Anda di halaman 1dari 4

Nama :Desmila Alfiani

NPM : 140210150046

TUGAS MANAJEMEN
Dalam sebuah himpunan di dalamnya pasti terdapat fungsi manajemen. Begitu juga pada
jurusan Kimia Fakultas MIPA, himpunan mahasiswa kimia memiliki fungsi manajemen yaitu
fungsi manajemen yang sesuai menurut Luther M. Gulick diantaranya :

1. Perencanaan (planning)
2. Mengorganisir (organizing)
3. Pengadaan Tenaga Kerja (staffing)
4. Mengarahakan (directing)
5. Mengkoordinasikan)
6. Melaporkan (reporting)
7. Menyususn Anggaran (Budgeting)

Berikut penjelasannya :

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan (planning) adalah tindakan memilih dan menetapkan segala aktifitas dan
sumberdaya yang akan dilaksanakan dan digunakan di masa yang akan datang untuk mencapai
tujuan tertentu. Perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan di
masa depan, bagaimana melakukannya, dan apa yang harus disediakan untuk melaksanakan
aktivitas tersebut untuk mencapai tujuan secar maksimal.
Pada HIMAKA perencanaan selalu dilakukan untuk memudahkan menentukan suatu cara
bertindak yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Himaka selalu membuat
perencaanaan awal untuk proker-proker apa saja yang akan dijalankan kedepannya dengan
menyesuaikan pada masing-masing tujuan program kerja itu sendiri. Contohnya pada bagian BE
maupun BPA, masing masing badan tersebut selalu melakukan perencanaan awal pada setiap
program kerja yang akan dijalankan. Hal ini dimaksudkan agar setiap program kerja yang telah
di rencanakan sebelumnya dapat dijalankan dengan baik untuk kedepannya dan mencapai tujuan
yang sesuai keinginan
2. Mengorganisir (organizing)
Pengoganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat
dalam kerja sama di suatu institusi. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan
melaksanakan tugas sesuai prinsip pengorganisasian. Sehingga pengorganisasian dapat disebut
sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang serta mengalokasikannya sarana dan prasarana
untuk memunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi dan mengatur mekanisme kerjanya
sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan. berarti memobilisasi sumber daya manusia dan
sumber daya alam dari organisasi untuk mewujudkan rencana menjadi suatu hasil.
Diantara proker yang telah direncanakan pada HIMAKA masing masing program kerja
tersebut mampu mengorganisir menjadi tiap tiap organisasi yang meliputi divisi divisi yang
mampu menjamin pencapaian tujuan tersebut. diantaranya pada Badan Eksekutif Himaka
meliputi bagian bagian departemen seperti departemen kewirausahaan, departemen social,
departemen minat dan bakat, departemen keilmuwan, dll. Dimana masing-masing departemen
tersebut memiliki divisi nya masing-masing divisi tersebut disusun untuk pencapaian tujuan
bersama yang telah direncanakan diawal.
3. Pengadaan Tenaga Kerja (staffing)
berarti mengisi lowongan yang tersedia dan menjaganya supaya senantiasa diisi oleh orang-
orang yang tepat. Dalam himaka pada masing-masing departemen tersebut memilki program
kerja yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan. Program kerja tersebut pada masing-masing
departemen memilki program kerja yang berbeda-beda misalnya saja pada departemen
keilmuwan yang memilki program kerja seperti adanya kepanitiaan CFD, ataupun deparetemen
kerohanian yang memilki program kerja sepertikepantiaan SDI ataupun departemen organisasi
yang memiliki program kerja seperti Mabim. Dimana masing-masing kepanitiaan yang berbeda
tersebutu memerlukan sumber daya guna menjalankan agar terwujudnya tujuan bersama yang
ingin dicapai sehingga staffing perlu dilakukan. Masing-masing kepanitiaan tersebut memilki
staffing yang berbeda beda sesuai kebutuhan. Pembagian divisi tersebut disesuaikan dengan
perencaanaan awal. Contohnya pada kepanitiaan CFD divisi-divis ini diperlukan dalam jumlah
sumber daya yang banyak karena kepanitiaan ini meliptui kepanitiaan besar. Dimana pembagian
divisi ini berbeda dengan pembagian divisi pada kepanitiaan mabim dan juga sebaliknya.
4. Mengarahkan (directing)
Pengarahan adalah penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para
petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat
berjalan dengan lancar, dengan pengarahan staff yang telah diangkat dan dipercayakan
melaksanakan tugas di bidangnya masing-masing tidak menyimpang dari garis program yang
telah ditentukan.
Pengarahan (orientasi) meliputi mengenalkan pegawai baru kepada perusahaan,
fungsinya, tugasnya, dan orang-orangnya. Perusahaan besar biasanya mempunyai program
pengarahan yang formal yang menerangkan hal-hal ini: sejarah, produk dan jasa, kebijaksanaan
umum, organisasi (divisi, departemen, dan lokasi), tunjangan (asuransi, pension, cuti),
persyaratan kerahasiaan dalam kontrak pertahanan, dan peraturan keamanan ,dan lain-lain.
Dalam pelaksanaannya pengarahan ini seringkali dilakukan bersamaan dengan
controlling sambil mengawasi, manajer sering kali memberi petunjuk atau bimbingan bagaimana
seharusnya pekerjaan dikerjakan. Jika pengarahan yang disampaikan manajer sesuai dengan
kemauan dan kemampuan dari staf, maka staf pun akan termotivasi untuk memberdayakan
potensinya dalam melaksanakan kegiatannya.
Dalam hal tersebut directing dilakukan guna memepmudah dalam setiap pekerjaan yang
dilakukan pada masing-masing divisi. Pembagian tersebut telah dilakukan dimana terdapat
panitia inti dan staf staff yang akan membantu jalannya kepanitiaan tersebut dimana ketua dan
wakit ketua dipilijh guna mengarahkan kewajiban pada masing masing staff perdivisi. Dimana
masing masing staff akan bertanggung jawab pada coordinator divisinnya dan coordinator
divisinya bertanggung jawab pada pada ketua. Yang nantinya ketua ini akan mengarahkan setiap
pekerjaan ataupun kewajiban pada masing-masing divisi. Contohnya pada kepanitiaan mabim
dimana sebelumnya telah dipilih ketua mabim guna mengarahkan pembagian tugas pada masing-
masing staff yang antinya staff tersebut bekerja dibawah arahan ketua. Dimana ketua tersebut
pula bertanggung jawab kepada department penanggung jawab pada kepanitaan mabim tersebut.
5. Mengkoordinasikan
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan satu dari beberapa fungsi manajemen
untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan
sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Koordinasi
adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang
cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan
yang semestinya di antara para anggota itu sendiri.
Pengkoordinating merupakan suatu aktivitas manajer membawa orang-orang yang
terlibat organisasi ke dalam suasana kerja sama yang harmonis. Dengan adanya pengoordinasian
dapat dihindari kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan kesimpangsiuran di
dalam bertindak antara orang-orang yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam hal tersebut hampir serupa dengan directing yaitu gunanya untuk mengkoordinir.
Ketua mampu mengkoordinir masing-masing bawahan yaitu memantau setiap pekerjaan yang
dilakukan pada masing-masing staff agar pekerjaan tersebut sesuai dengan apa yang ingin
dicapai.misalnya saja yaitu tugas untuk ketua pada kepanitiaan mabim yaitu mampu
mengkoordinir masing-masinng divisinya mampu memenuhi target yang direncanakan diawal
guna memenuhi standar tujuan yang ingin dicapai menanamkan rasa berdedikasi pada mahasiswa
barunya.
6. Melaporkan (reporting)
Dari setiap kepanitiaan yang dijalankan oleh masing-masing divisi dipegang oleh satu
orang penanggung jawab dari setiap department yang ada misalnya saja kepanitiaan mabim yang
di tanggung jawabkan olh sa;ah satu orang pada departemen organisasi pada badan eksekutif.
Dimana satu orang penanggunng jawab tersebut wajib melaporkan hasil kerja selama setahun
berlangsung dan bertanggung jawab atas suatu pekerjaan dari setiap divisi divisi pada kepanitiaan
yang dipegang. Apakah program krja yang telah direncanakan diawal sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai atau tidak sesuai.
7. Menyusun anggaran (Budgeting)

