Anda di halaman 1dari 30

Makalah tentang Pembangkit Listrik Tenaga Angin ( PLTB )

Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Menejemen Energi

Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Trunajaya Bontang

Oleh

Budi Susanto
NPM : 2014.21201. 03995

UNIVERSITAS TRUNAJAYA

PRODI S1 TEKNIK MESIN

2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................ i

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2

1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 2

1.4 Metode Penulisan ..................................................................................... 2

BAB II ..................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ..................................................................................................... 3

2.1 Sejarah Energi Angin ............................................................................... 3

2.2 Pengertian Angin ...................................................................................... 5

2.3 Sumber Energi Angin ............................................................................... 5

2.3.1 Angin Darat-Laut .............................................................................. 6

2.3.2 Angin Orografi .................................................................................. 6

2.4 Turbin Angin ............................................................................................ 8

2.5 Jenis Turbin Angin ................................................................................. 10

2.5.1 Turbin Angin Sumbu Horizontal .................................................... 10

2.5.2 Turbin Angin Sumbu Vertikal ........................................................ 12

2.6 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin ................................... 15

2.7 Keuntungan dan Kerugian dari Energi Angin ........................................ 17

i
2.8 Perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia dan Dunia
22

BAB III ................................................................................................................. 25

PENUTUP ............................................................................................................. 25

3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 25

3.2 Saran ....................................................................................................... 26

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengembangan energi alternative baru dan terbarukan sedang digalangkan

melalui kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendorong dan memfasilitasi

pemanfaatan sumber energi terbarukan. Dan juga untuk mengatasi krisis sumber

energi dan pemanasan global yang di akibatkan dari penggunaan sumber

energi fosil.

Energi terbarukan berasal dari proses alami dan kemungkinan tidak akan

pernah habis. Energi terbarukan adalah istilah yang digunakan untuk

menggambarkan energi dari sumber yang alami regenerasi dan karenanya, hampir

tak terbatas. Ini termasuk energi surya, energi angin, tenaga air, biomassa (berasal

dari tumbuhan), energi panas bumi (panas dari bumi), dan energi laut.

Peningkatan penggunaan energi terbarukan bisa mengurangi pembakaran

bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, dan gas alam), menghilangkan polusi

udara yang terkait dan emisi karbon dioksida, dan berkontribusi untuk

kemandirian energi nasional dan keamanan ekonomi dan politik.

Masing-masing sumber energi alternatif memiliki kelebihan dan kekurangan,

dan banyak pengamat berharap bahwa satu atau lebih dari mereka suatu hari nanti

dapat memberikan sumber energi jauh lebih baik dibandingkan konvensional,

metode pembakaran bahan bakar fosil.


1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:

1. Bagaimana sejarah penggunaan dari energi angin?

2. Bagaimana proses terbentuknya energi angin?

3. Bagaimana prinsip kerja dari energi angin?

4. Apa saja keuntungan dan kerugian dari energi angin?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu untuk :

1. Mengetahui sejarah penggunaan dari energi angin.

2. Mengetahui proses terbentuknya energi angin.

3. Mengetahui prinsip kerja dari energi angin.

4. Mengetahui keuntungan dan kerugian dari energi angin.

1.4 Metode Penulisan

Pada penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode kupustakaan dan

mencari sumber-sumber yang berhubungan dengan energi angin dari media

internet. Baik itu berupa jurnal-jurnal maupun bahan bacaan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Energi Angin

Energi angin telah lama dikenal dan dimanfaatkan manusia. Sejak zaman

dahulu, orang telah memanfaatkan energi angin. Lebih dari 5.000 tahun yang lalu,

orang Mesir kuno menggunakan angin untuk berlayar kapal di Sungai Nil.

