Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM SATUAN OPERASI

(PENGHANCURAN DAN PENGAYAKAN)

DISUSUN OLEH :

Kelompok 1

Nama : Aditya Dwi Safitri (0615 3040 1018)


Debby Shabella Kencana Putri (0615 3040 1021)
Emenda Putri Gira Ginting (0615 3040 1024)
Muhammad Hidayat Faikar (0615 3040 1029)
Prabtama Hernanda (0615 3040 1034)
Tania Dwi Putri (0615 3040 1038)
Zulfa (0615 3040 1041)

Kelas : 3 KD

Instruktur : Ir. Jaksen M.amin M,Si

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA (DIII)
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA TAHUN AJARAN 2016-2017
PENGHANCURAN DAN PENGAYAKAN
I. Tujuan
Memisahkan partikel-partikel berdasarkan ukuran fraksi-fraksi yanng diinginkan dari
suatu material hasil proses penghancurtan (grinding).

II. Alat dan Bahan yang Digunakan


Satu set ayakan ukuran 20, 28, 35, 48, 65, 100, 150, dan 200 mesh
1 kg kuarsa atau batu bara

III. Teori
Pengayakna (sieving) merupakan salah satu metode pemisahan sesuai dengan
ukuran yang dikehendaki. Pengayakan biasanya dilakukan terhadap material yang telah
mengalami proses penghancuran (grinding). Partikel yang lolos melalui ukuran saringan
tertentu disebut sebagai undersize dan partikel yang tertahan diatas saringan disebut
oversize. Beberapa ayakan yang sering digunakan antara lain :
Grinzzly, merupakan jenis ayakan dimana material yang diayak mengikuti aliran
pada posisi kemiringan tertentu.
Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring,
digerakan pada frekuensi 1.000 7.000 hertz. Satuan kapasitas tinggi dengan efisiensi
pemisahan dengan baik, untuk interval ukuran partikel yang luas.
Oscillating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari vibrating
screen (100 400) hertz dengan waktu yang lebih lama, lebih linier dan tajam.
Reciprocating screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan
menggoyangkan, pukulan yang tajam (20 200) hertz.
Shifting screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan memutar dalam
bidang permukaan ayakan. Gerakan aktual dapat berupa putaran, atau gerakn
memutar. Digunakan untuk pengayakan material basah atau kering.
Revolving screen, ayakan dinamis dengan posisi mirin, berotasi pada kecepatan
rendah (10 20 rpm). Digunakan untuk pengayakan basah dari meterial-material
relatif kasar.

Diameter Partikel
Diameter partikel dapat diukur dengan berbagai cara. Untuk partikel berukuran
besar (>5 min) dapat diukur secara langsung dengan menggunakan mikrometer standar.
Untuk partikel yang sangat halus di ukur dengan menggunakan ukuran ayakan standar.
Ukuran ayakan standar dapat dinyatakan dengan dua car, yaitu dengan ukuran mesh
(jumlah lubang dalam inchi kuadrat) dan dengan ukuan aktual dari bukaan ayakan dengan
ukuran partikel besar (dalam mm atau inchi). Ada beberapacara perbedaan standar dalam
penggunaan ukuran ayakan, tetapi yang penting adalah memperoleh standar tertentu
dalam penetuan ukkuran partikel yang kita kehendaki. Tabel dibawah ini menunjukan
daftar nomor mesh yang bersesuaian untuk ayakan baku Tyler.

Tabel 1: ayakan tyler


Ukuran mesh inchi Millimeter
3 0,263 6,680
4 0,185 4,699
6 0,131 3,327
8 0,093 2,362
10 0,065 1,651
14 0,046 1,668
20 0,0328 0,833
28 0,023 0,589
35 0,0164 0,417
48 0,0116 0,295
65 0,0082 0,208
100 0,0058 0, 147
150 0,0041 0,104
200 0,0029 0,074
270 0,0021 0,053
400 0,0015 0,038

Diameter rata-rata partikel antar ayakan berdasarkan ayakan tyler, misal partikel
lolos melalui ayakan 150 mesh, tetapi tertahan pada 200 mesh dituliskan -150 + 200
mesh. Berikut tabel diameter partikel rata-rata penentuan ayakan tyler.

Tabel 2 : diameter partikel rata-rata berdasarkan ayakan tyler


Ukuran Ayakan (mesh) Diameter Partikel, Dp (inchi)
-10 + 14 0,0555
-14 + 20 0,0394
-20 + 28 0,0280
-28 + 35 0,0198
-35 + 48 0,0140
-48 + 65 0,0099
-65 + 100 0,0070
-100 + 150 0,0050
-150 + 200 0,0035

Diameter partikel rata-rata (Dpw) dirumuskan dengan persamaan :


=

Dpw : diameter rata-rata massa


Xi : fraksi massa
Dp mean : diameter rata-rata antar ayakan

Tabel 3 : hasil uji pengayakan 500 gram kuarsa dari berbagai ukuran
Dpi Massa
mesh Fraksi Xi Dpi mean Fraksi kumulatif
mm Gr
4 4,699 - 0 - 1,000 -
6 3,327 12,55 0,0251 4,013 0,9749 1,1007
8 2,362 62,5 0,1250 2,845 0,8499 0,3556
10 1,651 160,35 0,3207 2,007 0,5292 0,6435
14 1,168 128,5 0,2570 1,410 0,2722 0,3622
20 0,833 79,5 0,1590 1,001 0,1132 0,1591
28 0,589 26,9 0,0538 0,711 0,0594 0,0383
35 0,417 10,5 0,0210 0,503 0,0384 0,0105
48 0,295 5,1 0,0102 0,356 0,0282 0,0036
65 0,208 3,85 0,0077 0,252 0,0205 0,0019
100 0,147 2,9 0,0058 0,178 0,0147 0,0010
150 0,104 2,05 0,0041 0,126 0,0106 0,0005
200 0,074 1,55 0,0031 0,089 0,0075 0,0003
Pan - 3,75 0,0075 0,037 0,0000 0,0003
Jumlah 500 1,000 1,6776
Harga Dpw = = 1,6776

Grinding adalah istilah pemecahan dan penghalusan atau penghancuran (size


reduction) meliputi semua metode yang digunakan untuk mengolah zat padat menjadi
ukuran yang lebih kecil. Di dalam industri pengolahan, zat padat diperkecil dengan
berbagai cara tujuan yang berbeda-beda. Namun hanya ada empat metode yang lazim
digunakan untuk pengecilan ukuran. Metode itu adalah :
1. Pengepaan (compression)
2. Penumbukan (impact)
3. Penggerusan (attrition)
4. Pemotongan (cutting)
Contohnya, kompresi digunakan untuk pemeceahan kasar zat padat keras, dengan
menghasilkan relatif sedikit halus, pukulan menghasilkan hasil yang berukuran kasar,
sedang dan halus. Atrisi menghasilkan hasil yang sangat halus dari bahan yang lunak dan
tak abrasif, pemotongan memberikan hasil yang ukurannya pasti dan kadang-kadang
dengan sedikit atau sama sekali tidak ada halusan pada bentuknya.
Pengayakan merupakan salah satu metode pemisahan partikel sesuai dengan ukuran
yang dikehendaki. Metode ini dimaksudkan untuk memishakan fraksi-fraksi tertentu
sesuai dengan keperluan dari suatu material yang baru mengalami grinding. Faktor-faktor
yang menentukan pemilihan ayakan :
1. Jumlah
2. Ukuran
3. Penyebaran ukuran
4. Bentuk
5. Massa jenis (menentukan kekuatan ayakan)
6. Kekerasan (menentukan kecepatan arus)
7. Jenis zat (lembab, lengket dll

IV. Prosedur Percobaan


Siapkan 1 set ayakan seperti ukuran diatas.
Hancurkan kuarsa atau batu bara.
Lakukan pengayakan.
Timbang masing-masing fraksi lolos ayakan tersebut.

V. Data Pengamatan
Tabel 1 : sampel batu bara = 249,36 gr, t = 15 menit, rpm = 30
Berat ayakan awal Berat ayakan +
No D ayakan (mm) Berat sampel
(gr) sampel (gr)
1 2,00 329,76 329,85 0,09
2 1,40 305,68 305,90 0,22
3 1,00 297,90 298,28 0,38
4 0,630 251,83 273,49 21,66
5 0,355 231,66 334,00 102,34
6 0,200 213,39 282,63 69,24
7 Pan 194,65 249,96 55,31
total 1824,87 2074,11 249,24

