Anda di halaman 1dari 8

e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.

2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

JEMURAN PAKAIAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR HUJAN


DAN SENSOR LDR BERBASIS ARDUINO UNO

Deny Siswanto1, Slamet Winardi2


1,2
Prodi Sistem Komputer, Fasilkom, Universitas Narotama Surabaya
1
denysiswanto88@gmail.com , 2Slamet.winardi@narotama.ac.id

ABSTRAK
Pada saat musim hujan, mayoritas orang merasa cemas ketika mereka sedang menjemur
pakaian. Rasa cemas tersebut akan bertambah pada saat menjemur pakaian namun sedang
berada diluar rumah, dan dirumah sedang tidak ada orang. Dari kejadian itu orang jadi enggan
menjemur pakain ditempat yang terbuka, karena kawatir jemuranya basah terkena air hujan.
Ketika musim hujan mayoritas orang menjemur pakaian diteras rumah, hal ini dilakukan untuk
menghindari jemuran pakaian terkena air hujan ketika ditinggal pemiliknya beraktifitas diluar
rumah. Dari gambaran masalah diatas, penulis menemukan ide untuk membuat alat penarik
jemuran yang bisa bekerja secara otomatis. Alat tersebut menggunakan microcontroler Arduino
Uno ditambah dengan sensor hujan dan sensor Light Dependent Resistor. Cara kerja alat ini adalah
mendeteksi cuaca disekitar melalui sensor hujan dan sensor LDR, ketika sensor tidak menerima
cahaya maka alat akan menterjemahkan akan terjadi hujan, sehingga alat akan menarik
jemuran ketempat yang terlindung dari air hujan. Ketika sensor mendeteksi sinar matahari alat
akan menterjemahkan bahwa cuaca disekitar panas, sehingga alat akan menarik jemuran
ketempat yang terkena sinar matahari. Sedangkan sensor hujan mendeteksi tetesan dari air
hujan.Harapan dengan terciptanya alat penarik jemuran otomatis mampu membantu
masyarakat mengurangi rasa cemas ketika menjemur pakaian dimusim penghujan.
Kata kunci : Arduino Uno, microkontroller, Sensor hujan, LDR, Driver motor
Pendahuluan
Indonesia memiliki dua musim, yaitu uno, sensor hujan dan sensor Light
hujan dan kemarau. Data dari Badan Dependent Resistor.
Meteorologi Klimatologo dan Geofisika
(BMKG), musim penghujan terjadi pada Secara umum microcontroler adalah
bulan November hingga Maret, suatu chip IC (Integrated Circuit) yang
sedangkan musim kemarau terjadi pada dapat menerima sinyal input, mengolah
bulan April hingga Oktober. Ketika dan memberikan sinyal output sesuai
musim penghujan, mayoritas orang program yang diisikan didalamnya.
merasa khawatir saat menjemur Sedangkan Arduino uno disebut juga
pakaian, kekhawatiran tersebut pengendali mikro single-board yang
bertambah ketika sedang berada diluar bersifat open-source, dirancang untuk
rumah dan pada saat itu dirumah memudahkan penggunaan elektronik
sedang tidak ada orang. Karena takut dalam berbagai bidang. Cara kerja alat
pakaian yang dijemur basah oleh air ini adalah mendeteksi cuaca sekitar
hujan, oleh karena itu banyak melalui sensor LightDependent Resistor
masyarakat menjemur pakaian di teras- dan sensor hujan. Ketika sebuah sensor
teras rumah. Walaupun jemuran pakain LDR mendeteksi cuaca mendung atau
tersebut kering, akan tetapi keringnya tidak ada sinar matahari, maka alat
tidak bisa maksimal. Sehingga ketika akan menterjemahkan akan terjadi
pakaian tersebut dipakai akan terasa hujan, sehingga alat akan menarik
tidak nyaman, tidak menutup jemuran ke tempat yang teduh. Begitu
kemungkinan juga menimbulkan bau juga sebaliknya ketika sensor LDR
yang kurang sedap. Dari kejadian mendeteksi sinar matahari alat akan
tersebut, penulis memiliki ide sederhana menterjemahkan bahwa cuaca disekitar
untuk menciptakan alat penarik panas, alat akan menarik jemuran
jemuran otomatis. Alat tersebut ketempat yang terkena sinar matahari.
menggunakan microcontroler Arduino Sedangkan sensor hujan berfungsi
mendeteksi air hujan atau tetesan air

66
e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

hujan. Ketika penampang sensor hujan USB dapat berasal baik dari adapter AC-
terkena air, maka alat secara otomatis DC atau baterai. Board Arduino dapat
akan menarik tali jemuran ke tempat beroprasi pada pasokan eksternal dari 6
yang teduh. sampai 12 volt .
Sensor Cahaya atau LDR(Light
Sistem Otomasi Dependent Resistor)
Sistem otomasi dapat juga
didefinisikan sebagai suatu teknologi LDR atau Light Dependent
yang berkaitan dengan aplikasi Resistor adalah salah satu jenis resistor
mekanik, elektronik dan sistem berbasis yang nilai hambatanya dipengaruhi oleh
komputer. Semuanya bergabung cahaya yang diterima olehnya. Besarnya
menjadi satu untuk memberikan fungsi nilai hambatan pada LDR tergantung
terhadap manipulator (mekanik) pada besar kecilnya cahaya yang
sehingga akan memiliki fungsi tertentu. diterima oleh LDR itu sendiri. LDR
Jadi sistem otomasi dapat dinyatakan merupakan suatu jenis hambatan yang
sebagai susunan beberapa perangkat sangat peka terhadap cahaya. Sifat dari
yang masing-masing memiliki fungsi hambatan LDR ini adalah nilai
yang berbeda namun saling berkaitan hambatanya akan berubah apabila
membentuk satu kesatuan dengan terkena cahaya atau sinar. Untuk dapat
secara terus menerus memeriksa kondisi mengetahui kesensitifan sensor Light
masukan yang mempengaruhi untuk Dependent Resistor maka perlu
kemudian melaksanakan pekerjaan dilakukan beberapa pengujian, yaitu
sesuai dengan fungsinya secara otomatis dengan cara meletakkan sensor LDR
atau dengan sendirinya. pada tempat yang terang dan tempat
gelap. Dalam proses percobaan sensor
Arduino Uno cahaya dapat menggunakan bantuan
Arduino uno merupakan single- cahaa dari lampu atau cahaya yang
board mikrokontroler yang dibuat untuk bersumber dari matahari.
keperluan proyek elektronika multi
disiplin agar lebih mudah diwujudkan.
Desain dari hardware Arduino terdiri dari
8-bit Atmel AVR microcontroller, atau 32-
bit Atmel ARM dimana desain tersebut
bersifat terbuka (open-source
hardware). Arduino uno software terdiri
dari compiler bahasa pemograman
standar dan sebuah boot loader yang Gambar 1 Rangkaian Pengujian Sensor
dieksekusi dalam microkontroller[4]. LDR
Software Arduino yang digunakan
adalah driver dan IDE, walaupun masih
=
ada beberapa software lain yang sangat + 1
berguna selama pengembangan Keterangan :
Arduino. IDE (Integrated Development Vo : Voltase
Environment )suatu program khusus
untuk suatu komputer agar dapat LDR : nilai LDR
membuat suatu rancangan atau sketsa
program untuk papan Arduino . R1 : hambatan

Catu Daya atau Power Vcc : nilai voltase yang digunakan

Arduino dapat diaktifkan


melalui koneksi USB (Universal Serial A. Percobaan Saat Kondisi Terang
Bus) atau dengan catu daya eksternal.
Untuk sumber daya eksternal atau non =
+ 1

67
e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

500 alat jemuran otomatis karena dapat


= .5 mengendalikan putaran motor DC
500 + 10000
= 0,238 Volt dalam dua arah putaran, yaitu searah
Jadi Vout yang dihasilkan sensor jarum jam dan berlawanan arah jarum
LDR pada kondisi terang adalah 0,238 jam.
Volt.
B. Percobaan Saat Kondisi Gelap Liquid Crystal Display (LCD)
Untuk memudahkan penulis
dalam melakukukan pengamatan, uji
=
+ 1 coba dan simulsai untuk membaca
1000000 keadaan cuaca serta pergerakkan
= .5
1000000 + 10000 motor, maka penulis menggunakan
= 4,950 Volt sebuah alat LCD (Liquid Crystal display).
LCD (Liquid Crystal display) digunakan
Jadi Vout yang dihasilkan sensor untuk menampilkan informasi
LDR pada kondisi gelap adalah 4,950 elektronik seperti teks (huruf), angka
Volt. atau simbol.
Sensor Air
Limit Switch
Sensor hujan merupakan alat Saklar microswitch merupakan
switching yang digerakkan berdasarkan salah satu jenis pushbuttom ang
curah air (hujan). Sensorhujan yang mempunyai sensitifitas tinggi dalam
dipakai penulis dalam pengerjaan alat memberikan inputan[1]. Rangkaian limit
ini menggunakan plat PCB (printed switch pada rangkaian ini berfungsi
circuit board) yang dibentuk sedemikian sebagai input ke microcontroller Arduino
rupa hingga menyerupai sisir. yang nantinya akan digunakan untuk
menghentikan putaran motor. Pada
microcontroller input disetting pull up,
sehingga pada saat limit switch tidak
ditekan akan berlogic 1, dan saat limit
switch ditekan akan berlogic 0.

Metodologi Penelitian
Metode yang di lakukan
Gambar 2 Penampang sensor air dalam penelitian ini meliputi studi
literatur, analisa permasalahan,
Pada gambar merupakan perancangan desain dan system,
penampang sensor hujan yang implementasi sistem, pengujian sistem,
digunakan dalam penelitian ini. Dengan evaluasi dan dokumentasi.
ukuran 63mm x 97mm. Jarak batang sisir
yang satu dengan yang lain adalah satu
mm(milimeter), sedangkan ukuran
untuk batang sisir adalah dua
mm(milimeter).
Driver Motor L293D
Rangkaian pengendali atau
driver untuk actuator (pengatur
pergerakan motor DC) yang digunakan
dalam menggerakkan motor adalah IC
L293D. IC L293D digunakan sebagai
penggerak pengganti relay, IC L293D
sebagai pengendali gerak motor dalam

68
e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

Mulai
sensor cahaya atau Light Dependent
Resistor dan limit switch. Kemudian data
input-an tersebut yang masih berupa
Studi
Literatur

sinyal analog kemudian akan diproses


Analisa
Permasalahan oleh microkontroller Arduino untuk
dikonversikan menjadi sinyal digital.
Setelah Arduino menerima sinyal digital,
Implementasi Sistem

Pembuatan
Hardware
Penulisan
Program selanjutnya diproses dan sistem akan
melakukan perintah untuk
Pengujian Sistem
menggerakkan motor sesuai
berdasarkan input-an yang masuk.
Evaluasi
Input yang berasal dari sensor hujan
akan memproses sebuah perintah
Dokumentasi sehingga alat akan menarik jemuran ke
tempat yang teduh. Sedangkan input-an
yang berasal dari sensor LDR dapat
Selesai

Gambar 3 Flowchart alur penelitian melakukan dua perintah, yaitu menarik


Studi literatur tali jemuran ke dalam ruangan jika
sensor mendeteksi mendung dan
Studi literatur melibatkan menarik tali jemuran ke luar ruangan
pencarian dasar-dasar teori dan apabila mendeteksi adanya cahaya sinar
penelitian pendampingan yang telah matahari.
dilakukan sebelumnya. Teori-teori yang
terkait dengan permasalahan penelitian
seperti, sistem automasi, dasar-dasar
rangkaian elektronik digital, komponen Blok Diagram
elektronik pendukung, bahasa Aktivator
pemrograman C Arduino uno dan teori Adaptor
6V dan 9V
pendukung lain yang berusaha digali
oleh penulis dengan menuliskan secara
singkat dan telah disesuaikan dengan Limit
Switch 1
Limit
Switch 2
tingkatan yang diperlukan dalam
INPUT OUTPUT
penelitian ini. Snsor Cahaya = LDR Putaran Motor
Sensor Hujan = Arduiono Uno Driver Mot0r =
Dalam studi literatur dilakukan LM393 L293D
pencarian informasi mengenai segala Motor DC

sesuatu yang berkaitan dengan Gambar 4 Blok diagram


penelitian ini, diantaranya adalah A. Blok Aktivator
sebagai berikut :
Blok aktivator adalah merupakan
1. Cara kerja dan pemprograman
sumber tegangan untuk
microkontroller Arduino uno. mengaktifkn seluruh komponen
2. Spesifiksai motor DC yang akan
rangkaian. Sumber tegangan yang
digunakan. digunakan dalam rangkaian ini
3. Cara kerja sensor yang
terbagi menjadi dua yaitu tegangan
digunakan dan pengujian sensor. 6V dan 9V. Sumber tegangan 6V
4. Karakteristik komponen-
digunakan untuk mengaktifkan
komponen yang digunakan.
driver motor L293D dan motor DC.
5. Mekanik yang digunakan
Sedangkan tegangan 9V digunakan
Analisa Masalah untuk mengaktifkan Arduino, sensor
cahaya (LDR) dan sensor hujan.
Dalam perancangan alat ini, diperlukan
sebuah input data berupa analog dan
digital yang berasal dari sensor hujan,

69
e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

B. Blok Input Flowchart Program


Pada blok input ini terdapat sensor Mulai

cahay(LDR) dan sensor hujan. Kedua Tidak

sensor tersebut berfungsi sebagai Baca Sensor


LDR &
HUJAN

sumber input-an untuk


microcontroller Arduino. Pada sensor
Ldr <= 5 Ldr > 5 Ldr > 5 Ldr < 5
&& Tidak && Tidak && Tidak &&
Hujan == 1 Hujan == 1 Hujan == 0 Hujan == 0