Kemudian, orang-orang membangun kincir angin untuk menggiling gandum dan

biji-bijian lainnya. Naskah tertua tentang kincir angin terdapat dalam tulisan Arab

dari abad ke-9 Masehi yang menjelaskan bahwa kincir angin yang dioperasikan di

perbatasan Iran dan Afganistan sudah ada sejak beberapa abad sebelumnya,

kadang disebut Persian windmill. Kincir angin dikenal paling awal adalah di

Persia (Iran). Awal kincir angin ini tampak seperti roda dayung besar. Berabad-

abad kemudian, orang-orang Belanda meningkatkan desain dasar kincir angin

mereka. Kualitas kreatifitas masyarakat Belanda akan aplikasi kincir angin,

membuat Belanda menjadi terkenal dengan kincir anginnya. Sedangkan koloni

Amerika menggunakan kincir angin untuk menggiling gandum dan jagung, untuk

memompa air, dan memotong kayu di penggergajian. Pada akhir tahun 1920-an,

Amerika menggunakan kincir angin kecil untuk menghasilkan listrik di daerah

pedesaan yang hidup tanpa layanan listrik. Ketika kabel listrik mulai digunakan

untuk transportasi listrik di daerah pedesaan di tahun 1930-an, kincir angin lokal

menjadi semakin jarang digunakan. Meskipun demikian, kincir angin tersebut

masih dapat dilihat pada beberapa peternakan di daerah barat. Kekurangan minyak

3
pada 1970-an mengubah gambaran mengenai energi untuk negara dan dunia. Ini

menciptakan suatu kepentingan sumber energi alternatife baru, membuka jalan

bagi masuknya kembali kincir

Angin untuk menghasilkan listrik. Pada awal 1980an energi angin menjadi

sangat luar biasa di California, sebagian besar karena kebijakan negara yang

mendorong sumber energi terbarukan. Dukungan untuk pembangunan angin telah

menyebar ke negara lain, tapi pada saat itu California masih dapat memproduksi

sebanyak lebih dari dua kali energi angin apapun di negara lain. Kincir angin jenis

Persian windmill juga digunakan di Cina untuk menguapkan air laut dalam

memproduksi garam. Terakhir masih digunakan di Crimea, Eropa dan Amerika

Serikat. Selanjutnya sejarah berkembang menjadi manipulasi fungsi. Kincir angin

yang pertama kali digunakan untuk membangkitkan listrik, dibangun oleh P.La

Cour dari Denmark diakhir abad ke19. Setelah perang dunia I, kincir angin

diterapkan pada layar dengan penampang melintang menyerupai sudut propeler

pesawat yang pada masa ini disebut type propeler atau turbin. Eksperimen kincir

angin sudut kembar dilakukan di Amerika Serikat tahun 1940, berukuran sangat

besar. Mesin raksasa ini disebut mesin Smith-Putman, karena salah satu

perancangnya bernama Palmer Putman, kapasitasnya 1,25 MW yang dibuat oleh

Morgen Smith Company dari York Pensylvania. Diameter propelernya 175 ft

(55m) beratnya 16 ton dan menaranya setinggi 100 ft (34m). Tapi dikemudian hari

salah satu batang propelernya patah pada tahun 1945.

4
2.2 Pengertian Angin

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa angin adalah udara yang bergerak.

Menurut Buys Ballot, ahli ilmu cuaca dari Perancis, angin adalah massa udara

yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.

Gerakan massa udara yang arahnya horizontal dikenal dengan istilah angin.

Anemometer mangkok adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan

angin. Satuan yang biasa digunakan dalam menentukan kecepatan angin adalah

km/jam atau knot (1 knot = 0,5148 m/det = 1,854 km/jam). Sisteman penamaan

angin biasanya dihubungkan dengan arah datangnya massa udara tersebut.

Ladang Angin atau wind farm adalah serangkaian tiang turbin angin yang di

desain untuk menyuplai listrik dari kekuatan angin bagi penduduknya dan sebagai

bentuk dalam upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan alam akibat eksplorasi

sumber bahan bakar secara besar-besaran di lepas pantai atau daratan.

2.3 Sumber Energi Angin

Angin disebabkan oleh pemanasan sinar matahari yang tidak merata di atas

permukaan bumi. Udara yang lebih panas akan mengembang menjadi ringan dan

bergerak naik ke atas, sedangkan udara yang lebih dingin akan lebih berat dan

bergerak menempati daerah tersebut. Perbedaan tekanan atmosfer pada suatu

daerah yang disebabkan oleh perbedaan temperatur akan menghasilkan sebuah

gaya. Perbedaan dalam tekanan dinyatakan dalam istilah gradien tekanan

merupakan laju perubahan tekanan karena perbedaan jarak. Gaya gradien

5
merupakan gaya yang bekerja dalam arah dari tekanan lebih tinggi ketekanan

yang lebih rendah. Arah gaya gradien tekanan di atmosfer tegak lurus permukaan

isobar. Beberapa karakteristik angin :

2.3.1 Angin Darat-Laut

Wilayah Indonesia merupakan daerah kepulauan dengan luas lautan lebih

besar dari daratan. Angin darat-laut disebabkan karena daya serap panas yang

berbeda antara daratan dan lautan. Perbedaan karakteristik laut dan darat tersebut

menyebabkan angin di pantai akan bertiup secara kontinyu.

