Anda di halaman 1dari 91

HALAMAN JUDUL

TUGAS AKHIR TE 145561

RANCANG BANGUN RUNNING TEXT TERKENDALI ANDROID

Okty Fitria Maharani Putri


NRP 2213030021

Dosen Pembimbing
Ir. Hanny Boedinugroho, MT.

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTRO


Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2017

i
ii
HALAMAN JUDUL

FINAL PROJECT TE 145561

RUNNING TEXT PROTOTYPE CONTROLLED BY ANDROID

Okty Fitria Maharani Putri


NRP 2213030021

Advisor
Ir. Hanny Boedinugroho, MT.

ELECTRICAL ENGINEERING D3 STUDY PROGRAM


Faculty of Industrial Technology
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2017

iii
iv
PERNYATAAN KEASLIAN
PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR
Dengan ini saya menyatakan bahwa isi sebagian maupun
keseluruhan Tugas Akhir saya dengan judul Rancang Bangun
Running Text Terkendali Android adalah benar-benar hasil karya
intelektual mandiri, diselesaikan tanpa menggunakan bahan-bahan yang
tidak diijinkan dan bukan merupakan karya pihak lain yang saya akui
sebagai karya sendiri.
Semua referensi yang dikutip maupun dirujuk telah ditulis secara
lengkap pada daftar pustaka.
Apabila ternyata pernyataan ini tidak benar, saya bersedia
menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Surabaya, 10 Januari 2017

Okty Fitria M. P.
NRP 2213030021

v
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

vi
R-\..N CANG BANGUN RUNNING TEXTTERKENDALI
ANDROID

TUGASAKHIR

Diaj ukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan


Untuk Memperoieh Gelar A..~li Madya
Pada
Bidang Studi Komputer Kontrol
Program Studi D3 Teknik Elektro
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Menyetujui:

SUR.\BAYA
JANUARI, 2017
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

viii
RANCANG BANGUN RUNNING TEXT TERKENDALI
ANDROID

Nama : Okty Fitria Maharani Putri


NRP : 2213030021
Pembimbing : Ir. Hanny Boedinugroho, MT.
NIP : 19610706 198701 1 001

ABSTRAK
Pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini,
informasi merupakan suatu hal yang yang tidak terlepas dari kebutuhan
manusia. Teknologi yang dinilai efisien untuk menyampaikan informasi
di tempat-tempat umum ialah papan running text. Penulisan text yang
akan dikirim ke running text selama ini mengandalkan peranti
sambungan USB, baik dengan peranti keyboard komputer maupun
flashdisk yang mengharuskan pengguna berkontak fisik dengan papan
running text. Hal tersebut tentu menyusahkan pengguna apabila papan
running text berada pada tempat yang susah dijangkau. Adanya
perkembangan teknologi seperti wireless yang dapat membantu
komunikasi tanpa menggunakan kabel dan perangkat canggih seperti
smartphone Android untuk memudahkan dalam pengiriman suatu
informasi. Pada Tugas Akhir ini akan dibangun suatu running text yang
dikendalikan menggunakan smartphone Android via bluetooth dengan
mikrokontroler sebagai kendalinya. Hasil pengujian alat menunjukkan
bahwa alat ini mampu menjadi solusi alternatif untuk memasukkan text
ke dalam papan running text dengan mudah dan dapat beroperasi hingga
jarak 60 meter tanpa penghalang dan 15 meter dengan penghalang serta
dilengkapi sebuah bel yang dapat digunakan sebagai indikator manual
apabila running text telah terisi informasi baru.

Kata Kunci : Running Text, Android, Bluetooth, Mikrokontroler

ix
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

x
RUNNING TEXT PROTOTYPE CONTROLLED BY ANDROID

Name : Okty Fitria Maharani Putri


NRP : 2213030021
Advisor : Ir. Hanny Boedinugroho, MT.
NIP : 19610706 198701 1 001

ABSTRACT
In the development of science and technology today, information is
a matter that can not be separated from human life. Technology is
considered efficient to convey information in public places is the
running text board. Writing text that will be sent to the running text
board have been relying on the device's USB connection, either with a
computer keyboard or flashdisk device that requires users physical
contact with the running text board. It is certainly troublesome users
when the running text board are in places that difficult to reach. The
development of technologies such as wireless communication that can
help without going through an intermediary cables and advanced
devices such as Android smartphones to facilitate the delivery of
information. In this final project will be built a running text that is
controlled using an Android smartphone via bluetooth with
microcontroller as a control. The results of the testing tool indicate that
this device can be an alternative solution to enter text into the board
running text with ease and can operate up to a distance of 60 meters
with no barrier and 15 meters with obstructions and equipped a bell that
can be used as an indicator manually if running text has been charged
new information.

Keywords : Running Text, Android, Bluetooth, Microcontroller

xi
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

xii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah,
rahmat dan hidayah-Nya sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan
dengan baik dan tepat pada waktunya.
Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan
guna menyelesaikan pendidikan Diploma-III pada Bidang Studi
Komputer Kontrol, Jurusan D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknologi
Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan judul:
RANCANG BANGUN RUNNING TEXT TERKENDALI
ANDROID
Dalam Tugas Akhir ini dibangun suatu running text yang
dikendalikan menggunakan smartphone Android via bluetooth dengan
mikrokontroler. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif untuk
memasukkan text dengan mudah tanpa memerlukan komputer dan
berkontak fisik dengan papan running text.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yaitu
papa Tommy dan almh. mama Rini dan kepada kakak-kakak penulis
yaitu mas Wiwit, mbak Hat, mbak Ratih, dan mas Dhanis yang telah
memberikan dukungan penuh baik moril maupun materil, Bapak Ir.
Hanny Boedinugroho, MT. selaku dosen pembimbing yang dengan
sabar bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dari
awal hingga terselesaikannya Tugas Akhir ini, sahabat-sahabat penulis
yaitu Adelia, Ibs, Niken, Adilla, Tikhil, Nisa, Andhita, Velin, Ikik,
Amanda, Roikhana, Natsir, dan Haris yang telah mendoakan dan
meluangkan waktu untuk mendengarkan curahan hati penulis selama
pembuatan Tugas Akhir ini, serta teman-teman angkatan 2013 atas
semangat dan kerjasamanya.
Penulis menyadari dan memohon maaf atas segala kekurangan
pada Tugas Akhir ini. Akhir kata, semoga Tugas Akhir ini dapat
bermanfaat dalam pengembangan keilmuan di kemudian hari.

Surabaya, 10 Januari 2017

Penulis

xiii
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

xiv
DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN JUDUL .......................................................................... i


HALAMAN JUDUL .......................................................................... i
PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR................................. v
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................... vii
ABSTRAK ....................................................................................... ix
ABSTRACT....................................................................................... xi
KATA PENGANTAR .................................................................... xiii
DAFTAR ISI ................................................................................... xv
DAFTAR GAMBAR ..................................................................... xix
DAFTAR TABEL .......................................................................... xxi
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................... 1
1.2 Permasalahan ............................................................................. 2
1.3 Batasan Masalah......................................................................... 2
1.4 Tujuan ........................................................................................ 2
1.5 Metodologi ................................................................................. 2
1.6 Sistematika Laporan ................................................................... 3
1.7 Relevansi.................................................................................... 3
BAB II TEORI DASAR ........................................................................ 5
2.1 Smartphone Android .................................................................. 5
2.2 Wireless...................................................................................... 6
2.2.1 Blutooth HC-05................................................................ 7
2.3 Mikrokontroler ATmega16 ......................................................... 9
2.4 Serial Shift Register 74LS164 ................................................... 11
2.5 ULN 2803 ................................................................................ 12
2.6 Led Matrix ............................................................................... 14
2.7 Buzzer ...................................................................................... 15
2.8 App Inventor2 .......................................................................... 15
BAB III PERANCANGAN ALAT ..................................................... 19
3.1 Perancangan Sistem .................................................................. 19
3.2 Perancangan Hardware ............................................................ 21

xv
3.2.1 Perancangan Konfigurasi Rangkaian Led Matrix ............ 21
3.2.2 Perancangan Rangkaian Kontroler .................................. 23
3.2.3 Perancangan Rangkaian Shift Register ............................ 24
3.2.4 Perancangan Rangkaian IC ULN 2803 ........................... 24
3.2.5 Perancangan Rancangan Buzzer ...................................... 25
3.2.6 Rancangan Rangkaian Bluetooth HC-05 ......................... 26
3.3 Perancangan Software ............................................................... 27
3.3.1 Pembuatan Program Membaca Kalimat .......................... 29
3.3.2 Pembuatan Program Menampilkan Data ke Led Matrix .. 30
3.3.3 Pembuatan Aplikasi Android dengan App Inventor 2 ..... 31
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA ..................................35
4.1 Cara Kerja Alat ......................................................................... 35
4.2 Pengujian Modul Running Text ................................................. 36
4.3 Pengujian Modul Bluetooth HC-05 ........................................... 37
4.4 Pengujian Running Text menggunakan Aplikasi Android ......... 39
4.5 Pengujian Jangkauan Modul Bluetooth HC-05 .......................... 39
4.6 Pengujian Perangkat Lunak ....................................................... 41
BAB V PENUTUP ..............................................................................45
5.1 Kesimpulan............................................................................... 45
5.2 Saran ....................................................................................... 45
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................47
LAMPIRAN A LISTING PROGRAM ................................................49
A.1. Listing Program Running Text Terkendali Android ................... 49
A.2. Listing Program App Inventor2................................................. 54
A.3. Tabel Kode Ascii yang Digunakan pada Pembuatan Tugas Akhir55
LAMPIRAN B DATASHEET ..............................................................57
B.1. 74LS164 ................................................................................... 57
B.2. ULN 2803 ................................................................................. 60
B.3. Bluetooth HC-05 ....................................................................... 64
LAMPIRAN C BENTUK ALAT ........................................................67
C.1. Perangkat Rangkaian IC Shift Register 74LS164, Rangkaian ULN
2803, dan Rangkaian Minimum Sistem ATmega16 ................... 67
C.2. Penggabungan Rangkaian Led Matrix ....................................... 67
C.3. Running Text Terkendali Android Tampak Depan ..................... 67
C.4. Running Text Terkendali Android Tampak Belakang ................ 67

xvi
RIWAYAT HIDUP PENULIS ............................................................ 69

xvii
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

xviii
DAFTAR GAMBAR

HALAMAN

Gambar 2.1 Smartphone Android ...................................................... 6


Gambar 2.2 Simbol Wireless.............................................................. 7
Gambar 2.3 Modul Bluetooth HC-05 ................................................. 8
Gambar 2.4 Konfigurasi Pin Modul Bluetooth HC-05 ........................ 9
Gambar 2.5 Mikrokontroler ATmega16 ........................................... 10
Gambar 2.6 Konfigurasi Pin ATmega16 .......................................... 11
Gambar 2.7 IC 74LS164 .................................................................. 11
Gambar 2.8 Konfigurasi Pin IC 74LS164......................................... 12
Gambar 2.9 Timing diagram IC 74LS164 ........................................ 12
Gambar 2.10 IC ULN2803 ................................................................ 13
Gambar 2.11 Konfigurasi Pin ULN 2803 ........................................... 13
Gambar 2.12 Led Matrix ................................................................... 14
Gambar 2.13 Konfigurasi Pin Led Matrix .......................................... 15
Gambar 2.14 Buzzer .......................................................................... 15
Gambar 2.15 Halaman Awal App Inventor2 ...................................... 16
Gambar 3.1 Diagram Blok Alat ....................................................... 19
Gambar 3.2 Led Tampak Samping dan Simbol Led ......................... 21
Gambar 3.3 Rangkaian Dalam Led Matrix 8x8 ................................ 22
Gambar 3.4 Rangkaian Led Matrix Running Text ............................ 22
Gambar 3.5 Sistem Minimum ATmega16 ........................................ 23
Gambar 3.6 Rangkaian IC74LS164 ................................................. 24
Gambar 3.7 Rancangan IC ULN 2803 ............................................. 25
Gambar 3.8 Rangkaian Buzzer ......................................................... 26
Gambar 3.9 Rancangan Bluetooth dengan Mikrokontroler ............... 26
Gambar 3.10 Flowchart Program Running Text Terkendali Android .. 27
Gambar 3.11 Menentukan Pin Mikrokontroler .................................... 28
Gambar 3.12 Flowchart Program Membaca Kalimat pada Running
Text .............................................................................. 29
Gambar 3.13 Flowchart Menampilkan Data ke Led Matrix ................. 30
Gambar 3.14 Tampilan Interface Aplikasi Running Text Terkendali
Android halaman Pertama ............................................ 32
Gambar 3.15 Tampilan Interface Aplikasi Running Text Terkendali
Android halaman Pertama ............................................ 32

xix
Gambar 3.16 Flowchart untuk Program App Inventor2 ...................... 33
Gambar 4.1 Running Text Terkendali Android ................................. 35
Gambar 4.2 Hasil Pengujian Modul Running Text ............................ 36
Gambar 4.3 Pengujian Modul Bluetooth HC-05 ............................... 37
Gambar 4.4 Halaman Pertama Aplikasi Android .............................. 42
Gambar 4.5 Halaman Kedua Aplikasi Android ................................. 42
Gambar 4.6 Nama Alamat Bluetooth dan Koneksi Error .................. 43
Gambar 4.7 Status Connect dan Disconnect Bluetooth ..................... 43

xx
DAFTAR TABEL

HALAMAN

Tabel 2.1 Konfigurasi Pin Modul Bluetooth HC-05 ........................... 8


Tabel 2.2 Perbandingan IC Atmega8, Atmega8535, Atmega16, dan
Atmega32 .......................................................................... 9
Tabel 4.1 Pengujian Modul Running Text ........................................ 36
Tabel 4.2 Hasil Pengujian Modul Bluetooth..................................... 37
Tabel 4.3 Pengujian Running Text Terkendali Android .................... 39
Tabel 4.4 Pengujian Jarak Jangkauan Bluetooth HC-05 Tanpa
Penghalang ...................................................................... 40
Tabel 4.5 Pengujian Jarak Jangkauan Bluetooth HC-05 dengan
Penghalang ...................................................................... 41

xxi
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

xxii
BAB I PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Informasi merupakan suatu hal yang tidak terlepas dari kebutuhan
manusia. Pada perkembangan teknologi saat ini, banyak informasi yang
dapat ditemui dimana saja baik informasi secara lisan, tulisan, maupun
dalam bentuk gambar. Beberapa penyampaian informasi dalam bentuk
tulisan dilakukan dengan menggunakan banner, baliho, dan spanduk,
namun bersifat sekali pakai atau tidak dapat diubah-ubah apabila
terdapat pembaruan informasi. Cara-cara penyampaian informasi yang
menarik terus dilakukan seperti menampilkan tulisan yang dapat
bergerak dan dapat dengan mudah dalam mengganti tulisan. Teknologi
yang dinilai efisien untuk menyampaikan informasi di tempat-tempat
umum ialah papan running text. Papan running text merupakan papan
informasi yang diterapkan guna menyampaikan informasi dengan
bentuk tulisan berjalan yang terdiri dari serangkaian LED yang tersusun
rapi antara kolom dan barisnya yang diprogram sehingga dapat
menuliskan karakter yang diinginkan. Penulisan text yang akan dikirim
ke running text selama ini mengandalkan peranti sambungan USB, baik
dengan peranti keyboard komputer maupun peranti flashdisk yang
mengharuskan pengguna berkontak fisik dengan papan running text.
Perkembangan teknologi memberikan kontribusi yang besar bagi
kehidupan manusia salah satunya dengan adanya teknologi wireless
yang dapat membantu suatu komunikasi tanpa menggunakan kabel.
Bluetooth merupakan teknologi komunikasi tanpa kabel yang
menyediakan layanan komunikasi secara real-time antar perangkat
bluetooth. Perkembangan teknologi juga melahirkan perangkat canggih
yang dikemas dalam bentuk smartphone. Smartphone memiliki berbagai
macam operating system seperti Android, Blackberry OS, dan iOS.
Teknologi bluetooth banyak digunakan sebagai media pertukaran data
pada berbagai perangkat smartphone. Untuk itu, akan dibangun suatu
running text yang dapat dikendalikan pengguna menggunakan
smartphone Android dan dilengkapi dengan bel sebagai indikator
adanya pembaruan informasi yang dibunyikan secara manual.
Pembuatan Tugas akhir ini dikontrol menggunakan mikrokontroler
dengan judul Rancang Bangun Running Text Terkendali Android.

1
1.2 Permasalahan
Pada Tugas Akhir ini yang menjadi permasalahan utama adalah
penulisan text yang akan dikirim ke running text dengan mengandalkan
peranti sambungan USB, baik peranti keyboard komputer maupun
flashdisk tentunya memiliki kekurangan yaitu mengharuskan pengguna
berkontak fisik dengan papan running text. Hal tersebut dapat
menyusahkan pengguna bila papan running text terpasang di tempat
yang susah dijangkau. Informasi yang tertulis di dalam papan running
text terkadang tidak terbaca oleh semua orang, sehingga perlu
ditambahkan bel sebagai indikator apabila terdapat pembaruan
informasi.

1.3 Batasan Masalah


Dalam pembuatan running text terkendali Android ini, smartphone
yang digunakan adalah smartphone dengan operating system Android
dan sistem minimum yang digunakan adalah mikrokontroler ATmega16.
Led matrix yang digunakan dalam pembuatan rangkaian running text
adalah led matrix satu warna yaitu berwarna merah. Ukuran baris
kolomnya adalah 8x40 menggunakan led matrix 8x8 sebanyak 5 buah.
Huruf yang ditampilkan dari Android ke papan running text berupa
huruf kapital.

1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah
memudahkan pengguna untuk memasukkan tulisan ke dalam papan
running text tanpa memerlukan peranti komputer dan berkontak fisik
dengan papan running text. Serta memudahkan para pembaca papan
running text apabila terdapat informasi baru dengan adanya bel indikator
yang berbunyi.

1.5 Metodologi
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan metodologi,
yaitu, studi literatur, pembuatan perangkat keras, pembuatan perangkat
lunak, uji coba dan uji ukur, dan yang terakhir adalah penyusunan
laporan berupa buku Tugas Akhir.
Pada tahap studi literatur dipelajari beberapa makalah yang
berkaitan dengan running text via Android, penggunaan bluetooth dalam
pengiriman data, dan pembuatan aplikasi Android. Pada tahap
pembuatan perangkat keras dilakukan perancangan alat sesuai dengan

2
data yang telah didapatkan dari studi literatur. Pada tahap pembuatan
perangkat lunak, dilakukan pembuatan aplikasi Android menggunakan
App Inventor 2. Yang terakhir adalah melakukan pengujian alat yang
telah dibuat sehingga dapat diketahui alat bekerja sesuai dengan
perencanaan atau tidak.

1.6 Sistematika Laporan


Pembahasan Tugas Akhir ini akan dibagi menjadi lima Bab
dengan sistematika sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan
Bab ini meliputi latar belakang, permasalahan, tujuan
penelitian, metodologi penelitian, sistematika laporan,
dan relevansi.

Bab II Teori Dasar


Bab ini menjelaskan tentang perangkat keras dan
perangkat lunak. Dari sisi perangkat keras, terdapat
beberapa komponen yaitu smartphone Android,
bluetooth HC-05, mikrokontroler ATmega16, serial
shift register 74LS164, led driver ULN2803, led
matrix, dan buzzer.

Bab III Perancangan Alat


Bab ini membahas desain dan perancangan perangkat
keras dan perangkat lunak berdasarkan teori dasar
pada Bab II.

Bab IV Pengujian Alat


Bab ini memuat hasil pengujian perangkat elektronik
dan perangkat lunak.

Bab V Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil
pembahasan yang telah diperoleh.

1.7 Relevansi
Hasil yang diperoleh dari Tugas Akhir ini diharapkan memberikan

3
solusi alternatif untuk membuat running text berbasis Android tanpa
menggunakan peranti komputer dan berkontak fisik dengan papan
running text, menggunakan smartphone Android via bluetooth sebagai
kendalinya sehingga dapat menciptakan efisiensi dalam memasukkan
tulisan yang akan dikirimkan ke dalam papan running text. Selain itu,
juga sebagai sarana pembelajaran dengan menerapkan hal-hal yang telah
diterima selama di bangku perkuliahan.

4
2 BAB II TEORI DASAR
TEORI DASAR

Running text atau yang lebih dikenal sebagai tulisan berjalan


merupakan papan yang digunakan untuk menyampaikan sebuah
informasi kepada pembacanya. Papan tersebut seringkali digunakan
pada sebuah toko untuk mempromosikan suatu produk ataupun
digunakan di tempat-tempat umum seperti bandara dan stasiun untuk
menginformasikankan jadwal keberangkatan pesawat atau kereta.
Perubahan informasi yang akan ditampilkan ke papan running text akan
lebih mudah menggunakan teknologi wireless. Pada beberapa literatur
jurnal, telah dibuat running text dengan teknologi wireless yaitu SMS.
SMS dirasa lebih mahal penggunaannya. Untuk itu pada Tugas Akhir ini
akan digunakan modul bluetooth sebagai media pengiriman data tanpa
kabel
Papan running text berisi banyak led yang disusun secara rapi
dengan kutub positif led yang dihubungkan menjadi satu pada setiap
kolom dan kutub negatif led yang dihubungkan menjadi satu pada setiap
baris. Dengan teknik tertentu maka led tersebut akan menampilkan suatu
kalimat atau karakter. Informasi yang ditampilkan pada papan running
text tergantung dari program yang ada di dalam kontroler. Kontroler
yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah mikrokontroler
ATmega16. Pada Tugas Akhir ini, perubahan informasi tersebut dapat
dilakukan dengan sebuah aplikasi yang berada di smartphone melalui
komunikasi bluetooth.
Untuk lebih memahami dalam pembuatan Tugas Akhir ini
beberapa teori yang berkaitan dengan running text yang dapat
dikendalikan oleh Android akan dijelaskan lebih mendalam pada bab
ini, yaitu mengenai komponen-komponen yang digunakan seperti
smartphone Android, bluetooth HC-05, mikrokontroler ATmega16,
serial shift register 74LS164, led driver ULN2803, led matrix, dan
buzzer. Masing-masing materi tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

2.1 Smartphone Android


Smartphone yang digunakan dalam pembuatan Tugas Akhir ini
yaitu dengan Operating System (OS) Android. Android adalah sistem
operasi berbasis Linux yang dipergunakan sebagai pengelola sumber
daya perangkat keras, baik untuk smartphone dan juga PC tablet. Secara

5
umum Android terbuka bagi para pengguna yang ingin mengembangkan
dalam menciptakan aplikasi sendiri untuk digunakan oleh berbagai
piranti bergerak. Interface pengguna Android umumnya berupa gerakan
langsung, menggunakan gerakan sentuh yang serupa dengan tindakan
nyata, misalnya menggeser dan mengetuk untuk memanipulasi objek di
layar, serta papan ketik virtual untuk menuliskan teks. Android yang
merupakan open source juga telah mendorong munculnya sejumlah
besar komunitas pengembang aplikasi yang memperluas fungsionalitas
perangkat. Android memungkinkan penggunanya untuk memasang
berbagai macam aplikasi lainnya, baik yang diperoleh dari toko aplikasi
seperti Google Play, Amazon Appstore, maupun dengan mengunduh
dan memasang berkas APK dari situs pihak ketiga. Sistem operasi ini
memiliki simbol robot yang berwarna hijau, simbol tersebut dapat
dilihat pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Smartphone Android

2.2 Wireless
Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menghubungkan
dua buah piranti untuk bertukar data. Perkembangan wireless
sebenarnya telah dimulai sejak lama dan telah dibuktikan secara ilmiah
oleh para ilmuan dengan penemuan radio dan kemudian dilanjutkan
dengan penemuan radar. Seiring dengan perkembangan kebutuhan
informasi bagi manusia, penggunaan wireless semakin banyak
digunakan dan tidak hanya untuk penggunaan radio dan radar saja,
termasuk pada bidang komunikasi data. Simbol wireless dapat dilihat
pada gambar 2.2

6
Gambar 2.2 Simbol Wireless

2.2.1 Blutooth HC-05


Bluetooth merupakan protokol komunikasi wireless atau tanpa
kabel yang bekerja pada frekuensi radio 2,4 GHz untuk pertukaran data
pada perangkat bergerak seperti laptop dan HP. Bluetooth dirasa lebih
sederhana karena hanya dibutuhkan pairing untuk menghubungkan
antara perangkat satu dengan perangkat lainnya. Spesifikasi dari
peralatan bluetooth ini dikembangkan dan didistribusikan oleh
kelompok bluetooth Special Interest Group.
Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz yang mampu
menyediakan layanan komunikasi data antara host-host bluetooth
dengan jarak terbatas. Kelemahan teknologi ini adalah jangkauannya
yang pendek dan kemampuan transfer data yang rendah. Kelebihan dari
bluetooth ini adalah dapat menembus dinding, kotak, dan berbagai
rintangan lain walaupun jarak transmisinya hanya sekitar 30 kaki atau
10 meter.
HC-05 adalah sebuah modul bluetooth yang paling banyak
digunakan untuk komunikasi wireless (nirkabel) yang mengkonversi
port serial ke bluetooth. Modul Bluetooth HC-05 dapat dilihat pada
gambar 2.3

7
Gambar 2.3 Modul Bluetooth HC-05

Modul Bluetooth HC-05 terdiri dari 6 pin konektor, namun yang


digunakan hanya 3 pin, yaitu pin VCC, GND, dan TXD. Konfigurasi pin
HC-05 dapat dilihat pada gambar 2.3. Berikut fungsi masing-masing pin
modul HC-05 :
Tabel 2.1 Konfigurasi Pin Modul Bluetooth HC-05
No. Nomor Pin Nama Fungsi
1. Pin 1 STATE Memberikan informasi untuk
memastikan modul dan perangkat lain
terkoneksi dengan baik
2. Pin 2 RXD Menerima data dari mikrokontroler
3. Pin 3 TXD Mengirimkan data dari modul HC-05
ke mikrokontroler
4. Pin 4 GND Ground tegangan
5. Pin 5 VCC Input tegangan
6. Pin 6 EN Mengaktifkan mode AT Command
Setup pada HC-05

Modul Bluetooth HC-05 dengan supply tegangan dengan rentang


antara 3.6-6V yang terhubung pada pin VCC. Untuk berkomunikasi
dengan mikrokontroler, modul ini memiliki 2 pin yaitu pin TXD dan
RXD. Pin TXD berfungsi sebagai pengirim, melalui pin tersebut data
yang diterima oleh bluetooth akan dikirim ke mikrokontroler.
Sedangkan pin RXD berfungsi sebagai penerima data yang dikirim oleh
mikrokontroler. Berikut merupakan konfigurasi pin bluetoooth HC-05
ditunjukkan pada gambar 2.4

8
Gambar 2.4 Konfigurasi Pin Modul Bluetooth HC-05

2.3 Mikrokontroler ATmega16


Mikrokontroler adalah sebuah alat pengendali berukuran mikro
yang dikemas dalam bentuk chip IC. Mikrokontroler umumnya terdiri
dari sebuah CPU (Central Processing Unit) yang menjalankan instruksi
program, memori RAM (Random Acces Memory) dan ROM (Read Only
Memory), interface input-output tertentu, dan unit pendukung seperti
ADC (Analog-to-Digital Converter) dan DAC (Digital-to-Analog
Converter). Karena berukuran kecil, murah, dan menyerap daya yang
rendah, mikrokontroler merupakan alat kontrol yang paling tepat untuk
ditanamkan pada berbagai peralatan. Mikrokontroler merupakan
pengontrol utama yang banyak digunakan saat ini. Terdapat beberapa
jenis mikrokontroler seperti Atmega8, ATmega8535, ATmega16, dan
ATmega32. Penggunaan mikrokontroler ini disesuaikan dengan
kebutuhan. Banyaknya pin input-output, ukuran memori, dan pin ADC
merupakan pembeda dalam masing-masing mikrokontroler yang dapat
dilihat pada tabel 2.2 di bawah ini.
Tabel 2.2 Perbandingan IC Atmega8, Atmega8535, Atmega16, dan
Atmega32
Karakteristik Atmega8 Atmega8535 Atmega16 Atmega32
RAM 1 KB 512 B 1 KB 2 KB
Flash 8 KB 8 KB 16 KB 32 KB
EEPROM 512 B 512 B 512 B 1 KB
Jumlah i/o 23 32 32 32

9
Dalam perancangan Tugas Akhir ini menggunakan
mikrokontroler ATMega16. Mikrokontroler tersebut mempunyai empat
buah port yang bernama Port A, Port B, Port C, dan Port D dengan total
saluran input/output sebanyak 32 pin. Bentuk fisik mikrokontroler
ATmega16 dapat dilihat pada gambar 2.5

Gambar 2.5 Mikrokontroler ATmega16


ATmega16 memiliki 40 pin yang setiap pin nya memiliki fungsi yang
berbeda. Fungsi dari masing-masing pin ATmega16 yaitu :
1. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset
mikrokontroler
2. VCC merupakan pin yang digunakan sebagai pin masukan
catu daya
3. GND merupakan pin Ground
4. Port A (PA0...PA7) merupakan pin I/O dua arah dan input
analog ke A/D Converter
5. Port B (PB0...PB7) merupakan pin I/O dua arah dan
memiliki fungsi khusus yaitu Timer/Counter, komputer analog,
dan UASRT
6. Port C (PC0...PC7) merupakan pin I/O dua arah dan
memiliki fungsi khusus yaitu JTAG dan Two-Wire Serial
7. Port D (PD0...PD7) merupakan pin I/O dua arah dan
memiliki fungsi khusus yaitu Timer/Counter, interupsi
eksternal, dan komunikasi serial
8. AVCC merupakan pin penyedia tegangan untuk Port A dan
A/D Converter
9. AREF merupakan pin referensi analog untuk A/D Converter
10. XTAL1 merupakan pin masukan clock eksternal
11. XTAL2 merupakan pin keluaran clock eksternal.

