cakupan Immunisasi Dasar Per Kecamatan


di Kota Bima Tahun 2014
TARGET DPT-HB3 (%) CAKUPAN (%)

150

100

50

0
Rasana Mpund Rasana Raba Asakot Kota
TARGET DPT-HB3 (%) 95 95 95 95 95 95
CAKUPAN (%) 107 85 82 134 86 101

- Imunisasi BCG
Pemberian vaksinasi dan juga imunisasi BCG ini bermanfaat untuk
mencegah timbulnya penyakit TBC. Dilakukan sekali pada bayi sebelum
usia 3 bulan. Biasanya dilakukan bila bayi berusia 1 bulan.

Grafik 36. Distribusi Cakupan Immunisasi BCG Per Kecamatan


di Kota Bima Tahun 2014
TARGET BCG CAKUPAN

140
120 97,73 96,74 122,18 96,46 98,28
100 75,54
80
95

95
95

95
95

95

60
40
20
0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

- Imunisasi Polio 4
Diberikan untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyeabkan
kelumpuhan atau kecacatan. Imunisasi diberikan sebanyak 4 kali yaitu
saat bayi berusia 1 sampai 4 bulan.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 38


Grafik 37. Distribusi cakupan immunisasi polio di Kota Bima
Tahun 2014
TARGET POLIO 4 CAKUPAN

150
133,66
107,05
100,32
100
82,23 90
84,62 80
50

0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

- Imunisasi Campak
Pemberian imunisasi campak diberikan untuk mencegah penyakit
campak, pemberiannya hanya sekali saja yaitu pada saat anak usia 9
bulan. Pemberiannya dapat diulang pada saat anak masuk SD atau
mengikuti program BIAS ( Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Grafik 38. Distribusi cakupan immunisasi Campak


per Kecamatan di Kota Bima Tahun 2014

160
140 142,72
120
95
100
80 94,578
89,122 68,01 74,483
60 78,698
40
20
0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

TARGET CAMPAK CAKUPAN

- Imunisasi Dasar Lengkap


Imunisasi dasar lengkap merupakan bayi yang telah mendapatkan
imunisasi dasar lengkap meliputi satu kali imunisasi Hepatitis B, satu kali
imunisasi BCG, tiga kali imunisasi DPT-HB, empat kali imunisasi polio,
dan satu kali imunisasi campak.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 39


Grafik 39. Distribusi cakupan immunisasi dasar lengkap
per Kecamatan di Kota Bima Tahun 2014

160
140 142,6
120
100 95
80 88,628 94,065
78,462 72,828
60 68,009
40
20
0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

TARGET CAKUPAN IMMUNISASI DASAR LENGKAP

Grafik 40. Distribusi cakupan immunisasi dasar dilihat dari


target dan capaian di Kota Bima Tahun 2014
TARGET PERSENTASE

105
101
100,32
100 98,28
94,58 94,07
95
95

95

95

90
90

90

85

80
DPT3+HB3 CAMPAK BCG POLIO 4 IDL

Indikator lain yang diukur untuk menilai keberhasilan pelaksanaan


imunisasi melalui UCI ( Universal Child Imunization). UCI merupakan
gambaram desa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi (0-11 bulan)
yang ada di desa/kelurahan tersebut yang sudah mendapat imunisasi
dasar lengkap. Dari 38 kelurahan yang ada di Kota Bima, 65,8% telah
mencapai kelurahan UCI. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama baik lintas
sektor maupun lintas pogram yang ada di Puskesmas se-Kota Bima
serta Dinas Kesehatan khususnya lagi peran serta Posyandu.
Grafik 41. Distribusi Kelurahan UCI ( Universal Child
Imunization) Di Kota Bima Tahun 2014
Target Pencapaian (%)

100 100 95 95
100 95 95 95

80 70 65,8
60 50 50
40 28,57
20
0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota Kota
Barat Timur Bima

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 40


b. Imunisasi Pada Ibu Hamil
Ibu hamil juga merupakan populasi yang rentan terhadap infeksi penyakit
menular, oleh karenanya program imunisasi juga ditujukan untuk ibu hamil.
Cakupan Imunisasi TT2+ ( Ibu hamil yang telah mendapat imunisasi TT
Minimal 2 dosis) pada tahun 2014 di Kota Bima sebesar 48,8 %.

B. AKSES DAN MUTU PELAYANAN


1. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Tujuan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) adalah
untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh
masyarakat miskin agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Kepesertaan Jamkesmas di Kota Bima tahun 2014 sejumlah jiwa dengan
jumlah kunjungan/ pelayanan sebagai berikut :

Grafik 42. Distribusi jumlah peserta asuransi kesehatan di Kota Bima


Tahun 2014

100.000

50.000
PERSENTASE
JUMLAH
0
PBI APBN PBI APBD PBPU/MANDIRI JKN

JUMLAH 50.395 3.337 27.225 80.957


PERSENTASE 32,22 2,13 17,41 51,76

2. Kunjungan Rawat Jalan dan Rawat Inap


Grafik 43. Distribusi Rawat Jalan dan Rawat Inap Tingkat Puskesmas
di Kota Bima Tahun 2014

0.04

0.02

0
RasanaE
Paruga Mpunda PenanaE Asakota
Timur

Rawat Jalan 28.453 36.287 10.445 20.48 27.372


Rawat Inap 1.029 1.424

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 41


3. Kunjungan Gangguan Jiwa

Grafik 44. Distribusi Kunjungan Gangguan Jiwa di Puskesmas


Se Kota Bima Tahun 2014

2893

891 932 800

127 143

PARUGA MPUNDA RASANAE PENANAE ASAKOTA KOTA


TIMUR BIMA

KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA

4. Angka Kematian Pasien di RS


5. Indikator Kinerja Pelayanan di RS

C. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT


1. Rumah Tangga ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat merupakan rumah tangga
yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi
persallinan oleh tenaga kesehatan, bayi diberi ASI Ekslusif, balita ditimbang
setiap bulan, menggunaka air bersih, mencuci tangan dengan iar bersih dan
sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah sekali
seminggu, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap
hari dan tidak merokok di dalam rumah.
Cakupan rumah tangga berperilaku bersih dan sehat yaitu jumlah rumah
tangga berperilaku hidup bersih dan sehat di suatu wilayah pada periode waktu
tertentu dibagi dengan jumlah rumah tangga yang dipantau/disurvei di wilayah
dan pada kurun waktu yang sama.
Grafik 45. Distribusi Rumah Tangga Ber-PHBS Tingkat Kecamatan
Se Kota Bima Tahun 2014

1200
1000

800

600

400

200

0
RasanaE RasanaE Kota
Mpunda Raba Asakota
Barat Timur Bima

RT DIPANTAU 210 210 210 210 210 1050


RT DIPANTAU
RT BER-PHBS 136 RT BER-PHBS
138 133 PERSENTASE
140 150 697
PERSENTASE 64.8 65.7 63.3 66.7 71.4 66.4
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 42
D. KEADAAN LINGKUNGAN
1. Rumah Sehat
Merupakan rumah yang memenuhi kriteria minimal berupa akses air minum,
akses jamban sehat, lantai, ventilasi dan pencahayaan yang dihitung kumulatif
dari tahun sebelumnya. Rumah yang dibina adalah rumah yang tidak
memenuhi syarat kesehatan akan dibina untuk menjadi rumah tangga sehat
melalui pemantauan dan evaluasi.
Grafik 46. Distribusi Rumah Sehat Tingkat Kecamatan se Kota Bima
Tahun 2014

RasanaE RasanaE Kota


Mpunda Raba Asakota
Barat Timur Bima
RUMAH DIBINA 1.673 2.986 2.653 1.983 723 10.018
RUMAH DIBINA,MEMENUHI SYARAT 579 2.547 2.263 1.384 152 6.925
RUMAH SEHAT 4.989 7.552 7.983 8.473 3.130 32.127

Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah rumah yang tidak sehat masih cukup
tinggi, yakni 6.893 rumah dari total jumlah rumah yang ada di Kota Bima pada
tahun 2014 : 39.020 rumah. Sedangkan rumah sehat sebanyak 32.127
(82,33%, target 82%) . Hal ini menunjukan mulai adanya rasa kepedulian
masyarakat dalam berpartisipasi untuk meningkatkan akses sanitasi yang
layak, serta masih perlu untuk terus dilakukan upaya-upaya pemberdayaan
masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam
menciptakan rumah yang sehat.

2. Akses Air Minum Yang Layak


Grafik 47. Distribusi Air Minum Yang Layak Tingkat Kecamatan se Kota
Bima Tahun 2014
Persentase Penduduk Yang Memiliki Akses Air Minum

96
94
92 88.18
94.43 87.59
90 86.62 85.71 85.37
88
86
84
82
80
RasanaE RasanaE Asakota
Barat Timur

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 43


Grafik 48. Distribusi Penduduk Yang Memiliki Akses Air Minum Tingkat
Kecamatan se Kota Bima Tahun 2014

200.000

150.000

100.000

50.000

0
RasanaE RasanaE Kota
Mpunda Raba Asakota
Barat Timur Bima

Jumlah Penduduk 30.610 34.143 35.648 38.223 17.776 156.400


Penduduk Yang Memliki Akses Air 26.514 32.241 31.223 32.760 15.174 137.912
Minum

Grafik 49. Distribusi Sumber Air Yang Layak Tingkat Kecamatan


se Kota Bima Tahun 2014

6000

4000

2000

0
SGT SGDP SBDP TA MAT PAH PIPA
RasanaE Barat 571 0 68 4 0 4 4.520
Mpunda 189 96 53 3 0 13 5.271
RasanaE Timur 56 0 7 5 0 12 2.666
Raba 87 84 199 3 0 9 5.565
Asakota 277 0 295 7 0 52 3.794

Grafik 50. Distribusi Penyelenggara Air Minum Yang Memenuhi Syarat


Tingkat Kecamatan se Kota Bima Tahun 2014

12 11
10
10 9 9
8
6
6 5 4 5 5
4
4 3 3 33
2
2
0
RasanaE Mpunda RasanaE Raba Asakota
Barat Timur

PENYELENGGARA AIR MINUM SAMPLE DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT

Dari grafik di atas terlihat gambaran bahwa hampir semua kecamatan di Kota
Bima penduduknya sudah memiliki akses air minum yang layak, hanya di
RasanaE Timur saja yang belum semua penduduknya memiliki akses air
minum yang layak.Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis wilayah Rasanae

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 44


Timur.Dari target yang di harapkan tercapai di 2014 : 62,07% penduduk
memiliki akses air minum yang layak semua kecamatan sudah di atas target
kecuali Rasanae Timur.
Akses air minum ini diperoleh dari berbagai sumber di antaranya : Sumur Gali,
Perpipaan (PDAM), Sumur Bor, Sumur Pompa Tangan , Mata Air dll.
Dari semua sumber tersebut di atas yang paling banyak di pergunakan oleh
penduduk adalah: Sumber Air Perpipaan.
Rasanae Timur memiliki kondisi geografis di mana daerahnya berbukit dan
memiliki sumber air yang banyak sehinggga perlu dilakukan pengawasan
secara rutin untuk perbaiki sarana secara rutin

3. Akses Sanitasi Yang Layak

Grafik 51. Distribusi Penduduk Dengan Akses Sanitasi Layak


Tingkat Kecamatan se Kota Bima Tahun 2014

160000
140000
120000
100000
80000
60000
40000
20000
0
RasanaE RasanaE
Mpunda Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

Jumlah Penduduk 34143 35648 17776 38223 30610 156400


Penduduk Dengan Akses Sanitasi 29800 32929 11721 34005 19775 128231
Layak

Grafik 52. Distribusi Jenis Jamban Di Kecamatan se Kota Bima


Tahun 2014

6000 5229
4697 4798
5000
4000
2384 2807
3000
2000
223
1000 45 0 31 0 20 30 0 7 81 0 56 49 0 0
0
RasanaE Mpunda RasanaE Raba Asakota
Barat Timur

KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG

Dilihat dari grafik di atas, penduduk dengan akses sanitasi layak di Kota Bima
baru mencapai 128.231 ribu jiwa atau (81,99%) dari jumlah penduduk Kota
Bima sebesar 156,400 ribu jiwa.Berdasarkan prosentase tersebut Kota Bima

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 45


masih belum mencapai target yang diharapkan. Sehingga kegiatan Sanitasi
Total Berbasis Masyarakat perlu lebih ditingkatkan guna meningkatkan akses
masyarakat pada sanitasi yang layak.
Akses sanitasi diharapkan meningkat apabila dilakukan kerja sama dengan
pokja sanitasi Kota Bima

4. STBM
Grafik 53. Distribusi Kelurahan Yang Melaksanakan STBM se Kota
Bima Tahun 2014
38 38
40
35
30
25
20
15 10 10 11 11
7 7
10 6 6
33 4 4 5 5
5 00 22 0 0 00
0
RasanaE Mpunda RasanaE Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

Jumlah Kelurahan Kelurahan Melaksanakan STBM


Kelurahan Stop BABS Kelurahan STBM

Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa semua Kelurahan yang ada di Kota
Bima sudah terintervensi STBM (38 Kelurahan) , namun Kelurahan yang STOP
BABS atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) baru 5 (Lima)
Kelurahan. Hal ini terkendala oleh masih kecilnya peran serta masyarakat
dalam upaya penyediaan Sarana Sanitasi Dasar yang layak.

5. Tempat-tempat Umum dan Pengelolaan Makanan Memenuhi Syarat


Tempat Tempat Umum (TTU) dan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang dan berpotensi menjadi
tempat penyebaran penyakit. TPM meliputi htel, restoran/rumah maan, pasar
dan lain-lain.
Setiap tahunnya Dinas Kesehatan Kota Bima melakukan pembinaan dan
pemeriksaan ke berbagai tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan
makana yang tersebar di 5 kecamatan. Pemeriksaan dimaksudkan untuk
melihat kondisi TTU/TPM, apakah tergolong TTU/TPM sehat atau harus ada
pembenahan aga memenuhi kategori TTU/TPM sehat.
TPM sehat adalah tempat umum dan tempat pengelolaan makanan yang
memenuhi syarat kesehatan yakni memiliki sarana air bersih, tempat
pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas
lantai yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan memiilki pencahayaan
yang memadai.

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 46


Grafik 54. Distribusi TTU Yang Memenuhi Syarat se Kota
Bima Tahun 2014
Jumlah TTU TTU Yang Memenuhi Syarat

250 222
187
200
150
100 51 43 50 49
43 36 41 36 30
50 30

0
RasanaE Mpunda RasanaE Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

Grafik 55. Distribusi Persentase TTU Pada Sarana Pendidikan


Se Kota Bima Tahun 2014

100

80

60

40

20

0
RasanaE RasanaE
Mpunda Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

SD 64.7 68.8 75 77.3 76.5 72.7


SLTP 83.3 83.3 66.7 66.7 83.3 77.8
SLTA 87.5 87.5 100 85.7 75 85.7

SD SLTP SLTA

Grafik 56. Distribusi Persentase TTU Pada Sarana Kesehatan


Se Kota Bima Tahun 2014
Puskesmas Rumah Sakit

100

80

60

40

20

0
RasanaE Barat Mpunda RasanaE Timur Raba Asakota Kota Bima

Puskesmas 100 100 100 93,3 100 98,4

Rumah Sakit 0 100 0 0 0 100

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 47


Grafik 57. Distribusi Persentase TTU Pada Sarana Penginapan/Hotel
Se Kota Bima Tahun 2014
Berbintang Non Bintang

100

80

60

40

20

0
RasanaE Barat Mpunda RasanaE Timur Raba Asakota Kota Bima

Berbintang 0 0 0 0 0 0

Non Bintang 100 100 0 100 0 100

Dilihat dari grafik di atas dari 222 TTU (Tempat-Tempat Umum) yang ada dan
diperiksa yang memenuhi syarat hanya 187 TTU atau 84,234%.Dari
presentase yang ada menunjukan sudah melampoi target 82 % TTU yang
memenuhi syarat di 2014. Berdasarkan hal ini tetap perlu dilakukan pembinaan
yang lebih intensif sehingga kasus penyakit yang disebarkan pada tempat-
tempat umum dapat dikendalikan.

