Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menurut Biswas et al (2010), diabetes adalah penyakit epidemi di seluruh
dunia. Terdapat lebih dari 230 juta orang dengan diabetes pada tahun 2006.
Menurut konsensus, jumlah ini diperkirakan akan mencapai 350 juta orang
dengan diabetes pada tahun 2030. Di dunia, orang dengan diabetes
mendapatkan amputasi tungkai setiap 30 detik, lebih 2500 anggota badan
hilang perhari. Sebelum di amputasi ini orang dengan diabetes didahului
dengan ulkus kaki diabetik.
Ulkus kaki diabetik adalah komplikasi diabetes yang dapat dicegah,
dengan risiko hidup 25% pada pasien dengan diabetes. Sementara, sebagian
besar ulkus ini bisa diobati dengan baik melalui rawat jalan, sedangkan
beberapa akan bertahan dan menjadi infeksi. Ulserasi merupakan peristiwa
penting dalam hilangnya anggota tubuh dengan dua alasan penting yaitu
mereka yang memungkinkan untuk mengalami infeksi dan dapat
menyebabkan nekrosis jaringan yang progresif dan penyembuhan luka yang
buruk. Pada orang dewasa dengan diabetes, infeksi pada
kaki berasal dari adanya luka, borok menjadi jenis yang paling umum dari
luka. Akhirnya, hampir seperlima dari pasien dengan ulkus diabetik
ekstremitas bawah akan mengalami amputasi pada anggota tubuh yang
terkena. Namun, ada beberapa pengobatan yang efektif pada ulserasi kaki
untuk mencegah di amputasi yaitu dengan teknik terapi yang membantu
penyembuhan luka yang berpotensi dapat mengurangi tindakan bedah medis
dan perawatan kesehatan lainnya yang mahal.
Di zaman modern, penggunaan gula sebagai pengobatan umum
untuk penyembuhan luka telah menerima banyak perhatian
di Amerika Latin, Eropa, dan Asia. Penggunaan gula pasir sangat menarik
perhatian dalam penyembuhan luka, terutama di ekonomi yang menantang
seperti saat ini. Selain itu, beberapa jenis luka seperti luka kronis yang dapat

1
mengambil manfaat dari biaya dan metode yang lebih efektif dalam
penyembuhan luka seperti contoh penggunaan gula pasir untuk
menyembuhkan ulkus diabetik.

B. TUJUAN
Menurut Murandu & Dealey, tujuan dari terapi gula pada orang yang
menderita ulkus diabetic adalah :
1. Untuk mengetahui terapi gula dapat mengurangi beban bakteri di setiap
luka.
2. Untuk mengetahui terapi gula dapat melepaskan jaringan mati pada luka.
3. Untuk mengetahui terapi gula dapat menghilangkan bau yang berasal dari
luka yang terinfeksi.
4. Untuk engetahui terapi gula dapat mengurangi rasa sakit pada bagian
tubuh yang mengalami luka.
5. untuk mengetahui terapi gula dapat mempercepat penyembuhan luka.

2
BAB II
ANALISA MASALAH

A. SUMBER VIDEO
Video tentang prosedur terapi non medis pada kulit (terapi gula pada
penderita ulkus diabetic) di peroleh dari link
https://www.youtube.com/watch?v=AId9yly5plQ&list=WL&index=15. Link
ini diberi judul Vinegar and Sugar Amutation Wound Treatment oleh Kevin
Broderick pada tanggal 15 September 2015.
Kevin Broderick sebagai pembuat video ini mengatakan bahwa video dari
pergantian balutan pada jempol kaki yang telah diamputasi menggunakan
cuka dan gula yang merupakan saran dari dokter.

B. HASIL ANALISA
Berdasarkan video mengenai perawatan luka amputasi dengan
menggunakan gula dan cuka merupakan terapi non medis yang dapat
dilakukan secara mandiri ataupun dibantu oleh orang lain di rumah dan kapan
saja. Dalam video, perawatan luka dengan menggunakan gula dan cuka ini
menunjukkan beberapa keuntungan seperti tidak perlu mengeluarkan biaya
yang besar, dapat dilakukan di rumah dan mandiri. Dalam video ini, pembuat
video mengatakan bahwa fungsi cuka dan gula ini tidak untuk mengobati
infeksi tetapi untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat
penyembuhan luka.
Berdasarkan hasil analisa, dalam video mengenai prosedur perawatan luka
dengan menggunakan cuka dan gula ini belum dilakukan secara sistematis
dimana orang yang membersihkan luka tersebut kurang memperhatikan
keamanan diri dengan tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung
tangan yang sangat penting untuk mencegah penyebaran bakteri atau kotoran
yang menyebabkan infeksi pada luka, kemudian dalam video tampak bahwa
orang yang membersihkan luka tersebut tidak membersihkan luka tersebut
menggunakan cairan seperti NaCl setelah balutan dibuka, dan langsung
menempelkan kasa yang sudah di berikan cuka dan gula pada luka tersebut.