Konfigurasi pin Atmega16 dapat dilihat pada gambar 2.6

10
Gambar 2.6 Konfigurasi Pin ATmega16

2.4 Serial Shift Register 74LS164


Komponen ini merupakan IC shift register 8 bit jenis SIPO (Serial-
In Parallel-Out) yaitu data yang dimasukkan secara serial dengan cara
menggeser data sebelumnya dan menampilkannya secara paralel. Pada
IC 74LS164 memiliki fitur AND-gate pada serial inputnya dan fitur
clear yang digunakan untuk menghapus seluruh data yang telah
diberikan. Data serial yang diberikan akan muncul menjadi data paralel
jika clock mengalami transisi dari nilai 0 ke nilai 1. Selama clock
bernilai 0, maka perubahan data yang terjadi pada serial-in tidak akan
berpengaruh terhadap paralel-out. Bentuk fisik, konfigurasi pin, dan
timing diagram IC tersebut dapat dilihat pada gambar 2.7, 2.8 dan 2.9.

Gambar 2.7 IC 74LS164

11
Gambar 2.8 Konfigurasi Pin IC 74LS164

Gambar 2.9 Timing diagram IC 74LS164

2.5 ULN 2803


Arus yang dikeluarkan oleh mikrokontroler tidak mampu
mensuplai banyak led, sehingga dibutuhkan sebuah antarmuka untuk
menyuplai led matrix. Antarmuka tersebut dapat berupa transistor yang
difungsikan sebagai switch.
ULN2803 adalah chip Integrated Circuit (IC) berupa kumpulan
rangkaian transistor Darlington. Dalam satu chip IC ULN2803
mempunyai 8 buah transistor NPN Darlington. Hal ini memungkinkan

12
untuk membuat antarmuka antara sinyal digital tingkat rendah seperti
TTL dan beban yang membutuhkan arus/tegangan tinggi seperti lampu,
relay, dan lainnya. Sebuah sinyal TTL beroperasi dalam selang 0-5V. IC
ULN2803 dapat dilihat pada gambar 2.10 di bawah ini :

Gambar 2.10 IC ULN2803

Secara fisik ULN 2803 merupakan IC 18 pin. Konfigurasi pin


dapat dilihat pada gambar 2.11. Kaki 1 sampai kaki 8 menerima sinyal
tingkat rendah, kaki 9 sebagai grounding (untuk referensi tingkat sinyal
rendah). Kaki ke 10 adalah COM pada sisi yang lebih tinggi dan
umumnya akan dihubungkan ke tegangan positif. Kaki 11 sampai 18
adalah pin output. Kaki 1 untuk kaki 18, kaki 2 untuk kaki 17, kaki 3
untuk kaki 16, dan seterusnya.

Gambar 2.11 Konfigurasi Pin ULN 2803

13
2.6 Led Matrix
Led matrix adalah susunan titik-titik dua dimensi yang digunakan
untuk menampilkan karakter-karakter, simbol atau gambar. Pada
dasarnya led matrix merupakan kumpulan led yang disusun secara
teratur seperti pada gambar 2.12. Led merupakan komponen elektronika
yang dapat menghasilkan cahaya. Komponen tersebut dapat
mengeluarkan cahaya jika terdapat arus yang mengalir dari kutub positif
ke negatif. Bila led diberikan arus terbalik, maka led akan rusak.
Besarnya tegangan yang diberikan pada led tergantung pada warna
cahaya yang dikeluarkan. Berlebihnya tegangan akan berdampak pada
rusaknya led.
Led tersebut disusun dengan menggabungkan seluruh kutub positif
pada setiap kolom dan menggabungkan kutub negatif pada setiap baris.
Sehingga led matrix dapat diaktifkan dengan cara memberikan nilai ( + )
pada kolom dan nilai ( - ) pada baris.

Gambar 2.12 Led Matrix

Perangkat running text yang dibangun pada pembuatan alat Tugas


Akhir ini yaitu led matrix 8x8 sejumlah 5 buah yang disusun secara
horizontal, sehingga mempunyai baris 8 dan kolom 40. Artinya led yang
akan dipakai berjumlah 320 led. Dengan cara menyalakan led bergantian
pada setiap kolom, maka komponen ini akan menampilkan karakter
tertentu sesuai data yang diberikan pada baris. Dapat dilihat pin
konfigurasi led matrix 8x8 seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.13
berikut

14
Gambar 2.13 Konfigurasi Pin Led Matrix

2.7 Buzzer
Buzzer merupakan perangkat elektronika yang berfungsi untuk
mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Buzzer terdiri dari
kumparan yang terpasang pada diafragma. Kumparan tersebut dialiri
arus sehingga menjadi elektromagnet. Karena kumparan terpasang pada
diafragma, setiap pergerakkan kumparan akan menggerakkan diafragma
secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan
menghasilkan suara. Buzzer dapat dilihat pada gambar 2.14

Gambar 2.14 Buzzer

2.8 App Inventor2


App Inventor2 merupakan aplikasi web sumber terbuka yang
dikembangkan oleh Google. Pengguna harus memiliki akun google

15
untuk dapat masuk ke beranda App Inventor2. Aplikasi web ini dapat
diakses dengan alamat http://appinventor.mit.edu/ setelah itu akan
muncul halaman awal seperti pada gambar 2.15.

Gambar 2.15 Halaman Awal App Inventor2

App Inventor2 mempermudah pengguna untuk membuat aplikasi


Android sendiri dengan memprogramnya. Cara memprogram App
Inventor 2 yaitu dengan drag and drop object.[7]
Tampilan App Inventor 2 terdiri atas beberapa komponen yaitu :
a. Komponen Desainer
Komponen desainer digunakan untuk memilih komponen
yang dibutuhkan dan mengatur propertinya. Pada komponen
desainer sendiri terdapat 5 bagian, yaitu palette, viewer,
component, media dan properties.
- Palette: daftar komponen yang bisa digunakan,
- Viewer: untuk menempatkan komponen dan mengaturnya
sesuai tampilan yang diinginkan,
- Component: tempat daftar komponen yang dipakai pada
project,
- Media: mengambil media audio atau gambar untuk project,
dan
- Properties: mengatur properties komponen yang
digunakan, seperti width, height, name, dll.

b. Block Editor

16
Block Editor digunakan untuk membuat dan mengatur
tampilan dari komponen-komponen yang dipilih dari
komponen desainer. Block editor ini berbasis java.
c. Emulator
Emulator digunakan untuk mencoba project yang telah
dibuat.

17
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

18
3 BAB III PERANCANGAN SISTEM KONTROL

PERANCANGAN ALAT

Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan


prototipe running text terkendali Android menggunakan bluetooth HC-
05 sebagai media pengiriman data. Dalam perancangan dan pembuatan
alat pada Tugas Akhir ini terbagi dalam tiga tahapan. Tahapan pertama
adalah penjelasan diagram blok alat secara keseluruhan. Tahapan kedua
yaitu perancangan hardware yang meliputi perancangan rangkaian led
matrix, rangkaian kontroler. Dan yang terakhir perancangan software.

3.1 Perancangan Sistem


Running text yang akan dibuat dapat dikendalikan oleh smartphone
Android. Untuk itu perlu dibuatkan aplikasi yang sesuai dengan
kebutuhan running text. Aplikasi yang telah terinstalasi pada
smartphone tersebut dapat memudahkan penggunannya dalam merubah
informasi yang ditampilkan oleh papan running text. Untuk
menghubungkan smartphone dengan running text digunakan perangkat
bluetooth. Sistem dari alat ini dapat dilihat pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Diagram Blok Alat

Pada gambar 3.1 diagram blok di atas dapat dijelaskan sistem kerja
dari alat Tugas Akhir ini. Setelah data informasi yang dikirim oleh
smartphone Android tersebut diterima oleh modul bluetooth pada papan

19
running text, data tersebut diolah oleh mikrokontroler ATmega16 yang
nantinya akan ditampilkan pada rangkaian led matrix.

Dalam pembuatan Tugas Akhir ini, diperlukan beberapa komponen


pokok untuk merancang alat yang sesuai dengan harapan, diantaranya:
a. Smartphone Android, digunakan sebagai interface atau
antarmuka dengan pengguna. Dengan melalui smartphone
Android, akan ditampilkan beberapa perintah untuk
memasukkan text yang akan ditampilkan pada running text,
serta perintah untuk menyalakan bel buzzer sebagai indikator
adanya text baru yang dimasukkan.
b. Bluetooth HC-05, digunakan untuk mengirim data yang berupa
perintah dari smartphone Android ke mikrokontroler
ATmega16.
c. Mikrokontroler ATmega16, digunakan sebagai pusat kendali
sistem.
d. Serial shift register 74LS164, digunakan untuk proses scanning
pada led matrix.
e. Led driver ULN 2803, digunakan untuk menguatkan arus yang
dikeluarkan oleh mikrokontroler.
f. Led matrix, digunakan untuk menampilkan tulisan yang telah
dimasukkan dari smartphone Android.
g. Buzzer, digunakan sebagai indikator manual adanya informasi
text baru pada papan running text.

Sebuah karakter yang ditampilkan oleh running text merupakan


hasil dari kolom yang nyala bergantian dan berurutan dengan data
berbeda yang diberikan kepada baris pada setiap kolomnya. Kolom
merupakan kumpulan kutub positif dan baris merupakan kutub negatif
pada led matrix. Dengan pergerakan kolom yang sangat cepat, maka
nyala dari led matrix terlihat seperti memunculkan sebuah karakter.
Karakter yang ditampilkan tersebut dapat diatur dengan cara merubah
data yang diberikan kepada baris led matrix. Menyalakan kolom secara
bergantian dapat disebut dengan proses scanning. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan menggunakan IC74LS164. Dengan proses scanning
dan proses pemberian data tersebut karakter pada led matrix dapat
ditampilkan. Arus dari output mikrokontroler yang kurang untuk
menyuplai banyak led, maka dibutuhkan led driver ULN 2803 sebagai

20
antarmuka antara mikrokontroler dengan led matrix yang membutuhkan
arus lebih tinggi.

3.2 Perancangan Hardware


Pada bab perancangan hardware dibahas mengenai rangkaian
elektronik beserta komponen-komponen pendukungnya sehingga alat
dapat berfungsi dengan benar. Pembahasan bab ini meliputi perancangan
rangkaian led matrix dan perancangan rangkaian kontroler.