Tabel 2 : sampel pasir = 245,52 gr, t = 15 menit, rpm = 40


Berat ayakan awal Berat ayakan +
No D ayakan (mm) Berat sampel
(gr) sampel (gr)
1 2,00 329,76 330,52 0,76
2 1,40 305,68 306,38 0,7
3 1,00 297,90 301,58 3,68
4 0,630 251,83 264,90 13,07
5 0,355 231,66 291,55 59,89
6 0,200 213,39 331,69 100,3
7 Pan 194,65 243,66 49,01
total 1824,87 2070,28 249,24

Tabel 3 : sampel tepung = 247,21 gr, t = 15 menit, rpm = 20


Berat ayakan awal Berat ayakan +
No D ayakan (mm) Berat sampel
(gr) sampel (gr)
1 2,00 329,76 354,37 24,61
2 1,40 305,68 306,86 1,18
3 1,00 297,90 299,32 1,42
4 0,630 251,83 253,22 1,49
5 0,355 231,66 236,83 5,17
6 0,200 213,39 277,93 64,54
7 Pan 194,65 343,33 148,68
total 1824,87 2070,28 249,24

Tabel 4 : berat sampel


Berat sampel (gr)
No D ayakan (mm)
Batu bara Pasir tepung
1 2,00 0,09 0,76 24,61
2 1,40 O,22 0,7 1,18
3 1,00 0,38 3,68 1,42
4 0,630 21,66 13,07 1,49
5 0,355 102,66 59,89 5,17
6 0,200 69,24 100,3 64,54
7 pan 55,31 49,01 148,68
Total 249,24 227,41 247,09

Tabel 5 diameter partikel rata-rata (Dpw) sampel batu bara


Ukuran Massa x Fraksi massa
No Fraksi x Dpi mean
ayakan (Dpi) (gr) kumulatif
1 2,00 0,09 0,00036 1 0,00036 0,00036
2 1,40 O,22 0,00088 1,7 0,00124 0,00149
3 1,00 0,38 0,00152 1,2 0,0024 0,00182
4 0,630 21,66 0,0869 0,815 0,0884 0,0708
5 0,355 102,66 0,4106 0,4925 0,4975 0,2022
6 0,200 69,24 0,2778 0,2775 0,6884 0,0770
7 pan 55,31 0,2219 - 0,4997 -
total 249,24 1 5,485 0,35367
Harga Dpw = = 0,35367

Tabel 6 diameter partikel rata-rata (Dpw) sampel pasir


Ukuran Massa x Fraksi massa
No Fraksi x Dpi mean
ayakan (Dpi) (gr) kumulatif
1 2,00 0,76 0,00334 1 0,00334 0,00334
2 1,40 0,7 0,00307 1,7 0,00641 0,00521
3 1,00 3,68 0,0161 1,2 0,0191 0,0193
4 0,630 13,07 0,0574 0,815 0,0735 0,0467
5 0,355 59,89 0,2633 0,4925 0,3207 0,1296
6 0,200 100,3 0,4410 0,2775 0,7043 0,1223
7 pan 49,01 0,2155 - 0,6565 -
total 227,41 1 5,485 0,32645
Harga Dpw = = 0,32645

Tabel 7 diameter partikel rata-rata (Dpw) sampel tepung


Ukuran Massa x Fraksi massa
No Fraksi x Dpi mean
ayakan (Dpi) (gr) kumulatif
1 2,00 24,61 0,0995 1 0,0995 0,0995
2 1,40 1,18 0,00477 1,7 0,1042 0,0081
3 1,00 1,42 0,00574 1,2 0,0105 0,0068
4 0,630 1,49 0,00603 0,815 0,0117 0,0049
5 0,355 5,17 0,0209 0,4925 0,0269 0,0102
6 0,200 64,54 0,2612 0,2775 0,2821 0,0724
7 pan 148,68 0,6017 - 0,8629 -
total 247,09 1 5,485 0,2019
Harga Dpw = = 0,2019

VI. Perhitungan
=

1
=

1 + 2
=
2
1 + 2
=

Rumus efektivitas ayakan secara keseluruhan


( )( )(1
=
( )2 (1 )()

Dimana :
xD = fraksi massa bahan A dengan limpahan atas
xB = fraksi massa bahan A dengan limpahan bawah
xf = fraksi massa bahan A dalam umpan
(1-xf) = fraksi massa bahan B dalam umpan
(1-xD) = fraksi massa bahan B dengan limpahan atas
(1-xB) = fraksi massa bahan B dengan limpahan bawah

