Anda di halaman 1dari 4

Teknik Radiografi sinus paranasal (Khusus)

1) Proyeksi parietoacanthial (waters method open mouth)

Menurut Bontrager (2010), tujuan dilakukannya proyeksi parietoacanthial

(waters method open mouth) untuk menampakkan patologi sinusitis, osteomilitis

dan polip. Teknik pemeriksaan proyeksi parietoacanthial (waters method open

mouth):

a) Posisi Pasien

Atur pasien dalam posisi erect dan membuka mulut

b) Posisi Objek :

(1) Ekstensikan leher, istirahatkan dagu di meja pemeriksaan

(2) Atur kepala sehingga OML membentuk sudut 370 terhadap kaset (MML akan tegak

lurus dengan mulut yang terbuka)

(3) MSP tegak lurus terhadap grid

c) Sinar pusat :

(1) Arah sinar tegak lurus horizontal terhadap kaset

(2) Titik bidik pada pertengahan kaset keluar menuju acanthion

(3) Minimum SID 100 cm

d) Kolimasi

Pada semua rongga sinus

e) Pernafasan

Pasien tahan nafas selama pemeriksaan berlangsung

f) Kriteria radiograf : Sinus maksillaris tampak tidak super posisi dengan prosesus

alveolar dan petrous ridges, Inferior orbital rim tampak, Sinus frontal tampak oblique

dan tampak sinus spenoid dengan membuka mulut (gambar 2.22).


Gambar 2.21 Proyeksi parietoacanthial / waters method open
mouth (Bontrager,2010)

Gambar 2.22 Radiograf Proyeksi parietoacanthial / waters method open mouth


(Bontrager,2010)
Teknik Radiografi sinus paranasal (Standar)

1) Proyeksi lateral

Menurut Bontrager (2010), tujuan dilakukannya proyeksi lateral adalah untuk

menampakkan patologi sinusitis, osteomilitis dan polip. Teknik pemeriksaan proyeksi

lateral:

a) Posisi pasien

Atur pasien posisi berdiri

b) Posisi objek:

(1) Letakkan lateral kepala yang sakit dekat dengan kaset

(2) Atur kepala hingga benar-benar pada posisi lateral (MSP sejajar kaset)

(3) IPL tegak lurus kaset

(4) Atur dagu hingga IOML tegak lurus terhadap samping depan kaset

c) Sinar pusat:

(1) Arah sinar tegak lurus horizontal terhadap kaset

(2) Titik bidik tegak lurus terhadap kaset diantara outer canthus dan EAM

(3) Minumin SID 100 cm

d) Kolimasi

Pada semua rongga sinus

e) Pernafasan :

Pasien tahan nafas selama ekposi berlangsung

f) Kriteria radiograf : Tampak sinus maksillaris,sinus spenoid, sinus frontal dan sinus

ethimoid tampak secara lateral (gambar 2.16).


Gambar 2.15 Proyeksi Lateral (Bontrager,2010)

Gambar 2.16 Radiograf Proyeksi Lateral (Bontrager,2010)

Anda mungkin juga menyukai