Anda di halaman 1dari 2

INSTRUMEN PERTANYAAN WAWANCARA PENINGKATAN AKPK

DI SEKOLAH MAGANG 2 SDN 18 SUNGAI PAKNING

CAKEP : Kegiatan sosial apa saja yang dilaksanakan di sekolah ibu saat ini?

KEPSEK : Kegiatan yang kami lakukan di sekolah kami ini banyak juga, diantaranya,

setiap Jumat kami mengumpulkan kotak infak yang akan kami gunakan

untuk mengunjungi anggota keluarga SDN 18 yang terkena musibah. Setiap

bulannya guru-guru kami menyisihkan sedikit gajinya dibagikan kepada

siswa yang tidak mampu dan anak yatim yang akan dibagikan pada awal

Ramadhan.

CAKEP : Dengan siapa saja sekolah ibu ini menjalin hubungan sosial?

KEPSEK : Kami menjalin kerjasama dengan masyarakat di sekitar sekolah, orang

tuamurid, warga sekolah

CAKEP : Siapa saja masyarakat yang ibu maksud tadi?

KEPSEK : Yamasyarakat yang menjadi tetangga sekolah ini, termasuk masyarakat cina

yang ada di sekitar sekolah ini, instansi pemerintah seperti UPT Dinas

Pendidikan, Puskesmas, dll

CAKEP : Apa contoh nyata yang ibu lakukan dalam menjalin kerjasama tersebut?

KEPSEK : Satu yang paling mengesankan kami, masyarakat cinta yang mampu

disekitar sekolah ini yang berdagang, mau meminjamkan dana untuk proses

belajar mengajar, apabila dana dari Pemerintah belum cair / keluar.

Sungai Pakning, 10 Oktober 2017


KepalaSekolah

Hj. NURMIATI, S.Pd.SD


NIP. 19630305 198410 2 003
Peningkatan Kompetensi Sosial berdasarkan AKPK yang rendah di SD Negeri 18

Sungai Pakning

Setiap kepala sekolah harus mempunyai lima kompetensi dalam kepemimpinannya

salah satunya kompetensi sosial. Dalam usaha meningkatkan kompetensi sosial tersebut

maka saya melaksanakan observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah beserta guru

pembimbing kegiatan sosial pada sekolah magang ke 2 (SDN 18 Sungai Pakning).

Adpun kegiatan sosial yang terjadi di sekolah magang 2 sudah bisa dibilang berhail

dan baik. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh sekolah tersebut adalah megnumpulkan

sumbangan dari seluruh siswa apabila diantara teman dan guru yang sakit atau anggota

keluarga teman atau guru yang meningal untuk diserahkan kepada anggota keluarga yang

ditimpa musibah.

Sejalan dengan kegiatan observasi dan wawancara akan dilakukan agar informasi

benar-benar akurat dan dapat dijadikan peodman serta acuan untuk dikembangkan di

sekolah sendiri, maka langkah yang perlu diambil, antara lain :

1.