Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini mampu menampilkan
sejumlah perubahan di berbagai sisi kehidupan manusia. Berbagai kemajuan pun terjadi
dalam aspek-aspek yang menjadi kebutuhan pokok manusia dan membawa banyak tuntutan
yang harus dipenuhi oleh manusia sebagai pelaku utama dalam pembangunan. Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi perubahan sikap dan mental manusia
sebagai anggota dari suatu kelompok masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan situasi
zaman. Perkembangan teknologi modern telah mengubah pola produksi yang semula bersifat
agraris dan substansi menjadi industrial dan komersial. Akibatnya menimbulkan apa yang
sekarang kita kenal dengan globalisasi. Perkembangan semacam ini berpengaruh besar dalam
perubahan mental, cultural, dan hubungan sosial.
Perubahan zaman ini menjadi menakutkan terutama bagi mereka yang mempunyai
kepedulian yang mendalam mengenai arah perjalanan sejarah manusia dan tujuan akhirnya
suasana ketakutan ini meliputi berbagai aspek penting dalam kehidupan terutama kehidupan
agama.
Dalam perkembangan teknologi sebenarnya berpengaruh besar pada agama, terutama
pada penyebarannya, di zaman ini sudah jarang orang-orang membaca kitab atau pergi ke
gereja. Mereka lebih disibukkan oleh pekerjaan mereka dan perkembangan teknologi yang
sedang meriah-meriahnya. Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi para pemuka agama,
sehingga muncullah suatu kesimpulan bahwa agama pun harus mengikuti perkembangan
iptek.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pandangan Iman terhadap IPTEK?
2. Bagaimana Peran Agama terhadap IPTEK?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pandangan Iman terhadap IPTEK.
2. Mengetahui peran agama terhadap IPTEK

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Iman Dalam Teknologi

Di tengah perkembangan dunia yang semakin global dan sekunder, persoalan agama
dan penghayatan iman digugat maknanya. Sebagaimana iman yang dimaksud oleh P.
Ricouer masih dalam taraf perwujudan mengganti eksistensi agama. Dalam pengertian
agama dalam teknologi, perubahan yang terjadi pada zaman ini sungguh banyak dan meluas
dan meliputi seluruh dunia. Perubahan yang paling mudah terlihat adalah perubahan
teknologi, yang akhirnya berdampak pula pada perubahan agama kita.
Para penganut agama menyadari bahwa perubahan tersebut pastilah akan berdampak
besar pada pemikiran agama di zaman ini dan harus berusaha mempertanggungjawabkan
dasar penghayatan religiusnya. Hal ini tentu saja menjadi tantangan dalam menghadapi
perubahan tersebut. Akan tetapi tak semua orang akan memperjuangkan agamanya, bagi
orang yang merasa terlindungi atau punya kekuasaan, mereka cenderung menghindari
masalah dan ingin lepas dari pertanggungjawaban religius tersebut. Sementara itu ada pula
yang merasa takut akan perubahan zaman dan mencari-cari agama sebagai tempat berlindung,
sehingga agama hanya digunakan sebagai tempat untuk menghindari masalah, bukan dihayati
sepenuhnya.
Dalam hubungan agama dengan teknologi sendiri, cukup berpengaruh dalam
kehidupan sehari-hari. Ketika orang-orang sudah mulai terlalu bergantung pada teknologi dan
menjadi takut akan teknologi, mereka mulai meninggalkan agama, hal ini di tanggapi oleh
para pemuka agama dan mereka mengambil beberapa tindakan, contohnya proses penyebaran
agama yang bisa menggunakan iptek, sehingga diharapkan orang-orang menjadi tertarik dan
dapat tetap mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan agama.

B. Pandangan Iman terhadap IPTEK

Sekarang ini kita berada dalam zaman dimana sering terjadi perjumpaan antar agama
dan budaya yang berbeda sementara itu penghayatan agama pun semakin personal dan
eksistensial. Setiap orang merasa bertanggungjawab atas agama yang dianutnya sendiri.
Lebih lanjut masyarakat dewasa ini dikondisikan oleh apa yang kita kenal sebagai budaya
global.Situasi ini menjadikan masyarakat menjadi semakin terbuka pada keyakinan-
keyakinan lain.

