Anda di halaman 1dari 7

Biografi Kewirausahaan: Reza Axl

Nurhilman, Sang Presiden Maicih


25/06/2013 BluezevasCita-Cita, Entrepreneurship, Kewirausahaan, Leadership, Mandiri, Mimpi,
Pengusaha, Perusahaan, Wirausaha

16 Votes

Dunia usaha terutama di Indonesia, saat ini sedang mengalami perkembangan pesat. Hal tersebut
ditunjang dengan peningkatan konsumsi atau daya beli masyarakat kita. Ditambah pula dengan
bonus demografi, yaitu membengkaknya jumlah penduduk produktif yang berpotensi menjadi
engine of growth bagi perekonomian, yang akan didapatkan oleh Indonesia mulai di tahun 2010
dan akan mencapai puncaknya di sekitar tahun 2020. Tentu hal tersebut merupakan pangsa pasar
yang potensial yang harus segera ditangkap peluangnya oleh setiap orang yang ingin sukses
secara finansial sekaligus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik untuk masyarakat
sekitarnya.

Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara
ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosentase keseluruhan penduduk di negara
tersebut menjadi wirausahawan. Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah
penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, meskipun, jumlahnya saat ini semakin
meningkat. Namun tidaklah mengherankan apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia
tertinggal jauh dari negeara tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha
sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya
Amerika Serikat yang hampir 13% penduduknya menjadi wirausahawan.

Maka dari itu, dengan ditumbuhkembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan


membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khususnya generasi muda atau mahasiswa,
untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja
(job seeking). Dengan dilandasi semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu
bersaing di kancah percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang
termotivasi untuk meningkatkan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang
kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.
Dengan semakin banyak wirausahawan di suatu negara, maka akan meningkatkan daya saing
negara tersebut. Hal tersebut disebabkan pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan
banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan
ekonomi yang mereka lakukan. Dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka
ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal
ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar
produktif dengan bunga yang kompetitif dan tidak menghancurkan pengusaha maupun
pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri, sehingga
perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut maka modal mereka akan bertambah
sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor
dan akan menambah devisa negara secara signifikan.

Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang
dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan
berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Hasil wirausaha
akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara
penduduk tersebut di manapun berada (di dalam dan luar negeri). Dengan meningkatkan GNP ini
maka akan semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro dan mempercepat roda
pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat.

Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum
meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara. Dengan
pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khususnya
mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha.

Penulis mengambil contoh pelaku wirausaha yang sukses di usia muda yaitu Reza Axl
Nurhilman yang adalah Presiden dari Maicih, produk jajanan lokal khas Jawa Barat yang
memiliki varian kreatif dengan sistem marketing yang inovatif di mana produk Maicih ini baru
berdiri di tahun 2010 namun saat ini telah mencapai omzet miliaran rupiah. Tidak hanya itu,
Reza memiliki misi di mana usahanya tersebut tidak hanya memiliki nilai bagi dirinya sendiri,
melainkan bagaimana dia dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengakomodir
kemampuan warga di lingkungan sekitarnya sehingga menjadi lebih produktif dan mengalami
peningkatan hidup yang signifikan.

And here we go, tulisan saya mengenai analisis gaya entrepreneurship dan kepemimpinan dari
salah satu entrepreneur sukses di Indonesia, Reza Nurhilman. Lets check this out!

1. Biografi Reza Axl29 Nurhilman


Reza Axl Nurhilman adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. Sejak kecil, beliau
dibesarkan di Kota Cimahi bersama orangtua angkatnya sampai duduk di bangku SMP. Reza
yang dijuluki Presiden Maicih ini tidak memiliki figur seorang ayah dan hanya ibu sebagai
tulang punggung keluarga untuk mecukupi kebutuhan 3 orang anaknya.AXL29

SMA adalah merupakan masa-masa bersejarah untuk Reza. Munculnya nama Axl yang diawali
karena kecintaannya terhadap vokalis Guns n Roses dan proses pencarian jati diri merupakan
tahapan Reza dalam memasuki kerasnya pergaulan, hingga proses mengubah sikap menjadi
sosok yang memiliki visi yang besar dan impian yang tinggi. Proses perubahan 180 derajat ini
menjadi titik jatuh bangunnya Reza selama empat tahun (2005-2009) untuk menuju impian dan
kesuksesan yang diraihnya.

Pada tahun 2010 usaha Reza melalui makanan kampung Maicih menjadi jalan yang diberikan
atas jerih payah dan perjuangannya. Setahun setelahnya, impian-impian Reza mulai terwujud
satu demi satu.

