Anda di halaman 1dari 2

COlahraga merupakan suatu kegiatan jasmani yang sangat digemari oleh semua orang

baik dari kaum muda sampai lanjut usia guna memelihara kesehatan dan memperkuat otot-otot
tubuh (Kuleshov, 2010). Dalam kehidupan modern sekarang ini manusia tidak dapat dipisahkan
dengan kegiatan olaraga baik sebagai salah satu pekerjaan khusus, tontonan, rekreasi, kesehatan
maupun budaya. Salah satu olahraga yang sangat diminati terutama kaum muda adalah
Skateboard. Hal ini disebabkan olahraga ini hanya memerlukan sebuah papan yang sederhana
dan dapat memberikan kepuasan bagi pemainnya untuk menyalurkan ekspresi serta kreatifitas
dalam memainkan papan skate (Water, 2013).

Skateboard adalah salah satu olahraga ekstrim yang berasal dari Amerika Serikat yang
mempunyai arti papan pendek atau papan luncur yang mempunyai set roda 4 dibawahnya,
dikendarai dengan posisi berdiri atau merunduk dengan meluncur pada area khusus yang sengaja
dibuat (Frederick, 2006). Para pemain skateboard menyebut dirinya skatter atau skateboarder.
Dalam permainannya skateboard memiliki teknik-teknik dasar bermain yaitu Ollie (Melompat),
Flip (Menendang bagian papan tertentu sehingga membentuk maneuver), Grind (Berjalan pada
besi/ ledge dengan truck), Slide (Berjalan pada tempat tertentu dengan bagian papan tertentu),
dan grap ( melompat dengan memegang papan dengan tangan pada saat terbang) dan lain-lain
(Waters, 2013). Dari semua trik-trik tersebut Ollie merupakan teknik yang paling dasar dalam
olahraga ini dimana dilakukan gerakan melompat, dimana pemain meluncur dan melompat pada
posisi tertentu dan kembali ketanah lagi (Frederick, 2006). Meskipun terlihat sederhana, namun
teknik ini wajib dikuasai oleh pemain skateboard agar dapat melakukan teknik-teknik skate yang
lainnya, dalam hal ini diperlukan komponen utama yaitu keseimbangan, koordinasi dan kekuatan
otot tungkai.
Power otot tungkai mendasari kinerja pada Ollie manuver (Candotti et al., 2012). Oleh
karena itu, latihan meningkatkan power pada otot tungkai sangat penting pada olahraga ini. Otot-
otot yang berperan adalah otot-otot pangkal paha dan tungkai atas terdiri dari otot bagian depan
antara lain m. sartorius, m. rectus femoris, m. vastus lateralis, m. vastus medialis, m. adductor
longus. Sedangkan, pada bagian belakang terdapat m. gluteus maximus, m. adductor magnus, m.
biceps femoris, m. semitendinosus dan m. semimembranosus. Beberapa otot tungkai bawah
antara lain m. peroneus longus, m.tibialis anterior, m.gastronemius, m.soleus, m. extensor
digitorum longus.
Untuk meningkatkan power otot tungkai diperlukan latihan-latihan salah satunya latihan
pylometric. Pylometric adalah salah satu latihan yang dirancang untuk menghasilkan gerakan
cepat dan menguatkan otot-otot dan stimulus berupa kontraksi otot. Prinsip metode latihan ini
adalah kondisi otot selalu berkontraksi baik saat memanjang (eccentric) ataupun saat memendek
(concentric) untuk menghasilkan sejumlah gaya yang besar dan explosive secara cepat
(Sankarmani et al, 2012). Salah satu bentuk latihan pylometric dengan jenis lompatan adalah
latihan jump to the box. Latihan pliometrik Jump to box merupakan latihan melompat untuk
meningkatkan intensitas melompat dan melompat dengan menggunakan sebuah kotak dengan
menggunakan kedua tungkai bersama-sama. Ketinggian kotak bergantung pada ukuran atlet,
permukaan, arahan dan tujuan program (Thomas R.Baechle, 2008).
Dari beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya tentang latihan pliometrik,
didapatkan penelitian yang dilakukan oleh Mufidatul Hasanah dalam penelitiannya didapatkan
hasil bahwa latihan pliometrik jump to box berpengaruh lebih baik terhadap power otot tungkai
pada atlet bolavoli klub Tugumuda Kota Semarang sebesar 53.5% dan termasuk dalam kategori
sedang. Belum ada penelitian yang meneliti tentang pengaruh jump to the box terhadap kekuatan
otot tungkai pemain skateboard.
Berdasarkan uraian diatas, saya ingin melakukan penelitian pengaruh latihan pylometric
jump to the box terhadap kekuatan otot tungkai pemain skateboard dalam melaukan teknik Ollie
(lompatan).