cahay (LDR) jika menerima cahaya Ya Ya Ya Ya


Cuaca

maka LDR akanmenghasilkan logic


Cuaca Cuaca Cuaca Panas
Panas Mendung Hujan &
Hujan

HIGH untuk input-an Arduino, dan Jemuran


Keluar
Jemuran Jemuran Jemuran

logic LOW jika LDR tidak menerima


Masuk Masuk Masuk

cahaya. Pada sensor hujan, jika Selesai

penampang sensor terkena air, maka Gambar 5 Flochart program


sensor akan menghasilkan nilai Program akan aktif
digital 0 (nol) pada microcontroller menggunakan input-an analog dan
Arduino, dan menghasilkan nilai 1 digital. Pada kondisi awal adalah jika
(satu) jika sensor tidak terkena air. nilai LDR lebih dari 5 dan sensor hujan
sama dengan 1, maka jemuran akan
C. Blok Proses berada didalam keadaan stand-by.
Blok microcontroller Arduino Kemudian jika nilai LDR kurang atau
berfungsi sebagai pusat kontrol atau sama dengan 5 dan sensor hujan sama
pengendali utama pada rangkaian. dengan 1, maka jemuran akan ditarik
Seluruh inputan yang masuk ke keluar. Jika tidak, nilai LDR lebih dari 5
Arduino, diproses, dan kemudian dan sensor hujan sama dengan 1, cuaca
ditentukan output yang telah mendung dan jemuran ditarik kedalam.
diprogram didalam microcontroller Jika tidak kedua-duanya, nilai LDR lebih
Arduino. dari 7 dan sensor hujan sama dengan 0,
IC L293D berfungsi sebagai cuaca hujan dan jemuranditarik
penggerak motor DC, yang nantinya kedalam. Jika tidak ketiga-tiganya,
akan menggerakkan putaran motor nilai LDR kurang dari 5 dan sensor hujan
kekakanan dan kekiri. sama dengan 0, cuaca panas dan hujan,
jemuran akan ditarik kedalam.
D. Blok Output
Blok output atau keluaran dari alat Pseudo code Program
jemuran otomatis adalah berupa
pergerakan motor DC untuk keluar
dan masuknya jemuran, yang
sebelumnya pergerakan sudah
diproses oleh driver IC L293D. Dan
setiap kejadian yang diterima oleh
Arduino, khususnya dalam
perubahan cuaca akan ditampilkan
dalam LCD monitor.

Gambar 6 Pseudo code program


Pseudocode program diatas
artinya adalah jika nilai LDR kurang
atau sama dengan 5 dan sensor hujan
sama dengan 1 maka jemuran akan
ditarik keluar. Sebelum tali jemuran
ditarik keluar mulainya ketika jemuran
masih ada didalam dan limit switch harus

70
e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

berlogic 1, kemudian motor berputar kering sesudah hujan reda adalah tujuh
berlawanan dengan arah jarum jam. menit.

Hasil dan Pembahasan Cuaca Cerah


Setelah dilakukan pengujian per Hasil pengujian alat ketika
blok baik itu rangkaian microcontroller, kondisi cuaca panas atau cerah dapat
sensor hujan, sensor LDR, driver motor ditampilkan pada gambar 4.15 berikut.
dan rangkaian mekanik, tahap terakhir
dilakukan pengujian alat secara
menyeluruh. Tahap pertama sensor air
dan sensor LDR diletakkan diatas rumah
agar dapat menerima paparan cahaya
dan tetesan air hujan. Untuk simulasi
percobaan dapat disesuaikan dengan
prototype yang telah dibuat.

Gambar 9 Pengujian alat ketika cuaca


Gambar 7 Rangkaian skematik secara panas atau cerah
keseluruhan
Pada gambar 9 jemuran yang
Rangkain tersebut merupakan awal mulanya didalam secara otomatis
rangkaian alat secara keseluruhan yang akan tertarik keluar ketempat yang
digunakan dalam perancanagan terbuka ketika cuaca cerah.
jemuran otomatis.
Cuaca Mendung
Hasil pengujian alat ketika
kondisi cuaca gelap atau mendung
dapat ditampilkan pada gambar 10
berikut.

Gambar 8 Detail pemasangan sensor air


dan LDR

Pada gambar 8, sensor hujan dan


sensor LDR diletakkan diluar dengan.
Sensor hujan hujan diletakkan dengan
kemiringan 130, tujuanya adalah ketika
saat hujan reda, air yang tertahan Gambar 10 Pengujian alat ketika cuaca
disela-sela penampang sensor hujan gelap atau mendung
dapat mengalir turun dengan cepat.
Waktu yang diperlukan sensor air untuk

