Anda di halaman 1dari 15

TAHAP MITOSIS AKAR BAWANG MERAH (Allium cepa L.

A. Rumusan Masalah
1. Apakah ada pengaruh waktu pemotongan akar terhadap jumlah sel akar Bawang
Merah (Allium cepa L.) yang mengalami mitosis ?
2. Bagaimana tahapan mitosis pada sel akar Bawang Merah (Allium cepa L.)?

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengaruh waktu pemotongan akar terhadap jumlah sel akar
Bawang Merah (Allium cepa L.) yang mengalami mitosis
2. Untuk mengetahui tahapan mitosis pada sel akar Bawang Merah (Allium cepa L.)

C. Dasar Teori
Sebagian besar sel bereproduksi secara aseksual, yaitu tanpa terjadinya
pertukaran atau pemerolehan informasi hereditas baru. Sebagian besar sel yang
membentuk tubuh organisme eukarriota multiseluler juga bereproduksi secara
aseksual dalam suatu proses yang dikenal sebagai mitosis. Selama pembelahan
mitosis, sel akan tumbuh, menduplikasi genomnya, memisahkan kromosom yang
telah berduplikasi ke kutub-kutub sel yang berlawanan, dan membagi sitoplasma
sehingga terbentuklah sel anakan (Stanfield,2003) .
Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung. Hal ini
dikarenakan pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan
tertentu. Tahapan-tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini
meliputi: profase, metafase, anafase, dan telofase. P sel paling banyak dijumpai pada
bagian akar yaitu ujung akar. Pada mitosis, bahan inti sel terbagi sedemikian rupa
sehingga dari satu sel dihasilkan dua buah sel anakan. Mitosis merupakan alat untuk
duplikasi teratur (dalam fase S) dan pemisahan (pada anafase) kromosom. Biasanya,
mitosis diikuti dengan pembelahan sel yang disebut dengan sitokenesis dimana sel
akan terpisah menjadi dua (Kimball, 1999).
Pada mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel
anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama
dengan sel induknya. Proses terjadinya mitosis terbagi ke dalam 5 fase, yaitu
interfase, profase, metafase, anafase dan telofase
Interfase adalah fase dimana inti sel nampak keruh dan nampak benang-
benang kromatin yang halus, kromosom yang diduplikasi pada fase S belum terlihat
secara individual karena belum terkondensas (Campbell, 2010).
Profase adalah fase dimana benang- benang kromatin memendek dan menebal,
terbentuklah kromosom. Gelendong mitotik mulai terbentuk, setiap kromosom
terduplikasi tampak sebagai kromatid identik yang tersambung pada sentromernya
dan sepanjang lengannya oleh kohesin (kohesi kromatid saudara) (Campbell, 2010).
Proses terjadinya fase profase ditandai dengan hilangnya nucleus dan diganti dengan
mulai tampaknya pilinan-pilinan kromosom yang terlihat tebal
Metaphase merupakan tahap mitosis yang paling lama, sering kali berlangsung
sekitar 20 menit (Campbell, 2010). Kromosom kromosom menempatkan diri di
bidang tengah dari sel. Ciri utama fase ini adalah terbentuknya gelendong
pembelahan, gelendong pembelahan ini dibentuk oleh mikrotubula. Gelendong ini
membentuk kutub-kutb pembelahan tempat sentromer mikrotubula bertumpu
Anafase merupakan tahap pembelahan yang paling singkat terjadi, biasanya
hanya beberapa menit (Campbell, 2010). Sentromer membelah dan kedua kromatid
memisahkan diri dan bergerak menuju kutub dari sel yang berlawanan. Tiap kromatid
hasil pembelahan itu memiliki sifat yang sama dengan sel induknya, sejak saat itu
kromatid-kromatid tersebut menjadi kromosom baru.Pada fase ini kromosom yang
mengumpul di tengah sel terpisah dan mengumpul pada masing-masing kutub,
sehingga telihat adal dua kumpulan kromosom
Telofase merupakan tahap terakhir saat nukleus-nukleus anakan terbentuk dan
sitokinesis telah dimulai. Dengan ciri dimana di tiap kutub sel terbentuk stel
kromosom yang identik. Selaput gelendong inti lenyap dan dinding inti terbentuk
lagi. Kemudian plasma sel terbagi lagi menjadi dua bagian, proses tersebut dikenal
sebagai sitokinesis. Pada sel tumbuhan sitokinesis ditandai dengan terbentuknya
dinding pemisah di tengah- tengah sel (Campbell.2010).
Fase mitosis yang diamati adalah menggunakan akar bawang merah. Adapun
klasifikasi bawang merah menurut Sunarjono (1983) adalah sebagai berikut.

