Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS IKLAN XL BERDASARKAN ILMU KOGNITIF

TARIF SAMPE PUAS XL bebas

Periklanan adalah fenomena bisnis modern. Tidak ada perusahaan yang ingin maju dan memenangkan
kompetisi bisnis tanpa mengandalkan iklan. Demikian pentingnya peran iklan dalam bisnis modern
sehingga salah satu bonafiditas perusahaan terletak pada berapa besar dana yang dialokasikan untuk
iklan tersebut. Di samping itu, iklan merupakan jendela kamar dari sebuah perusahaan. Keberadaannya
menghubungkan perusahaan dengan masyarakat. Khususnya konsumen.
Pemahaman secara kuantitatif akan menjamin bahwa jumlah pembeli, dan frekuensi pembelian yang
diperoleh akan sejalan dengan target penjualan yang telah ditetapkan. Pemahaman secara kualitatif akan
menjamin bahwa pesan iklan yang disampaikan akan sejalan dengan tujuan pemasaran yang telah
ditetapkan.
Pada dasarnya, lambang atau simbol yang digunakan dalam iklan terdiri atas dua jenis, yaitu yang verbal
dan nonverbal. Lambang verbal adalah bahasa yang kita kenal; lambang yang nonverbal adalah bentuk
dan warna yang disajikan dalam iklan, yang tidak secara khusus meniru rupa atas bentuk realitas.
Sebagai medium ideologis, sangat menarik mengamati dan membongkar isi pesan sebuah iklan.
Terutama karena ia tidak semata-mata membentuk makna yang ideologis, namun juga karena makna
yang ideologis itu dibungkus oleh kepentingan akumulasi modal. Ini berarti, makna-makna ideologi yang
diciptakan iklan dipakai oleh kapitalisme untuk kelangsungan hidupnya. Sebaliknya, perubahan dan
perkembangan kapital memungkinkan diproduksinya makna-makna ideologis yang baru.
Jika dilihat dari wujudnya, iklan mengandung tanda-tanda komunikatif. Lewat bentuk-bentuk komunikasi
itulah pesan tersebut menjadi bermakna. Di samping itu, gabungan antara tanda dan pesan yang ada
diharapkan mampu mempersuasi khalayak sasaran yang dituju. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji
tanda verbal (terkait dengan judul, subjudul, dan teks) dan tanda visual (terkait dengan ilustrasi, logo,
tipografi, dan tata visual) dengan pendekatan teori semiotika.
Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda (sign), berfungsinya tanda, dan produksi makna.
Tanda adalah sesuatu yang bagi seseorang berarti sesuatu yang lain. Seperti dalam iklan XL bebas
adanya tanda ditandai dengan adanya peristiwa telepon murah, sebuah HP yang dipegang sebagai
sebuah isyarat tangan, sebuah kata yang diucapkan waktu nelpon sesukanya dengan tidak buru-buru
karena dengan tarif murah, suatu kebiasaan nelpon, sebuah gejala untuk nelpon terus dengan XL bebas,
suatu ekspresi wajah, suatu sikap yang menunjukkan senang bisa nelpon murah sepuasnya, cara
berbicara, biaya telepon yang ditunjukkan untuk bisa nelpon sepuasnya, dan lain sebagainya, semuanya
itu dianggap sebagai tanda. Sebuah iklan biasanya terdiri dari tiga elemen tanda yaitu :
1. Gambar objek atau produk yang diiklankan
Disini saya mengambil iklan XL bebas sebagai objek. Mengingat sekarang lagi perang tarif pada
operator-operator. Di XL bebas, menawarkan dan mengajak masyarakat untuk sama-sama memakai
kartu XL bebas karena Rp.600,- bisa nelpon sepuasnya yang dapat dipakai untuk nelpon ke operator
lain.
2. Gambar benda-benda yang disekitar objek yang memberikan konteks pada objek tersebut
Gambar benda-benda yang disekitar objek, yaitu adanya pepohonan dan pagar yang berarti lagi asyik
nelpon di pagi yang cerah apalagi dengan tarif murah sepuasnya.
3. Tulisan atau teks yang memberikan keterangan tertulis yang satu sama lain saling mengisi dalam