2.3.2 Angin Orografi

Angin orografi merupakan angin yang dipengaruhi oleh perbedaan tekanan

antara permukaan tinggi dengan permukaan rendah (angin gunung dan angin

lembah). Pada pagi sampai menjelang siang hari, bagian lereng atau punggung

pegunungan lebih dahulu disinari matahari bila dibandingkan dengan wilayah

lembah. Akibatnya, wilayah lereng lebih cepat panas dan mempunyai tekanan

udara yang rendah, sedangkan suhu udara di daerah lembah masih relatif dingin

sehingga mempunyai tekanan udara yang tinggi. Maka massa udara bergerak dari

lembah ke lereng atau ke bagian punggung gunung. Massa udara yang bergerak

ini disebut sebagai angin lembah.

Pada malam hari, suhu udara di wilayah gunung sudah sedemikian rendah

sehingga terjadi pengendapan massa udara padat dari wilayah gunung ke lembah

yan-g masih relatif lebih hangat. Gerakan udara inilah yang disebut angin

6
gunung.Syarat syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk

menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel 2.1 dan 2.2 berikut.

Tabel 2.1 Tabel Kondisi Angin

Tabel 2.2 Tingkat Kecepatan Angin 10 Meter di atas Permukaan Tanah

Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah batas

maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi

listrik.

7
2.4 Turbin Angin

Turbin angin adalah suatu kincir angin yang digunakan untuk

membangkitkan tenaga listrik. Sistem kerjanya adalah mengkonversikan tenaga

angin menjadi tenaga listrik. Berikut pada gambar dibawah ini akan dijelaskan

mengenai bagianbagian penyusun dari turbin angin :

Gambar 2.3 Bagian Dalam Turbin Angin

Sesuai susunan dan fungsi dari beberapa komponen penting dalam turbin

pembangkit listrik tersebut, maka dapat diuraikan tugas dan fungsinya masing-

masing.

Blades (Bilah Kipas): Kebanyakan turbin angin mempunyai 2 atau 3 bilah kipas

angin yang menghembus menyebabkan turbin tersebut berputar.

Rotor: Bilah kipas bersama porosnya dinamakan rotor Tower (Menara): Menara

bisa dibuat dari pipa baja, beton, ataupun rangka besi. Karena kencangnya angin

8
bertambah dengan seiring dengan bertambahnya ketinggian, maka makin tinggi

menara makin besar tenaga angin yang didapat.

1. Pitch (Sudut Bilah Kipas): Bilah kipas dapat diatur sudutnya sesuai dengan

kecepatan rotor yang dikehendaki. Tergantung kondisi angin yang terlalu

rendah atau terlalu kencang.

2. Brake (Rem): Suatu rem cakram yang dapat digerakkan secara mekanis

dengan bantuan tenaga listrik atau hidrolik untuk menghentikan rotor atau

saat keadaan darurat.

3. Low-speed shaft (Poros Puutaran Rendah): Poros turbin yang berputar

kira-kira 30-60 rpm.

4. Gear box (Roda Gigi): Roda gigi menaikkan putaran dari 30-60 rpm

menjadi sekitar 1000-1800 rpm. Ini merupakan tingkat putaran standar

yang disyaratkan untuk memutar generator listrik.

5. Generator: Generator pembangkit listrik, biasanya sekarang disebut

alternator arus bolak-balik.

6. Controller (Alat Pengontrol): Alat Pengontrol ini men-start turbin pada

kecepatan angin kira-kira 12-25 km/jam, dan kemudian mematikannya

pada kecepatan 90 km/jam. Turbin tidak beroperasi di atas 90 km/jam. Hal

ini dikarenakan tiupan angin yang terlalu kencang dapat merusakkannya.

7. Anemometer: Mengukur kecepatan angin dan mengirim data angin ke alat

pengontrol.