Klasifikasi :

Kingdom :Plantae
Subkingdom :Tracheobionta
Superdivisio :Spermatophyta
Divisio :Magnoliophyta
Klas :Liliopsida
Sub-klas :Liliidae
Ordo :Liliales
Familia :Liliaceae
Genus :Allium
Spesies :Allium cepa L.

Tanaman bawang merah merupakan tanaman semusim, berumbi lapis, berakar


serabut dan daun berbentuk silindris dengan pangkal daun yang berubah bentuk dan
fungsinya, yaitu membentuk umbi lapis (Departemen Pertanian, 1983).

Setiap tumbuhan memiliki jam biologi yang mengatur waktu optimum


pembelahan mitosis (Johansen, 1940). Umumnya tumbuhan melakukan pembelahan
sel pada pagi hari. Mitosis dapat terjadi setiap hari mengingat banyaknya sel yang
rusak atau terlepas dari tubuh. Namun demikian, waktu pembelahan sel setiap
tanaman berbeda-beda dan tidak konstan sepanjang hari. Waktu pemotongan ini
terkait dengan durasi dan indeks mitosis. Berdasarkan Nugroho (2010), nilai indeks
mitosis (IM) tertinggi meristem ujung akar dari spesies A.cepa, A.sativum, dan
A.fistulotum muncul pada waktu yang berbeda-beda meskipun dalam satu genus
Allium. A.sativum tertinggi pada jam 09.00 WIB dengan nilai 11.410%, A.cepa
tertinggi terjadi pada jam 12.00 WIB dengan nilai 11,326%, dan A.fistulotum tertinggi
terjadi pada jam 6.00 WIB dengan nilai 12,617%. Pada pukul 21.00, 24.00, dan 03.00
WIB akar bawang juga mengalami mitosis yang cukup tinggi.

D. Alat dan Bahan


Alat
- Mikroskop stereo
- Kaca benda
- Kaca penutup
- Silet
- Pipet
- Botol vial

Bahan

- Akar Bawang merah


- Larutan FAA
- Alkohol 70%
- HCl 1 N
- Asetokarmin
- Kertas Hisap
- Aquades

E. Prosedur Kerja
a. Penumbuhan akar bawang merah

Disiapkan 3 siung bawang merah dan lidi.

Dipilih bawang merah yang umurnya sudah lumayan tua, agar saat
direndam di air, akar akan tumbuh

Ditusuk bawang merah menggunakan tusuk lidi dibagian atas

Diletakkan bawang merah yang telah ditusuk ke dalam botol yang


telah dilubangi.

Dipastikan 1/3 bagian bawang merah terendam air

Direndam selama 6 hari hingga tumbuh akar


b. Perlakuan

Setelah bawang merah direndam selama 6 hari, dipotong akar bawang merah
sepanjang 1 cm tepat pukul 24.00 WIB

Direndam potongan akar bawang pada botol vial yang berisi larutan FAA
selama 24 jam

c. Pengambilan Data

Diambil potongan ujung akar bawang yang telah direndam dalam larutan FAA
dengan pinset dan meletakkannya di atas kaca benda.

Direndam potongan akar bawang pada alkohol 70% selama 5 menit diatas kaca
benda, kemudian alkohol dihisap dengan kertas hisap

Direndam potongan akar bawang pada larutan HCl 1N selama 5 menit diatas
kaca benda, kemudian alkohol dihisap dengan kertas hisap

Diambil bagian yang terlihat putih di bagian ujung akar dengan menggunakan
silet

Ditetesi dengan acetokarmin kemudian dicacah sampai halus menggunakan silet

Ditutup preparat dengan kaca penutup dan sedikit ditekan dengan kertas hisap

Diamati fase-fase mitosis di bawah mikroskop cahaya pada perbesaran 40X10


F. Data Hasil Pengamatan
No Gambar Reference Keterangan
1 Profase

(Levetin-Mc Mahon, 2008)

