Anda di halaman 1dari 8

1

STUDI QUASI EKSPERIMEN DALAM


KESEHATAN REPRODUKSI

1.1 Pengertian Penelitian Eksperimen


Penelitian eksperimen merupakan suatu metode yang sistematis dan
logis untuk menjawab pertanyaan. Penelitian eksperimen sering juga disebut
sebagai penelitian intervensional, karena dalam penelitian ini peneliti
melakukan manipulasi atau intervensi terhadap variabel yang diteliti..
Penelitian eksperimen, tentu saja dimaksudkan untuk menguji suatu
hipotesis.karena itu, setelahnya masalah sibatasi dengan tegas, peneliti perlu
mengembangkan hipotesis yang kan di ujinya. Dalam pengujian dimaksud
hipotesisnya boleh jadi bisa diterima tapi bisa juga ditolak. Diterima atau
ditolaknya hipotesis itu, tergantung pada hasil observasi terhadap hubungan
variabel pada objek eksperimen.
Menurut Sukardi (2011:180), penelitian eksperimen dalam bidang
pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu penelitian di dalam laboratorium
dan di luar laboratorium. Sehubungan dengan subjek dalam pendidikan
adalah siswa, penelitian yang paling banyak dilakukan adalah di luar
laboratorium.Hal ini dikarenakan terdapat beberapa keunggulan yang
dimiliki oleh penelitian di luar laboratorium. Selain itu, penelitian
eksperimen juga lebih cocok dilakukan dalam bidang pendidikan.
Metode penelitian eksperimental merupakan metode penelitian yang
dapat menguji secara benar hipotesis menyangkut hubungan kausal (sebab
akibat). Dalam studi eksperimen peneliti memanipulasi paling sedikit satu
variabel, mengontrol variabel lain yang relevan, dan mengobservasi
efek/pengaruhnya terhadap satu atau lebih variabel terikat. Peneliti
menentukan siapa memperoleh apa, kelompok mana dari subjek yang
memperoleh perlakuan mana.
Penelitian eksperimental (eksperimental research), merupakan
pendekatan penelitian kualitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi
semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab-akibat. Penelitian
eksperimen memiliki khas, yaitu menguji secara langsung pengaruh suatu
2

variabel terhadap variabel lain dan menguji hipotesis hubungan sebab-


akibat.
Eksperimentasi dimulai dengan mengembangkan hipotesis hubungan
sebab akibat antara variabel terikat dan variabel bebasnya. Selanjutnya
dilakukan berturut-turut: pengukuran nilai (kualitas) variabel terikatnya
(pretest), mengenakan perlakuan (kondisi pengubah nilai) terhadap variabel
bebasnya, dan mengukur kembali nilai variabel terikatnya (posttest) untuk
melihat ada tidaknya perubahan nilai (kualitas).
Masalah pokok dalam melaksanakan eksperimen adalah menjaga
kondisi eksperimen sedemikian sehingga tidak ada faktor lain yang sempat
menyertai jalannya eksperimen yang dapat mengacaukan atau mengaburkan
pengukuran hasil penelitian (posttest).
Dalam penelitian pendidikan variabel yang bisa dimanipulasi
termasuk metode pengajaran, jenis penguatan, pengaturan lingkungan
belajar, jenis materi belajar dan ukuran kelompok belajar. Variabel terikat
juga diacu sebagai variabel keriteria atau variabel pengaruh dari hasil studi.
Perubahan atau perbedaan dalam kelompok dipercaya sebagai suatu hasil
manipulasi variabel bebas.

Pre- One-shot case study


Eksperimental One-group pretest-postest
Intec-group comparison

True
Eksperimental Posttest only control design
Macam-
macam Pretest-control group design
Design
Factorial
Eksperimen
Eksperimental

Time-series design
Quasi Nonequivalent control group design
Eksperimental
3

1.2 Pengertian Eksperimen Semu (Quasi Experimental)


Eksperimen kuasi adalah eksperimen yang memiliki perlakuan
(treatments), pengukuran-pengukuran dampak (outcome measures), dan
unit-unit eksperiment (experimental units) namun tidak menggunakan
penempatan secara acak. Pada penelitian lapangan biasanya menggunakan
rancangan eksperiment semu (kuasi eksperimen). Desain tidak mempunyai
pembatasan yang ketat terhadap randomisasi, dan pada saat yang sama dapat
mengontrol ancaman-ancaman validitas. Di sebut eksperimen semu karena
eksperimen ini belum atau tidak memiliki cir-ciri rancangan eksperimen
yang sebenarnya, karena variabel-variabel yang seharusnya dikontrol atau di
manipulasi.Oleh sebab itu validitas penelitian menjadi kurang cukup untuk
disebut sebagai eksperimen yang sebenarnya.
Syarat-syarat pokok penelitian murni yang tidak dapat dipenuhi oleh
penelitian semu adalah :
1. Tidak adanya randomisasi yang berarti pengelompokkan anggota
sampel pada kelompok eksperime dan kelompok kontrol tidak
dilakukan dengan random atau acak.
2. Kontrol terhadap variabel- variabel yang berpengaruh terhadap
eksperimen tidak dilakukan, karena eksperimen ini biasanya dilakukan
di masyarakat.