8. Wind vane (Tebeng Angin): Mengukur arah angin, berhubungan dengan

penggerak arah yang memutar arah turbin disesuaikan dengan arah angin.

9
9. Nacelle (Rumah Mesin): Rumah mesin ini terletak di atas menara . Di

dalamnya berisi gearbox, poros putaran tinggi/rendah, generator, alat

pengontrol, dan alat pengereman.

10. High-speed shaft (Poros Putaran Tinggi): Berfungsi untuk menggerakkan

generator.

11. Yaw drive (Penggerak Arah): Penggerak arah memutar turbin ke arah

angin untuk desain turbin yang menghadap angin. Untuk desain turbin

yang mendapat hembusan angin dari belakang tak memerlukan alat ini.

12. Yaw motor (Motor Penggerak Arah): Motor listrik yang menggerakkan

Yaw drive.

13. Tower (Menara). : Adalah penopang peralatan untuk mendapatkan lokasi

yang tinggi yang ketinggianya disesuaikan dengan kapasitasnya

2.5 Jenis Turbin Angin

Turbin angin memanfaatkan energi kinetik dari angin dan mengkonversinya

menjadi energi listrik. Ada dua jenis turbin angin yang utama:

a. Turbin Angin Sumbu Horizontal (TASH) / Horizontal Axis Wind Turbin

(HAWT)

b. Turbin Angin Sumbu Vertikal (TASV) / Vertical Axis Wind Turbin

(VAWT)

2.5.1 Turbin Angin Sumbu Horizontal

Turbin Angin Sumbu Horizontal Turbin angin sumbu horizontal (TASH)

memiliki poros rotor utama dan generator listrik di puncak menara. Turbin

10
berukuran kecil diarahkan oleh sebuah baling-baling angin (baling-baling cuaca)

yang sederhana, sedangkan turbin berukuran besar pada umumnya menggunakan

sebuah sensor angin yang digandengkan ke sebuah servo motor. Sebagian besar

memiliki sebuah gear box yang mengubah perputaran kincir yang pelan menjadi

lebih cepat berputar. Karena sebuah menara menghasilkan turbulensi di

belakangnya, turbin biasanya diarahkan melawan arah anginnya menara. Bilah-

bilah turbin dibuat kaku agar mereka tidak terdorong menuju menara oleh angin

berkecepatan tinggi. Turbin angin sumbu horizontal dapat dilihat pada gambar 2.4

berikut.

Gambar 2.4 Turbin Angin Sumbu Horizontal

A. Kelebihan TASH

Dasar menara yang tinggi membolehkan akses ke angin yang lebih kuat

di tempat-tempat yang memiliki geseran angin, perbedaan antara laju dan arah

angin antara dua titik yang jaraknya relatif dekat di dalam atmosfer bumi. Di

11
sejumlah lokasi geseran angin, setiap sepuluh meter ke atas, kecepatan angin

meningkat sebesar 20%.

B. Kelemahan TASH

Menara yang tinggi serta bilah yang panjangnya bisa mencapai 90 meter

sulit diangkut. Diperkirakan besar biaya transportasi bisa mencapai 20%

dari seluruh biaya peralatan turbin angin.

TASH yang tinggi sulit dipasang, membutuhkan derek yang yang sangat

tinggi dan mahal serta para operator yang trampil.

Konstruksi menara yang besar dibutuhkan untuk menyangga bilah-bilah

yang berat, gearbox, dan generator.

TASH yang tinggi bisa memengaruhi radar airport.

Ukurannya yang tinggi merintangi jangkauan pandangan dan mengganggu

penampilan landscape/Pemandangan.

TASH membutuhkan mekanisme kontrol yaw tambahan untuk

membelokkan kincir ke arah angin.

2.5.2 Turbin Angin Sumbu Vertikal

Turbin angin sumbu vertikal memiliki bilah yang memanjang dari atas ke

bawah. Turbin angin jenis ini yang paling umum adalah turbin angin Darrieus,

dinamai sesuai dengan nama insinyur Perancis Georges Darrieus yang desainnya

dipatenkan pada tahun 1931. Jenis turbin angin vertikal biasanya berdiri setinggi

100 meter dengan lebar 50 kaki. Turbin angin sumbu vertikal dapat dilihat pada

gambar 2.5 berikut.