Berbagai penghargaan Reza dapat dari berbagai institusi atas pencapaian pemuda berusia 26
tahun ini. Hingga sekarang, Reza sibuk memberikan pelatihan-pelatihan untuk menginspirasi
anak-anak muda dan mencetak jutawan-jutawan baru dalam meraih impian demi orang-orang
yang dikasihi dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, Reza pun kerap tampil sebagai
pembicara di berbagai kampus di Jakarta dan Jawa Barat, menjadi wakil dari budaya lokal dalam
acara-acara tertentu. Reza juga belasan kali diliput atau jadi pembicara di media cetak (majalah
dan koran) maupun elektronik di sejumlah tv dan radio di tanah air.

Saat ini, selain terus membangun PT. Maicih Inti Sinergi dengan ekspansi usaha ke bidang
properti (Maicih Property), Reza pun membentuk AXLent Academy dengan tetap menjalankan
Icihers Magazine, dan terakhir adalah penerbitan buku Revolusi Pedas yang dilaunching di Blitz
Megaplex Grand Indonesia, Jakarta pada tanggal 29 Juni 2012 yang lalu.

Yang menarik dari selain dari segi pengemasan makanan tradisional Jawa Barat tersebut, Reza
Nurhilman menamai susunan manajerial perusahaan Maicih dengan sebutan yang tidak lazim
umumnya digunakan oleh perusahaan umum lainnya. Yaitu penamaan Menteri bagi masing-
masing kepala divisi yang membantu dalam perusahaannya serta penamaan Jenderal untuk
bagian penjualan yang merupakan jenis penjualan langsung tanpa outlet.

2. Sejarah dan Perkembangan Maicih


Belum genap setahun, keripik setan bermerek Maicih menjadi ikon
jajanan yang fenomenal di Bandung. Hingga saat ini, banyak orang yang penasaran akan cemilan
pedas tersebut. Pada awalnya, Reza menemukan resep keripik dari seorang nenek-nenek. Reza
bertemu sosok emak-emak (Nenek-nenek) yang memang mempunyai resep keripik lada atau
keripik setan yang rasanya enak. Sosok emak-emak tersebut bukan bernama Maicih. Reza sendiri
membuat nama tersebut agar lebih nyeleneh dan mudah diingat orang. Sosok emak-emak ini
identik dengan ke-icihan karena selalu pakai ciput. Nama aslinya bukan Mak Icih, sehingga biar
nyeleneh saja jadi diberi nama Maicih. Menurut Reza, Emak tersebut tidak menjual keripik
setannya secara komersil. Keripik hanya diproduksi saat momen-momen tertentu saja.

Kemudian Reza memulai usaha keripik pedas Maicih ini bekerja sama dengan produsen keripik
pedas di Kota Cimahi pada pertengahan 2010 dengan modal 15 juta dan produksi 50 bungkus per
hari. Varian awalnya hanya keripik dan gurilem yang diproduksi dari level 1 sampai dengan
level 5 dan dipasarkan dengan cara berkeliling dan memanfaatkan akun sosial media secara word
of mouth dengan hashtag #maicih.

Pada awal tahun 2011, industri rumah tangga ini diresmikan secara resmi dengan nama CV. 29
Synergi. Perusahaan ini kemuddian meraih kesuksesan dan mulai dikenal masyarakat dengan
merek dagang Maicih pada Februari2011 dan diliput oleh salah satu acara di Trans TV di
program Realita Bingkai Berita. Reza Nurhilman bersama tim menggunakan akun Twitter
official dari perusahaan @infomaicih sebagai senjata utama pemasaran mereka.

Kemudian PT. Maicih Inti Sinergi memisahkan diri dari produsen awal dan memiliki pabrik
sendiri setelah permintaan semakin meningkat yang resmi didirikan pada tahun 2011
dengan Reza Nurhilman sebagai Komisaris. Untuk menghindari pemalsuan produk, Logo
Maicih mulai dipatenkan hak ciptanya. Produk Maicih dari PT. Maicih Inti Sinergi adalah :
Keripik pedas level 3, keripik pedas level 5, keripik pedas level 10, baso goreng (basreng),
gurilem, seblak pedas original, dan seblak keju pedas. Produk Maicih dari PT. Maicih Inti
Sinergi yang resmi hanya bisa didapatkan di Jendral dan Tim Jendral yang tercantum di
twitter @infomaicih.

Adapun susunan manajerial PT. Maicih Inti Sinergi adalah: Presiden, Menteri Pangan, menteri
Perhubungan, Menteri SDM, dua Menteri Menkominfo, dan Menteri Keuangan. Sedangkan total
jenderal yang ada saat ini adalah sebanyak 144 orang, terbagi menjadi 4 kategori jenderal, yaitu:
Jenderal Sepuh, Jenderal Batch 1, Jenderal Batch 2, dan Jenderal Batch 3.