2 Metafase

(Levetin-Mc Mahon, 2008)


3 Anafase

(Levetin-Mc Mahon, 2008)


4 Telofase

(Levetin-Mc Mahon, 2008)

G. Analisis Data
Pada praktikum tahap mitosis akar bawang merah, bawnag merah
ditumbuhkan akarnya selama 7 hari, kemudian pada hari ke 7 akar bawang merah
dipotong pada jam 24.00 WIB, kemudian diletakkan pada botol vial yang berisi FAA.
Kemudian potongan akar bawang merah direndam dengan alkohol 70% untuk
menghilangkan sisa-sisa FAA, setelah itu dilakukan perendaman dengan HCl dan
selanjutnya potongan akar bawnag merah ditetesi asetokarmin untuk memberi warna
pada sel, didiamkan selama 5 menit. Kemudian menggunakan silet berkarat, potongan
akar bawang merah dicacah hingga halus dan pengamatan dengan mikroskop dapat
dilakukan.
Berdasarkan pengamatan didapatkan hasil yaitu mitosis pada akar bawang
merah pada fase profase, metafase, anafase, dan telofase. Pada tahap profase terlihat
benang-benang kromatin makin menjadi pendek, sehingga menjadi tebal. Pada tahap
metafase terlihat kromosom berda pada bidang ekuator. Pada tahap anafase Sentromer
membelah menjadi dua, dan pada tahap telofase Pada fase ini dapat teramati bahwa
kromosom baru telah menyelesaikan pergerakannya menuju kutub dan mulai
menyebar di dalam membran nukleus

H. Pembahasan

Pada praktikum ini, praktikan mengamati proses mitosis dengan menggunakan


media sel akar bawang merah, hal ini dikarenakan sel bawang merah yang bersifat
meristematis yaitu sel yang aktif membelah. Dengan sifat sel yang meristematis ini,
diharapkan praktikan dapat melihat adanya proses pembelahan mitosis. Tidak semua
akar digunakan dalam praktikum ini, hanya ujung akar dengan panjang sekitar 3 cm
yang digunakan karena ujung akar memiliki sel-sel yang lebih aktif membelah
dibandingkan bagian sel-sel akar lainnya.

Sebelum praktikan mengamati sel akar bawang merah tersebut, ada beberapa
perlakuan yang dilakukan pada akar bawang merah. Pertama, akar bawang
merah dipotong pada jam 24.00 WIB, kemudian direndam dalam FAA, hal ini
bertujuan untuk menghentikan aktivitas seluler dan mengawetkan proses yang terjadi
pada sel ujung akar ketika ujung akar tersebut dipotong. Dengan demikian proses
mitosis yang mungkin terjadi pada waktu pemotongan dapat terhenti dalam keadaan
terfiksatif sehingga pada saat pengamatan di bawah mikroskop akan dapat
menunjukkan aktivitas sel-sel meristem ujung akar. Perendaman dengan larutan FAA
juga berfungsi untuk melunakkan dinding sel agar mempermudah masuknya zat
pewarna dan mempermudah saat pemotongan. Selain itu, pemberian asam asetat juga
dapat memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya. Sehingga tudung akar
akan terlihat lebih putih dibandingkan bagian lain dari akar bawang merah.

Kemudian potongan akar tersebut harus direndam di dalam alkohol 70%


selama 2 menit, perendaman ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa FAA yang
masih terdapat di dalam sel-sel akar bawang merah. Selain itu perendaman dengan
alkohol bertujuan untuk menyegarkan kembali sel-sel akar bawang yang sudah
semalaman dimasukkan ke dalam botol fial berisi FAA dan mensterilkan akar dari
mikroba.
Kemudian dilakukan perendaman dengan HCl, hal ini bertujuan untuk
memudahkan dalam memotong tudung akar bawang merah (Allium cepa), karena
dengan pemberian HCl dapat memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya,
tudung akar akan terlihat lebih putih dibandingkan bagian lain dari akar bawang
merah (Allium cepa), pemberian HCl ini juga dapat melunakkan dinding sel sehingga
memudahkan dalam memotong atau mencacah.