12
Gambar 2.5 Turbin Angin Sumbu Vertikal

a) Kelebihan TASV

Tidak membutuhkan struktur menara yang besar.

Karena bilah-bilah rotornya vertikal, tidak dibutuhkan mekanisme

yaw.

Sebuah TASV bisa diletakkan lebih dekat ke tanah, membuat

pemeliharaan bagian-bagiannya yang bergerak jadi lebih mudah.

TASV memiliki sudut airfoil (bentuk bilah sebuah baling-baling yang

terlihat secara melintang) yang lebih tinggi, memberikan

keaerodinamisan yang tinggi sembari mengurangi drag pada tekanan

yang rendah dan tinggi.

Desain TASV berbilah lurus dengan potongan melintang berbentuk

kotak atau empat persegi panjang memiliki wilayah tiupan yang lebih

13
besar untuk diameter tertentu daripada wilayah tiupan berbentuk

lingkarannya TASH.

TASV memiliki kecepatan awal angin yang lebih rendah daripada

TASH. Biasanya TASV mulai menghasilkan listrik pada 10km/jam (6

m.p.h.)

TASV biasanya memiliki tip speed ratio (perbandingan antara

kecepatan putaran dari ujung sebuah bilah dengan laju sebenarnya

angin) yang lebih rendah sehingga lebih kecil kemungkinannya rusak

di saat angin berhembus sangat kencang.

TASV bisa didirikan pada lokasi-lokasi dimana struktur yang lebih

tinggi dilarang dibangun.

TASV yang ditempatkan di dekat tanah bisa mengambil keuntungan

dari berbagai lokasi yang menyalurkan angin serta meningkatkan laju

angin (seperti gunung atau bukit yang puncaknya datar dan puncak

bukit),

TASV tidak harus diubah posisinya jika arah angin berubah.

Kincir pada TASV mudah dilihat dan dihindari burung.

b) Kekurangan TASV

Kebanyakan TASV memproduksi energi hanya 50% dari efisiensi

TASH karena drag tambahan yang dimilikinya saat kincir berputar.

TASV tidak mengambil keuntungan dari angin yang melaju lebih

kencang di elevasi yang lebih tinggi.

14
Kebanyakan TASV mempunyai torsi awal yang rendah, dan

membutuhkan energi untuk mulai berputar.

Sebuah TASV yang menggunakan kabel untuk menyanggahnya

memberi tekanan pada bantalan dasar karena semua berat rotor

dibebankan pada bantalan. Kabel yang dikaitkan ke puncak bantalan

meningkatkan daya dorong ke bawah saat angin bertiup.

2.6 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit

Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik

dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup

sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar

rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan

energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum

dapat dimanfaatkan.

Turbin angin adalah bagian dari sistem yang lebih besar. Komponen lainnya

dinamakan komponen penyeimbang sistem/ balance of system (BOS) dan ada

beberapa jenis tergantung kepada jenis sistem yang diinstalasi. Tiga jenis sistem

energi angin yang utama bisa dibedakan yaitu :

A. Sistem yang Terhubung ke jaringan PLN,

Jika jaringan PLN sudah ada di daerah tersebut, maka sistem energi angin

bisa dihubungkan ke jaringan tersebut. Rangkaian Sistem yang Terhubung ke

jaringan PLN dapat dilihat pada gambar 2.6 berikut.

15
Gambar 2.6 Sistem yang Terhubung ke Jaringan PLN

b) Off grid atau sistem berdiri sendiri

Sistem tersebut bisa beroperasi tanpa topangan eksterior; sangat sesuai

untuk penggunaan di daerah terpencil. Rangkain system off grid dapat dlihat pada

gambar 2.7 berikut.

Gambar 2.7 Sistem Off Grid

16
B. Sistem Listrik Hybrid Turbin Angin

Sistem Listrik Hybrid Turbin Angin sebaiknya digunakan dengan

sumber-sumber energi lainnya (PV, generator diesel). Ini bisa meningkatkan

produksi energi listrik dari sistem ini dan menurunkan resiko kekurangan energi.

Rangkain sistem hybrid dapat dilihat pada Gambar 2.8 berikut.