Analisa Ayakan
Ukuran Fraksi kumulatif
No Dpi mean
ayakan (Dpi) xf xD xB
1 2,00 1 0,00036 0,00334 0,0995
2 1,40 1,7 0,00124 0,00641 0,1042
3 1,00 1,2 0,0024 0,0191 0,0105
4 0,630 0,815 0,0884 0,0735 0,0117
5 0,355 0,4925 0,4975 0,3207 0,0269
6 0,200 0,2775 0,6884 0,7043 0,2821
7 pan - 0,4997 0,6565 0,8629

Efektifitas ayakan untuk 2,00


(0,00036 0,0995)(0,00334 0,00036)(1 0,0995)
=
(0,00334 0,0995)2 (1 0,00036)(0,00036)
(0,09914)(0,00298)(0,9005) 0,0002660
= = = 80,6060
(0,00924)(0,99964)(0,00036) 0,0000033

Efektifitas ayakan untuk 1,40


(0,00124 0,1042)(0,00641 0,00124)(1 0,1042)
=
(0,00641 0,1042)2 (1 0,00124)(0,00124)

(0,10296)(0,00517)(0,8958) 0,00047
= = = 42,72727
(0,00956)(0,99876)(0,00124) 0,000011

Efektifitas ayakan untuk 1,00


(0,0024 0,0105)(0,0191 0,0024)(1 0,0105)
=
(0,0191 0,0105)2 (1 0,0024)(0,0024)

(0,0081)(0,0167)(0,9895) 0,000133
= = = 782,3529
(0,000073)(0,9976)(0,0024) 0,00000017
Efektifitas ayakan untuk 0,630
(0,0884 0,0117)(0,0735 0,0884)(1 0,0117)
=
(0,0735 0,0117)2 (1 0,0884)(0,0884)

(0,0767)(0,0149)(0,9883) 0,000133
= = = 3,7333
(0,00381)(0,9116)(0,0884) 0,00000017

Efektifitas ayakan untuk 0,355


(0,4975 0,0269)(0,3207 0,4975)(1 0,0269)
=
(0,3207 0,0269)2 (1 0,4975)(0,4975)

(0,4706)(0,1768)(0,9731) 0,08096
= = = 3,75336
(0,08631)(0,5052)(0,4975) 0,02157

Efektifitas ayakan untuk 0,200


(0,6884 0,2821)(0,7043 0,6884)(1 0,2821)
=
(0,7043 0,2821)2 (1 0,6884)(0,6884)

(0,4063)(0,0159)(0,7179) 0,00463
= = = 0,12110
(0,17825)(0,3116)(0,6884) 0,03823
VII. Analisa Percobaan
Pada percobaan kali ini tentang penghancuran dan Pengayakan dapat dianalisa
bahwa kali ini alat pengayak yang dipakai berjenis vibrating screen dimana bahan atau
sampel yang digunakan berupa batu bara, pasir, tepung dan alat yang digunakan berupa
ball mill. Pengayakan dengan alat vibrating screen dengan berbagai macam ukuran
ayakan yaitu : 2,00; 1,40; 1,00; 0,630; 0,355 dan 0,200.
Dalam praktikum kali ini batu bara yang digunakan sebanyak 249,36 gram, tepung
yang digunakan sebanyak 247,21 gram dan pasir yang digunakan sebanyak 245,52 gram.
Sebelum pengayakan terlebih dahulu susun ukuran ayakan dari diameter terbesar hingga
diameter terkecil dengan selang waktu yang dipakai selama 15 menit. Hasil efektifitas
yang didapatkan yaitu untuk ayakan 2,00 = 80,6060; untuk ayakan 1,40 =
42,72727; untuk ayakan 1,00 = 782,3529; untuk ayakan 0,630 = 3,7333; untuk ayakan
0,355 = 3,75336; dan untuk ayakan 0,200 = 0,12110.

VIII. Kesimpulan
Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa :
Sampel yang digunakan berupa batu bara , pasir dan tepung.
Alat pengayakan yang digunakan adalah vibrating screen.
Harga Dpw pada batu bara yaitu 0,35367 , pada pasir yaitu 0,32645 ,
dan pada tepung yaitu 0,2019 .

IX. Daftar Pustaka


Jobsheetsatuanoperasi.politekniknegerisriwijaya.palembang.2016
X. Gambar Alat