3.2.1 Perancangan Konfigurasi Rangkaian Led Matrix


Led matrix yang digunakan dalam pembuatan Tugas Akhir ini
adalah led matrix dengan jumlah baris dan kolomnya 8x40. Terdapat
320 buah led yang digunakan sebagai tampilan informasi. Led
mempunyai dua kaki konektor yaitu kutub positif dan kutub negatif
seperti pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Led Tampak Samping dan Simbol Led

Led tersebut disusun dengan menggabungkan kutub negatif pada


setiap baris dan menggabungkan kutub positif pada setiap kolom. Di
pasaran telah disediakan led matrix yang berukuran 8x8 dengan
rangkaian kaki seperti pada gambar 3.3. Sehingga untuk membuat alat
pada Tugas Akhir ini led matrix 8x8 tersebut dihubungkan pada tiap
barisnya. Untuk menyalakan led matrix tersebut dapat diberikan Vcc
pada kolom dan Gnd pada baris.

21
Gambar 3.3 Rangkaian Dalam Led Matrix 8x8

Gambar 3.4 Rangkaian Led Matrix Running Text

Dalam pembuatan Tugas Akhir ini digunakan lima buah led matrix
berukuran 8x8. Masing-masing kolom pada led matrix dihubungkan
dengan IC 74LS164 shift register. Satu buah led matrix 8x8
membutuhkan satu buah IC shift register, sehingga dibutuhkan lima
buah IC shift register pada perancangan alat Tugas Akhir ini. Kaki C1,
C2, C3, C4, C5, C6, C7, dan C8 pada kolom led matrix dihubungkan
dengan output Qa, Qb, Qc, Qd, Qe, Qf, Qg, dan Qh pada IC 74LS164.
Begitu seterusnya hingga C40. Sedangkan masing-masing baris pada led
matrix dihubungkan satu sama lain kemudian dihubungkan pada ULN
2803. Baris B1, B2, B3, B4, B5, B6, B7, dan B8 pada led matrix

22
dihubungkan pada output ULN O1, O2, O3, O4, O5, O6, O7, dan O8.
Gambar rangkaian led matrix dapat dilihat pada gambar 3.4

3.2.2 Perancangan Rangkaian Kontroler


Mikrokontroler ATmega 16 merupakan kontroler yang digunakan
pada Tugas Akhir ini. Mikrokontroler merupakan sebuah pengendali
yang memerintahkan komponen lainnya sehingga dapat beroperasi dan
diprogram. Mikrokontroler dapat bekerja jika terdapat program
didalamnya. Rangkaian sistem minimum ATmega 16 dapat dilihat pada
gambar 3.5.

Gambar 3.5 Sistem Minimum ATmega16

Sistem minimum tersebut dilengkapi dengan tombol reset dan


rangkaian crystal. Reset pada mikrokontroler bersifat aktif low yaitu
program akan kembali dari awal jika pin reset bernilai 0. Mikrokontroler
tersebut dilengkapi dengan konektor yang terhubung dengan pin MOSI,
MISO, SCK, VCC, GND yang akan dihubungkan dengan downloader
jika ingin mengisi program pada IC ATmega 16. Port A dihubungkan ke
input IC ULN 2803, port D dihubungkan untuk komunikasi bluetooth,
buzzer, masukan data dan clock pada IC shift register 74LS164.
Sedangkan port C tidak digunakan dalam pembuatan Tugas Akhir ini.

23
3.2.3 Perancangan Rangkaian Shift Register
Rangkaian shift register digunakan untuk proses scanning.
Scanning merupakan salah satu proses penting pada pembuatan running
text. Proses ini yaitu memberikan nilai V+ secara bergantian. Proses
scanning dapat dilakukan dengan pin output mikrokontroler, namun
banyaknya pin output yang terbatas membuat mikrokontroler tersebut
membutuhkan IC yang dapat membantu dalam proses scanning. Dengan
adanya IC 74LS164 proses scanning menjadi dimudahkan dan tidak
menyita pin output mikrokontroler yang terlalu banyak.
Perancangan IC 74LS164 terhadap running text dapat dilakukan
dengan menghubungkan pin D ke-2 mikrokontroler dengan kaki ke-1
dan 2 pada IC 74LS164 untuk menerima data serial.
Setiap data yang diberikan kepada 74LS164 oleh mikrokontroler
tidak akan di proses hingga IC tersebut mendapatkan clock yang
diberikan pada kaki ke-8 IC 74LS164. Mikrokontroler hanya
memberikan data bernilai 1 sekali pada awal setiap 40 kali clock.

Gambar 3.6 Rangkaian IC74LS164

Jumlah clock yang diberikan tersebut tergantung dari jumlah


kolom yang ingin dilakukan scanning. IC 74LS164 berikutnya akan
mendapatkan data yang bernilai 1 dari output terakhir IC sebelumnya
yaitu kaki ke-13 atau Qh. Hal tersebut merupakan upaya untuk
menghemat pin output mikrokontroler. Rancangan tersebut dapat dilihat
pada gambar 3.6. Output dari IC 74LS164 berada pada kaki ke
3,4,5,6,10,11,12,13. Kaki-kaki tersebut diurutkan untuk dihubungkan ke
kolom led matrix.

3.2.4 Perancangan Rangkaian IC ULN 2803


Led matrix dapat aktif jika kolom mendapat logika 1 dan baris
mendapat logika 0. Baris pada led matrix memiliki peran untuk

24
menentukan led tersebut nyala atau mati sehingga dapat menentukan
karakter yang akan ditampilkan.

Gambar 3.7 Rancangan IC ULN 2803

Data yang akan diberikan kepada baris led matrix tersebut


dihasilkan oleh mikrokontroler pada pin A kaki ke-40 hingga 33. Untuk
memenuhi kebutuhan arus led matrix, maka dibutuhkan IC ULN 2803.
IC ini berfungsi menguatkan arus dihasilkan oleh mikrokontroler. ULN
2803 ini mempunyai input pada kaki ke-1 hingga kaki ke-8 dan kaki
output pada kaki ke-11 hingga ke-18. Input pertama pada kaki ke-1 akan
dikeluarkan pada kaki ke-18, input pada kaki ke-2 akan dikeluarkan
pada kaki ke-17, input pada kaki ke-3 akan dikeluarkan pada kaki ke-16,
begitu seterusnya hingga input pada kaki ke-8 akan dikeluarkan pada
kaki ke-11. Output dari IC ULN2803 tersebut akan dihubungkan dengan
baris pada led matrix, sedangkan input dari IC ULN 2803 dihubungkan
dengan port A mikrokontroler. Rancangan tersebut dapat dilihat pada
gambar 3.7.

3.2.5 Perancangan Rancangan Buzzer


Rangkaian buzzer digunakan untuk membuat sebuah bel indikator
yang dibunyikan secara manual oleh pengguna melalui aplikasi Android.
Rangkaian buzzer yang digunakan pada Tugas Akhir ini terdiri dari
sebuah buzzer, transistor NPN 2N3904, dan resistor 1k. Buzzer
membutuhkan tegangan 12 volt. Rangkaian buzzer dapat dilihat pada
gambar 3.8.

25
Gambar 3.8 Rangkaian Buzzer

3.2.6 Rancangan Rangkaian Bluetooth HC-05


Perangkat bluetooth merupakan sebuah alat yang digunakan untuk
berkomunikasi secara wireless atau tanpa kabel. Komunikasi dengan
perangkat elektronik lain tanpa menggunakan kabel merupakan upaya
untuk memudahkan pengguna dan lebih rapi dalam perancangannya.
Modul bluetooth HC-05 memiliki 6 buah pin, namun yang digunakan
untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler hanya 3 pin saja yaitu pin
TX, VCC, dan GND. Modul tersebut membutuhkan suplai daya untuk
bekerja sehingga pin VCC dan GND dihubungkan ke sumber tegangan.
Modul bluetooth ini berfungsi untuk menerima data yang diberikan oleh
smartphone secara wireless. Kemudian data tersebut akan dikirimkan
oleh bluetooth melalui pin TXD yang berarti pengirim dan dihubungkan
dengan pin RXD pada mikrokontroler yang berarti penerima. Rancangan
bluetooth HC-05 dengan Mikrokontroler dapat dilihat pada gambar 3.9
berikut ini :

Gambar 3.9 Rancangan Bluetooth dengan Mikrokontroler

26
3.3 Perancangan Software
Perancangan software alat running text terkendali Android ini
berisi program untuk menerima data informasi dari smartphone Android
yang kemudian mengolahnya untuk ditampilkan pada papan running
text. Software yang akan digunakan pada smartphone Android dibuat
pada App Inventor 2.
Flowchart merupakan susunan gambar yang berisi logika dari
program yang akan dibuat. Dengan adanya flowchart, membuat program
akan lebih mudah dipahami. Flowchart perancangan sistem dapat dilihat
pada gambar 3.10

Gambar 3.10 Flowchart Program Running Text Terkendali Android

27
Pada gambar 3.10 dijelaskan urutan mulai kalimat yang dikirim
pada aplikasi Android hingga menampilkan sebuah kata atau kalimat ke
led matrix. Untuk urutan cara kerja flowchart adalah sebagai berikut:
1. Memulai program pada aplikasi Android.
2. Menghubungkan perangkat bluetooth.
3. Koneksi antara aplikasi Android dengan mikrokontroler melalui
bluetooth.
4. Memasukkan text yang ingin dikirimkan ke mikrokontroler.
5. Mikrokontroler menerima text dari Android melalui bluetooth.
6. Mikrokontroler membaca text yang telah diterima dan menyesuaikan
dengan database.
7. Setelah menyesuaikan kalimat dengan database maka akan
menghasilkan data yang sesuai dengan kalimat.
8. Kemudian data yang telah sesuai tersebut akan diproses untuk
ditampilkan di led matrix.

Langkah awal untuk membuat program Tugas Akhir ini yaitu


menentukan chip mikrokontroler yang akan digunakan, yaitu
ATmega16. Setelah itu menentukan parameter clock sebesar 16 MHz.
Program baru telah dibuat dengan chip yang telah dipilih sebelumnya.
Untuk menggunakan pin output/input pada mikrokontroler, chip tersebut
harus diatur sesuai dengan kebutuhan. Pin mikrokontroler tersebut dapat
dijadikan input ataupun output dengan cara menuliskan kode seperti
gambar 3.11.