Grafik 58. Distribusi Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)


Menurut Status Higiene Sanitasi Se Kota Bima Tahun 2014
Jumlah TPM Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat

350 304
300
250
200 167
106 137
150
100 51 66 27
64 34 5633 17
30 21 30 40
50 23 10
0
RasanaE Barat Mpunda RasanaE Raba Asakota Kota Bima
Timur

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 48


Grafik 59. Distribusi Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
Di Bina dan Diuji Petik Se Kota Bima Tahun 2014

40 40
40 34
34
35 30 30
30
23 23
25
20 15
15 11 12 10
10
10 5
3
5
0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota
Barat Timur

Jumlah TPM Tidak Memenuhi Syarat TPM Dibina TPM Diuji Petik

Dilihat dari grafik di atas dari 304 TPM (Tempat Pengolahan Makanan) yang
ada dan diperiksa yang memenuhi syarat hanya 167 TPM atau 54,93%.Dari
presentase yang ada masih dibawah target 70 % TPM yang memenuhi syarat
di 2014. Berdasarkan hal tersebut di atas perlu di lakukan pembinaan secara
kontinyu agar kasus keracunan makanan maupun penyebaran penyakit yang
diakibatkan oleh kurang hygienenya Tempat Pengolahan Makanan dapat
diturunkan.

6. Ketersediaan Obat
Table 7. Ketersediaan Obat Di Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Dinas
Kesehatan Kota Tahun 2014

SATUAN TOTAL SISA JUMLAH


NO NAMA OBAT KEBUTUHAN
TERKECIL PENGGUNAAN STOK OBAT/VAKSIN

1 2 3 4 5 6 7
1 Alopurinol tablet 100 tablet
29.600 21.000 50.600
2 Aminofilin tablet 200 tablet
10.000 19.700 6500 26.200
mg
3 Aminofilin injeksi 24 tablet
mg/ml 848 570 1.418,
4 Amitripilin tablet salut tablet
25 mg (HCL) 4.798 46.200 50998,00
5 Amoksisilin kapsul kapsul
250 mg 67.600 48.000 48.400 96000,00
6 Amoksisilin kaplet kaplet
500 mg 824.333 722.600 722.600 1445200,00
7 Amoksisilin sirup botol
kering 125 mg/ 5 mg 8.188 5.440 5.440 10880,00
8 Metampiron tablet tablet
500 mg 0 0 0 0
9 Metampiron injeksi ampul
250 mg 0 0 0 0
10 Antasida DOEN I tablet
tablet kunyah,
kombinasi :Aluminium
Hidroksida 200 mg + 220.500 224.600 231.800 456400,00
Magnesium
Hidroksida 200 mg
11 Anti Bakteri DOEN tube
saleb kombinasi :
Basitrasin 500 IU/g + 1.900 1.899 2.674 4573,00
polimiksin 10.000 IU/g

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 49


12 Antihemoroid DOEN supp
kombinasi : Bismut
Subgalat 150 mg + 1.518 620 900 1520,00
Heksaklorofen 250
mg
13 Antifungi DOEN pot
Kombinasi : Asam
2.830 0 0 0
Benzoat 6% + Asam
Salisilat 3%
14 Antimigren : tablet
Ergotamin tartrat 1 21.540 1.400 400 1800,00
mg + Kofein 50 mg
15 Antiparkinson DOEN tablet
tablet kombinasi :
Karbidopa 25 mg + 0 0 0 0
Levodopa 250 mg
16 Aqua Pro Injeksi vial
Steril, bebas pirogen 7.662 1.040 400 1800,00
17 Asam Askorbat tablet
(vitamin C) tablet 50 362.500 266.000 365.500 631500,00
mg
18 Asam Asetisalisilat tablet
tablet 100 mg 0 0 0 0
(Asetosal)
19 Asam Asetisalisilat tablet
tablet 500 mg 10.000 0 5.000 5.000,00
(Asetosal)
20 Atropin sulfat tablet tablet
0,5 mg 0 0 0 0
21 Atropin tetes mata botol
0,5% 0 0 0 0
22 Atropin injeksi ampul
l.m/lv/s.k. 0,25 mg/mL 311 510 821,00
- 1 mL (sulfat)
23 Betametason krim 0,1 krim
% 4.698 3.368 3.912 7280,00
24 Deksametason Injeksi ampul
I.v. 5 mg/ml 1.700 1.900 3600,00
25 Deksametason tablet tablet
0,5 mg 250.168 177.900 134.300 312200,00
26 Dekstran 70-larutan botol
infus 6% steril 0 150 0 150,00
27 Dekstrometorfan sirup botol
10 mg/5 ml (HBr) 0 4.507 0 4.507,00
28 Dekstrometorfan tablet
tablet 15 mg (HBr) 0 85.000 0 85000,00
29 Diazepam Injeksi ampul
5mg/ml 213 20 400 420,00
30 Diazepam tablet 2 mg tablet
2.000 4.500 9.500 14000,00
31 Diazepam tablet 5 mg tablet
0 1.460 8.400 9860,00
32 Difenhidramin Injeksi ampul
I.M. 10 mg/ml (HCL) 0 440 2.280 2720,00
33 Diagoksin tablet 0,25 tablet
mg 0 500 2.400 2.900,00
34 Efedrin tablet 25 mg tablet
(HCL) 13.333 40.000 13.500 53.500,00
35 Ekstrks belladona tablet
tablet 10 mg 10.500 8.800 41.200 50000,00
36 Epinefrin (Adrenalin) ampul
injeksi 0,1% (sebagai 476 356 504 860,00
HCL)
37 Etakridin larutan 0,1% botol
518 537 0 537,00
38 Fenitoin Natriun ampul
Injeksi 50 mg/ml 0 0 0 0
39 Fenobarbital Injeksi ampul
I.m/I.v 50 mg/ml 0 7 345 352,00
40 Fenobarbital tablet 30 tablet
mg 9.383 4.500 15.600 20100,00
41 Fenoksimetil Penisilin tablet
tablet 250 mg 0 0 0 0
42 Fenoksimetil Penisilin tablet
tablet 500 mg 0 300 6.700 7000,00
43 Fenol Gliserol tetes botol
telinga 10% 0 0 0 0
44 Fitomenadion (Vit. ampul
K1) injeksi 10 mg/ml 0 1.337 5.650 6987,00
45 Fitomenadion (Vit. tablet
K1) tablet salut gula 8.251 3.200 0 3200,00
10 mg
46 Furosemid tablet 40 tablet
mg 0 1.700 2.700 4400,00
47 Gameksan lotion 1 % botol
50 0 0 0
48 Garam Oralit I serbuk sach
Kombinasi : Natrium
0,70 g, Kalium klorida 0 22.000 49.800 71800,00
0,30 g, Tribatrium
Sitrt dihidrat 0,58 g

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 50


49 Gentian Violet botol
0 720 500 1220,00
Larutan 1 %
50 Glibenklamida tablet tablet
10.000 31.600 14.500 46100,00
5 mg
51 Gliseril Gualakolat tablet
311.333 259.000 286.000 545000,00
tablet 100 mg
52 Gliserin botol 0 0 0 0
53 Glukosa larutan infus botol
2.276 2.101 4.289 6390,00
5%
54 Glukosa larutan infus botol
10% 1.240 0 1.240 1240,00
55 Glukosa larutan infus ampul
40% steril (produk 0 0 16 16,00
lokal)
56 Griseofulvin tablet tablet
125 mg, micronized 23.000 25.100 31.100 56200,00
57 Haloperidol tablet 0,5 tablet
mg 0 0 0 0
58 Haloperidol tablet 1,5 tablet
mg 0 4.600 11.000 15600,00
59 Haloperidol tablet 5 tablet
mg 89.000 15.900 121.300 137200,00
60 Hidroklorotiazida tablet
tablet 25 mg 0 3.000 60.000 63000,00
61 Hidrkortison krim tube
2,5% 6.026 2.911 449 3360,00
62 Ibuprofen tablet 200 tablet
mg 0 39.500 135.500 175000,00
63 Ibuprofen tablet 400 tablet
mg 183.700 223.600 139.400 363000,00
64 Isosorbid Dinitrat tablet
Tablet Sublingual 5 2.200 1.200 5.000 6200,00
mg
65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet
tablet 500 mg 237.388 71.000 0 71000,00
66 Kaptopril tablet 12,5 tablet
mg 59.238 32.300 24.700 57000,00
67 Kaptopril tablet 25 mg tablet
51.752 38.200 14.800 53000,00
68 Karbamazepim tablet tablet
200 mg 0 1.900 2.100 4000
69 Ketamin Injeksi 10 vial
mg/ml 0 0 0 0
70 Klofazimin kapsul 100 kapsul
mg microzine 0 0 0 0
71 Kloramfenikol kapsul kapsul
250 mg 29.000 44.500 43.000 87500,00
72 Kloramfenikol tetes botol
telinga 3 % 3.599 763 3.432 4195,00
73 Kloraniramina tablet
mealeat (CTM) tablet 425.000 303.300 370.800 674100,00
4 mg
74 Klorpromazin injeksi ampul
i.m 5 mg/ml-2ml 0 10 4.748 475800
(HCL)
75 Klorpromazin injeksi ampul
i.m 25 mg/ml (HCL) 0 0 0 0
76 Klorpromazin tablet tablet
salut 25 mg (HCL) 0 0 0 0
77 Klorpromazin HCl tablet
tablet salut 100 mg 7.000 2.000 1.200 3200,00
(HCL)
78 Anti Malaria DOEN tablet
Kombinasi
Pirimetamin 25 mg + 0 0 0 0
Sulfadoxin 500 mg
79 Kotrimosazol botol
Suspensi Kombinasi
:Sulfametoksazol 200 5.843 6.169 4.748 10917,00
mg + Trimetoprim 40
mg/ 5 ml
80 Kotrimosazol DOEN I tablet
(dewasa) Kombinasi :
Sulfametoksazol 400 94.456 102.000 51.400 153400,00
mg, Trimetoprim 80
mg
81 Kotrimosazol DOEN II tablet
(pediatrik) Kombinasi
: Sulfametoksazol 100 0 2.500 34.500 37000,00
mg, Trimetoprim 20
mg
82 Kuinin (kina) tablet tablet
200 mg 1.380 960 3.480 4440,00
83 Kuinin Dihidrokklorida ampul
injeksi 25%-2 ml 100 0 0 0
84 Lidokain injeksi 2% vial
(HCL) + Epinefrin 1 :
7.640 7.530 6.600 14130,00
80.000-2 ml
85 Magnesium Sulfat inj vial
(IV) 20%-25 ml 82 20 409 429,00

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 51


86 Magnesium Sulfat inj vial
0 93 622 715,00
(IV) 40%-25 ml
87 Magnesium Sulfat sach
0 0 - 0
serbuk 30 gram
88 Mebendazol sirup 100 botol
0 0 - 0
mg / 5 ml
89 Mebendazol tablet tablet
200 0 - 0
100 mg
90 Metilergometrin tablet
Maleat
0 5.500 2.230 7730,00
(Metilergometrin)
tablet salut 0,125 mg
91 Metilergometrin ampul
Maleat injeksi 0,200 0 330 - 330,00
mg -1 ml
92 Metronidazol tablet tablet
250 mg 0 0 - 0
93 Natrium Bikarbonat tablet
tablet 500 mg 300 0 - 0
94 Natrium Fluoresein botol
tetes mata 2 % 0 0 - 0
95 Natrium Klorida botol
larutan infus 0,9 % 2.005 1.121 1.679 2800,00
96 Natrium Thiosulfat ampul
injeksi I.v. 25 % 0 0 - 0
97 Nistatin tablet salut tablet
500.000 IU/g 0 0 - 0
98 Nistatin Vaginal tablet tablet
salut 100.000 IU/g 2.000 700 700 1400,00
99 Obat Batuk hitam ( botol
O.B.H.) 1.000 2.159 2.321 4480,00
100 Oksitetrasiklin HCL tube
salep mata 1 % 0 1.024 825 1849,00
101 Oksitetrasiklin injeksi vial
I.m. 50 mg/ml-10 ml 0 20 149 169,00
102 Oksitosin injeksi 10 ampul
UI/ml-1 ml 2.000 4.300 5.009 9309,00
103 Paracetamol sirup botol
120 mg / 5 ml 15.320 10.878 13.742 24620,00
104 Paracetamol tablet tablet
100 mg 0 200 - 200,00
105 Paracetamol tablet tablet
500 mg 533.600 413.600 620.200 1033800,00
106 Pilokarpin tetes mata botol
2 % (HCL/Nitrat) 0 0 0 0
107 Pirantel tab. Score tablet
(base) 125 mg 0 2.300 21.900 24200,00
108 Piridoksin (Vitamin tablet
B6) tablet 10 mg 0 186.000 14.000 200000,00
(HCL)
109 Povidon Iodida botol
larutan 10 % 0 100 115 215,00
110 Povidon Iodida botol
larutan 10 % 0 1.247 462 1709,00
111 Prednison tablet 5 mg tablet
0 49.000 51.900 100900,00
112 Primakuin tablet 15 tablet
mg 0 0 10.000 10000,00
113 Propillitiourasil tablet tablet
100 mg 0 2.600 3.600 6200,00
114 Propanol tablet 40 mg tablet
(HCL) 0 3.500 4.600 8.100,00
115 Reserpin tablet 0,10 tablet
mg 0 0 - 0
116 Reserpin tablet 0,25 tablet
mg 40.000 40000,00
117 Ringer Laktat larutan botol
infuse 0 16.835 16.233 33068,00
118 Salep 2-4, kombinasi: tube
Asam Salisilat 2% + 0 1.549 3.515 5064,00
Belerang endap 4%
119 Salisil bedak 2% kotak
0 1.740 4.189 5929,00
120 Serum Anti Bisa Ular vial
Polivalen injeksi 5 ml 0 12 42 54,00
(ABU I)
121 Serum Anti Bisa Ular vial
Polivalen injeksi 50 ml 0 0 0 0
(ABU II)
122 Serum Anti Difteri vial
Injeksi 20.000 IU/vial 0 0 0 0
(A.D.S.)
123 Serum Anti Tetanus ampul
Injeksi 1.500
0 11 39 50,00
IU/ampul (A.T.S.)
124 Serum Anti Tetanus vial
Injeksi 20.000 IU/vial
0 0 0 0
(A.T.S.)

