Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM TERMOFISIKA

TARA KALOR LISTRIK

Disusun oleh :

Stefani Dewi Puspitasari (151424001)

Willy Pratama (151424006)

Maria Ester Lere (151424016)

PROGRAM S1 PENDIDIKAN FISIKA


UNIVERSITAS SANATA DHARMA
2016
PRAKTIKUM TARA KALOR LISTRIK

A. Tujuan
1. Memahami hubungan antara kalor dengan tenaga.
2. Menghitung ekuivalensi kalori dengan Joule.

B. Alat dan Bahan


1. Kalorimter
Berfungsi sebagai wadah air yang nantinya akan dipanaskan dengan aliran listrik.
2. Termometer
Berfungsi untuk mengukur suhu awal air di dalam kalorimter dan kenaikan suhu
selama kalorimter dialiri listrik.
3. Catu daya
Berfungsi sebagai sumber tegangan listrik yang menagatur besarnya tegangan
yang digunakan dalam percobaan.
4. Amperemeter
Berfungsi sebagai alat ukur kuat arus listrik. Semakin besar tegangan listrik yang
digunakan, maka semakin besar pula kuat arusnya.
5. Multimeter
Berfungsi sebagai voltmeter, yaitu alat ukur yang digunakan untuk mengukur
besarnya tegangan lsitrik.
6. Timbangan
Berfungsi untuk mengukur massa kalorimter dan air di dalam kalorimter.
7. Stopwatch
Berfungsi untuk mengukur waktu setiap kenaikan suhu 3C.
8. Kabel
Berfungsi sebagai penghubung antara alat yang satu dengan lain sesuai dengan
rangkaian alat pada percobaan.

C. Dasar teori
Suatu satuan yang umum untuk kalor, yang masih digunakan sekarang,
dinamakan kalori. Satuan ini disebut kalori (Kal) dan didefinisikan sebagai kalor yang
dibutuhkan untuk menaikan temperature 1 gram air sebesar 1 derajat Celcius. Yang
lebih sering digunakan dari kalori adalah kilokalori (kKal) yang besarnya 1000 kalori.
Dengna demikian, 1 kKal adalah kalor yang dibutuhkan untuk menakkan temperaatur
1 kg air sebesar 1 derajat Celcius.
Gagasan bahwa kalor berhubungan dengan energi dikerjakan lebih lanjut oleh
sejumlah ilmuwan pada tahun 1800-an, terutama oleh seorang pembuat minuman dari
Inggris, James Prescott Joule (1818 1889). Joule melakukan sejumlah percobaan
penting untuk menetapkan pandangan kita saat ini, bahwa kalor kerja
mempresentasikan transfer energi. Salah satu bentuk dari percobaan Joule adalah
menentukan sejumlah kerja tertentu yang dilakukan selalu ekuivalen dengan sejumlah
masukan kalor tertentu. Secara kuantitatif kerja 4,186 Joule ternyata ekuivalen dengan
1 kalori kalor. Nilai ini dikenal dengan sebutan tara kalor mekanik ( Giancoli, 2001 :
489).
4,186 J = 1 Kal
3
4,186 x 10 J = 1 kKal
Sedangkan yang sering kita gunakan adalah :
1 joule = 0,24 kalori
1 kalori = 4,2 joule

Sebuah tahanan dicelupkan ke dalam air pada kalorimter. Bila tahanan itu
dialiri arus listrik I ampere dan beda potensial kedua uung tahanan V volt, maka
tenaga listrik yang hilang dalam tahanan selama t detik adalah :
W = V.I.t joule (1)
Tenaga listrik tersebut berubah menjadi panas dan digunakan untuk
menaikkan suhu air dan kalorimter. Bila suhu air dan kalorimter naik sebesar T,
berarti panas yang diberikan oleh tenaga listrik yang berubah menjadi panas sama
dengan panas yang diterima oleh air dan kalorimter, yaitu :
Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
Dari nilai tenaga listrik yang hilang dan tenaga panas yang muncul dapat
diperoleh angka kesetaraan panas listrik, yaitu bilangan yang menyatakan besarnya
tenaga listrik yang setara dengan satu satuan tenaga panas. Angka kesetaraan panas
listrik tersebut sebesar :
W joule
a=
Q kalori