Gambar 3.11 Menentukan Pin Mikrokontroler


Untuk menentukan pin tersebut digunakan sebagai input atau
output dapat digunakan kode DDR yang diikuti dengan pin apa yang
akan digunakan. Pin akan dapat digunakan sebagai output jika diberikan
nilai 1 dan akan dapat digunakan sebagai input jika diberikan nilai 0. Pin

28
A, C, dan D pada ATmega 16 akan digunakan sebagai output. Nilai
tersebut dituliskan dengan bilangan heksa agar lebih singkat.
Setelah inisialisasi telah diilakukan, maka dapat dituliskan
program pada tempat kosong yang telah disediakan.

3.3.1 Pembuatan Program Membaca Kalimat


Terdapat sebuah database setiap huruf kapital dan angka pada
program yang berupa array berdimensi 1. Database tersebut digunakan
pada saat sebuah kalimat diterima mikrokontroler.
Kalimat yang dikirim oleh smartphone Android kemudian akan
diproses untuk membuat sebuah data array yang berurutan sesuai
dengan kalimat yang diperoleh. Jika mikrokontroler telah menerima
sebuah kalimat, maka program akan menuju pada bagian membaca
kalimat. Flowchart program membaca kalimat dapat dilihat pada gambar
3.12.

Gambar 3.12 Flowchart Program Membaca Kalimat pada Running Text

29
Teks yang diterima oleh mikrokontroler masing-masing akan
dideteksi apakah karakter yang diterima tersebut berupa huruf, angka,
atau spasi. Jika karakter yang diterima mempunyai nilai desimal pada
tabel ascii sama dengan 32, maka akan mengambil data spasi untuk
ditampilkan pada led matrix. Jika karakter yang diterima mempunyai
nilai desimal pada tabel ascii lebih dari 57, maka akan mengambil data
huruf untuk ditampilkan pada led matrix. Jika karakter yang diterima
bukan keduanya, maka akan megambil data angka untuk ditampilkan ke
led matrix.

3.3.2 Pembuatan Program Menampilkan Data ke Led Matrix


Setelah data yang dikirimkan oleh aplikasi Android dibaca oleh
mikrokontroler, selanjutnya data diproses untuk ditampilkan ke led
matrix.

Gambar 3.13 Flowchart Menampilkan Data ke Led Matrix

30
Untuk menampilkan data yang telah sesuai dengan kalimat ke led
matrix dapat dilakukan dengan cara shift register melakukan scanning
dan memberikan data tersebut pada baris. Scanning dilakukan dengan
cara memberikan nilai 1 pada yang terdapat pada IC74LS164, kemudian
diberikan clock sekali pada pin 8. Setelah itu output Qa pada IC
74LS164 akan bernilai 1. Proses scanning adalah proses dimana nilai 1
yang terdapat pada output IC 74LS164 dapat bergeser sepanjang kolom
yang ada. Untuk menggeser nilai 1 tersebut maka pin data pada IC
74LS164 diberi nilai 0 dan kemudian diberikan clock sebanyak kolom
yang ada dengan dikurangi 1. Jumlah kolom yang dibuat pada Tugas
Akhir ini berjumlah 40 sehingga data yang bernilai 1 diberikan sekali
pada IC 74LS164 kemudian clock dan data diubah menjadi 0 kemudian
diberikan clock sebanyak 39 kali. Data yang akan diberikan kepada baris
akan mengikuti sesuai dengan kolom yang aktif. Flowchart program
menampilkan data ke led matrix dapat dilihat pada gambar 3.13

3.3.3 Pembuatan Aplikasi Android dengan App Inventor 2


App Inventor2 dapat diakses secara online dengan alamat
http://appinventor.mit.edu/. Terdapat dua bagian pada pembuatan App
Inventor2 ini yaitu pembuatan desainer dan pembuatan blocks editor.
Desainer berfungsi untuk membuat desain sebagai user interface dengan
mengatur screen component yang dibutuhkan. Sedangkan blocks editor
berfungsi sebagai program untuk menjalankan perintah dari komponen-
komponen yang telah dipilih dari desainer. Tampilan desainer Aplikasi
Running Text Terkendali Android dapat dilihat pada gambar 3.14 dan
3.15
Pada perancangan desainer halaman pertama aplikasi running text
terkendali Android ini digunakan sebuah user interface berupa button
yang berfungsi sebagai tombol start untuk memulai aplikasi Android.
Sedangkan pada blocks editor, berisi instruksi saat Button1 atau yang
berfungsi sebagai start saat ditekan, maka akan menuju ke halaman
kedua. Pada desainer halaman kedua aplikasi running text terkendali
Android ini digunakan beberapa user interface berupa listpicker untuk
menghubungkan koneksi bluetooth yang diberi gambar simbol bluetooth
dan button sebagai tombol disconnect yang digunakan untuk mematikan
koneksi bluetooth. Terdapat tiga buah user interface button lainnya yaitu
untuk tombol send, on, dan off. Tombol send digunakan untuk
mengirimkan informasi dari textboxt yang akan ditampilkan pada
running text. Tombol on off digunakan untuk menyalakan dan

31
mematikan bel buzzer. Dalam program pembuatan App Inventor2,
karakter yang digunakan untuk menyalakan buzzer atau tombol on
adalah karakter @ sedangkan karakter yang digunakan untuk
mematikan buzzer atau tombol off adalah karakter &.

Gambar 3.14 Tampilan Interface Aplikasi Running Text Terkendali Android


halaman Pertama

Gambar 3.15 Tampilan Interface Aplikasi Running Text Terkendali Android


halaman Pertama

32
Flowchart program App Inventor2 dapat dilihat pada gambar 3.16

Gambar 3.16 Flowchart untuk Program App Inventor2

33
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

34
4 BAB IV HASIL SIMULASI DAN IMPLEMENTASI
PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
Untuk mengetahui apakah alat Running Text Terkendali Android
yang dibuat telah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak, maka
dilakukan uji coba alat. Kemudian dilakukan analisa terhadap hasil
pengujian alat tersebut. Bab ini dibagi menjadi enam bagian. Pada
bagian pertama dijelaskan mengenai cara kerja alat. Pada bagian kedua
akan diberikan penjelasan mengenai hasil pengujian modul running text,
Pada bagian ketiga dan keempat adalah hasil pengujian modul bluetooth
dan hasil pengujian ketepatan running text terhadap aplikasi Android
yang telah dibuat. Pada bagian kelima akan dilakukan pengujian
terhadap jarak jangkauan bluetooth yakni tanpa penghalang dan dengan
penghalang. Dan yang terakhir adalah pengujian perangkat lunak atau
aplikasi Android.

4.1 Cara Kerja Alat


Rangkaian running text ini dapat dioperasikan menggunakan
aplikasi Android yang telah dibuat dengan cara mengoneksikan
bluetooth pada smartphone Android dengan modul bluetooth HC-05
terlebih dahulu. Setelah aplikasi Android dan modul bluetooth HC-05
telah terkoneksi, rangkaian running text akan menampilkan kata atau
kalimat sesuai dengan kata atau kalimat yang telah dimasukkan pada
aplikasi Android. Buzzer dapat dibunyikan secara manual oleh pengguna
dengan cara menekan tombol on bel yang ada pada aplikasi Android.

Gambar 4.1 Running Text Terkendali Android

35
4.2 Pengujian Modul Running Text
Untuk mengetahui apakah modul running text telah bekerja dengan
benar atau tidak sebelum dihubungkan dengan modul bluetooth, maka
dilakukan pengujian rangkaian running text yang telah dibuat. Pengujian
dilakukan dengan cara memasukkan kata atau kalimat pada program
AVR kemudian akan tampil pada running text.
Tabel 4.1 Pengujian Modul Running Text
Masukkan Keluaran
HALO HALO
OKTY OKTY
FITRIA FITRIA
PUTRI PUTRI

Gambar 4.2 Hasil Pengujian Modul Running Text

Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul running text yang telah
dibuat dapat bekerja dengan benar. Saat dimasukkan karakter HALO
pada pemrograman AVR, running text menampilkan karakter HALO.
Saat dimasukkan karakter OKTY pada pemrograman AVR, running text
menampilkan karakter OKTY. Saat dimasukkan karakter FITRIA pada
pemrograman AVR, running text menampilkan karakter FITRIA. Dan
saat dimasukkan karakter PUTRI pada pemrograman AVR, running text
menampilkan karakter PUTRI.

36
4.3 Pengujian Modul Bluetooth HC-05
Pengujian modul bluetooth HC-05 dilakukan untuk mengetahui
apakah modul bluetooth telah dapat mengirim karakter huruf A sampai
Z dan angka 0 sampai 9 atau tidak. Pengujian dilakukan dengan
menghubungkan aplikasi Android yang telah dibuat dan 8 buah LED
dan resistor yang dihubungkan pada port A0-A7 mikrokontroler.