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 52


125 Sianokobalamin ampul
(Vitamin B12) injeksi 0 600 - 600,00
500 mcg
126 Sulfasetamida botol
Natrium tetes mata 15 0 0 0 0
%
127 Tetrakain HCL tetes botol
0 0 0 0
mata 0,5%
128 Tetrasiklin kapsul 250 kapsul
mg 0 78.000 35.000 113000,00
129 Tetrasiklin kapsul 500 kapsul
mg 0 0 0 0
130 Tiamin (vitamin B1) ampul
injeksi 100 mg/ml 0 0 0 0
131 Tiamin (vitamin B1) tablet
tablet 50 mg 178.500 211.000 157.000 368000,00
(HCL/Nitrat)
132 Tiopental Natrium ampul
serbuk injeksi 1000 0 0 0 0
mg/amp
133 Triheksifenidil tablet 2 tablet
mg 55.200 18.200 46.500 64700,00
134 Vaksin Rabies Vero vial 0 0 0 0
135 Vitamin B Kompleks tablet
tablet 0 200.200 157.000 357200,00
VAKSIN
136 BCG vial 1.474 1.660 290 1950,00
137 TT vial 869 480 520 1000,00
138 DT vial 407 430 0 430,00
139 CAMPAK 10 Dosis vial 1.617 1.590 380 1970,00
140 POLIO 10 Dosis vial 2.442 1.860 140 2000,00
141 DPT-HB vial 1.199 2.250 30 2280,00
142 HEPATITIS B 0,5 ml vial
ADS 0 0 0 ,00
143 POLIO 20 Dosis vial 0 0 0 0
144 CAMPAK 20 Dosis vial
0 0 0 0

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 53


BAB V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

A. SARANA KESEHATAN
1. RSU, Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) dan Jaringannya.
Puskesmas memiliki fungsi sebagai pusat pembangunan berwawasan
kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan
masyarakat primer dan pusat pelayanan kesehatan perorangan primer.
Keadaan sarana kesehatan di Kota Bima dalam jumlah dan distribusi
Puskesmas dan Puskesmas Pembantu sebagai ujung tombak pelayanan
kesehatan dasar telah lebih merata. Dimana 1 Puskesmas melayani 31.280
penduduk. Hal ini sejalan dengan misi Pemerintah Kota Bima untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh
masyarakatnya. Sampai akhir tahun 2014, jumlah puskesmas sebanyak 5 unit
dengan rincian 2 unit Puskesmas perawatan dan 3 unit Puskesmas non
perawatan. Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat,
Puskesmas dibantu satu atau beberapa Puskesmas pembantu. Jumlah
Puskesmas pembantu sampai dengan akhir tahun 2014 sebanyak 19 unit.
Keadaan sarana kesehatan di Kota Bima tahun 2014 dapat dillihat pada tabel
berikut :

Table 8. Keadaan Sarana kesehatan di Kota Bima tahun 2014

TAHUN
NO FASILITAS
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
RUMAH SAKIT UMUM
1 0 0 0 0 0 1 1
DAERAH/SWASTA
2 RUMAH SAKIT JIWA 0 0 0 0 0 0 0
3 RUMAH SAKIT BERSALIN 0 0 0 0 0 0 0
4 RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA 0 0 0 0 0 0 0
5 PUSKESMAS PERAWATAN 2 2 2 2 2 2 2
6 PUSKESMAS NON PERAWATAN 3 3 3 3 3 3 3
7 PUSKESMAS KELILING - - 13 13 13 15 15
8 PUSKESMAS PEMBANTU 19 19 19 19 19 19 19
9 RUMAH BERSALIN 0 0 0 0 0 0 0
10 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 1 1 3 2 2 3 3
11 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 0 0 0 0 0 0
12 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 23 23 34 35 35 52 52
PRAKTK PENGOBATAN
0 0 3 4 5 4 4
13 TRADISIONAL
14 APOTEK 13 16 18 21 26 31 31
15 TOKO OBAT 13 16 7 16 16 16 16
16 GFK 1 1 1 1 1 1 1

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 54


17 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 0
INDUSTRI KECIL OBAT
18 0 0 0 0 0 0 0
TRADISIONAL
19 PRAKTEK BIDAN - - - - 7 7 9
20 LABORATORIUM KLINIK SWASTA - - - - 4 4 4

2. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)


Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang terdapat di
kelurahan menjadi ciri khas bahwa kelurahan tersebut telah menjadi Kelurahan
Siaga Aktif. Dinyatakan demikian karena penduduk di Kelurahan tersebut dapat
mengakses dengan mudah pelayanana kesehatan dasar da mengembangkan
UKBM serta melaksanakan surveilans bebrbasis masyarakat. Berkaitan
dengan indikator pencapaian keurahan siaga aktif dapat dijelaskan bahwa
untuk pengembangan kelurahan siaga sebagai salah satu program utama
dalam program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat pada tahun
2014 yang lebih terarah, terencana, terpadu dan berkesinambungan, akan
dikembangan pola kerjasama dan kemitraan secara berjenjang antar provinsi,
Kabupaten/Kota, Kecamatan/Puskesmas dan desa/kelurahan sebagai sasaran
akhir program pengembangan kelurahan siaga. Kegiatan yang dilaksanakan
terkait pencapaian indikator kelurahan siaga yaitu pembinaan operasional desa
siaga (MODS) yang dilaksanakan di 38 kelurahan karena 38 kelurahan sudah
terbentuk forum kelurahan siaga.

Posyandu
Sebagai indikator peran aktif masyarakat melalui pengembangan UKBM
digunakan persentase desa yang memiliki posyandu. Posyandu merupakan
jenis UKBM yang paling memasyarakat dewasa ini, dimana terdapat 5 kegiatan
utama yakni KIA, KB, Gizi, Imunisasi dan Penanggulangan Diare. Kegiatan
posyandu dilakukan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat.
Kesadaran dan peran aktif masyarakat Kota Bima dalam wahana posyandu
tidak terlepas dari Dukungan Dinas Kesehatan Kota Bima bersama Instansi
terkait dari lintas sektor yang saling bersinergi mendorong meningkatnya jumlah
posyandu yang sebelumnya berada pada level Pratama dan Madya, Meningkat
menjadi Purnama dan Mandiri.
Jumlah posyandu yang ada di Kota Bima Pada Tahun 2014 dapat dilihat pada
tabel berikut:

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 55


Grafik 60. Jumlah Posyandu Berdasarkan Strata Di Puskesmas Se Kota Bima
Tahun 2014
Pratama Madya Purnama Mandiri

140 125
120
100
80
60
40 29 18 19 34 25
22
20 3
13 13
3 0 0 61 2 4 0 4 01 2
00
0

Grafik 61. Jumlah Posyandu Aktif Di Puskesmas Se Kota Bima


Tahun 2014

32
34
26

162
40
30

Rasanae Barat Mpunda Rasanae Timur Raba Asakota Kota Bima

Grafik 62. Jumlah UKBM Di Puskesmas Se Kota Bima Tahun 2014


Poskesdes Polindes Posbindu Posmaldes Pos TB Desa

25
25
21
20 16
15
11
10 8
4 5 6 5 10 6
5 23 32 4 3 3 42 32
1 1 1 111 1 1
0
Rasanae Mpunda Rasanae Raba Asakota Kota Bima
Barat Timur

Grafik 63. Jumlah Desa Siaga Di Puskesmas Se Kota Bima Tahun 2014
Pratama Madya Purnama Mandiri

40
31
30

20
10
10
6 7 7 7
4 4
000 000 000 00 000 00
0

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 56


B. TENAGA KESEHATAN
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional dijelaskan bahwa untuk melaksanakan upaya kesehatan dalam rangka
pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia kesehatan yang
mencukupi dalam jumlah, jenis dan kualitasnya serta terdistribusi secara adil dan
merata. Sumber daya manusia kesehatan terdiri dari tenaga medis, tenaga
kefarmasian, tenaga keperawatan dan kebidanan, tenaga kesehatan masyarakat,
tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga
ketekhnisian medis dan tenaga kesehatan lainnya.
Gambaran mengenai jumlah, jenis dan kualitas serta penyebaran tenaga
kesehatan di Kota Bima diperoleh dari Profil PPSDMK Kota Bima Tahun 2014.

TABEL 9. TENAGA KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN SE KOTA BIMA


TAHUN 2014
NO JENIS TENAGA JUMLAH TENAGA RASIO TH 2014

1 DOKTER SPESIALIS 0 0

2 DOKTER UMUM 20 12.79

3 DOKTER GIGI 4 2,56


TENAGA TEKHNIS
4 KEFARMASIAN 14 8,951

5 APOTEKER 15 10,87
6 TENAGA GIZI 28 17,91

7 TENAGA PERAWAT 171 108,1

8 TENAGA PERAWAT GIGI 13 8,31

9 TENAGA BIDAN 101 126,7

10 TENAGA KESMAS 25 15,98

11 TENAGA SANITASI 23 14,71

12 TENAGA TEKNISI MEDIS 39 24,9

13 FIOTERAPI 1 0.67

TABEL 10. TENAGA KESEHATAN LAINNYA , TENAGA NON KESEHATAN


DI DINAS KESEHATAN KESEHATAN KOTA BIMA TAHUN 2014
NO JENIS TENAGA JUMLAH TENAGA

1 PENGELOLA PROGRAM KESEHATAN 0

2 TENAGA KESEHATAN LAINNYA 0

3. PEJABAT STRUKTURAL 32

4. STAF PENUNJANG ADMINISTRASI 29

5. STAF PENUNJANG TEKHNOLOGI 0

6. STAF PENUNJANG PERENCANAAN 0

7. TENAGA PENDIDIK 0

8. TENAGA KEPENDIDIKAN 0

9. JURU 0
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 57
C. PEMBIAYAAN KESEHATAN
Pembiayaan kesehatan baik yang bersumber dari APBN maupun APBD digunakan
untuk membiayai program program kesehatan yaitu anggaran pembangunan
kesehatan dan anggaran rutin. Anggaran kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dan
program kesehatan berdasarkan kewenangan Dinas Kesehatan Kota Bima tidak
lepas dari adanya dukungan pembiayaan/penganggaran. Adapun sumber
pembiayaan pada tahun 2014 yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan Kota Bima Tahun Anggaran 2014, DIPA TP
BOK, DIPA TP BUK dan Dana Global Fund Malaria. Adapun rincian pembiayaan
Dinas Kesehatan untuk tahun anggaran 2014 adalah sebagai berikut :

Table 11. Sumber Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bima


Tahun 2014
ALOKASI
NO SUMBER BIAYA ANGGARAN
KESEHATAN
Rupiah %

ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:

1 APBD KAB/KOTA 46.417.030.470,- 96,91

a. Belanja Langsung 20.949.818.831,-

b. Belanja Tidak Langsung 25.467.211.639,-

2 APBD PROVINSI 0,- 0

3 APBN : 1.412.500.000,- 2,95

- Dana Dekonsentrasi 0 0,00

- Dana Alokasi Khusus (DAK) 0,- 0

- Askeskin 0,-

- TP BOK 1.412.500.000,- 2,95

- TP BUK 0,- 0

4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 69.364.310,-

- GF Malaria 69.364.310,- 0.14


5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0,- 0,00

TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 47.898.894.780,-

TOTAL APBD KAB/KOTA 643.491.654.111

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 7,21

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 306.258.92

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 58


BAB VI
KESIMPULAN

A. KESIMPULAN
Profil pembangunan kesehatan Kota Bima disusun berdasarkan hasil kegiatan
sepanjang tahun 2014 oleh unit unit kesehatan serta instansi terkait yang berada
dalam wilayah Kota Bima. Berbagai peningkatan telah dicapai sebagai hasil dari
pembangunan kesehatan, sejalan dengan perbaikan kondisi umum serta keadaan
sosial ekonomi masyarakat Kota Bima.
Gambaran tersebut merupakan fakta yang layak dikomunikasikan baik kepada
para penentu kebijakan, kepada pengelola program kesehatan maupun kepada
instansi lintas sektor serta kepada masyarakat umum.
Pencapaian pembangunan di bidang kesehatan di Kota Bima Tahun 2014 dapat
disimpulkan sebagai berikut :
AHH di Kota Bima mengalami peningkatan dari Tahun keTahun. Pada
Tahun 2011 : 63,10 Tahun, kemudian meningkat pada Tahun 2012 menjadi
63.22 Tahun. AHH Kota Bima lebih besar dibandingkan dengan Propinsi,
dimana AHH Propinsi untuk Tahun 2012 sebesar 62.73 Tahun. Tahun 2013
AHH Kota Bima adalah 63,62 Tahun.
Angka Kematian Bayi di Kota Bima Tahun 2014 mengalami penurunan , ini
terlihat dari Angka kematian bayi di tahun 2012 : yaitu 9,3/1000 kelahiran
(28 bayi) sedangkan tahun 2013 hanya 3/1000 kelahiran (8 bayi) dan tahun
2014 turun menjadi 2/1000 kelahiran (5 bayi). Angka Kematian Ibu di Kota
Bima Tahun 2013 sebesar 96/100.000 KH (3 kasus kematian) menurun
dibandingkan tahun 2012 98,7/100.000 KH (6 Kasus Kematian), dan tahun
2014 sebesar 151/100.000 KH (5 Kasus Kematian) .
Pada tahun 2014 Infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas
merupakan jenis penyakit dengan angka kesakitan tertinggi dengan jumlah
6.649 Kasus.
Penyakit malaria klinis selama lima tahun terakhir di Kota Bima mengalami
penurunan jumlah kasus, pada tahun 2012 sebanyak 30 kasus (API 0,2)
sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 32 kasus (API 0) dan tahun 2014
sebanyak 34 (API 0). Hal ini sangat terkait dengan adanya program GF-
Malaria yang ada di Kota Bima.
Jumlah Kasus DBD pada tahun 2014 sebanyak 48 kasus dengan angka
kematian nol, kasus DBD terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun
sebelumnya dimana pada tahun 2013 jumlah kasus DBD sebanyak 32
kasus dengan jumlah yang meninggal sebanyak 0 orang.
Program kesehatan keluarga telah menunjukkan hasil yang sedikit
mengalami penurunan dari beberapa indikator. Cakupan kunjungan ibu

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 59


hamil (K4) pada tahun 2014 sebesar 91,9%, turun dibanding tahun 2013
sebesar 92,42%. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan pada
tahun 2014 sebesar 85,1% mengalami penurunan dibandingkan tahun
2013 sebesar 85,98%.
Pencapaian kunjungan neonates (KN3) yaitu 86,9% pada tahun 2014,
turun dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 89,47%. Jumlah bayi lahir
dengan berat badan rendah (BBLR) tahun 2014 hanya 2,9% mengalami
penurunan dari tahun 2013 sebesar 3,15%. Pencapaian jumlah bayi yang
diberi ASI ekslusif tahun 2014 sebesar 61,3% dari jumlah bayi 3.707,
menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu 79,47% dari jumlah
bayi 3.523.
Persentase balita BGM tahun 2014 yaitu 0,6% menurun dibandingkan
dengan tahun 2013 yaitu 1,02%, namun masih sesuai dengan target SPM
balita BGM yaitu <5%. Jumlah balita gizi buruk pada tahun 2014 sebanyak
11 menurun jika dibandingkan tahun 2013 sebanyak 17 kasus, dan semua
kasus tersebut (100%) telah mendapat perawatan kesehatan secara
optimal.
38 Kelurahan yang ada di Kota Bima sudah Menjadi Kelurahan Siaga Aktif,
tetapi belum adanya Peningkatan Strata dari Kelurahan Siaga aktif yang
telah terbentuk
Semua Posyandu (162 Posyandu) sudah aktif. Jumlah posyandu purnama
sebanyak 14 posyandu dan poyandu mandiri sebanyak 2 posyandu dari
162 Posyandu yang ada di Kota Bima.
Fasilitas kesehatan dasar mengalami peningkatan dari Tahun keTahun,
termasuk adanya penambahan praktek bidan swata dan laboratorium klinik
swata sebanyak 4 unit serta Laboratorium Kesehatan Daerah di wilayah
Kota Bima.
.
B. SARAN
Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis dalam
manajemen program kesehatan dan lintas sektor maka penyediaan data dan
informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai bahan masukan dalam
proses pengambilan keputusan dan dalam hal perencanaan program kesehatan.
Di bidang kesehatan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan mempunyai
salah satu luaran utama yaitu penyajian data dan informasi secara cepat dan
akurat untuk mengisi ketidaktersediaan data khususnya yang bersumber dari
masing masingg pengelola program serta sektor lain yang terkait. Diharapkan
sitem informasi kesehatan telah dapat menerapkan Information and
Communication Technology secara maksimal sampai ke tingkat puskesmas

Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima Tahun 2014 Page 60


RESUME PROFIL KESEHATAN
KOTA 2014
TAHUN 2014

ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
A. GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 222 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 38 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 76,701 79,699 156,400 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 4.0 Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 703.7 Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan 50.1 per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin 96.2 Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 48.50 51.50 50.04 % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 8,607.00 8,593.00 17,200.00 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 15,636.00 16,411.00 32,047.00 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 4,370.00 4,006.00 8,376.00 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 188.00 117.00 305.00 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III 957.00 1,385.00 2,342.00 % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV 6,344.00 6,075.00 12,419.00 % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) 380.00 132.00 512.00 % Tabel 3