D. Prosedur Percobaan
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Menimbang massa kalorimter dengan menggunakan timbangan.
3. Mengisi kalorimter dengan air dengan ketinggian 3 cm.
4. Menimbang massa air dalam kalorimter dengan menggunakan timbangan.
5. Memasang peralatan sesuai gambar 1.
6. Menanyakan pada instruktur apakah rangkain alat tersebut benar atau tidak.
Karena jika terjadi kesalahan akan mneyebabkan kerusakan alat.
7. Mengatur jarum penunjuk skala pada catu daya. Karena pada catu daya skala tidak
bertuliskan angka dan hanya berupa garis-garis skala, maka untuk memastikan
tegangan pada catu daya adalah dengan menggunakan multimeter. Mengukur
tegangan pada catu daya yang akan digunakan pada percobaan tersebut dengan
cara :
a. Melepas sementara kabel yang sebelumnya telah terpasang pada catu daya.
b. Menyambungkan kabel pada multimeter ke catu daya.
c. Mengatur selector pada multimeter ke bagian AC V pada skala 50 V, karena
tegangan maksimum pada catu daya adalah 30 V.
d. Menancapkan kabel catu daya ke stopkontak dan mengaktifkan catu daya.
e. Mengamati jarum penunjuk pada multimeter yang merupakan tegangan yang
telah diatur sebelumnya pada catu daya untuk melakukan percobaan tersebut.
8. Mengamati jarum penunjuk pada Amperemeter, yang menunjukkan kuat arus
listrik yang mengalir dengan tegangan yang telah diatur sebelumnya.
9. Mematikan catu daya dengan memindahkan tuas saklar pada OFF.
10. Mengamati suhu air dalam kalorimter dengan menggunakan termometer yang
dimasukkan ke dalam kalorimter yang berisi air tersebut sebagai suhu mula-mula.
11. Mengaktifkan catu daya bersamaan dengan menekan START pada stopwatch.
12. Mencatat waktu setiap kenaikan suhu 3C dengan mengambil data sebanyak 10
kali.
13. Mengaduk air di dalam kalorimter sesekali.
14. Mematikan catu daya dan stopwatch setelah data sudah cukup.
15. Mengulangi langkah percobaan nomor 3 sampai dengan 13 dengan variasi
tegangan yang digunakan pada catu daya.
16. Membersihkan dan merapikan alat dan bahan.
Gambar 1 :

E. Data
1. Data 1 (melakukan pengadukan sesekali pada air dalam kalorimter saat percobaan
berlangsung) :
a. Massa kalorimter = 97 gram
b. Massa air dalam kalorimter = 286,6 gram
c. Massa air = (286,6 - 97) gram
= 189,6 gram
d. Tegangan listrik = 15 V
hasil pengukuran=
nilai yang ditunjuk jarum
x batas ukur (satuan)
skala maksimum
15
V= x 50 V=15 V
50
e. Kuat arus listrik = 1,7 A
f. Data tabel 1 :
No. Suhu (C) Waktu (s)
awal 28 0
1. 31 260
2. 34 320
3. 37 482
4. 40 526
5. 43 733
6. 46 952
7. 49 1122
8. 52 1294
9. 55 1459
10. 58 1620

2. Data 2 (tidak melakukan pengadukan pada air dalam kalorimter saat percobaan
berlangsung) :
a. Massa kalorimter = 97 gram
b. Massa air dalam kalorimter = 286,6 gram
c. Massa air = (286,6 - 97) gram
= 189,6 gram
d. Tegangan listrik = 25 V
hasil pengukuran=
nilai yang ditunjuk jarum
x batas ukur (satuan)
skala maksimum
25
V= x 50 V=25 V
50
e. Kuat arus listrik = 2,6 A
f. Data tabel 2 :
No. Suhu (C) Waktu (s)
awal 28 0
1. 31 149
2. 34 276
3. 37 337
4. 40 401
5. 43 460
6. 46 520
7. 49 574
8. 52 631
9. 55 688
10. 58 747

F. Analisis Data
1. Analisis data 1 :
a) Analisis tabel :
No. Suhu (C) Waktu (s) T (C) t (s)
awal 28 0 - -
1. 31 260 3 260
2. 34 320 3 60
3. 37 482 3 162
4. 40 526 3 44
5. 43 733 3 207
6. 46 952 3 219
7. 49 1122 3 170
8. 52 1294 3 172
9. 55 1459 3 165
10. 58 1620 3 161

b) Menghitung kesetaraan kalor listrik :


Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(260) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
6630 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
6630 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(60) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
1530 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
1530 joule
a= = , /
612,45 kalori
Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(162) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
4131 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
4131 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(44) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
1122 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
1122 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(207) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
5278,5 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
5278,5 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(219) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
5584,5 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
5584,5 joule
a= = , /
612,45 kalori
Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(170) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
4335 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
4335 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(172) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
4386 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
4386 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(165) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
4207,5 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
4207,5 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
15.1,7.(161) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
4105,5 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
4105,5 joule
a= = , /
612,45 kalori

c) Rata-rata a dari tabel data 1 :


a = 6,745 joule/kalori

d) Menghitung kesalahan dalam praktikum yang dilakukan :


rerata hasil pengukuran - ukuran seharusnya
kesalahan= x100%
ukuran seharusnya
6,7 - 4,2
kesalahan= x100% = 59,5%
4,2

2. Analisis data 2 :
a) Analisis tabel :
No. Suhu (C) Waktu (s) T (C) t (s)
awal 28 0 - -
1. 31 149 3 149
2. 34 276 3 127
3. 37 337 3 61
4. 40 401 3 64
5. 43 460 3 59
6. 46 520 3 60
7. 49 574 3 54
8. 52 631 3 57
9. 55 688 3 57
10. 58 747 3 59

b) Menghitung kesetaraan kalor listrik :


Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(149) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
9685 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
9685 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(127) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
8255 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
8255 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(61) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
3965 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
3965 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(64) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
4160 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
4160 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(59) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
3835 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
3835 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(60) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
3900 joule = 612,45 kalori

W joule
a=
Q kalori
3900 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(54) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
3510 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
3510 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(57) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
3705 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
3705 joule
a= = , /
612,45 kalori

Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(57) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
3705 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
3705 joule
a= = , /
612,45 kalori
Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
25.2,6.(59) joule = ( (189,6.1.3) + (97.0,15.3) ) kalori
3835 joule = 612,45 kalori
W joule
a=
Q kalori
3835 joule
a= = , /
612,45 kalori

c) Rata-rata a dari tabel data 1 :


a = 7,927 joule/kalori

d) Menghitung kesalahan dalam praktikum yang dilakukan :


rerata hasil pengukuran - ukuran seharusnya
kesalahan= x100%
ukuran seharusnya
7,9 - 4,2
kesalahan= x100% = 88,1%
4,2

