Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRATIKUM

MESIN LISTRIK

Judul Laporan : KARAKTERISTIK GENERATOR DC SHUNT


Nama Praktikan : Abdurrahman (1215020001)
Nama Anggota Kelompok : 1. Adha Nuraprian
2. Andrean Suryadinata
3. Annisa Sekarayu Permanajati
4. Chandra Dewi Madyaratri
5. Delia Shapira Ananda
6. Diah Purwati Ningsih

Kelas : 5E
Kelompok : 1(Satu)
Tanggal Praktikum : Sabtu,2 Oktober 2017
Tanggal penyerahan Laporan : Senin,9 Oktober 2017

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
OKTOBER,2017
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 PENDAHULUAN
Mesin DC (Direct Current) merupakan salah satu jenis mesin listrik, dimana mesin ini digunakan
untuk mengkonversi energi listrik arus searah menjadi energi mekanik, atau sebaliknya. Ada dua
macam mesin DC, yakni: Motor DC dan Generator DC. Pada pengoperasiannya, motor DC dapat
mengkoversi energi listrik arus searah menjadi energi mekanik, sedangkan generator DC sebaliknya.

I.2 TUJUAN
Dalam percobaan ini, diharapkan praktikan dapat :
1. Mengoperasikan generator DC shunt
2. Menjelaskan prinsip kerja generator DC shunt
3. Menjelaskan pengamatan tentang karakteristik generator arus searah secara umum dan
generator DC shunt secara khusus
4. Menggambar sifat beban nol dan sifat berbeban
5. Menyimpulkan gambaran umum generator dari sifat-sifat beban nol dan berbebannya.
BAB II
DASAR TEORI

II.1 DASAR TEORI

Generator Shunt
Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). Tegangan
awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet stator. Rotor berputar
dalam medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan yang akan memperkuat medan magnet
stator, sampai dicapai tegangan nominalnya. Pengaturan arus eksitasi yang melewati belitan shunt
E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar arus eksitasi shunt, makin besar medan penguat
shunt yang dihasilkan, dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya.
Diagram rangkaian generator shunt dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

Diagram rangkaian generator shunt

Jika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi, maka sisa megnetisasi tidak akan ada, atau
jika belitan eksitasi salah sambung atau jika arah putaran terbalik, atau rotor terhubung- singkat,
maka tidak akan ada tegangan atau energi listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut.

Karakteristik Generator Shunt


a. Karakteristik Beban Nol

Pada gambar dibawah ini, digambarkan karakteristik beban nol dari generator shunt.
Dengan karakteristik ini dapat diperiksa bagaimana gejala timbulnya tegangan dalam
generator shunt
Menurut Hukum Ohm, tahanan rangkaian magnetnya adalah sebagai berikut :

Untuk Rm yang konstan maka fungsi merupakan garis lurus melalui titik P. Bagi Rm
yang diketahui garis OP merupakan fungsi tersebut. Pada Im = 0, sisa magnet telah
membangkitkan GGL = 0 r. GGL ini menimbulkan arus medan = 0 a yang menyebabkan
GGL naik lagi sampai 0 s. Hal ini terus berlangsung sampai tercapai titik P pada
karakteistik beban nol

b. Karakteristik Berbeban

Karakteristik berbeban pada generator shunt hampir sama besarnya dengan generator
berpenguatan bebas

c. Karakteristik Luar

Karakteristik yang lebih atas letaknya adalah pada penguatan terpisah. Karakteristik pada
generator shunt lebih cepat membelok kearah bawah oleh karena pada generator arus
terpisah arus medan tetap, sedangkan pada generator shunt arus medan berukurang dengan
berkurangnya VT. Bila tahanan rangkaian luar diperkecil terus maka pada saat VT
berkurang sedemikian hingga Im juga berkurang dan VT akan mengecil dan akhirnya
didapat titik b1. Di titik ini keadaan kritis. Dengan tidak merubah tahanan luar pun VT
akan turun terus karena Im kecil VT turun Im
d. Karakteristik Pengatur

Karakteristik pengatur dari generator shunt berlangsung seperti pada generator


penguat terpisah hanya karena turunnya tegangan jepitan lebih besar pada beban yang
sama sehingga agar tegangan jepitan tetap, dibutuhkan arus Im yang lebih besar. Dan
karakteristiknya lebih mendaki daripada penguat bebas

e. Karakteristik Hubung Singkat

Oleh karena arus medan bergantung pada besarnya tegangan jepitan maka untuk
karakteristik hubung singkat berarti tegangan jepitan adalah nol sehingga tidak
didapatkan karakteristik hubung singkat pada generator shunt
BAB III
PROSEDUR PRAKTIKUM