B. DERAJAT KESEHATAN
B.1 Angka Kematian
10 Jumlah Lahir Hidup 1,480 1,826 3,306 Tabel 4
11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 9 6 7 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4
12 Jumlah Kematian Neonatal 13 4 17 neonatal Tabel 5
13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 9 2 5 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
14 Jumlah Bayi Mati 16 6 22 bayi Tabel 5
15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 11 3 7 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
16 Jumlah Balita Mati 17 7 24 Balita Tabel 5
17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 11 4 7 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
18 Kematian Ibu
Jumlah Kematian Ibu 5 Ibu Tabel 6
Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 151 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
B.2 Angka Kesakitan
19 Tuberkulosis
Jumlah kasus baru TB BTA+ 99 59 158 Kasus Tabel 7
Proporsi kasus baru TB BTA+ 62.66 37.34 % Tabel 7
CNR kasus baru BTA+ 129.07 74.03 101.02 per 100.000 penduduk Tabel 7
Jumlah seluruh kasus TB 158 98 256 Kasus Tabel 7
CNR seluruh kasus TB 205.99 122.96 163.68 per 100.000 penduduk Tabel 7
Kasus TB anak 0-14 tahun 6.25 % Tabel 7
Persentase BTA+ terhadap suspek 11.59 7.58 9.75 % Tabel 8
Angka kesembuhan BTA+ 87.88 82.89 89.41 % Tabel 9
Angka pengobatan lengkap BTA+ 0.00 9.21 4.12 % Tabel 9
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 87.88 92.11 93.53 % Tabel 9
Angka kematian selama pengobatan 0.00 0.00 0.00 per 100.000 penduduk Tabel 9
20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 26.85 16.52 21.58 % Tabel 10
21 Jumlah Kasus HIV 0 0 0 Kasus Tabel 11
22 Jumlah Kasus AIDS 2 0 2 Kasus Tabel 11
23 Jumlah Kematian karena AIDS 0 0 0 Jiwa Tabel 11
24 Jumlah Kasus Syphilis 0 1 0 Kasus Tabel 11
25 Donor darah diskrining positif HIV #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 12
26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 161.69 178.01 170.01 % Tabel 13
27 Kusta
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 18 14 32 Kasus Tabel 14
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 23.47 17.57 20.46 per 100.000 penduduk Tabel 14
Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 12.50 % Tabel 15
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 9.38 % Tabel 15
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 1.92 per 100.000 penduduk Tabel 15
Angka Prevalensi Kusta 4.95 2.38 3.64 per 10.000 Penduduk Tabel 16
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 100.00 100.00 100.00 % Tabel 17
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 86.36 80.00 84.38 % Tabel 17
28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
AFP Rate (non polio) < 15 th 15.60 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18
Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Difteri #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum #DIV/0! % Tabel 19
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
Jumlah Kasus Campak 5 5 10Kasus Tabel 20
Case Fatality Rate Campak 0% Tabel 20
Jumlah Kasus Polio 0 0 0Kasus Tabel 20
Jumlah Kasus Hepatitis B 0 0 0Kasus Tabel 20
29 Incidence Rate DBD 32.59 28.86 30.69per 100.000 penduduk Tabel 21
30 Case Fatality Rate DBD 0.00 0.00 0.00% Tabel 21
31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22
32 Case Fatality Rate Malaria 0.00 0.00 0.00% Tabel 22
33 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0per 100.000 penduduk Tabel 23
34 Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 0.00 0.00 0.00% Tabel 24
35 Persentase obesitas 0.00 0.00 0.00% Tabel 25
36 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 0.00 % Tabel 26
37 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 0.00 % Tabel 26
38 Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 100.00 % Tabel 28

C. UPAYA KESEHATAN
C.1 Pelayanan Kesehatan
39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 95 % Tabel 29
40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 91.88 % Tabel 29
41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 85.07 % Tabel 29
42 Pelayanan Ibu Nifas 84.92 % Tabel 29
43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 84.92 % Tabel 29
44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 48.79 % Tabel 30
45 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 91.88 % Tabel 32
46 Penanganan komplikasi kebidanan 97.13 % Tabel 33
47 Penanganan komplikasi Neonatal 93.30 46.99 65.84 % Tabel 33
48 Peserta KB Baru 13.87 % Tabel 36
49 Peserta KB Aktif 82.74 % Tabel 36
50 Bayi baru lahir ditimbang 100 100 100 % Tabel 37
51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 3.92 2.08 2.90 % Tabel 37
52 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 71.67 103.49 87.89 % Tabel 38
53 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 70.96 102.33 86.94 % Tabel 38
54 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 63.48 59.18 61.29 % Tabel 39
55 Pelayanan kesehatan bayi 71.95 103.97 88.27 % Tabel 40
56 Desa/Kelurahan UCI 65.79 % Tabel 41
57 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 95.32 93.86 94.58 % Tabel 43
58 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 94.77 93.38 94.07 % Tabel 43
59 Bayi Mendapat Vitamin A 100.06 98.31 99.16 % Tabel 44
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
60 Anak Balita Mendapat Vitamin A 73.56 68.74 71.10 % Tabel 44
61 Baduta ditimbang 76.70 74.51 75.57 % Tabel 45
62 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) 0.58 0.60 0.59 % Tabel 45
63 Pelayanan kesehatan anak balita 68.99 99.59 84.58 % Tabel 46
64 Balita ditimbang (D/S) 71.50 72.25 71.88 % Tabel 47
65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 0.64 0.61 0.63 % Tabel 47
66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100.00 100.00 100.00 % Tabel 48
67 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 86.83 77.69 82.01 %
Tabel 49
68 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0.27 Tabel 50
69 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 39.08 sekolah Tabel 51
70 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 100.00 sekolah Tabel 51
71 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 23.84 27.95 25.90 % Tabel 51
72 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 14.67 13.92 14.30 % Tabel 51
73 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan
mulut 14.67 13.92 14.30 % Tabel 51
74 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 27.16 - 12.49 % Tabel 52

C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan


Persentase

75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan - - 51.76 % Tabel 53


76 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan - - 78.67 % Tabel 54
77 Cakupan Kunjungan Rawat Inap - - 1.57 % Tabel 54
78 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! per 100.000 pasien keluar Tabel 55
79 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! per 100.000 pasien keluar Tabel 55
80 Bed Occupation Rate (BOR) di RS #DIV/0! % Tabel 56
81 Bed Turn Over (BTO) di RS #DIV/0! Kali Tabel 56
82 Turn of Interval (TOI) di RS #DIV/0! Hari Tabel 56
83 Average Length of Stay (ALOS) di RS #DIV/0! Hari Tabel 56

C.3 Perilaku Hidup Masyarakat


87 Rumah Tangga ber-PHBS 66.38 % Tabel 57
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
C.4 Keadaan Lingkungan
88 Persentase rumah sehat 82.33 % Tabel 58
89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 88.18 % Tabel 59
90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 62.07 % Tabel 60
91 Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) 81.99 % Tabel 61
92 Desa STBM 100.00 % Tabel 62
93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 84.23 % Tabel 63
TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 54.93 % Tabel 64
TPM tidak memenuhi syarat dibina 100.00 % Tabel 65
TPM memenuhi syarat diuji petik 27.54 % Tabel 65

D. SUMBERDAYA KESEHATAN
D.1 Sarana Kesehatan
94 Jumlah Rumah Sakit Umum 1.00 RS Tabel 67
95 Jumlah Rumah Sakit Khusus - RS Tabel 67
96 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 2.00 Tabel 67
97 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 3.00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas Keliling 15.00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas pembantu 19.00 Tabel 67
98 Jumlah Apotek 31.00 Tabel 67
99 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 - % Tabel 68
100 Jumlah Posyandu 162.00 Posyandu Tabel 69
101 Posyandu Aktif 9.26 % Tabel 69
102 Rasio posyandu per 100 balita 1.03 per 100 balita Tabel 69
103 UKBM
Poskesdes 21.00 Poskesdes Tabel 70
Polindes 16.00 Polindes Tabel 70
Posbindu 10.00 Posbindu Tabel 70
104 Jumlah Desa Siaga 38.00 Desa Tabel 71
105 Persentase Desa Siaga 100.00 % Tabel 71

D.2 Tenaga Kesehatan


106 Jumlah Dokter Spesialis - - - Orang Tabel 72
107 Jumlah Dokter Umum 12.00 12.00 24.00 Orang Tabel 72
108 Rasio Dokter (spesialis+umum) 15.35 per 100.000 penduduk Tabel 72
109 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis - 4.00 4.00 Orang Tabel 72
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 2.56 per 100.000 penduduk
111 Jumlah Bidan 104.00 Orang Tabel 73
112 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 130.49 per 100.000 penduduk Tabel 73
113 Jumlah Perawat 32.00 144.00 176.00 Orang Tabel 73
114 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 109.97 per 100.000 penduduk Tabel 73
115 Jumlah Perawat Gigi 4.00 9.00 13.00 Orang Tabel 73
116 Jumlah Tenaga Kefarmasian 10.00 25.00 35.00 Orang Tabel 74
117 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 7.00 24.00 31.00 Orang Tabel 75
118 Jumlah Tenaga Sanitasi 7.00 17.00 24.00 Orang Tabel 76
119 Jumlah Tenaga Gizi 8.00 23.00 31.00 Orang Tabel 77

D.3 Pembiayaan Kesehatan


120 Total Anggaran Kesehatan 47,898,894,780.00 Rp Tabel 81
121 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 7.21 % Tabel 81
122 Anggaran Kesehatan Perkapita 306,258.92 Rp Tabel 81
TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
KOTA BIMA
TAHUN 2014

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO KECAMATAN WILAYAH DESA + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
DESA KELURAHAN PENDUDUK
(km 2) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Rasanae Barat 10.14 0 6 6 34,143 8,505 4.01 3367.16
2 Mpunda 15.28 0 10 10 35,648 8,884 4.01 2332.98
3 Rasanae Timur 64.07 0 7 7 17,776 4,446 4.00 277.45
4 Raba 63.73 0 11 11 38,223 9,534 4.01 599.76
5 Asakota 69.03 0 4 4 30,610 7,651 4.00 443.43
JUMLAH (KAB/KOTA) 222.25 0 38 38 156,400 39,020 4.01 704

Sumber: Proyeksi penduduk, Badan Pusat Statistik Kota Bima Tahun 2014
JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0-4 8,061 7,656 15,717 105.29


2 5-9 7,582 7,320 14,902 103.58
3 10 - 14 7,227 7,016 14,243 103.01
4 15 - 19 8,057 8,295 16,352 97.13
5 20 - 24 8,560 8,931 17,491 95.85
6 25 - 29 6,468 6,660 13,128 97.12
7 30 - 34 5,930 6,562 12,492 90.37
8 35 - 39 5,255 5,485 10,740 95.81
9 40 - 44 4,807 5,428 10,235 88.56
10 45 - 49 4,007 4,284 8,291 93.53
11 50 - 54 3,234 3,423 6,657 94.48
12 55 - 59 2,557 2,820 5,377 90.67
13 60 - 64 1,621 1,845 3,466 87.86
14 65 - 69 1,312 1,433 2,745 91.56
15 70 - 74 882 1,035 1,917 85.22
16 75+ 1,141 1,506 2,647 75.76

JUMLAH 76,701 79,699 156,400 96.24


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 50

Sumber: - Proyeksi Penduduk, Badan Pusat Statistik Kota Bima Tahun 2014
DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 61,058 64,723 125,781
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
2 29,613 33,332 62,945 48.50 51.50 50.04
MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 17,417 15,558 32,975 28.53 24.04 26.22
b. SD/MI 8,870 10,736 19,606 14.53 16.59 15.59
c. SMP/ MTs 8,607 8,593 17,200 14.10 13.28 13.67
d. SMA/ MA 15,636 16,411 32,047 25.61 25.36 25.48
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 4,370 4,006 8,376 7.16 6.19 6.66
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 188 117 305 0.31 0.18 0.24
g. AKADEMI/DIPLOMA III 957 1,385 2,342 1.57 2.14 1.86
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 6,344 6,075 12,419 10.39 9.39 9.87
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 380 132 512 0.62 0.20 0.41

Sumber: - Susenas 2014, Badan Pusat Statistik Kota Bima Tahun 2014
JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH KELAHIRAN
NAMA LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
NO KECAMATAN
PUSKESMAS
HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 298 2 300 446 3 449 744 5 749
2 Mpunda Mpunda 300 0 300 449 0 449 749 0 749
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 135 1 136 202 2 204 337 3 340
4 Raba PenanaE 479 0 479 319 0 319 798 0 798
5 Asakota Asakota 268 10 278 410 6 416 678 16 694
JUMLAH (KAB/KOTA) 1,480 13 1,493 1,826 11 1,837 3,306 24 3,330
ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 8.7 6.0 7.2

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usaha

Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi
TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH KEMATIAN
LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN
KECAMATAN PUSKESMAS
ANAK ANAK ANAK
NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA
BALITA BALITA BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 RasanaE Barat Paruga 3 3 0 3 0 0 0 0 3 3 0 3
2 Mpunda Mpunda 5 6 1 7 1 1 0 1 6 7 1 8
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 2 3 0 3 0 0 0 0 2 3 0 3
4 Raba PenanaE 2 3 0 3 2 4 1 5 4 7 1 8
5 Asakota Asakota 1 1 0 1 1 1 0 1 2 2 0 2

JUMLAH (KAB/KOTA) 13 16 1 17 4 6 1 7 17 22 2 24
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 9 11 1 11 2 3 1 4 5 7 1 7

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila

Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
- a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal
TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

KEMATIAN IBU
JUMLAH LAHIR JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
HIDUP < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34
35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 RasanaE Barat Paruga 744 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
2 Mpunda Mpunda 749 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 337 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1
4 Raba PenanaE 798 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1
5 Asakota Asakota 678 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2
JUMLAH (KAB/KOTA) 3,306 0 1 0 1 0 0 0 0 0 3 1 4 0 4 1 5
ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 151

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
TABEL 7

KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK
JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
NO KECAMATAN PUSKESMAS 0-14 TAHUN
L P L P
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 16,745 17,398 34,143 31 63.27 18 36.73 49 40 67.80 19 32.20 59 2 3.39
2 Mpunda Mpunda 17,482 18,166 35,648 20 60.61 13 39.39 33 26 54 22 45.83 48 5 10.42
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 8,717 9,059 17,776 14 58.33 10 41.67 24 21 51 20 48.78 41 4 9.76
4 Raba PenanaE 18,746 19,477 38,223 20 74.07 7 25.93 27 32 65 17 34.69 49 2 4.08
5 Asakota Asakota 15,011 15,599 30,610 14 56.00 11 44.00 25 39 66 20 33.90 59 3 5.08

JUMLAH (KAB/KOTA) 76,701 79,699 156,400 99 63 59 37 158 158 62 98 38 256 16 6

CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 129.07 74.03 101.02

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 205.99 122.96 163.68

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: 156400
TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

TB PARU
SUSPEK % BTA (+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 205 169 374 31 18 49 15.12 10.65 13.10
2 Mpunda Mpunda 212 173 385 20 13 33 9.43 7.51 8.57
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 81 70 151 14 10 24 17.28 14.29 15.89
4 Raba PenanaE 183 166 349 20 7 27 10.93 4.22 7.74
5 Asakota Asakota 173 148 321 14 7 21 8.09 4.73 6.54

JUMLAH (KAB/KOTA) 854 726 1,580 99 55 154 11.59 7.58 9.75

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP ANGKA KEBERHASILAN


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE)
(COMPLETE RATE) JUMLAH KEMATIAN
BTA (+) DIOBATI PENGOBATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELAMA PENGOBATAN
L P L+P L P L+P (SUCCESS RATE/SR)

L P L+P JUMLA JUMLA JUMLA % JUMLA JUMLA JUMLA %


H % H % H H % H % H L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 RasanaE Barat Paruga 30 22 50 27 90.00 23 104.55 50 100.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 90.00 104.55 100.00 0 0 0
2 Mpunda Mpunda 25 22 45 24 96.00 21 95.45 45 100.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 96.00 95.45 100.00 0 0 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 5 3 8 6 120.00 0 0.00 8 100.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 120.00 0.00 100.00 0 0 0
4 Raba PenanaE 15 10 24 15 100.00 9 90.00 24 100.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 100.00 90.00 100.00 0 0 0
5 Asakota Asakota 24 19 43 15 62.50 10 52.63 25 58.14 0 0.00 7 36.84 7 16.28 62.50 89.47 74.42 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 99 76 170 87 87.88 63 82.89 152 89.41 0 0.00 7 9.21 7 4.12 87.88 92.11 93.53 0 0 0
ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 0 0 0

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

PNEUMONIA PADA BALITA


JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENDERITA L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 RasanaE Barat Paruga 1,984 2,062 4,046 198 206 405 66 33.3 60 29.1 126 31.1
2 Mpunda Mpunda 2,072 2,153 4,225 207 215 423 109 52.6 61 28.3 170 40.2
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 1,033 1,073 2,106 103 107 211 4 3.9 1 0.9 5 2.4
4 Raba PenanaE 2,221 2,308 4,529 222 231 453 38 17.1 22 9.5 60 13.2
5 Asakota Asakota 1,779 1,848 3,627 178 185 363 27 15.2 12 6.5 39 10.8
JUMLAH (KAB/KOTA) 9,089 9,444 18,533 909 944 1,853 244 26.84564 156 16.51842 400 21.58

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

H V AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS SYPHILIS


NO KELOMPOK UMUR
PROPORSI PROPORSI PROPORSI
L P L+P KELOMPOK L P L+P KELOMPOK L P L+P L P L+P KELOMPOK
UMUR UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 4 TAHUN 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!