Gambar 2.8 Sistem Listrik Hybrid

2.7 Keuntungan dan Kerugian dari Energi Angin

euntungan Energi Angin :

a) Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga angin

secara prinsipnya adalah disebabkan karena sifatnya yang terbarukan. Hal

ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya

angin yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil. Oleh

karenanya tenaga angin dapat berkontribusi dalam ketahanan energi dunia

di masa depan.

17
b) Tenaga angin juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan,

dimana penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang ataupolusi

yang berarti ke lingkungan.

Kerugian Energi Angin :

a) Dampak visual biasanya merupakan hal yang paling serius dikritik.

Penggunaan ladang angin sebagai pembangkit listrik membutuhkan luas

lahan yang tidak sedikit dan tidak mungkin untuk disembunyikan.

Penempatan ladang angin pada lahan yang masih dapat digunakan untuk

keperluan yang lain dapat menjadi persoalan tersendiri bagi penduduk

setempat. Selain mengganggu pandangan akibat pemasangan barisan

pembangkit angin, penggunaan lahan untuk pembangkit angin dapat

mengurangi lahan pertanian serta pemukiman. Hal ini yang membuat

pembangkitan tenaga angin di daratan menjadi terbatas. Beberapa aturan

mengenai tinggi bangunan juga telah membuat pembangunan pembangkit

listrik tenaga angin dapat terhambat. Penggunaan tiang yang tinggi untuk

turbin angin juga dapat menyebabkan terganggunya cahaya matahari yang

masuk ke rumah-rumah penduduk. Perputaran sudu-sudu menyebabkan

cahaya matahari yang berkelap-kelip dan dapat mengganggu pandangan

penduduk setempat.

b) Efek lain akibat penggunaan turbin angin adalah terjadinya derau frekuensi

rendah. Putaran dari sudu-sudu turbin angin dengan frekuensi konstan

lebih mengganggu daripada suara angin pada ranting pohon. Selain derau

dari sudu-sudu turbin, penggunaan gearbox serta generator dapat

18
menyebabkan derau suara mekanis dan juga derau suara listrik. Derau

mekanik yang terjadi disebabkan oleh operasi mekanis elemen-elemen

yang berada dalam nacelle atau rumah pembangkit listrik tenaga angin.

Dalam keadaan tertentu turbin angin dapat juga menyebabkan interferensi

elektromagnetik, mengganggu penerimaan sinyal televisi atau transmisi

gelombang mikro untuk perkomunikasian.

c) Pengaruh ekologi yang terjadi dari penggunaan pembangkit tenaga angin

adalah terhadap populasi burung dan kelelawar. Burung dan kelelawar

dapat terluka atau bahkan mati akibat terbang melewati sudu-sudu yang

sedang berputar. Namun dampak ini masih lebih kecil jika dibandingkan

dengan kematian burung-burung akibat kendaraan, saluran transmisi listrik

dan aktivitas manusia lainnya yang melibatkan pembakaran bahan bakar

fosil. Dalam beberapa studi yang telah dilakukan, adanya pembangkit

listrik tenaga angin ini dapat mengganggu migrasi populasi burung dan

kelelawar. Pembangunan pembangkit angin pada lahan yang bertanah

kurang bagus juga dapat menyebabkan rusaknya lahan di daerah tersebut.

d) Ladang angin lepas pantai memiliki masalah tersendiri yang dapat

mengganggu pelaut dan kapal-kapal yang berlayar. Konstruksi tiang

pembangkit listrik tenaga angin dapat mengganggu permukaan dasar laut.

Hal lain yang terjadi dengan konstruksi di lepas pantai adalah

terganggunya kehidupan bawah laut. Efek negatifnya dapat terjadi seperti

di Irlandia, dimana terjadinya polusi yang bertanggung jawab atas

berkurangnya stok ikan di daerah pemasangan turbin angin. Studi baru-

19
baru ini menemukan bahwa ladang pembangkit listrik tenaga angin lepas

pantai menambah 80 110 dB kepada noise frekuensi rendah yang dapat

mengganggu komunikasi ikan paus dan kemungkinan distribusi predator

laut. Namun begitu, ladang angin lepas pantai diharapkan dapat menjadi

tempat pertumbuhan bibit-bibit ikan yang baru. Karena memancing dan

berlayar di daerah sekitar ladang angin dilarang, maka spesies ikan dapat

terjaga akibat adanya pemancingan berlebih di laut.