71
e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

Pada gambar 10 jemuran yang Jemuran yang awal mulanya


awal mulanya diluar secara otomatis berada diluar secara otomatis akan
akan tertarik kedalam menuju tempat tertarik kedalam menuju tempat yang
yang tertutup ketika cuaca mendung. tertutup ketika cuaca panas dan hujan.
Sehingga ketika turun hujan, pakaian Sehingga pada saat cuaca sedang panas
yang dijemur tidak akan kehujanan. namun turun hujan, pakaian yang
dijemur tidak akan kehujanan.
Cuaca Hujan
Hasil pengujian alat ketika Kesimpulan
kondisi cuaca hujan dapat ditampilkan
pada gambar 11 berikut. Setelah melakukan perancangan
dan realisasi sistem jemuran otomatis
dalam bentuk prototype dan kemudian
dilakukan pengujian berhadap alat,
baik pengujian berupa setiap blok
maupun secara keseluruhan. Maka
dapat diambil kesimpulan :
1. Perengkat yang telah dibuat oleh
penulis dapat bekerja dengan baik
sesuai dengan yang diharapan.
2. Kedua sensor dapat bekerja dengan
baik, sensor LDR dapat mendeteksi
adanya perbahan cahaya (dari
Gambar 11 Pengujian alat ketika cuaca terang ke gelap atau sebaliknya)
hujan dan sensor hujan dapat mendetksi
adanya air atau tetesan air hujan.
Pada saat terjadi hujan, alat 3. Alat mampu membaca keadaan
akan tetap membaca kondisi cuaca cuaca, dimana dalam kondisi panas
sedang hujan, jemuran akan tetap namun ada hujan.
berada didalam. Karena pada saat 4. Microcontroller Arduino uno yang
sensor LDR mendeteksi cuaca mendung, digunakan sebagai pengendali
tali jemuran sudah ditarik kedalam. utama, alat ini dapat bekerja dalam
menjalankan program atau
Cuaca Panas dan Hujan perintah yang diberikan.
Hasil pengujian alat ketika 5. Kecepatan program dalam
kondisi cuaca panas dan hujan dapat membaca suatu keadaan adalah
ditampilkan pada gambar 12 berikut. kurang dari dua detik.

DAFTAR PUSTAKA
BoardUno,http://arduino.cc/en/Main/ard
uino,diakses pada tanggal 11 Oktober
2014.
Budiharto, W (2012). Aneka Proyek
Mikrokontroler, Graha Ilmu,
Yogyakarta.
Imran, Martinus dan Sugiyanto.
Pembuatan Sistem Otomasi Dispenser
Menggunakan Mikrokontroler Arduino
Gamabar 12 Pengujian alat ketika cuaca Mega 2650. Jurnal FEMA, Volume 1,
panas dan hujan Nomer 2, April 2013, Universitas
Lampung.

72
e-Jurnal NARODROID, Vol. 1 No.2 Juli 2015 E-ISSN : 2407-7712

Kurnia, Rizal, dan Hidayat. Perancangan


Dan Realisasi Prototipe Alat Penjemur
Pakaian Otomatis Berbasis
Mikrokontroler. Teknik Telekomunikasi
IT Telkom, Bandung.
Muhaimin (2001). Teknologi
Pencahayaan. Bandung : PT . Refika
Aditama.
Novianti, Chairisni dan Tony.
Perancangan Prototipe sistem
Penerangan Otomatis Ruangan
Berjendela Berdasarkan Intensitas
Cahaya. Seminar nasional teknologi
informasi 2013. Universitas
Tarumanegara.
Nurhadi, Wahyu dan Widiantoro
Yunawan (2010). Jemuran Pakaian
Otomatis Menggunakan Sensor
Cahaya (LDR) Dan Sensor Hujan.
Yogyakarta.
PrakiraanMusim,http://www.bmkg.go.id
/BMKG Pusat/Informasi Iklim/Prakiraan
Iklim/bmkg, diakses pada tanggal 11
Oktober 2014.
Rismawan, Sulistiyani, dan Tristanto.
Rancang Bangun Prototype Penjemur
Pakaian Otomatis Berbasis
Mikrokontroler ATmega 8535, Volume 1
No.1, Lampung, Januari 2012.
Samuel (2008). Desain dan Sistem
Pengendalian Robot Beroda Pemadam
Api. Jurnal Teknologi, Vol. 1, No. 1, 2008:
14-23. Yogyakarta.

73