3.1 Lokasi dan Waktu


Tanggal : 2 Oktober 2017
Lokasi : Laboratorium Konversi Energi, Politeknik Negeri Jakarta

3.2 Peralatan Praktikum


No. Alat Jumlah
1. Multimeter analog 3
2. Multimeter digital 1
3. Amperemeter 6
4. Voltmeter 6
5. Kabel 70
6. Tachometer 2
7. Lampu 100 Watt 6
8. Saklar 6
9. Motor Generator Set 1c
10. Rheostat 7
11. Penyearah 1 set
3.3 Langkah Praktikum
PANEL
PANEL
L1 L2 L3
+ -
v

A1 E1 E1 A1
A

+
DC
S1 S2 S3 S4 S5 S6
L1

v
DC
L2

L1 L2 L3 L4 L5 L6
L3

B2 E2 E2 B2
REGULATOR
MOTOR DC GENERATOR DC

A
DC

RHEOSTAT SUSUNAN
SERI

Gambar 3.3 rangkaian praktikum generator DC Penguatan Shunt

3.3.1 Rangkaian Beban Nol


Buatlah rangkain seperti gambar di atas
Atur arus penguatan motor sampai nominal
Jalankan motor dan atur putaran motor sebesar 3000 rpm
Atur arus penguatan pada angka 0, baca tegangan nominal yang terbaca
Atur arus penguatan pada angka 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6 lalu baca tegangan nominal yang
terbaca pada masing-masing arus eksitasi yang di atur
3.3.2 Rangkaian Bebeban
Buatlah rangkain seperti gambar di atas
Atur arus penguatan notor sampai nominal
Jalankan motor dan atur putaran motor sebesar 3000 rpm
Nyalakan ke enam lampu
Atur arus penguatan pada angka 0, baca tegangan nominal yang terbaca
Atur arus penguatan pada angka 0,05; 0,1; 0,15; 0,2; 0,25; 0,3; 0,35; 0,4; 0,45; 0,5; 0,55
lalu baca tegangan nominal dan Ia yang terbaca pada masing-masing arus eksitasi yang di
atur, serta ukur pula tahanan pada A1 B2.

3.3.3 Rangkaian Karakteristik Luar


Buatlah rangkain seperti gambar di atas
Atur arus penguatan notor sampai nominal
Jalankan motor dan atur putaran motor sebesar 3000 rpm
Nyalakan 1 lampu, baca arus eksitasi, arus generator dan tegangan pada generator.
Nyalakan L1-L2, L1-L3, L1-L4, L1-L5, L1-L6 lampu, lalu baca arus generator dan
tegangan pada generator, pada masing-masing penambahan penyalaan lampu.
BAB IV
DATA DAN ANALISA PRAKTIKUM

1.1 Data Praktikum


Tabel 4.1.1 Data Praktikum Rangkaian Generator DC Beban Nol
No If Eg=V0
1 0,1 57
2 0,15 93
3 0,,2 111
4 0,25 135
5 0,3 157,5
6 0,35 175,5
7 0,4 190,5
8 0,45 201
9 0,5 210
10 0,55 216

Tabel 4.1.2 Data Praktikum Rangkaian Generator DC Karakteristik Internal


No If Ia V Ra Eg
1 0,05 0,95 31,5 13 43,85
2 0,1 1,225 54 13 69,925
3 0,15 1,605 87 13 107,865
4 0,,2 1,875 109,5 13 133,875
5 0,25 2,125 133,5 13 161,125
6 0,3 2,35 156 13 186,55
7 0,35 2,525 174 13 206,825
8 0,4 2,65 189 13 223,45
9 0,45 2,8 198 13 234,4
10 0,5 2,9 207 13 244,7
11 0,55 3 213 13 252

Tabel 4.1.3 Data Praktikum Rangkaian Generator DC Karakteristik Luar


Tabel 4.1.3.1 Pengamatan
No Beban IL Ia VL
1 0 0,025 0,55 220
2 L1 0,45 0,95 214,5
3 L1-L2 0,875 1,3 213
4 L1-L3 1,25 1,7 211,5
5 L1-L4 1,65 2,05 210
6 L1-L5 2 2,475 207
7 L1-L6 2,45 2,875 205,5
Tabel 4.1.3.2 Pengolahan Data

No Beban IL Ia If VL Ra Eg PL Pg
1 0 0,025 0,55 0,53 220 13 227,15 5,5 241,5325 0,022771
2 L1 0,45 0,95 0,52 214,5 13 226,85 96,525 327,0475 0,295141
3 L1-L2 0,875 1,3 0,52 213 13 229,9 186,375 409,63 0,454984
4 L1-L3 1,25 1,7 0,518 211,5 13 233,6 264,375 506,677 0,521782
5 L1-L4 1,65 2,05 0,515 210 13 236,65 346,5 593,2825 0,584039
6 L1-L5 2 2,48 0,51 207 13 239,18 414 697,5281 0,593524
7 L1-L6 2,45 2,88 0,508 205,5 13 242,88 503,475 802,6596 0,627258

1.2 Grafik
Grafik 4.2.1 dari Data Tabel 4.1.1 Rangkaian Generator DC Pengutan Shunt Beban Nol
Karakteristik Beban Nol Generator DC
Penguatan Shunt pada N=3000 rpm
250

200
Eg (Volt)

150

100

50

0
0 2 4 6 8 10 12
If (Ampere)

Dari grafik Eg terhadap If diatas dapat dianalisa bahwa nilai tegangan ( Eg ) berbanding
lurus terhadap nilai arus ( If ). Hal ini dapat dilihat dari grafik diatas, semakin besar nilai
tegangannya maka semakin besar pula nilai arus. Begitupun sebaliknya.
Grafik 4.2.2 dari Data Tabel 4.1.2 Rangkaian Generator DC Pengutan Shunt Karakteristik
Internal
Karakteristik Berbeban Generator DC
Penguatan Shunt pada N=3000 rpm

300
250
200
Eg (Volt)
150
100
50
0
0 2 4 6 8 10 12
If (Ampere

Dari grafik Eg terhadap If diatas dapat dianalisa bahwa nilai tegangan ( Vo ) berbanding
lurus terhadap nilai arus ( If ). Hal ini dapat dilihat dari grafik diatas, semakin besar nilai
tegangannya maka semakin besar pula nilai arus. Begitupun sebaliknya. Hal ini terjadi
karena rangkaian dikontrol dengan tahanan variable.

Grafik 4.2.3 dari Data Tabel 4.1.3 Rangkaian Generator DC Pengutan Shunt Karakteristik
Luar
Karakteristik Luar Generator DC
Penguatan Shunt pada N=3000 rpm
225
220
VL (Volt)

215
210
205
200
0 1 2 3
IL (Ampere)

Dari grafik diatas dapat dianalisa bahwa nilai tegangan medan ( VL )


berbanding terbalik terhadap nilai arus medan ( IL ). Hal ini dapat dilihat dari
semakin besarnya nilai arus, nilai tegangan yang dihasilkan semakin kecil.
Karena semakin banyak lampu yang dinyalakan ( IL ) maka nilai tegangan
yang dihasilkan semakin kecil.
Grafik 4.2.3.1
Grafik (Efisiensi) Terhadap PL (Daya
Lampu)
0.8

0.6

Efisiensi 0.4

0.2

0
0 200 400 600
PL (Watt)

Dari grafik diatas dapat dianalisa bahwa besarnya nilai efisiensi berbanding lurus terhadap daya medan
( PL ). Hal ini terbukti dari rumus PL = VL x IL. Sehingga apabila kita menaikkan daya medannya
maka efisiennya juga akan naik, dengan syarat nilai PG lebih kecil dibandingkan nilai PL.

Grafik 4.2.3.2
Grafik Pg (Daya Generator ) terhadap PL (
Daya Lampu)
1000
800
Pg (watt)

600
400
200
0
0 200 400 600
PL (watt)

Dari grafik diatas dapat dianalisa bahwa nilai daya generator ( PG ) berbanding lurus
terhadap nilai daya beban ( PL ). Hal ini dapat dilihat dari semakin besarnya nilai daya
generator maka semakin besar juga nilai daya bebannya.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum Generator DC Shunt yang telah kami lakukan dapat
disimpulkan pada karakteristik tanpa beban semakin besar kecepatan (N) maka akan
semakin besar Tegangan (V) yang dibutuhkan. Karena N dan V berbanding lurus, dan
tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan arus beban yang sama.
Untuk karakteristik berbeban kenaikan tegangan berdasarkan fungsi arus ( V = f (If)).
Sedangkan karakter listrik luar, Apabila generator dibebani, secara teoritis grafik akan
menurun secara linear. Dalam praktek menurunnya tidak linear, sebab dengan
bertambahnya Ia maka

a) IaR bertambah besar


b) Reaksi jangkar bertambah besar, tidak linear

Efisiensi, PL, dan Pg berbanding lurus. Efisiensi akan mingkat bila nilai PL
semakin besar, di manna bila ingin meningkatkan nilai PL, dapat dilakukan
dengan menaikan Pg.

5.2 SARAN
Pastikan telah mengkalibrasi alat dengan benar.
Selalu bekerja sesuai SOP
Hati hati dalam menaikkan tegangan karena dapat merusak alat ukur
Bagilah tugas dengan teman-teman sekelompok untuk meringankan pekerjaan.
Tanyakan pada dosen yang bersangkutan jika mengalami masalah.

Anda mungkin juga menyukai