Dalam operasinya, pembangkit listrik tenaga angin bukan tanpa kegagalan dan

kecelakaan. Kegagalan operasi sudu-sudu dan juga jatuhnya es akibat perputaran

telah menyebabkan beberapa kecalakaan dan kematian. Kematian juga terjadi

kepada beberapa penerjun dan pesawat terbang kecil yang melewati turbin angin.

Reruntuhan puing-puing berat yang dapat terjadi merupakan bahaya yang perlu

diwaspadai, terutama di daerah padat penduduk dan jalan raya. Kebakaran pada

turbin angin dapat terjadi dan akan sangat sulit untuk dipadamkan akibat tingginya

posisi api sehingga dibiarkan begitu saja hingga terbakar habis. Hal ini dapat

menyebarkan asap beracun dan juga dapat menyebabkan kebakaran berantai yang

membakar habis ratusan acre lahan pertanian. Hal ini pernah terjadi pada Taman

Nasional Australia dimana 800 km2 tanah terbakar. Kebocoran minyak

pelumas juga dapat teradi dan dapat menyebabkan terjadinya polusi daerah

setempat, dalam beberapa kasus dapat mengkontaminasi air minum. Salah satu

contoh kerusakan pada turbin pembangkit listrik tenaga angin,dapat dlihat pada

gambar 2.7 berikut.

20
Gambar 2.7 Kerusakan Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Meskipun dampak-dampak lingkungan ini menjadi ancaman dalam

pembangunan pembangkit listrik tenaga angin, namun jika dibandingkan dengan

penggunaan energi fosil, dampaknya masih jauh lebih kecil. Selain itu

penggunaan energi angin dalam kelistrikan telah turut serta dalam mengurangi

emisi gas buang.

Penggunaan inovasi dalam teknologi, bagaimanapun selalu memunculkan

permasalahan baru yang memerlukan pemecahan dengan terknologi baru lagi.

Oleh karena itu kita sebagai orang-orang yang bergerak di bidang science dan

teknologi haruslah dapat terus mengembangkan teknologi yang lebih ramah

lingkungan yang memiliki efek negatif sekecil mungkin.

21
2.8 Perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia

dan Dunia

Pada saat ini, sistem pembangkit listrik tenaga angin mendapat perhatian yang

cukup besar sebagai sumber energi alernatif yang bersih, aman, serta ramah

lingkungan serta kelebihan-kelebihan lain yang telah disebutkan sebelumnya di

atas. Turbin angin skala kecil mempunyai peranan penting terutama bagi daerah-

daerah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik. Pemanfaatan energi angin

merupakan pemanfaatan energi terbaru yang paling berkembang saat ini.

Berdasarkan laporan tengah tahun 2012 The World Wind Energy Association

(WWEA), total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin diseluruh dunia telah

mencapai 254.000 MW atau 254 GW. Jumlah tersebut sudah merupakan

penambahan 16.546 MW selama enam bulan pertama tahun 2012. Hal ini

menunjukkan 10 % lebih sedikit jika dibandingkan dengan periode yang sama

tahun 2011, yaitu terdapat penambahan 18.405 MW.

Total Kapasitas Terpasang 2010-2012(MW)

22
Kapasitas global tumbuh sekitar 7 % dalam 6 bulan (2 % lebih sedikit

dibandingkan dengan tahun 2011 untuk periode yang sama) dan 16,4 % dari basis

tahunan (mid-2012 dibandingkan dengan mid-2011). Perbandingannya,

pertumbuhan tahunan tahun 2011 adalah 20,3 %.

Berdasarkan laporan akhir tahun 2011 The World Wind Energy Association

(WWEA), Indonesia menempati urutan ke 84 dalam kaitan total

kapasitas pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) serta penambahan kapasitas

ditahun 2011. Peringkat ini merosot dari yang pada akhir tahun 2010 menempati

peringkat 74. Di akhir tahun 2011, total kapasitas pembangkit listrik tenaga bayu

(PLTB) yang dimiliki oleh Indonesia hanya 1,4 MW dan hal tersebut tidak ada

penambahan kapasitas jika dibandingkan dengan tahun 2010.

Pada akhir tahun 2007 telah dibangun kincir angin pembangkit dengan

kapasitas kurang dari 800 watt dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau

Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka

Belitung, masing-masing satu unit. Kemudian, di seluruh Indonesia, lima unit

kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) mulai

dibangun. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik

tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.

