Anda di halaman 1dari 4

1.

Mengkonsumsi Obat Pereda Nyeri Haid

Bila nyeri demikian hebat dan perlu pertolongan segera, maka kita bisa membeli obat-obatan
anti nyeri yang dijual dipasaran bebas tanpa harus dengan resep dokter, misalnya feminax,
aspirin, parasetamol dan lain-lain. Jangan lupa bacalah dengan teliti aturan pemakaiannya.
Apabila telah melakukan upaya-upaya dirumah baik dengan pemanasan, latihan maupun
obat-obatan selama lebih kurang 3 bulan tetapi belum ada sedikitpun perbaikan, sebaiknya
konsultasi dengan ahlinya secara langsung (Petugas Kesehatan)

2. Kunyit Asam

Kunyit asam adalah ramuan tradisional yang telah digunakan oleh wanita sejak zaman dulu.
Kunyit dipercayai dapat meredakan rasa nyeri ketika datang haid dan dapat mengatasi
keputihan juga. Banyak wanita, khususnya ibu-ibu yang mempercayakan kesehatannya pada
obat tradisional atau jamu karena cara menghilangkan nyeri haid dengan herbal memang
kadang terbukti sangat ampuh dan efektif. Kamu dapat membuat sendiri jamu itu di rumah
dengan bahan 15 sampai 30 gram daun dewa, 20 gram kunyit, dan 600 cc air. Campurkan
ketiga bahan tersebut dengan merebusnya. Sisakan air hingga menjadi setengah baru
kemudian disaring terlebih dahulu. Air ramuan itu bisa langsung diminum dua kali per hari.
Inilah cara menghilangkan nyeri haid secara alami.

3. Kompres Hangat

Jika nyeri haid tidak tertahankan, maka anda dapat melanjutkan dengan kompres air hangat
ke bagian perut bawah anda. Kompres dapat dilakukan dengan botol kompres yang berisi air
hangat lalu tempelkan pada bagian yang nyeri, atau dengan handuk hangat tidak lupa disertai
dengan pijatan kecil pada bagian tersebut, hal ini berguna untuk merileksasikan bagian otot-
otot yang tegang dan melancarkan peredaran darah didaerah tersebut, hingga nyeri akan
mulai berkurang.

4. Komsumsi Makanan Yang Mengandung Zat Besi

Saat wanita menstruasi sangat rawan mengalami anemia. Hal ini dapat di antisipasi dengan
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, contohnya bayam, kacang-kacangan,
daun singkong, hati ayam, ubi merah, kangkung, buah aprikot, buah jeruk, roti gandum,
kismis, buah prune, kacang kedelai, daging sapi, ikan dan masih banyak lagi. Hal ini berguna
untuk menggantikan darah yang terbuang karena haid. Selain makanan, minum air putih yang
cukup juga dapat membantu mempertahankan kondisi tubuh agar tetap segar dan terhindar
dari dehidrasi. Hindari minuman berkafein, es dan minuman bersoda.

5. Berbaring

Apabila rasa nyeri mulai muncul saat haid, maka kamu dapat merebahkan tubuh terlebih
dahulu di kasur atau sofa. Biasanya, rasa nyeri timbul pada bagian punggung sehingga
dengan berbaring maka rasa nyeri akan berkurang. Gunakanlah bantal di bawah lutut untuk
menyangganya dan ambillah napas panjang kemudian hempaskan. Lakukanlah hal ini secara
berulang sampai kamu merasa lebih nyaman.

6. Olahraga Ringan

Olahraga ringan yang dapat membantu meredakan nyeri adalah berjalan kaki selama 30
menit, dengan begitu anda membuat gerakan otot sehingga dapat meningkatkan denyut
jantung dan dapat melancarkan aliran darah juga meningkatkan metabolisme tubuh. Selain
jalan kaki olahraga jogging juga salah satu olahraga alternatif untuk anda yang mengalami
nyeri saat haid. Namun untuk anda yang senang dengan olahraga yang tenang tanpa banyak
bergerak, anda dapat coba olahraga Yoga, yang fokus ke pernafasan. Ketiga olahraga tersebut
sangat berguna untuk mengurangi rasa nyeri ketika haid, karena dapat merileksasikan otot-
otot dan meningkatkan sirklus aliran darah.
7. Istirahat Yang Cukup

Dengan istirahat banyak hal tidak terduga yang didapatkan, contohnya kesegaran tubuh,
fikiran yang jauh bisa lebih fokus, metabolisme tubuh yang cukup, meminimalisir tubuh
terkena penyakit. Ternyata tidak hanya manusia yang membutuhkan istirahat, organ-organ
tubuhpun membutuhkan istirahat untuk menghadapi hari-hari yang penuh aktivitas. Hal ini
berkesinambungan dengan nyeri pada haid, dengan istirahat yang cukup dapat memimalisir
otot-otot tubuh tegang, namun jika anda sudah cukup tidur tetapi masih saja mengalami sakit,
ada baiknya anda luangkan waktu 1 jam untuk tidur di siang hari.

8. Banyak mengkonsumsi air putih, hindari konsumsi garam berlebihan serta kafein untuk
mencegah pembengkakan dan retensi cairan

9. Tinggikan posisi pinggul melebihi bahu ketika tidur terlentang untuk membantu
meredakan dismenore