G. Pembahasan
Dalam percobaan tara kalor listrik, kami menggunakan variasi data. variasi
yang kami gunakan berada pada tegangannya dan adanya pengadukan atau tidak.
Tegangan untuk pengambilan data pertama kami menggunakan 15 V dan untuk
pengambilan data kedua kami menggunakan 25 V. Tegangan tersebut mempengaruhi
kuat arus listriknya. Ketika kami menggunakan tegangan 15 V, kuat arusnya sebesar
1,7 A. Sedangkan ketika kami menggunakan tegangan 25 V, kuat arusnya sebesar 2,6
A. Hal ini menunjukkan semakin besar tegangan, maka semakin besar kuat arusnya.
Seperti rumusan yang kita ketahui :
V = I.R, yang menunjukkan V berbanding lurus dengan I.
Kemudian dalam pengambilan data pertama, kami melakukan pengadukan.
Sedangkan pada percobaan kedua kami tidak melakukan pengadukan.
Pada percobaan pertama, kami mengambil data sebanyak 10 kali. Dengan
suhu awal 28C, kami mengukur waktu setiap kenaikan suhu 3C dengan
menggunakan stopwatch. Pada percobaan ini kami melakukan pengadukan sebanyak
dua kali saat percobaan berlangsung. Setiap kami telah melakukan pengadukan, suhu
naik lebih cepat daripada sebelumnya saat kami diamkan. Hal ini menunjukkan suhu
air dalam kalorimter tersebut saat kami diamkan, suhunya belum merata. Sedangkan
setelah kami mengaduknya, suhunya merata, yang menyebabkan suhunya lebih cepat
naik. Jika mengamati data tabel 1 maka akan terlihat ada dua data yang memiliki
selang waktu lebih sedikit daripada sebelumnya untuk kenaikan suhu 3C. Hal ini
menunjukkan pada saat itu kami melakukan pengadukan.
Pada percobaan pertama, kami memperoleh beberapa data. Massa kalorimeter
dan massa air dalam kalorimter tersebut secara berturut-turut adalah 97 gram dan
286,6 gram. Kemudian dengan menghitung masing-masing tenaga listrik dan panas
yang diterima oleh air dan kalorimter, maka kami memperoleh nilai a dari masing-
masing data. Nilai a adalah angka kesetaraan panas listrik tersebut. Dengan
demikian dapat kami peroleh rata-rata nilai a dari data pertama, yaitu sebesar 6,745
joule/kalori atau 6,7 joule/kalori.
Pada percobaan kedua, kami mengambil data sebanyak 10 kali. Dengan suhu
awal 28C, kami mengukur waktu setiap kenaikan suhu 3C dengan menggunakan
stopwatch. Pada percobaan ini kami tidak melakukan pengadukan saat percobaan
berlangsung. Ketika kami tidak melakukan pengadukan pada percobaan kedua ini,
waktunya lebih lama untuk kenaikkan suhu sebesar 3C daripada saat dilakukan
pengadukan seperti percobaan pertama. Namun, waktu untuk pengambilan
keseluruhan data pada percobaan kedua lebih singkat daripada percobaan pertama,
walaupun kami tidak melakukan pengadukan. Hal ini bisa terjadi karena pada
percobaan kedua kami menggunakan tegangan listrik yang lebih besar daripada pada
percobaan pertama. Sehingga air di dalam kalorimter menjadi lebih cepat panas.
Pada percobaan kedua, kami memperoleh beberapa data. Massa kalorimeter
dan massa air dalam kalorimter tersebut secara berturut-turut adalah 97 gram dan
286,6 gram. Kami membuat massa air dalam kalorimter sama agar variasi data hanya
berfokus pada besarnya tegangan dan adanya pengadukan atau tidak. Kemudian
dengan menghitung masing-masing tenaga listrik dan panas yang diterima oleh air
dan kalorimter, maka kami memperoleh nilai a dari masing-masing data. Nilai a
adalah angka kesetaraan panas listrik tersebut. Dengan demikian dapat kami peroleh