2
Sehingga mereka menjadi terbagi mereka yang terpengaruh oleh perkembangan dan
keyakinan teknologi dan mereka yang tetap berpegang pada keyakinan agama mereka
masing-masing. Bila kita lihat pada kenyataanya, perkembangan teknologi akan membawa
kesejahteraan bagi umat manusia, hal itu tak dapat dipungkiri lagi. Namun ada masyarakat
yang menentang mempelajari , memahami dan menggunakan teknologi, apalagi memajukan
teknologi itu sendiri. Di sisi lain, bagi masyarakat yang mendukung, agama dipandang
sebagai penghambat kemajuan teknologi karena dianggap mempercayai sesuatu yang tidak
masuk akal. Sehingga terjadilah perselisihan dan ketegangan antara teknologi dan iman.
Mengapa?
Mari kita pahami mengapa beberapa orang mengatakan bahwa iman tak dapat
menerima teknologi. Menurut mereka teknologi merupakan hasil nalar atau akal budi
manusia, sehingga itu dianggap bertentangan dengan iman.
Teknologi dapat menjadi berhala, karena dapat menjelaskan segala perkara, masalah
hidup dan memenuhi harapan manusia. Sehingga teknologi dijadikan dewa dan manusia tidak
memerlukan Tuhan. Kemudian menciptakan keadaan yang tak bernorma. Dengan kehadiran
teknologi audio dan visual seperti alat-alat elektronik, menyebabkan penyebaran hiburan-
hiburan yang tak bermoral dan merusak iman manusia. Lain dari itu teknologi juga digunakan
untuk menciptakan alat-alat yang bertujuan untuk menghancurkan satu sama lain, sebagai
contoh, persenjataan dan bom nuklir. Dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa teknologi
membawa dampak negatif pada manusia. Namun bukan berarti teknologi tidak mempunyai
sisi positif yang seimbang. Pertanyaannya adalah, untuk apakah teknologi tersebut
digunakan.

C. Kedudukan Agama dan Teknologi pada Manusia Zaman Sekarang

Kalau tantangan pertama adalah pluralisme dan tantangan kedua adalah sekularisme,
maka tantangan ketiga dalam hidup keagamaan di zaman ini adalah individualisme.
Kemajuan teknologi saat ini tidak hanya merambah ke struktur kehidupan dari kebersamaan
menjadi individualis. Sebetulnya mentalitas hidup yang disebut individualisme sudah muncul
sejak zaman pencerahan (aufklarung), dengan semboyannya:Beranilah berpikir sendiri! (
sapere aude!).2
Namun perubahan ini juga merombak konsep manusia itu sendiri (manusia diperbudak
oleh teknologi). Perombakan itu juga mengakibatkan renggangnya hubungan manusia dengan
Tuhan, perubahan ini juga merubah cara pandang manusia terhadap agama. Sehingga agama

3
bukan lagi menjadi pedoman ataupun penerang dan penentram jiwa, melainkan hanya sebagai
pelengkap atau formalitas saja.
Akibat kondisi tersebut, maka timbullah asumsi bahwa agama perlu mengikuti
perkembangan kemajuan teknologi dari masa ke masa. Namun proses ini tidaklah berjalan
dengan baik, meskipun mengikuti proses berjalannya teknologi, banyak masalah yang terjadi.

D. Peran agama dalam IPTEK


1. Peran Perubahan. Artinya ajaran-ajaran agama dapat merubah umatnya kearah yang
lebih baik. Dampak dari perubahan tersebut diharapkan mampu dirasakan oleh
masyarakat luas. Agama harus membuka peluang agar umat dengan keputusan sendiri
melakukan perubahan sekaligus mengubah masyarakat. Walaupun demikian, agama
tidak boleh salah kaprah menilai bahwa semua hal dalam masyarakat [misalnya unsur-
unsur budaya, tatanan dan interaksi sosial, cara hidup warisan nenek moyang, dan lain-
lain] sebagai kebiasaan lama yang harus dirubah karena tidak sesuai dengan ajaran
agama. Jika agama menemukan hal-hal dalam masyarakat yang mungkin saja
bertantangan dengan ajaran keagamaan, maka tidak perlu melakukan pemaksaan agar
meninggalkannya. Agama hanya memberikan pertimbangan agar umat dengan suka rela
meninggalkan hal-hal tersebut.
2. Peran Perubahan Pribadi Manusia. Alasan-alasan positif seseorang menjadi umat
beragama, antara lain agar memperoleh kepastian keselamatan, mengingatkan dirinya
sendiri bahwa TUHAN yang menciptakan serta mengatur segala sesuatu termasuk hidup
dan kehidupan. Kesadaran adanya TUHAN. Pada hakekatnya, perubahan diri seseorang
ketika ia menjadi umat beragama yang setia dan taat, menyangkut tiga hal penting, yaitu
iman, pengharapan, dan cinta kasih.
3. Peran Edukasi. Edukasi dimaksud menyangkut pembinaan, pendidikan, pengajaran
dalam arti seluas-luasnya. Memang agama lebih banyak berperan bimbingan spiritual
atau rohanian, akan tetapi tidak boleh berhenti sampai di situ. Agama juga bisa berperan
untuk mengembangkan ilmu dan teknologi yang berguna untuk kesejahteraan umat
manusia. Peran edukasi pada agama-agama dapat menghasilkan umat taat dan tunduk
kepada TUHAN, ditandai dengan tampilan diri yang baik dalam hidup dan kehidupan
setiap hari. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan, melalui edukasi, agama
dapat berperan untuk membangun peradaban baru. Melalui peran edukasi tersebutlah,
agama-agama membangun atau mendirikan institusi pendidikan mulai tingkat rendah