Gambar 4.3 Pengujian Modul Bluetooth HC-05

Setelah pin TXD modul bluetooth berhasil dihubungkan dengan pin


RXD pada mikrokontroler. Dilakukan pengujian apakah modul
bluetooth telah dapat mengirim karakter ke mikrokontroler. Saat
dimasukkan karakter A pada aplikasi Android, 8 buah LED menyala
dengan urutan 01000001. Saat dimasukkan karakter B pada aplikasi
Android, 8 buah LED menyala dengan urutan 01000010. Hasil
pengujian modul bluetooth dapat dilihat pada tabel 4.2

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Modul Bluetooth


masukan Keluaran Keterangan
A 0100 0001 Sesuai dengan tabel ASCI
B 0100 0010 Sesuai dengan tabel ASCI
C 0100 0011 Sesuai dengan tabel ASCI
D 0100 0100 Sesuai dengan tabel ASCI
E 0100 0101 Sesuai dengan tabel ASCI

37
F 0100 0110 Sesuai dengan tabel ASCI
G 0100 0111 Sesuai dengan tabel ASCI
H 0100 1000 Sesuai dengan tabel ASCI
I 0100 1001 Sesuai dengan tabel ASCI
J 0100 1010 Sesuai dengan tabel ASCI
K 0100 1011 Sesuai dengan tabel ASCI
L 0100 1100 Sesuai dengan tabel ASCI
M 0100 1101 Sesuai dengan tabel ASCI
N 0100 1110 Sesuai dengan tabel ASCI
O 0100 1111 Sesuai dengan tabel ASCI
P 0101 0000 Sesuai dengan tabel ASCI
Q 0101 0001 Sesuai dengan tabel ASCI
R 0101 0010 Sesuai dengan tabel ASCI
S 0101 0011 Sesuai dengan tabel ASCI
T 0101 0100 Sesuai dengan tabel ASCI
U 0101 0101 Sesuai dengan tabel ASCI
V 0101 0110 Sesuai dengan tabel ASCI
W 0101 1001 Sesuai dengan tabel ASCI
X 0101 1000 Sesuai dengan tabel ASCI
Y 0101 1001 Sesuai dengan tabel ASCI
Z 0101 1010 Sesuai dengan tabel ASCI
0 0011 0000 Sesuai dengan tabel ASCI
1 0011 0001 Sesuai dengan tabel ASCI
2 0011 0010 Sesuai dengan tabel ASCI
3 0011 0011 Sesuai dengan tabel ASCI
4 0011 0100 Sesuai dengan tabel ASCI
5 0011 0101 Sesuai dengan tabel ASCI
6 0011 0110 Sesuai dengan tabel ASCI
7 0011 0111 Sesuai dengan tabel ASCI
8 0011 1000 Sesuai dengan tabel ASCI
9 0011 1001 Sesuai dengan tabel ASCI

Hasil pengujian karakter A sampai dengan Z dan karakter 0 sampai


dengan 9 menunjukkan bahwa nyala 8 buah LED sesuai dengan tabel
ascii. Oleh karena itu, modul bluetooth HC-05 yang digunakan telah
dapat mengirim karakter huruf dan angka dengan benar ke
mikrokontroler.

38
4.4 Pengujian Running Text menggunakan Aplikasi Android
Setelah dilakukan pengujian pada masing-masing modul, maka
dilakukan pengujian keduanya. Untuk mengetahui apakah alat bekerja
sesuai yang diharapkan, maka dilakukan pengujian running text melalui
bluetooth menggunakan aplikasi Android yang telah dibuat.
Tabel 4.3 Pengujian Running Text Terkendali Android
Masukkan Keluaran
BISMILLAH BISMILLAH
ALHAMDULILLAH ALHAMDULILLAH
OKTY FITRIA MAHARANI OKTY FITRIA MAHARANI
PUTRI PUTRI
ASSALAMUALAIKUM ASSALAMUALAIKUM
D3 TEKNIK ELEKTRO D3 TEKNIK ELEKTRO
DETEKTRO ITS DETEKTRO ITS
PAK HANNY PAK HANNY
BOEDINUGROHO BOEDINUGROHO
RUNNING TEXT RUNNING TEXT
TERKENDALI ANDROID TERKENDALI ANDROID

Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat yang dibuat telah sesuai


dengan yang diharapkan. Saat dimasukkan kalimat BISMILLAH pada
aplikasi Android, running text menampilkan kalimat BISMILLAH
begitu juga dengan kalimat-kalimat lain sesuai pada tabel 4.3 Karakter
yang ditampilkan pada running text bergerak dari kanan ke kiri. Dan
karakter maksimal yang dapat ditampilkan ke runningtext adalah 43
karakter. Hal tersebut terjadi karena digunakan array sebanyak 300 pada
pemrograman AVR yang digunakan. 300 array tersebut dibagi dengan
jumlah kolom yang digunakan yakni 6 sehingga karakter menjadi 50.
Kemudian digunakan 7 buah spasi agar karakter muncul dari kanan ke
kiri sehingga 50 karakter dikurangkan dengan 7 menghasilkan karakter
maksimal yang dapat ditampilkan ke runningtext sebanyak 43.

4.5 Pengujian Jangkauan Modul Bluetooth HC-05


Pengujian ini dilakukan dengan cara melakukan pengukuran
jangkauan bluetooth dengan penghalang dan tanpa penghalang.
Pengukuran jangkauan bluetooth dengan penghalang dilakukan dengan
menempatkan running text pada suatu ruangan, dan pengguna aplikasi
Android berada di luar ruangan tersebut atau sebaliknya. Sedangkan

39
pengukuran jangkauan Bluetooth tanpa penghalang dilakukan pada satu
ruangan yang sama. Uji modul ini dilakukan dengan cara
menghubungkan Bluetooth ke smartphone melalui aplikasi Android
yang telah dibuat. Jika Bluetooth terhubung, maka Bluetooth akan
memberikan statusnya di aplikasi Android connect. Jika Bluetooth
tidak terhubung karena di luar jangkauan, maka ketika ditekan tombol
koneksi, Bluetooth akan menampilkan tulisan Error pada aplikasi
Android. Hasil pengukuran jangkauan Bluetooth tanpa penghalang dan
dengan penghalang dibandingkan pada Tabel 4.4 dan 4.5. Tujuan dari
pengujian jangkauan Bluetooth adalah untuk mengetahui jarak maksimal
yang dapat digunakan antara aplikasi Android pada smartphone
pengendali dengan prototipe running text agar tetap terhubung.
Tabel 4.4 Pengujian Jarak Jangkauan Bluetooth HC-05 Tanpa Penghalang

Jarak Status Kondisi Buzzer


(meter) Bluetooth
5 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
10 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
15 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
20 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
25 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
30 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
35 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
40 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
45 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
50 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
55 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
60 Terhubung Tanpa Penghalang Bunyi
>60 Tidak Tanpa Penghalang Tidak Bunyi
Terhubung

40
Tabel 4.5 Pengujian Jarak Jangkauan Bluetooth HC-05 dengan
Penghalang

Jarak Status Kondisi Buzzer


(meter) Bluetooth
1 Terhubung Dengan Penghalang Bunyi
5 Terhubung Dengan Penghalang Bunyi
10 Terhubung Dengan Penghalang Bunyi
15 Terhubung Dengan Penghalang Bunyi
>15 Tidak Dengan Penghalang Tidak Bunyi
Terhubung

Hasil pengujian menunjukkan jarak maksimal jangkauan bluetooth tanpa


penghalang adalah 60 meter dengan kondisi buzzer masih bunyi dan
jarak maksimal jangkauan bluetooth dengan penghalang hanya 15meter
saja dengan kondisi buzzer bunyi.

4.6 Pengujian Perangkat Lunak


Untuk mengetahui apakah aplikasi Android yang dibuat telah
sesuai atau tidak, maka dilakukan pengujian perangkat lunak. Pengujian
dilakukan dengan cara menekan tombol start terlebih dahulu untuk
memulai program, kemudian menghubungkan Bluetooth pada
smartphone Android. Kemudian menekan tombol-tombol pada interface
Android seperti pada gambar 4.4 dan 4.5
Ketika tombol start ditekan, maka akan muncul halaman kedua
aplikasi Android yang berisi tombol koneksi bluetooth, tombol send
untuk memasukkan kalimat running text, dan tombol on off digunakan
untuk menyalakan dan mematikan buzzer. Saat tombol simbol bluetooth
ditekan, maka akan muncul list Bluetooth yang terbaca pada
smartphone. Kemudian dipilih alamat Bluetooth yang digunakan, yaitu
dengan nama Running Text Android seperti yang ditunjukkan pada
gambar 4.6. Jika berhasil dikoneksikan, maka status connect akan
muncul pada layar interface Android. Namun jika bluetooth tidak
dikoneksikan terlebih dahulu dan langsung menekan tombol send atau
on off maka terdapat pemberitahuan eror dan interface Android akan
muncul status disconnect seperti pada Gambar 4.7. Setelah berhasil
dikoneksikan, maka aplikasi Running Text Android telah dapat

41
dijalankan. Terdapat text box berwarna putih yang digunakan untuk
memasukkan kata atau kalimat yang akan dikirim ke prototipe running
text setelah menekan tombol send.

Gambar 4.4 Halaman Pertama Aplikasi Android

Gambar 4.5 Halaman Kedua Aplikasi Android

42
Gambar 4.6 Nama Alamat Bluetooth dan Koneksi Error

Gambar 4.7 Status Connect dan Disconnect Bluetooth

43
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

44
5 BAB V PENUTUP
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari pembuatan alat Running Text Terkendali Android
yang dikendalikan menggunakan smartphone via Bluetooth yaitu
diantaranya:
a. Running Text Terkendali Android dapat dikontrol
menggunakan smartphone Android dengan jarak kurang lebih
hingga 60 meter tanpa penghalang dan 15 meter dengan
penghalang.
b. Penggunaan IC shift register 74LS164 harus menggunakan satu
merk IC yang sama karena mempengaruhi warna kecerahan
led.
c. Dengan struktur program yang sama, penggunaan Software
AVR Studio lebih menghemat memori daripada CodeVision
AVR.
d. Pengaturan fuse bit pada ATmega16 dapat mempengaruhi
kelakuan port D yaitu beberapa pin pada port D mengalami
gangguan seperti pada program yang seharusnya melakukan
blink, namun pada kenyataannya port D tersebut aktif dan tidak
melakukan blink.

5.2 Saran
Saran untuk pembuatan running text terkendali Android ini yaitu
a. Dapat digunakan modul wifi untuk jarak jangkauan yang lebih
jauh.
b. Untuk menghemat memori sebaiknya digunakan compiler
AVR Studio.
c. Dapat digunakan led matrix berwarna-warni, tidak hanya
berwarna merah saja.
d. Dapat ditambahkan animasi yang bervariasi seperti
memunculkan huruf atau angka dari samping kanan kiri ke
tengah.