Inggris, negara kerajaan terbesar di dunia ini merupakan salah satu negara

yang giat mempromosikan lingkungan hijau. Negara ini memiliki beberapa ladang

angin yang dapat mengalirkan listrik untuk 500 ribu rumah tangga dan terbesar di

dunia. Salah satu ladang angin terbesar di namakan London Aray dikerjakan tahun

2009 dan rampung 2013.

23
Gambar 2.8 Ladang Turbin Angin London Aray Di Lepas Pantai

London Aray dibangun oleh perusahaan Siemens yang menginstal 175 turbin

angin, setiap turbin dan sub-stasiun lepas pantai didirikan di atas tiang tunggal

bawah laut dan terhubung dengan 210 km kabel bertegangan 33 kV.

24
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat berdasarkan pembahasan di atas adalah:

1) Sejarah peggunaan energi angin adalah, energi angin telah lama dikenal dan

dimanfaatkan manusia. Sejak zaman dahulu, orang telah memanfaatkan energi

angin. Lebih dari 5.000 tahun yang lalu, orang Mesir kuno menggunakan

angin untuk berlayar kapal di Sungai Nil. Kemudian, orang-orang membangun

kincir angin untuk menggiling gandum dan biji-bijian lainnya. Kekurangan

minyak pada 1970-an mengubah gambaran mengenai energi untuk negara dan

dunia. Ini menciptakan suatu kepentingan sumber energi alternative baru,

membuka jalan bagi masuknya kembali kincir angin untuk menghasilkan

listrik. Pada awal 1980-an energi angin menjadi sangat luar biasa di

California, sebagian besar karena kebijakan negara yang mendorong sumber

energi terbarukan. Dukungan untuk pembangunan angin telah menyebar ke

negara lain

2) Pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit listrik yang

menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik.

3) Proses terbentuknya energi angin adalah, karena adanya angin. Angin

disebabkan oleh pemanasan sinar matahari yang tidak merata di atas

permukaan bumi. Udara yang lebih panas akan mengembang menjadi ringan

dan bergerak naik ke atas,

25
4) Komponen utama dari pembangkit listrik tenaga angin yaitu turbinangin (wind

turbine) yang di dalamnya terdapat komponen-komponen

seperti anemometer, blades, brake, controller, gear box, generator, high-

speed shaft, low-speed shaft, nacelle, pitch, rotor, tower, wind direction,

wind vane, yaw drive, yaw motor, dan penyimpan energi (battery)

5) Cara kerja dari pembangkitan listrik tenaga angin ini yaitu awalnya energi

angin memutar turbin angin. Turbin angin bekerja berkebalikan dengan

kipas. Kemudian angin akan memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk

memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin. Generator

inilah yang akan menghasilkan energi listrik.

6) Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga adalah sifatnya

yang terbarukan. Namun selain kelebihan yang ada, pembangkit ini juga

memiliki kekurangan, antara lain membuat lebih buruk dampak visual,

menyebabkan derau suara, beberapa masalah ekologi, dan keindahan.

3.2 Saran

Saran yang dapat diberikan terhadap pembahsan ini adalah agar sumber

energi angin dapat lebih dimanfaatkan lagi sehingga krisis energi listrik dapat

dikurangi di Indonesia.

26
DAFTAR PUSTAKA

http://afrizalmulyana.blogspot.com/2009/12/pembangkit-listrik-tenaga-angin.html

www.indoenergi.com\2012\06menghasilkan-listrik-dari-turbin -angin.html

www.indoenergi.com/2012/06pengetahuan-dasar-mengenai-turbin-angin.html

http://www.indoenergi.com/2012/07/jenis-jenis-turbin-angin.html

http://www.kincirangin.info/plta-gbr.php

http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/12/pembangkit-listrik-tenaga-anginbayu-

pltb/

http://www.antaranews.com/berita/384332/jepang-ajak-indonesia-adopsi-

pengembangan-kota-pintar

www.greenpeace.org. Pembangkit Listrik Tenaga Angin: (terjemahan), diakses 1

April 2014 melalui www.vedcmalang.com.

http://sikasatmata.blogspot.com/2013/04/pembangkit-listrik-tenaga-angin-dan.html

27