Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI


SESI III : MAMPU BERCAKAP - CAKAP DENGAN ANGGOTA KELOMPOK

Oleh:

SY. NAJMI RIZKYAH ASSAGAF


18160000154

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
JAKARTA
2017
PROPOSAL
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI
SESI III : MAMPU BERCAKAP-CAKAP DENGAN ANGGOTA KELOMPOK

A. TOPIK
Bercakap-cakap dengan anggota kelompok
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Klien dapat meningkatkan hubungan social dalam kelompok secara bertahap
2. Tujuan Khusus:
a. Klien mampu menanyakan kehidupan pribadi kepada satu anggota kelompok
b. Klien mampu menjawab tentang kehidupan pribadi sendiri
C. LANDASAN TEORITIS
Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan orang
lain (Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada individu yang menarik diri,
yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain (Rowlins, 1993). Dimana
individu yang mempunyai mekanisme koping adaptif, maka peningkatan sosialisasi lebih
mudah dilakukan. Sedangkan individu yang mempunyai mekanisme koping maladatif
(skizofrenia), bila tidak segera mendapatkan terapi atau penanganan yang baik akan
menimbulkan masalah-masalah yang lebih banyak dan lebih buruk.

Keliat menjelaskan bahwa untuk peningkatan sosialisasi pada pasien skizofrenia


bisa dilakukan dengan pemberian terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Namun
kenyataannya pada saat ini di rumah sakit jiwa menur Surabaya pengaruh TAK sosialisasi
masih diragukan, hal ini disebabkan karena jumlah pasien dengan riwayat menarik diri
masih relatif banyak meskipun TAK sosialisasi sudah dilakukan (Keliat, 2006).
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien skizofrenia adalah ;
1) Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, 2) Gangguan hubungan interpersonal, 3)
Gangguan interaksi sosial, 4) resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi). Bila klien
menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri
maupun orang lain (Kelliat, 2006) .
Berdasarkan hasil jumlah pasien yang dirawat di PANTI SOSIAL BINA LARAS
HARAPAN SENTOSA 2 pada bulan oktober 600 orang, salah kasus terbanyak adalah
isolasi sosial. Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan salah
satunya dengan pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi, yang
merupakan salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas secara
kolektif dalam rangka pencapaian penyesuaian psikologis, yang merupakan salah satu
terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas secara kolektif dalam rangka
pencapaian penyesuaian psikologis, perilaku dan pencapaian adaptasi optimal pasien.
Dalam kegiatan aktifitas kelompok, tujuan ditetapkan berdasarkan akan kebutuhan dan
masalah yang dihadapi oleh sebagian besar peserta. Terapi Aktifitas Kelompok (TAK)
sosialisasi adalah upaya memfasilitasi kemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi.
Dari latar belakang tersebut diatas penulis tertarik membuat kegiatan Terapi Aktifitas
kelompok (TAK) untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok
(TAK) sosialisasi pada pasien skizofrenia dengan riwayat menarik diri.
D. PASIEN
1. Kriteria pasien
a. Pasien dengan isolasi sosial menarik diri dengan kondisi mulai menunjukkan
kamauan untuk melakukan interaksi interpersonal
b. Pasien dengan kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons sesuai dengan
stimulus yang diberikan.
2. Proses seleksi
a. Mengidentifikasi pasie yang masuk kriteria
b. Mengumpulkan pasien yang masukl kriteria
c. Membuat kontrak dengan pasien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan
tujuan TAK pada pasien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam
kelompok.
E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu :
Hari / Tanggal : Sabtu / 4 Noember- 2017
Jam : 08.30-09.00
Alokasi waktu :
Perkenalan 5 menit
Perkenalan perawat 5 menit
Penjelasan tujuan dan tata tertib TAK 5 menit
Fase kerja 10 menit
Terminasi 5 menit
Tempat : Aula Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2
2. Tim terapis :
Leader : Sy. Najmi Rizkyah Assagaf

Tugas
a. Menyiapkan proposal kegiatan TAKS
b. Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum
kegiatan dimulai
c. Menjelaskan permainan
d. Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kclompok dan memperkenalkan
dirinya.
e. Mampu memimpin tcrapi aktilitas kelompok dengan baik dan tertib
f. Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.
Co-leader : Haryaty Abubakar
Tugas
a. Mendampingi leader
b. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang altiviatas pasien
c. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang dari perencanaan yang telah
dibuat
d. Mengambil alih posisi leader jika leader mengalami blocking dalam proses
terapi
Fasilitator : Puspa Susilawati dan Cucu Malihah
Tugas
a. Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.
b. Memotivasi klien yang kurang aktif.
c. Memfalitasi dan memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok
untuk aktif mengikuti jalanya terapi.
Observer : Frensca Litaay
Tugas
a. Mengobservasi jalanya proses kegiatan
b. Mengamati serta mencatat prilaku verbal dan non-verbal pasien selama kegiatan
berlangsung (dicatat pada format yang tersedia)
c. Mengawasi jalanya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga
penutupan (prabowo, 2014).
3. Metoda dan Media
Metode

a. Dinamika kelompok
b. Diskusi dan tanya jawab
c. Bermain peran/ simulasi
Media
a. Musik / Lagu
b. Bola Tennis / Balon
c. Buku catatan dan pulpen
d. Jadwal kegiatan pasien
F. PROSES PELAKSANAAN
Orientasi
1. Salam perkenalan
Leader : Selamat pagi Bapak/Ibu semuanya, Masih ingat dengan kami? Kami
adalah mahasiswi profesi ners STIKIM Jakarta yang akan memimpin
jalannya aktivitas kita pagi ini sampai dengan selesai.
Leader : Nah,sekarang semuanya memakai papan namanya masing-masing ya!

