Anda di halaman 1dari 4

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, yang berarti bahwa filsafat
pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil
pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai. Aliran Filsafat pendidikan yang
didasarkan pada empat aliran pokok tentang realita dan fenomena yakni ; idealisme, realisme,
materialisme dan pragmatisme, pengembangan hidup dan kehidupannya dalam alam dan
lingkungannya yang rercakup dalam eksistensialisme, progresivisme, prenialisme,
esensialisme dan rekonstruksionisme.

1. Filsafat Pendidikan Idealisme

Idealisme berpendirian bahwa kenyataan tersusun atas gagasan-gagasan (ide-ide) atau


spirit. Dunia ini dipandang bukan hanya sebagai mekanisme, tetapi dipandang sebagai sistem,
dunia adalah keseluruhan (totalitas). Dimana ide itu bertujuan untuk mencari kenyataan yang
abadi. Aliarn idealisme kenyataannya tidak terpisahkan dengan alam dan lingkungan
sehingga melahirkan dua macam realita

pertama : yang nampak yaitu apa yang dialami oleh kita selaku makhluk hidup dalam
lingkungan ini seperti ada yang datang dan ada yang pergi., ada yang hidup dan ada
yang mati.
Kedua : realitas sejati, yang merupakan sifat yang kekal dan sempurna (idea), gagasan
dan pikiran yang utuh didalamnya terdapat nilai-nilai yang murni dan asli,
2. Filsafat Pendidikan Realisme

Realisme dalam berbagai bentuk menurut kattsoff (1996:126) menarik garis pemisah
yang tajam antara yang mengetahui dan yang diketahui dan pada umumnya cenderung ke
arah dualisme atau monisme materialistik. manusia selalu berusaha untuk mencapai tujuan
hidup. Beberapa prinsip belajar yang dikemukakan oleh Comenius (sadulloh, 2003) ;

a. Pelajaran harus didasarkan pada minat peserta didik


b. Setiap mata pelajaran harus mmiliki out-line
c. Pada pertemuan awal atau permulaan pembelajaran, guru menyampaikan informasi
tentang garis-garis besar pembelajaran.
d. Kelas harus diperkaya dengan kegiatan proses belajar/mengajar .
e. Pembelajaran harus berlangsung secara sikuens atau berkesinambungan.
f. Setiap aktivitas yang dilakukan hendaknya membangun pengembangan.
g. Pelajaran dalam ubjek yang sama diperuntukan bagi semua peserta didik.

Realisme adalah ukuran kebenaran suatu gagasan mengenai pengetahuan.

3. Filsafat Pendidikan Materialisme

Aliran materialisme adalah suatu aliran filsafat yang berisikan tentang ajaran kebendaan,
dimana benda merupakan sumber segalanya, sedangkan materialitis mementingkan
kebendaan menurut materialisme. Karakteristik umum materialisme berdasarkan suatu
asumsi bahwa realitas dapat dikembangkan pada sifat-sifat yang sedang mengalami
perubahan gerak dalam ruang. Asumsi tersebut adalah;

a. Semua sains ditinjau dari dasar fenomena materi yang berhubungan secara klausal
(sebab akibat).
b. Jiwa (mind) adalah merupakan suatu gerakan yang kompleks dari otak.
c. Semua fenomena adalah merupakan bentuk tersembunyi dari realitas fisik.

Pendidikan dalam hal ini proses belajar mengajar, merupakan kondisional lingkungan.

4. Filsafat Pendidikan Pragmatisme

Pragmatisme berasal dari kata pragma yang berarti praktik atau aku berbuat. Hal ini
mengandung arti bahwa makna dari segala sesuatu tergantung dari hubungannya dengan apa
yang dapat dilakukan. Menurut John Dewey pendidikan perlu didasarkan pada tiga pokok
pemikiran. Yakni ;

a. Pendidikan merupakan kebutuhan untuk hidup


b. Pendidikan sebagai pertumbuhan
c. Pendidikan sebagai fungsi sosial

Dalam pembelajaran guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik.

5. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme

Eksistensi adalah cara manusia ada di dunia. Cara beradanya manusia adalah hidup
bersama dengan manusia lainnya. Ada beberapa pandangan penganut filsafat eksistensi,
yakni ;
a. Eksistensi adalah cara yang berbeda
b. Bereksistensi tidak statis tetapi dinamis
c. Manusia dipandang selalu dalam proses terbuka serta realistis.

Eksistensialisme dengan pendidikan sangat berhubungan erat karena kedua-keduanya


saman-sama membahs masalah yang sama.

6. Filsafat Pendidikan Progresivisme

Menurut penganut aliran ini bahwa kehidupan manusia berkembang terus-menerus dalam
satu arah yang positif. Pengikut Dewey mendasarkan pada asumsi

a. Minat-minat peserta didik sebagai menentukan muatan kurikulum


b. Pengajaran efektif
c. Pembelajaran harus aktif
d. Pendidikan bertujuan untuk membina peserta didik berpikir rasional
e. Individu berada pada suatu keadaan yang selalu berubah secara terus-menerus dan
pendidikan merupakan wahana masa depan yang lebih baik

7. Filsafat Pendidikan Perenialisme

Aliran ini berbeda dengan progreivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang
baru..

Beberapa prinsip pendidikan perenialisme, sebagai berikut ;

a. Pada hakikatnya manusia adalah sama


b. Bagi manusia, pikiran adalah kemampuan yang paling tinggi
c. Fungsi utama pendidikan adalam memberikan pengetahuan kebenaran
d. Pendidikan adalah persiapan untuk hidup bukan peniruan untuk hidup
e. Peserta didik harus mempelajari karya-karya besar dalam literatur

Peresianlisme memiliki pandangan bahwa tidak ada jalan lain kecuali prinsip.

8. Filsafat Pendidikan Esensialisme


Penganut paham ini berpendapat bahwa betul-betul ada hal-hal yang esensial dari
pengalaman peserta didik yang memiliki nilai esensial dan perlu dipertahankan. Penganut
faham esensialisme mengemukakan berbeapa prinsip pendidikan, yakni;

a. Pendidikan dilakukan dengan usaha keras


b. Inisyatif pelaksanaan pendidikan datang dari guru buku peserta didik
c. Inti proses pendidikan adalah asimilasi dari mata pelajaran
d. Metode-metode tradisional yang bertautan dengan displin mental
e. Tujuan akhir pendidikan meningkatkan kesejahteraan dan kebahagian

Esensi mengacu pada aspek-aspek yang lebih permanen dan mantap dari sesuatu yang
berlawanan dengan berubah-ubah, parsial atau fenomenal.

9. Filsafat Pendidikan Rekonstruksionalisme

Rekontruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progrsifisme
dalam pendidikan.. Brameld mengemukakan teori pendidikan rekonstuksionalisme terdiri
dari lima tesis, yakni ;

a. Pendidikan berlangsung saat ini untuk menciptakan tata sosial baru


b. Anak, sekolah dan pendidikan diatur oleh kekuatan budaya dan sosial
c. Guru memegang peranan penting dalam pendidikan di sekolah
d. Tujuan pendidikan adalah untuk menemukan kebutuhan yang universal
e. Penyusunan kurikulum harus ditinjau kembali dan disesuaikan dengan teori
kebutuhan tentang sifat dasar manusia secara rasional dan ilmiah.