Selain memproduksi dan menjual produk-produk Maicih, PT. Maicih Inti Sinergi pun melakukan
kegiatan-kegiatan bersama konsumennya. Di antaranya: Meet & Greet Presiden Maicih, Grand
Lauching buku Revolusi Pedas karya Reza Nurhilman, penerbitan Icihers Magazine, dan lain
sebagainya.

Pencapaian Maicih saat ini adalah telah membuat varian produk keripik pedas hingga level 10,
permintaan konsumen sangat tinggi dengan kapasitas produksi hingga kini 2000 bungkus per
hari, omzet dari perbelanjaan keripik yang dilakukan oleh para jenderal yang mencapai 7 miliar
per bulan, dan pemasaran yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, salah satu yang membuat unik dari Maicih adalah sebutan atau istilah yang
dilemparkan manajemen Maicih ketika berkomunikasi dengan para calon konsumen dan
pelanggannya melalui twitter. Ada Emak (nenek) untuk pembuat keripik Maicih dan Cucu
untuk konsumennya. Kemudian, ada Jenderal untuk reseller-nya, Icihers untuk sebutan gaul
penggemar Maicih, Republik Maicih untuk manajemen, hingga istilah tericih-icih untuk
menggambarkan ketagihan akan pedasnya Maicih.

Dengan Tagline: For Ichihers With Love, Maicih ingin tampil dekat dengan para
penggemarnya, selalu memanjakan penggemarnya di seantero nusantara dengan cita rasa yang
berkualitas. Proses pemasaran produk ini pun berbeda dengan kudapan unik kota Bandung
lainnya. Calon pelanggan hanya bisa mengetahui di mana Maicih berjualan tiap harinya melalui
situs microblogging twitter. Tiap hari @InfoMaicih akan memberi kabar di mana produk Maicih
bisa didapatkan. Tim pemasaran Maicih yang disebut sebagai Jenderal, akan menjual produk
Maicih di lokasi-lokasi tertentu. Mulai dari kampus, kantor, atau tempat keramaian lainnya.
Mereka selalu mobile sesuai posisi para jenderal. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti
mendongkrak nama Maicih di jagat twitter sebab banyak yang penasaran seperti apa produk
Maicih karena membaca kicauan pengguna twitter mengenai Maicih ini yang berseliweran tiap
saat.

Harapan ke depan dari Reza, bahwa pemasaran Maicih tidak hanya nasional, tetapi go
international. Sejauh ini baru Singapura dan Jepang melalui sistem pengiriman dengan jenderal
para TKI di sana.

3. Analisis Gaya Entrepreneurship Reza Nurhilman

Kerja keras dan inovasinya yang luar biasa menjadikan produknya sangat
fenomenal di Indonesia. Pasar marketing yang dibidikpun unik dan inovatif, mengikuti
perkembangan zaman yang memanfaatkan jejaring sosial twitter untuk media informasi
keberadaan produknya. Reza mengetahui betul bagaimana cara mengemas dan memasarkan
produk yang sebetulnya umum di masyarakat agar lebih bernilai dan kemudian dinikmati banyak
orang.
Sesuai dengan apa dikemukakan oleh Hendro dan Chandra dalam bukunya Be a Smart and Good
Entrepreneur (2006, p. 21) mengenai wirausahawan, Reza menggunakan segala pengetahuan,
kemampuan, pengalaman, jaringan, informasi yang didapat, sumbersumber yang ada (uang,
bakat, lingkungan, keluarga, dan lainlain), waktu, masa depan, dan kesempatan. Meskipun
usianya baru berumur 26 tahun, namun dia mampu memaksimalkan sumber daya yang
dimilikinya, sebagaimana motto dalam judul bukunya: sikap, keyakinan, dan totalitas. Motto
tersebut dia maksudkan adalah bahwa dia berharap kepercayaan pelanggan terjaga dan
kekompakan tim pemasaran tetap berlangsung. Loyalitas terhadap keripik Maicih ini mendorong
mereka membentuk satu komunitas yang bernama Icihers.

Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Reza adalah terletak pada bagaimana cara dia berpikir
out of the box. Hal ini ternyata ampuh dilakukannya terbukti dengan usaha yang dia jalani
sekarang sangat menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda. Orang penasaran ingin
mencoba apa itu maicih, yang digembar-gemborkan orang di twitter dan facebook. Reza sengaja
membuat produknya eksklusif agar orang penasaran. Dia tidak membuka toko seperti layaknya
kebanyakan penjual, namun dijual dengan memanfaatkan media twitter sebagai informasi lokasi
di mana para Jenderal (agen) Maicih menjajakan dagangannya. Melalui jaringan kekerabatan,
Reza mencoba menciptakan isu atau word of mouth (WOM). Salah satunya, dengan tingkat
kepedasan keripik Maicih tersebut. Reza sukses karena berkat ketekunan dan keyakinannya
mengenai bisnis yang dia jalankan.