2. Penjelasan tujuan dan aturan main


Leade : Baiklah Bapak/Ibu semuanya kita sudah berjanji bahwa pagi ini kita akan
melanjutkan kegiatan kita yaitu berkenalan dengan anggota kelompok
lainnya
Leader : Apabila Bapak/Ibu ingin BAK ataupun ingin minum,Bapak/Ibu harus
memberi tahu saya dulu dengan cara menunjuk tangan tapi jangan lupa
untuk kembali lagi kesini.
Leader : Lamanya kegiatan kita ini adalah 45 menit dan Bapak/Ibu harus
mengikutinya dari awal hingga akhir

Kerja

Leader : Kita akan membuat suatu kegiatan. Di sini saya mempunyai sebuah bola
dan tape.Nanti tape ini akan saya edarkan berlawanan dengan arah jarum
jam. Bila musiknya berhenti maka siapa yang memegang bola mendapat
giliran untuk bertanya tentang kehidupan pribadi temannya yang berada
disebelah kanan dengan cara yaitu memberi salam, memanggil nama
panggilannya, menanyakan kehidupan pribadinya yaitu menanyakan
siapa orang terdekatnya, apa pekerjaannya sebelum masuk Panti, sebagai
contoh akan dimulai oleh suster yang ada dalam kelompoknya.

Leader : Apakah Bapak/Ibu sudah mengerti?

Leader : Nah..kalau semuanya sudah mengerti kita mulai


permainannya.

Terminasi

1. Evaluasi respons subyektif pasien


Leader : bapak/ibu kegiatan kita pagi ini sudah selesai. Nah,bagaimana perasaan
Bapak/Ibu setelah mengikuti kegiatan ini?
Leader : Apakah diantara Bapak Ibu ada yang ingin menanyakan kehidupan
pribadi lagi dengan anggota kelompok lainnya?

2. Evaluasi respons obyektif pasien


Leader : tadi kita sudah belajar bercakap-cakap dengan teman anggota
kelompok. Bapak/Ibu semuanya telah melakukan kegiatan dengan baik
sekali dan semuanya sudah mampu untuk bercerita tentang kehidupan
pribadi dengan teman anggota kelompoknya.
3. Tindak lanjut
Leader : Karena Bapak/Ibu sudah mampu berkenalan dengan orang lain maka
suster harap Bapak/Ibu bisa mencoba bercerita tentang kehidupan dengan
teman lain, yaa.
4. Kontrak Yang Akan Datang
Leader : Baiklah Bapak/Ibu semuanya hari senin jam 08.30 WIB kita
berkumpul lagi disini untuk melanjutkan kegiatan kita. Tujuan dari
kegiatan kita besok adalah agar Bapak/Ibu dapat menyampaikan dan
membicarakan topik tertentu.
Leader : Jangan lupa ya Bapak/Ibu agar besok membawa papan namanya.
Leader : Baiklah Bapak/Ibu karena waktu kita sudah habis jadi pertemuan kita
sampai disini dulu. Terima kasih ya Bapak/Ibu
LEMBAR EVALUASI KEMAMPUAN PASIEN

KEMAMPUAN VERBAL : BERTANYA


Nama Pasien
No Aspek Yang Dinilai

1 Mengajukan pertanyaan yang jelas


2 Mengajukan pertanyaan yang
ringkas
3 Mengajukan pertanyaan yang
relevan
4 Mengajukan pertanyaan secara
spontan
Jumlah

KEMAMPUAN VERBAL : MENJAWAB


Nama Pasien
No Aspek Yang Dinilai

1 Menjawab dengan jelas


2 Menjawab dengan ringkas
3 Menjawab dengan relevan
4 Menjawab secara spontan
Jumlah

KEMAMPUAN NONVERBAL
Nama Pasien
No Aspek Yang Dinilai

1 Kontak mata
2 Duduk tegak
3 Menggunakan bahasa tubuh yang
sesuai
4 Mengikuti kegiatan dari awal
sampai akhir
Jumlah
Petunjuk
a. Di bawah judul nama pasien, tuliskan nama panggilan pasien yang ikut TAKS.
b. Untuk tiap pasien, semua aspek dimulai dengan memberi dengan tanda () jika
ditemukan pada klien atau tanda (x) jika tidak ditemukan.
c. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan. Jika ,mendapat nilai 3 atau 4 pasien
mampu dan jika nilai 2 pasien di anggap belum mampu.
DAFTAR PUSTAKA

Keliat. (2006). Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa : edisi 2. Jakarta: EGC


Rawlins, R.P, dan Heacock, P.E. (1993). Clinical Mannual of Psychiatric Nursing. St. Louis:
Mosby Year Book.
Stuart, Gail W. (2007). Buku Saku Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Sundeen & Stuart. (2006). Buku Saku Keperawatan Jiwa.Jakarta : EGC.