Perlakuan berikutnya yaitu pemberian acetocarmin, acetocarmin adalah


pewarna yang fungsinya untuk memberikan warna pada sel-sel akar bawang sehingga
mudah untuk diamati. Selain itu, agar penyerapan warna lebih cepat maka perlu
ditambahkan Fe, yang didapatkan dengan mencacah bahan amatan menggunakan silet
berkarat, emudian dilakukan uji coba pengamatan dibawah mikroskop.
Dalam pengamatan, praktikan menemukan proses mitosis yaitu pada tahap
profase pada salah satu sel. Pada tahap itu, terlihat benang-benang kromatin makin
menjadi pendek, sehingga menjadi tebal. Hal ini sesuai dengan teori yang
menyebutkan bahwa pada fase profase benang-benang kromatin makin menjadi
pendek, sehingga menjadi tebal. Terbentuklah kromosom-kromosom. Tiap kromosom
lalu membelah memanjang dan anakan kromosom ini dinamakan kromatid. Dinding
inti mulai menghilang. Sentriol (bentuk seperti bintang dalam sitoplasma) juga
membelah (Setjo, 2004). Dalam pengamatan tersebut, praktikan melihat adanya
bulatan-bulatan yang berwarna merah muda. Warna merah muda ini disebabkan oleh
pemberian acetocarmine pada perlakuan sebelumnya.

Ditemukan juga fase mitosis dimana kromosom berada di biadang ekuator.


Hal ini sesuai teori dimana pada fase metafase Kromosom menyusun diri secara acak
pada suatu bidang ekuator atau di tengah-tengah sel. Serabut-serabut kinetokordari
pusat pengorganisasian mikrotubulus (MTOC) yang bersebrangan akan mendorong
dan menarik sentromer-sentromer yang menjadi satu pada kromatid yang homolog.
Kromosom-kromosom dijaga pada bidang ekuator oleh tekanan dari serabut-serabut
MTOC yang bersebrangan (Erlord, 2007).

Anafase, Sentromer membelah menjadi dua. Kromatid ditarik oleh benang


spindel ke kutub berlawanan. Seiring dengan bergeraknya masing-masing kromatid
melalui sitosol lengannya akan bergerak lambat di belakang sentromernya, sehingga
member bentuk khas pada kromatid tersebut (Erlord, 2007).

Telofase, Kromatid-kromatid mulai membuka kumparannya dan kembali ke


keadaan interfase. Gelendong berdegerasi, membrane nukleus terbentuk kembali, dan
sitoplasma membelah dalam proses yang disebut sitokinesis. Pada sebagian besar
tumbuhan melibatkan pembentukan lempengan sel dari pektin yang berawal dari
tengah sel dan menyebar secara lateral ke dinding sel (Erlord, 2007).

Pemotongan akar bawang merah dilakukan pada jam 24.00 WIB, yang
mendasari pemotongan akar bawang merah pada jam 24.00 WIB adalah karena pada
jam tersebut semua tahap mitosis akar bawang merah terjadi, sehingga jika
pemotongan akar dilakukan pada jam tersebut dan akar disimpan pada larutan FAA,
dimana larutan FAA berfungsi untuk menghentikan fase mitosis yang terjadi, untuk
itu pada saat pengamatan di bawah mikroskop semua fase mitosis dapat dilihat dan
dapat diamati

I. Kesimpulan
1. Pemotongan akar bawang merah dilakukan pada jam 24.00 WIB karena pada jam
tersebut semua tahap mitosis akar bawang merah terjadi, sehingga jika
pemotongan akar dilakukan pada jam tersebut dan akar disimpan pada larutan
FAA sehingga pada saat pengamatan di bawah mikroskop semua fase mitosis
dapat dilihat dan dapat diamati
2. Pada pembelahan mitosis terdapat lima tahapan, yaitu ; interfase yaitu fase dimana
sel siap untuk mulai membelah, inti sel nampak keruh, lama-kelamaan benang-
benang kromatin mulai nampak. Tahap kedua adalah profase, yaitu fase dimana
benang-benang kromatin mulai memendek sehingga menjadi tebal dan
membentuk kromosom. Tahap ketiga adalah metafase, yaitu fase dimana
kromosom-kromosom mulai menempatkan diri di bidang ekuator. Tahap keempat
adalah anafase, yaitu fase dimana sentromer membelah dan keduakromatid
memisahkan diri menuju ke kutub sel yang berlawanan. Dan tahap yang terakhir
adalah telofase, yaitu tahap dimana di tiap kutub sel terbentuk pasangan
kromosom yang identik, mulai terbentuk membran inti, dan kemudian plasma sel
terbagi menjadi dua bagian.