2 5 - 14 TAHUN 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!

3 15 - 19 TAHUN 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!

4 20 - 24 TAHUN 0 0 0 #DIV/0! 0 0 0 0.00 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!

5 25 - 49 TAHUN 0 0 0 #DIV/0! 1 0 1 50.00 0 0 0 0 0 0 #DIV/0!

6 50 TAHUN 0 0 0 #DIV/0! 1 0 1 50.00 0 0 0 0 1 0 #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 1 0

PROPORSI JENIS KELAMIN #DIV/0! #DIV/0! 100.00 0.00 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

JUMLAH 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

Sumber: Pemberantasan dan pencegahan penyakit


TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA 2014
TAHUN BIMA

DIARE
JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET DIARE DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENEMUAN L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 RasanaE Barat Paruga 16,745 17,398 34,143 358 372 731 993 277 1,178 316 2,171 297
2 Mpunda Mpunda 17,482 18,166 35,648 374 389 763 259 69 243 63 502 66
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 8,717 9,059 17,776 187 194 380 582 312 642 331 1,224 322
4 Raba PenanaE 18,746 19,477 38,223 401 417 818 323 81 440 106 763 93
5 Asakota Asakota 15,011 15,599 30,610 321 334 655 497 155 533 160 1,030 157

JUMLAH (KAB/KOTA) 76,701 79,699 156,400 1,641 1,706 3,347 2,654 161.7 3,036 178.0 5,690 170.0
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 214

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 14

KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

KASUS BARU
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 1 0 1 4 4 8 5 4 9
2 Mpunda Mpunda 0 0 0 1 3 4 1 3 4
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 0 0 0 0 3 3 0 3 3
4 Raba PenanaE 1 0 1 8 4 12 9 4 13
5 Asakota Asakota 0 0 0 3 0 3 3 0 3

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 0 2 16 14 30 18 14 32
PROPORSI JENIS KELAMIN 100.00 0.00 53.33 46.67 56.25 43.75
ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 23.47 17.57 20.46

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

KASUS BARU
PENDERITA KUSTA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA CACAT TINGKAT 2
0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 RasanaE Barat Paruga 9 1 11.11 2 22.22
2 Mpunda Mpunda 4 - 0.00 0.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 3 - 0.00 1 33.33
4 Raba PenanaE 13 3 23.08 0.00
5 Asakota Asakota 3 - 0.00 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 32 4 12.50 3 9.375


ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 2

Sumber:Seksi Pemberatasan Penyakit


TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

KASUS TERCATAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 1 0 1 6 4 10 7 4 11
2 Mpunda Mpunda 0 0 0 2 4 6 2 4 6
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 0 1 1 3 4 7 3 5 8
4 Raba PenanaE 1 0 1 16 5 21 17 5 22
5 Asakota Asakota 0 0 0 9 1 10 9 1 10

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 1 3 36 18 54 38 19 57
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 4.95 2.38 3.64

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakt


TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


RFT PB RFT MB
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PB a
PENDERITA MB a
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 RasanaE Barat Paruga 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 4 3 7 4 100 3 100 7 100
2 Mpunda Mpunda 1 1 2 1 100 1 100 2 100 3 2 5 1 33 1 50 2 40
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 0 2 2 0 #DIV/0! 2 100 2 100 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
4 Raba PenanaE 1 0 1 1 100 0 #DIV/0! 1 100 12 3 15 12 100 3 100 15 100
5 Asakota Asakota 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 3 2 5 2 67 1 50 3 60

JUMLAH (KAB/KOTA) 2 3 5 2 100.0 3 100.0 5 100.0 22 10 32 19 86 8 80 27 84

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit

Keterangan : a = Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama
TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA 2014
TAHUN 2014

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KECAMATAN PUSKESMAS
<15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5
1 RasanaE Barat Paruga 9,553 1
2 Mpunda Mpunda 9,209 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 5,370 4
4 Raba PenanaE 10,745 2
5 Asakota Asakota 9,985 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 44,862 7


AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 15.60

Sumber:Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu se44,862
TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH KASUS PD3I


DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS PERTUSIS
JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Mpunda Mpunda 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Raba PenanaE 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Asakota Asakota 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH KASUS PD3I

NO KECAMATAN PUSKESMAS CAMPAK


POLIO HEPATITIS B
JUMLAH KASUS
MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 RasanaE Barat Paruga 4 4 8 0 0 0 0 0 0 0
2 Mpunda Mpunda 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Raba PenanaE 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0
5 Asakota Asakota 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 5 5 10 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 0.0

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 4 4 8 0 0 0 0.0 0.0 0.0
2 Mpunda Mpunda 9 5 14 0 0 0 0.0 0.0 0.0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 1 0 1 0 0 0 0.0 0.0 0.0
4 Raba PenanaE 4 10 14 0 0 0 0.0 0.0 0.0
5 Asakota Asakota 7 4 11 0 0 0 0.0 0.0 0.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 25 23 48 0 0 0 0.0 0.0 0.0


INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 32.6 28.9 30.7

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 RasanaE Barat Paruga 312 183 495 312 183 495 8 2.56 4 2 12 2.42 0 0 0 0
2 Mpunda Mpunda 465 267 732 465 267 732 3 0.65 4 1 7 0.96 0 0.00 0.00 0.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 26 22 48 26 22 48 1 3.85 - - 1 2.08 0 0.00 #DIV/0! 0.00
4 Raba PenanaE 269 219 488 269 219 488 5 1.86 4 2 9 1.84 0 0.00 0 0.00
5 Asakota Asakota 728 321 1,049 728 321 1,049 3 0.41 2 1 5 0.48 0 0.00 0.00 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,800 1,012 2,812 1,800 1,012 2,812 20 1.11 14 1 34 1.21 0 0 0 0 0 0
JUMLAH PENDUDUK BERISIKO
ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PENDERITA FILARIASIS
NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 RasanaE Barat Paruga 0 0 0 0 0 0
2 Mpunda Mpunda 0 0 0 0 0 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 0 0 0 0 0 0
4 Raba PenanaE 0 0 0 0 0 0
5 Asakota Asakota 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 0

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 24

PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUMLAH PENDUDUK 18 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 11,942 12,648 24,590 201 1.68 271 2.14 472 1.92 0 0 0 0 0 0
2 Mpunda Mpunda 12,257 14,182 26,439 173 1.41 204 1.44 377 1.43 0 0 0 0 0 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 5,965 6,441 12,406 201 3.37 371 5.76 572 4.61 0 0 0 0 0 0
4 Raba PenanaE 13,599 13,879 27,478 144 1.06 291 2.10 435 1.58 0 0 0 0 0 0
5 Asakota Asakota 10,068 10,557 20,625 259 2.57 687 6.51 946 4.59 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 53,831 57,707 111,538 978 1.82 1,824 3.16 2,802 2.51 0 0 0 0 0 0

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


TABEL 25

PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA 15
NO KECAMATAN PUSKESMAS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 11,942 12,648 24,590 6 0.05 74 0.59 80 0.33 0 0 0 0 0 0
2 Mpunda Mpunda 12,257 14,182 26,439 3 0.02 70 0.49 73 0.28 0 0 0 0 0 0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 5,965 6,441 12,406 1 0.02 50 0.78 51 0.41 0 0 0 0 0 0
4 Raba PenanaE 13,599 13,879 27,478 48 0.35 290 2.09 338 1.23 0 0 0 0 0 0
5 Asakota Asakota 10,068 10,557 20,625 125 1.24 488 4.62 613 2.97 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 53,831 57,707 111,538 183 0.34 972 1.68 1,155 1.04 0 0 0 0 0 0

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

PEMERIKSAAN LEHER RAHIM


PEREMPUAN IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS DAN PAYUDARA
USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 RasanaE Barat Paruga 5424 12 0.22 0.00 0.00 0 0.00
2 Mpunda Mpunda 5070 4 0.08 0 0.00 0 0.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 3002 0 0.00 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
4 Raba PenanaE 6514 0 0.00 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
5 Asakota Asakota 5172 0 0.00 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
#DIV/0!
JUMLAH (KAB/KOTA) 25,182 16 0 0 0.00 0 0.00

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan


Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination
TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KOTA BIMA
TAHUN 2014

YANG TERSERANG JUMLAH PENDUDUK


WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE (%) CFR (%)
JENIS KEJADIAN TERANCAM
NO JUMLAH JUMLAH
LUAR BIASA
KEC DESA/KEL DIKETAHUI DITANGGU AKHIR L P L+P
0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
LANGI HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
DBD 5 38 48 48 48 24 24 48 0 0 3 6 26 3 2 6 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - - -
Campak 5 38 10 10 10 5 5 10 0 0 3 6 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - - -

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


KOTA BIMA
TAHUN 2014

KLB DI DESA/KELURAHAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6
1 RasanaE Barat Paruga 17 17 100.00
2 Mpunda Mpunda 12 12 100.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 1 1 100.00
4 Raba PenanaE 16 16 100.00
5 Asakota Asakota 12 12 100.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 58 58 100.00

Sumber:Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA 2014
TAHUN 2014

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS


PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS
NO KECAMATAN PUSKESMAS K1 K4
JUMLAH JUMLAH DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 RasanaE Barat Paruga 890 874 98.2 855 96.1 850 747 87.9 728 85.6 728 85.65
2 Mpunda Mpunda 930 865 93.0 850 91.4 887 746 84.1 750 84.6 750 84.55
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 463 429 92.7 390 84.2 442 339 76.7 339 76.7 339 76.70
4 Raba PenanaE 996 928 93.2 908 91.2 951 796 83.7 795 83.6 795 83.60
5 Asakota Asakota 798 779 97.6 743 93.1 762 683 89.6 693 90.9 693 90.94

JUMLAH (KAB/KOTA) 4,077 3,875 95.0 3,746 91.9 3,892 3,311 85.1 3,305 84.9 3,305 84.92

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usaha


TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


JUMLAH IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 RasanaE Barat Paruga 890 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00
2 Mpunda Mpunda 930 435 46.77 309 33.23 0 0.00 0 0.00 0 0.00 309 33.23
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 463 208 44.92 209 45.14 0 0.00 0 0.00 0 0.00 209 45.14
4 Raba PenanaE 996 401 40.26 367 36.85 302 30.32 263 26.41 263 26.41 1,195 119.98
5 Asakota Asakota 798 163 20.43 77 9.65 107 13.41 50 6.27 42 5.26 276 34.59
JUMLAH (KAB/KOTA) 4,077 1,207 29.6 962 23.6 409 10.0 313 7.7 305 7.5 1,989 48.8

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan


TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH WUS
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
(15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 RasanaE Barat Paruga 8,007 873 10.90 846 10.57 0 0.00 0 0.00 0 0.00
2 Mpunda Mpunda 10,501 435 4.14 309 2.94 0 0.00 0 0.00 0 0.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 3,364 208 6.18 209 6.21 0 0.00 0 0.00 0 0.00
4 Raba PenanaE 7,380 401 5.43 367 4.97 302 4.09 263 3.56 263 3.56
5 Asakota Asakota 6,681 163 2.44 77 1.15 107 1.60 50 0.75 42 0.63

JUMLAH (KAB/KOTA) 35,933 2,080 5.8 1,808 5.0 409 1.1 313 0.9 305 0.8

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


TABEL 32

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KECAMATAN PUSKESMAS
IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 RasanaE Barat Paruga 890 874 98.20 855 96.07
2 Mpunda Mpunda 930 865 93.01 850 91.40
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 463 429 92.66 390 84.23
4 Raba PenanaE 996 928 93.17 908 91.16
5 Asakota Asakota 798 779 97.62 743 93.11

JUMLAH (KAB/KOTA) 4077 3,875 95.05 3,746 91.88

Sumber: Seksi Gizi


TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

PERKIRAAN PENANGANAN
PERKIRAAN NEONATAL PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL
JUMLAH BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS DENGAN KOMPLIKASI
IBU HAMIL KEBIDANAN L P L+P
KOMPLIKASI
KEBIDANAN % L P L+P L P L+P % % %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 RasanaE Barat Paruga 890 178 142 79.78 397 412 809 46 68 114 40 87.0 19 27.9 59 51.8
2 Mpunda Mpunda 930 186 124 66.67 414 431 845 48 71 119 40 83.3 27 38.0 67 56.3
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 463 93 101 109.07 207 215 422 24 35 59 28 116.7 11 31.4 39 66.1
4 Raba PenanaE 996 199 251 126.00 444 462 906 50 75 125 64 128.0 48 64.0 112 89.6
5 Asakota Asakota 798 160 174 109.02 356 369 725 41 55 96 23 56.1 38 68.7 61 63.3

JUMLAH (KAB/KOTA) 4,077 815 792 97.1302 1,818 1,889 3,707 209 304 513 195 93.3 143 47.0 338 65.8

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


TABEL 34

PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PESERTA KB AKTIF
MKJP NON MKJP MKJP +
NO KECAMATAN PUSKESMAS % MKJP +
IM KON SUNTI OBAT LAIN NON
IUD % MOP % MOW % % JUMLAH % % % PIL % % % JUMLAH % NON MKJP
PLAN DOM K VAGINA NYA MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 RasanaE Barat Paruga 1,024 26.2 10 0.3 139 3.6 609 15.6 1,782 45.6 170 4.3 1,535 39.2 424 10.8 0 0.0 0 0.0 2,129 54.4 3,911 100.0
2 Mpunda Mpunda 914 28.2 10 0.3 46 1.4 687 21.2 1,657 51.1 477 14.7 706 21.8 401 12.4 0 0.0 0 0.0 1,584 48.9 3,241 100.0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 538 24.5 13 0.6 57 2.6 538 24.5 1,146 52.2 194 8.8 579 26.4 276 12.6 0 0.0 0 0.0 1,049 47.8 2,195 100.0
4 Raba PenanaE 925 21.6 11 0.3 803 18.7 629 14.7 2,368 55.3 413 9.6 1,036 24.2 467 10.9 0 0.0 0 0.0 1,916 44.7 4,284 100.0
5 Asakota Asakota 864 24.4 20 0.6 124 3.5 526 14.9 1,534 43.4 138 3.9 1,444 40.9 418 11.8 0 0.0 0 0.0 2,000 56.6 3,534 100.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 4,265 24.8 64 0.4 1,169 6.8 2,989 17.4 8,487 49.4 1,392 8.1 5,300 30.9 1,986 11.6 0 0.0 0 0.0 8,678 50.6 17,165 100.0

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PESERTA KB BARU
MKJP NON MKJP MKJP + % MKJP
NO KECAMATAN PUSKESMAS
OBAT LAIN NON + NON
IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % MKJP MKJP
VAGINA NYA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 RasanaE Barat Paruga 89 12.7 0 0.0 10 1.4 177 25.3 276 39.4 22 3.1 365 52.1 37 5.3 0 0.0 0 0.0 424 60.6 700 100.0
2 Mpunda Mpunda 105 9.7 0 0.0 5 0.5 229 21.1 339 31.2 78 7.2 540 49.7 130 12.0 0 0.0 0 0.0 748 68.8 1,087 100.0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 194 27.0 0 0.0 9 1.3 323 45.0 526 73.3 15 2.1 161 22.4 16 2.2 0 0.0 0 0.0 192 26.7 718 100.0
4 Raba PenanaE 81 10.1 0 0.0 15 1.9 273 34.0 369 46.0 14 1.7 385 47.9 35 4.4 0 0.0 0 0.0 434 54.0 803 100.0
5 Asakota Asakota 61 7.6 0 0.0 10 1.2 150 18.7 221 27.6 59 7.4 473 59.0 49 6.1 0 0.0 0 0.0 581 72.4 802 100.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 530 12.9 0 0.0 49 1.2 1,152 28.0 1,731 42.1 188 4.6 1,924 46.8 267 6.5 0 0.0 0 0.0 2,379 57.9 4,110 100.0