1.3 Tujuan Penelitian Eksperimental Semu (Quasi Experimental)


Tujuan penelitian eksperimen semu untuk memperkirakan kondisi
eksperimen murni dalam keadaan tidak memungkinkan untuk mengontrol
dan atau memanipulasi semua variabel yang relevan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara
melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen, namun
pemilahan kedua kelompok tersebut tidak dengan teknik random.
Penelitian eksperimental semu bertujuan untuk menjelaskan hubungan-
hubungan, mengklarifikasi penyebab terjadinya suatu peristiwa, atau
keduanya.
4

1.4 Langkah-langkah Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Experimental)


Berikut adalah langkah-langkah eksperimen semu :
1. Melakukan tinjauan literature, terutama yang berhubungan dengan
masalah yang akan di teliti.
2. Mengidentifikasi dan membatasi masalah penelitian
3. Merumuskan hipotesis-hipotesis penelitian
4. Menyusun rencana eksperimen, yang biasanya mencakup
5. Melakukan pengumpalan data tahap pertama
6. Melakukan pengumpalan data tahap pertama (pretest)
7. Melakukan eksperimen
8. Mengumpulkan data tahap kedua (posttest)
9. Mengolah dan menganalisis data.
10. Menyusun laporan

1.5 Jenis Desain Eksperimen Semu (Quasi Experimental)


Dalam kaitannya dengan pemilihan subjek penelitian, penelitian tidak
selalu dapat melakukan pemilihan subjek secara random (individual
random). Dalam penetapan random (random assignment), peneliti tidak
memungkinkan memilih dan memilah subjek sesuai dengan rancangannya.
Akan tetapi, peneliti terpaksa harus menerima kelas atau kelompok subjek
yang telah ditentukan oleh sekolah, sesuai dengan kebijakan sekolah. Oleh
sebab itulah, peniliti yang dilakukan menurut Stanley dan Campbell (Asher
dan Vockel, 1995) disebut penelitian eksperimen kuasi. Walaupun
demikian, apabila peneliti ini dirancang dengan cermat dan tepat tetap akan
memberikan hasil yang bermanfaat.
Kuasi eksperimental dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. One group pre and post test design
Merupakan kuasi eksperimental dimana masing-masing subjek
menjadi kontrol bagi dirinya sendiri dan pengamatan variabel hasil
dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Kelompok kontrol untuk
dirinya sendiri disebut dengan kontrol internal.
5

2. After only with control design


Mengamati variabel hasil pada saat yang sama terhadap kelompok
perlakuan dan kelompok control, setelah perlakuan diberikan kepada
kelompok perlakuan (subjek). Dengan cara non random peneliti
memilih kelompok control yang memiliki karakteristik atau variabel
variabel perancu potensial yang sebanding dengan kelompok
perlakuan.

3. After and Before with control design


Desain ini mirip dengan RCT kecuali penunjukan kelompok subjek
tidak dilakukan dengan random. Pengaruh perlakuan ditentukan
dengan membandingkan perubahan nilai-nilai variabel hasil pada
kelompok perlakukan dengan perubahan nilai-nilai pada
kelompok kontrol. Desain ini lebih baik dari dua desain eksperimen
kuasi yang terdahulu, karena mengatasi kemungkinan variasi eksternal
yang diakibatkan perubahan waktu serta menggunakan kelompok
pembanding eksternal.
6

4. Desain campuran
Desain campuran mengkombinasikan elemen-elemen pembanding
internal dan eksternal. Kombinasi tersebut meningkatkan kemampuan
mengatasi ancaman validitas selanjutnya meningkatkan kemampuan
untuk manrik inferensi kausal.

1.6 Kelemahan dan Kebihan Eksperimen Semu (Quasi Experimental)


Kuasi eksperimental mempunyai kelebihan lebih mungkin diterapkan
dan lebih murah dibandingkan eksperimen randomisasi, terutama pada
penelitian yang ukuran sampel sangat besar atau sangat kecil. Sedangkan
kelemahan dari kuasi eksperimental antara lain; karena pada desain ini tidak
dilakukan randomisasi maka peneliti kurang mampu mengendalikan faktor-
faktor penganggu. Alokasi non random ini bahkan dapat mengakibatkan
bias yang sulit dikontrol pada analisis data.

1.7 Contoh Penelitian menggunakan Eksperimen Semu (Quasi


Experimental)
1. Judul Penelitian:
Perbandingan Prestasi Belajar Endokrinologi Mahasiswa IKR yang
Menggunakan Metode Ceramah dengan Metode Group Discussion di
Prodi IKR Fakultas Kedokteran Unair .
Metode Penelitian :
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode kuasi eksperimen. Kuasi eksperimen atau eksperimen semu
merupakan metode eksperimen yang tidak memugkinkan peneliti
7

melakukan pengontrolan penuh terhadap variabel dan kondisi


eksperimen. Untuk mendukung eksperimen ini, menggunakan dua
kelompok yang akan dibandingkan dan diambil secara acak (random
sampling). Kelompok pertama dan kelompok kedua menggunakan
metode eksperimen, yang bertujuan untuk membandingkan prestasi
belajar siswa yang menggunakan metode ceramah dengan metode
Group Discussion. Adapun desainnya menggunakan Randomized
pretest-posttest design.
Adapun desain penelitiannya menurut Arikunto (2002:79) adalah
sebagai berikut:
Kelompok Pretest Treatment Posttest
Eksperimen
Kelompok 1 T1 XC T2

Kelompok 2 T1 XGD T2

Ket : T1 = pretest (tes awal) XST = kelas dengan metode ceramah


T2 = post test (tes akhir) XTGT = kelas dengan metode Group discussion
8

DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2003. Metode Penelitian Kebidanan:Prosedur, Kebijakan dan


Etik. Jakarta : EGC.

Murti B, 2003, Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi, GMU Press.

Notoadmojo, Soekijo. 2005. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka


Cipta.

Rakhmat, Jalaluddin.2009.Metode Penelitian Komunikasi. PT Remaja


Rosdajarya: Bandung.

Wasis. 2008. Pedoman Riset untuk Profesi Perawat. Jakarta : EGC.

Wirartha, I Made.2006.Metodologi Penelitian Sosial Ekonom.Andi : Yogyakarta.