J. Saran
1. Diharapkan praktikan lebih bersabar dan teliti dalam mengamati tahapan mitosis
pada sel akar Bawang Merah
2. Praktikan diharapkan dalam pemotongan akar secara tepat waktu, sehingga proses
mitosis dapat dilihat dengan jelas
3. Pada saat pencacahan akar bawang merah tidak terlalu cepat, sehingga sel tidak
rusak

K. Diskusi
1. Berikut ini adalah kemikalia yang dipakai dalam praktikum mitosis akar
bawang merah:
- FAA
- Alkohol 70%
- HCl 1 N
- Acetocarmin
a. Jelaskan fungsi kemikalia di atas
- FAA : bertujuan untuk menghentikan aktivitas seluler dan mengawetkan proses
yang terjadi pada sel ujung akar ketika ujung akar tersebut dipotong.
- Alkohol 70% : menghilangkan sisa-sisa FAA yang masih terdapat di dalam sel-sel
akar bawang merah, menyegarkan kembali sel-sel akar bawang yang sudah
semalaman dimasukkan ke dalam botol fial berisi FAA dan mensterilkan akar dari
mikroba.
- HCl 1 N : HCL berfungsi untuk melunakkan dinding sel
- Acetocarmin : memberi pigmen warna pada kromosom dan sel-sel akar bawang
agar mudah untuk diamati
b. Bagaimana peran biologis kerja dari kemikalis diatas sehingga dapat
menjelaskan fungsi tersebut?
- Larutan FAA : Pada saat pemotongan dilakukan pada jam 00.00 WIB, larutan
FAA akan menghambat atau menahan sel membelah lagi sehingga pembelahan sel
akan terhenti.
- Alkohol 70% : Pada saat akar bawang merah direndam dalam alkohol 70% selama
4 menit, alkohol akan menetralkan kandungan FAA yang terdapat dalam akar
serta mengembalikan kesegaran sel, selain itu selama perendaman, alkohol juga
mensterilkan mikroba yang mungkin ada dalam akar bawang merah.
- HCl 1 N : Pada saat akar bawang merah direndam dengan HCl selama 4 menit,
HCl akan memperjelas bagian putih pada tudung akar dan akar bawang yang
direndam dengan HCl akan menjadi lunak.
- Acetocarmin : warna merah pada acetocarmin akan diserap oleh sel-sel akar
bawang merah sehingga sel-sel akar bawang merah yang semula putih akan
menjadi berwarna.
2. Mengapa konsentrasi alkohol yang dipakai adalah 70%, jelaskan!
Digunakan alkohol 70% karena alkohol dalam konsentrasi ini merupakan larutan
desinfektan terbaik atau sebagai larutan yang berfungsi membunuh bakteri/ mikroba
yang mungkin ada di dalam akar bawang sehingga nantinya didapatkan bahan amatan
yang steril.
3. Mengapa dalam pencacahan akar bawang merah digunakan silet berkarat?
Jelaskan!
Seperti kita ketahui dalam karat besi terdapat Fe Cl2 yang mampu mengoksidasi
sehingga mampu menyerap air pada saat pencacahan dan acetocarmin dapat akan
mudah diserap oleh sel-sel akar bawang merah.
4. a. Mengapa pada praktikum mitosis akar bawang merah yang dipakai adalah
tudung akar? Kemukakanlah pendapat saudara!
Karena sel-sel penyusun akar bawang merah adalah sel-sel somatik. Mitosis
merupakan pembelahan sel yang umumnya terjadi pada sel-sel yang hidup terutama
sel-sel somatik yang sedang tumbuh (meristematik) seperti ujung batang atau ujung
akar. Ujung akar (tudung akar) bersifat parenkimatis yang aktif membelah
(meristematik).
b. Apabila bagian akar yang dipakai selain bagian tudung akar, bagaimana
hasilnya?
Apabila bagian yang dipakai adalah selain tudung akar, maka kemungkinan untuk
menemukan fase mitosis akan sulit karena tidak semua jaringan tumbuhan bersifat
meristematis dan apabila suatu jaringan telah menjadi jaringan dewasa, maka yang
teramati hanyalah susunan selnya saja secara anatomi.
5. Jika ditemukan permasalahan-permasalahan berikut, jelaskan kemungkinan
penyebabnya dan berikan solusi yang tepat!
a. pada pengamatan dibawah mikroskop, sel-sel penyebarannya banyak yang
bertumpuk-tumpuk!
Pada pengamatan di bawah mikroskop, sel kelihatan bertumpuk-tumpuk karena
pada waktu pencacahan, cacahan bawang kurang halus atau kurang lembut
sehingga sel yang diamati di bawah mikroskop masih terlalu besar sehingga
kelihatan bertumpuk.
b. warna sel terlalu pucat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
Setelah pemberian acetocarmin warna sel menjadi terlalu pucat karena pada saat
penggerusan, kaca penutup ditekan terlalu kuat sehingga acetocarmin banyak yang
keluar dari kaca penutup, akibatnya hanya sedikit acetocarmin yang diserap oleh
sel akar bawang merah.
c. warna sel terlalu pekat setelah diwarnai dengan acetokarmin!
Setelah pemberian acetocarmin warna sel menjadi terlalu pekat karena pada saat
penggerusan, kaca penutup ditekan terlalu lemah sehingga acetocarmin banyak
terkumpul di preparat, bisa juga karena pemberian acetocarmin yang terlalu banyak
sehingga warna merah yang diserap sel akar bawang merah juga menjadi banyak.
d. pada preparat hanya ditemukan beberapa fase saja dari keseluruhan fase
mitosis!
Pada preparat hanya ditemukan beberapa fase dari semua fase yang ada karena
pemotongan tidak dilakukan tepat pada jam 00.00 WIB karena jika dilakukan
pemotongan lebih dari pukul 00.00 WIB, maka akan sulit menemukan keempat
fase mitosis.
6. Jelaskan alasan dilakukan pemotongan tudung akar pada pukul 00.00!
Setiap tumbuhan memiliki jam biologi yang mengatur waktu optimum pembelahan
mitosis (Johansen, 1940). Umumnya tumbuhan melakukan pembelahan sel pada pagi
hari, Pemotongan akar bawang merah dilakukan pada pukul 00.00 WIB, karena pada
waktu ini sel-sel pada daerah meristem titik tumbuh akar sedang aktif membelah
7. Terkait dengan ilmu genetika, jelaskan tuuan peristiwa mitosis pada makhluk
hidup!
Fungsi mitosis terkait pada penggadaan jumlah sel yang berguna dalam pertumbuhan
dan perkembangan makhluk hidup. Karena dalam proses mitosis terjadi proses
pembelahan inti yang berupa gen, kromosom, nuklei dan sentromer yang
memperbanyak diri, serta tidak ada perubahan jumlah kromosom maupun perubahan
sifat dari sel induk ke sel anak.