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PUS
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 RasanaE Barat Paruga 5,197 365 7.0 5,255 101.1
2 Mpunda Mpunda 4,026 957 23.8 2,530 62.8
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 2,603 405 15.6 2,446 94.0
4 Raba PenanaE 5,920 934 15.8 4,323 73.0
5 Asakota Asakota 4,443 416 9.4 3,805 85.6

JUMLAH (KAB/KOTA) 22,189 3,077 13.9 18,359 82.7

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 298 446 744 298 100 446 100.0 744 100.0 9 3.02013 3 0.7 12 1.6
2 Mpunda Mpunda 300 449 749 300 100.0 449 100.0 749 100.0 7 2.3 4 0.9 11 1.5
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 135 202 337 135 100.0 202 100.0 337 100.0 10 7.4 3 1.5 13 3.9
4 Raba PenanaE 479 319 798 479 100.0 319 100.0 798 100.0 19 4.0 10 3.1 29 3.6
5 Asakota Asakota 268 410 678 268 100.0 410 100.0 678 100.0 13 4.9 18 4.4 31 4.6

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,480 1,826 3,306 1,480 100.0 1,826 100.0 3,306 100.0 58 3.9 38 2.1 96 2.9

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 397 412 809 297 74.8 446 108.3 743 91.8 286 72.0 428 103.9 714 88.3
2 Mpunda Mpunda 414 431 845 291 70.3 437 101.4 728 86.2 291 70.3 436 101.2 727 86.0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 207 215 422 135 65.2 202 94.0 337 79.9 134 64.7 200 93.0 334 79.1
4 Raba PenanaE 444 462 906 317 71.4 475 102.8 792 87.4 317 71.4 475 102.8 792 87.4
5 Asakota Asakota 356 369 725 263 73.9 395 107.0 658 90.8 262 73.6 394 106.8 656 90.5
JUMLAH (KAB/KOTA) 1,818 1,889 3,707 1,303 71.7 1,955 103.5 3,258 87.9 1,290 71.0 1,933 102.3 3,223 86.9

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH BAYI USIA 0-6 BULAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 199 206 405 134 67.5 130 63.1 264 65.3
2 Mpunda Mpunda 207 216 423 141 68.1 136 63.1 277 65.6
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 104 108 211 69 66.7 68 63.3 137 64.9
4 Raba PenanaE 222 231 453 126 56.8 106 45.9 232 51.2
5 Asakota Asakota 178 185 363 107 60.1 119 64.5 226 62.3

JUMLAH (KAB/KOTA) 909 945 1,854 577 63.5 559 59.2 1,136 61.3

Sumber: Seksi Gizi


TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 397 412 809 236 59.4 355 86.2 591 73.1
2 Mpunda Mpunda 414 431 845 348 84.1 523 121.3 871 103.1
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 207 215 422 140 67.6 210 97.7 350 82.9
4 Raba PenanaE 444 462 906 332 74.8 499 108.0 831 91.7
5 Asakota Asakota 356 369 725 252 70.8 377 102.2 629 86.8

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,818 1,889 3,707 1,308 71.9 1,964 104 3,272 88.3

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH DESA/KELURAHAN % DESA/KELURAHAN


NO KECAMATAN PUSKESMAS
DESA/KELURAHAN UCI UCI

1 2 3 4 5 6
1 RasanaE Barat Paruga 6 3 50.00
2 Mpunda Mpunda 10 7 70.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 7 2 28.57
4 Raba PenanaE 11 11 100.00
5 Asakota Asakota 4 2 50.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 38 25 65.8

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan


TABEL 42

CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH LAHIR HIDUP Hb < 7 hari BCG
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 298 446 744 336 112.75 333 74.66 669 89.92 309 103.69 253 56.73 562 75.54
2 Mpunda Mpunda 300 449 749 388 129.33 384 85.52 772 103.07 373 124.33 359 79.96 732 97.73
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 135 202 337 172 127.41 186 92.08 358 106.23 157 116.30 169 83.66 326 96.74
4 Raba PenanaE 479 319 798 372 77.66 424 132.92 796 99.75 481 100.42 494 154.86 975 122.18
5 Asakota Asakota 268 410 678 328 122.39 341 83.17 669 98.67 328 122.39 326 79.51 654 96.46

JUMLAH (KAB/KOTA) 1480 1826 3306 1596 107.84 1668 91.35 3264 98.73 1648 111.35 1601 87.68 3249 98.28

Sumber: Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit


CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH BAYI
DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4a CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP
(SURVIVING INFANT)
L P L+P L P L+ P L P L+ P L P L+ P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

397 412 809 413 104 454 110 867 107 412 103.778 454 110.194 866 107.046 356 89.6725 365 88.5922 721 89.1224 356 89.6725 361 87.6214 717 88.6279
414 431 845 366 88 349 81 715 85 366 88.4058 349 80.9745 715 84.6154 328 79.2271 337 78.1903 665 78.6982 328 79.2271 335 77.7262 663 78.4615
207 215 422 173 84 171 80 344 82 173 83.5749 174 80.9302 347 82.2275 142 68.599 145 67.4419 287 68.0095 142 68.599 145 67.4419 287 68.0095
444 462 906 582 131 629 136 1,211 134 582 131.081 629 136.147 1,211 133.664 651 146.622 642 138.961 1,293 142.715 651 146.622 641 138.745 1,292 142.605
356 369 725 296 83 325 88 621 86 276 77.5281 304 82.3848 580 80 256 71.9101 284 76.9648 540 74.4828 246 69.1011 282 76.4228 528 72.8276

1,818 1,889 3,707 1,830 101 1,928 102 3,758 101 1,809 99.505 1,910 101.112 3,719 100.324 1,733 95.3245 1,773 93.8592 3,506 94.5778 1,723 94.7745 1,764 93.3827 3,487 94.0653

yakit
3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P % % % L P L+P % % % L P L+P % % %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 RasanaE Barat Paruga 397 412 809 499 125.69 480 116.50 979 121.01 1,588 1,648 3,236 1,628 102.52 1,569 95.21 3,197 98.79 1,985 2,060 4,045 2,127 107.15 2,049 99.47 4,176 103.24
2 Mpunda Mpunda 414 431 845 416 100.48 486 112.76 902 106.75 1,656 1,724 3,380 1,007 60.81 1,048 60.79 2,055 60.80 2,070 2,155 4,225 1,423 68.74 1,534 71.18 2,957 69.99
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 207 215 422 182 87.92 194 90.23 376 89.10 828 860 1,688 530 64.01 541 62.91 1,071 63.45 1,035 1,075 2,110 712 68.79 735 68.37 1,447 68.58
4 Raba PenanaE 444 462 906 373 84.01 352 76.19 725 80.02 1,776 1,848 3,624 1,216 68.47 1,169 63.26 2,385 65.81 2,220 2,310 4,530 1,589 71.58 1,521 65.84 3,110 68.65
5 Asakota Asakota 356 369 725 349 98.03 345 93.50 694 95.72 1,424 1,476 2,900 968 67.98 867 58.74 1,835 63.28 1,780 1,845 3,625 1,317 73.99 1,212 65.69 2,529 69.77

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,818 1,889 3,707 1,819 100.06 1,857 98.31 3,676 99.16 7,272 7,556 14,828 5,349 73.56 5,194 68.74 10,543 71.10 9,090 9,445 18,535 7,168 78.86 7,051 74.65 14,219 76.71

Sumber: Seksi Gizi


Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun
dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus
TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 768 756 1,524 584 589 1,173 76.0 77.9 77.0 5 0.9 4 0.7 9 0.8
2 Mpunda Mpunda 657 736 1,393 604 664 1,268 91.9 90 91.0 1 0.2 3 0.5 4 0.3
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 333 548 881 277 350 627 83.2 64 71.2 7 2.5 6 1.7 13 2.1
4 Raba PenanaE 706 678 1,384 487 460 947 69.0 68 68.4 0 0.0 1 0.2 1 0.1
5 Asakota Asakota 669 652 1,321 451 448 899 67.4 69 68.1 1 0.2 1 0.2 2 0.2

JUMLAH (KAB/KOTA) 3,133 3,370 6,503 2,403 2,511 4,914 76.7 75 75.6 14 0.6 15 0.6 29 0.6

Sumber: Seksi Gizi


TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 1,588 1,648 3,236 889 56.0 1,333 80.9 2,222 68.7
2 Mpunda Mpunda 1,656 1,724 3,380 1,198 72.3 1,797 104.2 2,995 88.6
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 828 860 1,688 665 80.3 997 115.9 1,662 98.5
4 Raba PenanaE 1,776 1,848 3,624 1,290 72.6 1,935 104.7 3,225 89.0
5 Asakota Asakota 1,424 1,476 2,900 975 68.5 1,463 99.1 2,438 84.1

JUMLAH (KAB/KOTA) 7,272 7,556 14,828 5,017 69.0 7,525 99.6 12,542 84.6

Sumber: Seksi Gizi


TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

BALITA
JUMLAH BALITA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RasanaE Barat Paruga 1,799 1,776 3,575 1,178 1,195 2,373 65.5 67.3 66.4 11 0.9 9 0.8 20 0.8
2 Mpunda Mpunda 1,431 1,644 3,075 1,159 1,236 2,395 81.0 75 77.9 2 0.2 3 0.2 5 0.2
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 712 709 1,421 537 609 1,146 75.4 86 80.6 16 3.0 17 2.8 33 2.9
4 Raba PenanaE 1,627 1,598 3,225 1,175 1,162 2,337 72.2 73 72.5 2 0.2 1 0.1 3 0.1
5 Asakota Asakota 1,397 1,292 2,689 932 869 1,801 66.7 67 67.0 1 0.1 1 0.1 2 0.1

JUMLAH (KAB/KOTA) 6,966 7,019 13,985 4,981 5,071 10,052 71.5 72 71.9 32 0.6 31 0.6 63 0.6

Sumber: Seksi Gizi


TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

KASUS BALITA GIZI BURUK


MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DITEMUKAN
L P L+P
L P L+P % % %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 1 0 1 1 100.0 0 #DIV/0! 1 100.0
2 Mpunda Mpunda 1 0 1 1 100.0 0 #DIV/0! 1 100.0
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 3 1 4 3 100.0 1 100.0 4 100.0
4 Raba PenanaE 1 1 2 1 100.0 1 100.0 2 100.0
5 Asakota Asakota 2 1 3 2 100.0 1 100.0 3 100.0

JUMLAH (KAB/KOTA) 8 3 11 8 100.0 3 100.0 11 100.0

Sumber: Seksi Gizi


TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


SD DAN SETINGKAT
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P MENDAPAT
PELAYANAN
JUMLAH %
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % KESEHATAN
(PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 RasanaE Barat Paruga 0 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0 0.00
2 Mpunda Mpunda 224 309 533 217 96.88 235 76.05 452 84.80 16 16 100.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 135 150 285 125 92.59 129 86.00 254 89.12 16 16 100.00
4 Raba PenanaE 369 390 759 332 89.97 317 81.28 649 85.51 21 21 100.00
5 Asakota Asakota 320 321 641 236 73.75 228 71.03 464 72.39 17 17 100.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1,048 1,170 2,218 910 86.8 909 77.7 1,819 82.0 70 70 100.00
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 86.8 77.7 82.0

Sumber: Seksi Usaha Kesehatan Institusi


TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NO KECAMATAN PUSKESMAS PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
TUMPATAN GIGI TETAP
TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
1 RasanaE Barat Paruga 57 1,333 0.04
2 Mpunda Mpunda 46 365 0.13
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 142 410 0.35
4 Raba PenanaE 265 177 1.50
5 Asakota Asakota 312 746 0.42

JUMLAH (KAB/ KOTA) 822 3,031 0.3

Sumber: Seksi Sarana Pelayanan Kesehatan


TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

JUMLAH JUMLAH JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH SD/MI DGN SD/MI
% %
SD/MI SIKAT GIGI MENDAPAT
MASSAL YAN. GIGI
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 RasanaE Barat Paruga 17 17 100.0 17 100.0 2,350 2,437 4,787 408 48.98 425 51.02 833 17.40 408 425 833 - 0.0 - 0.0 - 0.00
2 Mpunda Mpunda 16 0 0.0 16 100.0 1,545 1,532 3,077 214 13.85 466 30.42 680 22.10 310 197 507 0.0 0.0 - 0.00
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 16 0 0.0 16 100.0 1,090 1,014 2,104 125 11.47 129 12.72 254 12.07 92 99 191 - 0.0 - 0.0 - 0.00
4 Raba PenanaE 21 0 0.0 21 100.0 500 502 1,002 292 58.40 261 51.99 553 55.19 162 202 364 40 24.7 60 29.7 100 27.47
5 Asakota Asakota 17 17 100.0 17 100.0 236 228 464 325 50.70 316 49.30 641 138.15 132 176 308 122 92.4 93 52.8 215 69.81

JUMLAH (KAB/ KOTA) 87 34 39.1 87 100.0 5,721 5,713 11,434 1,364 23.8 1,597 28.0 2,961 25.9 1,104 1,099 2,203 162 14.7 153 13.9 315 14.3

Sumber: Seksi Kesehatan Institusi


TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

USILA (60TAHUN+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 RasanaE Barat Paruga 1,024 1,180 2,204 184 17.97 0 - 184 8.35
2 Mpunda Mpunda 1,236 542 1,778 4 0.32 0 - 4 0.22
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 610 1,087 1,697 145 23.77 0 - 145 8.54
4 Raba PenanaE 1,258 2,106 3,364 279 22.18 0 - 279 8.29
5 Asakota Asakota 828 904 1,732 734 88.65 0 - 734 42.38

JUMLAH (KAB/KOTA) 4,956 5,819 10,775 1,346 27.16 0 - 1,346 12.49

Sumber: Seksi KIA, KB, Kespro Remaja dan Usila


TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
KOTA BIMA
TAHUN 2014

PESERTA JAMINAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 0 0 80957 0.00 0.00 51.76

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 50,395 0.00 0.00 32.22

1.2 PBI APBD 3,337 0.00 0.00 2.13

1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 0 0.00 0.00 0.00

1.4 Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri 27,225 0.00 0.00 17.41

1.5 Bukan pekerja (BP) 0 0.00 0.00 0.00

2 Jamkesda 0 0.00 0.00 0.00

3 Asuransi Swasta 0 0.00 0.00 0.00

4 Asuransi Perusahaan 0 0.00 0.00 0.00

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 80,957 0.00 0.00 51.76

Sumber: Seksi Perijinan , Sertifikasi dan Jamkesmas


TABEL 54

JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Paruga 28,453 1,029 127
2 Puskesmas Mpunda 36,287 0 891
3 Puskesmas RasanaE Timur 10,445 0 932
4 Puskesmas PenanaE 20,480 0 143
5 Puskesmas Asakota 27,372 1,424 800
SUB JUMLAH I 0 0 123,037 0 0 2,453 0 0 2,893
1 RS . 0 0 0
2 RS . 0 0 0
3 RS . 0 0 0
4 RS . 0 0 0
0 0 0
SUB JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
2 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
3 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
4 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
0 0 0
SUB JUMLAH III 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 123,037 0 0 2,453 0 0 2,893
JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 76,701 79,699 156,400 76,701 79,699 156,400
CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 0.0 0.0 78.7 0.0 0.0 1.6

Sumber: Seksi Sarana Pelayanan Kesehatan


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan
TABEL 55

ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PASIEN KELUAR PASIEN KELUAR MATI


NAMA RUMAH JUMLAH PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO (HIDUP + MATI) 48 JAM DIRAWAT
SAKITa TEMPAT TIDUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
2 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
3 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
4 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
5 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
6 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
7 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
8 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
9 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
10 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
11 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
12 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
13 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
14 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
15 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
16 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
17 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
18 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
19 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
20 - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

KABUPATEN/KOTA - - - - - - - - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: (sebutkan)
Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 56

INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


KOTA BIMA
TAHUN 2014

NAMA RUMAH JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


NO BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
SAKITa TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
2 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
3 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
4 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
5 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
6 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
7 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
8 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
9 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
10 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
11 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
12 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
13 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
14 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
15 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
16 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
17 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
18 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
19 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
20 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

KABUPATEN/KOTA 0 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber: (sebutkan)
Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