Fungsi manajemen berupa pengikhtisaran sistem anggaran keuangan. Baik itu sistem
keuangan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Penganggaran adalah fungsi yang
berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan fiskal dan akuntansi. Sesuatu
anggaran, baik APBN maupun APBD, menunjukkan dua hal: pertama sebagai satu pernyataan
fiskal dan kedua sebagai suatu mekanisme. APBN merupakan kependekan dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara. APBN adalah anggaran pendapatan dan belanja negara
Republik Indonesia setiap tahun yang telah disetujui oleh anggota DPR (Dewan perwakilan
Rakyat).
APBD merupakan kependekan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. APBD adalah
anggaran pendapatan dan belanja daerah setiap tahun yang telah disetujui oleh anggota DPRD
(Dewan perwakilan Rakyat Daerah).

Dalam hal ini himaka selain melaporkan proses bekerja selama satu tahun kerja juga masing
masingnya wajib menuliskan anggaran yang dikeluarkan selama satu tahun kerja. Gunanya ingin
memantau apa saja yang telah dipakai sesuai dengan budget anggaran yang telah direncanakan
sebelumnya. Maka dari itu perencanaan dan pelaporan akhir wajib dilakukan dan HImaka telah
melakkukan semua itu guna untuk mencapai keberhasilan tujuan bersama.