45
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

46
6 DAFTAR PUSTAKA

[1] Samijayani, Octarina Nur., Rahsanjani, dan Iftikhar, Fadjar.,


2014. Perancangan Sistem Penulisan Text pada Running Text
Menggunakan SMS, Jakarta: Universitas Al Azhar Indonesia.
[2] D. Apdilah dan Lukman Hakim, Running Text dengan
Mikrokontroler AT89S51.
[3] Hapsari, Noviyanti Tri. 2012. Perencanaan Sistem Kendali
Jarak Jauh Peralatan Listrik Rumah Tangga Dengan Kontrol
Wireless Pada Orange House Menggunakan Mobile Application
Berbasis Android. Bandung : Institut Teknologi Telkom.
[4] Rahmiati, Pauline., Firdaus, Ginanjar., dan Fathorrahman,
Nugraha., 2014. Implementasi Sistem Bluetooth menggunakan
Android dan Arduino untuk Kendali Peralatan Elektronik,
Bandung: Institut Teknologi Nasional Bandung.
[5] Sulistyo, Ady Bangun., Rahsanjani, dan Iftikhar, Fadjar., 2014.
Rancang Kendali Papan Display Led Matrix Berbasis Arduino
Menggunakan Android, Surakarta: Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
[6] Syahrul. Pemrograman Mikrokontroler AVR Bahasa Assembly
dan C. Bandung: Informatika Bandung. 2014.
[7] _______, "App Inventor 2
https://id.wikipedia.org/wiki/App_Inventor (diakses pada tanggal
28 Oktober 2016).
[8] Winoto, Ardi. 2010. Mikrokontroler AVR ATmega8/32/18/8535
dan Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WinAVR. Penerbit
: Informatika. Bandung.

47
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

48
7 LAMPIRAN A
LISTING PROGRAM

A.1. Listing Program Running Text Terkendali Android


#include <stdlib.h>
#include <avr/io.h>
#include <util/delay.h>
#include <avr/interrupt.h>

#define F_CPU 16000000UL


#define BAUD 9600
#define BAUDRATE ((F_CPU)/(BAUD*16UL)-1)

#define data_hi PORTD|=(1<<PD2)


#define data_lo PORTD&=~(1<<PD2)

int j,waktu,k,z;
int jmlhdt;
unsigned char col,h;
unsigned char temp[300];
unsigned char data[222]=
{
0x7E, 0x11, 0x11, 0x11, 0x7E, 0x00, // A
0x7F, 0x49, 0x49, 0x49, 0x36, 0x00, // B
0x3E, 0x41, 0x41, 0x41, 0x22, 0x00, // C
0x7F, 0x41, 0x41, 0x22, 0x1C, 0x00, // D
0x7F, 0x49, 0x49, 0x49, 0x41, 0x00, // E
0x7F, 0x09, 0x09, 0x09, 0x01, 0x00, // F
0x3E, 0x41, 0x49, 0x49, 0x7A, 0x00, // G
0x7F, 0x08, 0x08, 0x08, 0x7F, 0x00, // H
0x00, 0x41, 0x7F, 0x41, 0x00, 0x00, // I
0x20, 0x40, 0x41, 0x3F, 0x01, 0x00, // J
0x7F, 0x08, 0x14, 0x22, 0x41, 0x00, // K
0x7F, 0x40, 0x40, 0x40, 0x40, 0x00, // L
0x7F, 0x02, 0x0C, 0x02, 0x7F, 0x00, // M
0x7F, 0x04, 0x08, 0x10, 0x7F, 0x00, // N
0x3E, 0x41, 0x41, 0x41, 0x3E, 0x00, // O
0x7F, 0x09, 0x09, 0x09, 0x06, 0x00, // P

49
0x3E, 0x41, 0x51, 0x21, 0x5E, 0x00, // Q
0x7F, 0x09, 0x19, 0x29, 0x46, 0x00, // R
0x46, 0x49, 0x49, 0x49, 0x31, 0x00, // S
0x01, 0x01, 0x7F, 0x01, 0x01, 0x00, // T
0x3F, 0x40, 0x40, 0x40, 0x3F, 0x00, // U
0x1F, 0x20, 0x40, 0x20, 0x1F, 0x00, // V
0x3F, 0x40, 0x38, 0x40, 0x3F, 0x00, // W
0x63, 0x14, 0x08, 0x14, 0x63, 0x00, // X
0x07, 0x08, 0x70, 0x08, 0x07, 0x00, // Y
0x61, 0x51, 0x49, 0x45, 0x43, 0x00, // Z
0x3E, 0x51, 0x49, 0x45, 0x3E, 0x00, // 0
0x00, 0x42, 0x7F, 0x40, 0x00, 0x00, // 1
0x42, 0x61, 0x51, 0x49, 0x46, 0x00, // 2
0x21, 0x41, 0x45, 0x4B, 0x31, 0x00, // 3
0x18, 0x14, 0x12, 0x7F, 0x10, 0x00, // 4
0x27, 0x45, 0x45, 0x45, 0x39, 0x00, // 5
0x3C, 0x4A, 0x49, 0x49, 0x30, 0x00, // 6
0x01, 0x71, 0x09, 0x05, 0x03, 0x00, // 7
0x36, 0x49, 0x49, 0x49, 0x36, 0x00, // 8
0x06, 0x49, 0x49, 0x29, 0x1E, 0x00, // 9
0x00, 0x00, 0x00, 0x00, 0x00, 0x00, //
};
volatile unsigned char RxBuff[200];
volatile unsigned char kalimat[200];
volatile int RxComplete, index;

void init_uart()
{
UBRRH = (BAUDRATE>>8);
UBRRL = BAUDRATE;
UCSRB|= (1<<TXEN)|(1<<RXEN)|(1 << RXCIE );
UCSRC|= (1<<URSEL)|(1<<UCSZ0)|(1<<UCSZ1);
}

void uart_putc(const uint8_t c)


{
while (!(UCSRA & (1<<UDRE)));
UDR = c; // mengirim karakter
}

50
void uart_puts (const char *s)
{
do uart_putc (*s);
while (*s++);
}

void uart_puti(const uint16_t var)


{
char cache[7];
uart_puts(utoa(var, cache, 10));
}

void clock()
{
PORTD |= (1<<PD3);
PORTD &= ~(1<<PD3);
}

ISR(USART_RXC_vect)
{
char c = UDR;

if(c == '#' || c == '\r')


{
//uart_puts(RxBuff);
//uart_puts("\n\r");
for(int i=0; i<100; i++) kalimat[i] = '\0';
strcpy(kalimat, RxBuff);
for(int i=0; i<100; i++) RxBuff[i] = '\0';
index = 0;

scanHuruf();
}
else if(c == '@')
{
PORTD |= (1<<PD4);
for(int i=0; i<100; i++) RxBuff[i] = '\0';
index = 0;

51
}
else if(c == '&')
{
PORTD &= ~(1<<PD4);
for(int i=0; i<100; i++) RxBuff[i] = '\0';
index = 0;
}
else if(RxComplete == 0)
{
RxBuff[index] = c;
index++;
}
}

void scanHuruf()
{
//uart_puts(kalimat);
//uart_puts("\n\r");

j = 0;
for(int x=0; x<300; x++) temp[x] = 0;

for(h=0; h<strlen(kalimat); h++)


{
int i = kalimat[h];
if(i==32) k=216;
else if(i>57) k=(i-65)*6;
else k=(i-47)*6+150;

for(z=k; z<k+6; z++)


{
temp[j]=data[z];
j++;
}
}
}

int main()
{

52
DDRA=0xff;
DDRC=0xff;
DDRD=0xff;
PORTA=0x00;
PORTC=0x00;
PORTD=0x00;

init_uart();
sei();

for(int i=0; i<100; i++) kalimat[i] = '\0';


scanHuruf();

while(1)
{
jmlhdt = strlen(kalimat)*6-1;
z = temp[0];

for(int i=0; i<jmlhdt; i++) temp[i] = temp[i+1];


temp[jmlhdt] = z;

for(waktu=0; waktu<5; waktu++)


{
data_hi;
clock();
PORTA = temp[0];
_delay_us(500);
PORTA=0x00;

for (col=0; col<40; col++)


{
data_lo;
clock();
PORTA=temp[col];
_delay_us(500);
PORTA=0x00;
}
}
}

53
}

A.2. Listing Program App Inventor2

54
A.3. Tabel Kode Ascii yang Digunakan pada Pembuatan Tugas
Akhir
Karakter Des Biner Karakter Des Biner
A 65 0100 0001 0 48 0011 0000
B 66 0100 0010 1 49 0011 0001
C 67 0100 0011 2 50 0011 0010
D 68 0100 0100 3 51 0011 0011
E 69 0100 0101 4 52 0011 0100
F 70 0100 0110 5 53 0011 0101
G 71 0100 0111 6 54 0011 0110
H 72 0100 1000 7 55 0011 0111
I 73 0100 1001 8 56 0011 1000
J 74 0100 1010 9 57 0011 1001
K 75 0100 1011 spasi 32 0010 0000
L 76 0100 1100
M 77 0100 1101
N 78 0100 1110
O 79 0100 1111
P 80 0101 0000
Q 81 0101 0001
R 82 0101 0010
S 83 0101 0011
T 84 0101 0100
U 85 0101 0101
V 86 0101 0110
W 87 0101 0111
X 88 0101 1000
Y 89 0101 1001
Z 90 0101 1010

55
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

56
8 LAMPIRAN B
DATASHEET

B.1. 74LS164

57
58
59
B.2. ULN 2803

60
61
62
63
B.3. Bluetooth HC-05

64
65
66
9 LAMPIRAN C
BENTUK ALAT

C.1. Perangkat Rangkaian IC Shift Register 74LS164, Rangkaian


ULN 2803, dan Rangkaian Minimum Sistem ATmega16

C.2. Penggabungan Rangkaian Led Matrix

C.3. Running Text Terkendali Android Tampak Depan

C.4. Running Text Terkendali Android Tampak Belakang

67
-----Halaman ini sengaja dikosongkan-----

68
10 RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nama : Okty Fitria Maharani Putri
TTL : Surabaya, 5 Oktober 1994
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Wonorejo Asri XII/21
Rungkut, Surabaya
Telp : 089530574144
E-mail : oktyfitria@yahoo.com

RIWAYAT PENDIDIKAN
1. 2001-2007 : SDN Wonorejo 274 Surabaya
2. 2007-2010 : SMPN 6 Surabaya
3. 2010-2013 : SMAN 15 Surabaya
4. 2013-2017 : D3 Teknik Elektro, Program Studi Teknik
Elektro Komputer Kontrol FTI Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS)

PENGALAMAN KERJA
1. Kerja Praktek di PT. PLN (Persero) APJ Surabaya Utara

PENGALAMAN BERORGANISASI
1. Staff Kewirausahaan (KWU), Periode 2014/2015
HIMAD3TEKTRO, FTI ITS
2. Staff Sie Dekorasi Industrial Automation and Robotic Competition
2015

69