RUMAH TANGGA
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
1 RasanaE Barat Paruga 8,505 210 2.47 136 64.8
2 Mpunda Mpunda 8,884 210 2.36 138 65.7
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 4,446 210 4.72 133 63.3
4 Raba PenanaE 9,534 210 2.20 140 66.7
5 Asakota Asakota 7,651 210 2.74 150 71.4

JUMLAH (KAB/KOTA) 39,020 1,050 2.7 697 66.4

Sumber : Seksi Promosi Kesehatan


TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

2013 2014
JUMLAH RUMAH MEMENUHI SYARAT JUMLAH RUMAH DIBINA MEMENUHI RUMAH MEMENUHI SYARAT
RUMAH YANG RUMAH DIBINA
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELURUH (RUMAH SEHAT) SYARAT (RUMAH SEHAT)
RUMAH BELUM
JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
SYARAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Asakota Asakota 7,651 4,410 57.64 3,241 1,673 51.62 579 34.61 4,989 65.21
2 Rasanae Barat Paruga 8,505 5,005 58.85 3,500 2,986 85.31 2,547 85.30 7,552 88.79
3 Mpunda Mpunda 8,884 5,720 64.39 3,164 2,653 83.85 2,263 85.30 7,983 89.86
4 Raba Penanae 9,534 7,089 74.35 2,445 1,983 81.10 1,384 69.79 8,473 88.87
5 Rasanae Timur Rasanae Timur 4,446 2,978 66.98 1,468 723 49.25 152 21.02 3,130 70.40

JUMLAH (KAB/KOTA) 39,020 25,202 64.59 13,818 10,018 72.50 6,925 69.13 32,127 82.33

Sumber: Sesksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN


PENDUDUK DENGAN
AKSES
PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) BERKELANJUTAN
SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN TERHADAP AIR
MINUM LAYAK
PENDUDU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
K

JUMLAH SARANA
MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENDUDUK

PENDUDUK
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENGGUNA

PENGGUNA
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

SARANA
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
1 Asakota Asakota 30,610 310 3,720 277 3,324 0 0 0 0 351 4,212 295 3,540 10 600 7 420 0 0 0 0 86 430 52 260 3,794 18,970 3,794 18,970 26,514 86.62
2 Paruga RasanaE Barat 34,143 663 9,945 571 8,565 0 0 0 0 82 984 68 816 5 300 4 240 0 0 0 0 7 35 4 20 4,520 22,600 4,520 22,600 32,241 94.43
3 Mpunda Mpunda 35,648 220 3,300 189 2,835 140 1,680 96 1,152 70 840 53 636 4 240 3 180 0 0 0 0 27 135 13 65 5,271 26,355 5,271 26,355 31,223 87.59
4 Penanae Raba 38,223 111 1,665 87 1,305 93 1,116 84 1,008 283 3,396 199 2,388 4 240 3 180 0 0 0 0 13 65 9 54 5,565 27,825 5,565 27,825 32,760 85.71
5 Rasanae Timur RasanaE Timur 17,776 71 1,775 56 1,400 0 0 0 0 11 132 7 84 6 360 5 300 0 0 0 0 21 105 12 60 2,666 13,330 2,666 13,330 15,174 85.36

JUMLAH (KAB/KOTA) 156,400 1,375 20,405 1180 17429 233 2796 180 2160 797 9564 622 7464 29 1740 22 1320 0 0 0 0 154 770 90 459 21816 109080 21816 109080 137912 88.18

Sumber: Seksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH MEMENUHI SYARAT


JUMLAH SAMPEL (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENYELENGGARA
DIPERIKSA
AIR MINUM
JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7
1 Asakota Asakota 5 11 5 45.45
2 Rasanae Barat Paruga 9 5 3 60.00
3 Mpunda Mpunda 9 6 3 50.00
4 Raba Penanae 10 3 3 100.00
5 Rasanae Timur Rasanae Timur 2 4 4 100.00
JUMLAH (KAB/KOTA) 35 29 18 62.07

Sumber:Seksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK


KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG DENGAN AKSES
SANITASI LAYAK

PENDUDUK
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
(JAMBAN SEHAT)

JUMLAH

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
NO KECAMATAN PUSKESMAS

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 Rasanae Barat Paruga 34,143 47 377 45 325 0.95 4,697 27,988 4,697 29,468 86.31 0 0 0 0 0 226 1,130 223 2,230 6.53 29,800 87.28
2 Mpunda Mpunda 35,648 32 276 31 256 0.72 5,229 30,989 5,229 32,673 91.65 0 0 0 0 0 24 72 20 60 0.17 32,929 92.37
3 Rasanae Timur Rasanae Timur 17,776 37 876 30 657 3.70 2,384 10,491 2,384 11,064 62.24 0 0 0 0 0 8 40 7 70 0.39 11,721 65.94
4 Raba Penanae 38,223 84 3,360 81 3,240 8.48 4,798 29,135 4,798 30,764 80.49 0 0 0 0 0 59 295 56 560 1.47 34,005 88.97
5 Asakota Asakota 30,610 55 2,200 49 1,960 6.40 2,807 16,822 2,807 17,815 58.20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 19,775 64.60

JUMLAH (KAB/KOTA) 156,400 255 7,089 236 6,438 90.82 19,915 115,425 19,915 121,784 77.87 - - - - #DIV/0! 317 1,537 306 2,920 1.87 128,231 81.99

Sumber: Seksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


KOTA BIMA
TAHUN 2014

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH DESA/ DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA STBM
KELURAHAN STBM (SBS)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Asakota Asakota 4 0 0.00 0 0.00 4 100.00
2 Rasanae Barat Paruga 6 0 0.00 0 0.00 6 100.00
3 Mpunda Mpunda 10 2 20.00 2 20.00 10 100.00
4 Raba Penanae 11 3 27.27 3 27.27 11 100.00
5 Rasanae Timur Rasanae Timur 7 0 0.00 0 0.00 7 100.00
JUMLAH (KAB/KOTA) 38 5 13.2 5.0 13.1578947 38 100

Sumber: Seksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA BIMA
TAHUN 2014

TEMPAT-TEMPAT UMUM
YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL


SARANA TEMPAT-TEMPAT
SARANA PENDIDIKAN HOTEL
KESEHATAN UMUM

JUMLAH TTU
RUMAH SAKIT
NO KECAMATAN PUSKESMAS SD SLTP SLTA PUSKESMAS BINTANG NON BINTANG
UMUM

SAKIT UMUM
PUSKESMAS

BINTANG

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
RUMAH
SLTP

SLTA

NON
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Asakota Asakota 17 6 4 9 - - - 36 13 76.5 5 83.3 3 75.0 9 100.0 - - 0 - - - 30 83.33
2 Rasanae Barat Paruga 17 6 8 9 - - 11 51 11 64.7 5 83.3 7 87.5 9 100.0 - - 0 - 11 100.0 43 84.31
3 Mpunda Mpunda 16 6 8 17 1 - 2 50 11 68.8 5 83.3 7 87.5 17 100.0 1 100.0 0 - 2 100.0 43 86.00
4 Raba Penanae 22 3 7 15 - - 2 49 17 77.3 2 66.7 6 85.7 14 93.3 - - 0 - 2 100.0 41 83.67
5 Rasanae Timur Rasanae Timur 16 6 1 13 - - - 36 12 75.0 4 66.7 1 100.0 13 100.0 - - 0 - - - 30 83.33

JUMLAH (KAB/KOTA) 88 27 28 63 1 0 15 222 64 72.7 21 77.8 24 85.7 62 98.4 1 100.0 0 #DIV/0! 15 100.0 187 84.23423

Sumber: Seksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


KOTA BIMA
TAHUN 2014

TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KECAMATAN PUSKESMAS MAKANAN MAKANAN
TPM JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL % JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL %
JAJANAN JAJANAN
RESTORAN (DAM) RESTORAN (DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Asakota Asakota 27 4 1 3 9 17 62.96 2 1 1 6 10 37.04
2 Rasanae Barat Paruga 64 2 11 8 9 30 46.88 3 24 1 6 34 53.13
3 Mpunda Mpunda 56 2 3 7 21 33 58.93 2 1 2 18 23 41.07
4 Raba Penanae 106 2 8 8 48 66 62.26 0 3 2 35 40 37.74
5 Rasanae Timur Rasanae Timur 51 1 0 1 19 21 41.18 2 0 0 28 30 58.82

JUMLAH (KAB/KOTA) 304 11 23 27 106 167 54.93 9 29 6 93 137 45.07

Sumber: Seksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KOTA BIMA
TAHUN 2014

JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

TPM DIBINA

SYARAT HIGIENE
TIDAK MEMENUHI

RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/
JUMLAH TPM
MEMENUHI
MINUM (DAM)

MINUM (DAM)
SANITASI
PERSENTASE

PERSENTASE
JASA BOGA

JASA BOGA

TPM DIUJI
RESTORAN

RESTORAN
DEPOT AIR

DEPOT AIR
MAKANAN

MAKANAN
JUMLAH TPM

JAJANAN

JAJANAN
TOTAL

TOTAL
NO KECAMATAN PUSKESMAS

PETIK
SYARAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Asakota Asakota 10 2 1 1 6 10 100.00 17 0 1 3 1 5 29.41
2 Rasanae Barat Paruga 34 3 24 1 6 34 100.00 30 2 3 8 2 15 50.00
3 Mpunda Mpunda 23 2 1 2 18 23 100.00 33 1 1 7 2 11 33.33
4 Raba Penanane 40 0 3 2 35 40 100.00 66 0 1 8 3 12 18.18
5 Rasanae Timur Rasanae Timur 30 2 0 0 28 30 100.00 21 0 0 1 2 3 14.29

JUMLAH (KAB/KOTA) 137 9 29 6 93 137 100.00 167 3 6 27 10 46 27.54

Sumber: Seksi Penyehatan Lingkungan


TABEL 66

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Alopurinol tablet 100 mg tablet 29,600 21,000 50600 #DIV/0!
2 Aminofilin tablet 200 mg tablet 10,000 19,700 6,500 26200.00 262
3 Aminofilin injeksi 24 mg/ml tablet 848 570 1418.00 #DIV/0!
4 Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 4,798 46,200 50998.00 #DIV/0!
5 Amoksisilin kapsul 250 mg kapsul 67,600 48,000 48,000 96000.00 142.0118343
6 Amoksisilin kaplet 500 mg kaplet 824,333 722,600 722,600 1445200.00 175.32
7 Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg botol 8,188 5,440 5,440 10880.00 132.88
8 Metampiron tablet 500 mg tablet #DIV/0!
9 Metampiron injeksi 250 mg ampul #DIV/0!
10 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium tablet 220,500 224,600 231,800 456400.00 206.98
Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg
11 Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g + tube 1,900 1,899 2,674 4573.00 240.68
polimiksin 10.000 IU/g
12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + supp 1,518 620 900 1520.00 100.13
Heksaklorofen 250 mg
13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam pot 2,830
Salisilat 3%
14 Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg tablet 21,540 1,400 400 1800.00 8.36
15 Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + tablet #DIV/0!
Levodopa 250 mg
16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen vial 7,662 1,040 820 1860.00 24.28
17 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg tablet 362,500 266,000 365,500 631500.00 174.21
18 Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) tablet #DIV/0!
19 Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) tablet 10,000 5,000 5000.00 50.00
20 Atropin sulfat tablet 0,5 mg tablet #DIV/0!
21 Atropin tetes mata 0,5% botol #DIV/0!
22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/mL - 1 mL (sulfat) ampul 311 510 821.00 #DIV/0!
23 Betametason krim 0,1 % krim 4,698 3,368 3,912 7280.00 154.96
24 Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml ampul 1,700 1,900 3600.00 #DIV/0!
25 Deksametason tablet 0,5 mg tablet 250,168 177,900 134,300 312200.00 124.80
26 Dekstran 70-larutan infus 6% steril botol 150 150.00 #DIV/0!
27 Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) botol 4,507 4507.00 #DIV/0!
28 Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) tablet 85,000 85000.00 #DIV/0!
29 Diazepam Injeksi 5mg/ml ampul 213 20 400 420.00 197.18
30 Diazepam tablet 2 mg tablet 2,000 4,500 9,500 14000.00 700.00
31 Diazepam tablet 5 mg tablet 1,460 8,400 9860.00 #DIV/0!
32 Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) ampul 440 2,280 2720.00 #DIV/0!
33 Diagoksin tablet 0,25 mg tablet 500 2,400 2900.00 #DIV/0!
34 Efedrin tablet 25 mg (HCL) tablet 13,333 40,000 13,500 53500.00 401.26
35 Ekstrks belladona tablet 10 mg tablet 10,500 8,800 41,200 50000.00 476.19
36 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) ampul 476 356 504 860.00 180.67
37 Etakridin larutan 0,1% botol 518 537 537.00 103.67
38 Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul #DIV/0!
39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml ampul 7 345 352.00 #DIV/0!
40 Fenobarbital tablet 30 mg tablet 9,383 4,500 15,600 20100.00 214.22
41 Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg tablet #DIV/0!
42 Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg tablet 300 6,700 7000.00 #DIV/0!
43 Fenol Gliserol tetes telinga 10% botol #DIV/0!
44 Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml ampul 1,337 5,650 6987.00 #DIV/0!
45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg tablet 8,251 3,200 3200.00 38.78
46 Furosemid tablet 40 mg tablet 1,700 2,700 4400.00 #DIV/0!
47 Gameksan lotion 1 % botol 50
48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium sach 22,000 49,800 71800.00 #DIV/0!
klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g
49 Gentian Violet Larutan 1 % botol 720 500 1220.00 #DIV/0!
50 Glibenklamida tablet 5 mg tablet 10,000 31,600 14,500 46100.00 461.00
51 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg tablet 311,333 259,000 286,000 545000.00 175.05
52 Gliserin botol #DIV/0!
53 Glukosa larutan infus 5% botol 2,276 2,101 4,289 6390.00 280.76
54 Glukosa larutan infus 10% botol 1,240 1,240 1240.00 100.00
55 Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ampul 16 16.00 #DIV/0!
56 Griseofulvin tablet 125 mg, micronized tablet 23,000 25,100 31,100 56200.00 244.35
57 Haloperidol tablet 0,5 mg tablet #DIV/0!
58 Haloperidol tablet 1,5 mg tablet 4,600 11,000 15600.00 #DIV/0!
59 Haloperidol tablet 5 mg tablet 89,000 15,900 121,300 137200.00 154.16
60 Hidroklorotiazida tablet 25 mg tablet 3,000 60,000 63000.00 #DIV/0!
61 Hidrkortison krim 2,5% tube 6,026 2,911 449 3360.00 55.76
62 Ibuprofen tablet 200 mg tablet 39,500 135,500 175000.00 #DIV/0!
63 Ibuprofen tablet 400 mg tablet 183,700 223,600 139,400 363000.00 197.60
64 Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg tablet 2,200 1,200 5,000 6200.00 281.82
65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg tablet 237,388 71,000 71000.00 29.91
66 Kaptopril tablet 12,5 mg tablet 59,238 32,300 24,700 57000.00 96.22
67 Kaptopril tablet 25 mg tablet 51,752 38,200 14,800 53000.00 102.41
68 Karbamazepim tablet 200 mg tablet 1,900 2,100 4000 #DIV/0!
69 Ketamin Injeksi 10 mg/ml vial #DIV/0!
70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul #DIV/0!
71 Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul 29,000 44,500 43,000 87500.00 301.72
72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol 3,599 763 3,432 4195.00 116.56
73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet 425,000 303,300 370,800 674100.00 158.61
74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul 10 4,748 4758.00 #DIV/0!
75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul #DIV/0!
76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet #DIV/0!
77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet 7,000 2,000 1,200 3200.00 45.71
78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet #DIV/0!
Sulfadoxin 500 mg
79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg botol 5,843 6,169 4,748 10917.00 186.84
+ Trimetoprim 40 mg/ 5 ml
80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : tablet 94,456 102,000 51,400 153400.00 162.40
Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 mg
81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : tablet 2,500 34,500 37000.00 #DIV/0!
Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg
82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet 1,380 960 3,480 4440.00 321.74
83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul 100 -
84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml vial 7,640 7,530 6,600 14130.00 184.95
85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial 82 20 409 429.00 523.17
86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial 93 622 715.00 #DIV/0!
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
KOTA BIMA
TAHUN 2014