L. Daftar Rujukan

Campbell, Reece. 2010. Biologi jilid 1 edisi kedelapan. Erlangga: Jakarta.


Departemen Pertanian. 1983. Pedoman Bercocok Tanam Padi, Palawija dan Sayur-
sayuran. Jakarta : . Satuan Pengendali Bimas.
Elrod, Susan and Wiliam Stainsfield. 2007. Genetika Edisi Ke Empat. Jakarta :
Erlangga.
Johansen, D.A. 1940. Plant Microtechnique. New York: Mc-Graw-Hill Companies
Kimball. 1999. Biologi. Erlangga: Jakarta.
Levetin, Mc Mahon. 2008. Plants and Society Fifth Edition. New York: Mc-Graw-
Hill Companies
Nugroho, L. Hartanto, Dkk. 2010. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Jakarta :
Penebar Swadaya.
Setjo, Susetyoadi. 2004. Anatomi Tumbuihan. JICA:Malang.
Stansfield, William D, dkk. 2003. Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta : Erlangga.
Sunarjono, Hendro. 1983. Budidaya Bawang Merah. Bandung : Sinar Baru.
TAHAP MITOSIS AKAR BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

Laporan Praktikum

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Genetika I

Yang dibimbing oleh Prof. Dr. Duran Corebima Aloysius, M.Pd

Disusun oleh:

Kelompok 5/ Offering A

Dwi Darmayanti 150341601390

M. Taufik Aji Fahruli 150341602764

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2017