3
Berdasarkan jurnal yang mendukung bahwa pemberian terapi gula pada
luka yang kronis seperti ulkus diabetic ini memberikan keuntungan bahwa
pengobatan terapi gula ini dapat menghancurkan bakteri nonspesifik pada luka
yang menyebabkan terjadinya infeksi, tindakan terapi gula ini dikendalikan
oleh "Aktivitas air", pengobatan dengan terapi gula ini dapat mempercepat
proses penutupan luka, tindakan pengobatan terapi gula dapat membersihkan
luka, dan terapi gula berfungsi untuk mengurangi edema dan mengurangi
nyeri lokal pada luka (Biswas, 2010).

C. PEMBAHASAN
Berdasarkan Murandu & Dealey, terapi gula ini prosedur tindakan
pemberian gula pasir pada ulkus kaki diabetikum yang dilakukan di rumah
sakit atau pelayanan kesehatan merupakan tindakan yang menantang dan
memerlukan dua orang perawat. Cara yang paling mudah adalah dengan
memberikan gula secara merata ke sepotong kasa lembab (Inadine atau
Jelonet). Kedua perawat dapat menahan kaki pasien saat dilakukan pergantian
balutan (kasa yang sudah diberikan gula diletakkan untuk luka) kemudian kasa
tersebut di beri perekat dan kemudian dibalut dengan menggunakan kasa
sehingga kasa yang telah diberi gula tidak dapat terlepas. Cara lain, pasien
yang mampu untuk mobilisasi dapat meletakkan luka kasa yang telah diberi
gula. Jika pasien tidak mampu untuk melakukan hal ini, perawat kedua dapat
mengangkat kaki pasien ke balutan kasa yang telah diberikan gula dan
memposisikannya secara tepat. Pergantian balutan dengan menggunakan
terapi gula ini dilakukan sebanyak 2 kali sehari dalam jangka waktu 5 hari
pertama, kemudian 1 kali sehari untuk jangka waktu hari ke-6 sampai hari ke-
14.
Kelebihan dari prosedur tindakan tentang terapi gula pada video adalah
prosedur ini dapat dilakukan secara mandiri, dapat dilakukan di rumah,
mudah, rutin sehingga luka selalu bersih dan tidak bau, dan dengan biaya yang
murah. Sedangkan kekurangan dalam prosedur tindakan terapi gula dalam
video ini adalah tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan,
dan sebelum di berikan gula pada luka tidak dibersihkan terlebih dahulu.

4
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Terapi gula dalam penyembuhan luka ini sangat menguntungkan dimana
dapat mempercepat penyembuhan baik yang akut maupun
sebagai luka kronis, melepaskan jaringan mati pada luka, menghilangkan bau
yang berasal dari luka yang terinfeksi, mengurangi rasa sakit pada bagian
tubuh yang mengalami luka. Sedangkan upaya pencegahan infeksi pada luka
dengan intervensi yang tepat waktu bisa meningkatkan tingkat penyembuhan
luka, mencegah infeksi dan mengurangi tingkat amputasi.

B. SARAN
Terapi gula ini masih sangat jarang digunakan dan masih banyak yang
meragukan terapi ini, untuk itu diharapkan bahwa terapi ini dapat
diaplikasikan sebagai pengobatan luka yang efektif, mudah, dan murah di
tempat-tempat fasilitas kesehatan.

5
DAFTAR PUSTAKA

. Biswas, A., Bharara, M., Husrt, C., Gruessner, R., Armstrong, D., & Rilo, H.
(2010). Use of Sugar on the Healing of Diabetic Ulcers: A Review. Journal
of Diabetes Science and Technology.

Murandu, M. (n.d.). The use of granulated sugar to treat two pressure ulcers.
Wounds International, Vol 1; Issue 1.

https://www.youtube.com/watch?v=AId9yly5plQ&list=WL&index=15