4
sampai tinggi, dengan alasan utama yaitu membentuk sumber daya insani yang
berkualitas serta mampu berperan pada berbagai aspek hidup dan kehidupan.
4. Peran Persatuan dalam Masyarakat. Hampir semua aspek yang membedakan manusia,
umumnya, sebagai akar perbedaan. Adanya perbedaan ajaran agama-agama dapat
menjadi [di sana-sini] konflik diam antar umat beragama; silent conflict, konflik tertutup
tapi dampaknya sangat terasa, maupun yang terbuka. Konflik yang diam, sangat mudah
meledak menjadi kerusuhan sosial-rasial. Secara langsung maupun tidak, konflik telah
menyebabkan permusuhan yang diam antar umat beragama di luar wilayah konflik.
Akibatnya, masyarakat menjadi terpecah walaupun mereka tidak terlibat secara langsung
dalam konflik umat beragama. Sikon seperti itu hanya bisa diperbaiki jika agama
berperan sebagi pelopor persatuan masyarakat. Ini berarti, agama harus berperan sebagai
alat untuk membangun hubungan baik antar manusia. Manusia yang berbeda agama
bukan merupakan ancaman melainkan saudara. Peran sebagai alat pemersatu masyarakat
harus dimulai dari pribadi-pribadi yang terbuka, toleran, berwawasan luas, serta
mempunyai kemampunan untuk melihat perbedaan sebagai kesejajaran dan kesamaan
untuk membangun dan menuju kemajuan. Pada masyarakat yang sederhana dan
pendidikannya kurang memadai, serta mempunyai wawasan sempit, jika menerima
khotbah-khotbah dan ajaran-ajaran yang selalu menyatakan perbedaan, maka dengan
sendirinya akan membangun pemisahan berdasarkan agama. Oleh sebab itu, agama-
agama, terutama para pemimpin atau tokoh-tokoh keagamaan, perlu memperlihatkan
serta menonjolkan peran persatuan dalam masyarakat.

E. Hubungan Timbal Balik antara Iman dengan IPTEK


Teknologi dapat bertentangan dengan iman, sebagai contohnya:
IPTEK dapat menjadi berhala karena dapat menjelaskan segala perkara, masalah hidup
dan memenuhi harapan manusia. Maka IPTEK dijadikan dewa dan manusia tidak
memerlukan Tuhan. Sebagai contoh : manusia yang mulai melupakan Tuhan , yang tidak
beribadah pada hari Minggu namun melakukan pekerjaannya, serta bepergian dan
rekreasi disuatu tempat, hal ini disebabkan oleh pengaruh teknologi yang canggih
tersebut sehingga orang orang lebih mementingkan dunianya dibanding Tuhan.
Menciptakaan keadaan tak bernorma. Ini telah terbukti dimana teknologi audio dan
visual seperti alat-alat elektronik, telah menciptakan dunia hiburan yang tak bermoral.
Teknologi termasuk alat bukan tujuan, Contoh yang jelas adalah perkembangan teknik
nuklir. Penemuan tenaga atom adalah suatu penemuan yang hebat. Sama pentingnya

5
dengan penemuan api oleh manusia purba. Tetapi jika di dalam penggunaan tenaga
nuklir itu kita tidak bertanya, Untuk apa tenaga itu akan kita pergunakan? maka tenaga
nuklir itu akan menjadi alat yang dipergunakan manusia untuk menghancurkan diri
sendiri.

F. Dampak IPTEK Terhadap Kehidupan Manusia


Perkembangan teknologi, khususnya telepon, khususnya telepon dewasa ini semakin
luar biasa. Alat komunikasi jarak jauh ini sudah berkembang menjadi telepon genggam
dengan berbagai layanan, seperti sms, kamera, video recorder, TV, internet, dan bahkan bisa
saling melihat lawan bicara. Dibalik itu perlu diperhatikan perkembangan teknologi juga
perlu diwaspadai karena dapat memunculkan dampak negatif bagi kehidupan manusia.
Beberapa penelitian menemukan dampak negatif dari beberapa alat-alat elektronik bagi
kesehatan manusia. Beberapa alat ada yang meyebabkan gangguan pada otak, mata ataupun
pendengaran manusia.
Yang perlu diwaspadai juga adalah dampak psikologis, khususnya pada relasi antar
manusai. Bisa jadi, gara-gara televisi, antaranggota keluarga bertengkar atau berselisih kaena
masing-masing memiliki tayangan favorit, sementara tidak ada yang mau mengalah. Gara-
gara televisi pula keluarga menjadi terpecah karena masing-masing memili TV sendiri-
sendiri. Ada anggota keluarga yang memilih keluar rumah dan bergabung dengan orang lain
yang memiliki tayangan favorit sama. Akhiranya relasi antar anggota keluarga menjadi
renggang. Televisi membuat jarak yang memisahkan mereka.
Berdasarkan kasus tersebut dapat dipelajarai bahwa teknologi sangat bermanfaat dan
berdampak positif ketika manusia menggunakan teknologi secara tepat sesuai dengan
fungsinya. Manusia juga perlu menyadari kondisi dirinya, jangan sampai teknolgi berdampak
negatif karena seseorang memiliki potensi, kecenderungan atau sikap yang negatif di dalam
dirinya. Manusia perlu waspada agar jangan sampai dimanfaatkan oleh teknolgi, sebaliknya
manusialah yang harus memanfaatkan teknologi. Jangan sampai dalam proses pewartaan Injil
Kerajaan Allah terganggu bahkan terpengaruh oleh teknologi.