Dalam proses penerimaan para jenderal sebagai agen penjualan Maicih, Reza dan rekan-rekan
manajemennya pun tidak sembarangan dan melalui proses seleksi yang ketat. Reza dan
manajemen Maicih berhasil membangun misi menciptakan gengsi profesi seorang jenderal yaitu
dengan membuat batch untuk tiap-tiap pembelian yang dilakukan oleh para jenderal. Untuk
batch pertama, nilai pembelanjaan para jendral minimal Rp5 juta per minggunya. Batch dua,
nilai pembelanjaan produk Maicih minimal Rp10 juta per minggunya. Sementara batch tiga,
kategori baru, nilai pembelanjaan minimal Rp100 juta per minggunya. Para jenderal pun
dibebaskan untuk berinovasi dalam memasarkan produk Maicih. Selain itu, calon jenderal harus
diwawancara di Bandung kemudian lulus Akademi Jenderal Maicih (Axl Academy) yang diisi
dengan materi seputar team work, inovasi, character building, dan soft skill lainnya. hasilnya,
banyak para jenderal sesuai dengan areanya masing-masing melakukan banyak inovasi dalam
proses penjualan Maicih yang kemudian mendongkrak penjualan Maicih. Dari gambaran
mengenai proses para jenderal tersebut, dapat kita lihat pemikiran out of the box Reza dalam
bidang pemberdayaan sumber daya manusia yang lain dari pada yang lain. Reza tidak hanya
melihat bahwa yang terpenting adalah penjualan Maicih yang signifikan, tetapi juga kualitas
sumber daya manusia-nya pun harus ditingkatkan.

Keberhasilan Reza dalam membangun brand Maicih kemudian turut menciptakan banyak
kompetitor dengan varian dan level keripik yang sama. Reza beserta manajemen kemudian
melakukan inovasi baru yakni menciptakan varian baru Maicih dan re-packaging kemasan.
Selain itu, Republik Maicih jauh lebih agresif menjadi pembicara di acara seminar atau
workshop, menjadi narasumber di media elektronik, cetak, maupun online, hingga menggelar
program corporate social responsibility. Bahkan, untuk menunjukkan bahwa Maicih adalah sang
pionir, Republik Maicih sengaja memasang reklame Maicih di papan billboard akbar di wilayah
Bandung. Selain itu juga, dalam waktu dekat Republik Maicih akan mengeluarkan merchandise
dan wardrobe Maicih karena ambisi Reza menjadikan Maicih sebagai jajanan khas Bandung.

Kondisi masa lalu Reza sesuai dengan teori Wirausaha Kirznerian, di mana ada unsur ekonomi,
sosiologi, psikologi, dan perilaku berdasarkan pengalaman masa lalu dan kondisinya saat itu.

Kondisi Reza pasca SMA yang bekerja serabutan pun menjadi faktor seseorang memliki motif
wirausaha. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hendro & Chandra W.W (2006, p103-106),
yakni ada beberapa aspek yang mempengaruhi keinginan seseorang untuk memilih jalur
wirausaha sebagai jalan hidupnya, salah satunya, merupakan pengaruh pengalaman hidup dari
kecil hingga dewasa, baik oleh lingkungan ataupun keluarga.

Jiwa wirausaha yang tidak hanya menciptakan kesejahteraan bagi dirinya tapi juga lingkungan
sekitarnya, dijalankan oleh Reza dan Republik Maicih yakni bekerja sama dengan warga
setempat di sebuah kampong di Bandung, Jawa Barat untuk memproduksi Maicih. Hasilnya,
warga merasakan perubahan yang signifikan dan taraf hidup yang lebih baik karena jika dulu
penjualan sehari hanya 100 buah, sekarang setelah bermitra, penjualan sehari dapat mencapai
2.000 buah.

Tidak berhenti di sana saja, Reza juga menulis sebuah buku berjudul Revolusi Pedas Sang
Presiden Maicih. Melalui buku tersebut, Reza ingin mengubah paradigma seseorang dalam
mencapai kesuksesan. Dia ingin menginspirasi semua anak muda Indonesia untuk berjuang
meraih impian. Hal tersebut tidak bisa dilepas dari kondisi dulu keluarga Reza yang merupakan
bungsu dari tiga bersaudara di mana hingga SMP, Reza dibesarkan oleh orangtua angkatnya di
Cimahi. Reza tidak memiliki figur seorang ayah dan hanya ibu sebagai tulang punggung
keluarga untuk mencukupi kebutuhan tiga orang anaknya. Masa-masa mencari jati diri semasa
SMA-lah yang mengubahnya menjadi sosok yang memiliki visi yang besar dan impian yang
tinggi.