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach - #DIV/0!
88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol - #DIV/0!
89 Mebendazol tablet 100 mg tablet 200 -
90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 tablet 5,500 2,230 7730.00 #DIV/0!
mg
91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul 330 - 330.00 #DIV/0!
92 Metronidazol tablet 250 mg tablet - #DIV/0!
93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet 300 -
94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol - #DIV/0!
95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol 2,005 1,121 1,679 2800.00 139.65
96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul - #DIV/0!
97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g tablet - #DIV/0!
98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g tablet 2,000 700 700 1400.00 70.00
99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol 1,000 2,159 2,321 4480.00 448.00
100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube 1,024 825 1849.00 #DIV/0!
101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial 20 149 169.00 #DIV/0!
102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul 2,000 4,300 5,009 9309.00 465.45
103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol 15,320 10,878 13,742 24620.00 160.70
104 Paracetamol tablet 100 mg tablet 200 - 200.00 #DIV/0!
105 Paracetamol tablet 500 mg tablet 533,600 413,600 620,200 1033800.00 193.74
106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol - #DIV/0!
107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet 2,300 21,900 24200.00 #DIV/0!
108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet 186,000 14,000 200000.00 #DIV/0!
109 Povidon Iodida larutan 10 % botol 100 115 215.00 #DIV/0!
110 Povidon Iodida larutan 10 % botol 1,247 462 1709.00 #DIV/0!
111 Prednison tablet 5 mg tablet 49,000 51,900 100900.00 #DIV/0!
112 Primakuin tablet 15 mg tablet 10,000 10000.00 #DIV/0!
113 Propillitiourasil tablet 100 mg tablet 2,600 3,600 6200.00 #DIV/0!
114 Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet 3,500 4,600 8100.00 #DIV/0!
115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet - #DIV/0!
116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet 40,000 40000.00 #DIV/0!
117 Ringer Laktat larutan infus botol 16,835 16,233 33068.00 #DIV/0!
118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube 1,549 3,515 5064.00 #DIV/0!
4%
119 Salisil bedak 2% kotak 1,740 4,189 5929.00 #DIV/0!
120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial 12 42 54.00 #DIV/0!
121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial - #DIV/0!
122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) vial - #DIV/0!
123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) ampul 11 39 50.00 #DIV/0!
124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) vial - #DIV/0!
125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul 600 - 600.00 #DIV/0!
126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol - #DIV/0!
127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol - #DIV/0!
128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul 78,000 35,000 113000.00 #DIV/0!
129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul - #DIV/0!
130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul - #DIV/0!
131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet 178,500 211,000 157,000 368000.00 206.16
132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul - #DIV/0!
133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet 55,200 18,200 46,500 64700.00 117.21
134 Vaksin Rabies Vero vial - #DIV/0!
135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 200,200 157,000 357200.00 #DIV/0!
VAKSIN
136 BCG vial 1,474 1,660 290 1950.00 132.29
137 T T vial 869 480 520 1000.00 115.07
138 D T vial 407 430 430.00 105.65
139 CAMPAK 10 Dosis vial 1,617 1,590 380 1970.00 121.83
140 POLIO 10 Dosis vial 2,442 1,860 140 2000.00 81.90
141 DPT-HB vial 1,199 2,250 30 2280.00 190.16
142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial #DIV/0!
143 POLIO 20 Dosis vial #DIV/0!
144 CAMPAK 20 Dosis vial #DIV/0!

Sumber: Instalasi Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bima


TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM 1 1
2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 -
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP 2 2
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 24 24
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 3 3
3 PUSKESMAS KELILING 15 15
4 PUSKESMAS PEMBANTU 19 19
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN 0 -
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 3 3
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 -
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 52 52
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 4 4
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 0 -
7 UNIT TRANSFUSI DARAH 0 -
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI 0 -
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 -
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 -
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 -
5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 -
6 APOTEK 31 31
7 TOKO OBAT 16 16
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 -

Sumber: Seksi Sarana Pelayanan Kesehatan


TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KOTA BIMA
TAHUN 2014

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 1 0 -

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 1 0 -

Sumber: Seksi Sarana Pelayanan Kesehatan


TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA BIMA
TAHUN 2014

STRATA POSYANDU
POSYANDU AKTIF
NO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 RasanaE Barat Paruga 3 9.38 29 90.63 0 0.00 0 0.00 32 0 0.00
2 Mpunda Mpunda 13 38.24 18 52.94 3 8.82 0 0.00 34 3 8.82
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 0 0.00 19 73.08 6 23.08 1 3.85 26 7 26.92
4 Raba PenanaE 2 5.00 34 85.00 4 10.00 0 0.00 40 4 10.00
5 Asakota Asakota 4 13.33 25 83.33 0 0.00 1 3.33 30 1 3.33

JUMLAH (KAB/KOTA) 22 13.58 125 77.16 13 8.02 2 1.23 162 15 9.26


RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 1

Sumber: Seksi Promosi Kesehatan


TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)


KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU
1 2 3 4 5 6 7
1 Rasanae Barat Paruga 6 2 3 1
2 Mpunda Mpunda 10 8 3 2
3 Rasanae Timur RasanaE Timur 7 4 3 1
4 Raba PenanaE 11 3 5 1
5 Asakota Asakota 4 4 2 5

JUMLAH (KAB/KOTA) 38 21 16 10

Sumber: Seksi Promosi Kesehatan


TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Rasanae Barat Paruga 6 6 0 0 0 6 100
2 Mpunda Mpunda 10 10 0 0 0 10 100
3 Rasanae Timur RasanaE Timur 7 7 0 0 0 7 100
4 Raba PenanaE 11 4 7 0 0 11 100
5 Asakota Asakota 4 4 0 0 0 4 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 38 31 7 0 0 38 100

Sumber: Seksi Promosi Kesehatan


TABEL 72

JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

a DOKTER
DR SPESIALIS DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI TOTAL
NO UNIT KERJA GIGI SPESIALIS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Puskesmas Paruga - - - 2 3 5 2 3 5 0 1 1 0 0 1 1
2 Puskesmas Mpunda - - - 1 3 4 1 3 4 0 0 0 0 0 0 0
3 Puskesmas Rasanae Timur - - - 4 1 5 4 1 5 0 1 1 0 0 1 1
4 Puskesmas Penanae - - - 2 1 3 2 1 3 0 1 1 0 0 1 1
5 Puskesmas Asakota - - - 2 3 5 2 3 5 0 1 1 0 0 1 1
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - 11 11 22 11 11 22 - 4 4 - - - - 4 4
1 RS - - - - - - - - - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - - - - - - - - - -
dan swasta dan termasuk - - - - - - - - - -
pula Rumah Bersalin) - - - - - - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - - - - - - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - 1 1 2 1 1 2
JUMLAH (KAB/KOTA) - - - 12 12 24 12 12 24 - 4 4 - - - - 4 4
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 0 15.345 15.345 2.5575 0 2.5575

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


Keterangan : a termasuk S3
TABEL 73

JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

PERAWATa PERAWAT GIGI


NO UNIT KERJA BIDAN
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Puskesmas Paruga 18 6 35 41 3 2 5
2 Puskesmas Mpunda 25 1 32 33 0 3 3
3 Puskesmas RasanaE Timur 14 7 20 27 1 1 2
4 Puskesmas PenanaE 25 7 20 27 0 2 2
5 Puskesmas Asakota 18 8 36 44 0 1 1
0 0
0 0
0 0
0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 100 29 143 172 4 9 13
1 RS 0 0
dst. (mencakup RS Pemerintah 0 0
dan swasta dan termasuk 0 0
pula Rumah Bersalin) 0 0
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 0 0 0 0 0 0 0
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 4 3 1 4 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 104 32 144 176 4 9 13
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 130.49 109.97 8.31

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


Keterangan : a termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis
TABEL 74

JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA TEKNIS
NO UNIT KERJA APOTEKER TOTAL
KEFARMASIANa
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Paruga 1 - 1 - 2 2 1 2 3
2 Puskesmas Mpunda 1 2 3 - 2 2 1 4 5
3 Puskesmas RasanaE Timur 1 1 2 - 2 2 1 3 4
4 Puskesmas PenanaE - 2 2 - 2 2 - 4 4
5 Puskesmas Asakota 1 3 4 - 3 3 1 6 7
6 Labkesda 1 - 1 - - 1 - 1
7 IFK 1 1 2 2 3 5 3 4 7
- - - - -
- - - - -
- - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 6 9 15 2 14 16 8 23 31
1 RS - - - - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - - - - -
dan swasta dan termasuk - - - - -
pula Rumah Bersalin) - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - 2 2 4 2 2 4
JUMLAH (KAB/KOTA) 6 9 15 4 16 20 10 25 35
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 9.59 12.79 22.38

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi
TABEL 75

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

KESEHATAN MASYARAKATa KESEHATAN LINGKUNGANb


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Puskesmas Paruga 2 2 4 1 4 5
2 Puskesmas Mpunda - 4 4 - 2 2
3 Puskesmas RasanaE Timur 1 3 4 1 2 3
4 Puskesmas PenanaE 1 1 2 - 3 3
5 Puskesmas Asakota 1 1 2 - 2 2
6 Labkesda - - 1 1
7 IFK - - -
- -
- -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 5 11 16 3 13 16
1 RS - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - -
dan swasta dan termasuk - -
pula Rumah Bersalin) - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 2 13 15 4 4 8
JUMLAH (KAB/KOTA) 7 24 31 7 17 24
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 19.82 15.35

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


Keterangan :
a
termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan,
tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan
b
termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan
TABEL 76

JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Paruga 2 3 5 - - - 2 3 5
2 Puskesmas Mpunda 1 4 5 - - - 1 4 5
3 Puskesmas RasanaE Timur 2 3 5 - - - 2 3 5
4 Puskesmas PenanaE 1 4 5 - - - 1 4 5
5 Puskesmas Asakota - 4 4 - - - - 4 4
6 Labkesda - - - - -
7 IFK - - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 6 18 24 - - - 6 18 24
1 RS - - - - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - - - - -
dan swasta dan termasuk - - - - -
pula Rumah Bersalin) - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 2 5 7 - - - 2 5 7
JUMLAH (KAB/KOTA) 8 23 31 - - - 8 23 31
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 19.82

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


TABEL 77

JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

TENAGA KETERAPIAN FISIK


TOTAL
NO UNIT KERJA FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Puskesmas Paruga - - - - - - - - - - - - - - -
2 Puskesmas Mpunda - - - - - - - - - - - - - - -
3 Puskesmas RasanaE Timur - - - - - - - - - - - - - - -
4 Puskesmas PenanaE - - - - - - - - - - - - - - -
5 Puskesmas Asakota - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - - - - - - - -
1 RS - - - - - - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - - - - - - -
dan swasta dan termasuk - - - - - - -
pula Rumah Bersalin) - - - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - - - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) - - - - - - - - - - - - - - -
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 0

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


TABEL 78

JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

TENAGA KETEKNISIAN MEDIS


NO UNIT KERJA REKAM MEDIS DAN
TEKNISI ANALISIS REFRAKSIONIS ORTETIK TEKNISI TRANSFUSI TEKNISI
RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI GIGI INFORMASI JUMLAH
ELEKTROMEDIS KESEHATAN OPTISIEN PROSTETIK DARAH KARDIOVASKULER
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35
1 Puskesmas Paruga 1 1 2 - - - 2 - 2 - - - - 4 4 - - - - - - 1 1 2 - - - - - - 4 6 10
2 Puskesmas Mpunda - - - - - - - - - - - - - 4 4 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 5 5
3 Puskesmas RasanaE Timur 1 - 1 - - - - 1 1 - - - 2 1 3 - - - - - - - 1 1 - - - - - - 3 3 6
4 Puskesmas PenanaE - - - - - - - - - - - - - 3 3 - - - - - - - - - - - - - - - - 3 3
5 Puskesmas Asakota - 1 1 - - - 1 - 1 - - - - 5 5 - - - - - - 2 1 3 - - - - - - 3 7 10
6 Labkesda - - - - 1 1 - - - - - 1 - 1
7 IFK - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 2 2 4 - - - 3 1 4 - - - 3 17 20 - - - - - - 3 4 7 - - - - - - 11 24 35
1 RS - - - - - - - - - - - - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - - - - - - - - - - - - -
dan swasta dan termasuk - - - - - - - - - - - - -
pula Rumah Bersalin) - - - - - - - - - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - 2 - 2 - 1 2 3 - - - - - - - - - 3 2 5
JUMLAH (KAB/KOTA) 2 2 4 - - 5 1 6 - - - 4 19 23 - - - - - - 3 4 7 - - - - - - 14 26 40
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 25.58

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


TABEL 79

JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

TENAGA KESEHATAN LAIN


PENGELOLA PROGRAM TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA KESEHATAN LAINNYA
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Paruga - - - - -
2 Puskesmas Mpunda - - - - -
3 Puskesmas RasanaE Timur - - - - -
4 Puskesmas PenanaE - - - - -
5 Puskesmas Asakota - - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
- - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - -
1 RS - - - - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - - - - -
dan swasta dan termasuk - - - - -
pula Rumah Bersalin) - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - -
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) - - - - - - - - -

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


TABEL 80

JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA BIMA
TAHUN 2014

TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN


TENAGA TOTAL
PEJABAT STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG TENAGA
NO UNIT KERJA TENAGA PENDIDIK JURU PENUNJANG
STRUKTURAL ADMINISTRASI TEKNOLOGI PERENCANAAN KEPENDIDIKAN
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
1 Puskesmas Paruga 1 1 2 2 3 5 - - - - - - 3 4 7
2 Puskesmas Mpunda - 2 2 - 1 1 - - - - - - - 3 3
3 Puskesmas RasanaE Timur 2 - 2 2 3 5 - - - - - - 4 3 7
4 Puskesmas PenanaE - 2 2 2 1 3 - - - - - - 2 3 5
5 Puskesmas Asakota 1 1 2 1 2 3 - - - - - - 2 3 5
- - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - -
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 4 6 10 7 10 17 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 11 16 27
1 RS - - - - - - - - - - -
dst. (mencakup RS Pemerintah - - - - - - - - - - -
dan swasta dan termasuk - - - - - - - - - - -
pula Rumah Bersalin) - - - - - - - - - - -
SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - -
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 14 8 22 9 3 12 - - - - - - 23 11 34
JUMLAH (KAB/KOTA) 18 14 32 16 13 29 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 34 27 61

Sumber: Kepegawaian Dinas Kesehatan Kota Bima


TABEL 81

ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA


KOTA BIMA
TAHUN 2014

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


NO SUMBER BIAYA
Rupiah %
1 2 3 4

ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:

1 APBD KAB/KOTA 46,417,030,470 96.91

a. Belanja Langsung 20,949,818,831

b. Belanja Tidak Langsung 25,467,211,639

2 APBD PROVINSI - 0.00

- Dana Tugas Pembantuan (TP) Provinsi

3 APBN : 1,412,500,000 2.95

- Dana Alokasi Umum (DAU) 0.00

- Dana Alokasi Khusus (DAK) 0.00

- Dana Dekonsentrasi 0.00

- Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota 0.00


- Lain-lain (sebutkan) 1,412,500,000 2.95
Dana BOK
4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 69,364,310 0.14

DANA GLOBAL FUND (GF)

5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0.00

TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 47,898,894,780

TOTAL APBD KAB/KOTA 643,491,654,111


% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 7.21
ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 306,258.92
DATA 10 PENYAKIT TERBANYAK DI PUSKESMAS TAHUN 2014

NO JENIS PENYAKIT JUMLAH


1 Infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas 6,649
2 Peny.lain pada saluran pernapasan bagian atas 3,888
Keadaan tertentu pada masa perinatal pengikat (Peny.tulang
3 3,049
belulang , radang sendi termasuk reumatik).
4 Gastritis 2,639
5 Diare termasuk tersangka kolera 2,409
6 Penyakit Kulit Alergi 1,606
7 Penyakit kulit infeksi 1,592
8 Penyakit Tekanan Darah Tinggi 1,486
9 Gingivitis dan penyakit periodontal 1,205
10 Penyakit pulpa dan jaringan peripikal 1,087