Dampak Negatif dari Perkembangan Teknologi


a) Kemerosotan Moral
IPTEK memang bermanfaat dalam kehidupan masyarakat, namun Perkembangan IPTEK
berdampak negatif pada moral masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
b) Pola Interaksi Manusia Mulai Menurun

6
Perkembangan IPTEK membuat interaksi dan relasi manusia semakin renggang, yang
dulunya face to face sekarang berubah pola interaksinya menggunakan teknologi.
c) Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak
salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi
pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi
program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-
akses. Artinya home page home page yang ada dapat disortir dan disaring dengan baik.
Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan
dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
d) Violence and Sadism
Kekejaman/kekerasan dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi
pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam
cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilakan hal-hal yang
bersifat tabu.
e) Penipuan
Hal ini memang merajalela dibidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan
penipu. Cara yang tebaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi
informasi yang anda dapatkan pada peyedia informasi tersebut.
f) Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para
penjudi tidak perlu ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.

Dampak Positif dari Perkembangan Teknologi


Berikut beberapa dampak positif Teknologi bagi kehidupan manusia :
a. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak
digunakan dimana setiap penguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna
lainnya dari seluruh dunia.
b. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newgroup, ftp dan www (worl wide
web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling
bertukar informasi dengan cepat dan murah.
c. Media untuk mencari infomasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan
www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

7
d. Kemudahan memeproleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja
yang terjadi.
e. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-
lain.
f. Kemudahan bertansakasi dan berbisnis dalam bidang perdagagan sehingga tidak perlu
pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dari beberapa dampak diatas, dapat kita simpulkan dengan kemajuan terknologi yang
mapan dan berguna bagi masyarakat, yang dilihat dari keuntungan dan dampak positif dari
teknologi dalam hal ini juga, Gereja dapat mewatakan Kerajaan Allah dan dapat membawah
banyak masyarakat selamat apa bila menggunakan teknologi modern itu dengan sebaik
mungkin sehingga warta keselamatan yang di ajarkan oleh Yesus Kristus dapat tercapai dan
terlaksana.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada era globalisasi yang mencakup semua kawasan dunia, terutama dalam
pemunculan teknologi banyak perubahan yang terjadi. Perubahan ini bukan hanya berlaku
pada suatu pemerintahan, namun berlaku pula pada masyarakat umumnya. Banyak sekali
iman kita yang goyah karena pengaruh dunia yang semakin canggih. Peranan dari iman
seharusnya mampu mengubah setiap perilaku manusia yang menyimpang. Setiap prilaku
yang menyimpang, seharusnya diarahkan menjurus ke agama atau kepercayaan masing-
masing orang. Setiap orang diharuskan mampu melakukan perbuatan yang terarah menurut
kepercayaan masing-masing. Bukan melakukan hal-hal yang berbauh negatif, karena
melakukannya berdasarkan pada perkembangan zaman. Untuk itu walaupun zaman semakin
canggih, namun adat istiadat, moralitas yang baik, dan kepercayaan kita tidak boleh berubah
seperti perubahan teknologi yang selalu update. Dan kita harus bisa menjadi filter dalam diri
dalam menyaring setiap informasi, maupun perkembangan zaman yang terus berkembang.

B. Saran
Manusia memang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, namun baiklah kita
terus berbena diri dan semakin menjadi baik. Dan kita selaku manusia, boleh mengikuti arus
perkembangan teknologi, tetapi hendaklah iman kita menjadi filter dalam menjalani setiap
perkembangan teknologi yang semakin up to date.

9
DAFTAR PUSTAKA

Sudiarja, A.2006. Agama (Di Zaman) Yang Berubah, Yogyakarta : Kanisius

Mulder, MR, D, C.1989.Iman Dan Ilmu Pengetahuan, Jakarta : Gunung Mulia

10