rata-rata nilai a dari data kedua, yaitu sebesar 7,927 joule/kalori atau 7,9 joule/kalori.
Secara teori, 1 kalori sama dengan 4,2 joule. Tetapi jika dilihat hasil dari
kedua percobaan tersebut, hasilnya bisa dikatakan berbeda jauh. Persentase kesalahan
dalam praktikum yang telah kami lakukan adalah untuk data pertama kesalahannya
sebesar 59,6%. Sedangkan persentase kesalahan untuk data kedua adalah sebesar
88,1%. Kesalahan tersbeut terjadi karena adanya beberapa faktor. Pertama, tidak tepat
dalam membaca waktu pada stopwatch untuk tiap kenaikan suhu 3C. Hal ini dapat
terjadi karena setiap membaca waktu, stopwatch tidak boleh diberhentikan atau
stopwatch tetap berjalan. Kedua, ketepatan dalam membaca skala pada termometer.
Pada percobaan pertama kami melakukan pengadukan yang menyebabkan suhu
merata, sehingga kenaikan suhu yang terjadi sangat cepat. Ketiga, kalorimter yang
kurang baik. Kondisi kalorimter yang kami gunakan kurang baik karena gabus di
dalam wadah kalorimter sudah rusak dan sebagian sudah hilang. Padahal fungsi dari
gabus tersebut adalah mencegah terjadinya perambatan kalor ke lingkungan luar,
sehingga jika gabus tersebut sudah tidak utuh lagi, ada kemungkinan kalor yang
harusnya diterima oleh air dan calorimeter malah terserap oleh lingkungan sekitar.
Selain itu, tutup kalorimter yang tidak rapat. Sehingga kalor yang berasal dari tenaga
listrik kemungkinan banyak terserap oleh udara luar. Hal ini menyebabkn waktu yang
dibutuhkan untuk menaikkan suhu akan semakin banyak atau dengan kata lain
membutuhkan waktu yang lebih lama.
H. Kesimpulan
Bila suhu air dan kalorimter naik sebesar T, berarti panas yang diberikan
oleh tenaga listrik yang berubah menjadi panas sama dengan panas yang diterima oleh
air dan kalorimter, yaitu :
Qlepas = Qterima
Qlistrik = Qair + Qkalorimeter
V.I.t joule = ( ma.ca.T + mkal.ckal.T ) kalori
Dengan, Qlistrik = tenaga listrik yan berubah jadi panas (joule)
Qair = kalor yang diterima oleh air (kalori)
Qkalorimeter = kalor yang diterima oleh kalorimter (kalori)
V = tegangan listrik (volt)
I = kuat arus listrik (ampere)
t = selang waktu untuk tiap kenaikan suhu 3C (sekon)
ma = massa air (gram)
mkal = massa kalorimter (gram)
ca = kalor jenis air
= 1 kal/gC
ckal = kalor jenis kalorimter yang terbuat dari stainless steel
= 0,15 kal/gC
T = kenaikan suhu (C)
Sehingga pada kedua percobaan tersebut dapat diketahui bahwa semakin besar
tegangan listriknya, maka kuat arusnya juga semakin besar. Selain itu, semakin lama
waktu untuk menaikkan suhu air dan kalorimter, maka tenaga listriknya juga semakin
besar.

Dari kedua percobaan tersebut dapat diketahui angka kesetaraan panas listrik
dari masing-masing percobaan. Untuk percobaan pertama, angka kesetaraannya
sebesar 6,7 joule/kalori. Sedangkan untuk percobaan kedua, angka kesetaraannya
sebesar 7,9 joule/kalori. Secara teori, angka kesetaraan panas listrik adalah sebesar 4,2
joule/kalori. Adanya perbedaan antara angka kesetaraan panas listrik dari hasil
percobaan dengan angka kesetaraan panas listrik secara teori dikarenakan faktor-
faktor yang mempengaruhi selama percobaan berlangsung maupun dalam
pengambilan data.
DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, Douglas C., 2001. FISIKA, terj. Yuhilza Hanum. Jakarta : Erlangga.

Laboratorium Fisika Universitas Sanata Dharma.2014. Pratikum Fisika.Yogyakarta :

Laboratorium Fisika Universitas Sanata Dharma.