menciptakan ide, gagasan, konsep, atau makna sebuah iklan
Fungsi teks-teks yang menunjukkan pada sesuatu (mengacu pada sesuatu) dilaksanakan
berkat sejumlah kaidah, janji, dan kaidah-kaidah alami yang merupakan dasar dan alasan mengapa
tanda-tanda itu menunjukkan pada isinya. Dalam iklan XL bebas terdapat teks-teks juga terdapat
keterangan tertulis seperti contoh : XL terus menghadirkan layanan yang berkualitas dan tarif yang
termurah, dengan mengeluarkan promo tarif baru XL bebas hanya Rp 600 sampe puas bagi pengguna
XL bebas untuk menelpon ke semua operator se-Indonesia, baik ke sesama XL maupun ke operator lain
dan PSTN se-Indonesia. Untuk dapat menikmati tarif baru ini, pengguna XL bebas tidak perlu daftar atau
membeli paket perdana khusus karena secara otomatis seluruh pengguna XL bebas se-Indonesia dapat
menikmati tarif termurah dari XL ini. PERIODE PROMOMulai 5 Maret 2008 dan daftar TARIF XL bebas
yang berlaku di wilayah.
Dari teks iklan tersebut timbul sebuah ide, gagasan, konsep, atau makna ,yakni keinginan memakai XL
bebas agar bisa nelpon sepuasnya dengan biaya pulsa yang cukup murah, bahwa XL bebas memberi
solusi yang terbaik disamping sekarang biaya hidup yang semua naik, telepon sepuasnya hanya dibatasi
dari jam 22.00-10.59 WIB setelah jam tersebut biaya pulsa kembali normal seperti awal, dan lain
sebagainya.
Sedangkan bunyi-bunyian dan gambar, disebut signifier atau penanda, yang dikatakan penanda
(signifier) dalam iklan XL bebas yaitu suara iklannya, kata-kata yang diucapkan dan teks-teks yang
berfungsi menunjukkan pada sesuatu (mengacu pada sesuatu) dilaksanakan berkat sejumlah kaidah,
janji, dan kaidah-kaidah alami yang merupakan dasar dan alasan mengapa tanda-tanda itu menunjukkan
pada isinya yang ditulis sebagai informasi pendukung yang dapat mengajak orang untuk memakai XL
bebas dan syarat-syarat ketentuan berlaku, gambar orang yang sedang nelpon dengan asyik dan santai
tanpa takut dikejar biaya, warna orange yang mencolok agar mudah di ingat oleh konsumen, serta obyek
yang dipakai seperti bintang film yang ikut terlibat dalam iklan, dan sebagainya.
Sedangkan untuk signified (petanda) yaitu konsep-konsep dari bunyi-bunyian dan gambar. Signified
dimaksudkan untuk ekspresi yang dikeluarkan oleh bintang film yang terlibat untuk mendorong
masyarakat untuk segera ganti kartu dan jangan ganti kartu tetap pakai XL bebas karena dengan XL
bebas bisa nelpon sepuasnya Cuma dengan Rp.600,- saja. Hubungan antara kedua unsur tersebut akan
melahirkan sebuah makna yang dapat ditangkap oleh masyarakat.
Makna denotatif adalah makna yang berdasarkan apa yang tampak meliputi hal-hal yang ditunjuk oleh
kata-kata (makna referensial). Misalnya dalam iklan XL bebas yaitu, adanya gambar manusia yaitu
bintang-bintang film papan atas, pagar, pepohonan, memakai baju dengan warna orange semua, warna
biru dan putih pada langit yang menunjukkan cuaca yang cerah. Pada tahapan ini hanya informasi data
yang disampaikan.
Makna konotatif adalah makna lebih mendalam yang berkaitan dengan pemahaman-pamahaman
ideologi dan kultural, meliputi aspek makna yang berkaitan dengan perasaan dan emosi serta nilai-nilai
kebudayaan dan ideologi. Dalam iklan XL bebas menunjukkan, gambar wajah orang tersenyum bahagia
dan tertawa dapat diartikan sebagai suatu keramahan, kebahagiaan. Tetapi sebaliknya, bisa saja
tersenyum diartikan sebagai ekspresi penghinaan terhadap seseorang atau kartu perdana telepon
lainnya.
Diposkan oleh budayanusantaradi 07.17

tidak ada komentar: